cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Efektivitas Media Game Edukatif Wordwall terhadap Peningkatan Pengetahuan Pertolongan Pertama Luka Memar pada Siswa Kelas V SD Muhammadiyah Mlangi Zahra Zata Amani Herman; Ririn Zuhairini; Ratih Kusuma Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.908

Abstract

Kasus cedera ringan seperti luka memar sering terjadi pada anak usia sekolah dasar, namun pengetahuan siswa dalam melakukan pertolongan pertama masih terbatas. Hal ini menunjukkan perlunya media pembelajaran yang efektif dan menarik untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penggunaan media pembelajaran berbasis Game edukatif, seperti Wordwall, dapat menjadi alternatif yang interaktif dan menyenangkan dalam meningkatkan pengetahuan siswa terkait pertolongan pertama luka memar. Tujuan: Mengetahui efektivitas media Game edukatif Wordwall terhadap peningkatan pengetahuan pertolongan pertama luka memar pada siswa kelas V SD Muhammadiyah Mlangi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan two group Pre-Test Post-Test. Sampel penelitian berjumlah 52 responden yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan pertolongan pertama luka memar. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Pada kelompok eksperimen terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dari kategori baik sebesar 46,2% pada Pre-Test menjadi 88,5% pada Post-Test dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,002). Pada kelompok kontrol terjadi peningkatan dari 42,3% menjadi 50,0%, namun tidak signifikan (p = 0,102). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,006). Simpulan: Media Game edukatif Wordwall lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama luka memar dibandingkan dengan kelompok tanpa intervensi pada siswa kelas V SD Muhammadiyah Mlangi. Saran: Peneliti selanjutnya disaRankan untuk mengembangkan penelitian serupa dengan menggunakan variasi media pembelajaran interaktif lainnya atau dengan durasi intervensi yang lebih panjang, guna mengetahui efektivitas yang lebih optimal dalam peningkatan pengetahuan siswa.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tompaso Enjelika Putrisari; Lucyana Leonita Pongoh; Vera Diane Tombokan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.911

Abstract

Latar Belakang: Penyakit hipertensi merupakan kondisi patologis kronis non-infeksi yang prevalensi kasusnya terus melonjak tajam serta menempati posisi teratas sebagai stimulus angka morbiditas dan mortalitas utama di lingkungan nasional. Salah satu determinan mendasar dalam mengendalikan kestabilan tekanan darah pada penderita adalah ketepatan serta keteraturan perilaku konsumsi regimen obat antihipertensi, yang dalam kajian teoritis dipengaruhi secara fundamental oleh kapasitas wawasan kognitif pasien. Tujuan: Penelitian ini diorientasikan untuk menakar serta menganalisis interkoneksi fungsional antara tingkat pemahaman atau pengetahuan kognitif dengan tingkat kepatuhan konsumsi obat pada penderita hipertensi di kawasan Puskesmas Tompaso, Minahasa. Metode: Studi kuantitatif ini memakai strategi korelasional deskriptif yang dilengkapi pendekatan rancangan belah lintang (cross-sectional). Dari total populasi terdapat sebanyak 953 individu penderita, penarikan sampel menetapkan 100 partisipan lewat skema purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Fase ekstraksi data mengandalkan instrumen ukur berupa kuesioner baku Hypertension Knowledge Level Scale (HK-LS) untuk mengukur aspek pemahaman kognitif, serta parameter Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) guna mendeteksi tingkat kepatuhan obat. Teknik kalkulasi bivariat diselesaikan menggunakan uji statistik non-parametrik Chi-Square berbantuan software SPSS. Hasil: Deskripsi data univariat mengonfirmasi bahwa mayoritas subjek studi berada dalam tingkat pengetahuan berkategori tinggi (55%) serta menunjukkan kualifikasi kepatuhan terapi obat yang disiplin (53%). Dari pengolahan statistik bivariat, didapatkan signifikansi nilai fungsional P-Value = 0,000 (p < = 0,05), yang menandakan terdapat hubungan struktural yang sangat nyata dan kuat secara statistik antara tingkat pemahaman pengetahuan dengan ketaatan meminum obat penderita. Simpulan: Pemahaman komprehensif dari penderita mengenai hipertensi memegang kendali yang sangat sentral dalam menstimulasi kedisiplinan minum obat jangka panjang secara konsisten. Disarankan bagi unit pelayanan kesehatan untuk secara kontinu melangsungkan penyuluhan klinis demi memitigasi kerentanan komplikasi vaskuler sekunder.
Hubungan Pengetahuan, Dukungan Keluarga, dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Novita Selvia Saputri; Atika Zahria Arisanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.917

Abstract

Anemia defisiensi besi pada ibu hamil masih menjadi tantangan kesehatan global yang meningkatkan risiko perdarahan pasca-salin dan kematian maternal. Program jaminan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) minimal 90 tablet selama kehamilan seringkali terhambat oleh rendahnya angka kepatuhan konsumsi akibat efek samping dan faktor psikososial. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan konsumsi TTD dan hubungannya dengan kejadian anemia pada ibu hamil melalui tinjauan literatur. Essay ini menggunakan metode literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui database Google Scholar dengan rentang publikasi 2021–2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, terpilih 10 artikel penelitian orisinal yang dianalisis secara kualitatif. Analisis data menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang baik (p = 0,001) dan sikap positif (p = 0,000) menjadi faktor internal utama pendorong kepatuhan. Secara eksternal, dukungan suami (p = 0,000) dan keluarga berperan sebagai pengawas harian yang meningkatkan kedisiplinan ibu. Hambatan biologis berupa mual dan kesalahan cara konsumsi (meminum TTD bersama teh) terbukti menurunkan efikasi absorpsi zat besi (p = 0,022). Kepatuhan konsumsi TTD dan pencegahan anemia dipengaruhi oleh sinergi faktor internal ibu, ketepatan cara konsumsi, serta dukungan sosial. Bidan direkomendasikan melibatkan suami sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) dalam asuhan kebidanan antenatal.
Hubungan Kesepian dengan Kualitas Tidur pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Berry Waldain; Niken Yuniar Sari; Anisa Yulvi Azni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.919

Abstract

Pendahuluan: Populasi lansia terus meningkat secara global maupun di Indonesia sehingga lansia menjadi kelompok rentan yang mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Perubahan tersebut dapat memicu perasaan kesepian yang berdampak pada kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesepian dengan kualitas tidur pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 99 lansia di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner UCLA Loneliness Scale Version 3 dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). UCLA Loneliness Scale Version 3 memiliki reliabilitas yang baik dengan nilai Cronbach’s alpha 0,914, sedangkan PSQI dinyatakan valid dengan nilai r-hitung > r-tabel (0,374) dan reliabel dengan nilai Cronbach’s alpha 0,745. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia berada di usia Elderly dengan rentang 60-74 tahun dengan jumlah 94 responden (94.9%), mayoritas berjenis kelamin perempuan (58,6%) dan berpendidikan terakhir Sekolah Dasar (42,4%). Tingkat kesepian tertinggi berada pada kategori kesepian sedang (37,4%), sedangkan sebagian besar lansia memiliki kualitas tidur yang Buruk (62,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai P-Value sebesar 0,004 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kesepian dan kualitas tidur pada lansia. Responden dengan tingkat kesepian sedang dan berat lebih banyak mengalami kualitas tidur buruk. Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat kesepian yang dialami lansia, maka kualitas tidurnya cenderung semakin buruk.
Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Tanggap Darurat Bencana Banjir di Desa Yosonegoro Kecamatan Limboto Barat Afan Manjoe; Pipin Yunus; Arifin R. Umar; Setiawan Setiawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.920

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang salah satunya sering terjadi di Indonesia dan dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Oleh karena itu perlu adanya Kesiapsiagaan masyarakat terkait dengan keadaan untuk mengurangi risiko, korban jiwa, dan dampak sosial saat keadaan darurat terjadi. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesiapsiagaan masyarakat dalam tanggap darurat bencana banjir di Desa Yosonegoro. Metode penelitian yang digunakan yakni desain deskriptif kuantitatif dengan populasi penelitian berjumlah 80 orang dengan sampel sebanyak 67 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kesiapsiagaan meliputi pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, dan mobilisasi sumber daya. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori siap dalam menghadapi bencana banjir. Pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan masyarakat tergolong baik, rencana tanggap darurat cukup memadai, sistem peringatan bencana cukup efektif, serta mobilisasi sumber daya berada pada kategori cukup siap. Adapun kesiapsiagaan masyarakat sudah cukup baik, namun masih diperlukan peningkatan edukasi, simulasi bencana, dan koordinasi sumber daya agar penanggulangan bencana berjalan dengan optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam meningkatkan program mitigasi, kesiapsiagaan, serta pengurangan risiko bencana banjir melalui pelatihan rutin, penguatan sistem peringatan dini, dan pembentukan tim siaga bencana.
Hubungan Caring Behavior Penata Anestesi Terhadap Tingkat Kecemasan Praoperasi pada Pasien Bedah Elektif dengan Hipertensi di RST Dr. Soepraoen Triveriana Oktaviani Poniran; Suryanto Suryanto; Kaslinda Nur Umifa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.921

Abstract

Kondisi cemas yang muncul menjelang tindakan operasi merupakan masalah mental umum dijumpai pada klien yang akan menjalani tindakan medis, khususnya bagi mereka yang memiliki hipertensi, yang dapat berisiko mengalami peningkatan tekanan darah karena stres sebelum operasi. Studi ini dengan tujuan menganalisis keterkaitan perilaku perhatian penata anestesi dan tingkat kecemasan sebelum operasi pada pasien hipertensi yang menjalani prosedur yang direncanakan di RST Dr. Soepraoen Malang. Studi ini menerapkan metode analitik korelasional melalui pendekatan cross-sectional, dan melibatkan 69 peserta yang diambil melalui teknik pengambilan purposive sampling. Informasi mengenai perilaku caring diperoleh dengan menggunakan Caring Behavior Inventory (CBI), dan tingkatan kecemasan dikaji dengan instrumen APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale) serta dianalisis dengan pengujian Spearman-Rho. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas klien menganggap perilaku perhatian penata anestesi kategori baik (97,1%) dan sebagian besar pasien mengalami kecemasan dalam kategori ringan (66,7%). Dalam analisis statistik, didapatkan P-Value = 0,003 dengan koefisien korelasi menunjukkan nilai r = -0,354, analisis data menggambarkan adanya korelasi berbanding terbalik (negatif) yang signifikan meskipun dengan kekuatan yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa derajat cemas yang dirasakan oleh klien berkurang seiring dengan peningkatan kualitas perawatan anestesi. Salah satu batasan dari penelitian ini adalah hanya dilakukan di satu rumah sakit dan tidak mempertimbangkan faktor lain yang mungkin mempengaruhi tingkat kecemasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan Caring Behavior dalam mendukung kesiapan psikologis pasien praoperasi.
Pengaruh Pemberian Terapi Teka-Teki Silang terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif pada Lansia Demensia di Desa Mongolato Melyan Y. Kanjula; Hamna Vonny Lasanuddin; Rini Asnawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.922

Abstract

Demensia merupakan gangguan penurunan fungsi kognitif pada lansia yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk meningkatkan fungsi kognitif adalah terapi teka-teki silang (TTS). Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih adanya lansia dengan demensia yang mengalami penurunan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi teka-teki silang terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia demensia di Desa Mongolato. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen Pre-Test and Post-Test with control group. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 15 responden. Pengukuran fungsi kognitif menggunakan MMSE. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi (n = 15) terjadi peningkatan rerata skor fungsi kognitif dari 20,13 menjadi 24,13 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah pemberian terapi teka-teki silang. Sementara itu, pada kelompok kontrol (n = 15). Tidak ditemukan perubahan yang signifikan dengan nilai p = 0,164 (p > 0,05). Kesimpulan: Terapi teka-teki silang berpengaruh terhadap peningkatan fungsi kognitif pada lansia demensia di Desa Mongolato.
Gambaran Tingkat Kecemasan dan Depresi pada Pasien Post Operasi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Nora Annisa Fitri; Hellena Deli; Ari Rahmat Aziz
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.923

Abstract

Pendahuluan: Tindakan ORIF merupakan prosedur pembedahan invasif yang berpotensi mempengaruhi kondisi psikologis pasien akibat proses penyembuhan yang lama, keterbatasan mobilitas, dan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari sehingga dapat menjadi sumber kecemasan dan depresi. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat kecemasan dan depresi pada pasien Post operasi ORIF di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif terhadap 58 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil: Karakteristik responden mayoritas berjenis kelamin laki-laki 41 responden (70,7%), berusia 26–45 tahun sebanyak 25 responden (43,1%), bekerja sebagai wiraswasta 29 responden (48,3%), berpendidikan SMA 31 responden (53,4%), dan menjalani ORIF pada ekstremitas bawah 35 responden (60,3%). Gambaran tingkat kecemasan menunjukkan responden dengan kategori normal sebanyak 38 responden (65,5%), borderline abnormal sebanyak 13 responden (22,4%), dan abnormal dengan 7 responden (12,1%). Gambaran tingkat depresi menunjukkan responden dengan kategori normal sebanyak 40 responden (69,0%), borderline abnormal sebanyak 13 responden (22,4%), dan abnormal dengan 5 responden (8,6%). Kesimpulan: Sebagian besar pasien Post operasi ORIF memiliki tingkat kecemasan dan depresi dalam kategori normal. Namun, masih terdapat responden yang mengalami kecemasan dan depresi yang bermakna secara klinis, sehingga diperlukan skrining psikologis rutin dan intervensi keperawatan yang holistik pada pasien Post operasi ORIF. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pelayanan keperawatan dalam melakukan deteksi dini serta pemberian dukungan psikologis pada pasien Post operasi ORIF.
Perbedaan Pengaruh Neurodynamicslidingtechnique Dan Hold Relax Terhadap Peningkatan Fleksibilitas Otot Hamstring Pada Pemain Sepakbola PSS Sleman Development U19 Muhammad Rahmatullah; Tyas Sari Ratna Ningrum; Muhammad Ali Jafar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.926

Abstract

Latar belakang: Penurunan fleksibilitas otot hamstring menjadi salah satu masalah yang sering terjadi pada pemain sepak bola dan dapat meningkatkan risiko cedera serta menurunkan performa saat bertanding. Berbagai metode latihan dapat digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas hamstring, di antaranya neurodynamic sliding technique dan hold relax. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh neurodynamic sliding technique dan hold relax terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada pemain sepak bola. Metode: Penelitian menggunakan metode quasi experimental dengan desain pre-test and post-test two group design. Sampel penelitian berjumlah 26 pemain sepak bola PSS Sleman U19 yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok neurodynamic sliding technique (n=13) dan kelompok hold relax (n=13). Fleksibilitas hamstring diukur menggunakan Active Knee Extension Test sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan paired sample t-test dan Mann-Whitney U Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa neurodynamic sliding technique memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan fleksibilitas hamstring dengan nilai p=0,000 dan rerata peningkatan 4,923±1,038, sedangkan hold relax juga memberikan pengaruh signifikan dengan nilai p=0,000 dan rerata peningkatan 6,077±0,954. Hasil uji Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai p=0,004 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua metode. Kesimpulan: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua metode efektif meningkatkan fleksibilitas otot hamstring, namun hold relax lebih efektif dibandingkan neurodynamic sliding technique pada pemain sepak bola. Kata kunci: Neurodynamic Sliding Technique, Hold Relax, fleksibilitas hamstring, pemain sepak bola, Active Knee Extension Test.
Hubungan Fungsi Kognitif dengan Kualitas Hidup Pasien Pascastroke yang Menjalani Rehabilitasi Wesita Wesita; Wasisto Utomo; Yunisman Roni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.928

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi neurologis, termasuk gangguan fungsi kognitif yang berpotensi mempengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan fungsi kognitif dengan kualitas hidup pasien pascastroke yang menjalani rehabilitasi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 pasien pascastroke yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Fungsi kognitif diukur menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE), sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan Stroke Specific Quality of Life (SS-QoL). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami gangguan kognitif ringan (63%) dan memiliki kualitas hidup kategori baik (73%). Analisis domain fungsi kognitif menunjukkan bahwa kemampuan bahasa merupakan domain yang paling mengalami penurunan, sedangkan registrasi memiliki capaian tertinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi kognitif dan kualitas hidup pasien pascastroke yang menjalani rehabilitasi (P-Value = 0,000). Pasien dengan fungsi kognitif normal seluruhnya memiliki kualitas hidup kategori baik, sedangkan pasien dengan gangguan kognitif ringan memiliki kualitas hidup yang lebih bervariasi. Temuan ini menunjukkan bahwa fungsi kognitif berperan penting dalam menentukan kualitas hidup pasien pascastroke. Oleh karena itu, program rehabilitasi perlu memperhatikan aspek kognitif selain pemulihan fisik guna mendukung peningkatan kualitas hidup pasien secara optimal.

Page 89 of 107 | Total Record : 1062