cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Pengaruh Penggunaan Anesthesia Pillow dengan Sniffing Position Terhadap Saturasi Oksigen Pada Pasien Post Operasi Dengan General Anestesi Di RSUD Wates Amelia Indri Pratiwi; Ratih Kusuma Dewi; Vita Purnamasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.956

Abstract

Pasien post operasi dengan general anestesi berisiko mengalami penurunan saturasi oksigen akibat sisa efek obat anestesi, penurunan tonus otot faring, dan obstruksi jalan napas atas. Kondisi ini perlu penatalaksanaan awal untuk mencegah terjadinya desaturasi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah pengaturan posisi kepala dengan anesthesia pillow dengan sniffing position, untuk mempertahankan patensi jalan napas dan meningkatkan oksigenasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh penggunaan anesthesia pillow dengan sniffing position terhadap saturasi oksigen pada pasien post operasi dengan general anestesi di RSUD Wates. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dengan pre-test, post-test dengan kelompok kontrol. Sampel berjumlah 54 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 27 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan anesthesia pillow dengan sniffing position selama 2 menit, pada kelompok kontrol menggunakan posisi standar head-up 30°. Analisis data menggunakan uji wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Uji wilcoxon menunjukan terdapat perubahan yang bermakna saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan dengan nilai p = 0,000. Uji Mann-Whitney menunjukan tidak terdapat perbedaan pada pre- test kedua kelompok (p = 0,278), namun, setelah intervensi terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai p = 0,000. Simpulan: Penggunaan anesthesia pillow dengan sniffing position berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien post operasi dengan general anestesi di RSUD Wates. Saran: intervensi ini dapat dipertimbangkan rumah sakit dan penata anestesi sebagai intervensi nonfarmakologis di ruang pemulihan untuk membantu meningkatkan saturasi oksigen pasien post operasi.
Determinan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Godean Kabupaten Sleman Yogyakarta Nabilla Yuda Putri; Nidatul Khofiyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.957

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang berdampak pada kualitas hidup remaja putri. Di SMA Negeri 1 Godean, prevalensi anemia mencapai 31,94%, didorong oleh gaya hidup dan status gizi yang tidak optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Godean, khususnya terkait status gizi (IMT), pola konsumsi makanan, dan pola aktivitas fisik. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 siswi kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran kadar hemoglobin dengan hemoglobinometer digital, pengukuran berat dan tinggi badan untuk IMT, serta pengisian kuesioner Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A) dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi p=0,000 (0,000 < 0,05), pola konsumsi makanan p=0,000 (0,000 < 0,05), dan aktivitas fisik p=0,000 (0,000 < 0,05) dengan kejadian anemia. Remaja dengan IMT tidak normal, pola konsumsi rendah, dan aktivitas fisik rendah memiliki proporsi kejadian anemia yang lebih tinggi. Kesimpulan: penelitian ini adalah status gizi dan pola gaya hidup merupakan faktor determinan penting dalam kejadian anemia pada remaja putri. Disarankan bagi pihak sekolah untuk mengintegrasikan program edukasi gizi dan pemantauan kesehatan rutin, serta bagi remaja putri agar meningkatkan kepatuhan konsumsi makanan bergizi dan aktivitas fisik teratur guna mencegah anemia.
Hubungan Kunjungan Antenatal Care (ANC) dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSIA Sitti Khadidjah Kota Gorontalo Siti Nur Fazri Kamaru; Ani Ani; Harismayanti Harismayanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.959

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal yang dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian BBLR adalah kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan Antenatal Care (ANC). Kunjungan ANC yang tidak optimal dapat menyebabkan keterlambatan deteksi komplikasi kehamilan sehingga meningkatkan risiko terjadinya BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen yaitu kunjungan Antenatal Care (ANC) dengan variabel dependen yaitu kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSIA Sitti Khadidjah Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi rekam medis dan buku KIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu melakukan kunjungan ANC lengkap (71,2%) dan sebagian besar bayi lahir dengan berat badan normal (65,4%). Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai P-Value = 0,002 yang menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kunjungan ANC dengan kejadian BBLR. Nilai OR sebesar 7,25 menunjukkan bahwa ibu dengan kunjungan ANC tidak lengkap memiliki risiko 7,25 kali lebih besar melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu dengan kunjungan ANC lengkap. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan kunjungan ANC sangat penting dalam mencegah kejadian BBLR.
Hubungan Derajat Obstructive Sleep Apnea (OSA) Dengan Tingkat Kesulitan Intubasi Endotracheal Pada Pasien Anestesi Umum Di RSUD Kota Yogyakarta Arfadila YS; Nia Handayani; Gatot Suparmanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.963

Abstract

Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan gangguan pernapasan saat tidur yang ditandai dengan obstruksi berulang pada saluran napas atas. Pada pasien yang menjalani anestesi umum, OSA dapat meningkatkan risiko kesulitan intubasi endotrakeal akibat perubahan anatomi dan fisiologi jalan napas. Kesulitan intubasi berisiko menimbulkan komplikasi perioperatif. Oleh karena itu, identifikasi dini derajat OSA penting dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat OSA dengan tingkat kesulitan intubasi endotrakeal pada pasien anestesi umum di RSUD Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 44 pasien yang menjalani anestesi umum dengan teknik intubasi endotrakeal yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Derajat Obstructive Sleep Apnea (OSA) diukur menggunakan kuesioner STOP-BANG, tingkat kesulitan intubasi menggunakan intubation difficulty scale (IDS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat Obstructive Sleep Apnea (OSA) didapatkan sebagian besar pada kategori risiko sedang (61,4%), diikuti kategori tinggi (29,5%) dan rendah (9,1%). Tingkat kesulitan intubasi mayoritas berada pada intubasi sedikit sulit/sedang (50,0%). kategori intubasi mudah (25%) dan intubasi sulit (25%). Sebagian besar responden dengan derajat OSA sedang mengalami intubasi sedikit sulit/sedang (59,3%). Uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara derajat OSA dan tingkat kesulitan intubasi endotrakeal (r =0,385; p =0,010). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa derajat OSA berhubungan signifikan dengan tingkat kesulitan intubasi endotrakeal antara derajat OSA dan tingkat kesulitan intubasi endotrakeal pada pasien anestesi umum.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan KB Suntik Pada Akseptor KB Suntik Di Pustu Pahandut Seberang Kota Palangka Raya Alpina Damayanti; Desi Kumala; Merry Delyka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1019

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) suntik merupakan salah satu metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Secara global, WHO (2022) melaporkan bahwa kontrasepsi suntik merupakan salah satu metode yang paling banyak digunakan di negara berkembang karena efektivitas dan kemudahan aksesnya. Di Indonesia, BKKBN (2022) menunjukkan bahwa suntik KB masih mendominasi metode kontrasepsi modern dengan proporsi sekitar 59,9%. Namun, pemilihan metode kontrasepsi idealnya dilakukan berdasarkan pemahaman yang memadai mengenai mekanisme kerja, kelebihan, kekurangan serta potensi efek samping. Ketidakpahaman akseptor dapat menyebabkan salah tafsir terhadap perubahan tubuh yang muncul selama penggunaan kontrasepsi suntik, sehingga berdampak pada ketidakpatuhan jadwal suntik ulang maupun penghentian penggunaan sebelum waktunya. Faktor pengetahuan, dukungan keluarga dan kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam keberlanjutan penggunaan kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan KB suntik pada akseptor KB suntik di Pustu Pahandut Seberang Kota Palangka Raya. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah 279 akseptor dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling sebanyak 74 orang. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemilihan KB suntik 3 bulan (p = 0,182; r = 0,157). Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas pelayanan KB dengan pemilihan KB suntik, dengan nilai p masing-masing (p = 0,000; r = 0,414) dan (p = 0,000; r = 0,475). Faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan pemilihan KB suntik antara lain dukungan keluarga dan kualitas pelayanan KB di Pustu Pahandut Seberang. Dengan demikian diharapkan akseptor KB dapat meningkatkan pengetahuan dan melibatkan keluarga dalam pengambilan keputusan metode kontrasepsi agar dapat memilih secara tepat dan sesuai kebutuhannya.
Pengaruh Edukasi Flashcard Tornado Safety Terhadap Pengetahuan Tentang Bencana Angin Puting Beliung Pada Siswa Di SDN Waru Wetan Pucuk Nasywa Aurellia; Rizky Asta Pramestirini; Lilis Maghfuroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1034

Abstract

Pengetahuan bencana merupakan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik agar mereka dapat memahami apa itu bencana. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi flashcard tornado safety terhadap pengetahuan siswa tentang bencana angin puting beliung di SDN Waru Wetan Pucuk. Desain Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 38 siswa, menggunakan teknik total sampling. Instrument menggunakan kuesioner pretest dan posttest dan media flashcard tornado safety yang dilakukan 3 sesi selama 3 hari sesuai standar operasional (SOP). Data dianalisis menggunakan Uji Shapiro wilk dan Uji Wilcoxon. Sebelum edukasi diberikan sebagian siswa memiliki pengetahuan cukup, sedangkan setelah diberikan edukasi sebagian besar memiliki pengetahuan baik dengan rata-rata mean pretest 56,63 dan posttest 95,44. diperoleh selisih dari kedua mean tersebut 38,81. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikasi p = 0,000, yang berarti terdapat pengaruh edukasi flashcard tornado safety terhadap pengetahuan siswa tentang bencana angin puting beliung. Memberikan edukasi kebencanaan menggunakan media flashcard tornado safety dapat meningkatkan pengetahuan siswa.
Skrining Kesehatan Resiko Diabetes Melitus Pada Remaja Penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Di Madrasah Aliyah Negeri Poso Ni Made Dewi Susanti; Juliana Novly Ratuanik
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1050

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit yang tidak hanya diderita oleh kalangan dewasasaja, melainkan pada kalangan remaja. Remaja pada usia produktif dengan pola gaya hidup bersiko sekarangsangatlah rentan terkena penyakit degeneratif, ini disebabkan oleh makan tidak teratur,tidur larut malam danminimnya dalam melakukan aktifitas fisik. Tujuan Penelitian: Mengetahui skrining kesehatan resiko diabetesmelitus pada remaja penerima program makan bergizi gratis di Madrasah Aliyah Negeri Poso. Metode: Penelitianini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain analitik korelasional. Sampel berjumlah42 siswa/i yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesionerFINDRISC dan Format SHEET Observasi menu MBG. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank. Hasil:Hasil menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara program makan bergizi gratis dengan resiko diabetesmellitus pada remaja (p&gt;0,05), di mana semakin dikontrol gizi dari program makan bergizi gratis maka semakinrendah resiko remaja mengalami diabetes mellitus. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antaraProgram Makan Bergizi Gratis dengan risiko diabetes melitus pada remaja di Madrasah Aliyah Negeri Poso. Pentingbagi keluarga, tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan untuk memberikan dukungan dengan memantau asupannutrisi bagi remaja agar resiko terkena penyakit dapat di cegah.
Pengaruh Elevasi Ekstremitas Atas dan Teknik Napas Dalam terhadap Penurunan Nyeri Area Insersi Radialis pada Pasien Post Up Sheath Kateterisasi Jantung di RS Dr. Mohammad Hoesin Palembang Andry Mayanto; Azizah Khoiriyati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1053

Abstract

Pain at the sheath insertion site is a common complaint among patients after cardiac catheterization, caused by tissue trauma, mechanical pressure during hemostasis, and post-procedural limb immobilization. This study aimed to determine the effect of upper extremity elevation and deep breathing techniques on pain reduction in post-up sheath cardiac catheterization patients at Dr. Mohammad Hoesin Hospital Palembang. This study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test control group approach, involving 50 respondents divided into an intervention group and a control group of 25 respondents each, selected through simple random sampling. The intervention group received 30° upper extremity elevation for 10 minutes combined with five cycles of deep breathing, while the control group received standard care. Pain level was measured using the Numeric Rating Scale (NRS) and analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. The results showed that the mean pain level in the intervention group decreased from 3.24 to 1.52 (a reduction of 1.72; p=0.000), while in the control group it decreased from 2.80 to 2.64 (a reduction of 0.16; p=0.046). The Mann-Whitney test on the pain score difference showed that the reduction in the intervention group was significantly greater than in the control group (p=0.000). It can be concluded that upper extremity elevation and deep breathing techniques significantly affect the reduction of radial insertion site pain in post-up sheath cardiac catheterization patients and can be applied as a complementary nonpharmacological intervention to improve patient comfort after the procedure.
Penerapan Gentle Touch dan Kangaroo Mother Care (KMC) dalam Meningkatkan Suhu Tubuh pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Ruang NICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Deva Bresca Ferdinan; Noor Yunida Triana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1055

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan kelompok neonatus yang berisiko tinggi mengalami hipotermia akibat sistem termoregulasi yang belum matang, cadangan lemak subkutan yang terbatas, dan luas permukaan tubuh yang lebih besar dibandingkan berat badannya. Hipotermia pada bayi BBLR dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan metabolisme, hipoglikemia, peningkatan konsumsi oksigen, hingga mortalitas neonatal. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah Gentle Touch dan Kangaroo Mother Care (KMC). Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan Gentle Touch dan KMC dalam meningkatkan suhu tubuh pada bayi BBLR di Ruang NICU RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Evidence Based Nursing Practice (EBNP) pada seorang bayi BBLR dengan berat lahir 1.640 gram yang mengalami hipotermia. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 3–5 Maret 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Intervensi yang diberikan berupa Gentle Touch selama ±15 menit yang dilanjutkan dengan KMC selama ±90 menit setiap hari sesuai kondisi bayi. Hasil penerapan menunjukkan adanya peningkatan suhu tubuh dari 35,1°C sebelum intervensi menjadi 36,5°C pada hari kedua dan 36,8°C pada hari ketiga. Selain itu, kondisi akral menjadi hangat, bayi tampak lebih tenang, tidak rewel, serta menunjukkan perbaikan termoregulasi. Penerapan Gentle Touch membantu meningkatkan kenyamanan bayi sehingga pelaksanaan KMC dapat berlangsung lebih optimal. Dengan demikian, penerapan Gentle Touch dan Kangaroo Mother Care (KMC) terbukti efektif dalam meningkatkan suhu tubuh dan memperbaiki termoregulasi pada bayi BBLR serta dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman, efektif, dan mudah diterapkan di ruang NICU.
Hubungan Paparan Gadget Dengan Perilaku Makan Pada Anak Usia Prasekolah (3-5 Tahun) Di Posyandu Kampung Sanan Kota Malang Jihan Triamanda Valentine; Esti Widiani; Naya Ernawati; Tri Nataliswati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1057

Abstract

Gangguan perilaku makan yang sering terjadi pada anak usia prasekolah yaitu perilaku makan negatif, akan berdampak negatif bagi keseimbangan gizi dan pertumbuhan anak. Salah satu faktor penyebabnya yaitu tingginya paparan gadget yang membuat anak cenderung tidak peka terhadap rasa kenyang atau lapar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan paparan gadget dengan perilaku makan pada anak usia prasekolah (3-5 tahun) di Posyandu Kampung Sanan, Kota Malang. Desain penelitian ini kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 16 Oktober 2025. Sampel terdiri dari 70 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki paparan gadget tinggi (47%), sedangkan perilaku makan negatif ditemukan pada hampir seluruh responden (92,9%). Uji statistik menghasilkan nilai r = –0,144 dengan p = 0,234, yang menandakan tidak adanya hubungan signifikan antara kedua variabel. Perilaku makan pada anak prasekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk personal preference, status sosial ekonomi, budaya, rasa lapar, kenyang, nafsu makan, kesehatan dan paparan gadget. Paparan gadget berlebihan juga berpotensi mengganggu proses makan anak, anak cenderung tidak peka terhadap rasa lapar dan kenyang. Meskipun hubungan statistik tidak signifikan, kontrol penggunaan gadget tetap diperlukan karena mekanisme-mekanisme tersebut dapat berkontribusi pada pembentukan perilaku makan negatif dalam jangka panjang.

Page 91 of 107 | Total Record : 1062