cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Penerapan Terapi Relaksasi Napas Dalam Pada Pasien Skizofrenia Dengan Risiko Perilaku Kekerasan: Studi Kasus Aulia Dwi Pratiwi; Ririn Isma Sundari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.1029

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang dapat memengaruhi cara berpikir, berperilaku, dan mengendalikan emosi sehingga berisiko menimbulkan perilaku kekerasan. Risiko perilaku kekerasan perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar pasien mampu mengendalikan emosinya dan mencegah terjadinya perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan dengan terapi relaksasi napas dalam pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada satu pasien yang dirawat di Ruang Anggrek RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto selama 2 × 24 jam. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan status mental, dan telaah rekam medis. Berdasarkan hasil pengkajian, pasien mengalami risiko perilaku kekerasan yang ditandai dengan mudah marah, mudah tersinggung, memiliki riwayat melakukan kekerasan, serta mengalami halusinasi pendengaran. Intervensi yang diberikan berupa terapi relaksasi napas dalam. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, pasien tampak lebih tenang, mampu mengendalikan emosinya, tidak lagi memiliki keinginan untuk melakukan tindakan kekerasan, serta mampu mempraktikkan teknik relaksasi napas dalam secara mandiri. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terapi relaksasi napas dalam dapat membantu meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol emosi dan menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan
` Pengaruh Senam Hamil Dalam Mengatasi Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Asrona Z.; Fajar Sari Tanberika; Rika Puspita; Rifa Yanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1030

Abstract

Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester II dan III, akibat perubahan fisiologis dan postur tubuh selama kehamilan. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup ibu hamil. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri punggung adalah senam hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil di Polindes Banglas Barat wilayah kerja UPT Puskesmas Alahair Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest. Sampel penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang mengalami nyeri punggung dan memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tingkat nyeri punggung sebelum dan sesudah pelaksanaan senam hamil menggunakan skala nyeri. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri punggung setelah diberikan senam hamil, dan secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa senam hamil berpengaruh terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil.
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Kebingungan Identitas Gender Pada Generasi Z Mahasiswa Keperawatan Citra Rizkia Sari; Kurnia Laksana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1031

Abstract

Sari, Citra Rizkia. 2026. Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Kebingungan Identitas Gender Pada Generasi Z Mahasiswa Keperawatan STIKes Maharani Malang Angkatan 2023. Skripsi, Program Studi S1 Ilmu Keperawatan, STIKes Maharani Malang. Pembimbing: Ns. Kurnia Laksana. S.Kep., CH., CHt. Penggunaan media sosial pada Generasi Z yang tinggi berpotensi memengaruhi pembentukan identitas diri, termasuk identitas gender. Paparan konten digital yang beragam dapat memicu perbandingan sosial, tekanan psikososial, serta ketidakstabilan konsep diri yang berdampak pada munculnya kebingungan identitas gender, seperti keraguan terhadap peran gender, ketidaknyamanan terhadap identitas diri, dan kebingungan dalam mengekspresikan identitas gender di lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap kebingungan identitas gender pada mahasiswa keperawatan STIKes Maharani Malang angkatan 2023. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner intensitas penggunaan media sosial dan kuesioner kebingungan identitas gender, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan media sosial kategori tinggi sebanyak 55 responden (79,7%), sedangkan kebingungan identitas gender paling banyak berada pada kategori sedang sebanyak 48 responden (69,6%). Analisis uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,487 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan sedang dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kebingungan identitas gender. Semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, maka semakin tinggi tingkat kebingungan identitas gender pada mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan edukasi, kontrol penggunaan media sosial, serta pendampingan psikososial untuk membantu mahasiswa membangun identitas diri yang sehat. Kata kunci: Intensitas Media Sosial, Kebingungan Identitas Gender, Generasi Z, Mahasiswa
Efektivitas Terapi Butterly Hug Berbasis Audiovisual Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Semester Akhir Meiliana; Hana Priscilla Frudence Sohilait; Previarsi Rahayu; Retno Anggraeni Puspita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v9i1.1033

Abstract

Mahasiswa semester akhir menghadapi beban akademik yang berat, terutama dalam menyelesaikan tugas akhiryang menjadi syarat kelulusan. Kondisi ini sering memicu kecemasan yang dapat mengganggu konsentrasi,menurunkan produktivitas, dan berdampak negatif pada kesehatan mental mahasiswa. Salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengatasi kecemasan adalah terapi butterfly hug. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis efektivitas terapi butterfly hug berbasis audiovisual terhadap tingkat kecemasan mahasiswakeperawatan semester akhir di Universitas Medika Suherman. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design, dengan sampel sebanyak 65 responden yangdiambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasilpenelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensidengan nilai p-value = 0,000 (p &lt; 0,05). Terapi butterfly hug berbasis audiovisual terbukti efektif dalammenurunkan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir.
Hubungan Screen Time Dan Konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) Dengan Status Gizi Anak Usia 11-12 Tahun Di SD Negeri 1 Mangliawan Malang Angel Monica Aureliya Listianto; Nurul Hidayah; Marsaid; Arief Bachtiar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1038

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan durasiscreen time pada anak usia sekolah, yang berpotensi memengaruhi pola konsumsiultra-processed food (UPF) dan berdampak pada status gizi. Anak usia 11–12tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap perubahan gaya hidup moderntersebut. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan screentime dan konsumsi UPF dengan status gizi anak usia 11–12 tahun di SD Negeri 1Mangliawan Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif denganpendekatan deskriptif analitik. Sampel berjumlah 76 siswa yang dipilihmenggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran screen time dilakukanmenggunakan kuesioner QUEST, konsumsi UPF diukur dengan Food FrequencyQuestionnaire (FFQ), dan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurutUmur (IMT/U). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Terdapathubungan yang signifikan antara screen time dengan status gizi anak (p = 0,004)serta antara konsumsi UPF dengan status gizi anak (p = 0,002). Kesimpulan:Screentime dan konsumsi ultra-processed food berhubungan signifikan denganstatus gizi anak usia 11–12 tahun. sebagian besar responden memiliki durasiscreen time yang tinggi dan frekuensi konsumsi ultra-processed food (UPF) yangsering, dengan status gizi yang didominasi oleh kategori gizi lebih. Oleh karenaitu perlu upaya pembatasan screen time, serta pengurangan konsumsi UPF melaluiedukasi gizi kepada anak dan orang tua, serta dukungan lingkungan sekolah yangmendorong pola hidup sehat.
Hubungan Dukungan Personal Preference Dan Pencegahan Hiperglikemia Pada Individu Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Dinoyo Refina Dwi Anjarwati; Erlina Suci Astuti; Sulastyawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1042

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yangditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun resistensi insulin.Pencegahan hiperglikemia membutuhkan pengelolaan jangka panjang, tidak hanyamelalui terapi farmakologis tetapi juga melalui dukungan PersonalPreference yang sesuai dengan kondisi individu. Tujuan: Tujuan penelitian iniyaitu mengidentifikasi dukungan Personal Preference, pencegahan hiperglikemia,dukungan Personal Preference yang paling berperan, dan menganalisis hubunganantara dukungan Personal Preference dengan pencegahan hiperglikemia padaindividu penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Dinoyo. Metode:Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Dinoyo yangdipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 152 responden.Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan Personal Preference dankuesioner pencegahan hiperglikemia. Analisis data dilakukan dengan ujiSpearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubunganbermakna antara dukungan Personal Preference dengan pencegahanhiperglikemia pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Dinoyo (p-value = 0,025).Bentuk dukungan yang paling dominan adalah dukungan emosional daninstrumental. Pasien dengan dukungan optimal lebih konsisten dalam menerapkandiet sehat, melakukan aktivitas fisik, serta mematuhi pengobatan. Kesimpulan:Dari hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan PersonalPreference dengan pencegahan hiperglikemia pada pasien diabetes mellitus tipe 2di Puskesmas Dinoyo. Semakin tinggi dukungan yang diberikan keluarga atauorang terdekat, semakin baik perilaku pencegahan hiperglikemia yang dilakukanpasien. Dengan demikian, diperlukan upaya peningkatan dukungan keluargamelalui edukasi kesehatan berbasis keluarga, pendampingan berkelanjutan, danpembentukan kelompok dukungan pasien di tingkat puskesmas untuk memperkuatpengelolaan diabetes dan mencegah komplikasi.
Pengaruh Diit Ubi Ungu Terhadap Kadar Gula Darah 2 Jam Post Prandial Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Puskesmas Donomulyo Kabupaten Malang Anestha Dewi Rahmadianti; Nurul Hidayah; Erlina Suci Astuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1044

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe II merupakan penyakit metabolik kronisyang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan resistensi insulin.Pengelolaan kadar gula darah dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dannonfarmakologis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensimembantu menurunkan kadar gula darah adalah konsumsi ubi ungu (Ipomoeabatatas L.), yang kaya serat dan antosianin. Kandungan tersebut mampumemperlambat absorpsi glukosa, meningkatkan sensitivitas insulin, danmendukung pengendalian glikemik. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruhdiit ubi ungu terhadap kadar gula darah 2 jam post prandial pada pasien DiabetesMellitus Tipe II di Puskesmas Donomulyo Kabupaten Malang tahun 2025.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment denganpendekatan pre–post test with control group. Sebanyak 36 respondenberpartisipasi, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Kelompok intervensidiberikan diit ubi ungu sesuai takaran yang ditentukan, sedangkan kelompokkontrol tidak mendapatkan perlakuan. Kadar Gula Darah Puasa (GDP) dan GulaDarah 2 Jam Post Prandial (G2PP) diukur menggunakan glukometer digital.Analisis data menggunakan Independent t-test dengan tingkat signifikansi α =0,05. Hasil Penelitian: Rata-rata GDP pre-test kelompok intervensi sebesar168,00 mg/dL dan kontrol 153,00 mg/dL. Setelah intervensi, rata-rata G2PPkelompok intervensi menurun menjadi 159,71 mg/dL, sedangkan kelompokkontrol meningkat menjadi 232,00 mg/dL. Hasil uji statistik menunjukkan tidakterdapat perbedaan signifikan pada GDP (p = 0,139), namun terdapat perbedaansangat signifikan pada G2PP (p = 0,000). Kesimpulan: Diit ubi ungu terbuktiberpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar gula darah sewaktu, terutamapada parameter G2PP. Intervensi ini sebagai strategi nonfarmakologis dalampengendalian gula darah pasien DM Tipe II.
Hubungan Perilaku Self Management Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Cisadea Kota Malang Kharisma Rindi Fitriani; Erlina Suci Astuti; Supono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1045

Abstract

Pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes MellitusTipe 2 masih menjadi tantangan di Puskesmas Cisadea. Studi pendahuluanmenunjukkan banyak pasien datang dengan gula darah tinggi akibat pola makanyang tidak teratur, rendahnya frekuensi kontrol kesehatan, ketidakpatuhankonsumsi obat, serta kurangnya pemantauan gula darah mandiri. Aktivitas fisikyang minim juga memperburuk kondisi pasien. Permasalahan-permasalahan inimengindikasikan bahwa perilaku self management pasien belum optimal sehinggaberdampak pada tidak terkendalinya kadar gula darah. Tujuan: Penelitian inibertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku self management dengankadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di wilayah kerja PuskesmasCisadea Kota Malang. Metode: Penelitian menggunakan desain analitikkorelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 115responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitianberupa kuesioner DSMQ serta pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakanglukometer digital. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkatsignifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritasresponden memiliki perilaku self management baik (81,7%), dan 65,2% diantaranya memiliki kadar gula darah terkontrol. Uji Chi-Square menghasilkannilai p = 0,002 yang menunjukkan hubungan signifikan antara perilaku selfmanagement dan kadar gula darah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yangsignifikan antara perilaku self management dengan kadar gula darah pada pasienDiabetes Mellitus Tipe 2. Pasien dengan perilaku self management yang baikcenderung memiliki kadar gula darah yang lebih terkontrol. Peningkatan edukasidan pendampingan pasien perlu dilakukan untuk memperkuat perilaku selfmanagement sebagai bagian dari pengendalian penyakit diabetes secaraberkelanjutan.
Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Bersalin Di RSUD Lembang Tahun 2025 Anditri Melati Fitria; Tasya Dwi Indriani; Intan Karlina; Nurul Tri Nurlita; Aulia Zahra Alhafidz; Ai Pitri; Meira Keysha Nuryani Mardiyana; Nabella Daranda Putri; Siti Nurhalizah; Clarisa Salsabila; Syifa Siti Nurjanah; Aufatul Hawa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1046

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi obstetri yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan morbiditas ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor usia dan paritas ibu bersalin dengan kejadian KPD di RSUD Lembang pada tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 126 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari total rekam medis pasien bersalin yang lengkap. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square . Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara usia ibu dengan kejadian KPD ( p-value = 0,007), dimana proporsi KPD lebih dominan pada kelompok usia ekstrem (<20 tahun atau >35 tahun) sebesar 67,7%. Selain itu, ditemukan pula hubungan yang berarti antara karakteristik paritas dengan kejadian KPD ( p-value = 0,001), dengan persentase kejadian KPD mencapai 68,9% pada kelompok paritas berisiko (primipara dan grande multipara). Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa usia reproduksi ekstrem dan tingkat paritas yang berisiko merupakan indikator ibu yang krusial terhadap risiko terjadinya robekan selaput ketuban dini. Oleh karena itu, disarankan bagi penyedia layanan kesehatan untuk memperkuat sistem deteksi dini dan pemantauan antenatal yang lebih optimal.
Pengaruh Latihan Strengthening Berbasis Digital Terhadap Kekuatan Otot Quadricep Dan Hamstring Pada Wanita Menopause Ainia Halissani Vatiqah; Rizky Wulandari; Lailatuz Zaidah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1048

Abstract

Menopause menyebabkan penurunan hormon estrogen yang dapat berdampak padaberkurangnya kekuatan otot, terutama quadricep dan hamstring. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko jatuh. Latihan strengthening berbasis digital berpotensi menjadi alternatifintervensi yang mudah diakses. Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan strengthening berbasis digitalmenggunakan aplikasi Caria terhadap kekuatan otot quadricep dan hamstring pada wanita menopause denganmemberikan latihan berupa Glute bridge, figure four, butterfly, lunging Hip flexor. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan desain pre-test and post-test two group pada 60 wanita menopause usia 45–55 tahun.Kelompok intervensi mengikuti latihan melalui aplikasi Caria selama 4 minggu (3 kali/minggu), sedangkankelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Kekuatan otot diukur menggunakan Manual Muscle Testing(MMT). Hasil: Kekuatan otot kelompok intervensi meningkat signifikan dari 4,03 ± 0,18 menjadi 4,97 ± 0,18 (p&lt; 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (p = 0,317). Perbedaan antarkelompok juga signifikan (p &lt; 0,001). Kesimpulan: Latihan strengthening berbasis digital menggunakan aplikasiCaria efektif meningkatkan kekuatan otot quadricep dan hamstring pada wanita menopause.

Page 87 of 107 | Total Record : 1062