cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Perbandingan Stabilitas MAP Intraoperatif pada Pemberian Propofol dan Fentanyl dengan Propofol dan Ketamin pada Tindakan Kuretase dengan Anestesi Tiva Eridia Suryadinata; Ircham Saifudin; Anja Wati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.929

Abstract

Kuretase merupakan prosedur ginekologi singkat yang memerlukan anestesi dengan onset cepat, efek analgesia adekuat, serta stabilitas hemodinamik yang baik. Total Intravenous Anesthesia (TIVA) banyak digunakan pada prosedur ini, dengan kombinasi Propofol dan Fentanyl dengan Propofol dan Ketamin sebagai pilihan yang sering digunakan. Penelitian ini bertujuan membandingkan stabilitas Mean Arterial Pressure (MAP) intraoperatif pada pasien kuretase yang mendapatkan kombinasi Propofol dan Fentanyl dengan Propofol dan Ketamin. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan Randomized Controlled Trial (RCT) dan rancangan two-group posttest-only design. Sampel terdiri dari 30 pasien yang menjalani kuretase di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso pada April–Mei 2026, yang terbagi menjadi dua kelompok, yakni Propofol dan Fentanyl (n = 15) serta Propofol dan Ketamin (n = 15). Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk serta pengujian Mann–Whitney U dengan taraf signifikansinya p < 0,05. Temuan studi memperlihatkan bahwa data MAP intraoperatif pada kelompok Propofol dan Fentanyl tidak berdistribusi normal (p = 0,004), sedang kelompok Propofol dan Ketamin berdistribusi normal (p = 0,132). Analisis Mann–Whitney menunjukkan nilai akhir MAP intraoperatif kelompok Propofol dan Ketamin memiliki Mean Rank 21,13 dan Sum of Rankss 317,00, lebih tinggi dibanding kelompok Propofol dan Fentanyl dengan Mean Rank 9,87 serta Sum of Rankss 148,00. Uji statistiknya mempelihatkan perbedaan signifikan dari kedua kelompoknya (U = 28,000; Z = -3,543; p < 0,001). Namun, analisis selisih atau fluktuasi MAP tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok Propofol dan Ketamin (Mean Rank 16,83) dan Propofol dan Fentanyl (Mean Rank 14,17) dengan nilai U = 92,500 dan p = 0,403. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi Propofol dan Ketamin (Ketofol) lebih efektif dalam mempertahankan stabilitas MAP intraoperatif dibandingkan kombinasi Propofol–Fentanyl pada pasien yang menjalani tindakan kuretase.
Efektifitas Penggunaan Selimut Hangat Pada Pasien Post Sectio Caesarea Dengan Hipertensi Terhadap Shivering Di Ruang Pacu Fanissa Oktakarina Fauzi; Suryanto; Leny Candra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.931

Abstract

Shivering pasca operasi merupakan komplikasi yang umum terjadi pada pasien post sectio caesarea dengananestesi spinal, dengan insiden mencapai 85%. Pada pasien hipertensi, kejadian shivering berpotensimemperburuk kondisi hemodinamik dan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular akibat gangguantermoregulasi yang lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitaspenggunaan selimut hangat terhadap penurunan derajat shivering pada pasien post sectio caesarea denganhipertensi di ruang PACU RSUD Dolopo Madiun. Kajian pustaka meliputi konsep selimut hangat, sectiocaesarea, hipertensi dalam kehamilan, mekanisme shivering, dan manajemen ruang pemulihan. Penelitianmenggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest dan metode cross-sectional.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar observasi berdasarkan skalaCrossley dan Mahajan terhadap 30 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling selama periodeApril–Mei 2026. Sebelum intervensi, seluruh responden (100%) memiliki suhu tubuh 34,0–35,5°C denganderajat shivering 3 sebanyak 16 responden (53,3%) dan derajat 4 sebanyak 14 responden (46,7%). Setelahpemberian selimut hangat selama 30 menit, suhu tubuh seluruh responden meningkat ke rentang normal36,0–37,5°C, dengan derajat shivering menurun menjadi derajat 1 pada 18 responden (60%) dan derajat 2 pada12 responden (40%). Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan seluruh 30 responden mengalami penurunanderajat shivering (p-value &lt; 0,05). Disimpulkan bahwa penggunaan selimut hangat terbukti efektif secarasignifikan dalam menurunkan derajat shivering pada pasien post sectio caesarea dengan hipertensi.
Perbandingan Status Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) Ibu Hamil Trisemester III dengan Profil Leukosit di RSUD dr.Tjitrowardojo Purworejoit Kaltsum Hafizhah; Farida Noor Irfani; Nazula Rahma Shafriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.934

Abstract

Latar Belakang : Hepatitis B merupakan penyakit infeksi akibat virus Hepatitis B (HBV) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada ibu hamil dengan risiko penularan vertikal. Status Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) memengaruhi sistem imun yang dapat dievaluasi melalui profil leukosit dalam pemeriksaan laboratorium rutin. Tujuan : untuk mengetahui perbandingan dan hubungan status HBsAg ibu hamil dengan profil leukosit sebagai respons imun ibu di RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional berbasis data sekunder rekam medis periode 2024–2025. Penelitian ini melibatkan 798 ibu hamil yang terdiri dari 78 subjek dengan status HBsAg positif dan 720 subjek dengan status HBsAg negatif yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan HBsAg dilakukan menggunakan metode Electrochemiluminescence Immunoassay (ECLIA) dan profil leukosit diperoleh menggunakan alat analisis hematologi otomatis. Analisis perbedaan dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U dan analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan nilai bermakna p < 0,05. Hasil : Terdapat perbedaan bermakna pada leukosit total (p = 0,002), neutrofil, limfosit, monosit, dan eosinofil (p < 0,001), sedangkan basofil tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p = 0,401). Status HBsAg menunjukkan hubungan bermakna pada leukosit total, neutrofil, limfosit, monosit, dan eosinofil dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r = 0,110–0,183). Kesimpulan : Ibu hamil dengan HBsAg positif menunjukkan peningkatan leukosit total, neutrofil, dan monosit serta penurunan limfosit dan eosinofil yang menunjukkan dominasi respons imun bawaan disertai penurunan respons imun adaptif pada infeksi Hepatitis B.
Pengalaman Orang Tua Mengajarkan Menstrual Hygiene Management (MHM) pada Remaja Putri di Sungai Kuantan Fannesha Lady Sebrina; Masrina Munawarah Tampubolon; Sri Utami
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.937

Abstract

Pendahuluan: Menstrual Hygiene Management (MHM) mengacu pada manajemen kebersihan yang terkait dengan proses menstruasi. Tujuan: Mengeksplorasi bagaimana cara orang tua mengajarkan Menstrual Hygiene Management (MHM) pada remaja putri di Sungai Kuantan. Metode: Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan desain metode fenomenologi deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua (ibu) remaja putri yang berada di 6 desa sekitar Sungai Kuantan di Kecamatan Kuantan Mudik dengan sampel 6 orang ibu yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian ini menghasilkan 4 tema terkait pengalaman orang tua (ibu) mengajarkan Menstrual Hygiene Management (MHM) pada remaja putri di Sungai Kuantan, meliputi: (1) Menghadapi kegelisahan remaja saat Menarche, (2) Berupaya mengajarkan manajemen kebersihan menstruasi, (3) Menyikapi berbagai keluhan menstruasi anak, (4) Menjadi andalan utama bagi remaja. Kesimpulan: Pengalaman orang tua dalam mengajarkan Menstrual Hygiene Management (MHM) pada remaja putri dimulai dengan menghadapi kegelisahan remaja saat Menarche. Orang tua memiliki peran penting dalam remaja menghadapi Menarche, peran tersebut dapat dilihat dari upaya orang tua untuk mengajarkan manajemen kebersihan menstruasi. Pengalaman lainnya juga terlihat dari cara orang tua menyikapi berbagai keluhan menstruasi anak. Ibu juga berusaha menambah pemahaman tentang menstruasi dengan cara mencari informasi dari handphone.
Hubungan Durasi dan Prilaku Penggunaan Computer dan Smartphone terhadap Keluhan Computer Vision Syndrom (CVS) pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Riau Riovano Syah Anaris; Sofiana Nurchayati; Ade Dilaruri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.943

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Perkembangan teknologi digital meningkatkan penggunaan Computer dan smartphone pada mahasiswa. Penggunaan dalam durasi lama dan tidak ergonomis dapat menyebabkan Computer vision syndrome (CVS) seperti mata lelah, mata kering, penglihatan kabur, sakit kepala, dan nyeri leher. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi dan perilaku penggunaan Computer dan smartphone dengan keluhan CVS pada mahasiswa Keperawatan Universitas Riau. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 62 responden yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan CVS-Q, dengan analisis Chi-Square (α = 0,05). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami keluhan CVS sebanyak 39 responden (62,9%). Mayoritas responden menggunakan smartphone dengan durasi tinggi dan Computer dengan durasi sedang, serta sebagian besar menggunakan Computer dan smartphone pada jarak tidak ideal. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan Computer dengan CVS (p-value = 0,009), durasi penggunaan smartphone dengan CVS (p-value = 0,049), jarak pandang penggunaan Computer dengan CVS (p-value = 0,027), dan jarak pandang penggunaan smartphone dengan CVS (p-value = 0,011). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara durasi dan perilaku penggunaan Computer dan smartphone dengan keluhan CVS pada mahasiswa Keperawatan Universitas Riau. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama durasi penggunaan perangkat digital dan semakin tidak ideal jarak pandang yang digunakan, maka semakin tinggi risiko terjadinya CVS.Kata kunci: Computer, Computer vision syndrome (CVS), durasi, mahasiswa, perilaku, smartphone. Abstract Introduction: The rapid development of digital technology has increased the use of Computers and smartphones among university students. Prolonged and non-ergonomic use of these devices may lead to Computer Vision Syndrome (CVS), which includes symptoms such as eye strain, dry eyes, blurred vision, headaches, and neck pain. Purpose: This study aims to determine the relationship between the duration and behavior of Computer and smartphone use and CVS symptoms among Nursing students at Universitas Riau. Methods: This quantitative study used a cross-sectional design involving 62 respondents selected through simple random sampling. The research instruments included a questionnaire and the CVS-Q, with data analyzed using the Chi-Square test (α = 0.05). Results: The study found that most respondents experienced CVS symptoms (39 respondents; 62.9%). The majority of respondents used smartphones for long durations and Computers for moderate durations, and most used both devices at non-ideal viewing distances. Bivariate analysis showed significant relationships between Computer use duration and CVS (p-value = 0.009), smartphone use duration and CVS (p-value = 0.049), Computer viewing distance and CVS (p-value = 0.027), and smartphone viewing distance and CVS (p-value = 0.011). Conclusion: There is a significant relationship between the duration and behavior of Computer and smartphone use and CVS symptoms among Nursing students at Universitas Riau. Longer duration of digital device use and non-ideal viewing distance are associated with a higher risk of developing CVS.Keywords : Computers, Computer vision syndrome (CVS), duration, behavior, smartphones.student.
Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Dengan Perubahan Status Gizi Pada Balita Gizi Kurang Di Puskesmas Imogiri II Kabupaten Bantul Adilla Hanum Salsabila Yasmin; Ririn Wahyu ` Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.945

Abstract

Status gizi balita yang optimal merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas. Namun, prevalensi gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan program pemerintah yang telah dikenal sebagai salah satu intervensi untuk meningkatkan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan perubahan status gizi pada balita gizi kurang di Puskesmas Imogiri II Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain pre-eksperimental yang menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Jumlah subjek penelitian sebanyak 39 balita yang diambil dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar dokumentasi atau lebar pencatatan data sebagai sumber data sekunder yang didapatkan dari rekapitulasi laporan harian pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Puskesmas Imogiri II. Uji statistik yang digunakan adalah uji pengaruh non-parametrik Wilcoxon Signed Rank. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -3,66 dengan p-value 0,00 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara status gizi balita sebelum dan sesudah intervensi PMT. Ini menunjukkan bahwa Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dapat menjadi intervensi efektif untuk meningkatkan status gizi balita, sehingga dapat mendukung proses tumbuh kembang yang optimal
Hubungan Konsumsi Fast Food Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Di SMA Negeri 1 Nurlela Hi Baco; Sun Kalsum Windah Alitu; Kristine Dareda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.950

Abstract

Adolescents’ fast food consumption has increased in line with lifestyle changes favoring practical, accessible, and flavorful meals. Excessive consumption may negatively affect health, including female reproductive function, such as menstrual cycle irregularities. Diets high in fat, sugar, and sodium can disrupt hormonal balance, particularly estrogen and progesterone, which regulate the menstrual cycle. The objective of this research was to examine the relationship between fast food consumption and menstrual cycle patterns among adolescents at SMA Negeri 1 Manado. Purpose. This study employed a quantitative cross-sectional design. a sample of 64 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) and a menstrual cycle questionnaire. Analysis was conducted using univariate methods to describe characteristics and bivariate analysis with the Chi-Square test to assess relationships between variables.Methods. The findings revealed that most respondents frequently consumed fast food (52.8%), while the majority reported normal menstrual cycles (54.7%). Chi-Square analysis produced a ρ-value of 0.000 (ρ < 0.05), indicating a significant relationship between fast food consumption and menstrual cycle patterns among adolescents Result. The study concludes that fast food consumption is significantly associated with menstrual cycle regularity among adolescents at SMA Negeri 1 Manado. It is recommended that adolescents adopt healthier and more balanced dietary patterns to maintain reproductive health and menstrual cycle regularity.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Booklet terhadap Pengetahuan pada Keluarga Lansia tentang Pencegahan Kekambuhan Hipertensi di Puskesmas Trauma Center Samarinda Banafsa Ghafiera Al-Fatihah; Nino Adib Chifdillah; Bernadetha Bernadetha; Sri Hazanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.951

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak dikendalikan secara optimal. Kekambuhan hipertensi pada lansia sering dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan keluarga terkait pengelolaan tekanan darah dan penerapan pola hidup sehat. Pendidikan kesehatan melalui media Booklet menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pemahaman keluarga sebagai pendukung utama perawatan lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media Booklet terhadap peningkatan pengetahuan keluarga lansia mengenai pencegahan kekambuhan hipertensi di Puskesmas Trauma Center Samarinda. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group Pre-test-post-test. Sampel penelitian berjumlah 23 keluarga lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis univariat menunjukkan peningkatan responden dengan kategori pengetahuan baik sebesar 73,9% pada post-test. Analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan keluarga mengenai pencegahan kekambuhan hipertensi setelah intervensi (P-Value = 0,000). Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media Booklet berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan keluarga lansia terkait pencegahan kekambuhan hipertensi. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan media Booklet dengan desain, metode, dan sasaran yang lebih beragam untuk meningkatkan efektivitas edukasi kesehatan.
Pengaruh Metode Demonstrasi terhadap Pengetahuan dan Keterampilan dengan Media Video Animasi mengenai Cuci Tangan Pakai Sabun pada Anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 Adinda Siti Aulia; Bernadetha Bernadetha; Andry Rachmadani; Dwi Hendriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.952

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), merupakan upaya preventif penting dalam menurunkan risiko penyakit infeksi pada anak usia dini, namun keterbatasan pengetahuan dan keterampilan anak dalam melakukan CTPS yang benar masih meningkatkan risiko penularan penyakit seperti diare. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode demonstrasi yang dipadukan dengan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan CTPS pada anak. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-experimental dengan pendekatan one-group Pre-Test-Post-Test. Populasi penelitian berjumlah 67 murid, dengan sampel 63 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi menggunakan rumus Slovin. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai P-Value 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan penerapan metode demonstrasi berbantuan video animasi terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak dalam melakukan CTPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup dan belum mampu mempraktikkan CTPS sesuai prosedur, sedangkan setelah intervensi terjadi peningkatan kemampuan secara bermakna. Dengan demikian, metode demonstrasi berbasis video animasi efektif diterapkan sebagai strategi pendidikan kesehatan, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan dalam pembelajaran PHBS di sekolah dan promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan.
Hubungan Fear of Missing Out terhadap Perilaku Prokrastinasi Akademik pada Remaja di SMAN 11 Pekanbaru Amanah Keisha; Tesha Hestyana Sari; Nurhannifah Rizky Tampubolon
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.953

Abstract

Fear of Missing Out (FOMO) merupakan fenomena psikologis yang banyak dialami remaja, ditandai dengan rasa cemas karena takut tertinggal dari aktivitas sosial, yang dapat mengganggu fokus belajar dan memicu perilaku prokrastinasi akademik sehingga berdampak pada prestasi dan kesehatan mental remaja. Survei awal di SMAN 11 Pekanbaru menggambarkan sebagian responden berpotensi mengalami prokrastinasi akademik yang disebabkan oleh FOMO. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sebanyak 192 siswa/i dijadikan sampel dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner FOMO (10 item, reliabilitas 0,728) dan prokrastinasi akademik (29 item, reliabilitas 0,872) yang sudah diujikan validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini menemukan bahwa kebanyakan siswa/i mengalami FOMO pada kategori rendah (50,5%) dan prokrastinasi akademik dalam kategori seimbang (50,0%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara FOMO dengan prokrastinasi akademik (P-Value = 0,000). Semakin rendah FOMO maka semakin rendah perilaku prokrastinasi akademik, sebaliknya jika semakin tinggi FOMO maka semakin tinggi perilaku prokrastinasi akademik. Disarankan perhatian guru dan sekolah dapat dilakukan melalui edukasi media sosial sehat, konseling BK, dan pelatihan manajemen waktu di kelas.

Page 90 of 107 | Total Record : 1062