Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles
16 Documents
Search results for
, issue
"Vol 19 No 2 (2023)"
:
16 Documents
clear
KONSTRUKSI SOSIAL WANITA IDEAL DALAM NOVEL GADIS MINIMARKET KARYA SAYAKA MURATA
Ardhea Ayutya Pramesti;
Eggy Fajar Andalas
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/bg9pjq45
ABSTRAK: Novel Gadis Minimarket ini memiliki penggambaran mengenai hubungan antar masyarakat dan bentuk konstruksi sosial. Dalam karya ini digambarkan tentang bagaimana citra kehidupan wanita yang ‘ideal’ menurut masyarakat melalui konstruksi sosial yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konstruksi wanita ideal yang digambarkan dalam Novel Gadis Minimarket Karya Sayaka Murata. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dikumpulkan dengan teknik reading as woman. Data selanjutnya diklasifikasi, diinterpretasi, dan dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Novel Gadis Minimarket Karya Sayaka Murata menampilkan bentuk konstruksi sosial wanita ideal dalam masyarakat 1) Sudah memiliki pekerjaan tetap di usia tiga puluh tahun 2) Sudah pernah berhubungan asmara dan menikah di usia tiga puluh tahun, dan 3) Memiliki keturunan di usia tiga puluh tahun. Dari penelitian ini dapat diperoleh gambaran mengenai konstruksi wanita ideal dan kritik oleh masyarakat terhadap seorang perempuan.
STRUKTUR NARATIF VLADIMIR PROPP PADA CERITA RAKYAT IKAN DEWA DI KABUPATEN KUNINGAN
Edi Rohaedi;
Dedi Koswara;
Retty Isnendes
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/qsnc5339
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menguji cobakan teori struktur naratif Vladimir Propp terhadap cerita rakyat ikan dewa di Kabupaten Kuningan, dengan mengambil sampel satu dari tiga versi cerita rakyat ikan dewa yang didapat di lapangan. Latar belakang penelitian ini adalah sebagai upaya pelestarian sastra lisan yang kini sudah hampir hilang dikarenakan perkembangan teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskrriptif, data penelitian merupakan cerita rakyat yang bersumber langsung dari lapangan, observasi, dokumentasi dan wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data dan deskripsi analisi digunakan untuk mengolah data menerapkan pendekatan struktur naratif Vladimir Propp. Hasil dari penelitian ini, membuktikan bahwa pendekatan struktur naratif Vladimir Propp dapat digunakan untuk menganalisis cerita rakyat yang berasal dari lapangan, dengan ditemukanya 21 fungsi pelaku, yang didistribusikan ke dalam tiga lingkungan aksi, dan terdapat tiga pola atau pergerakan cerita sengan skema (α)-J-a-Z-Q-E-Rs-↑-B-↑-β-B-E-B-N-B-J-F-K-B-F-T-(X). Selain itu, struktur naratif Vladimir Propp bukan hanya menggambarkan struktur naratif sebuah karya sastra, akan tetapi dapat mengetahui karakter tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut, seperti yang digambarkan oleh tokoh Sunan Gunung Jati dalam cerita tersebut.
PERLAWANAN PEREMPUAN TERHADAP DISKRIMINASI DALAM NOVEL LUSI LINDRI KARYA Y. B. MANGUNWIJAYA
Pitrus Puspito;
Bonifasius Widharyanto;
Antonius Herujiyanto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/kapzke55
ABSTRAK: Fokus penelitian ini adalah perlawanan perempuan terhadap diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlawanan perempuan terhadap diskriminasi dalam novel Lusi Lindri Karya Y. B. Mangunwijaya. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa kalimat, rangkaian kalimat atau paragaraf dianalisis dengan teori analisis wacana kritis Sara Mills. Secara umum model analisis wacana kritis Sara Mills menekankan pada wacana mengenai feminis untuk melihat bagaimana posisi wanita ditampilkan dalam teks. Posisi-posisi yang dimaksud Sara Mills, yaitu dalam arti siapa yang menjadi subjek-objek penceritaan serta posisi pembaca dalam wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua bentuk perlawanan yang dilakukan oleh perempuan terhadap diskriminasi, yakni perlawnanan radikal dan perlawanan kompromis. Kedua perlawanan tersebut ditampilkan sebagai posisi subjek, posisi objek, dan posisi pembaca yang sesuai dengan teori analisis wacana Sara Mills. Hasil penelitian ini juga menunjukkan sikap afirmasi Y.B. Mangunwijaya terhadap perlawanan yang dilakukan perempuan terhadap diskriminasi dalam novel Lusi Lindri.
PENILAIAN AUTENTIK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MENULIS KARYA ILMIAH: PENGGUNAAN DAN PENCAPAIAN KETERAMPILAN PESERTA DIDIK
Ai Santi;
Dena Silvia;
Vismaia Sabariah Damaianti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/5vpd9c55
ABSTRAK: Penilaian adalah unsur yang utama pada proses kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan penilaian hasil dari proses pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pembelajaran. Melalui kegiatan penilaian diperoleh informasi terkait ketercapaian peserta didik selama belajar yang menunjukkan keberhasilan guru dalam mengajar. Oleh karena itu, kegiatan pelaksanaan penilaian dapat sekaligus memberikan fungsi umpan balik kepada guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Penilaian autentik adalah kegiatan penilaian peserta didik untuk mengerjakan tugas sebagai bentuk penerapan aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Penilaian autentik dilaksanakan dengan teknik penilaian kinerja atau proyek, penilaian portofolio, dan penilaian tertulis. Penilaian autentik pelaksanaannya dilakukan oleh guru harus berdasarkan instrumen yang telah disusun berdasarkan penilaian autentik. Selain itu, penilaian autentik dalam penerapannya harus sesuai prosedur yang akan ditempuh guru dalam mengevaluasi ketercapaian peserta didik selama proses kegiatan pembelajaran. Penelitian yang fokus kepada penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia menulis karya ilmiah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan dan menganalisis mengenai penggunaan penilaian autentik dan langkah penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran menulis karya ilmiah di SMA, SMK, MA, MAK kelas XI semester dua. Hasil penelitian memaparkan bahwa penilaian autentik yang dilaksanakan oleh guru bahasa Indonesia tingkat sekolah menengah atas dan kejuruan dalam mengevaluasi kompetensi dasar mengonstruksi karya ilmiah telah berjalan dengan baik dan mencapai perkembangan keterampilam peserta didik.
MASKULINITAS TOKOH UTAMA PADA CERITA RAKYAT KAMANDAKA
Aprilia Rizki Arifah;
Nugraheni Eko Wardhani;
Edy Suryanto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/qbnget68
ABSTRAK: Cerita rakyat Kamandaka sangat popular di Banyumas. Cerita Kamandaka menjelaskan perjalanan Kamandaka yang pergi berkelana mencari calon istrinya. Kisah Kamandaka dalam pengembaraanya menarik untuk diteliti dari segi kemaskulinitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan maskulinitas dalam tokoh utama cerita rakyat Kamandaka. Metode penelitian yang digunakan, yaitu kualitatif yang dijabarkan secara deskriptif. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kajian gender. Teori maskulinitas yang digunakan ialah maskulinitas Janet Saltzman Chafetz. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat yang terdapat pada cerita rakyat Kamandaka Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca-catat. Analisis data dilakukan dengan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini, tokoh Kamandaka memiliki 7 karakteristik maskulinitas, yaitu fisik, fungsional, agresif seksual, emosional, intelektual, interpersonal, dan karakter personal. Hal ini berarti bahwa maskulinitas pada cerita rakyat Kamandaka masih digambarkan secara tradisional dan positif. Maskulinitas tersebut sesuai dengan kondisi sosial dan budaya yang ada pada masyarakat Banyumas saat itu. Sikap positif Kamandaka dapat dijadikan teladan, khususnya untuk masyarakat Banyumas dan sekitarnya.
PENGEMBANGAN MEDIA INFOGRAFIS UNTUK PEMBELAJARAN TEKS CERITA PENDEK
Ervin Dwi Anggun T.I.A;
Jihan Alhanin Choir;
Nasrulloh;
Hasan Busri
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/krayxr73
ABSTRAK: Realita pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas masih dijumpai beberapa problematika dalam pelaksanaannya. Hal ini disebabkan karena dalam pelaksanaannya kurang maksimal dan kurangnya strategi guru dalam menyampaikan materi. Sedangkan pendidik dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengemas suatu pembelajaran. Produk yang telah dikembangkan dalam penelitian ini berupa media infografis “Pamflet” untuk pembelajaran teks cerita pendek yang memuat unsur-unsur pembangun dari teks cerpen. Media disajikan dalam bentuk peta konsep dan rangkuman singkat dengan ilustrasi gambar. Pembuatan media pembelajaran ini menggunakan aplikasi pendukung yaitu canva. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan pengembangan media infografis untuk pembelajaran teks cerita pendek, (2) Mendeskripsikan kelayakan media infografis untuk pembelajaran teks cerita pendek. Model pengembangan media yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE yang diadaptasi dari Dick & Carey. Analisis data dalam penelitian ini berupa analisis data secara deskriptif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil pengembangan media yang dilakukan, media infografis layak digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan: (1) Hasil validasi ahli perencanaan pembelajaran diperoleh presentase 92%, (2) Hasil validasi ahli materi/isi diperoleh presentase 87%, (3) Hasil validasi ahli kebahasaan diperoleh presentase 93%, (4) Hasil validasi ahli media diperoleh presentase 94%, (5) Hasil validasi ahli praktisi diperoleh presentase 97%, (6) Hasil uji coba pengguna diperoleh presentase 93% dengan kategori sangat layak. Dengan perolehan tersebut, maka dapat dikategorikan bahwa produk media Infografis untuk pembelajaran teks cerpen bagi kelas XI layak digunakan dalam proses pembelajaran.
HEGEMONI KEKUASAAN DALAM NOVEL 86 KARYA OKKY MADASARI
Ilham Bagus Pangestu;
Suparmin;
Titik Sudiatami
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/q2zgb263
ABSTRAK: Teori hegemoni Gramsci memberikan pengaruh terhadap studi sastra. Sastra tidak hanya dipandang sebagai gejala yang diciptakan masyarakat saja, tetapi sastra mampu memberikan makna dan sudut pandangan tentang kekuatan sosial bagi pembacanya. Teori hegemoni Gramsci dan sosiologi sastra digunakan untuk meninjau praktik hegemoni kekuasaan di lingkungan lembaga penegak hukum sebagai pemegang kekuasaan. Gramsci membagi dua wilayah kekuasaan sebuah negara yang meliputi masyarakat politi dan masyarakat sipil. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan pada penelitian ini untuk menganalisis dan menguraikan temuan berupa fakta bentuk-bentuk hegemoni kekuasaan pada novel 86 karya Okky Madasari. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk-bentuk praktik hegemoni kekuasaan pada novel 86 karya Okky Madasari. Tinjauan bentuk-bentuk praktik hegemoni kekuasaan pada penelitian ini terbagi atas dua kelas sosial yaitu, masyarakat politik dan masyarakat sipil. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilaukan dengan teknik baca, catat dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan dengan identifikasi data, klasifikasi data, analisis data, penarikan simpulan dan pembahasan berdasarkan teori hegemoni Gramsci. Praktik hegemoni kekuasaan yang ditemukan pada penelitian ini sebagai berikut: 1) masyarakat politik yang memanfaatkan kedudukannya untuk menominasi masyarakat sipil melalui bentuk hegemoni kekuasaan berupa sikap penguasa yang berkuasa secara penuh, kekuasaan imbalan dan korup, bersikap kapitalis, sikap solidaritas identitas dan tindak mengancam dan memaksa. 2) masyarakat sipil yang menjadi objek hegemoni merepresentasikan sikapnya dengan cara menentang pemimpin dan penguasa, patuh pada pemimpin atau atasan dan berusaha menyingkirkan penentang.
KONFLIK KEPRIBADIAN NEUROTIK PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DAKSA KARYA RIZKI ANJARANI
Hermalinda Rizki Pratiwi;
Trie Utari Dewi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/y240b954
ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud konflik kepribadian neurotik dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi konflik kepribadian neurotik yang dialami oleh tokoh utama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dari penelitian ini adalah teks, kalimat, dan dialog yang berkaitan dengan konflik kepribadian dan upaya pengatasannya. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Daksa karya Rizki Anjarani. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis isi dengan cara menandai dan mengelompokkan teks, kalimat, dan dialog yang terkait dengan konflik kepribadian dan upaya pengatasan konflik kepribadian berdasarkan teori Karen Horney. Konflik kepribadian yang ditemukan pada penelitian ini terbagi menjadi 2 bentuk konflik yaitu, konflik interpersonal dan konflik intrapsikis. Upaya dalam mengatasi konflik kepribadian yang terjadi dilakukan dengan tiga acara yaitu, bergerak mendekati orang lain, bergerak melawan orang lain, dan bergerak menjauhi orang lain. Ketiga cara tersebut dilakukan oleh tokoh utama pada novel Daksa agar konflik yang terjadi dalam diri tokoh utama dapat diredakan dan diatasi.
URUTAN DASAR DAN SISTEM PIVOT KLAUSA BAHASA BATAK TOBA
Febrika Dwi Lestari;
Mulyadi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/3whytd22
ABSTRAK: Penelitian prototipe word order Bahasa Batak Toba (BBT) ini memiliki tujuan untuk menggambarkan karakteristik tata urut kata dan sistem pivot BBT dan menginterpretasikan tipologi BBT berdasarkan karakteristik sintaksis klausanya. Dalam pelaksanaannya data dianalisis dengan menggunakan metode agih dengan teknik ganti dan ubah-ujud. Pengujian pivot dilakukan terhadap konstruksi klausa koordinatif dan subordinative. Hasil uji pivot menunjukkan bahawa pola urutan kata VOS merupakan prototipe yang lazim dalam BBT. Penganalisisan data secara tipologis menunjukkan simpulan dari penelitian ini adalah bahwa BBT digolongkan kepada kelompok bahasa akusatif secara sintaksis. Hal tersebut tercermin lewat S yang diperlakukan sama dengan A, dan ada perlakuan berbeda untuk P. selanjutnya pengujian pivot memperlihatkan bahwa FN pada BBT dapat dilesapkan secara langsung apabila FN tersebut berada dalam fungsi S atau A. sebaliknya jika FN ada pada fungsi P maka hal pelesapan tidak bisa dilakukan secara langsung. Pelesapan dapat dilakukan dengan cara pemasifan atau pentopikalisasian salah satu klausa terlebih dahulu. Dari hasil pola yang dihasilkan diatas maka dapat dismpulkan bahwa BBT adalah bahasa dengan tipologi akusatif dengan merujuk pada sistem pivot S/A.
PRAKTIK PENILAIAN GURU TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA SISWA DALAM PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING)
Pesta Junita Simamora;
Erikson Saragih;
Dian Syahfitri
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25134/npk3bt10
ABSTRAK: Salah satu dampak yang sangat nampak yang disebabkan oleh Covid-19 adalah di dunia pendidikan, saat sekolah diliburkan, namun pembelajaran harus wajib dilaksanakan, dimana lembaga pendidikan diwajibkan menyelesaikan evaluasi online. Hal ini juga mempengaruhi kegiatan belajar online. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan persiapan assessmen guru SMP mata pelajaran bahasa Indonesia pembelajaran secara online. Mendeskripsikan praktik asessmen kemampuan membaca dalam pembelajaran daring, mendeskripsikan hasil asesmen yang dilaksanakan oleh guru terhadap kemampuan membaca peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Kemudian mengumpulkan data dengan cara mensurvei lokasi penelitian dan berbagai bahan kepustakaan yang berasal dari, majalah terkait, artikel, buku yang berkaitan dengan sumber penelitian. Tehnik deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Tehnik tersebut digunakan untuk mengumpulkan informasi dari suatu fenomena secara objektif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian terbagi atas tiga. Ketiganya meliputi persiapan pelaksanaan penilaian guru SMP dalam pembelajaran daring, praktik asesmen kemampuan membaca dalam pembelajaran daring, dan terakhir hasil penilaian asesmen yang dilaksanakan oleh guru terhadap kemampuan membaca peserta didik.