cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR AUGMENTED REALITY VIDEO BERORIENTASI NILAI KARAKTER PADA MATA KULIAH BAHASA INDONESIA Emah Khuzaemah; Veni Nurpadillah; Kaffah Hemas
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/f1wkt085

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prototipe, mengembangkan, dan menganalisis dampak dari penggunaan bahan ajar Augmented Reality Video pada mata kuliah bahasa Indonesia. Melalui penggunan bahan ajar ini, diharapkan sikap mahasiswa terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat meningkat. Dengan demikian akan tumbuh dan berkembang karakter cinta tanah air pada mahasiswa kita. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan model 4-D. Model pengembangan 4-D (Four D) merupakan model pengembangan perangkat pembelajaran. Hal ini meliputi 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan diseminasi (disseminate), tahap pengembangan ini sudah direvisi berdasarkan masukan ahli dan uji coba kepada peserta didik. Pada penelitian ini hanya dilakukan diseminasi terbatas, yaitu dengan menyebarluaskan dan mempromosikan produk akhir bahan ajar Augmented Reality Video berorientasi nilai karakter secara terbatas kepada semua dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia dan mahasiswa di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Teknik dan instrument pengumpulan data pada penelitian ini melalui penyebaran angket, wawancara, studi banding, dan FGD. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan hasil uji kelayakan terhadap penggunaan aplikasi Augmented Reality Video 90% Responden menjawab sangat mudah, dan 10% responden menjawab mudah. Dari 20 responden, 19 responden menjawab aplikasi AR ini dapat menginspirasi mahasiwa untuk lebih mencintai rasa cinta tanah air. Sehingga aplikasi Augmented Reality Video ini layak digunakan dalam proses perkuliahan khususnya pada mata kuliah Bahasa Indonesia.
REFLEKSI BERKEBINEKAAN GLOBAL PADA CERITA ANAK “SEPASANG MATA” KARYA VERONICA W Eva Mizkat; Syahrul Ramadhan; Mukhaiyar
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/qakwvn02

Abstract

ABSTRAK: Bahan bacaan merupakan sumber informasi yang harus digali oleh para pembaca. Di masa yang serba digital ini, sumber bacaan tidak harus berbentuk cetak, banyak platform digital yang bisa dimanfaatkan untuk memperoleh bahan bacaan dengan menyesuaikan tingkat kebutuhan/jenjang pembaca. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan paltform Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikburistek yang menyediakan bahan bacaan dengan berbagai tema versi digital yang sudah terseleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali informasi dari salah satu bahan bacaan yang telah ditetapkan sebagai bahan bacaan literasi yang sesuai dengan tema Gerakan Literasi Nasional sebagai refleksi salah satu dimensi Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka yaitu berkebinekaan global, juga untuk memperkenalkan budaya Nusantara kepada pembaca khususnya anak-anak dengan sajian cerita anak yang menarik disertai ilustrasi yang berwarna. Sumber data diperoleh dari cerita anak berjudul “Sepasang Mata” karya Veronica W. dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh bahwa refleksi berkebinekaan global yaitu mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan, dimensi itu terefleksi pada karakteristik tokoh Kinan, Hanna, Edita, dan keluarganya. Dengan demikian, sebelum memberikan bahan bacaan kepada anak-anak, hendaknya peran orang tua, guru, ataupun orang dewasa perlu mengetahui terlebih dahulu isi buku tersebut, agar dapat disesuaikan dengan kondisi anak. Hasil refleksi berkebinekaan global pada penelitian ini diharapakan mampu meningkatkan daya tarik untuk mengenal dan menghargai budaya Nusantara yang beraneka ragam sebagai pengembangan bahan ajar.
IDENTITAS ETNIS DALAM KARYA SASTRA INDONESIA PADA MEDIA ONLINE (CULTURAL STUDIES DALAM KAJIAN CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS) Rhani Febria; Wilda Srihastuty Handayani Piliang
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7eh6gn78

Abstract

ABSTRAK: Karya sastra yang dikontruksi budaya disebut juga identitas etnis. Beberapa aspek membentuk identitas etnis, yaitu: (1) identitas diri sendiri; (2) pengetahuan tentang budaya etnis (tradisi, adat istiadat, nilai, dan perilaku); dan (3) perasaan bahwa seseorang termasuk dalam kelompok etnis tertentu. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk mengkonstruksikan elemen struktural cerpen melalui pendekatan cultural studies yang menggunakan critical discourse analysis (CDA). Tujuan dari penelitian ini untuk memperluas pemahaman kita tentang fenomena identitas etnis dengan melihat identitas etnis sebagai refleksi sejarah atau kontruksi sosial, serta bagaimana hubungan kuasa dibangun dalam teks. Metode pengumpulan data terdiri dari mengunduh cerpen dari media online, yang kemudian dideskripsikan, dianalisis, dan ditafsirkan sesuai dengan elemen struktural cerpen, identitas etnis, dan CDA. Identitas etnis dilihat pada tahap CDA melalui komponen linguistik melalui tata bahasa dan praktik wacana berupa produksi dan konsumsi teks, serta relasi kuasa berupa dinamika antar karakter, setting cerita, dan tema yang diangkat, diantaranya konflik interpersonal, penindasan dan diskriminasi, serta asimilasi etnis antara kelompok mayoritas dan minoritas.
STRATEGI TUTUR PEJABAT NEGARA DALAM WAWANCARA YOUTUBE PERSPEKTIF ANALISIS WACANA KRITIS Hersila Astari Pitaloka
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/mbge8758

Abstract

ABSTRAK: Artikel ini bertujuan untuk memaparkan analisis wacana kritis pada tuturan pejabat publik dalam wawancara di konten Youtube. Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dianalisis menggunakan model analisis wacana kritis yang diadaptasi dari Norman Fairclough, yaitu deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi informasi mempengaruhi pola penyampaian informasi yang ada di masyarakat. Media massa resmi, awalnya, menjadi pusat informasi dan alat kontrol sosial. Namun, di era teknologi ini, masyarakat bisa dengan mudah menjadi sumber informasinya sendiri. Salah satu platform yang digunakan saat ini adalah Youtube. Tidak hanya masyarakat umum, Youtube juga dimanfaatkan oleh pejabat negara untuk menyampaikan informasi. Akan tetapi, pejabat negara tentu memiliki tujuan, yakni pembentukan citra politik. Hasil analisis wacana kritis menemukan tujuh strategi tuturan yang digunakan, yaitu (1) penegasan dengan deskripsi diri, (2) penegasan dengan analogi, (3) penggunaan pertanyaan retoris, (4) pemberian penjelasan, (5) pemaparan program, (6) pemberian persetujuan dengan alasan, dan (7) pemberian jawaban normatif. Berdasarkan hasil penelitian, keseluruhan strategi tersebut memiliki modusnya masing-masing, yang dikelompokkan menjadi 3, yakni (1) penggambaran citra positif, (2) pembentukan citra untuk meminta dukungan, dan (3) penjelasan kesalahpahaman masyarakat.
TOPONIMI KAMPUNG DI KABUPATEN ACEH UTARA: SEJARAH DAN STRUKTUR BAHASA Istiqamah; Hayatul Muna
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/w4e43208

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan toponimi kampung di Kabupaten Aceh Utara yang ditinjau dari sejarah/asal usul dan struktur bahasa. Metode penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini, menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mereduksi data, menyajikan data, dan menarik simpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toponimi kampung di kabupaten Aceh Utara ditemukan beberapa kategori, yaitu 1) berdasarkan unsur air, artinya nama kampung yang maknanya berhubungan dengan air, yakni kampung Laga Baro, 2) unsur geografis, , artinya nama kampung yang maknanya berhubungan dengan rupabumi, yakni: Kampung Bluka Teubai, Meunasah Kulam, Ulee Barat, Cot Seumiyong, Lhok Jok, dan Cot U Sibak, 3) lingkungan alam, yang terdiri dari: a) tumbuhan, yakni; kampung Geulumpang Sulu Timu, Meuria, Uteuen Geulinggang, Bangka Jaya, Kuta Glumpang, Beuringen, Murong, Mancang, b) tempat atau bangunan, yakni: Lancang Barat, Meunasah Blang c) kondisi alam, yakni: Krueng Mate, Bintang Hu, dan d) letak arah mata angin, yakni: Lancang Barat, Geulumpang Sulu Timu, terakhir 4) unsur budaya, artinya nama kampung yang maknanya berhubungan dengan aspek kebudayaan dalam masyarakat, yakni Kampung Guha Uleu. Sebaliknya, pola pembentukan nama kampung banyak ditemukan dalam bentuk polimorfemik, seperti Bintang Hu, Meunasah Mancang, Cot U sibak dan lain sebagainya. Dengan perolehan data tersebut dapat disimpulkan bahwa toponimi beberapa kampung di aceh utara memiliki 4 kategori unsur dan memiliki pembentukan kata secara morfologis.
PENGUASAAN KALIMAT PADA ANAK HAMBATAN NEUROLOGIS DI SLB NEGERI BRANJANGAN JEMBER Zakiyah Kamiliyah; Luluk Sri Agus Prasetyoningsih; Nur Fajar Arief
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ad8v6p93

Abstract

ABSTRAK: Seseorang dapat berkomunikasi dengan baik dan benar terhadap lingkungan sekitarnya apabila bisa menggunakan kalimat yang utuh dan mempunyai makna. Oleh karena itu, persyaratan yang harus dipenuhi dalam berkomunikasi yang baik adalah menguasai kalimat sehingga dapat diaplikasikan dalam berkomunikasi. Penguasaan kalimat merupakan penguasaan yang penting untuk dimiliki. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan penguasaan kalimat pada siswa tunagrahita dan siswa down syndrome. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Anak hambatan neurologis khususnya siswa tunagrahita dan siswa down syndrome di SLB Branjangan Jember merupakan sumber data penelitian ini, sedangkan datanya diambil dari kalimat-kalimat yang dihasilkan oleh anak hambatan neurologis dalam bentuk lisan dan tulis. Adapun hasil penelitian ini ditemukan penguasaan kalimat pada siswa tunagrahita dalam bentuk lisan adalah kalimat tunggal, kalimat majemuk, kalimat berita, dan kalimat perintah. Sedangkan dalam bentuk tulis adalah kalimat tunggal, kalimat majemuk, dan kalimat berita. Adapun penguasaan kalimat pada siswa down syndrome dalam bentuk lisan adalah kalimat tunggal dan kalimat berita. Sedangkan dalam bentuk tulis adalah kalimat tunggal dan kalimat berita.
DESAIN PENGEMBANGAN MODEL CR2C (CONSTRUCTIVE RESPONSIVE READING COMPREHENSION) BERBASIS LITERASI DIGITAL DALAM MEMBACA PEMAHAMAN DI PERGURUAN TINGGI Ida Hamidah; Andoyo Sastromiharjo; Yeti Mulyati; Vismaia Sabariah Damaianti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ssdg1043

Abstract

ABSTRAK: Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki kemampuan membaca yang rendah. Keterampilan abad 21 berorientasi pada segala hal yang bersifat digital, begitupun dalam hal membaca di kalangan mahasiswa. Model CR2C (Constructive Responsive Reading Comprehension) merupakan suatu model membaca interaktif yang diselaraskan dengan strategi membaca pemahaman responsif konstruktif dalam teks digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Teknik analisis data yang digunakan adalah Model Miles dan Huberman dengan (collection, reduction, display, dan conclusion drawing/ veryfiying). Penelitian ini menghasilkan suatu analisis kebutuhan yaitu kebutuhan/keperluan (necessities), kekurangan (lacks), dan keinginan (Wants). Hasil yang diproleh dari penelitian ini adalah kemampuan memahami teks digital mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan yang berada pada kategori sangat rendah (5.48). Kompetensi pemahaman tertinggi terletak pada pemahaman literal pemahaman terendah terletak pada pemahaman apresiasi. Berdasarkan data yang diproleh, belum ada model yang mengarahkan mahasiswa untuk menjelajahi ruang informasi dan hyperlink di internet , begitupun dengan panduan menemukan dan menentukan suatu sumber yang relevan dan terpercaya. Dari hasil tersebut disusunlah suatu sintaks model beserta deskripsi langkah-langkahnya sebagai produk yang nanti bisa dikembangkan lagi oleh peneliti lain.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS Yanti Sariasih; Sri Musdikawati; Fachria Yamin Marasabessy
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/52zx4j25

Abstract

ABSTRAK: Novel sebagai sebuah karya sastra selalu mengandung nilai-nilai yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Melalui nilai-nilai tersebut diharapkan para pembaca dapat menjadikannya sebagai media refleksi bagi diri untuk berbenah ke arah yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam novel “Hati Suhita” karya Khilma Anis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kalimat-kalimat yang menggambarkan nilai pendidikan karakter Sumber data penelitian adalah novel “Hati Suhita” karya Khilma Anis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca-catat, sedangkan nalisis data dilakukan dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel “Hati Suhita” karya Khilma Anis. mengandung nilai-nilai pendidikan karakter, seperti nilai: (1) religius, (2) tanggung jawab, (3) gemar membaca, (4)kerja keras, (5) komunikatif, (6) peduli sosial, (7) kreatif, dan (8) cinta damai. Nilai-nilai tersebut menyatu padu dengan serangkaian cerita di dalam novel dan dimunculkan pengarang secara tersurat dan tersirat. KATA KUNCI: nilai; pendidikan karakter; novel
Desa BIPA: Upaya Internasionalisasi Bahasa Indonesia untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Annisa Widya Shafira; Dian Fadila Saprilia; Berliana Fajriani; Nirsa Ismi Almanda; Peni Pinandhita; Liliana Muliastuti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jv9fem58

Abstract

ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini ialah merancang program pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di desa sebagai upaya internasionalisasi bahasa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin 4 (pendidikan yang berkualitas) dan poin 9 (infrastruktur, industri, dan inovasi). Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Desa BIPA merupakan program yang inovatif, futuristik, dan berdampak sistemik melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung di desa untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya warga negara asing melalui penerapan konsep ICARE (Introduction, Connection, Application, Reflection, dan Extension). Desa BIPA juga memiliki beberapa sub program, di antaranya Inkubator Bahasa Indonesia, Jelajah Budaya Nusantara, Program Magang dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Asisten Pengajar BIPA di Satuan Pendidikan, dan Pergelaran Seni Budaya Desa (Persebud) yang melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan visi Indonesia emas tahun 2045. KATA KUNCI: Desa BIPA; internasionalisasi bahasa Indonesia; Indonesia emas 2045.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KAMUS DIGITAL BERBASIS BUDAYA INDONESIA UNTUK PEMBELAJARAN BIPA Eva Yuniarti; B. Widharyanto; Pius Nurwidasa Prihatin
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/k7zcmd88

Abstract

ABSTRAK: Bahan ajar BIPA digunakan oleh pemelajar BIPA sebagai sarana belajar untuk mencapai indikator dari standar kompetensi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek budaya Indonesia yang dibutuhkan sebagai isi kamus digital berbasis budaya Indonesia untuk pembelajaran BIPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini merupakan jenis analisis isi. Analisis isi dalam penelitian ini digunakan untuk mengkaji kebutuhan pengembangan kamus digital berbasis budaya Indonesia untuk pembelajaran BIPA. Sumber data adalah pemelajar BIPA yang sedang belajar di lembaga bahasa BIPA. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada pemelajar BIPA dan wawancara dengan pengajar BIPA, serta melakukan analisis dokumen buku ajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga aspek budaya yang paling diminati untuk menjadi isi kamus digital yaitu, tradisi, tempat wisata, dan religi. Model kamusnya yaitu bergambar dan berdeskripsi.