cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
PELESTARIAN BAHASA BADUY SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MELALUI APLIKASI TOUR GUIDE BERBASIS ANDROID Lina Marliana Dewi; Eva Fachriyah; Agung Ginantoro Abi Andini; Reza Pramudita
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/kj9j5s07

Abstract

ABSTRAK: Di masa modern yang serba canggih ini peran teknologi informasi adalah sesuatu hal yang keberadaannya tidak bisa kita hindari, hampir memasuki semua aspek kehidupan manusia seperti di bidang telekomunikasi, kesehatan, hiburan, bisnis dan tidak terkecuali di aspek pendidikan dan kebudayaan. Akan tetapi kemajuan teknologi ini kurang di barengi dengan pelestarian budaya kearifan lokal, termasuk kearifan budaya suku baduy di Kabupaten Lebak. Wisata suku Baduy sudah merupakan tempat wisata Budaya yang sudah dikenal oleh seluruh dunia. Bahasa yang digunakan oleh pengunjung adalah Bahasa nasional Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris apabila wisatawan mancanegara. Masih jarang wisatawan disuguhkan Bahasa lokal Baduy nya untuk menerima para wisatawan oleh para Tour Guide nya, sehingga para wisatawan tidak mengetahui Bahasa lokal Baduy sebagai bahasa kearifan lokal masyarakat Baduynya. Oleh karena itu pentingnya mengenalkan dan melestarikan budaya kearifan lokal khususnya bahasa baduy kepada para pengunjung wisatawan suku Baduy agar bahasa lokal Baduy nya pun dikenal oleh wisawatan bahkan dunia. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan serta mengenalkan bahasa lokal Baduy sebagai bahasa yang digunakan oleh wisatawan sebagai Tour Guide bahasa lokal kearifan lokal Baduy bagi pengunjung wisata budaya Baduy berbasis aplikasi mobile yang menyajikan dalam terjemahan 3 bahasa yaitu bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Bahasa baduy. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan research and development (R&D). Penelitian ini membahas tentang kegiatan keseharian orang Baduy dan penggunaan bahasanya. Selain itu, menghasilkan aplikasi Tour Guide bahasa Baduy dengan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan fitur teks dan suara.
EKSISTENSI BAHASA MELAYU DIALEK SORKAM DAN FAKTOR PENYEBAB KEMUNDURAN DAYA TAHAN HIDUP Tiopiolina; Firman Matias Simanjuntak; Geprita Gulo; Esrawati Satriana Simanullang; Emasta Evayanti Simanjuntak
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/v4qpmw33

Abstract

ABSTRAK: Bahasa adalah jati diri suatu bangsa. Kepunahan suatu bahasa menjadi titik awal hilangnya jati diri bangsa. Bahasa daerah merupakan bahasa yang dituturkan oleh masyarakat di daerah tertentu dan menjadi ciri khas daerah tersebut. Indonesia memiliki 718 bahasa daerah, salah satunya bahasa Melayu dialek Sorkam. Bahasa Melayu dialek Sorkam merupakan identitas bagi masyarakat Sorkam. Namun, berdasarkan data Badan Bahasa Kemdikbudristek, eksistensi bahasa Melayu dialek Sorkam semakin tergerus oleh zaman. Hal tersebut yang menjadi dasar penelitian ini. Adapun penelitian ini merupakan kajian ilmu antropolinguistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi bahasa Melayu dialek Sorkam pada masa lalu dan masa kini serta faktor penyebab kemunduran daya tahan hidup bahasa Melayu dialek Sorkam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran atau mix methods. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket, melakukan wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Melayu dialek Sorkam tidak digunakan di seluruh wilayah Kecamatan Sorkam dan Kecamatan Sorkam Barat, melainkan hanya di wilayah tertentu saja. Selanjutnya, bahasa Melayu dialek Sorkam hanya digunakan oleh 32,5% dari total sampel, sedangkan 67,5% lainnya menggunakan bahasa lain di luar bahasa Melayu dialek Sorkam. Adapun faktor penyebab kemunduran daya tahan hidup bahasa Melayu dialek Sorkam adalah faktor linguistik (interferensi bahasa) dan faktor nonlinguistik (geografi, sosial-budaya, agama, ekonomi, dan pendidikan).
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR DENGAN PENGAJARAN SASTRA Rahma Dewi; Nursalim; Aida Farida; Isma Ayurani; Ahmad Syukri Sitorus
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/91kvrh57

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini membahas tentang pembentukan karakter siswa Sekolah Dasar (SD) dengan pengajaran sastra. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dialami siswa pada saat ini, yaitu terkait dengan menurunnya moral, kreativitas serta interaksi siswa baik di lingkungan sekolah dan masyarakat. Langkah-langkah yang dapat ditempuh adalah penguatan pemahaman siswa terkait pengajaran sastra tersebut mempunyai muatan kajian antara manusia dengan lingkungan kehidupannya. Hal tersebut tentutnya ditanamkan sejak siswa masih duduk di bangku pendidikan Sekolah Dasar (SD). Adapun bentuk langkah-langkah yang harus di pahami tersebut adalah, (1) Pengaplikasian pembentukan karakter siswa SD, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga, (2) Pengaplikasian pengajaran sastra siswa SD, dan (3) optimalisasi pembentukan karakter siswa SD dengan pengajaran sastra. Dengan memahami pelaksanaan tersebut, maka diharapkan terciptanya kehidupan siswa yang berkarakter, sehingga generasi yang berkarakter tersebut dapat membangun bangsa pada kehidupan yang lebih baik.
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM MENULIS TEKS DESKRIPSI PESERTA DIDIK KELAS VII SMP PGRI 1 KEDIRI BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA Elsa Aristantya Apriliani; Nur Fajar Arif
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ar9e6a54

Abstract

ABSTRAK: Saat ini pendidikan di Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka. Terdapat beberapa tuntutan dalam Kurikulum Merdeka yaitu (1) menuntut adanya keterlibatan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) dalam proses pembelajaran, (2) menuntut peserta didik memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya, dan (3) pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil Pelajar Pancasila. Secara tidak langsung untuk memenuhi tuntutan tersebut pelaku pendidikan dalam hal ini guru harus mampu berinovasi. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah membuat media elektronik yang mampu membuat peserta didik berpikir kritis dan mampu belajar secara mandiri. Penelitian ini berupaya mengembangkan media audiovisual pada kurikulum merdeka dalam menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP. Tujuan penelitian pengembangan ini secara umum yang akan dicapai adalah tersusunnya media audiovisual pada kurikulum merdeka dalam menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP. Sedangkan tujuan khusus yang akan dicapai sebagai berikut yaitu menjelaskan kebutuhan guru dan peserta didik terhadap media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP, menjelaskan proses pengembangan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP dan menjelaskan kelayakan media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini adalah adaptasi prosedur pengembangan ADDIE (Reiser dan Mollenda, 1990). Adapun langkahnya yaitu (1) analisis (analyze), (2) desain (design), (3) pengembangan (development), (4) implementasi (implementation), dan (5) evaluasi (evaluation). Subjek penelitian ini adalah ahli perancangan pembelajaran, ahli materi/isi, ahli kebahasaan, ahli media, pengguna (guru), dan pengguna (peserta didik). Instrumen pengumpulan data berupa lembar penilaian yang dinilai oleh ahli perancangan pembelajaran, ahli materi/isi, ahli kebahasaan, ahli media, pengguna (guru), dan pengguna (peserta didik). Hasil uji coba menunjukkan bahwa pertama yaitu penilaian ahli perancangan pembelajaran, diperoleh hasil penilaian sebesar 92% dengan kategori “sangat layak”. Yang kedua yaitu penilaian ahli materi/isi, diperoleh hasil penilaian sebesar 87% dengan kategori “layak”. Yang ketiga yaitu penilaian ahli kebahasaan, diperoleh hasil penilaian sebesar 93% dengan kategori “sangat layak”. Keempat penilaian ahli media, diperoleh hasil penilaian sebesar 79% dengan kategori “cukup layak”. Selain dinilai oleh para ahli, produk juga dinilai oleh pengguna baik itu guru maupun peserta didik. Penilaian yang dilakukan pengguna guru terbagi menjadi tiga aspek yaitu aspek materi/isi, aspek kebahasaan, dan aspek media. Penilaian aspek materi/isi diperoleh hasil sebesar 94% dengan kategori “sangat layak”. Penilaian aspek kebahasaan diperoleh hasil sebesar 89% dengan kategori “layak”. Sedangkan penilaian aspek media diperoleh hasil sebesar 92% dengan kategori “sangat layak”. Berikutnya penilaian dari pengguna peserta didik, diperoleh hasil penilaian sebesar 87% dengan kategori “layak”. Dengan perolehan tersebut, maka dapat dikategorikan bahwa produk media audiovisual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi peserta didik kelas VII SMP layak digunakan dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN SILABUS DAN MATERI AJAR MATA KULIAH BAHASA INDONESIA BERBASIS LITERASI KOMPREHENSIF Maria Botifar; Ifnaldi; Ummul Khair
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/9xjhe966

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk silabus dan materi ajar mata kuliah Bahasa Indonesia berbasis literasi komprehensif. Mahasiswa membutuhkan pembelajaran bahasa Indonesia dalam tataran aplikasi yang tinggi untuk pengembangan kompetensi kebahasaan, sementara silabus dan materi ajar terdahulu lebih memfokuskan pada pengembangan aspek kognitif saja. Untuk itu penelitian silabus dan materi ajar ini menjadi penting dilaksanakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan yang mengadopsi pengembangan Borg dan Gall dengan implementasinya pada tiga tahap pengembangan yaitu tahap analisis kebutuhan, tahap analisis dokumen yang ada, dan tahap pengembangan produk. Setiap tahap pengembangan menggunakan teknik pengumpulan data berupa teknik observasi, wawancara, dan angket. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi serta analisis data deskriptif kuantitatif berupa rerata skor dan persentase. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) kebutuhan dosen yaitu a)kebutuhan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu dan penghela ilmu pengetahuan, b)materi yang berkaitan dengan pengembangan teks, eksplorasi dunia pustaka, desain proposal dan hasil serta artikel jurnal dan aplikasi mendeley, OJS dan google scholar, c)metode dan pembelajaran berbasis literasi dan kecakapan abad 21, dan d) evaluasi yang berbasis kelas. 2)kebutuhan mahasiswa pada pengembangan pembelajaran yang meningkatkan aspek kompetensi kognitif, psikomotorik dan afektif. 3) Pengembangan produk berupa silabus dan materi ajar yang diimplementasikan dalam tujuan yang memuat aspek kognitif, psikomotorik dan afektif, materi yang berbasis pada pengembangan kompetensi menulis akademik, metode dan pendekatan yang berbasis pada teks, dan evaluasi yang berbasis kelas.
PILIHAN KODE PELAKU INDUSTRI PARIWISATA DALAM INTERAKSI SOSIAL DENGAN WISATAWAN DI KABUPATEN BANGKALAN, MADURA Eka Susylowati; Fitriyatuz Zakiyah; Dea Kurnia; Vanya Dwica Cicilia
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ba0wsr57

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola pilihan kode pelaku industri pariwisata dalam interaksi sosial dengan wisatawan di Kabupaten Bangkalan dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena penelitian ini menjelaskan sesuai dengan tujuan penelitian. Data penelitian ini berupa tuturan yang mengandung pilihan kode pelaku industri pariwisata dengan wisatawan dalam interaksi sosial. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, catat dan interview. Analisis penelitian ini menggunakan pendekatan kontekstual. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat pola pilihan kode pelaku pariwisata dalam interaksi sosial dalam layanan wisata yaitu BI (bahasa Indonesia), campuran BI dengan bahasa asing (bahasa Inggris), campuran BI dengan BM (bahasa Madura), campuran BI dengan BAr (bahasa Arab), dan campuran BI dengan BJ (bahasa Jawa), BM (bahasa Madura). Sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi pilihan kode pelaku industri pariwisata dalam interaksi sosial meliputi partisipan, siapa yang berbicara dan yang diajak berbicara, latar belakang sosial, tema pembicaraan, fungsi pembicaraan, pengaruh teknologi, penyampaian maksud tertentu dan tujuan tertentu, dan kompetensi bahasa.
EKPLORASI DISCOVERY LEARNING BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATAKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DI PERGURUAN TINGGI Nani Ronsani Thamrin; Erlan Darmawan
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/d2nfw327

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya berpikir kemampuan mahasiswa di pendidikan tinggi. menggabungkan dua pendekatan antara Discovery Learning dan Lesson study untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mempromosikan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Melalui serangkaian tahapan Lesson Study terdiri dari: (1) tahapan perencanaan (plan), (2) tahapan pelaksanaan (do), dan (3) tahapan refleksi (see). Dosen merancang dan melaksanakan pelajaran Discovery Learning yang melibatkan mahasiswa dalam eksplorasi matakuliah membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa, seperti analisis kritis, sintesis, dan pemecahan masalah. Dengan adanya Eksplorasi Discovery Learning berbasis Lesson study dalam matakuliah membaca menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi pada keterampilan membaca Mahasiswa mengalami peningkatan pada proses perkuliahan keterampilan membaca dikelas.
DAMAR KAMBANG: RESISTANSI PEREMPUAN MADURA ATAS BUDAYA NORMATIF Diyana Mareta Hermawati; Aquarini Priyatna; Amaliatun Saleha
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fhzjxz31

Abstract

ABSTRAK: Tulisan ini mendiskusikan perempuan Madura dalam novel Damar Kambang karya Muna Masyari, penulis asal Madura, yang melakukan perlawanan atas budaya normatif. Muna Masyari dikenal sebagai penulis Madura dengan karakteristik karya yang mengangkat budaya Madura. Dalam novel Damar Kambang, Muna Masyari menarasikan tiga perempuan dengan sudut pandang “aku” narator perempuan dalam pergulatan pernikahan. Metode close reading dengan teknik membaca dan mencatat digunakan untuk mengurai permasalahan penelitian. Data yang dikumpulkan berfokus pada sudut pandang “aku” narator perempuan, keterkaitan tokoh, peristiwa, dan alur yang menunjukkan bahwa novel Damar Kambang menempatkan perempuan Madura tidak sebagai objek. Perempuan Madura dalam institusi pernikahan pada novel Damar Kambang secara berulang ditampilkan mempertanyakan dan menunjukkan diri sebagai subjek. Protes terhadap norma mengenai peran dan identitas perempuan Madura serta tengka (tatakrama Madura) ditampilkan melalui penggambaran karakter perempuan yang memutuskan melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, dominasi hubungan seksual dalam pernikahan terhadap laki-laki, dan penyerahan diri pada laki-laki yang tidak dicintai sebagai bentuk pelunas utang.
PENGEMBANGAN MATERI AJAR EJAAN BERBASIS APLIKASI CERBASIA MENGGUNAKAN ISPRING SUITE 10 Audrey Sagita Purnomo; Liliana Muliastuti; Siti Ansoriyah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/dfmg9m89

Abstract

ABSTRAK: Teknologi dalam bidang pendidikan dimanfaatkan oleh guru sebagai media untuk membuat materi ajar menjadi lebih menarik dan efektif sehingga dapat menarik perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Namun pada kenyataannya, guru belum memanfaatkan teknologi dalam membuat media pembelajaran secara optimal karena belum memiliki kemampuan untuk mengembangkan bahan pembelajaran berbasis TIK. Penelitian ini bertujuan mengembangkan materi ajar ejaan berbasis aplikasi Cerbasia menggunakan iSpring suite 10 pada siswa kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data diperoleh melalui obervasi, wawancara, dan angket. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Pengujian kelayakan produk diuji oleh ahli materi, ahli media, dan tanggapan guru bahasa Indonesia, serta tanggapan peserta didik kelas VII SMP Diponegoro 1 Jakarta. Hasil penelitian ini berupa materi ajar ejaan berbasis aplikasi Cerbasia menggunakan iSpring Suite 10 pada siswa kelas VII yang dapat diakses menggunakan gawai atau perangkat komputer yang terhubung dengan internet. Kelayakan produk materi ajar ejaan berbasis aplikasi Cerbasia menggunakan iSpring Suite 10 pada siswa kelas VII termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil penilaian ahli materi mendapatkan skor rata-rata 4,5. Sementara itu, penilaian ahli media mendapatkan skor rata-rata 4,5. Selanjutnya, aspek yang diperoleh dari uji coba kelayakan guru bahasa Indonesia mendapatkan skor 5. Serta uji coba kelompok kecil oleh peserta didik mendapatkan skor rata-rata 9,7. Berdasarkan penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa materi ajar ejaan berbasis aplikasi Cerbasia menggunakan iSpring Suite 10 pada siswa kelas VII sangat layak untuk proses pembelajaran.
JEJAK TRADISI "ANTU BANYU" MASYARAKAT MELAYU PALEMBANG: ANALISIS FUNGSI DAN SIGNIFIKANSI KONTEKSTUAL Neisya; Fitria Aprilia; Sunting Nadilah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/62kgt304

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang fungsi linguistik dan implikasi kontektual dari istilah Antu Banyu yang berkembang dalam komunitas Melayu Palembang. Metode kualitatif dimanfaatkan sebagai metode penelitian dengan menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara untuk mengumpulkan data. Kerangka analisis yang digunakan mengikuti model Miles dan Huberman mencakup reduksi data, penyajian data melalui lensa teoritis Finnegan, dan diakhiri dengan penyimpulan hasil analisis data. Melalui kuisioner yang melibatkan 50 orang responden yang dikelompokkan menjadi Gen X, Gen Y, Gen Milenial, dan Gen Z, sekaligus wawancara dengan para ahli, terlihat bahwa istilah Antu Banyu diketahui secara universal. Sumber keluarga memainkan peran penting dalam memahami istilah tersebut, seringkali terkait dengan keyakinan terhadap mitos hantu yang hidup di air. Klasifikasi istilah Antu Banyu mencakup 15 fungsi dan konteks yang berbeda, yaitu perenang handal, penyelam terampil, penguasa perairan, seseorang yang meninggal di air, seseorang yang mandinya sangat lama, seseorang yang mandi di sungai saat magrib atau malam hari, siswa ataupun pekerja yang datang dan pergi sesuka hati, seseorang yang pelit, seseorang yang menghindar dari kewajiban dan tanggung jawab, ejekan kepada orang yang tidak disukai, seseorang yang memiliki ilmu hitam, peringatan bahaya, untuk menakut-nakuti orang, hantu yang hidup di air, dan seseorang yang gesit dan lincah dalam mengerjakan sesuatu. Semua penggunaan istilah Antu Banyu yang berkembang di masyarakat Melayu Palembang berkaitan erat dengan mitos hantu air yang masih sangat dipercaya. Namun, konotasi positif pada istilah tersebut pun ditemukan pada beberapa fungsi. Hal ini mengindikasikan pergeseran semantik yang signifikan dalam penggunaannya.