cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
CAKUPAN ILMU KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN DALAM KI DAN KD PADA STANDAR ISI SMA KELAS XI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA WAJIB DAN PEMINATAN Aan Sugiantomas; Rina Rosiana
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/9ww0k306

Abstract

Penelitian ini tentang Cakupan Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan dalam KI dan KD pada Standar Isi SMA Kelas XI Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Wajib dan Peminatan. Rumusan Masalah: 1) Bagaimana cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Wajib?; 2) Bagaimana cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Peminatan? Tujuan Penelitian: 1) Ingin mengetahui cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Wajib; 2) Ingin mengetahui cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Peminatan. Metode: deskriptif kualitatif. Teknik: teknik pemerolehan data (studi pustaka, observasi, dokumentasi, objek penelitian) dan teknik pengolahan data (analisis). Populasi: standar isi SMA yang mengacu pada kurikulum 2013. Sampel: Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam standar isi SMA kelas XI mata pelajaran Bahasa Indonesia Wajib dan Peminatan dari keseluruhan standar isi yang ada. Simpulan: 1) berdasarkan hasil analisis, Cakupan Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan dalam KI dan KD Pada Standar Isi SMA Kelas XI Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Wajib yang lebih mendominasi adalah aspek berbicara dan menulis. Ilmu kebahasaannya yaitu psikolinguistik, sosiolinguistik, jurnalistik, fonologi (bunyi segmental dan bunyi supra segmental), morfologi (kata), sintaksis (kalimat), semantik (jenis makna, relasi makna, majas), pragmatik, dalam hal ini berfungsi sebagai penunjang dalam proses penyampaian informasi. Sedangkan, pada ilmu kesastraan yang lebih mendominasi yaitu puisi lama (pantun), prosa fiksi baru (cerita pendek), prosa fiksi lama (cerita ulang), dan drama. 2) Cakupan Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan dalam KI dan KD Pada Standar Isi SMA Kelas XI Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Peminatan yang paling mendominasi adalah aspek keterampilan berbicara dan menulis. Ilmu kebahasaannya yaitu psikolinguistik, sosiolinguistik, jurnalistik, fonologi (bunyi segmental dan bunyi supra segmental), morfologi (kata), sintaksis (kalimat), semantik (jenis makna, relasi makna, majas), pragmatik. Sedangkan ilmu kesastraan yang lebih mendominasi yaitu novel (prosa fiksi baru), prosa fiksi baru (cerita pendek), dan drama.
UNSUR-UNSUR INTRINSIK DAN NILAI-NILAI PSIKOLOGIS DALAM NASKAH DRAMA “MATAHARI DI SEBUAH JALAN KECIL” KARYA ARIFIN C NOOR SEBAGAI ALTERNATIF PEMILIHAN BAHAN AJAR SASTRA DI SMA Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/94d34009

Abstract

Salah satu kompetensi dasar pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA adalah menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik lakon Indonesia. Namun pada kenyataannya, lakon yang digunakan sebagai bahan ajar kurang memperhatikan kesesuaian psikologis dengan isi lakon siswa SMA. Teknik perolehan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Studi pustaka. 2) Dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data yang digunakan adalah sebagai berikut. 1) Menelaah lakon "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 2) Menganalisis unsur intrinsik dalam lakon "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 3) Menyimpulkan unsur intrinsik dalam lakon "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 4) Menelaah lakon "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 5) Menganalisis nilai-nilai psikologis dalam lakon "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 6) Menyimpulkan nilai-nilai psikologis dalam drama "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 7) Analisis yang dilakukan oleh pengarang terhadap unsur intrinsik dan nilai psikologis yang terkandung dalam drama "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor" dikaitkan dengan SK KD dan persyaratan dalam pemilihan bahan ajar sastra sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dialog yang terdapat dalam teks drama "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh isi drama yang membahas unsur intrinsik dan nilai psikologis dalam drama "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". Setelah diolah, dilakukan dengan cara 1) menganalisis unsur intrinsik dalam drama "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 2) menganalisis nilai-nilai psikologis dalam drama "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 3) Melihat kesesuaian lakon "Matahari dalam Jalan Kecil" karya "Arifin C Noor" dapat dijadikan alternatif pemilihan bahan ajar di sekolah ditinjau dari unsur intrinsik dan nilai psikologisnya dengan Kompetensi Dasar Pembelajaran Sastra di SMA. Dapat disimpulkan bahwa analisis lakon "Matahari dalam Jalan Kecil" karya Arifin C Noor dapat dijadikan alternatif pemilihan bahan ajar di SMA.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA PBSI TENTANG PROFESI GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PBSI DI UNIVERSITAS KUNINGAN Ifah Hanifah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/mmq0cv61

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah baik dan tidak baiknya persepsi dan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan, serta adakah hubungannya diantara kedua variabel tersebut. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut (1) Bagaimana persepsi mahasiswa PBSI terhadap profesi guru?, (2) Bagaimana prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan?, (3) Adakah hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan?. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan pendekatankuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitucara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam populasi tersebut. Instrumen yang digunakan angket berbentuk skala likert dengan 4 option yang terdiri dari 37 pernyataan. Kemudian penulis melakukan analisis data menggunakan prosentase dan koefisien korelasi. Hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini yaitu “Ada hubungan antara persepsi mahasiswa PBSI tentang profesi guru dengan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuninganâ€.Berdasarkan penelitian, hasil uji statistik variabel X (Persepsi Mahasiswa PBSI tentang Profesi Guru) Terdapat 39 mahasiswa (52,7%) yang memiliki persepsi baik dan terdapat 34 mahasiswa (45,9%) yang memiliki persepsi tidak baik. Hasil uji statistik variabel Y (Prestasi Belajar) terdapat 40 mahasiswa (54,1%) memiliki prestasi baik dan ada 34 mahasiswa (45,9%) yang memiliki prestasi tidak baik. Nilai koefisien korelasi p=0,970 maka p<α dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang profesi guru dengan prestasi belajar. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan persepsi yang baik dan meningkatkan prestasi belajar mahasiswa PBSI di Universitas Kuningan.
ANALISIS TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER (Sebuah Kajian Feminisme Dilihat dari Karakter, Konflik, dan Sikap Tokoh) Arief Darmawan; Aan Sugiantomas
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/13y92x30

Abstract

Karakteristik karya sastra adalah yang dapat mengkristalkan pesan dengan cara implisit atau eksplisit dan menyampaikannya terus menerus selama itu dihargai oleh pembaca. Salah satu karya sastra, novel berjudul Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer secara tipikal berbeda karena memiliki tokoh utama laki-laki, tetapi mengandung semangat feminisme. Oleh karena itu, peneliti menganalisis novel tersebut. Rumusan masalah adalah: 1) siapakah tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer?; 2) bagaimana karakter tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer?; 3) bagaimana konflik yang dialami oleh tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer?; 4) bagaimana sikap tokoh perempuan terhadap konflik dalam novel Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer?; 5) apa substansi feminisme dalam novel Bumi Manusia oleh Pramoedya Ananta Toer? Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer; 2) untuk mengetahui karakter tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer; 3) untuk mengetahui konflik yang dialami oleh tokoh perempuan dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer; 4) untuk mengetahui sikap tokoh perempuan dalam menghadapi konflik dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer; 5) untuk mengetahui substansi feminisme dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Metode penelitian ini adalah Metode Deskriptif Analitik. Teknik Pengumpulan Data adalah Teknik Dokumentasi. Sumber Penelitian adalah novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Setelah penelitian novel dilakukan, peneliti mengambil kesimpulan bahwa: 1) tokoh perempuan dalam novel ini adalah Nyai Ontosoroh, Annelies Mellema, dan Julia Magda Peters; 2) Karakter tokoh perempuan dalam novel ini berbeda-beda dan mewakili perempuan dalam setiap pekerjaan dan status sosial. Nyai Ontosoroh berpengetahuan luas dan berwibawa, Annelies Mellema cengeng dan manja, Julia Magda Peters cerdas dan motivator, 3) Konflik dalam novel ini didominasi oleh Nyai Ontosoroh; 4) Sikap tokoh perempuan dalam menghadapi konflik berbeda-beda, bergantung pada karakteristik dan pengetahuan tokoh perempuan tersebut; 5) Substansi feminisme dalam novel ini berbeda-beda pada setiap tokoh perempuan, bergantung pada karakter, konflik, dan tindakan mereka dalam menyelesaikan konflik.
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA SEBUAH ANALISIS UNSUR TEMA, TOKOH, PERWATAKAN, AMANAT Ajat Sudrajat; Syefira Muslimah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/b3nrak25

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu analisis terhadap unsur pendidikan atas tema, tokoh dan perwatakan serta amanat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah tema dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA?, Bagaimanakah tokoh dan perwatakan dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA?, Bagaimanakah amanat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA?, Bagaimana nilai pendidikan pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA dilihat dari tema, tokoh dan perwatakan serta amanat? Tujuan penelitian ini adalah : Ingin mengetahui tema dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Ingin mengetahui tokoh dan perwatakan dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Ingin mengetahui amanat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA.Ingin mengetahui nilai pendidikan pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA dilihat dari tema, tokoh dan perwatakan serta amanat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Teknik pemerolehan data yang akan dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Sampel dalam penelitian ini adalah tema, tokoh dan perwatakan, amanat serta nilai pendidikan dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Setelah dilakukan analisis maka diperoleh simpulan sebagai berikut. 1) Tema yang terdapat dalam Novel yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka adalah tentang cinta yang sejati, tulus dan cinta yang setia antara laki-laki dan perempuan tetapi tidak dapat dipersatukan dan tak tersampaikan karena tradisi adat Minangkabau yang begitu mengikat. 2) Tokoh dan perwatakan yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka Tokoh utama adalah Zainuddin, berwatak sopan, baik budi. Hayati, pandai berterima kasih. Aziz, memiliki karakter kasar. Khadijah, senang mempengaruhi orang lain. Sedangkan tokoh bawahan adalah Base, memiliki karakter penuh rasa sayang. Ahmad, memiliki karakter penurut, Muluk, memiliki karakter pandai bergaul. Amanat yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka : Jika cinta itu tulus dari hati yang sebenarnya, maka cinta itu tidak perlu memaksanakan untuk dimiliki. Dalam hidup kita tidak dapat mudah putus asa dan harus selalu memiliki tujuan hidup. Cinta tak sampai seharusnya bukan akhir dari segalanya. Jangan memelihara dendam kepada orang lain. Selalu menjaga amanat. Unsur pendidikan yang terdapat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA adalah : Unsur pendidikan religius; unsur Aqidah yakni selalu mengingat Tuhan dalam keadaan apapun. Unsur Ahlak yakni bercita-cita untuk memperdalam ilmu dunia dan akhirat sehingga kelak menjadi seorang yang berguna. Nilai Pendidikan Moral; Kesetiaan, kejujuran, dan kebenaran akan senantiasa mendapat ujian. Nilai Pendidikan Sosial; Sebagai anggota masyarakat, manusia harus saling menghargai dan menghormati; serta saling menolong terhadap sesama manusia.
VARIASI BAHASA BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI DESA MATANGAJI KECAMATAN SUMBER KABUPATEN CIREBO Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/71933b92

Abstract

Penelitian ini berisi tentang perbedaan variasi bahasa antara laki-laki dan perempuan di Desa Matangaji Kec. Sumber Kabupaten Cirebon. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ; bagaimana variasi bahasa laki-laki di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon? Bagaimana variasi bahasa perempuan di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon? Bagaimana perbedaan variasi bahasa laki-laki dan perempuan di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon? Tujuan dari penelitian ini adalah : Ingin mengetahui variasi bahasa laki-laki di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Ingin mengetahui variasi bahasa perempuan di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Ingin mengetahui perbedaan variasi bahasa laki-laki dan perempuan di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, dengan mengunakan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini, data yang ada dikumpulkan dengan menggunakan teknik-teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan dari penelitian ini adalah ; Dari segi variasi bahasa dapat disimpulkan bahwa ternyata responden laki-laki masyarakat Desa Matangaji dalam kehidupan sehari-hari menggunakan ragam tidak baku dengan ciri khas dialek kedaerahan (Sunda). Hal itu dikarenakan bahasa yang dipergunakan sehari-hari adalah bahasa Sunda. Dalam hal kesopanan dan kehalusan, bahasa yang dipergunakan relatif sopan dan cenderung kasar. Hal itu disebabkan masyarakat Desa Matangaji merupakan masyarakat perbatasan, yang bahasanya dipengaruhi oleh bahasa Jawa. Kalimat yang digunakan responden laki-laki cenderung pendek dan banyak menggunakan kata kerja. Kata sifat jarang muncul dalam wawancara. Penggunaan pola kalimat yang pendek serra jarang munculnya kata sifat disebabkan oleh psikologi laki-laki yang cenderung rasional dan realistis, sehingga perkataannya tidak bertele-tele, singkat, padat, dan jelas; penguasaan bahasa responden perempuan rata-rata tiga bahasa, yaitu bahasa Sunda, Indonesia, dan Jawa. Dari tiga bahasa yang dikuasai, dua bahasa yang dipakai secara aktif untuk berkomunikasi, yaitu bahasa Sunda dan Indonesia. Bahasa Sunda dipakai dalam kehidupan sehari-hari, sementara bahasa Indonesia dan Jawa dipakai untuk kegiatan formal di sekolah, perdagangan, dan melayani tamu dari luar. Dari segi variasi bahasa dapat disimpulkan bahwa ternyata responden perempuan masyarakat Desa Matangaji dalam kehidupan sehari-hari menggunakan ragam tidak baku dengan ciri khas dialek kedaerahan (Sunda). Hal itu dikarenakan bahasa yang dipergunakan sehari-hari adalah bahasa Sunda. Dalam hal kesopanan dan kehalusan, bahasa yang dipergunakan relatif sopan dan halus. Kalimat yang digunakan responden panjang dan bertele-tele. Dalam penggunaan kata, selain kata kerja banyak ditemukan kata sifat. Kehalusan bahasa, penggunaan pola kalimat yang panjang serta munculnya kata sifat disebabkan oleh psikologi perempuan yang cenderung perasa dan emosional, sehingga mempengaruhi tuturannya; perbedaan antara variasi bahasa laki-laki dan perempuan terletak pada kehalusan bahasa, panjang pendeknya kalimat, serta jenis kata yang dipergunakan. Jika laki-laki cenderung kasar, menggunakan pola kalimat pendek (singkat), serta lebih dominan kata kerja, maka perempuan cenderung lebih halus dan tertata, lebih panjang kalimatnya, serta selalu ditemukan kata sifat dalam tuturannya. Kehalusan, panjang pendeknya kalimat, serta jenis kata yang digunakan dipengaruhi oleh perbedaan psikologi antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki cenderung rasional sementara perempuan cenderung emosional. Wanita cenderung lebih ekspresif dalam kata-kata. Di samping itu perempuan lebih halus dalam bahasanya dikarenakan norma yang mengikat mereka untuk berbicara lebih halus dan sopan.
ANALISIS MAKNA SEMANTIK DAN PRAGMATIK PADA TEKS IKLAN LAYANAN MASYARAKAT DI SEPANJANG JALAN RAYA CIPASUNG KECAMATAN DARMA SAMPAI JALAN SILIWANGI KECAMATAN KUNINGAN KABUPATEN KUNINGAN Ida Hamidah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/cnw1qf53

Abstract

Iklan merupakan alat yang digunakan untuk mempublikasikan suatu informasi, dengan bahasa yang singkat cukup untuk menarik perhatian dan pemahaman pembaca, bahasa yang digunakan mengandung makna tersendiri maka penulis ingin meneliti makna dibalik teks iklan tersebut. Ruang lingkup penelitian ini adalah analisis makna semantik dan pragmatik pada teks iklan layanan masyarakat di sepanjang jalan Raya Cipasung Kecamatan Darma sampai Jalan Siliwangi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Rumusan masalahnya adalah bagaimana makna semantik yang terdapat pada teks iklan layanan masyarakat di sepanjang Jalan Raya Cipasung Kecamatan Darma sampai Jalan Siliwangi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan ditinjau dari jenis-jenis maknanya dan Bagaimana makna pragmatik yang terdapat pada teks iklan layanan masyarakat di sepanjang jalan raya Cipasung Kecamatan Darma sampai Jalan Siliwangi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan ditinjau dari makna lokusi, ilokusi dan perlokusi. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana makna semantik yang terdapat pada teks iklan layanan masyarakat tersebut ditinjau dari jenis-jenis maknanya dan ingin mengetahui bagaimana makna Pragmatik yang terdapat pada teks iklan layanan masyarakat tersebut ditinjau dari makna lokusi, ilokusi dan perlokusi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif kualitatif analitik. Teknik penelitiannya terdiri atas teknik pemerolehan data dengan cara observasi dan dokumentasi, serta teknik pengolahan data dengan menganalisis jenis makna semantik yang ditinjau berdasarkan jenis makna semantiknya, berdasarkan ada tidaknya referensi, berdasarkan ada tidaknya nilai rasa, berdasarkan ketepatan makna, berdasarkan hubungan makna satu kata dengan kata lain, berdasarkan makna kias, dan makna pragmatik berdasarkan jenis tindak ujar. Populasi penelitian ini adalah iklan layanan masyarakat disepanjang Jalan Raya Cipasung Kecamatan Darma sampai Jalan Siliwangi Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan dan yang dijadikan sampelnya adalah sampel total yaitu seluruh iklan layanan masyarakat disepanjang jalan tersebut. Dari hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa makna yang ada beragam, berdasarkan makna semantikya 8 iklan bermakna leksikal dan 16 iklan bermakna gramatikal, berdasarkan ada tidaknya referensi 15 iklan bermakna referensial dan 9 iklan bermakna non referensial, berdasarkan nilai rasa 8 iklan bermakna denotasi dan 16 iklan bermakna konotasi, berdasarkan ketepatan makna 8 iklan bermakna kata dan 16 bermakna istilah, berdasarkan hubungan makna 7 iklan bermakna konseptual dan 17 iklan bermakna asosiatif, berdasarkan makna kias 16 iklan bermakna kias dan 8 iklan bermakna non kias, sedangkan makna pragmatik pada teks iklan, makna lokusi yang menyatakan 8 iklan, mengajak 7 iklan, memerintah 8 iklan dan memperingatkan 1 iklan, makna ilokusi asertif 6 iklan, direktif 15 iklan, komisif 3 iklan. Makna perlokusi teks iklan semuanya bermakna.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERORIENTASI BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI PADA SISWA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 3 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Nia Nurhayatin
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/72sk0c86

Abstract

Judul penelitian ini “ Keefektifan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berorientasi Berpikir Kritis Dalam Pembelajaran Menulis Karangan Argumentasi Pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah 3 Kuningan Tahun Ajaran 2013-2014”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). bagaimana perencanaan pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis paragraf argumentasi, 2) bagaimana aktivitas guru dan siswa dalam proses penerapan model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi 3) bagaimana efektifitas model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi . Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan perencanaan model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi 2). mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi, 3) mengetahui keefektifan model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu dengan kategori tes awal dan tes akhir pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi penelitian ini, yaitu siswa kelas XI dengan sampel siswa eksperimen yaitu kelas XI TKJ 1 dan sampel kelas kontrol yaitu kelas XI TKR 1 SMK Muhammadiyah 3 Kuningan Tahun Ajaran 2013-2014. Instrumen yang digunakan yaitu berupa lembar observasi guru dan siswa, lembar tes awal dan tes akhir, dan lembar observasi. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi:. Setelah dilakukan penelitian, hipotesis itu terbukti. Hal ini dapat dilihat dari niai rata-rata tes akhir di kelas kontrol mengalami kenaikan dari tes awalnya yang tidak begitu signifikan karena hanya mencapai angka 10, yakni dari 52 menjadi 62. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran ceramah yang dilakukan guru di kelas kontrol berhasil diterapkan karena kemampuan siswa dalam menulis karangan argumentasi meningkat. Sedangkan di kelas eksperimen nilai rata-rata tes akhir menulis karangan argumentasi juga mengalami kenaikan yang signifikan dari tes awalnya, yakni dari 53 menjadi 81. Atau mengalami kenaikan 28 angka. Disini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis yang diterapkan di kelas eksperimen berhasil dan efektif, karena dibuktikan dengan meningkat nya nilai siswa yang lebih tinggi dibandingkan di kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalahberorientasi berpikir kritis ini dapat digunakan sebagai aternatif dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi.
PENGEMBANGAN MODUL BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERBASIS LINGKUNGAN KONTEKSTUAL UNTUK WARGA BELAJAR PAKET C SETARA KELAS X SEMESTER 1 DI SKB SUKAMULYA KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/f1wq1576

Abstract

Salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pembelajaran adalah tersedianya bahan ajar yang berkualitas.Modul dalam hal ini adalah modul bahasa dan sastra Indonesia, bukan hanya sarana untuk mencapai standar kompetensi berbahasa dan bersastra, tapi juga sebagai media untuk mengembangkan budi pekerti, budaya, dan lingkungan. Dalam konsep KTSP dinyatakan bahwa pengembangan bahan ajar/modul harus memperhatikan potensi lingkungan, atas dasar hal itu pengembangan modul harus mengintegrasikan aspek lingkungan tempat tinggal warga belajar. Dengan bertolak dari lingkungan, pembelajaran akan lebih mudah dan diharapkan potensi lingkungan sekitar tempat tinggal warga belajar akan dapat digali dan dikembangkan. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan produk berupa modul untuk pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia Paket C setara kelas X semester 1 di SKB Sukamulya Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian dan pengembangan model BorgdanGall. Namun, karena keterbatasan waktu, penelitian pengembangan ini hanya melaksanakan enam tahapan, yakni (1)analisis teoritis dan praktis; (2) analisis lingkungan kontesktual warga belajar; (3) analisis kebutuhan tutor dan warga belajar;(4) penyusunan prototipe modul; (5) penilaianahli dan tutor, serta revisi dan ; (6) uji efektivitas modul. Hasil penelitian pengembangan ini dapat disajikan sebagai berikut. (1) Karakteristik lingkungan kontekstual warga belajar Paket C SKB Sukamulya Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan adalah lingkungan yang berbasis pertanian dan perkebunan, pariwisata, peternakan dan perikanan, serta industri kecil, menengah, dan kreatif. (2) Rata-rata skor warga belajar dalam analisis kebutuhan sebesar 83. Sedangkannilai rata-rata kebutuhan tutoryaitu sebesar 108. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa warga belajar dan tutorperlumodul Bahasa dan Sastra Indonesia bermuatan lingkungan kontekstual. (3) Prototipe modulbahasa dan sastra Indonesia berbasis lingkungan kontekstual yang dikembangkan terdiri atas bagian pendahulu, bagian pendahuluan bagian pembelajaran, bagian evaluasi, dan bagian penutup. Prototipe ini pun dilengkapi dengan paket CD untuk kompetensi dasar yang berhubungan dengan menyimak dan berbicara. (4) Dari penilaian ahli dan tutor didapat rata-rata skor adalah sebesar 159. Berdasarkan rentang skor dalam instrumen, nilai tersebut termasuk ke dalam kategori baik. Dengan demikian, prototipe modul hanya diperbaiki sesuai dengan saran dari ahli dan tutor. (6) Nilai rata-rata pretest sebesar 62,5 dan nilai rata-rata postest sebesar 67,5. Berdasarkan hasil uji efektivitas dari delapan kompetensi dasar tersebut, dapat disimpulkan ada peningkatan dari modul dan modul hasil perbaikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa modul pengembangan cukup efektif untuk digunakan.
PERBANDINGAN SK DAN KD STANDAR ISI KURIKULUM 2006 DENGAN KI DAN KD STANDAR ISI KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SD KELAS RENDAH DILIHAT DARI TAKSONOMI TUJUAN PEMBELAJARAN, CAKUPAN KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN Aan Sugiantomas; Apryanti Puji Rahayu
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/n49dk491

Abstract

Judul peneilitan ini adalah Perbandingan SK dan KD Standar Isi Kurikulum 2006 dengan KI dan KD Standar Isi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas Rendah Dilihatdari Taksonomi Tujuan Pembelajaran, Cakupan Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan. Rumusan masalah: (1) bagaimanakantaksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas rendah? (2) bagaimanakantaksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas rendah? (3) bagaimanakan perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia kelas rendah? (4) bagaimanakan hasil analisis cakupan keterampilan berbahasa pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (5) bagaimanakan cakupan keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (6) bagaimanakan perbandingan cakupan keterampilan berbahasa SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (7) bagaimanakan hasil analisis cakupan ilmu kebahasaan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (8) bagaimanakan cakupan ilmu kebahasaan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah ? (9) bagaimanakan perbandingan cakupan ilmu kebahasaan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (10) bagaimanakan hasil analisis cakupan ilmu kesastraan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (11) bagaimanakan cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah? (12) bagaimanakan perbandingan cakupan ilmu kesastraan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah?Tujuan penelitianini adalah: (1) ingin mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (2) ingin mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (3) ingin mengetahui perbandingan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah dari taksonomi tujuan pembelajaran; (4) ingin mengetahui hasil analisis cakupan keterampilan berbahasa pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (5) ingin mengetahui cakupan keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (6) ingin mengetahui perbandingan cakupan keterampilan berbahasa SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas; (7) ingin mengetahui hasil analisis cakupan ilmu kebahasaan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (8) ingin mengetahui cakupan ilmu kebahasaan dalam KI dan KD pada standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (9) ingin mengetahui perbandingan cakupan ilmu kebahasaan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (10) ingin mengetahui hasil analisis cakupan ilmu kesastraan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (11) ingin mengetahui cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah; (12) ingin mengetahui perbandingan cakupan ilmu kesastraan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah.Metode: deskriptif kualitatif. Simpulan: (1) taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indoneisa SD kelas rendah yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ranah kognitif pemahaman (C2), urutan kedua ranah adalah afektif penerimaan (A1), pada urutan terakhir adalah ranah psikomotor reaksi yang diarahkan (A3), hal tersebut dapat diperoleh dari hasil analisis kata kerja operasional; (2) taksonomi tujuan pembelajaran pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indoneisa SD kelas rendah yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ranah kognitif pemahaman (C2), urutan kedua adalah ranah afektif responsif (A2) dan afektif menilai (A3), pada urutan terakhir adalah ranah psikomotor reaksi yang diarahkan (P3), hal tersebut dapat diperoleh dari hasil analisis kata kerja operasional; (3) perbandingan taksonomi tujuan pembelajaran pada SK dan KD standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang diperoleh dari simpulan hasil analisis kata kerja operasional, setelah diurutkan yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ranah kognitif pemahaman (C2), kedua adalah ranah afektif penerimaan (A1), afektif responsif (A2), dan afektif menilai (A3); (4) hasil analisis cakupan keterampilan berbahasa pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah keterampilan berbahasa pada aspek berbicara, kedua adalah keterampilan berbahasa pada aspek menyimak, ketiga adalah keterampilan berbahasa pada sapek membaca, dan yang terakhir adalah keterampilan berbahasa pada kategori menulis; (5) cakupan keterampilan berbahasa pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang mendominasi pada urutan pertama adalah keterampilan berbahasa aspek menyimak ekstensif (Mny1) dan menyimak intensif (Mny2), pada urutan kedua adalah keterampilan berbahasa aspek berbicara tidak resmi (B1) dan berbicara resmi (B2), pada urutan ketiga adalah keterampilan berbahasa aspek membaca nyaring (Mbc1) dan membaca dalam hati (Mbc2), dan yang terakhir adalah keterampilan berbahasa aspek menulis narasi (Mn1), menulis deskripsi (Mn2), menulis eksposisi (Mn3), dan menulis argumentasi (Mn4); (6) perbandingan cakupan keterampilan berbahasa SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah setelah diurutkan yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah keterampilan berbahasa aspek berbicara tidak resmi (B1) dan berbicara resmi (B2), kedua adalah keterampilan berbahasa aspek menyimak ekstensif (Mny1) dan menyimak intensif (Mny2), pada urutan ketiga adalah keterampilan berbahasa aspek membaca nyaring (Mbc1) dan membaca dalam hati (Mbc2), dan yang terakhir adalah keterampilan berbahasa aspek menulis narasi (Mn1), menulis deskripsi (Mn2), menulis eksposisi (Mn3), dan menulis argumentasi (Mn4); (7) hasil analisis cakupan ilmu kebahasaan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah pada urutan pertama yang lebih mendominasi adalah ilmu kebahasaan fonologi pada ketegori bunyi suprasegmental (F4), pada urutan kedua ilmu kebahasaan sintaksis pada kategori kalimat (Si3), pada urutan ketiga terdapat ilmu kebahasaan semantik pada kategori jenis makna (S1), dan terakhir adalah ilmu kebahasaan morfologi pada kategori kata (M2); (8) cakupan ilmu kebahasaan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang mendominasi pada urutan pertama adalah ilmu kebahasaan fonologi pada kategori bunyi segmental (F1) dan bunyi suprasegmental (F2), pada urutan kedua adalah ilmu kebahasaan morfologi pada kategori kata (M2), urutan ketiga adalah ilmu kebahasaan sintaksis pada kategori kalimat (Si3), dan yang terakhir adalah ilmu kebahasaan semantik pada kategori jenis makna (Sem1), relasi makna (Sem2), dan majas (Sem4); (9) perbandingan cakupan ilmu kebahasaan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah setelah diurutkan, yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ilmu kebahasaan fonologi pada kategori bunyi segmental (F1) dan bunyi suprasegmental (F2), pada urutan kedua adalah ilmu kebahasaan morfologi pada kategori kata (M2), urutan ketiga adalah ilmu kebahasaan sintaksis pada kategori kalimat (Si3), dan yang terakhir adalah ilmu kebahasaan semantik pada kategori jenis makna (Sem1), relasi makna (Sem2), dan majas (Sem4); (10) hasil analisis cakupan ilmu kesastraan pada SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah pada urutan pertama yang mendominasi adalah ilmu kesastraan puisi pada kategori puisi (P3), urutan kedua adalah ilmu kesastraan prosa fiksi pada kategori dongeng (PF2), dan terakhir adalah ilmu kesastraan drama; (11) cakupan ilmu kesastraan pada KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah yang lebih mendominasi adalah ilmu kesastraan drama, pada urutan kedua adalah ilmu kesastraan puisi pada kategori puisi lama (P1) dan puisi baru (P2), pada urutan terakhir adalah ilmu kesastraan prosa fiksi pada kategori prosa fiksi lama (PF1) dan prosa fiksi baru (PF2); (12) perbandingan cakupan ilmu kesastraan SK dan KD dalam standar isi kurikulum 2006 dengan KI dan KD dalam standar isi kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas rendah setelah diurutkan yang lebih mendominasi pada urutan pertama adalah ilmu kesastraan puisi pada kategori puisi lama (P1) dan Puisi baru (P2), pada urutan kedua adalah ilmu kesastraan prosa fiksi pada kategori prosa fiksi lama (PF1) dan prosa fiksi baru (P2), serta ilmu kesastraan drama.

Page 7 of 35 | Total Record : 341