cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
ANALISIS KESALAHAN PENULISAN SINGKATAN DAN AKRONIM DALAM SURAT KABAR “RADAR CIREBON” PERIODE 11 s.d. 17 MARET 2015 Yusida Gloriani; Elsa Listiani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ra4ret12

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Kesalahan Penulisan Singkatan dan Akronim dalam Surat Kabar “Radar Cirebon” Periode 11 s.d. 17 Maret 2015. Rumusan masalah: 1) Bagaimanakah penulisan singkatan dalam surat kabar “Radar Cirebon” periode 11 s.d. 17 Maret 2015?; 2) Bagaimanakah penulisan akronim dalam surat kabar “Radar Cirebon” periode 11 s.d. 17 Maret 2015?; 3) Kesalahan penulisan singkatan dan akronim apa saja yang terdapat dalam surat kabar “Radar Cirebon” periode 11 s.d. 17 Maret 2015?; Tujuan : 1) ingin mengetahui penulisan singkatan dalam surat kabar “Radar Cirebon” periode 11 s.d. 17 Maret 2015.; 2) ingin mengetahui penulisan akronim dalam surat kabar “Radar Cirebon” periode 11 s.d. 17 Maret 2015.; 3) ingin mengetahui kesalahan penulisan singkatan dan akronim apa saja yang terdapat dalam surat kabar “Radar Cirebon” periode 11 s.d. 17 Maret 2015.; Metode: Deskriptif Analisis. Simpulan: Hasil analisis penulisan Singkatan pada berita utama surat kabar Radar Cirebon periode 11 s.d. 17 Maret 2015 pada umumnya banyak penggunaan singkatan tentang singkatan nama resmi lembaga pemerintahan, dan ketatanegaraan, badan dan organisasi, serta nama dokumen resmi, singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan atau pangkat, serta singkatan yang berkaitan dengan lambang kimia, ukuran, timbangan, dan besaran; (2) Hasil analisis penulisan Akronim pada surat kabar Radar Cirebon periode 11 s.d. 17 Maret 2015 pada umumnya banyak menggunakan suku kata awal-awal, awal-awal-awal, awal-awal-awal-awal, awal-tengah-tengah, awal-tengah-akhir-awal, awal-akhir-awal-akhir, awal-akhir, akhir-akhir, awal-akhir-akhir, awal-akhir-awal, awal-awal-awal-akhir; (3) Kesalahan penulisan singkatan dan akronim pada berita utama surat kabar Radar Cirebon periode 11 s.d. 17 Maret 2015 terdapat beberapa kesalahan. Kesalahan singkatan banyak ditemukan dalam penulisan singkatan nama gelar dan pengambilan huruf dari setiap katanya. Kesalahan penulisan akronim terdapat dalam pengambilan suku kata atau tidak konsistennya pengambilan suku kata dalam menulis akronim.
ANALISIS KESALAHAN BAHASA DAN MAKNA BAHASA PADA SPANDUK DI SEPANJANG JALAN SILIWANGI KABUPATEN KUNINGAN PERIODE FEBRUARI 2015 Ajat Sudrajat; Fyna Megawati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/zv5shg61

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Kesalahan Bahasa dan Makna Bahasa pada Spanduk di Sepanjang Jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan Periode Februari 2015. Rumusan Masalah: 1) bagaimana kesalahan bahasa yang terdapat dalam spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan periode Februari 2015?; 2) bagaimana makna bahasa yang terdapat dalam spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan periode Februari 2015?; 3) termasuk kedalam jenis makna apa sajakah bahasa yang ada dalam spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan periode Februari 2015? Metode: deskripsi kualitiatif. Simpulan: 1) jumlah kesuluruhan kesalahan berbahasa sebanyak 13 kesalahan, kesalahan penggunaan EYD berjumlah 6, dan kalimat berjumlah 7 yang muncul pada spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan; 2) analisis makna bahasa yang terdapat dalam spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan periode Februari 2015 merupakan analisis makna dan tulisannya yang terdapat dalam spanduk; 3) jenis makna yang terdapat dalam pada spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan adalah makna leksikal dan gramatikal.
JENIS-JENIS GAYA BAHASA YANG DIGUNAKAN REPORTER SEPAK BOLA INDONESIA DALAM PERTANDINGAN FINAL ISL (INDONESIA SUPER LEAGUE) 2014 Yusida Gloriani; Ifah Hanifah; Fatimah Fellicia
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/3bpb5590

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) jenis gaya bahasa apa saja yang digunakan reporter sepak bola dalam pertandingan final ISL 2014 PERSIB Bandung melawan PERSIPURA Jayapura; 2) gaya bahasa apa yang paling dominan digunakan oleh reporter sepak bola dalam pertandingan final ISL 2014 PERSIB Bandung melawan PERSIPURA Jayapura? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Simpulan dari penelitian ini yaitu 1) ditemukan 62 tuturan gaya bahasa yang disampaikan reporter Hadi Ahay Gunawan yang terdiri dari 2 gaya bahasa perumpamaan, 21 gaya bahasa metafora, 2 gaya bahasa personifikasi, 1 gaya bahasa antithesis, 3 gaya bahasa pleonasme, 1 gaya bahasa koreksi, 4 gaya bahasa hiperbola, 1 gaya bahasa ironi, 4 gaya bahasa inuendo, 1 gaya bahasa hipalase, 1 gaya bahasa sinekdoke, 4 gaya bahasa ellipsis, 1 gaya bahasa eponym, 1 gaya bahasa antonomasia, 10 gaya bahasa erotesis, 3 gaya bahasa epizeukis, 1 gaya bahasa anafora, dan 1 gaya bahasa epanalepsis. Dan 35 tuturan yang mengandung gaya bahasa yang disampaikan oleh reporter Titis Sudjiatmoko terdiri dari 1 gaya bahasa perumpamaan, 5 gaya bahasa metafora, 1 gaya bahasa personifikasi, 1 gaya bahasa antithesis, 1 gaya bahasa antisipasi, 1 gaya bahasa koreksi, 2 gaya bahasa hiperbola, 1 gaya bahasa litotes, 1 gaya bahasa inuendo, 5 gaya bahasa klimaks, 1 gaya bahasa antonomasia, 3 gaya bahasa erotesis, 4 gaya bahasa asindeton, 2 gaya bahasa aliterasi, 4 gaya bahasa anaphora, dan 1 gaya bahasa epistrofa. 2)Gaya bahasa yang paling dominan digunakan oleh reporter sepak bola Hadi Ahay Gunawan dalam pertandingan sepak bola final ISL 2014 PERSIB Bandung melawan PERSIPURA Jayapura adalah gaya bahasa Metafora yaitu sebanyak 30%. Dan Gaya bahasa yang paling dominan digunakan oleh reporter sepak bola Titis Sudjiatmoko dalam pertandingan sepak bola final ISL 2014 PERSIB Bandung melawan PERSIPURA Jayapura adalah gaya bahasa metafora dan gaya bahasa klimaks keduanya memiliki persentase yang sama yaitu sebanyak 14%.
PERBEDAAN HASIL PEMBELAJARAN MENEMUKAN GAGASAN UTAMA DALAM WACANA MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK PADA SISWA KELAS VII MTS DARUSSALAM JAPARA TAHUN AJARAN 2014/2015 Ifah Hanifah; Hani Hanipah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/p4hdc437

Abstract

Judul penelitian ini adalah perbedaan hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match dan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara tahun ajaran 2014/2015. Rumusan masalah: 1) bagaimanakah hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara tahun ajaran 2014/2015?; 2) bagaimanakah hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara tahun ajaran 2014/2015?; 3) adakah perbedaan hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match dan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara tahun ajaran 2014/2015? Metode: deskriptif komparatif. Simpulan: 1) hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara kurang, dari nilai rata-rata yang dicapai yaitu 50.70; 2) hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara cukup, dari nilai rata-rata yang dicapai yaitu 59.36; 3) ada perbedaan yang signifikan hasil pembelajaran menemukan gagasan utama dalam wacana menggunakan metode pembelajaran make a match dan metode pembelajaran talking stick pada siswa kelas VII MTs Darussalam Japara. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menyatakan bahwa pada taraf signifikan 5% diperoleh 2,000, sedangkan nilai t hitung lebih besar yaitu 3,09.
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGIS DAN SINTAKSIS PADA PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO PERIODE JANUARI 2015 Ahmad Dedi Mutiadi; Indah Patimah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rryspv37

Abstract

Judul penelitian ini adalah analisis kesalahan morfologis dan sintaksis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015. Rumusan Masalah : 1) bagaimana kesalahan morfologis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015 ?; 2) bagaimana kesalahan sintaksis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015 ? Metode : deskriptif analisis kualitatif. Simpulan: analisis kesalahan morfologis dan sintaksis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015 adalah sebagai berikut : kesalahan morfologis pada pidato Presiden Jokowi periode 2015 banyak terjadi karena menghilangkan imbuhan pada suatu kata, selain itu adanya penyingkatan morfem men-, meny-, meng-, dan menge- menjadi n-, ny-, ng-, dan nge-. Dalam penggunaan bahasa, karena pengaruh bahasa daerah, morfem men-, meny-, meng-, dan menge- disingkat menjadi n-, ny-, ng-, dan nge- dalam pembentukan kata kerja. contohnya, pada kata <ngalami> seharusnya mengalami, <beri> seharusnya memberi, kata <nyenggol> seharusnya menyenggol, <ngejek> seharusnya mengejek, <make> seharusnya memakai, <nonton>seharusnya menonton. Kesalahan sintaksis banyak terjadi karena kesalahan pada penyusunan struktur kalimat yang salah seperti pada kalimat <alhamdulillah sudah, sekarang ketemu> adalah contoh penyusunan struktur yang salah, seharusnya <Alhamdulillah sekarang sudah bertemu> kesalahan dalam bidang sintaksis juga terjadi karena adanya penggandaan subjek yaitu kata ‘Saya’ seperti pada kalimat < Saya kemarin saya lihat, peraturan ko seperti ini> seharusnya kalimat tersebut adalah Saya kemarin lihat peraturan ko seperti ini>. Selain itu adanya kesalahan sintaksis karena berstruktur dari bahasa daerah seperti pada kalimat <Kalau dibiarkan, sudah ton, bawanya ton, ya kan, dimasukkan ke penjara, eh masih mengendalikan bisnis narkobanya dari dalam penjara> Kata narkobanya merupakan kesalahan sintaksis yang terpengaruh oleh struktur bahasa daerah yaitu menggunakan akhiran-nya, contoh lain seperti dalam kalimat ‘bukunya sudah di ke kantorkan’.
ANALISIS KATA SERAPAN DALAM NASKAH DRAMA “OPERA KECOA”KARYA N. RIANTIARNO BERDASARKAN ASAL BAHASA, JENIS KATA, DAN PROSES PEMBENTUKANNYA Ahmad Dedi Mutiadi; Neli Yulianti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pew9q734

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu deskripsi tentang analisis kata serapan dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N. Riantiarnoberdasarkan asal bahasa, jenis kata, dan proses pembentukannya, yang dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu penulis terhadap penyerapan bahasa asing dan daerah ke dalam bahasa Indonesia yang terdapat dalan naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno. Hal ini menyangkut rumusan masalah sebagai berikut (1) Kata serapanapasaja yang terdapatdalamnaskah drama drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (2) Kata serapandaerahapasaja yang terdapatdalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (3) Kata serapanasingapasaja yang terdapatdalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (4) Termasukjenis kata apasaja kata serapan yang terdapat dalam kalimat pada naskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (5) Bagaimana proses pembentukan kata serapandalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untukmengetahui kata serapan yang ada dalam naskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno, (2) Untuk mengetahui kata serapan bahasa daerah dalam naskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno, (3)Untuk mengetahui kata serapan bahasa asing dalam naskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno, (4) Untuk mengetahui jenis kata dalam kata serapan yang terdapat dalam kalimat pada naskah drama”operakecoa” karya N. Riantiarno, (5) Untuk mengetahui proses pembentukan kata serapan dalam naskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitik, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan penulis ialah naskah drama berdasarkan hasil penelitian diatas maka diperoleh Kesimpulan (1) Dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno terdapat kata serapan dari bahasa asing dan bahasa daerah, (2) Kata-kata serapan daerah yang ada dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno berasal dari bahasa sansakerta, (3) Kata-kata serapan asing yang ada dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno berasal dari bahasa Belanda, Arab, Portugis, dan inggris kata serapan asing lebih banyak diserap dari bahasa Belanda, (4) Analisis kata serapan berdasarkan jenis kata yang diperoleh dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno lebih banyak termasuk kedalam jenis kata benda, (5) proses pembentukan dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno lebih banyak menggunakan proses secara adaptasi.
ANALISIS STRUKTUR BAHASA SLANG PADA MAJALAH KAWANKU PERIODE JANUARI 2015DAN ANCANGAN PEMBINAAN BAHASA PADA REMAJA SEBAGAI KONSUMEN MAJALAH KAWANKU Ahmad Dedi Mutiadi; Ifah Hanifah; Nursiska Dewi Putri
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/zygh1w02

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu deskripsi tentang analisis bahasa slang dalam majalah kawanku priode Januari 2015 berdasarkan bentuk kata, struktur bahasa slang, dan ancangan pembinaan, yang dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu penulis terhadap bentuk dan struktur bahasa slang yang terdapat dalan majalah kawanku periode Januari 2015 dan ancangan pembinaan untuk konsumen majalah Kawanku. Hal ini menyangkut rumusan masalah sebagai berikut (1) Bagaimana bentuk kata bahasa slang yang ada dalam majalah Kawanku periode Januari 2015?, (2)Bagaimana struktur bahasa slang dalam majalah Kawanku periode Januari 2015?, (3)Bagaimana ancangan pembinaan pada remaja sebagai konsumen majalah Kawanku?.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk medeskripsikan bentuk bahasa slang yang ada dalam majalah kawanku periode Januari 2015,(2)Untuk mendeskripsikan struktur bahasa slang yang ada dalam majalah Kawanku periode Januari 2015(3)Untuk mendeskripsikan ancangan pembinaan Bahasa pada remaja sebagai konsumen majalah Kawanku.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitik, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan penulis ialah majalah Kawanku berdasarkan hasil penelitian diatas maka diperoleh kesimpulan (1) Dalam majalah kawanku terdapat bentuk kata slang, (2) struktur bahasa slang yang dianalisi lebih banyak menggunakan penyingkatam, akronim,pembentukan dan penggubahan kata.(3) terjadi banyak kesalahan penggunaan penyingkatan, pengubahan kata, dan akronim yang tidak sesuai dengan standar maka akan di beri informasi lebih luas menganai kebahasaan terutama bahasa slang atau bahasa pergaulan yang lebih cepat berkembang di kalangan remaja saat ini dengan menggunakan ancangan pembinaan melalui strategi penyuluhan terhadap penggunaa majalah kawanku yaitu para remaja terutama SMA. Berdasarkan penelitian ini, penulis merekomendasikan agar remaja konsumen majalah Kawanku dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam situasi formal ataupun nonformal.
KAJIAN FUNGSI DAN VARIASI BAHASA PADA STATUS FACEBOOK TINGKAT PENDIDIKAN SD, SMP, SMA, DAN PERGURUAN TINGGI YANG BERGABUNG DI AKUN FACEBOOK KUSMANTO PERIODE FEBRUARI 2015 Asep Jejen Jaelani; Kusmanto Manto
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/phmkdc37

Abstract

Judul penelitian ini kajian fungsi dan variasi bahasa pada status facebook tingkat pendidikan sd, smp, sma, dan perguruan tinggi yang bergabung di akun facebook kusmanto periode februari 2015. Rumusan masalah:1)bagaimana fungsi bahasa pada status yang dibuat oleh pengguna Facebook tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi yang bergabung di akun facebook kusmanto periode Februari 2015.? 2) bagaimana variasi bahasa pada status yang dibuat oleh pengguna Facebook tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi yang bergabung di akun facebook kusmanto periode Februari 2015.? 3) bagaimana perbandingan fungsi bahasa pada status yang dibuat oleh pengguna Facebook tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi yang bergabung di akun facebook kusmanto periode Februari 2015.? 4) bagaimana perbandingan variasi bahasa pada status yang dibuat oleh pengguna Facebook tingkat pendidikan SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi yang bergabung di akun facebook kusmanto periode Februari 2015.? Metode:Deskriptif analitis.Simpulan : 1) fungsi bahasa pada status facebook yang dibuat oleh tingkat pendidikan SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi adalah fungsi bahasa referensial yang paling dominan; 2) perbandingan fungsi bahasa pada status facebook tingkat pendidikan SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi adalah fungsi bahasa referensial yang paling dominan; 3) variasi bahasa pada status facebook yang dibuat oleh tingkat pendidikan SD adalah variasi bahasa akrolek, SMP adalah variasi bahasa slang, SMA adalah variasi bahasa akrolek dan perguruan tinggi adalah variasi bahasa ragam akrab; 4) perbandingan variasi bahasa pada status facebook tingkat pendidikan SD dan SMA paling dominan menggunakan variasi bahasa akrolek, tingkat pendidikan SMA lebih dominana emnggunakan variasi bahasa slang dan Perguruan Tinggi paling domianan mengunakan variasi bahasa ragam akrab.
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA TEKS CERITA ANAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN SURVEY, QUESTION, READ, RECITE, AND REVIEW (SQ3R) Arja
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/kt4wc674

Abstract

Upaya meningkatkan pemahaman siswa pada teks cerita anak di kelas VII A SMPN 2 Garawangi merupakan salah satu tindakan yang telah penulis lakasanakan. Hal tersebut berdasarkan pada masalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa dalam membaca pemahaman teks cerita anak karena itu tujuan dan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode pembelajaran SQ3R dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam memahami teks cerita anak di kelas VII A SMPN 2 Garawangi. Metode yang penulis gunakan dalam peneltian ini adalah SQ3R, dimana nilai hasil belajar siswa di rata-ratakan, dan dibuat prosentase ketuntasan berdasarkan KKM yang telah ditetapkan.Selanjutnya hasil tersebut dibandingkan dengan indikator keberhasilan. Hasil pembahasan data-data menunjukkan adanya peningkatan kemampuan memahami teks cerita anak.Hak ini terlihat pada hasil belajar yang dari prasiklus yaitu tingkat ketuntasan belajar siswa hanya 26% dengan rata-rata nilai 58.Pada siklus kesatu ada peningkatan yang signifikan dimana tingkat ketuntasan sebesar 64% rata-rata nilai 72.Pada siklus ketiga terlihat adanya peningkatan lalgi dengan tingkat ketuntasan 85% rata-rata nilai 79. Hal ini dapat dikategorikan berhasil karena melebihi criteria ketuntasan yaitu 75% dari jumlah siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode pembelajaran SQ3R dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam meningkatkan pemahaman pada tekse cerita anak di kelas VII A SMPN 2 Garawangi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMBAWAKAN ACARA DI KELAS VIII A SMP NEGERI 2 GARAWANGI Arja
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/d28m5344

Abstract

Proses Pembelajaran berbicara secara realita sangat memprihatinkan karena masih banyak siswa yang pemalu, tidak berani tampil dan tidak percaya diri, padahal dilihar secara sepintas siswa tersebut mampu berbicara dengan suara nyaring namun bila disuruh maju untuk tampil mereka tidak berani, dari satu kelas yang berjumlah 30 orang yang memberanikan diri untuk tampil membawakan acara hanya 25 % atau 8 orang. Berdasarkan pernyataan diatas, maka penulis berusaha dan berpikir mencari solusi pemecahannya untuk mengatasi masalah tersebut. Penulis melakukan penelitian yang dilakukan di kelas VIII A dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Demonstrasi Untuk meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Membawakan Acara di Kelas VIII A SMP Negeri 2 Garawangi” Tahun Pelajara2013/2014. Dari data yang berupa angket diperoleh gambaran, bahwa pada umumnya siswa senang dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia yang bervariasi, sehingga mereka tidak lagi malu dan berani tampil didepan umum untuk membawakan acara. Sesuai dengan tujuan yang dirumuskan, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa berbicara dalam membawakan acara dan ternyata setelah dilakukan penelitian dapat dilihat dari data yang akurat terbukti dari perkembangan siklus pertama, siklus kedua dan siklus ketiga meningkat dari 25 %, 60 % sampai 100 %. Hasil akhir dari penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa, Penerapan Model Pembelajaran Demonstrasi dalam pembelajaran membawakan acara sangat tepat untuk meningkatkan keterampilan berbicara.

Page 8 of 35 | Total Record : 341