cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
ANALISIS PELAFALAN ANAK USIA 2 TAHUN DENGAN MENGGUNAKAN KOSAKATA DASAR YANG BERKENAAN DENGAN OBJEK-OBJEK DI SEKITARNYA Ajat Sudrajat; Anah Nurhasanah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/hamm4v14

Abstract

Penulis merumuskan masalah penelitian ini adalah “Bagaimanakah pelafalan anak usia 2 (dua) tahun dengan menggunakan kosakata dasar yang berkenaan dengan objek-objek di sekitarnya”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data: studi pustaka, observasi dan tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes dan hp untuk merekam pelafalan anak. Populasi dalam penelitian ini anak usia 2 tahun yang ada di kelurahan Citangtu sebanyak 6 anak. Dari hasil analisis dapat peneliti simpulkan bahwa pelafalan kosakata dasar yang berkenaan dengan objek-objek di sekitarnya belum fasih dilafalkan anak usia 2 (dua) tahun, karena pada pelafalan tersebut ditemukan tuturan yang belum lengkap berupa penyederhanaan seperti penghilangan satu atau lebih fonem pada awal kata yaitu: fonem /k/; fonem /p/; fonem /m/; fonem /s/; fonem /b/; fonem /d/; fonem /t/; fonem /h/; fonem /l/; fonem /i/; fonem /r/; fonem /j/; fonem /c/; fonem /g/, pada tengah kata yaitu: fonem /h/ dan fonem /n/, pada akhir kata yaitu fonem /k/, pada awal dan tengah kata pada kata /rambut/-/abut/; /mandi/-/adi/; /pergi/-/əgi/; /bersih/-/əcih/; /lambat/-/amat/, pada awal dan akhir kata pada kata /adik/-/di/; /tanah/-/ana/, dan pada satu suku kata di awal kata yaitu pada kata /kakek/-/tek/; /leher/-/hen/; /bahu/-hu/; /rambut/-/but/; /mata/-/ta/; /hidung/-/duŋ/; /perut/-/lut/; /bibir/-/bil/; /lidah/-/dah/; /paha/-/ta/; /paha/-/ha/; /kaki/-/ti/; /betis/-/tis/; /sana/-/na/; /saya/-/ya/; /kita/-/ta/; /lima/-/ma/; /tiga/-/da/; /makan/-/tan/; /minum/-/num/; /pergi/-/gi/; /lambat/-/bat/; /besar/-/can/; /kenyang/-/ñaŋ/; /kecil/-/cin/; /kotor/-/ton/; /banyak/-/ñak/; /muda/-/da/; /hidup/-/dup/; /langit/-/ŋit/; /bulan/-/lan/. Penggantian fonem yaitu: fonem /k/ menjadi fonem /t/ dan fonem /n/; fonem /r/ menjadi fonem /l/, fonem /n/ dan fonem /ŋ/; fonem /s/ menjadi fonem /n/, fonem /c/ dan fonem /t/; fonem /p/ menjadi fonem /m/, fonem /t/ dan fonem /k/; fonem /a/ menjadi fonem /i/ dan fonem /ə/; fonem /g/ menjadi fonem /d/; fonem /ŋ/ menjadi fonem /n/; fonem /ñ/ menjadi fonem /n/; fonem /j/ menjadi fonem /d/; fonem /m/ menjadi fonem /b/ dan fonem /t/; fonem /b/ menjadi fonem /m/; fonem /l/ menjadi fonem /m//; fonem /n/ menjadi fonem /ŋ/; fonem /h/ menjadi fonem /t/; fonem /t/ menjadi fonem /p/; fonem /d/ menjadi fonem /t/. Penambahan fonem /n/ pada kata /betis/-/əntis/; /ini/-/nini/ dan fonem /h/ pada kata /dada/-/dadah/; /sana/-/anah/. Perubahan bunyi kata pada kata /paman/-/tapal/; /leher/ -/helən/; /bahu/-/pəu/; /dagu/-/gadu/; /dada/-/dagIŋ/; /kita/-/pa/; /pergi/-/bedi/; /kenyang/-/ŋənal/.
KAJIAN VARIASI BAHASA PADA STATUS YANG DIBUAT OLEH PENGGUNA TWITTER YANG BERGABUNG DENGAN AKUN TWITTER SAQINAA MELISA PERIODE JANUARI 2014 Asep Jejen Jaelani; Saqina Melisa
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/e1en4723

Abstract

Bahasa nasional di Indonesia adalah bahasa Indonesia, munculnya variasi bahasa yang digunakan dalam status pengguna twitter ini jelas merusak bahasa nasional. Untuk itu peneliti merasa terdorong untuk melakukan penelitian tentang “KajianVariasi Bahasa pada Status yang Dibuat oleh Pengguna Twitter yang Bergabung dengan Akun Twitter Saqinaa Melisa Periode Januari 2014”. Berdasarkan latar belakang tersebut maka permasalahan penelitian ini adalah 1) Variasi bahasa apa yang digunakan pada status yang dibuatoleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqina Melisa periode Januari 2014? 2) Variasi bahasa apa yang paling banyakdigunakan pada status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pemerolehan data menggunakan studi pustaka, dan teknikdokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014 yang berjumlah 477 buah. Sampel yang diambil dalam penelitian ini hanya 114 buah status, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel berdasarkan tujuan, yaitu sampel bertujuan atau purposive sampel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Variasi bahasa yang digunakanpada status yang dibuatoleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014 adalah variasi bahasa Slang / Prokem dan Akrolek. 2) Variasi bahasa yang paling banyak digunakan pada status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014 adalahvariasi bahasa Slang / Prokem. Dari 114 status yang dijadikan sampel penelitian, 74 status termasuk ke dalam variasi bahasa Slang / Prokem, dan 40 status lainnya termasuk ke dalam variasi bahasa akrolek.
ANALISIS MAKNA KONOTATIF DAN PERUBAHAN MAKNA DALAM BERITA UTAMA SURAT KABAR PIKIRAN RAKYAT PERIODE BULAN OKTOBER 2013 s.d. BULAN JANUARI 2014 Ifah Hanifah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/w0mh6c17

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Adakah kata yang mengandung makna konotatif dalam berita utama Pikiran Rakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014? 2) Bagaimana nilai rasa pada kata bermakna konotatif dalam berita utama Pikiran Rakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014? 3) Bagaimana jenis perubahan makna dalam berita utama Pikiran Rakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan untuk mendapatkan data dalam menganalisis peneliti menggunnakan teknik dokumentasi. Adapun jumlah surat kabar Pikiran Rakyat periode Bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014 sebanyak 102 surat kabar, namun peneliti menarik sampel dari keseluruhan populasi sebanyak 25 surat kabar yang dianalisis. Seluruh berita utama dari sampel yang diambil mengandung makna konotatif dan perubahan makna sebanyak 222 berita utama. Hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1) makna konotatif dan nilai rasa pada berita utama surat kabar Pikiran Rakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. januari 201, terdapat 109 kata dari 103 berita utama yang mengandung makna konotatif dan nilai rasa. Pada satu berita utama ada dua kata yang mengandung makna konotatif. Dalam satu kata bisa menjadi beberapa makna, dilihat dari konteks kalimatnya. Seperti pada kata cair yang terdapat pada berita utama berikut: Dana belum cair dan Mencairkan suasana. Kata cair sudah bergeser dari makna denotatifnya yaitu membuat menjadi air, dan sekarang mengandung makna lain. pada kalimat pertama kata cair mengandung makna belum keluarnya dana, atau belum adanya dana. Sedangkan pada kalimat kedua kata cair atau mencairkan bermakna mengubah suasana. Kata cair tersebut memiliki makna yang berbeda jika ditempatkan pada kalimat yang berbeda pula. Dari hasil analisis faktor yang mempengaruhi munculnya makna konotatif pada berita utama tersebut ialah adanya perbedaan relasi sosial dan perubahan waktu yang berkaitan dengan nilai rasa. 2) Nilai rasa yang terdapat pada berita utama surat Kabar Pikiranrakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014 sebagian besar bernilai rasa positif, dan hanya beberapa yang memiliki nilai rasa netral atau tidak mengandung nilai rasa tinggi (positif) atau nilai rasa rendah (negatif). Kata yang berdiri sendiri bermakna leksikal atau denotatif, sehingga untuk menganalisis nilai rasa yang dimaksud pada berita utama tersebut haruslah dilihat secara keseluruhan pada berita utama dan isi berita. Contoh pada kata melek dalam berita utama tersebut. Portal, mengajak guru agar melek Ilmu Teknologi, Kata melek bermakna tidak tidur atau melihat yang dianggap kasar sehingga jika dilihat secara leksikal kata tersebut bernilai rasa rendah atau negatif, namun ketika sudah dalam kalimat kata melek menjadi bernilai rasa tinggi atau positif melihat maksud yang disampaikan adalah baik yaitu mengajak guru membuka wawasan terhadap kemajuan ilmu teknologi. 3) Perubahan makna yang terdapat pada berita utama surat Kabar Pikiranrakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014 terdapat 125 kata dari 119 berita utama sebagian besar adalah perubahan secara meluas atau generalisasi yaitu perubahan makna yang mulanya hanya memiliki satu makna namun kini menjadi memiliki makna lain yang dipengaruhi beberapa faktor penyebab perubahan itu sendiri. Perubahan makna yang terjadi padaberita utama surat kabar Pikiran Rakyat periode bulan Oktober 2013 s.d. Januari 2014 yaitu disebabkan faktor adanya kebutuhan kata yang baru, perbedaan tanggapan, adanya penyingkatan, adanya asosiasi, pertukaran tanggapan indera, perbedaan bidang pemakaian dan perkembangan ilmu dan teknologi. Adapun perubahan makna ameliorasi atau peninggian makna dan perubahan makna peyorasi atau penurunan makna disebabkan oleh faktor perbedaan tanggapan yang berkaitan dengan nilai rasa sehingga menyebabkan makna baru bernilai rasa tinggi atau rendah dari makna semula.
NILAI MORAL DALAM NASKAH DRAMA “SOBRAT” KARYA ARTHUR S. NALAN (Sebuah Kajian Perspektif Akhlak Islam ditinjau dari Tema, Karakter Tokoh, Konflik, dan Amanat) Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/a21k2j53

Abstract

Masalahdalam penelitian ini adalah : 1) bagaimanakah tema dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan?; 2) bagaimanakah karakter tokoh dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?; 3) bagaimanakah konflik dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?; 4) bagaimanakah amanat dalam naskah drama ”Sobrat” karya Arthur S. Nalan?; 5) bagaimanakah nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan?.Tujuan penelitian ini adalah : 1) ingin mengetahui tema dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 2) ingin mengetahui karakter tokoh dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 3) ingin mengetahui konflik dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan; 4) ingin mengetahui amanat dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur. S. Nalan; 5) ingin mengetahui nilai moral dalam naskah drama “Sobrat”karya Arthur. S. Nalan.Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Teknik penelitian ini adalah teknik pemerolehan data (studi kepustakaan dan dokumentasi) dan teknik pengolahan data.Populasi dalam penelitian ini adalah naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan.Sampel dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik tema, tokoh dan karakter tokoh, konflik dan amanat dalam naskah drama “Sobrat” karya Arthur S. Nalan.Simpulan : 1) tema dalam naskah drama “Sobrat” adalah kegagalan manusia dalam mengendalikan keinginan dan hawa nafsunya; 2) Karakter tokoh Sobrat dalam naskah drama “Sobrat” adalah baik, hormat pada ibu dan sayang pada sesama tapi kemudian mengalami pergeseran menjadi jahat. Karakter tokoh Rasminah dalam naskah drama “Sobrat” adalah baik, lugu, dan pasrah pada kenyataan.Karakter tokoh Inang dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat.Karakter tokoh Mongkleng dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat.Karakter Surobromo dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat.Karakter Mandor Bokop dalam naskah drama “Sobrat” adalah keji.Karakter Mandor Burik dalam naskah drama “Sobrat” adalah keji dan kejam. Karakter Silbi dalam naskah drama “Sobrat” adalah jahat ; 3) Konflik dalam naskah drama “Sobrat” adalah sebagai berikut. (1) Konflik batin Sobrat adalah konflik mendekat-menjauh. Konflik berakhir dengan penyesalan Sobrat karena meninggalkan ibunya.(2) Konflik Sobrat dengan para mandor adalah konflik (konflik fisik) mendekat-menjauh.Konflik Sobrat dengan para mandor berakhir dengan takluknya para mandor kepada Sobrat.(3) Konflik Sobrat dengan Silbi adalah konflik mendekat-menjauh (konflik fisik).Konflik Sobrat dengan Silbi berakhir dengan kebutaan dan ketulian Sobrat.(4) Konflik Sobrat dengan moral adalah konflik menjauh-mendekat. Konflik berakhir dengan kembalinya Sobrat kepada ajaran agama Islam; 4) Amanat dalam naskah drama “Sobrat” adalah menuruti perintah orangtua, jangan menuruti hawa nafsu, jangan menyekutukan Tuhan, hindari perjudian dan perzinahan, bertawakal atas ujian yang diberikan, selalu bersyabar, bersyukur, dan berdoa; 5) Nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” yang mencakup akhlak terpuji adalah menauhidkan Allah, bersabar dan bersyukur, menuruti perintah orang tua, berbuat baik dan suka menolong sesama. Nilai moral dalam naskah drama “Sobrat” yang mencakup akhlak tercela adalah menyekutukan Tuhan, melakukan perjudian dan perzinahan, tidak menuruti nasihat orangtua, berbohong, berlaku keji, sombong, tidakmenyelesaikan permasalahan dengan musyawarah, tidak mencintai perdamaian, menganiaya hewan.
ANALISIS TINDAK TUTUR DAN GAYA BAHASA PADA DIALOG-DIALOG NASKAH DRAMA “REPUBLIK BAGONG” KARYA N. RINATIARNO Ida Hamidah; Yusuf Maulana Akbar
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/pt771v90

Abstract

Rumusan masalah yang menjadi penelitian dalam skripsi ini adalah sebagai berikut. 1) Bagaimanakah unsur intrinsik pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno? 2) Bagaimanakah tindak tutur lokusi pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Rinatiarno berdasarkan setting suasana? 3) Bagaimanakah tindak tutur ilokusi pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana? 4) Bagaimanakah tindak tutur perlokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana? 5) Bagaimanakah gaya bahasa pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan lokusi, ilokusi, perlokusi?. Tujuan penelitian: 1) ingin mengetahui unsur intrinsik pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno; 2) ingin mengetahui tindak tutur lokusi pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Rinatiarno berdasarkan setting suasana; 3) ingin mengetahui tindak tutur ilokusi pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana; 4) ingin mengetahui tindak tutur perlokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana; 5) ingin mengetahui gaya bahasa pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan lokusi, ilokusi, perlokusi. Metode: metode deskriptif kualitatif. Teknik: teknik perolehan data (teknik studi pustaka dan analisis dokumenter) dan teknik pengolahan data (analisis). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno.Kemudian teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposif. Sampel dalam penelitian ini adalah dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno yang mempunyai tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi, dan gaya bahasa. Simpulan yang menjadi penelitian dalam skripsi ini sebagai berikut. 1) Unsur intrinsik pada dialog-dialog drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno dapat disimpulkan tema, konflik, alur atau plot, tokoh dan perwatakan, latar atau setting, dialog, amanat. 2) Tindak tutur lokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana dapat disimpulkan bahwa tindak tutur lokusi yang lebih banyak digunakan adalah meminta. 3) Tindak tutur ilokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana dapat disimpulkan bahwa tindak tutur lokusi yang lebih banyak digunakan adalah memberitahukan. 4) Tindak tutur perlokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana dapat disimpulkan bahwa tindak tutur perlokusi yang banyak pengarang digunakan adalah meyakinkan. 5) Gaya bahasa berdasarkan lokusi, ilokusi, perlokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong” karya N. Riantiarno dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa yang banyak digunakan pengarang adalah gaya bahasa asonansi.
STRUKTUR TEKS ANEKDOT BERTEMA POLITIK DALAM BUKU “GUS DUR KU GUS DUR ANDA GUS DUR KITA” KARYA MUHAMMAD AS HIKAM SEBAGAI ALTERNATIF PEMILIHAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA Aan Sugiantomas; Wida Damayanti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/hx7fev81

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar keinginan penulis mengetahui isi teks anekdot bertema politik dalam buku “Gus Dur Ku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam dan kecocokannya dengan bahan ajar di SMA.Adapun Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu. 1) Bagaimana struktur teks anekdot bertema politik dalam buku berjudul “Gus Dur Ku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam? 2) Apakah teks anekdot bertema politik dalam buku berjudul “Gus Dur Ku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam dapat dijadikan sebagai alternatif pemilihan bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA? Tujuan penelitian ini 1) Untuk mengetahui struktur teks anekdot bertema politik dalam buku berjudul “Gus Dur Ku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam. 2) Untuk mengetahui kemungkinan teks anekdot bertema politik dalam buku berjudul “Gus Dur Ku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam dijadikan sebagai alternatif pemilihan bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik penelitiannya terdiri atas teknik pemerolehan data berupa studi pustaka dan dokumentasi, dan teknik pengolahan data dengan cara membaca kumpulan teks anekdot yang terdapat di dalam objek penelitian, memilih teks anekdot bertema politik, menganalisis struktur teks anekdot bertema politik, dan menyimpulkannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh teks anekdot yang terdapat dalam buku berjudul “Gus Dur Ku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam yang terdiri dari 131 judul teks anekdot.Sampelnya yaitu seluruh teks anekdot bertema politik dalam buku berjudul “Gus Dur Ku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam yang terdiri dari 20 judul teks anekdot.Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut. 1) Dari 20 judul teks anekdot bertema politik dalam buku “Gus Dur Ku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” Karya Muhammad AS Hikam, ada 13 judul teks anekdot bertema politik yang memiliki struktur lengkap. Yaitu teks anekdot berjudul “Lomba Mancing Indonesia – Malaysia”, “Gurita Korupsi Pasca-Reformasi”, “Demam Rindu Gus Dur”, “Golput dan Neraka”, “Jangan Membangunkan Sapi Tidur”, “Kyai dan Anggota DPR yang Jujur”, “Sekjen Parpol dan Koruptor”, “Pemilih Madura”, “Malaikat dan Mantan Anggota KPK”, “Dokter dan Pasien Transplantasi Hati”, “Pasar Malam NU”, “Malaikat dan Politisi”, “Hasil Korupsi”. 2) Melihat kesesuaian teks anekdot bertema politik dalam buku “Gus Dur Ku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam ditinjau dari struktur teks anekdot dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 di SMA, psikologi perkembangan remaja, dan perkembangan bahasa remaja dapat dijadikan sebagai alternatif pemilihan bahan ajar bahasa Indonesia di SMA. Maka dapat disimpulkan bahwa analisis struktur teks anekdot dalam buku “Gus Dur Ku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” karya Muhammad AS Hikam dapat dijadikan sebagai alternatif pemilihan bahan ajar bahasa Indonesia di SMA.
MAKNA, JENIS , DAN BENTUK WACANA PADA KEMASAN PLASTIK BISKUIT Yusida Gloriani; Ita Syafarina Abadiah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/s4581897

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan penulis pada beragam teks yang digunakan produsen pada kemasan plastik biskuit yang beredar di pasaran. Masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. 1) Apakah makna wacana yang terdapat pada kemasan plastit biskuit? 2) Bagaimanakah jenis wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit? 3) Bagaimanakah bentuk wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Teknik pemerolehan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dan observasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah berupa buku sumber, angket. Objek penelitian ini difokuskan pada wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit. Simpulan sebagai berikut. 1) Terdapat keberagaman makna pada wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit, di antaranya makna deskriptif, makna ekstensi, makna gramatikal, makna denotatif, dan makna luas. Makna wacana yang paling banyak digunakan pada kemasan plastik biskuit adalah makna deskriptif dan makna denotatif. 2) Terdapat keberagaman jenis wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit, di antaranya wacana naratif, wacana argumentatif, wacana deskriptif, wacana eksposisi, dan wacana persuasif. Namun, jenis wacana yang paling banyak digunakan pada kemasan plastik biskuit adalah wacana deskriptif dan wacana persuasif. 3) Terdapat keberagaman bentuk wacana yang terdapat pada kemasan plastik biskuit, di antaranya bentuk monolog, bentuk prosedural, dan bentuk hartatori.
PENYUSUNAN BAHAN AJAR PRAGMATIK BERDASARKAN ANALISIS BAHASA PADA JEJARING SOSIAL Sun Suntini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7pny5t19

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan modul pragmatik berdasarkan analisis bahasa pada jejaring sosial facebook. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method, yaitu metode kombinasi antara kualitatif deskriptif analitis dan kuantitatif eksperimen. Beberapa tahapan dalam penelitian ini sebagai berikut (1) analisis teoritis dan praktis (2) analisis bahasa pragmatik pada jejaring sosial facebook (3) analisis kebutuhan bahan ajar terhadap mahasiswa dan dosen (4) penyusunsn bahan ajar pragmatik (5) penilaian oleh dosen dan ahli (6) perbaikan (7) uji coba keefektifan produk terhadap mahasiswa. Hasil penelitian ini dapat disajikan sebagai berikut. (1) Hasil dari analisis dapat disimpulkan profil bahasa pragmatik pada jejaring sosial facebook, didapat, dari 140 data yang dianalisis terdapat 65 deiksis dengan pembagian deiksis persona 37 data, deiksis ruang 7 data, deiksis waktu 21 data, praanggapan sebanyak 30 data, tindak ujar 36 data, dan implikatur percakapan 9 data. Dari jumlah tersebut dapat disimpulkan bahwa para pengguna jejaring sosial facebook lebih banyak menggunakan deiksis terutama deiksis persona. Deiksis persona yang banyak digunakan yaitu persona pertama aku, ku-, dan ku-. Sesuai dalam teori bahwa penggunan kata aku, ku-, dan ku- , digunakan dalam situasi santai, hasil analisis ini juga menunjukan bahwa bahasa yang digunakan oleh pengguna jejaring sosial facebook kebanyakan bahasa yang mereka gunakan santai, tidak resmi, bahkan banyak yang menggunakan bahasa alay.(2)rata-rata skor hasil anlisis kebutuhan bahan ajar mahsiswa 53 termasuk kategori sangat membutuhakan bahan ajar, sedangkan skor analisis kebutuhan dosen 61 kategori sangat menbutuhakan bahan ajar.(3) hasil penilaian dosen dan ahli yakni, ada perbaikan diantaranya perbaikan cover, gamabar dan ilustrasi, penggunaan kalimat yang efektif, perbedaan warna huruf.(4) Produk yang dihasilkan berupa modul untuk empat kegiatan yaitu deiksis, praanggapan, tindak ujar, dan implikatur percakapan (5) hasil uji coba terhadap mahasiswa yaitu skor rata-rata pretest 63 (C) dan posttest 73 (B) sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar modul pragmatik berdasarkan analisis bahasa jejaring sosial facebook efektif dijadikan bahan ajar.
ANALISIS ALIH KODE DAN KATA SAPAAN DALAM NOVEL ‘RONGGENG DUKUH PARUK’ KARYA AHMAD TOHARI Asep Jejen Jaelani; Rustini
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/1hb1yq94

Abstract

Penelitian mengenai alih kode dan kata sapaan dalam novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ karya Ahmad Tohari merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana alih kode dan kata sapaan dalam novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ karya Ahmad Tohari. Tujuan yang ingin dicapai yakni ingin mengetahui alih kode dan kata sapaan dalam novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ karya Ahmad Tohari. Data adalah data tulis berupa tuturan tokoh dalam novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ karya Ahmad Tohari. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak. Teknik dasar yang digunakan adalah telaah pustaka dan teknik lanjutan teknik catat. Analisis data menggunakan metode distribusional. Metode distribusional digunakan untuk menganalisis alih kode dan kata sapaan dalam tuturan tokoh, dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan berupa teknik ganti. Metode padan digunakan untuk menganalisis penyebab alih kode dan kata sapaan dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu (PUP). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dua simpulan. Pertama, alih kode dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari berjumlah 8 alih kode, yaitu alih kode dari bahasa Indonesia ke bahasa jawa. Kedua, kata sapaan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari berjumlah 26 kata sapaan, kata sapaan dalam kekerabatan terdapat 10 data, kata sapaan dalam jabatan terdapat 7 data, kata sapaan dalam adat terdapat 6 data, dan kata sapaan dalam agama terdapat 3 data.
ANALISIS GAYA BAHASA DARI KUMPULAN ESAI-ESAI GOENAWAN MOHAMAD PERIODE 1960-2001 SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA Ahmad Dedi Mutiadi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/kf9zz966

Abstract

Gaya bahasa merupakan bentuk retoris, dengan tujuan untuk menghadirkan kesan imajinatif bagi penyimak atau pembacanya. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) gaya bahasa apa yang muncul dalam kumpulan esai-esai Gunawan Muhamad periode 1960-2001?, 2) jenis gaya bahasa apa yang sering muncul dalam kumpulan esai-esai Gunawan Muhamad periode 1960-2001?, 3) apakah gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan esai-esai Gunawan Muhamad dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Indonesia di SMA? Tujuan penelitian yang ingin dicapai penulis adalah Untuk mengetahui gaya bahasa yang terdapat dalam esai-esai Gunawan Muhamad periode 1960-2001. Untuk mengetahui gaya bahasa yang sering muncul dalam esai-esai Gunawan Muhamad periode 1960-2001. Untuk mengetahui dapat atau tidaknya esai-esai Gunawan Muhamad dipergunakan sebagai alternatif bahan ajar bahasa Indonesia di SMA. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriftif kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik dokumentasi, teknik studi pustaka, dan teknik analisis. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh judul dalam esai-esai Goenawan Mohamad periode 1960-2001, yang berjumlah 87 judul esai. Berdasarkan hasil analisis data tentang gaya bahasa yang terdapat dalam esai-esai Goenawan Muhamad periode 1961 – 2001, secara keseluruhan gaya bahasa berdasarkan urutan terbanyak adalah antonomasia, hiperbola, simile, sinekdoke totem properte, asindeton, anafora, satire, sinisme, hipalase, sinekdoke pras prototo, sarkasme, tautologi, litotes, koreksio epanortosis, perifrasis, metafora, inuendo, antisipasi prolepsis, elipsis, aptronim, okupasi, eroteris, paradoks, polisindeton, apostrof, metonomia, zeugma, personifikasi, slepsis, klimaks, apofasis, sinestesia, anadiplosis, depersonifikasi, paralelisme, tropen, asonansi, paranomasia, ironi, eponim, oksimoron, gradasi, alusio, antitesis, antiklimaks, epitet, eufeumisme, epanalepsis, pleonasme, mesodiplosis, asosiasi, alegori fabel, epizeukis. Saran bagi para guru bahasa Indonesia di SMA adalah semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pembelajaran, bagi penulis semoga dapat meneruskan kebiasaan menulisnya sehingga dapat dijadikan referensi keilmuan. Peneliti sendiri menyadari masih banyak kekurangan dalam penelitian ini, semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan langkah awal pengembangan keilmuan khususnya gaya bahasa bahasa Indonesia.

Page 6 of 35 | Total Record : 341