cover
Contact Name
Harry Noviardi
Contact Email
harry.noviardi@gmail.com
Phone
+622518323819
Journal Mail Official
lppm@sttif.ac.id
Editorial Address
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR, Jl. Kumbang No. 23, Bogor, Jawa Barat, Indonesia, 16151
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmapedia
ISSN : 30263530     EISSN : 31092756     DOI : https://doi.org/10.47219
Core Subject : Health,
Kategori yang termasuk dalam bidang jurnal ini adalah pelayanan kefarmasian, dan kesehatan. Selain itu pemanfaatan teknologi farmasi, Manajemen Farmasi, serta Farmakoekonomi.
Articles 27 Documents
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI DAGUSIBU TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT DI DESA BATU GEDE KABUPATEN BOGOR Silvi Nurafni; Nanang Hernawan; Herni Sulawati
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v1i2.13

Abstract

Desa Batu Gede terletak di Kabupaten Bogor Barat, dari survei yang kami lakukan penduduk setempat memiliki akses yang sangat mudah untuk mendapatkan obat-obatan karena banyaknya fasilitas yang menyediakan obat seperti apotek, toko obat bahkan warung kelontong disekitar rumah warga sehingga masyarakat sering melakukan swamedikasi. Namun, tingkat pendidikan masyarakat belum memenuhi pengetahuan masyarakat untuk dapat mengelola obat yang sudah didapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang DAGUSIBU obat. Jenis Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental pre-post design dengan pengambilan sampel sebanyak 85 orang yang diambil secara Stratifed sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner sebelum edukasi dan setelah di edukasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan data sosiodemografi responden terbanyak berdasarkan jenis kelamin perempuan yaitu 64,71%, berdasarkan usia terbanyak lansia awal 36,47%, berdasarkan pendidikan terbanyak SMA 68,24% dan berdasarkan pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga 31,76%. Gambaran pengetahuan responden sebelum diedukasi kategori kurang sebanyak 28,24%, kategori pengetahuan cukup sebanyak 60%, dan kategori pengetahuan baik sebanyak 11,76%. Gambaran pengetahuan responden setelah diberikan edukasi meningkat menjadi kategori baik 75,29%, kategori cukup 20%, dan kategori kurang 4,71%. Sehingga pemberian edukasi DAGUSIBU berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan responden terkait dengan nilai p-value 0,000 < 0,05.
TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DAN RASIONALITAS SWAMEDIKASI DI TIGA APOTEK KOTA KARAWANG Ariyanti Kusumadewi; Cory Imawati
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i2.14

Abstract

Swamedikasi merupakan sistem perawatan kesehatan yang bermanfaat jika dipraktekkan secara tepat. Di Jawa Barat masyarakat yang melakukan swamedikasi pada tahun 2021, 2022, dan 2023 yaitu 88,28%, 86,42%, dan 80,62%. Tingginya persentase masyarakat yang melakukan swamedikasi diperlukan bimbingan agar masyarakat dapat melakukan swamedikasi dengan tepat dan benar. Kesalahan penggunaan obat dalam swamedikasi masih terjadi, karena ketidaktepatan obat dan dosis obat. Pada pelaksanaannya, swamedikasi dapat menjadi sumber masalah terkait Drug Related Problem akibat terbatasnya pengetahuan mengenai obat dan penggunaannya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai seberapa besar pengaruh pengetahuan pasien terhadap keputusan mereka dalam memilih obat yang tepat serta sejauh mana pengobatan yang mereka pilih sesuai dengan pedoman medis yang rasional serta dapat digunakan untuk merancang program edukasi yang efektif bagi masyarakat dan meningkatkan peran apoteker dalam memberikan informasi yang jelas dan akurat demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Karawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik non probability sampling. Pada apotek A didapatkan hasil tingkat pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 66%, pada apotek B dengan prosentase 45% dan pada apotek C sebanyak 41%. Sedangkan rasionalitas penggunaan obat, pada apotek A, B, dan C berturut-turut adalah 63.6%, 43%, dan 38%. Perbedaan hasil pengetahuan pasien antara apotek satu dan lainnya dalam tingkat pengetahuan pasien swamedikasi mungkin terjadi, tergantung pada pelatihan apoteker, kebijakan apotek dalam memberikan informasi kepada pasien, dan tingkat interaksi antara pasien dan apoteker. Rasionalitas swamedikasi dapat ditingkatkan dengan melakukan edukasi dari apoteker tentang pentingnya penggunaan obat yang benar.
POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR Fredy Nasel; Anggie Puji Lestari
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.16

Abstract

Skizofrenia adalah penyakit gangguan jiwa berat dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu dengan gejala positif dan negatif. Obat yang diberikan dapat berupa obat tunggal maupun kombinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis kelamin dan usia, penggunaan kombinasi obat, kejadian interaksi, tingkat keparahan dan mekanisme potensi interaksi. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor pada bulan November 2023 – Mei 2024. Sampel penelitian yang digunakan adalah rekam medis pasien skizofrenia dengan kriteria inklusi berupa pasien rawat inap skizofrenia, menerima obat antipsikotik, berusia 20-60 tahun. Hasil penelitian dari 49 sampel menunjukkan bahwa pasien skizofrenia terbanyak merupakan pasien laki-laki 38 pasien (77%), dan rentang usia terbanyak di 26-35 tahun yaitu 19 pasien (39%). Pemberian antipsikotik sejumlah 6 pasien (12%) mendapatkan kombinasi 2 obat, 27 pasien (55%) dengan kombinasi 3 obat, dan 16 pasien (33%) sisanya mendapatkan kombinasi 4 obat. Mekanisme potensi interaksi obat yang ditemukan sebanyak 24 (14%) potensi kejadian farmakokinetik dan 129 (86%) potensi kejadian farmakodinamik. Tingkat keparahan potensi interaksi sebanyak 19 (12%) termasuk ke dalam kategori mayor dan 134 (88%) kejadian berpotensi memiliki interaksi moderat.
HUBUNGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN SUPLEMEN PENAMBAH DARAH DENGAN PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) PADA IBU HAMIL DI KLINIK PRATAMA RAWAT JALAN YEMIMA MEDIKA DEPOK Fredy Nasel; Ananda Putri Septiana; Yova Syarrah
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i2.17

Abstract

Anemia kehamilan merupakan kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan sel darah merah yang ditandai dengan menurunnya kadar hemoglobin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan suplemen penambah darah dengan peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil. Penelitian ini menggunakan uji kuantitatif dengan jenis deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Data primer diambil menggunakan kuesioner dan data sekunder dari hasil pemeriksaan laboratorium ibu hamil. Sampel yang diambil berdasarkan total sampling yaitu semua jumlah populasi sebanyak 94 ibu hamil. Hasil dari penelitian ini menunjukkan profil pasien yang paling banyak yaitu umur 26-35 tahun (50%), pendidikan SMA (57,40%), pekerjaan karyawan swasta (52,10%), suplemen ferbion® lebih banyak digunakan yaitu (79,80%) tingkat kepatuhan baik (51,10%) dan paling banyak terjadi peningkatan hemoglobin yaitu sebanyak (80,90%), berdasarkan metode Chi-Square terdapat hubungan kepatuhan penggunaan suplemen penambah darah dengan peningkatan hemoglobin pada ibu hamil di Klinik Yemima Medika Depok dengan nila p Value yaitu sebesar 0,000 dimana p Value < ???? (0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan penggunaan suplemen penambah darah dengan peningkatan Hb pada ibu hamil
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG SWAMEDIKASI DIARE PADA BALITA DI POSYANDU DESA KARANG ASEM TIMUR KECAMATAN CITEUREUP silvi nurafni; M. Kenli Kendi Tampoliu; Novia Aprilianti Sunarya
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.19

Abstract

Swamedikasi adalah perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang dialami. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi penyakit ringan seperti diare. Menurut data Kemenkes pada tahun 2020 Kabupaten Bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare pada balita se Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu tentang swamedikasi penyakit diare pada balita, karena diare masih jadi penyumbang angka kematian pada balita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan Cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan program SPPS versi 26. Hasil penelitian, usia responden terbanyak dalam melakukan swamedikasi diare pada balita adalah usia 26-35 tahun yaitu 54,35%. Latar belakang pendidikan 57,61% lulusan SMA, dan pekerjaan paling banyak sebagai Ibu Rumah Tangga 67,39%. Sebesar 47,83% responden dengan tingkat pengetahuan cukup baik tentang swamedikasi diare pada balita. Alasan ibu melakukan swamedikasi diare 47,8% untuk menghemat waktu dan biaya. Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Lacto-B 65,2%. Sumber informasi yang didapat responden 54,3% mengikuti resep yang pernah didapat sebelumnya dari dokter. Sebanyak 73,9% responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.
EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT UNTUK PASIEN RAWAT JALAN BPJS DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN Fredy Nasel; Anitia Lestari; Noneng Kurniasih
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.20

Abstract

Tuntutan pasien dan masyarakat akan peningkatan mutu Pelayanan Kefarmasian, mengharuskanadanya perluasan dari paradigma lama berorientasi kepada produk (drug oriented) menjadiparadigma baru yang berorientasi pada pasien (patient oriented) dengan filosofi PelayananKefarmasian (pharmaceutical care) (Kemenkes, 2016).Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuidata sosiodemografi pasien rawat jalan BPJS dan mengetahui hasil persentase dari penelitiankegiatan PIO dan tersampaikannya informasi obat dengan tercapai atau tidaknya berdasarkan nilaikeberhasilan indikator mutu di Puskesmas Bogor Selatan. Dilakukan secara prospektif dimulai bulanMaret – Mei 2021. Dengan sampel 97 pasien diperoleh pasien terbanyak yaitu perempuan denganhasil 72% dan untuk hasil PIO dengan jumlah obat 217 diperoleh hasil yang sudah disampaikan danmencapai nilai keberhasilan yaitu, nama obat 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%,sediaan 94%, sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%, dosis 100% sudah mencapai nilaikeberhasilan sebesar 100%, cara pakai 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%,indikasi 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%. Informasi obat yang sudahdisampaikan, namun belum mencapai nilai keberhasilan indikator mutu yaitu, penyimpanan 8%belum mencapai hasil keberhasilan sebesar 90%, efek samping 51% belum mencapai nilaikeberhasilan sebesar 90%, dan terdapat indikator PIO yang belum disampaikan yaitu, kontraindikasi,stabilitas dan interaksi obat.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN Fredy Nasel; Salsa Phinaka Nabila; Noneng Kurniasih
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.21

Abstract

Tuntutan pasien dan masyarakat akan peningkatan mutu Pelayanan Kefarmasian, mengharuskanadanya perluasan dari paradigma lama berorientasi kepada produk (drug oriented) menjadiparadigma baru yang berorientasi pada pasien (patient oriented) dengan filosofi PelayananKefarmasian (pharmaceutical care) (Kemenkes, 2016).Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuidata sosiodemografi pasien rawat jalan BPJS dan mengetahui hasil persentase dari penelitiankegiatan PIO dan tersampaikannya informasi obat dengan tercapai atau tidaknya berdasarkan nilaikeberhasilan indikator mutu di Puskesmas Bogor Selatan. Dilakukan secara prospektif dimulai bulanMaret – Mei 2021. Dengan sampel 97 pasien diperoleh pasien terbanyak yaitu perempuan denganhasil 72% dan untuk hasil PIO dengan jumlah obat 217 diperoleh hasil yang sudah disampaikan danmencapai nilai keberhasilan yaitu, nama obat 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%,sediaan 94%, sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%, dosis 100% sudah mencapai nilaikeberhasilan sebesar 100%, cara pakai 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%,indikasi 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%. Informasi obat yang sudahdisampaikan, namun belum mencapai nilai keberhasilan indikator mutu yaitu, penyimpanan 8%belum mencapai hasil keberhasilan sebesar 90%, efek samping 51% belum mencapai nilaikeberhasilan sebesar 90%, dan terdapat indikator PIO yang belum disampaikan yaitu, kontraindikasi,stabilitas dan interaksi obat.
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ORAL PADA PASIEN DIARE BALITA DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN Fredy Nasel; Ismhatuka Ayu Putri; Noneng Kurniasih
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.22

Abstract

Diare merupakan terjadinya buang air besar dengan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya, denganfrekuensi 3 kali dalam sehari atau lebih dalam 24 jam. Dalam penatalaksanaan diare pada balita, obatyang digunakan terdiri dari oralit dan zink. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatanpengobatan pada pasien diare balita di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian ini dilakukanmenggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospktif dengan pendekatan cross sectional. Datapenelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode September– Desember 2020.Sampel yang diambil sebanyak 106 pasien dengan metode total sampling. Adapunhasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak 2-3 tahun (54%), jenis kelamin laki-laki (61%),penggunaan oralit (38%), zink (1%), dan oralit+zink (61%). Evaluasi penggunaan obat oral padapasien diare balita; Evaluasi tepat pemilihan obat oralit, zink, dan oralit+zink terdapat 100% sudahtepat; Evaluasi tepat pemberian dosis oralit, zink, dan oralit+zink terdapat 97%, 100%, dan 74% tidaktepat dosis; Evaluasi tepat interval/frekuensi zink 100% sudah tepat, oralit dan oralit+zink terdapat97% dan 74% tidak tepat; Evaluasi tepat lama pemberian oralit, zink, dan oralit+zink terdapat 100%sudah tepat.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM UNTUK TERAPI DEMAM TIFOID RAWAT INAP RS KARTIKA KASIH SUKABUMI Fredy Nasel; Ilyas Alim Almustopa
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i2.23

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyerang saluranpencernaan yang sering ditemukan di Indonesia. Penggunaan antibiotik Seftriakson danSefotaksim merupakan pilihan terapi yang umum untuk menangani kasus demam tifoid.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingkan efektivitas Antibiotik Seftriakson danSefotaksim tersebut dalam pengobatan demam tifoid berdasarkan lama hari rawat pada pasienrawat inap di RS Kartika Kasih Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian analisisdeskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bersifat retrospektifdata yang digunakan adalah data sekunder yaitu dengan mengambil data rekam medis pasiendemam tifoid yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah sample 100 pasiensecara purposif sampling. Hasil penelitian, gambaran profil pasien terbanyak berjenis kelaminperempuan (69%), usia 26-35 tahun, (26%) dan buruh (48%). Gambaran lama penggunaanAntibiotika berdasarkan lama hari Seftriakson (2,42 hari) dan Sefotaksim (4,42 hari).Perbandingan efektivitas Seftriakson dan Sefotaksim dilakuna dengan uji Mann-Whitneydiperoleh nilai Asym.Sig. 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antaraEfektivitas obat Antibiotik Seftriakson dan Sefotaksim berdasarkan lama hari rawat padapasien rawat inap di RS Kartika Kasih Sukabumi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT PERILAKU PENGGUNAAN AMOXICILLIN DI APOTEK GEMA PHARMA SUKABUMI silvi nurafni; Triska Puji Hartati; Hilman Budiman
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i2.24

Abstract

Amoxicillin termasuk antibiotik spektrum luas dan memiliki bioavabilitas oral yang tinggi. Di apotek Gema Pharma Sukabumi sering terjadi pembelian amoxicillin tanpa resep dokter. Hal ini menyebabkan terjadinya resiko resistensi bagi masyarakat yang kurang pengetahuan dan edukasi tentang penggunaan antibiotik khususnya amoxicillin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku,serta meneliti hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku masyarakat dalam penggunaan amoxicillin di Apotek Gema Pharma Sukabumi. Penelitian ini merupakan peneletian dalam bentuk deskriptif observasional dengan pendakatan secara Cross Sectional. Pengambilan sampel menggugunakan teknik purposive sampling sehingga jumlah sampel 75 responden. Alat ukur menggunakan kuisioner yang berisi tentang tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku penggunaan amoxicillin. Analisis data menggunakan analisis Chi Square. Hasil yang didapat yakni mayoritas berjenis kelamin perempuan (60%), usia terbanyak dewasa awal 26-35 tahun (27%). pendidikan terakhir terbanyak mayoritas SMA/SMK (44%). Pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga (27%). Tingkat pengetahuan masyarakat kurang baik (41,3%), cukup baik (32%), dan baik (26,7%). Tingkat perilaku penggunaan amoxicillin kurang baik (41,3 %), cukup baik (33,3%) dan baik (25,3%), Hasil uji Chi Square diperoleh p-value 0,019 < dari 0,05 menunjukan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku penggunaan amoxicillin di Apotek Gema Pharma Sukabumi.

Page 2 of 3 | Total Record : 27