cover
Contact Name
Harry Noviardi
Contact Email
harry.noviardi@gmail.com
Phone
+622518323819
Journal Mail Official
lppm@sttif.ac.id
Editorial Address
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR, Jl. Kumbang No. 23, Bogor, Jawa Barat, Indonesia, 16151
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmapedia
ISSN : 30263530     EISSN : 31092756     DOI : https://doi.org/10.47219
Core Subject : Health,
Kategori yang termasuk dalam bidang jurnal ini adalah pelayanan kefarmasian, dan kesehatan. Selain itu pemanfaatan teknologi farmasi, Manajemen Farmasi, serta Farmakoekonomi.
Articles 30 Documents
EDUKASI DAPATKAN GUNAKAN SIMPAN DAN BUANG OBAT DI WILAYAH CIPAKU BOGOR Siti Mariam; Febi Ishfahani; Silvi Nurafni; Fredy Ariftanasel; Ariyanti
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v3i1.39

Abstract

Perubahan paradigma kefarmasian dari drug oriented menjadi patient oriented menuntut apoteker ikut bertanggung jawab terhadap keberhasilan terapi pada pasien. Sehingga apoteker harus lebih aktif memberikan edukasi pada pasien di sarana pelayanan Kesehatan maupun terjun langsung di masyarakat melalui kegiatan kepada masyarakat. Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat meliputi  hal-hal pokok terkait obat yang digunakan yaitu Dapatkan Gunakan Simpan Buang (DAGUSIBU). Tujuan pemberian edukasi memberikan pengetahuan cara mendapat obat, menggunakan obat, menyimpan obat serta membuang obat yang benar sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan proses penyembuhan dan terhindar dari penggunaan obat yang tidak tepat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan kepada kelompok usia lansia yang pada umumnya menderita penyakit kronis atau masyarakat yang mempunyai penyakit yang harus rutin menggunakan obat untuk penyakitnya. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi tentang DAGUSIBU, memberikan konsultasi terkait obat dan penyakit masing masing pasien, dan pemberian obat suplemen vitamin B gratis.
GAMBARAN KESESUAIAN PERENCANAAN DENGAN PENGADAAN OBAT DI KLINIK DENTI SARI Risma Fauziah; Euis Pujasari; Helena Mei Riawati
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v3i1.42

Abstract

Perencanaan dan pengadaan obat merupakan bagian penting dari sistem pelayanan kefarmasian di klinik. Jika tidak sesuai, hal ini dapat menyebabkan kekosongan stok atau pemborosan anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesesuaian antara perencanaan dengan pengadaan obat di Klinik Denti Sari. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data LPLPO dan faktur pengadaan obat periode Juli–September 2024. Hasil menunjukkan bahwa 64 item obat memiliki kesesuaian 100%, sementara 16 item lainnya memiliki kesesuaian di bawah 50%. Bentuk sediaan semi padat memiliki persentase kesesuaian tertinggi (99,32%), disusul sediaan padat (89,16%) dan cair (84,77%). Faktor ketidaksesuaian di antaranya adalah perubahan kebutuhan, keterbatasan stok distributor, dan ketidaktepatan estimasi. Kesimpulannya, sistem perencanaan dan pengadaan di Klinik Denti Sari berjalan cukup baik namun memerlukan evaluasi lebih lanjut.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN OBAT GENERIK DAN BERMEREK DI APOTEK KIMIA FARMA CIMACAN CIANJUR Euis Pujasari H; Merlita Anggraeni; Siti Rositah
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v3i2.45

Abstract

Pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek menjadi salah satu faktor penting dalam pengambilan keputusan pembelian obat di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik dan tingkat pengetahuan konsumen di Apotek Kimia Farma Cimacan Cianjur pada bulan Januari 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan prospektif. Sampel sebanyak 100 responden dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan (62%), berusia 26–35 tahun (43%), berpendidikan SMA/SMK (56%),bekerja sebagai pegawai swasta (33%), dan sumber informasi terbanyak berasal dari media sosial (51%). Tingkat pengetahuan responden terhadap obat generik dan obat bermerek dikategorikan cukup (45%).
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KEDELAI SEBAGAI PRODUK PANGAN FUNGSIONAL : PROGRAM SOSIALISASI PEMBUATAN COOKIES DAN TEH HERBAL Nazila Nur Hikmah; Afqary Muhammad; Ayunda Ammara; Dwi Nugroho Dimas
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v3i2.46

Abstract

Limbah kulit kedelai umumnya digunakan sebagai pakan ternak dengan nilai ekonomi rendah, padahal kandungan serat dan protein di dalamnya berpotensi sebagai pangan fungsional. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini mensosialisasikan pengolahan kulit kedelai menjadi cookies dan teh herbal melalui ceramah dan diskusi interaktif. Hasil menunjukkan peserta memahami potensi limbah, berpartisipasi aktif, dan mampu menjelaskan manfaat produk inovatif. Pemanfaatan kulit kedelai sebagai pangan fungsional meningkatkan nilai tambah limbah, mendukung kesehatan, serta mendorong kesadaran masyarakat terhadap inovasi pangan berbasis limbah agroindustri.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI ECO-ENZYME DAN SABUN CAIR RAMAH LINGKUNGAN DI DESA CARIU Nurma Angeliani Komalasari; Abdul Aziz Setiawan; Harry Noviardi; Sitaresmi Yuningtyas; Nanang Hermawan
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v3i2.49

Abstract

Pengelolaan sampah organik di tingkat desa masih menjadi permasalahan lingkungan yang memerlukan pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Karang Taruna dalam mengolah sampah organik menjadi eco-enzyme serta sabun cair ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik, pendampingan produksi, dan evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test. Tahapan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan pembuatan eco-enzyme, formulasi sabun cair eco-enzyme, serta evaluasi tingkat pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan skor pemahaman yang meningkat setelah pelatihan. Selain itu, peserta mampu memproduksi eco-enzyme secara mandiri dan mengaplikasikannya sebagai bahan aktif sabun cair. Dokumentasi kegiatan juga menunjukkan partisipasi aktif dan antusiasme peserta selama seluruh tahapan pelaksanaan. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis pelatihan praktis dapat menjadi strategi efektif dalam mengurangi sampah organik sekaligus menciptakan produk ramah lingkungan yang bernilai guna. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan di tingkat desa.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI DIARE DI KAMPUNG NANGELA DESA SUKADAMAI KECAMATAN DRAMAGA KABUPATEN BOGOR Binar Nursanti; Euis Pujasari Hardjadipura; Diana Heryani Putri
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v3i1.50

Abstract

Swamedikasi adalah tindakan pengobatan mandiri tanpa resep dokter yang umum dilakukan untuk penyakit ringan, seperti diare. Swamedikasi bisa menjadi penyebab kesalahan pengobatan (medication error) akibat kurangnya pengetahuan masyarakat tentang obat dan cara penggunaannya. Menurut data kemenkes pada tahun 2020 kabupaten bogor menempati urutan pertama penemuan kasus diare se Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi penyakit diare, karena diare masih menjadi penyumbang angka kematian di Indonesia. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 26–35 tahun sebanyak (49%), berpendidikan SMA/sederajat sebanyak (52%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak (54%). Tingkat pengetahuan responden tergolong baik yaitu sebanyak (75%). Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare paling banyak yaitu Oralit (42%). Dengan sumber informasi utama dari kerabat atau teman yaitu (62%). Sebanyak (44%) responden mendapatkan obat untuk swamedikasi di Apotek.
GAMBARAN KESESUAIAN PEMBERIAN TERAPI OBAT TUBERKULOSIS (TBC) PADA PASIEN TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT (TBC RO) DI RSUD KOTA BOGOR Binar Nursanti; Elin Herlina; Indah Nurpadilah
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v3i2.51

Abstract

Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) merupakan tuberkulosis yang resisten terhadap satu atau lebih Obat Anti Tuberkulosis (OAT). TBC RO menjadi masalah kesehatan terbesar dikarenakan infeksinya yang cepat dan terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien TBC RO berdasarkan usia, jenis kelamin, riwayat pengobatan sebelumnya, serta klasifikasi berdasarkan hasil uji kepekaan, untuk mengetahui gambaran paduan pengobatan pasien TBC RO, dan untuk mengetahui kesesuaian pemberian paduan pengobatan pada pasien TBC RO berdasarkan hasil uji kepekaan obat dengan Petunjuk Teknis Penatalaksanaan TBC RO di Indonesia Tahun 2024. Penelitian retrospektif ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 107 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan profil karakteristik pasien terbanyak adalah laki-laki sebesar 67,29%, rentang usia paling banyak adalah usia 36 sampai 45 tahun sebesar 26,17%, pasien dengan kasus baru sebanyak 53,27%, pasien dengan jenis TBC RR (Resisten Rifampisin) sebanyak 48,60%, Paduan pengobatan yang paling banyak digunakan berdasarkan hasil uji kepekaan yaitu LTR (Long Term Regimen) sebesar 49,53%. Kesesuaian pemberian paduan pengobatan di RSUD Kota Bogor berdasarkan hasil uji kepekaan obat mencapai 90,65%. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian terapi obat pasien TBC RO belum sesuai dengan Petunjuk Teknis Penatalaksanaan TBC RO di Indonesia Tahun 2024.
STUDI HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI TERHADAP PENGETAHUAN SWAMEDIKASI ANALGESIK ORAL PADA MASYARAKAT DESA KADUMANGGU BABAKAN MADANG BOGOR Eem Masaenah; Fredy Arifta Nasel; Desi Fitriani
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v4i1.54

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya mengatasi gejala penyakit tanpa diagnosa dokter. Swamedikasi dilakukan sebagai alternatif karena hemat biaya, terutama untuk penyakit ringan. Analgesik adalah obat yang digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa nyeri pada tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), profil obat analgesik oral, keluhan yang dialami, tingkat pengetahuan dan hubungan sosiodemografi terhadap pengetahuan swamedikasi analgesik oral di Desa Kadumanggu Babakan Madang Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diambil secara prospektif menggunakan kuesioner pada 100 responden dengan teknik Cluster Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak yang melakukan swamedikasi analgesik oral berusia 26-35 tahun (28%), jenis kelamin perempuan (56%), pendidikan SMA/SMK (33%), dan pekerjaan ibu rumah tangga (36%). Mayoritas responden menggunakan parasetamol (59%) dan keluhan terbanyak sakit gigi (46%). Gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi analgesik oral kategori cukup (50%), baik (41%) dan kurang (9%). Hasil studi hubungan sosiodemografi terhadap pengetahuan swamedikasi analgesik oral menunjukkan adanya hubungan signifikan usia dan pendidikan (p-value usia 0,007 dan p-value pendidikan 0,000), namun tidak ada hubungan signifikan jenis kelamin dan pekerjaan karena didapatkan p-value 0,132 dan p-value 0,155.
Pengembangan Formulasi dan Edukasi Pemanfaatan Teh Herbal sebagai Intervensi Diet Alami bagi Peningkatan Kesehatan Karyawan PT Avin Bogor Reski Mulia; Muhammad Fathurrahman; Nazila Nur Hikmah
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v4i1.55

Abstract

Kesehatan karyawan merupakan aset penting bagi perusahaan. PT Avin menghadapi permasalahan meningkatnya prevalensi gangguan metabolik seperti hipertensi, dislipidemia, dan hiperglikemia di kalangan karyawannya. Teh herbal berbasis tanaman lokal seperti kayu manis (Cinnamomum burmannii), jahe (Zingiber officinale), dan daun stevia (Stevia rebaudiana) diketahui memiliki potensi sebagai intervensi diet alami. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi teh herbal yang tepat, aman, dan berterima secara organoleptik, sekaligus memberikan edukasi kepada karyawan PT AVINterkait manfaat dan cara pemanfaatannya. Metode yang digunakan meliputi skrining fitokimia, optimasi formula, uji organoleptik, uji stabilitas, dan program edukasi terstruktur yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa formula teh herbal campuran kayu manis-jahe-stevia (Formula F3) memberikan skor organoleptik tertinggi dengan nilai kesukaan 4,1/5 serta memenuhi standar keamanan pangan. Program edukasi yang diikuti oleh 10 karyawan menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 72% pasca-intervensi. Kegiatan PKM ini berhasil menghasilkan produk teh herbal siap pakai yang direkomendasikan sebagai intervensi diet alami bagi karyawan PT Avin.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DEPO RAWAT JALAN PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN METODE ATC/DDD DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN SUKABUMI Andi Ahriansyah; Rantry Ristiantie; Ariyanti Kusumadewi; Tyssa Mariyana; Zainal Fiqri Ramadhan
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v4i1.58

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan bawah yang masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi antimikroba sehingga diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, gambaran peresepan antibiotik, dan evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia rawat jalan di Rumah Sakit X Kabupaten Sukabumi menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data sekunder berupa resep elektronik dan rekam medis pasien pneumonia rawat jalan periode Januari–Juli 2023. Sampel penelitian sebanyak 115 resep yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis penggunaan antibiotik dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode ATC/DDD dan dinyatakan dalam satuan DDD/1000 KPRJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien laki-laki merupakan kelompok terbanyak sebanyak 65 pasien (56,52%), sedangkan kelompok usia terbanyak adalah 46–55 tahun sebanyak 25 pasien (21,74%). Antibiotik yang digunakan meliputi levofloxacin sebanyak 78 resep (67,82%), azithromycin sebanyak 22 resep (19,13%), cefixime sebanyak 11 resep (9,57%), dan ciprofloxacin sebanyak 4 resep (3,48%). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik menunjukkan bahwa levofloxacin memiliki nilai penggunaan tertinggi sebesar 350,0 DDD/1000 KPRJ. Dapat disimpulkan bahwa levofloxacin merupakan antibiotik yang paling dominan digunakan pada pasien pneumonia rawat jalan di Rumah Sakit X Kabupaten Sukabumi selama periode penelitian. Kata Kunci: pneumonia, antibiotik, ATC/DDD, evaluasi penggunaan antibiotik, rawat jalan

Page 3 of 3 | Total Record : 30