Journal of Counseling, Education and Society
Journal of Counseling, Education and Society ISSN: 2716-4896 (Print) , ISSN 2716-4888 (Electronic) is a peer-reviewed journal and scientific journal managed by the ELORA Center for Research & Innovation. Journal of Counseling, Education and Society a multi-disciplinary, peer-refereed open-access international journal which has been established for the dissemination of state-of-the-art knowledge in the field of education, teaching, development, instruction, educational projects and innovations, learning methodologies and new technologies in education and learning and social sciences. Papers for publication in this journal are selected through precise peer-review to ensure quality, originality, appropriateness, significance and readability. The journal encompasses a variety of topics of education and learning, including but not limited to child development, curriculum, reading comprehension, philosophies of education, STEM education, instructional technology, technology education, inquiry-based learning, project-based learning, problem-based learning, simulation-based learning, pedagogic and educational approaches, learning management, language teaching researches, teaching and learning at all levels of schooling and institutions of higher learning, the education of special groups, gender and education, theories of education, educational research and methodologies, educational psychology (emotional, social, and cognitive learning processes), e-learning, Computer supported collaborative Work, emerging technologies in education, educational software & serious games, e-content management and development, general issues in education and learning, contributions to current debates in teacher education throughout the world, generally or on specific issues, and Social Sciences
Articles
86 Documents
Integrating digital citizenship into civic education: a sequential approach to enhancing responsible online behavior in the 21st century
Sarbaini, Sarbaini
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces681600
This study addresses the growing issue of irresponsible online behavior among students in the digital era, which reflects a gap between technological engagement and civic responsibility. The research aims to develop a sequential approach to integrating digital citizenship into civic education to enhance responsible online behavior. This study employs a qualitative library research method, utilizing primary data from relevant scholarly literature and secondary data from books, journals, and research reports related to digital citizenship, civic education, and online behavior. Data were collected through systematic literature review and analyzed using content analysis to identify key patterns and relationships. The findings indicate that a structured, sequential integration—covering awareness, skill development, and application—effectively improves students’ ethical understanding and online conduct. The study concludes that integrating digital citizenship into civic education is essential and provides a practical framework for fostering responsible and informed digital citizens in the 21st century.
Gambaran emotional eating pada remaja Indonesia: studi cross-sectional berdasarkan karakteristik demografis
Ningsih, Anggi Silvia;
Ifdil, Ifdil;
Khairati, Annisaislami
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces681700
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kecenderungan emotional eating behavior pada remaja berdasarkan jenis kelamin, usia, dan urutan kelahiran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 806 remaja berusia 12-19 tahun yang diperoleh melalui teknik voluntary response sampling. Data dikumpulkan menggunakan subskala emotional eating dari Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar remaja berada pada kategori jarang (38%), diikuti kategori terkadang (30%) dan tidak pernah (21%). Secara deskriptif, terdapat variasi skor rata-rata emotional eating berdasarkan jenis kelamin, usia, dan urutan kelahiran. Remaja laki-laki memiliki rata-rata skor sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan, dan remaja usia 12-15 tahun menunjukkan rata-rata lebih tinggi dibandingkan usia 16-19 tahun. Namun demikian, perbedaan tersebut belum diuji menggunakan analisis statistik inferensial sehingga tidak dapat disimpulkan sebagai perbedaan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan adanya variasi kecenderungan emotional eating pada remaja berdasarkan karakteristik demografis. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan desain yang lebih kuat untuk menguji hubungan antar variabel secara lebih mendalam
Academic civility of students: profil berdasarkan jenis kelamin, usia, dan urutan kelahiran
Heriyani, Febriana;
Ifdil, Ifdil;
Khairati, Annisaislami
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces682000
Academic civility merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, dan mendukung hubungan interpersonal di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat academic civility mahasiswa berdasarkan usia, jenis kelamin, dan urutan kelahiran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 278 mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Komposisi responden didominasi oleh perempuan (n=231; 83,1%) dibandingkan dengan laki-laki (n=47; 16,9%). Data dikumpulkan menggunakan instrumen Incivility in Higher Education-Revised (IHE-R) dengan skala Likert 4 poin yang memiliki reliabilitas Cronbach’s Alpha > 0,70. Hasil analisis deskriptif menunjukkan skor academic civility mahasiswa berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan rata-rata total berada pada rentang 103,0–107,5 dan standar deviasi 13,63–14,67. Secara deskriptif, mahasiswa perempuan menunjukkan skor civility sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki, sedangkan variasi berdasarkan usia dan urutan kelahiran relatif kecil. Seluruh perbedaan antar kelompok dalam penelitian ini bersifat deskriptif dan tidak diuji menggunakan analisis inferensial. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ketidakseimbangan komposisi gender dan penggunaan sampel nonprobabilitas.
Kematangan emosional siswa dalam literatur ilmiah: pemetaan bibliometrik terhadap pendekatan naratif
Safitri, Anisa;
Henny indreswari;
M.Ramli;
Khairul Bariyyah;
Abu Yazid Abu Bakar
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces682100
Kematangan emosional siswa merupakan isu penting dalam literatur pendidikan dan bimbingan konseling karena berkaitan dengan regulasi emosi, kesehatan mental, dan perkembangan sosial-emosional remaja. Penelitian ini bertujuan memetakan posisi pendekatan naratif dalam literatur ilmiah mengenai kematangan emosional siswa melalui analisis bibliometrik. Data dikumpulkan dari Google Scholar menggunakan Publish or Perish versi (Windows GUI Ediiton) 8.19.5300.9483 pada 5 April 2026 dengan rentang publikasi 2016–2025. Sebanyak 500 dokumen diperoleh dan diekspor dalam format RIS, kemudian dianalisis menggunakan VOSviewer versi 1.6.20. Unit analisis meliputi keyword co-occurrence dan citation analysis dengan ambang batas minimum kemunculan kata kunci sebanyak 5 kali, sehingga diperoleh 22 kata kunci yang divisualisasikan. Hasil penelitian menunjukkan empat klaster utama, yaitu perkembangan emosional remaja dalam konteks sekolah, regulasi emosi dan intervensi psikologis, strategi regulasi emosi dan media digital, serta kesehatan mental remaja. Density visualization menunjukkan bahwa tema intervensi, kematangan emosional, dan kesehatan mental remaja memiliki kepadatan tinggi. Overlay visualization menunjukkan pendekatan naratif mulai muncul sebagai tema berkembang, tetapi belum dominan. Analisis sitasi menunjukkan bahwa publikasi berpengaruh didominasi artikel digital storytelling dalam pendidikan.
Kontribusi usia, jenis kelamin, dan tipe sekolah terhadap efikasi diri akademik siswa sekolah menengah pertama
Gunawan, Easter Victoria;
Indreswari, Henny;
Wahyuni, Fitri;
Bariyyah, Khairul;
Gunasenjaya, Amelia Bernike
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces682400
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil efikasi diri akademik siswa SMP serta menguji perbedaannya berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tipe sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang atau cross-sectional. Sampel terdiri atas 85 siswa SMP yang diperoleh melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan Google Form pada periode 8 Februari sampai 1 Maret 2026 dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji chi-square, independent samples t-test, dan one-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori efikasi diri akademik sedang, yaitu 65 siswa atau 76,47%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan efikasi diri akademik yang signifikan berdasarkan jenis kelamin, tipe sekolah, maupun usia. Dengan demikian, karakteristik yang diuji belum menjadi pembeda yang kuat terhadap efikasi diri akademik siswa dalam sampel penelitian ini. Temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena penelitian menggunakan convenience sampling, ukuran sampel terbatas, distribusi kelompok tidak seimbang, dan instrumen masih memerlukan penyempurnaan.
Physical condition, social isolation, and family relationship quality as predictors of parental well-being and psychological distress in indonesian stunting households: a PLS-SEM Analysis
Sukmawati, Indah;
Afdal, Afdal;
Syapitri, Denia;
Fikri, Miftahul;
Suri, Gusni Dian
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/08jces682500
Parents of children with stunting face persistent caregiving stressors associated with elevated psychological distress, yet the well-being mechanisms through which these stressors operate remain underspecified. Drawing on Conservation of Resources (COR) theory and Bronfenbrenner's ecological systems framework, this study examined physical condition, family relationship quality, and social isolation as antecedents of parental well-being, and tested well-being as a mediator of psychological distress in Indonesian caregiving households. A cross-sectional, explanatory design was employed with 284 parents (Mage = 32.8 years, SD = 5.3; 86.62% mothers) from three provinces with elevated stunting prevalence in Indonesia. Physical condition and social isolation were significant predictors of parental well-being, while family relationship quality was non-significant. Well-being was strongly associated with parental psychological distress and mediated the effects of physical condition and social isolation, but not family relationship quality. These findings suggest that somatic resource depletion and social exclusion are more strongly associated with parental well-being than perceived family relationship quality in this context. Well-being appears to function as the central pathway linking contextual stressors to psychological distress, highlighting the importance of integrated stunting intervention programmes that address parental physical health and social connectedness.