cover
Contact Name
Didin Septa Rahmadi
Contact Email
lppmununtb@gmail.com
Phone
+6285205033979
Journal Mail Official
medika.ununtb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan No. 06, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 27755398     EISSN : 30320011     DOI : https://doi.org/10.69503/medika
Core Subject : Health, Science,
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan focuses on the study of health sciences. This journal publication aims to disseminate conceptual ideas and research results in the health sector. Any interested author can submit their manuscript in English or Indonesian.
Articles 79 Documents
Evaluasi Program Penyakit Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh Putri Nur Ramadhani; Natha Bella; Sari Wartini; Farrah Fahdhienie; Maidar Maidar
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1042

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Puskesmas sebagai layanan kesehatan primer memiliki peran penting dalam pengendalian hipertensi melalui deteksi dini, pengobatan, dan edukasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan hipertensi di Puskesmas Lampaseh, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan penanggung jawab program, observasi fasilitas, serta analisis data sekunder tahun 2022–2024. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program hipertensi di Puskesmas Lampaseh telah berjalan cukup baik. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan secara rutin, dan distribusi obat antihipertensi seperti Amlodipin dan Captopril sebagian besar berjalan lancar, meskipun terdapat kendala keterlambatan distribusi pada tahun 2023. Jumlah pasien hipertensi mengalami fluktuasi dari 442 pasien pada tahun 2022 menjadi 406 pasien pada 2023, dan menurun menjadi 404 pada tahun 2024. Edukasi kepada pasien mengenai kepatuhan minum obat dan perubahan gaya hidup terus ditingkatkan. Namun, masih diperlukan penguatan kapasitas layanan dan komunikasi dengan pasien untuk meningkatkan efektivitas program. Pelaksanaan program hipertensi di Puskesmas Lampaseh cukup efektif, namun masih memerlukan perbaikan dalam hal distribusi obat dan edukasi berkelanjutan. Peningkatan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencapai pengendalian hipertensi yang optimal.
Pengaruh Leader-Member Exchange (LMX) Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Work Engagement di Rumah Sakit X Noviani Munsir; Andi Niartiningsih
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1051

Abstract

Leader-Member Exchange dan work engagement merupakan dua faktor penting yang saling berkaitan dalam menentukan pencapaian kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Leader-Member Exchange (LMX) terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit X dengan work engagement sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 157 karyawan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh langsung leader-member exchange terhadap kinerja karyawan dengan Koefisien Jalur sebesar 0.126, pengaruh langsung leader-member exhange terhadap work engagement dengan Koefisien Jalur sebesar 0.431, pengaruh tidak langsung leader-member exhcange terhadap kinerja karyawan melalui work engagement dengan Koefisien Jalur sebesar 0.238 dan jalur yang paling efektif adalah work engagement terhadap kinerja karyawan sebesar Koefisien Jalur 0.553 Disarankan kepada pihak manajemen rumah sakit agar lebih menanggapi dan memberi dukungan terhadap bawahannya agar terciptanya hubungan yang baik antara atasan dan bawahan sehingga bawahan sehingga mampu mengembangkan sikap positif yang dimiliki dalam bekerja.
Penerapan Senam Ergonomik terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Lansia dengan Gout Arthritis di PSBDBB II Liza Triamanda; Karyatin
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v6i1.1058

Abstract

Gout arthritis atau radang sendi merupakan kondisi yang muncul secara tiba-tiba atau berulang, menyebabkan nyeri akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Penyakit ini dapat menyerang berbagai sendi seperti jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan jempol kaki. Berdasarkan data WHO tahun 2021, sekitar 355 juta orang di dunia menderita gout arthritis. Sementara itu, menurut Kementerian Kesehatan RI tahun 2019, prevalensi di DKI Jakarta mencapai 18,6%. Penanganan gout arthritis dapat dilakukan secara farmakologis, seperti pemberian allopurinol, serta non-farmakologis melalui aktivitas fisik seperti senam ergonomik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh senam ergonomik terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain studi kasus pada dua pasien lansia. Intervensi senam ergonomik dilakukan selama 5 hari berturut-turut dengan frekuensi satu kali per hari dan durasi 15 menit setiap sesi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat penurunan kadar asam urat rata-rata pada kedua pasien yaitu 7,2 mg/dl setelah intervensi dilakukan. Kesimpulan dalam penelitian yaitu senam ergonomik memberikan pengaruh positif terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia dengan gout arthritis, sehingga dapat dijadikan alternatif non-farmakologis dalam pengelolaan penyakit ini di PSBDBB 2.
Analisis Penggunaan Rekam Medis Elektronik Petugas Rawat Jalan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Scere Sophia Sitorus; Arjuna Ginting; Pestria Saragih
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/8v005p84

Abstract

Penggunaan rekam medis elektronik mencakup semua rekam medis elektronik yang dipakai selama pekerjaan serta langkah-langkah yang dilakukan untuk menggunakan catatan elektronik yang berisi informasi kesehatan. Downtime, masalah jaringan, dan aplikasi yang melewati error sistem yang disebabkan oleh penggunaan RME di luar juknis adalah masalah yang muncul saat menggunakan RME di rawat jalan. Tujuan Penelitian ini ialah guna menemukan, menganalisis pemakaian rekam medis elektronik petugas rawat jalan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2025. Penelitian deskriptif kuantitatif ialah jenis penelitian yang dipakai. Penelitian ini mengambil sampel total dari 77 responden. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kuantitatif. Metode data primer digunakan untuk pengambilan sampel. Lembar kuesioner adalah alat yang digunakan. Proses analisis data dilaksanakan secara univariat. Persentase hasil penelitian penggunaan rekam medis elektronik sebesar 66,2%, penggunaan waktu harian rekam medis elektronik sebesar 62,3%. Jika dinyatakan baik disebabkan penggunaan rekam medis elektronik dapat menguntungkan ketika melaksanakan pelayanan kesehatan atas keringanannya ketika mendapatkan informasi pasien yang pada hasilnya menolong untuk penarikan keputusan klinis. Diharapkan rekam medis elektronik untuk petugas kesehatan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan bisa digunakan dalam pelayanan kesehatan dan dilaksanakannya sosialisasi tentang penggunaan rekam medis elektronik pada petugas yang memakai rekam medis elektronik.
Isolasi dan Penetapan Kadar Senyawa Flavonoid Pada Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Menggunakan Metode KLT dan Spektrofotometri UV-Vis Munawir Munawir; Dewi Natalia Sri Harmoni; Lalu Mariawan Alfarizi; Novia Dara Puspita
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1093

Abstract

Flavonoid merupakan salah satu kelompok senyawa alami yang banyak ditemukan dalam tumbuhan dan dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi serta menentukan kadar senyawa flavonoid yang terkandung dalam daun pepaya dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis dan spektrofotometri UV-Vis. Proses dimulai dengan ekstraksi daun pepaya menggunakan etanol 96% melalui metode maserasi selama tiga hari. Ekstrak kemudian difraksinasi menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air guna memisahkan senyawa berdasarkan tingkat kepolarannya. Fraksi etil asetat, yang diduga mengandung senyawa flavonoid, selanjutnya dianalisis menggunakan KLT. Identifikasi dilakukan dengan pelarut pengembang etil asetat : asam asetat glasial : air (10:2:1), dan deteksi flavonoid dilakukan menggunakan pereaksi sitroborat di bawah sinar UV pada panjang gelombang 254 nm. Adanya noda fluoresen pada pelat KLT menunjukkan keberadaan senyawa flavonoid dengan nilai Rf 0,85 menghasilkan warna hijau tua. Selanjutnya, penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 432 nm, menggunakan kuersetin sebagai standar. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya mengandung kadar senyawa flavonoid total sebesar 17,52%. Hasil ini menunjukkan bahwa daun pepaya mengandung flavonoid dalam jumlah yang cukup signifikan.
Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Istirahat dan Tidur dengan Terapi Relaksasi Dzikir terhadap Insomnia Pada Lansia Dhia Salsabila Rahadatul Aisy; Karyatin; Dea Aprilya
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/863dg632

Abstract

Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2020 menunjukkan bahwa 19,1% penduduk dunia mengalami kesulitan tidur. Di Indonesia, prevalensi masalah tidur pada lansia sangat tinggi, yaitu 67%. Insomnia bila tidak dicegah dan ditangani dapat mengakibatkan kecemasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur dengan terapi  relaksasi dzikir terhadap insomnia pada lansia. Metode penelitian ini yaitu studi kasus dengan intervensi yang diberikan yaitu terapi relaksasi dzikir sebanyak 3x sehari selama 10-15 menit selama 6 hari. Hasil penelitian menunjukkan nilai insomnia dengan instrument format ISI (Insomnia Severity Index), sebelum intervensi nilai klien I dan II adalah 19-20 (insomnia sedang). Setelah intervensi menunjukkan adanya peningkatan hasil nilai ISI klien I yaitu 17 (insomnia sedang), sedangkan klien II yaitu 15 (insomnia sedang). Kesimpulan membuktikan pemberian terapi relaksasi dzikir dapat menurunkan insomnia sehingga dapat mengatasi masalah tidur.
Efektivitas Komunikasi Interpersonal Petugas Pendaftaran Pada Proses Pelayanan Awal Pasien di Klinik Atqia Yusfina Himayanti; B. Fitria Maharani
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1124

Abstract

Komunikasi interpersonal yang efektif merupakan kunci dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terutama pada tahap awal interaksi antara pasien dan institusi layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas komunikasi interpersonal petugas pendaftaran dalam proses pelayanan awal pasien di Klinik Atqia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei menggunakan kuesioner tertutup. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 pasien yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal petugas pendaftaran secara umum berada dalam kategori efektif dengan skor rata-rata 83,5 dari 100 poin. Indikator tertinggi adalah sikap positif (17,5%) dan keterbukaan (17,2%), sedangkan indikator terendah adalah dukungan (15,9%) dan kesetaraan (16,1%). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun sebagian besar pasien merasa puas dengan interaksi awal, masih terdapat aspek komunikasi yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam pemberian dukungan emosional dan perlakuan yang adil terhadap seluruh pasien. Kesimpulannya, komunikasi interpersonal petugas pendaftaran Klinik Atqia telah berjalan cukup baik, namun penguatan dalam aspek empati dan keadilan komunikasi diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan secara menyeluruh. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan komunikasi interpersonal berbasis empati bagi petugas non-medis di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Prevalensi Infeksi Cytomegalovirus (CMV) Berdasarkan Jenis Sampel dan Karakteristik Pasien Balita di Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas Tahun 2023–2024 Sekar Asri Tresnaningtyas; Andani Eka Putra; Meysha Farashanda; Siskalil Fahma; Monica Mulnia Hanif
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1126

Abstract

Infeksi Cytomegalovirus (CMV) merupakan salah satu infeksi virus yang berpotensi serius pada anak balita, terutama karena potensi komplikasi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi CMV berdasarkan jenis sampel (urin dan darah) serta karakteristik pasien balita yang diperiksa di Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas selama tahun 2023 hingga 2024. Penelitian dilakukan secara deskriptif analitik terhadap 87 data pasien anak usia 0–28 bulan. Analisis statistik meliputi uji Kruskal-Wallis, chi-square, dan McNemar. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki hasil positif CMV pada kedua spesimen, yaitu urin dan darah (42,5%), diikuti oleh positif hanya pada urin (18,4%), hanya pada darah (14,9%), dan negatif pada keduanya (24,1%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin atau usia dengan hasil CMV. Uji McNemar menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara hasil pemeriksaan urin dan darah (p = 0,710). Dapat disimpulkan bahwa baik urin maupun darah memberikan hasil yang sebanding, meskipun dengan konsistensi terbatas.
Gambaran Nilai HbA1c Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Tenjolaya Syafilla Rhamdini Vieranddhy; Andini Kusdiantini
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/45w8ww95

Abstract

Diabetes Melitus tipe II yaitu penyakit kronis yang ditunjukkan dengan meningkatnya kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin. Pemeriksaan HbA1c menjadi indikator penting untuk menilai pengendalian glukosa darah dalam jangka panjang. Adapun tujuannya dari penelitian ini guna memberi gambaran terkait kadar HbA1c pada pasien DM II di Puskesmas Tenjolaya. Metode yang diterapkan yaitu deskriptif melalui pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Pengambilan sampel dilaksanakan secara langsung kepada 30 pasien yang terdiagnosa Diabetes Melitus tipe II pada bulan Februari-Mei 2025 yang diperiksa menggunakan alat Hipro A1 Immunoassay Analyzer. Hasil menunjukkan bahwasanya kadar HbA1c umumnya bertambah seiring bertambahnya usia, serta lebih tinggi pada pasien yang tidak rutin berolahraga dan tidak patuh mengkonsumsi obat. Mayoritas pasien adalah perempuan, yang berkaitan dengan perubahan hormon pasca menopause. Hal ini menekankan pentingnya kontrol glikemik melalui gaya hidup sehat dan kepatuhan terapi guna mencegah komplikasi diabetes.
Penerapan Pemberian Minyak Zaitun (Olive Oil) terhadap Ruam Popok Bayi E Usia 12 Bulan di Wilayah Kecamatan Kemangkon Mardita Revina Dewi; Dwi Astuti; Priyatin Sulistyowati
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/e6ewz496

Abstract

Ruam popok merupakan salah satu gangguan kulit yang umum terjadi pada bayi, ditandai dengan kemerahan, iritasi, dan rasa tidak nyaman di area yang tertutup popok. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan, gangguan tidur, dan berisiko berkembang menjadi infeksi sekunder jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minyak zaitun terhadap penurunan tingkat keparahan ruam popok bayi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap satu bayi perempuan di Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan adanya penurunan tingkat keparahan ruam popok dari skor 2,0 (sedang) menjadi 0,5 (sangat ringan) berdasarkan parameter DDGS. Intervensi dilakukan selama 5 hari, dua kali sehari (pagi dan sore) dengan mengoleskan minyak zaitun pada area ruam popok. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian minyak zaitun secara teratur selama 5 hari menunjukkan dampak positif terhadap penurunan tingkat keparahan ruam popok. Pendekatan ini dapat menjadi salah satu pilihan perawatan alami yang aman dan mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.