cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
journal@idpublishing.org
Phone
+628111304014
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Jl. Sidorejo, Gg. Nakula No. C12, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, D.I Yogyakarta 55182
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 27988260     DOI : https://doi.org/10.53697/iso.v6i2
Jurnal ISO: Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora publishes scientific papers on the research and scientific studies in the scope of humanities and social studies, such as anthropology, studies, business, communication studies, corporate governance, criminology, the study of cross-cultural, demographic, economic studies of development, the study of education and ethics, social geography, the study of information technology management, industrial relations, international relations, legal studies, media studies, political science, the study of population dynamics, the study of psychology, the study of public administration, social welfare, religious studies and linguistics.
Articles 690 Documents
Implikasi Hukum Putusan Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Serang Nomor 15/PDT.SUS-PHI/2025/PN.SRG Dalam Perselisihan Pemutusan Hubungan Karyawan (PHK) Naufal Ilham Ramadhan
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum majelis hakim dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK) antara pekerja dengan PT. Kurabo Manunggal Textile Industries (Kumatex), khususnya terkait penggunaan alasan efisiensi sebagai dasar PHK. Pendekatan yang dipakai adalah yuridis normatif melalui kajian literatur dan analisis norma hukum dalam peraturan perundang-undangan terkait, termasuk UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta telaah putusan pengadilan di tingkat PHI dan Mahkamah Agung. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi kesesuaian pertimbangan hakim dengan prinsip-prinsip hukum ketenagakerjaan dan asas kepastian hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan efisiensi yang digunakan oleh PT. Kumatex menjadi pertimbangan utama majelis hakim di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Serang dalam mengabulkan PHK tersebut. Namun, pertimbangan ini dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum karena tidak sepenuhnya memenuhi kriteria yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, terutama terkait pembuktian kondisi perusahaan yang memerlukan efisiensi. Ketidakjelasan ini kemudian menjadi perhatian Mahkamah Agung pada tingkat kasasi, yang menilai bahwa penggunaan alasan efisiensi perlu diukur secara lebih ketat agar tidak merugikan hak pekerja. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dalam memutus perkara PHK berbasis efisiensi, demi menjaga keseimbangan antara kepentingan pengusaha dan perlindungan hak pekerja.
Inovasi Pelayanan Retribusi Sampah Nontunai/Cashless oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru Nur Haviz Zamani; Dadang Mashur
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.2887

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan inovasi pelayanan retribusi sampah non-tunai oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru serta menganalisis faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Inovasi ìni berbasis penggunaan Quick Responds Code Indonesian Standard (QRIS) yang terdapat dalam Surat Keterangan Retribusi Daerah (SKRD) dan mulai diterapkan sejak tahun 2024. Tujuannya adalah mempermudah pelayanan, mencegah pungutan liar, serta menciptakan pemungutan retribusi yang akuntabel, transparan, dan tertib administrasi. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis penelitian menggunakan indikator inovasi pelayanan menurut Gebauer et al yaitu keterlibatan pelanggan, layanan mandiri, pengalaman pelanggan, pemecahan masalah, dan co-designing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi ini memberikan kemudahan dan meningkatkan transparansi dalam pembayaran retribusi sampah serta telah mencerminkan beberapa indikator inovasi pelayanan, terutama aspek layanan mandiri dan pemecahan masalah. Sementara itu faktor penghambat dalam inovasi pelayanan retribusi sampah non-tunai oleh DLHK Kota Pekanbaru ialah keterbatasan dana, masih sedikitnya jumlah wajib retribusi, dan sarana dan prasarana yang terbatas.
Tingkat Pengetahuan Ikatan Mahasiswa Minangkabau (Imami) Universitas Riau Terhadap Nilai Adat Kato Nan Ampek Bayu Ramzahuri; Resdati Resdati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.2890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengetahuan anggota Ikatan Mahasiswa Minangkabau (IMAMI) Universitas Riau terhadap nilai-nilai adat Kato Nan Ampek, serta menganalisis pengaruh pendidikan, media informasi, dan lingkungan terhadap pengetahuan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer, yang menjelaskan bahwa pengetahuan terbentuk dari interaksi sosial dan makna simbolik yang dibangun melalui pengalaman budaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 92 anggota aktif IMAMI yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup indikator pengetahuan, pemahaman, dan penerapan nilai adat Kato Nan Ampek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anggota IMAMI memiliki pengetahuan yang baik, terutama dalam hal pengenalan dasar dan pemahaman konsep. Namun, penerapan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari masih bervariasi, tergantung pada latar belakang pendidikan, akses terhadap media budaya, serta lingkungan sosial tempat tinggal dan pergaulan. Semakin tinggi pendidikan dan paparan terhadap media serta semakin kuat lingkungan budaya Minangkabau, maka semakin tinggi pula tingkat pengetahuan dan penerapannya. Kesimpulannya, pelestarian nilai Kato Nan Ampek di kalangan mahasiswa masih cukup baik, namun perlu ditingkatkan dari sisi penerapan melalui pendekatan edukatif dan kegiatan kebudayaan agar nilai-nilai adat tidak hanya diketahui, tetapi juga dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Psikologi Hukum dalam Penegakan Hukum Keimigrasian: Analisis Kontribusi Psikologi Hukum dalam Penyidikan Tindak Pidana Keimigrasian Kuncoro Wisnu Murti; Muhammad Alvi Syahrin; Tony Mirwanto
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.2932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi psikologi hukum dalam penyidikan tindak pidana keimigrasian di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan dan upaya implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris dengan pengumpulan data melalui studi pustaka serta melakukan wawancara dengan PPNS Keimigrasian dan anggota Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikologi hukum berkontribusi penting dalam membantu PPNS Keimigrasian untuk memahami kondisi psikologis terperiksa, menggali keterangan secara rinci, serta menghindari praktik intimidasi dan kekerasan dalam proses pemeriksaan. Penerapan psikologi hukum juga berkontribusi pada pengungkapan motif tindak pidana dan penerapan teknik wawancara forensik yang tepat. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kompetensi petugas, hambatan bahasa dan budaya dalam pemeriksaan WNA, minimnya pemahaman aparat tentang pendekatan psikologi, serta belum adanya pedoman teknis khusus. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pelatihan, kolaborasi lintas instansi, serta penyusunan petunjuk teknis wawancara penyidikan berdasarkan perspektif ilmu psikologi
Pemberdayaan Perempuan Desa Melalui Program Digitalisasi UMKM dalam Mendukung Sustainable Development Goals Dhanny Septimawan Sutopo
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.2933

Abstract

Pemberdayaan perempuan desa melalui digitalisasi UMKM merupakan strategi penting untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Penelitian ini menganalisis peran program digitalisasi UMKM dalam memberdayakan perempuan desa untuk mendukung pencapaian SDGs melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Metodologi penelitian menggunakan systematic literature review dengan menganalisis 45 publikasi ilmiah, laporan kebijakan, dan dokumen resmi dari berbagai sumber nasional dan internasional periode 2019-2024.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program digitalisasi UMKM memberikan dampak positif signifikan terhadap pemberdayaan perempuan desa melalui peningkatan akses pasar, peningkatan kemampuan manajerial, dan penguatan kemandirian ekonomi. Studi ini mengidentifikasi tiga model utama digitalisasi: marketplace-based empowerment, integrasi social media marketing, dan inklusi keuangan digital. Namun, implementasi menghadapi tantangan berupa kesenjangan digital gender, keterbatasan literasi digital, dan hambatan sosial budaya. Tantangan tersebut memerlukan solusi komprehensif yang mengatasi dimensi teknis dan sosial. Model berbasis marketplace memungkinkan perempuan desa menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform e-commerce, sementara integrasi media sosial memfasilitasi keterlibatan pelanggan langsung dan pembangunan merek. Inklusi keuangan digital memberikan akses terhadap layanan perbankan dan mikrofinansial yang sebelumnya tidak tersedia di daerah pedesaan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pemberdayaan terintegrasi yang menggabungkan pelatihan keterampilan digital, pendampingan bisnis, dan penguatan jaringan sosial untuk mengoptimalkan kontribusi terhadap SDGs Goals 5, 8, dan 10. Kesimpulannya, digitalisasi UMKM terbukti menjadi instrumen efektif dalam transformasi ekonomi pedesaan dan pemberdayaan perempuan, namun memerlukan dukungan kebijakan yang holistik dan berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan jangka panjang.
Implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dalam Upaya Pengendalian Pertumbuhan Penduduk di Kota Pekanbaru Ratu Devina; Fajriani Ananda
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.2954

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kota Pekanbaru menimbulkan tantangan serius seperti laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, kepadatan penduduk dan persebaran penduduk yang tidak merata, serta meningkatnya angka kemiskinan akibat bonus demografi. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mengimplementasikan Program Bangga Kencana yang bertujuan mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui pembangunan keluarga berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Bangga Kencana dalam upaya pengendalian pertumbuhan penduduk di Kota Pekanbaru serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi dari informan kunci dari BKKBN Provinsi Riau, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pekanbaru, PLKB, serta masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa implementasi program Bangga Kencana di Kota Pekanbaru telah berjalan cukup baik berdasarkan indikator kemampuan organisasi, informasi, dukungan, dan pembagian potensi. Namun, masih terdapat kendala signifikan seperti keterbatasan jumlah sumber daya manusia, rendahnya partisipasi masyarakat, dan keterbatasan anggaran. Kesimpulannya, meskipun program telah diimplementasikan secara menyeluruh, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan kapasitas pelaksana, peningkatan literasi masyarakat terhadap program, serta sinergi lintas sektor. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya perbaikan tata kelola dan strategi komunikasi dalam implementasi kebijakan pengendalian penduduk, agar program Bangga Kencana dapat lebih optimal dalam mencapai tujuan keseimbangan demografis di wilayah perkotaan khususnya kota pekanbaru.
The Relationship Between Planned Brand Awareness of Indonesian Radio and Listening Decisions Magdalena Veriyati; Dini Valdiani; Diana Amaliasari
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.2982

Abstract

Most of the This study aims to analyze the relationship between brand awareness and listening decisions of Berencana Radio Indonesia, a streaming radio service by the National Population and Family Planning Board targeting listeners aged 13–40. A quantitative methodology was employed, with data collected through online questionnaires, observations, institutional records, and literature reviews. The Spearman correlation coefficient was used to analyze the data. The results showed that there is a significant relationship between brand awareness and listening decision as indicated by a correlation value of 0.546 and a significance value of 0.000 < 0.05. The brand awareness of Berencana Radio Indonesia is very good, with the average score of each indicator in the very high category. From the results of this research, it is hoped that Berencana Radio Indonesia continues to improve its brand awareness campaign to maintain its existence among listeners.
Pelayanan Prima dalam Layanan Keimigrasian: Kajian Literatur Terhadap Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Masyarakat Muhammad Naufal; Intan Nurkumalawati; Rahmawati Jannah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.2993

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat dalam layanan keimigrasian di Indonesia dengan menekankan pelayanan prima sebagai faktor penting dalam mewujudkan layanan publik yang efektif, efisien, dan responsif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menganalisis sumber sekunder berupa jurnal, laporan, dan dokumen resmi, yang kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola keterkaitan antara dimensi kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diukur melalui lima dimensi utama, yaitu keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangibles), berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Masyarakat cenderung puas ketika layanan yang diberikan akurat, tepat waktu, mudah diakses, ditunjang oleh petugas yang profesional, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Kendati demikian, masih terdapat hambatan dalam optimalisasi pelayanan, di antaranya keterbatasan integrasi sistem informasi, kekurangan sumber daya manusia, serta lemahnya koordinasi antarlembaga, yang berdampak pada keterlambatan proses administrasi, khususnya di kantor imigrasi dengan volume pelayanan tinggi. Inovasi teknologi berupa aplikasi daring untuk pengajuan dokumen dan sistem antrean elektronik terbukti meningkatkan efisiensi pelayanan, sementara pembangunan Zona Integritas yang menekankan prinsip bebas korupsi turut memperkuat kepercayaan publik. Namun, implementasi inovasi tersebut belum merata di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan menjadi indikator utama kepuasan masyarakat dalam layanan keimigrasian dan merekomendasikan penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan, optimalisasi teknologi informasi dengan integrasi sistem antarinstansi, serta peningkatan koordinasi lintas sektoral guna mewujudkan pelayanan yang lebih responsif, efisien, dan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi imigrasi.
One Village One Product (OVOP) di Dusun Ngasem Kabupaten Gunung Kidul Mohammad Yunanto
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.3008

Abstract

Penelitian ini membahas potensi pariwisata Dusun Ngasem, Kecamatan Tepus Kabupaten Gunung Kidul sebagai kawasan yang penulis rekomendasikan dalam program One Village-One Product. Gunung Kidul sangat terkenal dengan keindahan pantainya, khususnya Dusun Ngasem, Kecamatan Tepus. Hal ini menjadikan wisata pesisir sebagai produk unggulan daerah ini. Produk unggulan itu sendiri merupakan produk potensial yang dikembangkan pada suatu daerah dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia lokal yang berorientasi pasar dan ramah lingkungan sehingga memiliki keunggulan kompetitif dan siap menghadapi persaingan global. Penelitian ini menunggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, Dusun Ngasem sebagai alternatif wisata di Yogyakarta, khususnya di Kecamatan Tepus Gunung Kidul yang mengacu pada program OVOP sangat layak untuk dikembangkan meskipun juga memiliki kekurangan. Hal ini terlihat dari aspek aksesibilitas yang sudah memadai, ketersediaan infrastruktur jalan beraspal yang mendukung kelancaran lalu lintas, fasilitas wisata yang relatif lengkap, serta atraksi yang memiliki daya tarik tinggi seperti panorama alam dan panjat tebing. Selain itu, sudah ada lembaga penunjang wisata, kreativitas masyarakat dalam pengelolaan wisata pantai, keberlanjutan pengelolaan dengan inovasi baru, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan pariwisata.
Implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Dalam Upaya Pengendalian Pertumbuhan Penduduk di Kota Pekanbaru Ratu Devina; Fajriani Ananda
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i2.3015

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kota Pekanbaru menimbulkan tantangan serius seperti laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, kepadatan penduduk dan persebaran penduduk yang tidak merata, serta meningkatnya angka kemiskinan akibat bonus demografi. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mengimplementasikan Program Bangga Kencana yang bertujuan mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui pembangunan keluarga berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Bangga Kencana dalam upaya pengendalian pertumbuhan penduduk di Kota Pekanbaru serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi dari informan kunci dari BKKBN Provinsi Riau, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pekanbaru, PLKB, serta masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa implementasi program Bangga Kencana di Kota Pekanbaru telah berjalan cukup baik berdasarkan indikator kemampuan organisasi, informasi, dukungan, dan pembagian potensi. Namun, masih terdapat kendala signifikan seperti keterbatasan jumlah sumber daya manusia, rendahnya partisipasi masyarakat, dan keterbatasan anggaran. Kesimpulannya, meskipun program telah diimplementasikan secara menyeluruh, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan kapasitas pelaksana, peningkatan literasi masyarakat terhadap program, serta sinergi lintas sektor. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya perbaikan tata kelola dan strategi komunikasi dalam implementasi kebijakan pengendalian penduduk, agar program Bangga Kencana dapat lebih optimal dalam mencapai tujuan keseimbangan demografis di wilayah perkotaan khususnya kota pekanbaru