cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
journal@idpublishing.org
Phone
+628111304014
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Jl. Sidorejo, Gg. Nakula No. C12, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, D.I Yogyakarta 55182
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 27988260     DOI : https://doi.org/10.53697/iso.v6i2
Jurnal ISO: Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora publishes scientific papers on the research and scientific studies in the scope of humanities and social studies, such as anthropology, studies, business, communication studies, corporate governance, criminology, the study of cross-cultural, demographic, economic studies of development, the study of education and ethics, social geography, the study of information technology management, industrial relations, international relations, legal studies, media studies, political science, the study of population dynamics, the study of psychology, the study of public administration, social welfare, religious studies and linguistics.
Articles 690 Documents
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial dalam Tradisi Mekering-Keringan dan Colekan-Colekan Adeng di Banjar Adat Banyuning Tengah Kadek Widiantini; Luh Putu Sendratari; Fitri Noviani
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk interaksi sosial yang terdapat dalam pelaksanaan tradisi mekering-keringan dan colek-colekan adeng di Banjar Adat Banyuning Tengah. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya masyarakat yang masih dipertahakan hingga saat ini dan dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan adat yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tokoh masyarakat, kelian adat, lurah, serta pemuda yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi mekering-keringan dan colek-colekan adeng terdapat berbagai bentuk interaksi sosial, di antaranya kerja sama, akomodasi, dan persaingan. Kerja sama terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam mempersiapkan hingga sampai penutup piodalan Pura Gede Pemayun. Sementara, akomodasi tampak terlihat dari sikap saling memahami antar peserta agar kegiatan tetap berlangsung dengan aman dan tertib. Persaingan tercermin dalam permainan yang dilakukan secara sportif dan penuh kegembiraan tanpa menimbulkan konflik. Melalui interaksi tersebut, tradisi ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan solidaritas masyarakat Banjar Adat Banyuning Tengah.
Social Phubbing: Analisis Dampak Pola Interaksi Mahasiswa di Era Digital Megi Diana Br Surbakti; Irwan Nur; Muhammad Idris
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3994

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perilaku phubbing pada pola interaksi mahasiswaa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha. Teori interaksionisme simboli George Herbert Mead digunakan untuk mengkaji dampak phubbing pada mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Undiksha. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif.  Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yakni menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen.  Proses analisis validitas data menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman, dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dampak perilaku phubbing dapat dianalisis dari aspek mind  (pikiran), self (diri), dan  society (masyarakat), damapak phubbing pada aspek mind (pikiran) menyebabkan respon yang cenderung lambat dan respon yang kurang relevan, dampak phubbing pada self (diri) yakni menjadikan mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial menjadi kurang mampu melakukan refleksi diri, dampak phubbing pada society (masyarakat) yakni menjadikan mahasiswa menormalisasi perilaku phubbing yang dianggap kurang sopan dan tidak sesuai dengan ekspetasi masyarakat.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Konservasi: Studi Kasus Program Rabu Mengajar dan Edupark Rusa Sambar PT Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor Sofia Rizki J; Dimas Budiman; Alifa Meisarah; Ahmad Ghozali; Nice Nurhayati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi melalui implementasi Program Rabu Mengajar dan pengembangan Edupark Rusa Sambar di Kawasan Keanekaragaman Hayati PT Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor. Studi ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya model integratif yang mampu menghubungkan kepentingan industri dengan konservasi keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat secara simultan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, analisis dokumen laporan periode 2019–2026, serta analisis ekologis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener (H′) untuk mengukur stabilitas ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan adanya integrasi yang efektif antara aktivitas industri dan upaya konservasi lingkungan. Dari aspek ekologis, populasi spesies prioritas, yaitu Rusa Sambar (Rusa unicolor), meningkat sebesar 500%, dari 4 individu awal menjadi 20 individu dalam kondisi sehat. Pada aspek flora, plot endemik seluas 0,7 hektar berhasil melestarikan 59 spesies tanaman, dengan nilai indeks keanekaragaman (H′) tingkat pohon sebesar 4,08 yang mengindikasikan kondisi biodiversitas yang sangat stabil. Dari aspek sosial, pendekatan edutainment mampu mentransformasi kawasan operasional menjadi laboratorium hidup yang inklusif, dengan jangkauan 2.898 penerima manfaat pada tahun 2024 serta memperoleh pengakuan internasional. Simpulannya, model integrasi antara konservasi dan pemberdayaan masyarakat ini terbukti efektif dalam mendorong masyarakat menjadi agen aktif pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan keamanan kawasan melalui dukungan sosial. Studi ini memberikan kontribusi sebagai praktik terbaik pembangunan berkelanjutan yang mengharmonisasikan produktivitas industri dengan pelestarian keanekaragaman hayati di Kalimantan.
Adaptasi Sosial dan Budaya Mahasiswa Afirmasi Papua di Lingkungan Kampus Universitas Riau Pidenus Kogoya; Muhammad Ihsan
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses adaptasi sosial dan budaya mahasiswa afirmasi Papua di lingkungan kampus Universitas Riau serta mengidentifikasi hambatan yang mereka hadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa afirmasi Papua sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa melakukan berbagai strategi adaptasi seperti menyesuaikan diri dengan lingkungan pergaulan kampus, membangun komunikasi dengan mahasiswa dari berbagai daerah, serta memperkuat solidaritas sesama mahasiswa Papua. Proses adaptasi juga terlihat dalam penyesuaian bahasa komunikasi, kebiasaan sosial, serta aktivitas akademik di lingkungan kampus. Meskipun demikian, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi mahasiswa, antara lain perbedaan bahasa dan logat, keterbatasan ekonomi, serta perbedaan latar belakang budaya. Dalam perspektif teori adaptasi John W. Bennett, adaptasi dipahami sebagai proses dinamis individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan budaya yang baru melalui interaksi, pembelajaran, dan strategi sosial tertentu. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dari sesama mahasiswa serta lingkungan pertemanan di kampus berperan penting dalam membantu mahasiswa afirmasi Papua mengatasi hambatan adaptasi dan mendukung keberhasilan mereka dalam menjalani kehidupan akademik di perguruan,tinggi.
Kepuasan Followers Atas Pemberitaan RUU TNI di Instagram @narasinewsroom Periode 13-20 Maret 2025 Shilvia Yulianti Sumarna; Henny Sri Mulyani; Maimon Herawati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.4004

Abstract

The growth of social media has positioned Instagram as one of the primary sources of information for Indonesian society (Habibah & Irwansyah, 2021). This study aims to examine the level of satisfaction among followers of @narasinewsroom regarding coverage of the Revision of the Indonesian National Armed Forces Law (RUU TNI) during March 13–20, 2025. Employing the Uses and Gratifications theory through Palmgreen's Gratifications Sought (GS) and Gratifications Obtained (GO) model, this study used a descriptive quantitative approach with a survey questionnaire distributed to 100 active followers who had accessed RUU TNI-related content. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test and mean score comparison. The findings reveal a significant difference between GS and GO (sig. 2-tailed = 0.001 ≤ 0.1), with a total mean GS of 426.6 exceeding the GO mean of 418.0. This indicates that followers have not yet reached satisfaction across the four dimensions examined: information, personal identity, social integration and interaction, and entertainment. The largest gap was found in the entertainment dimension, while the smallest appeared in social integration and interaction. These findings suggest that although information needs were relatively met, limitations in content format and the complexity of the issue affected overall audience satisfaction. Audiences expect more varied, interactive, and accessible content, particularly when covering politically sensitive policy issues such as the RUU TNI. These results underscore the importance of innovation in digital news content presentation to more optimally meet audience expectations.
Societal Analysis of Shipyard Industry Development in Batupute Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency Nur Alif; Sakaria; Sultan
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4015

Abstract

Industrial development is often embraced as a pathway to economic growth and improved living standards. However, contemporary development practices increasingly exhibit a tendency to overlook social, cultural, and environmental dimensions, resulting in an imbalanced development paradigm. This study aims to analyze community perspectives on the development of the shipbuilding industry in Batupute Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency, using a societal approach. A qualitative research design was employed, with data collected through in-depth interviews using a snowball sampling technique to capture diverse perspectives from local residents. The analysis is grounded in the societal framework proposed by Paulus Wirutomo, which emphasizes the interconnection of structural, cultural, and processual dimensions in development. The findings indicate that the implementation of industrial development in the study area has not fully aligned with an ideal societal development model. Structurally, there are emerging inequalities and shifts in local economic patterns. Culturally, traditional values and community cohesion are experiencing gradual erosion. Processually, limited community participation and weak social integration mechanisms further exacerbate these issues. The lack of synchronization among these three dimensions reflects a broader disintegration within the development process. In conclusion, the development of the shipbuilding industry has yet to achieve a balanced integration of societal principles. These results underscore the importance of adopting more inclusive, participatory, and environmentally conscious development strategies to ensure that economic progress does not come at the expense of social and cultural sustainability
Konflik Agraria Akibat Proyek Tol Indralaya – Prabumulih (Stusi Kasus Desa Jungai, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, kota Prabumulih) Fingki Meriska Arbunda; Ainur Ropik; Ibrahim Miftahafariz Miza
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik agraria dalam proses penetapan dan penyelesaian ganti rugi lahan pada proyek Jalan Tol Indralaya–Prabumulih di Desa Jungkai, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat penyelesaiannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan sembilan informan. Analisis penelitian menggunakan pendekatan resolusi konflik yang menekankan negosiasi berbasis kepentingan, melalui pemisahan antara posisi dan kepentingan, pencarian solusi yang saling menguntungkan, serta komunikasi terbuka dan rasional dalam mencapai kesepakatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik agraria muncul akibat tumpang tindih klaim kepemilikan lahan, terutama pada tanah warisan dan tanah puyang yang tidak memiliki bukti legal formal. Kondisi ini menyebabkan terhambatnya proses pemberian kompensasi karena pemerintah harus menunggu kepastian hukum terkait pihak yang berhak menerima ganti rugi. Upaya penyelesaian dilakukan melalui pendekatan persuasif, musyawarah, serta mekanisme hukum melalui konsinyasi di pengadilan. Namun, dalam praktiknya konflik belum sepenuhnya terselesaikan. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan persepsi mengenai nilai ganti rugi, lamanya proses hukum, serta masih berlangsungnya sengketa di antara pihak-pihak terkait. Selain itu, faktor penghambat lainnya meliputi ketidakjelasan status lahan, keterlambatan pembayaran kompensasi, dan pola komunikasi yang kurang efektif. Akibatnya, konflik agraria berlangsung cukup lama dan kompleks meskipun pembangunan jalan tol telah selesai dan beroperasi.
Pengelolaan Audiens Sebagai Sumber Daya Strategis pada Media Digital PRFM News Zandra Zerlina; Achmad Basith; Efi Fadilah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4020

Abstract

Perubahan perilaku audiens di era digital menuntut industri radio untuk beradaptasi melalui pengelolaan sumber daya internal yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana PRFM News membangun dan mengelola audiens agar menjadi aset bernilai dalam adaptasi media digital. Dengan menggunakan kerangka teori Resource-Based View (RBV), penelitian ini menganalisis sumber daya audiens melalui karakteristik VRIN (Valuable, Rare, Inimitable, Non-substitutable). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PRFM News menerapkan strategi pengelolaan audiens dengan cara melibatkan audiens secara aktif dalam proses produksi konten, memelihara hubungan sekaligus komunikasi yang baik, dan adaptasi terhadap perilaku audiens  pada platform digital. Audiens PRFM News terbukti menjadi aset strategis yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan karena perannya sebagai penyedia informasi utama yang memenuhi karakteristik Valuable dan Non-substituable.
Perlindungan Hukum terhadap Tenaga Kerja Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja Gunardi Lie; Meiliani
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4026

Abstract

Secara substantif, sistem hukum ketenagakerjaan memiliki peran yang krusial dalam menciptakan kepastian hukum dan memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja di Indonesia. Melalui berbagai ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur relasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, hukum ketenagakerjaan memastikan terpenuhinya hak-hak tenaga kerja. Perlindungan tersebut tercermin dalam pengaturan mengenai pengupahan, jaminan sosial ketenagakerjaan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengaturan waktu kerja dan waktu istirahat. Selain itu, aspek penyelesaian perselisihan hubungan industrial juga menjadi bagian penting dalam kerangka pengaturan tersebut. Dengan adanya pengaturan yang menyeluruh tersebut, diharapkan dapat terwujud hubungan kerja yang lebih adil, proporsional, dan seimbang. Selain itu, keberadaan ketentuan tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan sekaligus menjamin kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat dalam hubungan ketenagakerjaan. Penelitian ini menggunakan “metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan yang relevan serta didukung oleh studi kepustakaan”. Data penelitian terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum ketenagakerjaan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengaturan, tetapi juga sebagai sarana perlindungan bagi pekerja dalam berbagai aspek hubungan kerja. Dengan demikian, hukum ketenagakerjaan diharapkan dapat mewujudkan hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan pekerja di Indonesia.
Polarisasi Politik Gen Z pada Aksi Demonstrasi Agustus 2025 Melalui Sosial Media TikTok Rafiq Rasya Bintaher; Devi Wening Astari
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.4030

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji secara analitis proses terbentuknya polarisasi politik di kalangan Generasi Z melalui produksi konten serta pola interaksi yang berlangsung di media sosial TikTok setelah demonstrasi 25–31 Agustus 2025 di Indonesia. Fenomena ini mengindikasikan bahwa dinamika politik tidak lagi terbatas pada ruang fisik semata, melainkan turut mengalami ekspansi ke ranah digital yang dipengaruhi oleh mekanisme algoritmik platform serta kecenderungan perilaku pengguna. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus tunggal. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi digital terhadap konten TikTok, wawancara semi-terstruktur dengan pengguna yang berasal dari kelompok Generasi Z, serta dokumentasi terhadap konten-konten yang dianggap relevan. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik guna mengidentifikasi pola narasi, ekspresi emosional, penggunaan simbol visual, serta bentuk-bentuk interaksi antar pengguna. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa polarisasi politik terbentuk melalui fragmentasi narasi konten antara kelompok yang pro dan kontra, penguatan emosi kolektif yang muncul dalam kolom komentar, serta pemanfaatan simbol yang merepresentasikan posisi ideologis tertentu. Di samping itu, algoritma TikTok turut berperan dalam mendistribusikan konten secara repetitif sehingga memperkuat kecenderungan terbentuknya echo chamber. Adapun pola interaksi pengguna yang cenderung pasif, selektif, dan defensif semakin memperdalam segregasi informasi yang terjadi. Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai medium distribusi informasi, tetapi juga sebagai ruang yang secara aktif memproduksi sekaligus mereproduksi polarisasi politik di kalangan Generasi Z. Temuan ini menegaskan urgensi literasi digital dalam merespons arus informasi di media sosial, khususnya di kalangan Generasi Z.