cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
journal@idpublishing.org
Phone
+628111304014
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Jl. Sidorejo, Gg. Nakula No. C12, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, D.I Yogyakarta 55182
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 27988260     DOI : https://doi.org/10.53697/iso.v6i2
Jurnal ISO: Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora publishes scientific papers on the research and scientific studies in the scope of humanities and social studies, such as anthropology, studies, business, communication studies, corporate governance, criminology, the study of cross-cultural, demographic, economic studies of development, the study of education and ethics, social geography, the study of information technology management, industrial relations, international relations, legal studies, media studies, political science, the study of population dynamics, the study of psychology, the study of public administration, social welfare, religious studies and linguistics.
Articles 690 Documents
Childfree dalam Kacamata Media Media Alternatif: Pembingkaian Makna dalam Pemberitaan Konde.co Aqeela Syahida Fatara; Achmad Abdul Basith; Nunik Maharani Hartoyo
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3772

Abstract

Penelitian ini menganalisis pembingkaian realitas sosial childfree dalam pemberitaan media alternatif perempuan Konde.co. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang meliputi struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis teks berita childfree yang dipublikasikan Konde.co, studi literatur, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konde.co secara konsisten menempatkan perempuan sebagai subjek utama pemberitaan dengan dominasi perspektif feminisme. Pada struktur skrip, artikel menyajikan unsur 5W+1H dengan penekanan pada aspek why dan how untuk menjelaskan alasan serta permasalahan struktural di balik pilihan hidup childfree. Secara tematik, Konde.co mengkritik sistem patriarki dan norma pronatalisme, sementara secara retoris menggunakan diksi yang menentang stigma serta praktik menyalahkan perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa konstruksi realitas childfree dalam pemberitaan Konde.co tidak bersifat netral, melainkan dipengaruhi oleh ideologi media dan keberpihakannya pada isu perempuan, sehingga berpotensi menggiring pemaknaan khalayak terhadap fenomena childfree.
Digital Literacy as an Instrument for Youth Empowerment and Creativity in Nonformal Education Bondan Dewabrata; Supriadi; Rosnindar Rahardjo; Akis Jasuli; Annisa Syakina; Yowanda
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3777

Abstract

This study aims to analyze the level and role of digital literacy among creative youth at the Muhammadiyah Orphanage in Sumenep within a non-formal educational context. A qualitative research design was employed, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and digital documentation analysis. The data were analyzed using thematic analysis to identify patterns related to digital literacy competencies and their contribution to creative practices. The findings reveal that the digital literacy level of orphanage youth is predominantly basic, with skills concentrated on technical and operational use of digital devices and social media platforms. Higher-order competencies, including critical evaluation of information, verification of digital content, and awareness of digital security, remain limited. However, ethical awareness in basic digital interactions is relatively well established. Despite these limitations, digital literacy has begun to facilitate creative expression, particularly through simple visual and audiovisual content production, which positively influences self-confidence and social engagement among the youth. These findings demonstrate that even at an elementary level, digital literacy can function as a catalyst for creativity and empowerment when aligned with youth interests. The study underscores the need for structured and context-sensitive digital literacy programs in non-formal educational institutions to strengthen critical awareness, creative capacity, and sustainable empowerment for marginalized youth in the digital era.
Implementasi Konsep Eco Friendly dan Green Tourism pada Cipta Hotel Pancoran – Jakarta Alesandra Ephyna; Cherish Olivier; Keisya Shalka; Muhammad Dafidhan; Ramadhania Syabilah; Revalina Sopiyan; Sandy Yudha; Tiara Pakpahan
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3781

Abstract

This study aims to analyze the implementation of zero waste and green tourism concepts at Cipta Hotel Pancoran - Jakarta as part of sustainable hospitality practices. The study uses a qualitative descriptive approach with a case study method. Data were collected through direct observation, interviews with hotel management, and documentation related to environmental management practices. The results indicate that Cipta Hotel Pancoran - Jakarta has implemented various sustainability initiatives, including waste management in collaboration with local environmental authorities, reduction of single-use plastic through refillable amenities, energy and water efficiency policies, and environmental awareness programs for staff and guests. Although some initiatives such as eco-enzyme and organic waste processing faced operational challenges, these efforts demonstrate the hotel’s commitment to continuous improvement in supporting environmental sustainability and green tourism development.
Peran Komunikasi Interpersonal Dalam Mengelola Tekanan Akademik Mahasiswa Fakultas Farmasi di Universitas Bhakti Kencana Meysa Zehan; Ira Rambe; Zahra Septianingsih; Hasna Nafisah; Syifa Adha; Ipa Nurpadila; Yasmine Humaira; Azhar Fauzan
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3783

Abstract

Tekanan akademik merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari kehidupan mahasiswa di perguruan tinggi, khususnya pada bidang studi yang memiliki tuntutan tinggi seperti Farmasi. Beban akademik yang berat, intensitas praktikum laboratorium, kompleksitas materi perkuliahan, serta tenggat waktu yang berdekatan sering kali memicu stres akademik yang berdampak pada kesejahteraan mental mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran komunikasi interpersonal dalam mengelola tekanan akademik mahasiswa Fakultas Farmasi di Universitas Bhakti Kencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami pengalaman mahasiswa secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh mahasiswa Fakultas Farmasi yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Selain itu, data sekunder berupa literatur, buku, dan jurnal ilmiah digunakan untuk mendukung dan memperkuat hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan mengalami tekanan akademik dengan tingkat dan pengalaman yang beragam. Tekanan akademik tersebut bersumber dari tingginya beban tugas, intensitas praktikum, kompleksitas materi perkuliahan, serta tenggat waktu yang berdekatan. Kondisi ini menimbulkan berbagai respons psikologis dan fisik, seperti stres, kecemasan, kelelahan, gangguan tidur, penurunan konsentrasi belajar, dan menurunnya motivasi akademik. Komunikasi interpersonal memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengelola tekanan akademik, terutama melalui komunikasi dengan teman sebaya yang memberikan dukungan emosional, motivasi, serta solusi praktis. Selain itu, komunikasi dengan keluarga juga berperan sebagai sumber dukungan emosional yang memberikan rasa aman dan perhatian.
Pembelaan Hukum Untuk Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Dari Prespektif Hukum Pidana Ruth Evelina Mariana Lumbantoruan; Roida Nababan
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3785

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum yang tersedia bagi mereka yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dilihat melalui lensa hukum pidana Indonesia, dengan fokus pada periode setelah implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 yang membahas pemberantasan kekerasan dalam rumah tangga (UU PKDRT). Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai bagaimana hukum pidana menawarkan perlindungan kepada individu yang terdampak kekerasan dalam rumah tangga, untuk mengevaluasi efektivitas penegakan hukum di dunia nyata, dan untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi dalam memastikan perlindungan hukum. Metodologi penelitian yuridis normatif, yang mencakup kerangka legislatif yang relevan, wawasan dari para ahli, dan putusan pengadilan, digunakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun UU PKDRT telah menetapkan struktur hukum yang lebih baik dan lebih menyeluruh, berbagai elemen seringkali menghambat perlindungan korban, termasuk keberadaan norma sosial patriarki yang signifikan, tantangan dalam penegakan hukum selama fase investigasi dan persidangan, dan kurangnya pemahaman publik tentang hukum. Kesimpulan Meskipun Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga telah menciptakan kerangka hukum yang komprehensif, perlindungan korban seringkali terhambat oleh beberapa faktor. Temuan menunjukkan peningkatan tindakan katarsis (pemenjaraan pelaku) dibandingkan dengan perlindungan preventif seperti "rumah aman". Tantangan utama meliputi norma sosial patriarki yang kuat yang menyamakan kekerasan dalam rumah tangga, hambatan khusus terhadap investigasi dan persidangan, dan rendahnya pemahaman publik tentang hukum. Penegakan hukum yang efektif tetap terhambat oleh lambatnya kolaborasi kelembagaan dan stigma sosial.
Analisis Framing Konten Black Campaign @ecinos: Terkait Respon Publik Bintang Nuraeni; Detya Wiryany
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3787

Abstract

This study analyzes the framing of @ecinos content that constructs a black campaign narrative against Uniqlo and Hulm and identifies public responses to the narrative. A descriptive qualitative approach was employed using the Pan and Kosicki framing model, encompassing syntactic, script, thematic, and rhetorical dimensions. The data were derived from social media content and user comments on Instagram, TikTok, and X, complemented by in-depth interviews with marketing communication practitioners. The findings indicate that Ecinos frames its competitors as less advantageous by emphasizing higher prices and perceived disproportionate quality, while simultaneously positioning its own brand as a more rational and reasonable choice. This framing pattern generates a predominance of negative public responses, including expressions of disappointment and calls for boycotts. At the same time, the reactions reflect an increasing level of public awareness and sensitivity toward black campaign practices. Practitioners interviewed in this study argue that such strategies pose significant risks, particularly in undermining consumer trust and eroding brand equity in the long term. Overall, the study highlights the strategic implications of framing in social media-based competitive communication and its potential consequences for brand sustainability.
Psikoedukasi “Strong Family, Smart Kids” Upaya Peningkatan Pengetahuan Serta Identifikasi Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Wahyu Putri; Djudiyah; ⁠Siti Fasikhah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3788

Abstract

Parents' understanding of child development knowledge will be very helpful in parenting. This study aims to develop knowledge and identify children's cognitive development for parents of Kindergarten X Malang City because many parents still do not understand the importance of early stimulation and their role as the main companion in their child's growth and development. The method in this study used a pre-experimental model with a one-group pretest–posttest design, and applied a child's cognitive development measurement scale and the "Playtime Parent's and Teacher's Guide". The results of the t-test analysis obtained t = -7.839) (sig. 000 (p < 0.05). This means there is a difference in parents' knowledge about children's cognitive development before and after being given psychoeducation. The post-test mean (M = 18.00) is greater than the pre-test mean (M = 14.28). The results of the study indicate that the psychoeducation program is significantly able to increase parents' knowledge of cognitive development.
Optimalisasi Kapasitas dan Kelembagaan Daerah dalam Menjawab Tantangan Pelayanan Publik Era Digital (Studi Kasus DPMPTSP Kota Probolinggo) Mahfudz Aminulloh; Verto Septiandika; Mastina Maksin
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kapasitas aparatur serta reformasi kelembagaan dalam merespons tuntutan masyarakat yang terus berkembang seiring dengan dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus pada instansi pemerintah daerah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi langsung terhadap proses pelayanan publik, serta analisis dokumen kebijakan dan administrasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas aparatur melalui pelatihan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan etos kerja dan orientasi pelayanan publik memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan responsivitas birokrasi. Selain itu, kelembagaan yang bersifat fleksibel, terbuka terhadap inovasi, dan didukung oleh mekanisme koordinasi yang efektif terbukti mampu beradaptasi dengan kebutuhan pelayanan publik yang semakin dinamis dan kompleks. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara penguatan kapasitas individu aparatur dan reformasi kelembagaan merupakan faktor kunci dalam mewujudkan pelayanan publik yang adaptif, partisipatif, transparan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Digital Ideological Sovereignty in the Age of Platform Capitalism: A New Theoretical Approach Based on the Indonesian Case Muhammad Falah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3798

Abstract

This article introduces Digital Ideological Sovereignty (DIS) as a theoretical framework for understanding state power in digital spaces, emphasizing the ideological, symbolic, and relational dimensions of sovereignty. While traditional digital sovereignty focuses on infrastructure, data, and regulatory control, DIS foregrounds how states actively embed, project, and negotiate ideology in algorithmically mediated environments. To empirically ground this framework, Indonesia serves as a case study, employing a qualitative, multi-method approach including content analysis of official digital communications, platform governance documents, and social media campaigns, combined with semi-structured expert interviews with policymakers and platform managers. The study demonstrates how a Global South state leverages national ideology (Pancasila) across digital channels to maintain legitimacy, visibility, and symbolic authority. Findings reveal that ideology is performative and measurable, enacted through content framing, platform negotiation, and algorithmically optimized messaging. Importantly, DIS highlights relational sovereignty, where states do not isolate networks but strategically adapt to platform logics to amplify ideological influence. Compared to Western contexts, where digital governance often prioritizes regulation, data protection, or market competition, DIS demonstrates the centrality of ideology in sustaining legitimacy in Global South states. The framework identifies three interconnected dimensions of sovereignty material, regulatory, and ideological and operationalizes them through instruments such as official digital communications, platform compliance negotiation, and symbolic interventions. By integrating content, visibility, and symbolic authority, DIS provides a measurable and strategic approach for analyzing how states negotiate transnational platform dominance while preserving national ideological frameworks.
Pemaknaan Identitas Alternatif Remaja Melalui Akun Roleplay di Media Sosial X Zahra Sukmana; Amy Silviany
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3801

Abstract

Perkembangan media sosial telah membuka ruang baru bagi remaja untuk membangun dan mengekspresikan identitas alternatif, salah satunya melalui praktik Roleplay (RP) di platform X. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana remaja memaknai identitas alternatif yang mereka bangun melalui akun Roleplay, serta peran identitas tersebut dalam aspek personal, emosional, sosial, dan pembentukan konsep diri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan terdiri dari tiga remaja berusia 17–18 tahun yang aktif menggunakan akun Roleplay selama minimal enam bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi virtual, dan dokumentasi digital. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan menjaga keabsahan melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas alternatif melalui Roleplay berfungsi sebagai ruang ekspresi diri yang memungkinkan remaja menampilkan aspek kepribadian yang tidak dapat sepenuhnya diekspresikan dalam kehidupan offline. Identitas RP memberikan makna personal sebagai sarana eksplorasi diri, makna emosional sebagai media regulasi emosi dan penciptaan emotional safe space, serta makna sosial melalui pembentukan relasi suportif dan sense of belonging dalam komunitas RP. Selain itu, identitas RP berperan sebagai ruang reflektif yang membantu remaja memahami potensi, kebutuhan emosional, dan karakter personal mereka. Temuan juga menunjukkan adanya proses integrasi antara identitas alternatif dan identitas asli, di mana nilai, kepercayaan diri, dan pola komunikasi dari identitas RP turut memengaruhi kehidupan sehari-hari remaja. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa identitas alternatif dalam Roleplay tidak hanya bersifat fiktif, tetapi berkontribusi signifikan terhadap pembentukan konsep diri dan perkembangan psikososial remaja di era digital.