cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
journal@idpublishing.org
Phone
+628111304014
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Jl. Sidorejo, Gg. Nakula No. C12, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, D.I Yogyakarta 55182
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : 27988260     DOI : https://doi.org/10.53697/iso.v6i2
Jurnal ISO: Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora publishes scientific papers on the research and scientific studies in the scope of humanities and social studies, such as anthropology, studies, business, communication studies, corporate governance, criminology, the study of cross-cultural, demographic, economic studies of development, the study of education and ethics, social geography, the study of information technology management, industrial relations, international relations, legal studies, media studies, political science, the study of population dynamics, the study of psychology, the study of public administration, social welfare, religious studies and linguistics.
Articles 690 Documents
Strategi Bank Daerah dalam Penguatan Ekonomi Daerah Melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR): Studi pada BPD Bali Diah Wiyastari
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam penguatan ekonomi daerah melalui Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pendekatan manajemen strategis. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada BPD Bali. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pelaksanaan KUR di BPD Bali disusun berdasarkan mandat organisasi dan selaras dengan visi dan misi bank sebagai lembaga keuangan daerah. Strategi tersebut mencakup perluasan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penguatan administrasi kredit dan manajemen risiko, serta peningkatan kualitas layanan operasional. Implementasi strategi KUR didukung oleh komitmen manajemen internal dan kebijakan pemerintah, namun masih menghadapi kendala berupa risiko kredit bermasalah serta kompleksitas prosedur administrasi kredit. Meskipun demikian, program KUR terbukti memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi daerah, terutama dalam meningkatkan kapasitas usaha UMKM dan memperluas kesempatan kerja. Penelitian ini merekomendasikan penguatan digitalisasi layanan perbankan dan peningkatan pendampingan UMKM guna meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program KUR di daerah.
Antecedents and Consequences of Partner Phubbing: Systematic Literature Review Wahyu Putri; ⁠Nida Hasanati
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3680

Abstract

This study aims to examine the antecedents and consequences of partner phubbing based on empirical findings published in the last five years. This study uses a systematic literature review with the SPIDER approach. The review applies inclusion and exclusion criteria. The literature search uses Publish or Perish 8 with Google Scholar and journal databases including PubMed, Sagepub, ResearchGate, Scopus, ScienceDirect, and Elsevier. The review results show that antecedents of partner phubbing are dominated by individual psychological factors. These factors include loneliness, attachment anxiety, low self-esteem, low empathy, fear of missing out, and addiction to gadgets and social media. Relational factors also contribute to partner phubbing behavior. These factors include low intimacy, ineffective communication, increased conflict, and low partner responsiveness. The findings also indicate that partner phubbing has negative consequences for romantic relationships. Short-term effects include sadness, anger, irritation, and feelings of loneliness. Long-term effects include increased jealousy and conflict, reduced commitment, decreased intimacy, weakened trust, lower relationship satisfaction, and reduced individual well-being. These impacts can undermine relationship stability and quality. This review provides a structured overview of recent evidence on partner phubbing and highlights key psychological and relational mechanisms that explain its causes and consequences. 
Edukasi Lingkungan melalui Pembiasaan Penggunaan Tumbler untuk Mengurangi Sampah Plastik di SDN Pondok Labu 02 Cilandak, Jakarta Selatan Nikolas Silitonga; Fatkhuri
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3684

Abstract

Permasalahan  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan penggunaan tumbler sebagai upaya mengurangi sampah plastik serta menumbuhkan kesadaran dan karakter peduli lingkungan pada siswa di SDN Pondok Labu 02 Cilandak, Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan siswa, guru, dan pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan penggunaan tumbler berdampak positif terhadap peningkatan kesadaran siswa dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta membentuk sikap tanggung jawab dan disiplin lingkungan. Dukungan guru, kebijakan sekolah, dan penyediaan fasilitas pendukung menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembiasaan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan penggunaan tumbler merupakan strategi sederhana namun efektif dalam mengurangi sampah plastik sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan budaya peduli lingkungan sejak usia dini.
Strategi Politik Digital dalam Pemilihan Kepala Daerah (Studi Akun Tiktok Lucianty. Official Musi Banyuasin 2024) Minal Mukromin; Kun Budianto; Siti Anisyah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3702

Abstract

TikTok telah menjadi platform kampanye politik utama secara global, namun efektivitasnya kurang dieksplorasi bagi kandidat mantan koruptor di Pilkada kabupaten pedesaan Indonesia. Penelitian ini menganalisis strategi politik Lucianty, S.E. melalui TikTok pada Pilkada Musi Banyuasin 2024, di mana ia meraup 130.774 suara meskipun rekam jejak hukum. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis isi, purposive sampling menargetkan postingan berengagement tinggi dari @lucianty.official (13,9 ribu pengikut, 360,8 ribu likes) selama periode kampanye 22 September-23 November. Instrumen mencakup observasi partisipatif, screenshot, dan metrik engagement, dianalisis melalui model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian, penarikan kesimpulan) dengan kerangka ofensif-defensif Schoder. Hasil menunjukkan strategi ofensif memperluas basis pemilih melalui kunjungan desa (Sri Damai: 35,8 ribu views) dan program MUBA SEHATI di 57 desa/kelurahan, sementara strategi defensif mempertahankan pendukung inti via konten religius dan acara masyarakat. Kesimpulannya, keberhasilan parsial recovery personal branding terhambat akses digital pedesaan (33,8% Gen Z) dan skeptisisme pasca-korupsi, menyarankan pendekatan hybrid online-offline bagi calon pedesaan.
Manajemen Konflik Politik Lokal Pasca Pilkada: Nepotisme dan Tantangan Pemerintahan Berintregitas: Studi Kasus di Kabupaten Lampung Tengah Novika Dwi Lestiana
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3715

Abstract

Nepotisme dan sistem kekerabatan pasca-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia sering melemahkan meritokrasi dan integritas birokrasi, terutama terlihat pada kontroversi pengangkatan Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Tengah tahun 2025. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber konflik, menganalisis dampak terhadap pemerintahan daerah, serta merumuskan solusi manajemen konflik. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal, populasi mencakup dokumen publik dan laporan media pasca-Pilkada 2020, disampel secara purposif dari artefak krusial seperti pengumuman seleksi dan pengaduan masyarakat. Data dianalisis melalui model Miles dan Huberman meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi teori Ruhyanto dan Galtung. Hasil menunjukkan nepotisme dalam seleksi Sekda (Welly Adi Wantra, nilai 82,40) memicu ketidakpercayaan publik, pemeriksaan Ombudsman, dan risiko pengadaan melebihi Rp17 miliar. Kesimpulannya, penguatan sistem merit, pengawasan independen, dan partisipasi publik direkomendasikan untuk transformasi konflik menuju pemerintahan berintegritas.
Penerapan Pedoman Pemberitaan Tindak Dan Upaya Bunuh Diri oleh Detik.com Pada Pemberitaan Bunuh Diri Kim Sae-Ron Wini Azizah; Gema Bakry; Abie Besman
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3725

Abstract

Pemberitaan isu bunuh diri di media massa merupakan salah satu jenis penyajian berita yang harus diperhatikan secara hati-hati. Media memiliki potensi pelanggaran yang besar dan dapat berdampak buruk bagi pembaca apabila pelaporan berita dilakukan dengan diksi dan narasi dramatis. Cara media menggambarkan dan melaporkan isu bunuh diri di Indonesia sendiri masih harus diperhatikan. Penayangan detail-detail pada sebuah kasus bunuh diri oleh media Indonesia akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental masyarakat. Pelanggaran ini tidak hanya terjadi pada kasus dalam negeri, tetapi juga pemberitaan kasus bunuh diri selebritis luar negeri, Kim Sae-Ron. Untuk mencegah penggambaran yang memprihatinkan terkait bunuh diri oleh media daring, Dewan Pers kemudian menyusun Pedoman Pemberitaan Terkait Tindak dan Upaya Bunuh Diri pada 22 Maret 2019. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat kepatuhan media Detik.com dalam mematuhi etika jurnalistik ketika menyajikan pemberitaan kasus bunuh diri Kim Sae-Ron, digunakan metode analisis isi kuantitatif oleh Krippendorff (2004) dengan 11 poin indikator pedoman yang dikeluarkan Dewan Pers. Berdasarkan hasil penelitian pada 45 berita, ditemukan bahwa Detik.com mendapatkan persentase sebesar 71,72% dengan kategori kepatuhan “Tinggi.” Tujuh poin telah memenuhi penerapan pedoman bunuh diri Dewan Pers. Akan tetapi, masih ditemukan pelanggaran yang tinggi pada empat poin lainnya sehingga perlu ditingkatkan kembali dalam penyajian berita. Detik.com dan media-media di Indonesia diharapkan terus konsisten dan lebih baik dalam menyajikan pemberitaan selanjutnya, terutama dengan memperhatikan pedoman pemberitaan pada isu-isu sensitif, seperti upaya tindakan bunuh diri dan kesehatan mental. Temuan ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif pada praktik jurnalisme, khususnya pemberitaan bunuh diri di masa mendatang.
Pengaruh Emotional Priming terhadap Kedekatan Emosional Keluarga dan Secure Attachment pada Siswa SMPN 155 Jakarta Hana Qonita; Fathia Kamila; Ratih Muliandari; Nadhira Annisa
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh emotional priming terhadap kedekatan emosional keluarga dan secure attachment pada siswa SMPN 155 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain pretest–posttest control group. Populasi penelitian adalah siswa sekolah menengah pertama, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan random assignment, sehingga diperoleh 30 partisipan yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa emotional priming melalui terapi sinema, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Paired Samples T-Test dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional priming berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kedekatan emosional keluarga dengan ukuran efek yang besar, namun tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap secure attachment. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan emotional priming dalam konteks kedekatan emosional keluarga pada remaja. Temuan ini mengimplikasikan bahwa intervensi berbasis emosi efektif untuk meningkatkan aspek afektif jangka pendek, sementara penguatan kelekatan memerlukan pendekatan jangka panjang dan sistemik.
Merayakan Perbedaan sebagai Praktik Pendidikan Demokrasi: Studi Kualitatif tentang Toleransi Beragama di Sekolah dan Masyarakat Devi Hidayat; Dadang Sundawa
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik toleransi beragama sebagai bentuk nyata pendidikan demokrasi dalam kehidupan sekolah dan masyarakat multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang berlokasi di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, wilayah dengan karakter masyarakat multireligius yang relatif harmonis. Subjek penelitian meliputi siswa sekolah menengah pertama dari latar belakang agama yang berbeda serta guru dari sekolah dengan karakter keagamaan yang beragam. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, narasi pengalaman siswa, wawancara dan dialog informal dengan guru, serta dokumentasi pendukung, kemudian dianalisis secara deskriptif-tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi beragama terwujud dalam praktik sosial sehari-hari, terutama melalui sikap saling menghormati dan partisipasi lintas agama dalam perayaan hari besar keagamaan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Praktik tersebut mencerminkan toleransi sebagai pengalaman hidup bersama yang demokratis, bukan sekadar nilai normatif. Temuan penelitian juga menegaskan peran strategis sekolah dan guru dalam menanamkan nilai toleransi melalui pembelajaran yang dialogis, partisipatif, dan kontekstual, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Integrasi nilai toleransi dalam pembelajaran IPS berimplikasi pada penguatan pendidikan demokrasi melalui pengembangan empati, penghargaan terhadap perbedaan, dan kecerdasan kewargaan peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa merayakan perbedaan dapat dipahami sebagai praktik pendidikan demokrasi yang substansial dalam masyarakat multikultural.
Innovation in AI-Based Social Studies Learning for Strengthening Civic Social Intelligence and Pancasila Character in Junior Secondary Schools Gina Syarifah; Dadang Sundawa
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang berorientasi pada penguatan Civic Social Intelligence serta mengembangkan model inovatif berbasis teknologi untuk memperkuat karakter Pancasila pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential, yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif melalui survei terhadap siswa, kemudian diperdalam melalui wawancara dan observasi terhadap guru IPS dan siswa di beberapa SMP di wilayah Jawa Barat. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui teknik tematik untuk mengungkap makna dan dinamika pembelajaran berbasis AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran IPS berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman sosial, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran etika dan tanggung jawab sosial siswa. Pemanfaatan AI melalui simulasi sosial, pembelajaran berbasis skenario, dan refleksi digital terbukti efektif dalam memfasilitasi internalisasi nilai-nilai Pancasila secara kontekstual. Temuan kualitatif mengungkap bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai mediator reflektif yang mendorong pembentukan sikap empati, toleransi, dan literasi kewarganegaraan digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan model pembelajaran IPS berbasis AI yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan moral sebagai upaya membentuk generasi muda yang cerdas secara sosial dan berkarakter Pancasila.
Public Trust Pada Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Selatan (Studi Kasus Di Kelurahan Mawar Kecamatan Banjarmasin Tengah) Fika Fibriyanita; Irma Muliana; Sitna Hajar Malawat; Riska Aulia Noor; Deli Anhar
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3758

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kepercayaan publik (public trust) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Selatan pasca pelaksanaan Pilkada 2020 dan Pemilu 2024, dengan studi kasus di Kelurahan Mawar, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Fokus penelitian diarahkan pada lima indikator kepercayaan publik, yaitu komitmen, ketulusan, kejujuran, kompetensi, dan keadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari dua pegawai KPU Provinsi Kalimantan Selatan dan lima masyarakat setempat, serta didukung oleh dokumentasi dan data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap KPU Provinsi Kalimantan Selatan di Kelurahan Mawar tergolong rendah karena Masyarakat jelas sangat melihat adanya pilih kasih atau dalam artian ada nya kolusi dari para penguasa. Pada aspek komitmen, KPU dinilai belum bisa konsisten dalam pelaksanaan tahapan pemilu. Aspek ketulusan telah ditunjukkan melalui penyediaan informasi dan layanan berbasis digital, namun belum dirasakan secara merata oleh masyarakat. Kejujuran KPU masih dipertanyakan akibat adanya dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu sebelumnya yang mana terlihat jelas perbedaan penetapan calon pemimpin. Dari sisi kompetensi, KPU dinilai cukup baik dalam aspek teknis penyelenggaraan pemilu, tetapi masih lemah dalam edukasi politik dan peningkatan partisipasi publik. Sementara itu, aspek keadilan dianggap belum terpenuhi, terutama terkait kurangnya transparansi dalam pengambilan keputusan strategis. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun KPU telah menjalankan fungsi kelembagaannya, kepercayaan publik belum terbangun secara optimal dan memerlukan perbaikan berkelanjutan dalam transparansi, komunikasi publik, dan keadilan penyelenggaraan pemilu.