cover
Contact Name
Abdul Rahman Ramadhan
Contact Email
abdulrahmanramadhan95@gmail.com
Phone
+6285162544800
Journal Mail Official
musthalahjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Basuki Rahmat, Perum. Griya Permata Buana B-03 Kec. Kaliwates, Kab. Jember, Jawa Timur, 68132
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin
ISSN : 31101143     EISSN : 31100937     DOI : -
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin (E-ISSN 3110-0937 | P-ISSN 3110-1143) terbit secara berkala 3 (tiga) kali dalam setahun pada bulan April, Agustus dan Desember sejak tahun 2024. Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin diterbitkan dan dikelola secara independen oleh PT Syamilah Literasi Islami dan didedikasikan sebagai media publikasi karya akademik terbaik para peneliti dari kalangan akademisi maupun praktisi. Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin menempatkan isu-isu kontemporer dan fenomena sosial dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti hukum, politik, pemerintahan, agama, ekonomi, keuangan, manajemen, akuntansi, pendidikan, dan yang lainnya. Artikel yang dipublikasikan Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin ditulis menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin telah terindeks di berbagai platform indeks artikel ilmiah seperti Google Scholar, dan lain-lain.
Articles 37 Documents
Diplomacy and Negotiation In The Liberation Of Abu Sayyaf Hostagee Nabila Husnul Khotimah; Saili Rahma Fidrianti; Rizky Andika Putra; Yusawinur Barella; Ori Fahriansyah
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the involvement of the Abu Sayyaf Group in international relations, focusing on their activities of piracy and hostage-taking, and the role of diplomacy in hostage release. The research aims to analyze the chronological events of abduction and the diplomatic negotiations that follow. Utilizing a qualitative approach, the study examines various case studies of Abu Sayyaf’s kidnappings and the subsequent employs hostage-taking as a strategic tool to finance their operations, often targeting foreign nationals to laverage international attention. Diplomatic negotiations, both official and unofficial, play a crucial role in securing the release of hostages. The study concludes that effective diplomacy, infolving international pressure and regional cooperation, is essential in resolving hostage situations. This research highlight the importance of strategic communication and negotiation skills in international diplomaccy and counterterrorism efforts.
Smuggling Of Illegal Indonesian Workers In Malaysia Hilda Savitri
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country close to Malaysia, making it easier for illegal migrant workers to enter Malaysia to work illegally. One of the factors for the occurrence of this illegal migrant worker case is the lack of education so that the surrounding community lacks jobs in Indonesia which makes them go to Malaysia to get a job even though the job is illegal. Then the next factor is the difference in higher salaries in Malaysia compared to Indonesia.  The Indonesian government's efforts are to provide various ways to overcome it such as legal protection from the Indonesian Embassy which has direct responsibility for the problem of illegal migrant workers. This research discusses the smuggling of illegal Indonesian workers in Malaysia which will discuss the factors that influence the emergence of illegal workers, the impact caused by illegal workers, as well as the laws given to these illegal workers, and the government's response from both countries regarding this case. by using qualitative methods based on literature studies and online searches to obtain information.
North Korea: Country Without Freedom Putri Tri Aurasifa; Khairilla Ayurie; Riyanda Suciati; Yusawinur Barella
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Democratic People's Republic of Korea, also known as North Korea, is a country in East Asia, with Pyongyang as its capital. Since the founding of North Korea with Kim Il Sung as the first leader, he created Juche as a state ideology derived from the absorption of Marxism and communism ideologies According to John Locke, human rights are inherent privileges bestowed upon people by God. This paper aims to describe the basic rights that have been taken away in North Korea. This research uses a qualitative method, which is a method based on observation of accurate data collection from various trusted sources. Data collection is carried out through stages such as 1) reading and understanding the contents of journals and articles obtained from the internet. 2) sorting the data. 3) detailing the data. 4) data analysis the notoriously closed communist nation of North Korea establishes its control and strength on its own Conflicts and issues abound in this nation, including limitations on women's rights and the appropriation of both native and foreign labor. The North Korean government, in fact, has taken no real concrete action, there are still more human rights abuses happening. Human rights breaches persist despite the imposition of numerous sanctions by the international community and the UN Security Council. It is time for groups working with North Korea and the international community to organize and schedule more initiatives aimed at advancing human rights, if not bettering them.
The Role of Education and Knowledge for Generation Z Increasing Political Awareness in the 2024 Presidential and Legislative Elections: Peran Pendidikan dan Pengetahuan bagi Generasi Z  dalam Meningkatkan Kesadaran Politik pada Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif Tahun 2024 Dedi Mulyadi; Sani San Zein; Feyza Ashila Putri Hidayat; Rahma Amalia Oktaviani; Najmah Azzahra; Muhammad Wahyu Affarel; Rasyid Wirathama Kumbara
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): August
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengeksplorasi peranan pendidikan dan pengetahuan dalam meningkatkan kesadaran politik Generasi Z menjelang pemilu presiden dan legislatif tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan civics di sekolah dan universitas membantu membentuk dasar pengetahuan politik, sementara media sosial dan platform digital lainnya berperan sebagai sumber utama informasi politik bagi generasi ini. Generasi Z cenderung terbuka mengenai isu-isu sosial dan lingkungan, sering menggunakan media sosial untuk menyampaikan pendapat dan mempengaruhi perubahan. Meskipun terdapat prevalensi misinformasi dan kampanye yang tidak jelas di media sosial, yang menghalangi sebagian generasi muda dari partisipasi politik, penelitian ini menyoroti pentingnya melibatkan generasi muda dalam politik. Pendidikan tidak hanya tentang pemahaman sistem politik, tetapi juga tentang bagaimana pengembangan keterampilan kritis, literasi informasi, dan pemahaman mendalam terhadap isu-isu krusial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam menyediakan informasi politik dan mendorong keterlibatan politik di generasi muda khususnya generasi Z.
Analysis of Termination of Employment Due to Company Fire at PT Richtex Garmindo (Study of Supreme Court Decision No. 726 K/Pdt.Sus-PHI/G/2015): Analisis Pemutusan Hubungan Kerja Akibat Perusahaan Terbakar pada PT Richtex Garmindo (Studi Putusan MA No 726 K/Pdt.Sus-PHI/G/2015) Rifqi Muhammad; Albert Lodewyk Sentosa Siahaan
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): August
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemutusan hubungan kerja akibat perusahaan terbakar pada PT. Richtex Garmindo termasuk kedalam n bencana atau Force majeure (keadaan memaksa), sebagaimana pemutusan hubungan kerja tersebut diatur dalam Pasal 164 ayat (1) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Akan tetapi dalam Putusan MA No. 726 k/Pdt.sus-PHI/G/2015, perusahaan tidak melakukan kewajibannya untuk membayaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak kepada pekerja, sehingga pemutusan hubungan kerja yang dilakukan tidak sesuai dengan asas keadilan bagi pekerja. Pertimbangan hakim mengadili perselisihan hubungan industrial dalam pemutusan hubungan kerja akibat perusahaan terbakar pada PT. Richtex Garmindo berdasarkan Putusan No. 726 k/Pdt.sus-PHI/G/2015, dimana Majelis Hakim mempertimbangkan bahwa Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang telah salah menerapkan hukum tentang daluwarsa mengajukan gugatan, sebagaimana terhitung mulai diterimanya Putusan Mahkamah Agung dalam perkara sebelumnya yang memberi putusan “gugatan tidak dapat diterima” sampai dengan gugatan diajukan telah melebihi tenggang waktu 2 (dua) tahun sehingga gugatan Para Penggugat telah kadaluwarsa. Akan tetapi berdasarkan analisis yang dilakukan seharusnya Majelis Hakim dapat menjadikan perihal force majeure (keadaan memaksa) sebagai pertimbangan pokok dalam mengabulkan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan, sebab fakta-fakta hukum telah terlihat jelas bahwa perusahaan mengalami kebakaran sehingga hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja tidak dapat dilanjutkan.
Study of the Urgency of Islam as a Religion in the Current of Modernity Arditya Prayogi; Riki Nasrullah
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): August
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religion, as a belief system and value system, continues to race against time to always adapt and update its beliefs, values ​​and institutional tools in dealing with new situations in the current modern era so that its owners do not want to be abandoned. The biggest religious challenge in the current of modernization is that truth is no longer always referred to God's law because in this modern era everything can be realized and can be proven with science where there is a condition of people's helplessness to refuse to consume various new products This article aims to provide an overview of the importance of Islam as a religion in today's modern era. This article was written using a qualitative approach supported by literature study methods based on data mining through library research from several literature sources. From the results of the study, it is clear that Islam still has a very important role and cannot be replaced by technology in the modern era. In this case, Islam can play the role of being a fortress for modern human life. Islam teaches its followers various solutions to answer the problems of modern human life. Islam makes its adherents aware that the practice of worship (in the broadest sense) is to be carried out sincerely without seeing that it is an obligation. This ensures that the phenomenon of modern life which erodes human faith is not a reason not to try to improve it, but instead makes this current of modernity a reference for continuing to increase piety.
Psychoeducation of the Dangers of Smoking in Junior High School Students at the Darul Aman Gombara Islamic Boarding School: Psikoedukasi Bahaya Merokok pada Siswa SMP Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Syarvia; Tarmizi Thalib; Dedi Nasruddin; Ashivatul Asdiqoh; Fadila Limatahu; Fatimatuz Zahra; Rizka Nurmaharany Rukka
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2024): August
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan penyebab utama terbesar kematian yang sulit dicegah dalam masyarakat. Masyarakat telah percaya bahwa tembakau tidak merugikan kesehatan dan perokok yang telah mengalami kecanduan bahkan memandangnya sebagai sesuatu yang dapat memberi ketenangan. Kebiasaan merokok telah terbukti merupakan penyebab terhadap kurang lebih 25 jenis penyakit yang menyerang berbagai organ tubuh manusia. Psikoedukasi ini bertujuan untuk mengedukasi para remaja sekolah menengah pertama khsusunya di pesantren Darul Aman Gombara Makassar tentang bahaya merokok. Solusi yang kami lakukan untuk hal tersebut adalah dengan melakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk psikoedukasi. Adapun target kami dalam pelaksanaan psikoedukasi ini adalah, dapat membantu meningkatkan kesadaran dan keterampilan individu untuk menghindari perilaku merokok dan memilih gaya hidup yang sehat. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen dalam menguji hasil psikoedukasi yang dilakukan Hasil psikoedukasi ini menunjukan bahwa ada pengaruh antara wawasan siswa sebelum diberi materi tentang merokok dan sesudah diberi materi yang dibuktikan melalui hasil analisis data paired t-test dengan sig: 0.000 yang berarti ha diterima dan ho ditolak. Banyak remaja yang kurang tahu wawasan tentang merokok sehingga psikoedukasi ini berperan penting dalam membantu remaja menambah wawasan tentang perilaku merokok.
Pola Asuh Orang Tua dan Perkembangan Anak: Tinjauan Literatur Sulis Setiyawati
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peran krusial dalam perkembangan anak. Dalam konteks ini, pengasuhan oleh orang tua berfungsi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk memberikan bimbingan emosional dan sosial. Pola asuh demokratis dan autoritatif terbukti lebih efektif dalam mendukung perkembangan positif anak dibandingkan dengan pola asuh permissif atau otoriter. Dengan menggunakan 12 artikel yang relevan dari database Google Scholar, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Hasil literature review menunjukkan bahwa pola asuh demokratis yang diterapkan oleh orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan sosial, emosional, kemandirian, dan motivasi belajar anak. Pola asuh ini memberikan kesempatan bagi anak untuk membuat pilihan dengan pendekatan yang tulus, serta menumbuhkan sikap kerjasama, menghormati, disiplin, dan tanggung jawab.
Modernitas, Globalisasi, dan Realisme Sosial: Perspektif Anthony Giddens terhadap Perubahan Sosial Asmui Ibnu Abbas
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan realisme sosial yang dikemukakan oleh Anthony Giddens menawarkan wawasan mendalam tentang dinamika hubungan antara agen (individu atau kelompok) dan struktur sosial dalam proses perubahan sosial. Berbeda dengan teori sosial yang menganggap struktur sosial sebagai entitas statis yang hanya memengaruhi agen, Giddens melalui teori strukturasi menekankan adanya interaksi dinamis di mana agen dan struktur saling membentuk dan membatasi. Dalam pandangannya, agen bukanlah entitas pasif yang tunduk pada aturan dan norma yang ada, melainkan memiliki kapasitas reflektif dan kemampuan untuk mengubah struktur melalui tindakan yang disengaja. Dualitasstruktur yang diusung Giddens menunjukkan bahwa struktur sosial terbentuk, terpelihara, dan diubah melalui praktik sosial yang berulang, menjadikan realitas sosial sebagai proses yang terus-menerus dikonstruksi oleh interaksi antara agen dan struktur.Pendekatan ini relevan dalam memahami kompleksitas perubahan sosial kontemporer, di mana fenomena seperti globalisasi, perubahan politik, dan pergeseran budaya membutuhkan analisis yang lebih fleksibel dan dinamis. Teori Giddens memungkinkan kita untuk melihat bagaimana agen di berbagai bidang—politik, ekonomi, atau budaya—menggunakan kapasitas mereka untuk beradaptasi, meresponsdan memengaruhi struktur-struktur yang ada, menciptakan dinamika perubahan yang terus berlangsung. Pendekatan ini juga membuka ruang bagi kajian terhadap peran individu dan kelompok dalam membentuk kebijakan publik, mengarahkan tren sosial, dan mengelola konflik sosial. Dengan demikian, teori realisme sosial Giddens berperan penting dalam memahami perubahan sosial secara holistik, terutama dalam era modern yang ditandai oleh interkoneksi dan ketidakpastian yang tinggi.
Dynamics of Toba Batak Women in Forest Conservation through the Perspective of Ecofeminism: Dinamika Perempuan Batak Toba dalam Pelestarian Hutan Eva Solina Gultom
Al-Musthalah: Jurnal Riset dan Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): December
Publisher : PT Syamilah Literasi Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas peran krusial perempuan Batak Toba dalam pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Samosir, Sumatera Utara. Meskipun sering kali diabaikan dalam pengambilan keputusan terkait sumber daya alam, perempuan memiliki pengetahuan tradisional yang mendalam serta keterampilan dalam pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan. Melalui pendekatan ekofeminisme, artikel ini mengungkap hubungan antara ketidakadilan gender dan kerusakan lingkungan, serta bagaimana perempuan menjadi garda terdepan dalam perjuangan melawan eksploitasi sumber daya oleh perusahaan besar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggabungkan studi literatur dan wawancara mendalam dengan tokoh perempuan adat. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan akses pendidikan dan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan. Dengan melibatkan perempuan dalam pengelolaan sumber daya, masyarakat dapat mencapai pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan. Kesimpulan ini mendorong perlunya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas lokal untuk memberdayakan perempuan dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

Page 3 of 4 | Total Record : 37