cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
ISSN : 14121271     EISSN : 25794248     DOI : 10.21831
Core Subject : Humanities, Art,
HUMANIKA published by P-MKU LPPMP is an academic journal, publishes high quality manuscripts that engage theoretical and empirical issues including education, social sciences, and religion studies. They are tackled from a multidisciplinary perspective. The journal also features case studies focusing on practical implications, or papers related to learning and teaching in social and science disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
Revisi taksonomi Bloom: Kognitif, afektif, dan psikomotorik Nafiati, Dewi Amaliah
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v21i2.29252

Abstract

Revisi taksonomi Bloom menitikberatkan pada (1) perubahan aplikasi yang terdiri dari tiga bidang yaitu aplikasi bidang penyusunan kurikulum, aplikasi bidang instruksi pengajaran, aplikasi bidang assesment/ penilaian; dan (2) perubahan terminologi yang menekankan pada sub kategori sehingga penilaian menjadi lebih spesifik, mudah dalam menyusun penilaian pada kurikulum, serta mudah dalam menyusun instruksi pengajaran. Revisi taksonomi Bloom juga mengubah kata kunci operasional dari kata benda menjadi kata kerja dari level terendah sampai dengan level tertinggi.Terdapat perubahan yang sangat signifikan pada revisi taksonomi Bloom di domain kognitif yang terdiri dari dua dimensi yaitu dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif. Dimensi pengetahuan berubah menjadi faktual, konseptual, prosedural, metakognisi. dimensi proses kognitif baru menjadi mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Domain afektif meliputi rasa, nilai, apresiasi, antusiasme, motivasi, dan sikap tercermin pada perilaku/ attitude sehari-hari pada proses pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Domain psikomotorik dirumuskan sebagai serangkaian kemampuan yang bersifat kongkrit dan abstrak. Bloom's taxonomic revision focuses on (1) application changes that consist of three fields, namely the application of curriculum development. application of teaching instruction area, application of assessment/ assessment field; and (2) changes in the terminology emphasizing sub-categories so that assessment becomes more specific, it is easy to arrange assessments in the curriculum, and easy to arrange instructions teaching. Revised Bloom's taxonomy also changed the operational keywords from words to verbs from the lowest level to the highest level. There is a very significant change in Bloom's revised taxonomy in the cognitive domain which consists of two dimensions, namely the dimension of knowledge and the dimension of cognitive processes. The dimension of knowledge changes into factual, conceptual, procedural metacognition. the dimension of the new cognitive process becomes remembering, understanding apply. analyze, evaluate and create. Affective domain includes taste, value, appreciation, enthusiasm, motivation. and attitudes are reflected in behavior everyday in the learning process both in the classroom and outside the classroom. Domain psychomotor formulated as a series of abilities that are concrete and abstract. 
Analisis SWOT pembelajaran daring era pandemi covid-19 pada sekolah dasar Citraningsih, Diningrum; Wiranata, Rz. Ricky Satria
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v22i1.47092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui SWOT yaitu strengths (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), threats (ancaman) dalam pembelajaran daring era pandemic covid-19 pada jenejang sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian library research yang mana menggunakan sumber data berupa buku, artikel atau jurnal. Hasil penelitian yaitu pada dimensi strengths (kekuatan) menjelaskan tentang motivasi dari guru dan orang tua kepada peserta didik, dukungan fasilitas penunjang pembelajaran (handphone, laptop, kuota), penggunaan aplikasi portal rumah belajar Kemendikbud, menambah keahlian dan kreativitas guru dan peserta didik, dan pelaksanaan program pendampingan belajar di rumah. Pada dimensi weakness (kelemahan) menjelaskan tentang tingkat kedisiplinan peserta didik  dalam pembelajaran daring belum maksimal, kejenuhan peserta didik dengan kegiatan monoton, kurangnya waktu interaksi peserta didik dengan guru, kurangnya pengawasan dari orang tua pada anak, minimnya tingkat literasi digital. Pada dimensi opportunity (peluang) menjelaskan tentang pengembangan wawasan, pengetahuan dan keterampilan bagi guru dan peserta didik, meningkatkan kerja sama antara orang tua dan guru. Pada dimensi threats (ancaman) menjelaskan tentang penyediaan kuota internet dan biaya pembelajaran daring, jaringan internet yang kurang stabil, minimnya fasilitas pendukung berupa handphone atau laptop, kesehatan dan ketahanan tubuh. This study aims to determine SWOT, strengths, weaknesses, opportunities, threats in online learning in the era of the covid-19 pandemic at the elementary school. This research uses a library research which uses data sources in the form of books, articles or journals. The results of the study are on the strengths dimension explaining the motivation of teachers and parents to students, support for learning support facilities (mobile phones, laptops, quotas), the use of the Ministry of Education and Culture's home learning portal application, increasing the skills and creativity of teachers and students, and implementing mentoring programs. study at home. The weakness dimension explains the level of student discipline in online learning is not maximized, student saturation with monotonous activities, lack of interaction time between students and teachers, lack of parental supervision of children, lack of digital literacy levels. The opportunity dimension describes the development of insight, knowledge and skills for teachers and students, increasing cooperation between parents and teachers. The threats dimension describes the provision of internet quota and online learning costs, unstable internet network, lack of supporting facilities in the form of mobile phones or laptops, health and body resistance.
Nilai-nilai karakter peristiwa Isra Mi'raj dalam pendidikan agama Islam di Indonesia Febiantoni, Fungki
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v22i1.43855

Abstract

Isra Mi'raj menjadi momentum untuk bangkit dari krisis multidimensional terutama dalam pembentukan nilai karakter pada realitas sosial dan individu. Hal ini dikarenakan peristiwa Isra Miraj mempunyai dua nilai, yaitu nilai sosial dan spiritual. Tujuan artikel ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi'raj dan untuk mendeskripsikan relevansi nilai-nilai karakter peristiwa Isra' Miraj dalam pendidikan agama Islam di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menekankan pada kajian kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah adanya nilai sosial dan spiritual dalam peristiwa Isra Mi'raj, dan relevansinya terhadap pendidikan agama Islam yakni dalam hal tujuan pendidikan agama Islam; pendidik; peserta didik; materi; dan media pembelajaran agar menerapkan nilai-nilai karakter dalam peristawa Isra dan Mi'raj dalam pengimplementasiaannya.Isra Mi'raj is a momentum to rise from a multidimensional crisis, especially in the formation of character values in social and individual realities. This is because the Isra Miraj event has two values, namely social and spiritual values. The purpose of this article is to describe the character values contained in the Isra Mi'raj event and to describe the relevance of the character values of the Isra' Miraj incident in Islamic religious education in Indonesia. This research is a qualitative research that emphasizes literature review. The results of this study are the existence of social and spiritual values in the Isra Mi'raj incident, and their relevance to Islamic religious education, namely in terms of the objectives of Islamic religious education; educator; learners; theory; and learning media to apply character values in the Isra and Mi'raj events in their implementation.
Classroom applicability of blooms mastery learning as perceived by teachers Hassan, Olusola
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v22i1.43372

Abstract

This study investigated the applicability of mastery learning in public senior school as perceived by teachers. The study used descriptive survey research type. Two hundred and thirty teachers were sampled from public senior secondary schools in Kosofe local government area of Lagos. Teachers' perception on the applicability of Mastery Learning (TPABML) was designed by the researcher to measure teachers perception, the instrument was validated with reliability index of 0.74. Data collected was analysed using mean score, percentages and independent t-test of significance. Findings showed on the whole, teachers' perception does not favour the use of blooms mastery in public senior secondary. Result also showed significant difference between teachers with post-graduate qualification and teachers with Bachelor degree, but no significant difference was found based on teachers' experience. The result also finds no significant difference on the basis of gender.  The study recommends that Government should re-orientate teachers to change their views and make efforts to apply mastery learning as it has recorded positive results.  
Membentuk karakter yang kokoh melalui pendidikan hati Suparlan, Suparlan
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v22i1.49082

Abstract

Pada umumnya pendidikan karakter menyentuh ranah kognitif ,afektif, dan psikomotor, belum dilandasi kesadaran spiritual dan motivasi yang tinggi, akibatnya karakter yang terbentuk merupakan karakter yang rapuh, dan kebaikan perilakunya dilatarbelakangi oleh kepentingan pribadi. Pembentukan karakter berbasis pendidikan hati menawarkan solusi pendidikan karakter yang unggul dan mampu membentuk intensitas dan konsistensi karakter yang baik. Pendidikan hati merupakan dasar dari karakter yang kokoh dan konsisten, ketika hati telah melekat pada kebaikan, maka akan menjadi sumber motif spiritual yang menggerakkan perilaku dengan kecenderungan keikhlasan, dan akan mendorong seluruh potensi psikofisik untuk berbuat baik secara konsisten. Pendidikan karakter berbasis hati dikembangkan melalui: 1) Tahap prakondisi, yaitu proses mengenali kondisi hati, mengenalkan fungsi spiritual hati, melakukan pelurusan/pengobatan hati dari berbagai penyakit hati. 2) Tahap pembentukan, yaitu proses menumbuhkan kesadaran akan pentingnya karakter, menggunakan hati dalam menentukan perilaku dan menanamkan kepekaan untuk mengambil pelajaran dari perbuatan baik. 3) Tahap perawatan, yaitu proses penyelamatan hati dari potensi kerusakan dan menghindari pengaruh karakter negatif dari lingkungan. In general, character education touches the realm of cognitive, affective, and psychomotor domains, has not been based on high spiritual awareness and motivation, as a result the character formed is a fragile character, and the goodness of behavior is motivated by personal interests. The formation of character based on heart education offers superior character education solutions and is able to form good character intensity and consistency. Heart education is the basis of a solid and consistent character, when the heart is attached to goodness, it will become a source of spiritual motives that drive behavior with a sincere tendency, and will encourage all psychophysical potentials to do good consistently. Heart-based character education is developed through: 1) Preconditioning stage, namely the process of recognizing the condition of the heart, introducing the spiritual function of the heart, performing liver straightening/treatment of various liver diseases. 2) The formation stage, namely the process of growing awareness of the importance of character, using the heart in determining behavior and instilling sensitivity to take lessons from good deeds. 3) Treatment stage, namely the process of saving the liver from potential damage and avoiding the influence of negative characters from the environment.
Kesadaran multikultural generasi Z dan implikasinya pada pendidikan Efianingrum, Ariefa; Maryani, Maryani; Sukardi, Joko Sri; Hanum, Farida; Dwiningrum, Siti Irene Astuti
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v22i1.49102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil dan perbedaan kesadaran multikultural generasi Z yang direpresentasikan oleh mahasiswa UNY. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif (metode campuran). Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta sejumlah 29.983 mahasiswa dengan pengambilan sampel secara acak multistage random sampling. Pelaksanaannya dilakukan dengan membagi populasi menjadi dua bagian, yaitu kelompok mahasiswa eksakta dan mahasiswa sosial-humaniora kemudian diambil sampelnya. Teknik penarikan sampel menggunakan rumus Lemeshow diperoleh sampel sebesar 95,73. Untuk menghindari adanya respon yang droup out maka jumlah sampel dibulatkan menjadi 200 orang untuk masing-masing kelompok mahasiswa eksakta dan mahasiswa sosial-humaniora dengan total 400 mahasiswa untuk kedua kelompok. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diadopsi dari kuesioner yang dikembangkan oleh Tim Zamroni dan kawan-kawan. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dengan statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesadaran multikultural mahasiswa berdasarkan latar belakang keilmuan, yaitu mahasiswa dari fakultas sosial humaniora dan mahasiswa dari fakultas sains. Perbedaan ini menunjukkan bahwa latar belakang sosial budaya berimplikasi pada perbedaan kesadaran budaya. Diperlukan program yang holistik untuk memperkuat kesadaran multikultural di kalangan generasi Z. The purpose of this research was to describe the profile of multicultural awareness of the students' of Yogyakarta State University (UNY). This study used a descriptive approach by combining quantitative and qualitative methods (mix methods). The quantitative approach is used as the main method and the qualitative approach as the secondary method. The research population was students of Yogyakarta State University with a total of 29983 people. Multistage random sampling was conducted by dividing the population into two parts, namely groups of exact science students and social-humanities students, then the samples were taken. The sampling technique using the Lemeshow formula, obtained a sample of  95.73. To avoid a dropout of responses, the number of samples was rounded up to 200 people for each group of exact science students and social-humanities students with a total of 400 students for both groups. The data collection technique used a questionnaire which was adopted from the questionnaire developed by Tim Zamroni et al. Data analysis was quantitative analysis using T-test statistics. The results indicate that there are differences of the students'multicultural awareness based on scientific backgrounds, such as social humanities and science. This difference shows that scientific backgrounds can form different multicultural awareness. Socio-cultural background influences multicultural experiences in cultural communication and adaptation in social interactions. A holistic program is requiered to strengthen multi-cultural awareness among generation Z.
Batik as a craft teaching-learning medium To preserve values of local wisdom in elementary schools in Bantul, Indonesia Purwastuti, Lusila Andriani
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v22i2.53888

Abstract

Education is required to give earnest attention to the development of Indonesian people in all dimensions. This is in line with education as the main vehicle in nation and character building. The whole development of its dimensions (arrangement of nature, the characteristics of nature, and the position of nature) can only be done if humans since the beginning of its birth have been educated to the actualization of these potentials. Education would give a real and significant contribution in supporting the development of the nation's character as a whole that become a big agenda for Indonesia. The research approach used in this research is qualitative descriptive. This research took place in SendangsariPrimary School, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. The data were obtained by observation, interview, and documentation. The data analysis includes data reduction, classification, verification, and conclusion. The validity of data used triangulation. The research concluded that local wisdom values contained in batik can be identified as follows:  the value of honesty, patience, perseverance, cooperation, tolerance, democratic, hard work, patience, religious, virtue, inner and outer well-being, the scientefic value (mixing colors in batik) patient, honest, loving environment, patriotism, creative and innovative. SD Sendangsari has been carrying out thematic-integrative character education based on local wisdom.
The conception of religious moderation in interfaith dialogue in Indonesia; Case study in Flores Nusa Tenggara Timur Djainudin, Hamdhan
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v22i2.54304

Abstract

This article discusses the concept of religious moderation in interfaith dialogue in Indonesia, especially in Flores, NTT. Religion, which in general is an ideology that is defensive and partial, at first glance does not appear in the Flores NTT community. This can be seen when commemorating religious holidays such as Eid al-Fitr or Christmas, where young people from different religious backgrounds help each other in the smooth implementation of the holiday, houses of worship that are often built side by side facilitate the process of interfaith interaction in Flores, NTT. This is an interest for the author to look further into the concept of religious moderation in Flores, NTT which can become an example in the application of religious moderation in Indonesia. Interpretive paradigm, an inductive qualitative approach, with qualitative multimethods, anthropology - ethnography to phenomenology, the author tries to map interfaith interaction patterns in the concept of religious moderation in NTT, where the result is, the position of religion as an ideology is replaced with the family, where the family is more exalted than religion, on the other hand the role of religious leaders is very large in the process of interfaith dialogue, cultural elements, customs that are humanistic in nature strengthen the process of interfaith interaction in Flores, NTT.
Penanggulangan terhadap dampak pendidikan jarak jauh dari cyber bullying di Sekolah Dasar Negeri Margoagung Seyegan Kabupaten Sleman Hanum, Fatikhah Fauziah; Hartini, Sri; Priyanto, Anang
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v22i2.53497

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan terlaksananya sosialisasi dan pelatihan Penanggulangan dampak Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari Cyberbullying di SDN Margoagung Seyegan Kbupaten Sleman. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi dalam satu rangkaian kegiatan sosialisasi, dan metode pelatihan berupa kegiatan berlatih dan praktik dalam penanggulangan terhadap dampak PJJ dari Cyberbullying. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengukur seberapa baik kelompok sasaran mengetahui dan memahami cara memberikan contoh kasus permasalahan yang dikerjakan secara berkelompok dengan mandiskripsikan cara penanggulangan terhadap dampak PJJ dari cyberbullying. Hasil dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bertambahnya pengetahuan warga sekolah khususnya warga sekolah SDN Margoagung Seyegan Kabupaten Sleman, dan orang tua/wali siswa tentang pentingnya penanggulangan terhadap dampak PJJ dari cyberbullying. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan warga sekolah SDN Margoagung Sleman dan orang tua/wali siswa dalam penanggulangan cyberbullying dilihat dari hasil diskusi kelompok dalam menyelesaikan tes studi kasus. Community service activities is aimed at implementing socialization and training on the impact of Distance Learning on Cyberbullying behavior at Elementary School of Margoagung Seyegan, Sleman Regency. Community service is an activity carried out using lecture, question and answer, and discussion methods in a series of socialization activities, and training methods in the form of practice and practice activities in overcoming the impact of Distance Learning from Cyberbullying. Evaluation of activities is carried out by measuring how well the target group knows and understands how to provide examples of problem cases that are done in groups by describing how to overcome the impact of Distance Learning from cyberbullying. The results of this community service activity are increasing knowledge of school residents, especially residents of Elementary School of Margoagung Seyegan, Sleman Regency, and parents/guardians of students about the importance of overcoming the impact of Distance Learning from cyberbullying. Evidence of increased knowledge and skills of Elementary school Margoagung Sleman school residents and parents/guardians in overcoming cyberbullying can be seen from the results of group discussions in completing case study tests.
Konsep toleransi dalam Alquran (Studi atas ¬Q.S. Al-KāfirÅ«n dan implikasinya terhadap pembelajaran PAI di sekolah) Surahman, Cucu; Sunarya, Bayu; Yuniartin, Titin
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v22i2.53517

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kekhasan konsep toleransi yang ada dalam al-Qur'an. Sudah cukup banyak penelitian terkait hal ini, akan tetapi masih sedikit yang melihat signifikasinya dalam konteks perumusan komponen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah. Penelitian ini mencoba mengisi ruang kosong (lacuna) itu. Di mana penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep toleransi dalam Q.S. al-Kāfirūn dan implikasinya terhadap pembelajaran PAI di sekolah. Objek kajian penelitian ini adalah kitab-kitab tafsir al-Qur'an. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode library research, penelitian ini menemukan bahwa Q.S. al-Kāfirūn telah memberikan preskripsi terkait konsep toleransi dalam Islam. Dari penelitian ini juga diketahui bahwa konsep toleransi dalam Q.S. al-Kāfirūn ini memiliki implikasi teoritis terhadap komponen pembelajaran PAI di sekolah yaitu meliputi materi dan metode pembelajaran.This study examines the peculiarities of the concept of tolerance in the Qur'an. There has been quite a lot of research related to this, but few have seen its significance in the context of formulating Islamic Religious Education (IRE/PAI) learning components in schools. This research tries to fill this empty space (lacuna) where this study aims to describe the concept of tolerance in Q.S. al-Kāfirūn and its implications forIRE/PAI learning in schools. The object of this research is the books of interpretation (kutūb al-tafāsir) of the Qur'an. By using a qualitative approach and library research method, this study found that Q.S. al-Kāfirūn has given a prescription related to the concept of tolerance in Islam. From this research it is also known that the concept of tolerance in Q.S. al-Kāfirūn has theoretical implications for the components of IRE/PAI learning in schools, which include learning materials and methods.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 2 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 1 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 2 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 1 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 1 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 2 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 13 No. 1 (2013): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 11 No. 1 (2011): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 7 No. 1 (2007): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum More Issue