cover
Contact Name
LPPM UWGM Samarinda
Contact Email
lppm@uwgm.ac.id
Phone
+6282189998560
Journal Mail Official
abdimasmahakam@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. Wahid Hasyim No.28, Sempaja Sel., Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Mahakam
ISSN : -     EISSN : 25495755     DOI : https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3671
Core Subject : Education,
Universitas Widya Gama Mahakam publishes the journal Abdimas Mahakam twice a year, in January and July. The online version of the journal carries the ISSN 2549-5755 . Researchers from around the world who are interested in all aspects of community participation are represented here. English and Bahasa Indonesia versions of the article are both available
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 306 Documents
Penerapan Metode Pengelasan Stainless Steel pada Bengkel Las di Kota Palembang Muhammad Rasid; Mardiana Mardiana; Choiruddin Choiruddin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i2.500

Abstract

Memasuki era globalisasi tingkat persaingan menjadi semakin tinggi, perdagangan bebas memungkinkan mengalirnya barang dan jasa antar negara tanpa adanya hambatan yang berarti, kondisi ini tentu menuntut kesiapan dan ketangguhan dari setiap pelaku usaha mikro bila tidak ingin tersingkir dari pasar dunia. Kualitas, jenis produk yang dihasilkan berbeda-beda untuk setiap bengkel las. Untuk tumbuh kembangnya suatu bengkel las dibutuhkan sentuhan IPTEK sehingga dapat bersaing dengan bengkel/Perusahaan yang lebih besar yang kuat teknologi dan modal. Dengan menggunakan peralatan yang masih konvensional seperti mesin las listrik (SMAW Welding), mesin bor bangku, gerinda tangan, bor tangan, ragum, kikir dll, usaha bengkel las mikro sulit untuk berkembang dan bersaing dengan bengkel-bengkel las besar yang ada. Salah satu produk yang mempunyai pangsa pasar yang sangat potensial yaitu pembuatan pagar, teralis dan perlengkapan rumah tangga, kanopi dll. dengan menggunakan material dari bahan stainless steel yang mempunyai tampilan lebih menarik dan lebih tahan terhadap korosi. Untuk mendapatkan pangsa pasar yang besar tersebut dibutuhkan IPTEK dan sarana prasarana yang memadai. Penguasaan teknologi dan informasi akan menjadi suatu keharusan dalam dunia usaha. Pengembangan usaha mikro dengan cara memberi dukungan positif dan nyata terhadap pengembangan sumber daya manusia (pelatihan kewirausahaan), teknologi, informasi, akses pendanaan serta pemasaran. Peluang usaha bisnis bengkel las mempunyai prospek yang besar.untuk itulah penulis mencoba untuk memecahkan permasalahan yang ada khususnya pada kedua mitra IbM yang bergerak dalam bidang manufaktur bengkel las yang berada di kota Palembang, yaitu Bengkel Las Penukal Jaya dan Bengkel Las Pali. Tujuan yang ingin dicapai dalam program IbM ini yaitu dengan meningkatkan kemampuan (skill) Sumber Daya Manusia dari kedua mitra dengan membekali mereka dengan kemampuan mengelas untuk material stainless steel (Pengelasan TIG), membekali mereka dengan sistem manajemen keuangan dan melatih dalam membuat proposal untuk mendapatkan hibah/bantuan lunak. Manfaat kegiatan IbM ini sangat dirasakan positif oleh kedua mitra sehingga dari hasil pendampingan kami dapat simpulkan kedua mitra telah dapat menggunakan sistem manajemen yang kita terapkan dan telah terjadi transper teknologi khususnya dibidang pengelasan Las TIG, sehingga dapat meningkatkan penghasilan kedua mitra. Kata kunci :  SMAW Welding, Stainless  Steel 
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Balita di Kelurahan Jawa Kota Samarinda tentang Tumbuh Kembang dan Kegawatdaruratan Anak melalui Pendidikan Kesehatan Made Ermayani; Aprilia Nuryanti; Agnesia Winda Kurniati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i2.501

Abstract

Data kependudukan kota Samarinda tahun 2015 menunjukkan bahwa kelompok balita menduduki kelompok umur tertinggi kedua setelah usia 25-29 tahun. Jumlah 84.756 jiwa kelompok balita memerlukan perhatian khusus pada masalah pertumbuhan perkembangan dan kesehatannya. Pemantauan pertumbuhan balita sangat penting dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan pertumbuhan (growth faltering) secara dini. Masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan balita di berbagai tempat seperti Posyandu, Polindes, Puskesmas atau sarana pelayanan kesehatan yang lain. Jumlah Posyandu sebanyak 75 buah di Kecamatan Samarinda Ulu. Puskesmas memiliki kader-kader kesehatan anak di masing-masing Posyandu yang seharusnya memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam deteksi dini tumbuh kembang anak, tidak hanya secara administratif melakukan pekerjaan dalam kegiatan Posyandu. Penyuluhan tentang pemantauan tumbuh kembang dan kesehatan anak perlu dilakukan kepada kader agar mereka memiliki pengetahuan yang cukup banyak untuk disampaikan kepada orang tua saat membawa anak ke Posyandu karena tidak jarang orang tua balita dan kader menghadapi masalah kesehatan anak misalnya penyakit pada anak dan kondisi kegawatdaruratan pada anak. Masalah yang sering dihadapi sehari-hari seperti anak demam, kejang, diare, mimisan, luka, perdarahan, dan lain-lain. Kader posyandu balita sudah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan mengenai pelaksanaan pelayanan posyandu 5 meja, pelatihan tentang pemantauan tumbuh kembang dan pijat bayi. Namun dalam pelaksanaannya mengalami beberapa kendala dan tidak semua kader mengikuti. Berdasarkan hasil focus group discussion sebelumnya parakader menyatakan membutuhkan penyuluhan tentang tumbuh kembang balita, kesehatan anak dan kegawatdaruratan anak. Metode pelaksanaan kegiatan adalah penyuluhan secara klasikal denga pre- dan post-test tentang tumbuh kembang dan pertolongan kegawatdaruratan anak. Saat penyuluhan berlangsung juga dilakukan diskusi dan tanya jawab terkait materi. Pelaksanaan kegiatan secara berseri pada tanggal 14 September dan 12 Oktober 2018 yang dihadiri 17 orang kader. Perbandingan nilai pre dan post tes pengetahuan kader tentang tumbuh kembang anak mengalami peningkatan mean dari 63 (nilai min 50, maks 80) meningkat menjadi mean 75 (nilai min 60, maks 90). Nilai pre- dan post-tes pengetahuan kader tentang kegawatdaruratan anak meningkat signifikan dari mean 66 (nilai min 50, maks 80) menjadi mean 83,6 (nilai min 60, maks 100). Kader rutin mendapatkan sosialisasi dan penyuluhan program dari Puskesmas rata-rata tentang topik tumbuh kembang anak, vaksinasi dan program nasional lain. Kegawatdaruratan pada anak adalah materi baru bagi kader. Rata-rata pengetahuan kader setelah dilakukan penyuluhan adalah dalam kategori baik pada topik tersebut. Upaya peningkatan pengetahuan bagi kader sangat diperlukan dengan berbagai metode. Pelatihan lanjutan perlu dilakukan agar kader memiliki keterampilan teknis terkait pemeriksaan tumbuh kembang anak dan pertolongan kegawatdaruratan pada masalah kesehatan anak.  
Evaluasi Daun Kelor (Moringa oleifora) Sebagai Pangan Fungsional Purwati Purwati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i2.504

Abstract

Daun kelor memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika diolah sebagai pangan fungsional. Daun kelor mengandung senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan alami sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional. Masyarakat yang mengkonsumsi pangan fungsional berbahan baku daun kelor akan mendapatkan manfaat ganda yaitu terpenuhinya gizi bagi tubuh dan dapat mencegah berbagai macam penyakit. Mengingat masyarakat belum banyak mengetahui cara pengolahan daun kelor sebagai pangan fungsional maka perlu dilakukan kegiatan penyuluhan yang bertujuan agar masyarakat memiliki wawasan untuk mengembangkan usaha berbasis bahan baku daun kelor pada skala rumah tangga. Hal ini dapat meningkatkan kebutuhan gizi dan pendapatan keluarga. Hasil kegiatan penyuluhan ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat makin meningkat khususnya pengolahan pangan fungsional berbahan baku daun kelor.
Penyuluhan Kosmetika Aman dan Identifikasi Merkuri dalam Kosmetika Risa Supriningrum; Siti Jubaidah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i2.505

Abstract

Kosmetik merupakan hal penting dalam kehidupan manusia saat ini, karena kosmetik sudah merupakan kebutuhan dan gaya hidup bagi wanita maupun pria, disegala usia. Banyaknya produk kosmetik yang beredar di pasaran dan ditawarkan di berbagai media, mengharuskan masyarakat berhati-hati dalam menentukan produk kosmetik yang akan digunakan. Generasi milenial merupakan usia produktif  banyak menggunakan kosmetika.  Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi tentang kosmetika aman dan memberikan pelatihan cara mengidentifikasi merkuri dalam kosmetika .Metode yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan yaitu memberikan informasi tentang pengertian, fungsi kosmetika, bahan yang dilarang dan bahan berbahaya yang sering digunakan dalam kosmetika. Selain penyuluhan, siswa diberikan pelatihan tentang langkah cerdas memilih kosmetika dengan melakukan cek Klik , mengidentifikasi sediaan kosmetika secara visual dan mengidentifikasi merkuri dalam kosmetika. Selanjutnya siswa diberikan kuisioner yang dimaksudkan untuk mengetahui pemahaman siswa setelah diberi penyuluhandan pelatihan. Kegiatan dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Samarinda. Hasil kuisioner menunjukkan bahwa 98 persen siswa telah memahami bagaimana memilih kosmetika yang aman dan dapat mengidentifiasi kosmetika secara visual dan kosmetika yang mengandung merkuri.
Implementasi Standar Akuntansi Keuangan Untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (Sak-Etap) Dalam Penyusunan Laporan Keuangan KPN Harapan Sejahtera SMAN 8 Balikpapan Totok Ismawanto; Hendra Sanjaya; Gozali Gozali; Nawang Retno
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i2.506

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan untuk pengurus KPN Harapan Sejahtera SMA Negeri 8 Balikpapan berupa bimbingan menyusun Laporan Keuangan Koperasi mengacu SAK ETAP adalah dalam rangka mendukung program pemerintah untuk menempatkan koperasi sebagai “Soko Guru” perekonomian Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) dimaksudkan untuk digunakan oleh entitas tanpa akuntabilitas publik, yaitu entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan, dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Koperasi termasuk entitas tanpa akuntabilitas publik. Laporan keuangan koperasi memberikan informasi yang berisi kondisi, kinerja dan perubahan posisi keuangan koperasi, yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan strategis untuk pengembangan koperasi. Permasalahan yang dihadapi oleh pengurus KPN Harapan Sejahtera SMA Negeri 8 Balikpapan adalah belum memahami menyusun Laporan Keuangan Koperasi yang mengacu pada SAK ETAP seperti yang disyaratkan dalam Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No: 12/Per/M.KUKM/IX/2015. Solusi yang ditawarkan adalah pengurus akan diberi pelatihan dan pembinaan oleh tim PKM dari Politeknik Negeri Balikpapan bagaimana menyusun Laporan Keuangan Koperasi yang mengacu pada SAK ETAP. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pkm yang diusulkan meliputi: (1) Tahap Analisis Pendahuluan, (2) Tahap Perancangan Kegiatan, (3) Tahap Pelaksanaan Kegiatan, dan (4) Tahap Evaluasi dan Penyempurnaan. Dengan penerapan metode tersebut dalam pelaksanaan bimbingan pengurus KPN Harapan Sejahtera SMA Negeri 8 Balikpapan dapat menyusun Laporan Keuangan Koperasi yang mengacu pada SAK ETAP seperti yang disyaratkan oleh Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah No: 12/Per/M.KUKM/IX/2015.
Pemulihan Ekonomi Rumah Tangga Perkebunan Sawit Rakyat Terkena Dampak Kebakaran Lahan dan Hutan Ardi Novra; Suparjo Suparjo; Abdul Latief; Suhessy Syarif
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.511

Abstract

Kegiatan PPM bertujuan untuk pemulihan ekonomi rumah tangga sawit terkena dampak karhutla tahun 2015. Program PPM mampu memantik partisipasi pihak dunia usaha melalui program CSR yaitu PT. WKS berkontribusi dalam perbaikan jalan produksi dan berkomeitmen menyerap seluruh produk kompos, dan Bank Indonesia berkomitmen memberikan bantuan modal perluasan rumah kompos dan perbaikan kandang guna akselerasi target produksi. S esuai perjanjian kerjasama antara PMJ dan PT. WKS pada saat lounching perdana yaitu 200 ton/bulan dari capaian produksi 50-60 ton/bulan saat ini. Pemasok utama bahan baku limbah usaha pupuk kompos adalah rumah tangga peternak sapi setempat dan desa sekitar. Berdasarkan hasil kegiatan maka dapat disimpulkan bahwa program PPM mampu membangkitkan motivasi pemanfaatan limbah insitu, menjadi sumber pendapatan alternatif guna pemulihan ekonomi pasca karlahut, pemicu partisipasi pihak lain serta merupakan langkah awal menuju kesiapan rumah tangga menghadapi program peremajaan sawit.
Peningkatan Motivasi Kewirausahaan dan Kemandirian Melalui Pelatihan Segmentasi Pasar Andi Indrawati; Ivana Nina Esterlin Barus; Danna Solihin; Adisthy Shabrina Nurqamarani
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.541

Abstract

Persaingan yang semakin tinggi di era revolusi industry 4.0 menuntut mahasiswa untuk kreatif dan inovatif dalam mencari peluang untuk sukses. Menyikapi hal ini, Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda melalui Program Pengembangan Kewirusahaan yang didanai oleh Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia mengadakan serangkaian pelatihan untuk meningkatkan motivasi kewirausahaan dalam rangka meningkatkan kemandirian mahasiswa dan alumni di Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Salah satu pelatihan yang dilakukan adalah Pelatihan dengan tema Pentingnya Segmentasi Pasar dalam Melakukan Usaha.  Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab kepada para mahasiswa / tenant yang telah lolos seleksi program PPK Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.  Pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu 22 Juni 2019 pukul 09.00 sampai selesai. Melalui pelatihan ini, peserta/mahasiswa tenant PPK Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda mendapatkan pengetahuan mengenai mengapa penting untuk melakukan segmentasi pasar dan mempelajari bagaimana cara melakukan segmentasi pasar, penargetan target pasar, serta pemosisian usaha di antara para pesaing. Dengan menentukan segmentasi, targeting, dan positioning yang tepat tentunya para mahasiswa tenant PPK dapat meningkatkan kesigapan dalam menjalankan usaha yang berdampak pada peningkatan motivasi dan kemandirian mahasiswa tenant PPK dalam berwirausaha.
Pengembangan Griya Anggrek Mekar Sari Kelurahan Kalisegoro Semarang Noor Aini Habibah; Anindya Ardiansari; Y. Ulung Anggraito; Fitri Arum Sari
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.542

Abstract

Griya anggrek Mekar Sari merupakan rumah anggrek di wilayah Kalisegoro yang mempunyai potensi besar untuk berkembang. Tujuan pendirian Griya Anggrek Mekar Sari adalah meningkatkan keterampilan dan juga pendapatan Ibu-Ibu di wilayah RW 4 Kalisegoro Gunungpati Semarang. Tetapi sampai saat ini, 1 tahun setelah berdiri, tujuan tersebut belum tercapai. Berbagai penyebab telah diidentifikasi yaitu : penjualan yang rendah dan manajemen keuangan yang belum dilakukan. Tingkat penjualan yang rendah antara lain dipengaruhi terbatasnya koleksi anggrek, pemasaran yang hanya terbatas pada wilayah sekitar Kalisegoro, dan juga belum memadainya jumlah tenaga yang terampil memelihara anggrek serta sarana dan prasarana yang masih terbatas.  Koleksi anggrek masih didominasi oleh jenis Dendrobium dengan keanekaragaman yang masih rendah. Terbatasnya jumlah tenaga terampil dalam budidaya anggrek menyebabkan kualitas anggrek yang ada juga tidak maksimal. Kurangnya sarana dan prasarana untuk budidaya anggrek juga menyebabkan kualitas anggrek sulit ditingkatkan. Belum dilaksanakannnya manajemen keungan juga menyebabkan rendahnya pendapatan. Dukungan untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pengelolaan Griya Anggrek Mekar Sari yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan manajemen keuangan, budidaya anggrek, pemasaran anggrek serta  penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk budidaya anggrek. Terlaksananya manajemen keuangan yang baik, kualitas anggrek yang tinggi, koleksi anggrek yang beragam dan pemasaran anggrek yang luas telah meningkatkan penjualan. Koleksi anggrek meningkat hingga 98 %. Penjualan meningkat hingga 81%. Program pengembangan rumah anggrek  Griya Anggrek Mekar Sari memberikan hasil yang positif. 
Peningkatan Usaha Kerajinan Manik Warga Gang Pelangi Desa Loa Duri Ilir Dzul Rachman; Julianur Julianur
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.546

Abstract

Usaha kerajinan manik merupakan salah satu usaha mikro yang ada di Desa Loa Duri Ilir Gang Pelangi 5, menghasilkan produk berupa dalam lembaran/ bahan dasar membuat kerajinan manik, selain itu ada pula kerajinan manik berupa barang jadi yang siap jual namun hanya tergantung apabila ada pesanan yang ingin dibuatkan dimana kualitas yang dihasilkan tidak maksimal karena untuk menjahit bagian puring masih menjahit dengan tangan. Kurangnya keterampilan dalam pembuatan kerajinan manik dan tidak adanya alat pendukung dalam pembuatan kerajinan merupakan kendala yang dirasakan oleh pelaku usaha tersebut sehingga berdampak kepada penghasilan yang belum dirasakan maksimum. Melihat dari kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha serta adanya keinginan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha kerajinan manik tersebut maka perlu adanya pendampingan guna tercapainya keinginan untuk meningkatkan usaha kerajinan manik tersebut yaitu dengan memberikan pelatihan kreatifitas serta inovasi dalam membuat kerajinan manik agar pelaku usaha memiliki keterampilan dalam membuat aneka ragam produk manik. Kemudian kendala lain mengenai alat yang tidak dimiliki, maka pengadaan alat sangat dibutuhkan guna mempercepat proses pembuatan kerajinan manik dan meningkatkan kualitas yang dihasilkan. Dampak dari pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan inovasi dalam produk kerajinan manik. Sehingga diharapkan pelaku usaha akan meningkatkan pendapatan dan semakin mandiri.
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru-Guru di SLB Negeri Martapura Muh. Fajaruddin Atsnan; Rahmita Yuliana Gazali; Fujianor Maulana; Syarief Fajaruddin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i1.548

Abstract

Mayoritas guru di SLB Negeri Martapura, Kalimantan Selatan, mengalami kesulitan dalam melakukan penelitian dan penulisan artikel ilmiah di jurnal pendidikan, serta menulis buku-buku untuk anak SLB di penerbit maupun media massa. Padahal, banyak masalah baik itu tentang pembelajaran maupun anak di SLB, yang bisa diangkat sebagai judul penelitian maupun artikel. Salah satu solusi untuk menjawab masalah guru-guru SLB Negeri Martapura adalah dengan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru-guru di SLB Negeri Martapura Kabupaten Banjar. Pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Tujuannya pengabdian ini adalah memberikan motivasi kepada guru-guru SLB Negeri Martapura untuk menyusun PKB dalam bentuk (1) sosialisasi selayang pandang tentang PKB; (2) workshop penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK); (3) workshop menulis di jurnal Pendidikan; dan (4) workshop menulis buku-buku pendidikan dan artikel ilmiah populer di media massa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa guru-guru SLB Negeri Martapura lebih termotivasi untuk menyusun PKB, berupa menyusun PTK (proposal), menulis di jurnal, serta menulis buku-buku untuk anak SLB dan artikel ilmiah (opini) di media massa, meskipun baru sebatas draft.

Page 5 of 31 | Total Record : 306