Articles
306 Documents
Perhitungan Harga Pokok Produksi dalam Menentukan Harga Jual Tas Rajut Palembang
Mariskha Z;
Esya Alhadi;
Purwati Purwati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/jam.v3i1.408
Menjadi seorang ibu rumah tangga saat ini selain sibuk dengan pekerjaan di dapur namun menjadi seorang ibu rumah tangga dapat ikut serta membantu perekonomian keluarga dengan cara yang berbeda. Ada yang bekerja dalam suatu perusahaan, menjadi pegawai, berwirausaha. Menjadi seorang pengrajin sudah dapat dikatakan berwirausaha apabila sudah dapat mencapai suatu keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Demikian juga dengan mitra yang telah membuat suatu usaha tas rajutan, kemudian mengajak teman-teman untuk ikut bekerja sama membantu menyelesaikan pekerjaan sesuai pesanan itu sudah cukup baik. Namun yang dirasakan mitra sampai saat ini masih belum mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang diharapkan dikarenakan dalam menentukan harga jual masih melihat kondisi pemesan. Artinya jika pemesan dari kelas menengah kebawah atau teman-teman yang sudah dianggap akrab, harga yang diberikan adalah harga modal. Namun jika yang memesan dari kalangan menengah ke atas, harga yang ditetapkan lebih mahal. Penentuan kalangan menengah ke bawah dan kalangan menengah ke atas tersebut adalah berdasarkan penglihatan yaitu dengan melihat kondisi secara kasat mata. Target yang kami harapkan dalam pengabdian kerjasama dosen dan mahasiswa ini adalah mitra dapat menentukan harga jual berdasarkan perhitungan harga pokok produksi sehingga usaha mitra akan menghasilkan keuntungan sesuai dengan biaya dan tenaga yang telah dikeluarkan. Metode pelaksanaan yang akan dilakukan adalah dengan cara melakukan sosialisasi dan membantu menghitung harga pokok produksi dalam menentukan harga jual.
Diversifikasi Produk Pangan Olahan Berbasis Buah Pepaya Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Karang Joang Balikpapan Kalimantan Timur
Nur Amaliah;
Ria Setyawati;
Farida Farida;
Ida Suriana;
Abdul Gafur
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/jam.v3i1.409
Salah satu Rukun Tetangga yang menjadi sentra pepaya yang ada di Kota Balikpapan adalah RT 19 Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara. Potensi buah pepaya mencapai 10 ton per bulan atau sekitar 140 ton per tahun. Lahan hasil pertanian pepaya terus bertambah 10 hingga 20 persen. Permasalahannya petani hanya menjual pepaya mereka dalam keadaan segar, bahkan banyak yang rusak dikarenakan panen yang terlalu banyak dan tak laku dipasaran. Masyarakat belum mengetahui pemanfaatan pepaya dalam pengembangan produk sehingga metode yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat Karang Joang khususnya RT 19 yaitu melakukan sosialisasi dan pemberian materi terkait diversifikasi pangan. Hasil yang diperoleh dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan materi dan pemahaman kepada ibu-ibu wanita tani Cempaka 19 terkait pengolahan dari pepaya serta melakukan pelatihan pembuatan produk meliputi pembuatan abon dan pembuatan semprong pepaya, dan memberikan bantuan alat pengolahan untuk mendukung produksi ibu-ibu wanita tani Cempaka 19.
DIVERSIFIKASI PANGAN BERBASIS PISANG RUTAI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PANGAN LOKAL
Purwati Purwati;
Abdul Rofik
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/jam.v3i1.410
Tujuan dari kegiatan ini adalah (1) memberikan pengetahuan manfaat buah pisang bagi kesehatan, (2) memberikan keterampilan pengolahan pisang rutai sebagai diversifikasi pangan lokal, (3) menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan bagi kelompok masyarakat secara mandiri. Kegiatan ini menggunakan tiga metode pendekatan, yaitu : kegiatan penyuluhan tentang manfaat buah pisang untuk kesehatan, pelatihan keterampilan diversifikasi pangan lokal dan kewirausahaan.Hasil yang dicapai pelaksanaan kegiatan penyuluhan yaitu: (1) terdapat peningkatan pengetahuan bagi kelompok masyarakat tentang manfaat buah pisang bagi kesehatan (2) peningkatan pengetahuan tentang teknik pengolahan pisang rutai dan (3) mengembangkan pangan lokal melalui diversifikasi usaha sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Akuntabilitas Dalam Tata Kelola Keuangan Untuk Menyusun Laporan Keuangan Berbasis Akrual Pada Koperasi Syari’ah YBBSU Balikpapan
Totok Ismawanto
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/jam.v3i1.411
Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan, tim pelaksana berusaha meningkatkan kompetensi pengurus dan anggota terkait tata kelola keuangan yang akuntabel dengan melakukan bimbingan dan pendampingan khususnya dalam penyusunan Laporan Keuangan Koperasi, yang meliputi : (1) Neraca, (2) Perhitungan Hasil Usaha, (3) Laporan Arus Kas, dan (4) Laporan Promosi Ekonomi Anggota. Metode yang digunakan adalah : (1) Identifikasi permasalahan mitra, (2) Perencanaan Kegiatan, (3) Pelaksanaan Kegiatan, yang meliputi; Pendampingan dalam Tata Kelola Keuangan yang akuntabel berbasis akrual, dan Pendampingan dalam menyusun Laporan Keuangan, (4) Evaluasi dan penyempurnaan. Hasil yang diperoleh adalah pengurus mampu mengaplikasikan materi bimbingan yang diberikan dalam menyusun pembukuan keuangan koperasi secara benar dan akuntabel. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah adanya motivasi yang tinggi dari pengurus/anggota koperasi untuk meningkatkan kompetensi dalam hal tata kelola keuangan yang akuntabel berbasis akrual dalam penyusunan laporan keuangan. Tim PKM menyarankan, bahwa dengan banyaknya manfaat yang diperoleh anggota/pengurus koperasi syari’ah YBBSU Balikpapan, serta terbatasnya waktu dalam kegiatan ini, maka program PKM dari Politeknik Negeri Balikpapan dapat dilanjutkan pada tahun mendatang.
Teknik Penyusunan Peraturan Desa di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara
Wahyuni Safitri;
Dinny Wirawan Pratiwie
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/jam.v3i1.412
Peraturan Desa tidak diatur dalam Undang-undang No.12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan tetapi pembentukan peraturan Desa diatur dengan Permendagri Nomor 111 Tahun 2014. Adapun jenis peraturan di Desa ada 3 (tiga) yaitu : Peraturan Desa, Peraturan Bersama Kepala Desa dan Peraturan Kepala Desa. Pembentukan peraturan di Desa melalui tahapan : perencanaan, penyusunan, pembahasan, penetapan, pengundangan, penyebarluasan, evaluasi dan klarifikasi. Teknik penyusunan peraturan di Desa diatur dengan pasal 32 Permendagri No.111 Tahun 2014 tentang ketentuan mengenai teknik penyusunan peraturan di Desa dan keputusan Kepala Desa sesuai dengan ketentuan Undang-Undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan teknis lebih lanjut mengenai tata cara penyusunan peraturan di Desa diatur dalam Peraturan Bupati/Walikota. Kerangka Penyusunan peraturan perundang-undangan mencakup Judul, Pembukaan, Batang Tubuh, Penutup, Penjelasan (jika diperlukan) dan lampiran (jika diperlukan).
Penerapan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) di UMKM Laundry Balikpapan
Yogiana Mulyani;
Praseptia Gardiarini;
Syahrul Karim
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/jam.v3i1.413
Usaha laundry merupakan suatu usaha yang saat ini mulai berkembang di Balikpapan. Laundry menjadi kebutuhan bagi warga Balikpapan yang memiliki jadwal padat sehingga tidak punya waktu lebih untuk mencuci. Komunitas Laundry Balikpapan (KLB) merupakan suatu komunitas yang didirikan untuk menjadi wadah bagi pengusaha-pengusaha laundry di Balikpapan. Salah satu permasalahan yang ditemui di KLB adalah kurangnya pemahaman tentang pentingnya memperhatikan keselamatan, keamanan kerja (K3) dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari. Pelaksanaan pelatihan meliputi pemberian materi, pengisian kuesioner pre dan post test, serta praktek langsung pelaksanaan K3 di Laundry di Hotel Novotel Balikapan. Peserta berjumlah 22 orang yang merupakan pekerja dan pemilik usaha laundry yang tergabung dalam KLB. Berdasarkan pre-post tes yang diberikan, pengetahuan peserta meningkat dan setelah melaksanakan pelatihan K3 di Unit Laundry Novotel Balikpapan, peserta semakin paham mengenai pelaksanan K3 di tempat usaha mereka masing-masing. Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini adalah bahwa setiap pemilik maupun pekerja di tempat usaha laundry harus memahami standar K3 yang harus disediakan di tempat kerja guna menjamin kesehatan dan keselamatan kerja setiap orang yang ada di wilayah tersebut.
Pelatihan Pembuatan Saus Dari Limbah Kulit Buah Naga Merah Sebagai Saus sehat di Jalan Raudah Rt. 10 Kelurahan Teluk Lerong Kecamatan Samarinda Ulu
Yulistia Budianti Soemarie;
Anita Apriliana
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/jam.v3i1.414
Daerah padat penduduk di Samarinda Kalimantan Timur salah satunya adalah Kelurahan Teluk Lerong. Didaerah ini terdapat banyak pedagang bakso, nasi goreng dan jajanan gorengan. Sebagian besar pedagang ini menggunakan bahan pelengkap berupa saus baik saus cabai maupun saus tomat. Mahalnya saus kemasan, mengakibatkan sebagian besar pedagang menggunakan saus kiloan dengan harga murah. Permasalahan yang dihadapi adalah minimnya pengetahuan mengenai dampak kesehatan penggunaan saus kiloan yang tidak terjamin mutu dan kualitasnya, mengakibatkan terjadinya penurunan derajat kesehatan di masyarakat. Hal ini juga menjadi perhatian bagi para ibu rumah tangga dalam mensiasati pembuatan saus dengan kualitas baik, aman bagi kesehatan keluarga dan harga murah.Solusi yang diberikan dari masalah diatas adalah dengan memberikan pelatihan kepada para ibu-ibu yang berada di Kelurahan Teluk Lerong (Jalan Raudah RT. 10) dalam pembuatan saus dari limbah kulit buah naga merah sebagai saus sehat untuk keluarga. Adapun peserta dari pelatihan ini adalah para ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengajian Raudhatul Khair. Pelatihan ini dibagi menjadi 3 materi, yaitu materi mengenai nilai gizi dan kandungan dari saus dan buah naga merah, praktek pembuatan saus dari kulit buah naga merah dan pelatihan pengemasan saus.
Evaluasi Tugas dan Kompetensi Kader Posyandu Balita di Kelurahan Jawa Kota Samarinda
Aprilia Nuryanti;
Made Ermayani
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/jam.v3i2.491
Jumlah balita (0-4 tahun) pada tahun 2015 di Kota Samarinda adalah jumlah kelompok umur tertinggi kedua setelah usia 25-29 tahun. Pemerintah menyelenggarakan program kesehatan anak melalui Puskesmas. Puskesmas memiliki wilayah binaan kesehatan anak berupa Posyandu Balita. Puskesmas memiliki kader-kader kesehatan anak di masing-masing Pada pelaksanaannya di lapangan tugas kader tidak optimal dan menemukan beberapa kendala. Kendala yang terjadi mungkin dapat menyebabkan pencapaian program yang diharapkan oleh Puskesmas dan pemerintah kurang optimal. Oleh sebab itu, perlu penelusuran evaluasi tugas kader kesehatan anak dalam melaksanakan program kesehatan anak melalui puskesmas sebagai tangan panjang pemerintah. Evaluasi bermanfaat untuk mengembangkan pelatihan dan penyuluhan yang diperlukan bagi para kader untuk meningkatkan kompetensi mereka. Diskusi kelompok terarah dengan kader adalah salah satu upaya menelusuri dan mengevaluasi pelaksanaan tugas yang telah dilakukan kader kesehatan anak serta menemukan kendala-kendala teknis selama melaksanakan tugasnya. Hasil diskusi dianalisis dan ditarik tema-tema yang menjadi isu strategis evaluasi tugas kader kesehatan anak. FGD diikuti oleh 16 partisipan dan dua orang Pembina dari Puskesmas. Hasil FGD menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas administrasi kader dapat dilakukan dengan baik, pelaporan dan sosialisasi program dari Pemerintah disampaikan kepada kader melalui pertemuan di Puskesmas. Kendala yang terjadi selama kader bertugas di Posyandu adalah keterbatasan jumlah kader karena ada kader kesehatan anak yang merangkap sebagai kader kesehatan lansia. Karena jumlah yang kurang maka tugas dua meja harus dilakukan oleh seorang kader sehingga ada penugasan yang dobel. Kader mengatakan masalah di lapangan lainnya adalah kurangnya kepercayaan orang tua kepada kader karena keterbatasan kader dalam pengetahuan gangguan tumbuh kembang anak dan kurang terbukanya/ penolakan orang tua untuk membawa anak ke Posyandu. Saran yang dapat dilakukan oleh Puskesmas adalah mengevaluasi pencapaian pengetahuan dan keterampilan kader, pendampingan dalam kunjungan ke rumah warga yang bermasalah dan mengambangkan topik penyuluhan bagi kader dengan bekerja sama dengan instansi pendidikan tinggi kesehatan. Bagi institusi pendidikan agar dapat melaksanakan penyuluhan dan pelatihan bagi kader dengan bersinergi dengan Puskesmas dalam pemilihan topik.
Penguatan Daya Tahan Ekonomi Rumah Tangga Pelaku Industri Batubata Rakyat Melalui Usaha Budidaya Jamur Tiram
Ardi Novra;
Jul Andayani;
Indra Sulaksana
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/jam.v3i2.497
Permasalahan utama yang dihadapi rumah tangga pelaku industri kecil dan menengah (IKM) batubata pada umumnya adalah frekuensi penerimaan yang tidak stabil dan cenderung dengan frekuensi waktu cukup panjang. Proses produksi batubata mulai dari penggalian tanah sampai siap jual membutuhkan waktu relatif cukup lama dan bahkan bulanan. Tujuan utama kegiatan adalah memperkuat daya tahan ekonomi rumah tangga pelaku IKM Batubata melalui diversifikasi usaha budidaya Jamur Tiram. Kegiatan menggunakan Pendekatan Partisipatif (Participatory Rural Appraisal) dengan Sistem Modal Bergulir Internal (Internal Revolving Capital System). Program penguatan daya tahan ekonomi rumah tangga pelaku IKM Batubata ini masih pada tahap pengenalan sehingga ruang lingkup kegiatan untuk sementara masih terbatas aspek budidaya. Pengembangan lanjutan pada masa akan datang akan mengarah ke sektor hulu (pembuatan baglot sebagai input primer dan sektor hilir berupa industri pengolahan hasil pasca panen. Program lanjutan pada masing-masing kelompok sasaran akan menggunakan sumberdana lain dan sangat tergantung pada motivasi dan keberhasilan program budidaya jamur tiram. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui 4 (empat) tahapan yaitu tahapan persiapan, budidaya dan perguliran modal kelompok serta pelaporan. Berdasarkan evaluasi terhadap hasil kegiatan dengan berbagai kendala teknis dan non-teknis yang dihadapi selama proses pelaksanaan, maka dapat disimpulkan bahwa program pengabdian kepada masyarakat ini belum memberikan hasil optimal bagi penguatan ekonomi rumah tangga dan usaha kelompok pengrajin batubata rakyat. Meskipun demikian, model pengembangan kumbung diatas kolam bekas galian (KBG) telah mampu menarik motivasi rumah tangga untuk memanfaatkan KBG mereka. Program ini telah menjadi embryo dan layak untuk ditindaklanjuti melalui program lainnya baik dalam bentuk riset (peneltiian) maupun pemberdayaan masyarakat.
Peningkatan Minat Baca Anak Melalui Sosialiasi Pentingnya Membaca dan Media Keranjang Buku di Kampung Cerdas
Gamar AlHaddar;
Afdal Afdal
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 2 (2019): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/jam.v3i2.499
Kegiatan membaca merupakan suatu kegiatan yang sangat bermanfaat untuk mengasah kecerdasan dan menambah wawasan. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian yang dilakukan di kampus cerdas. Kampung cerdas merupakan salah satu kampung binaan FKIP Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan motivasi tentang pentingnya membaca bagi anak dan mengetahui peranan keranjang buku dalam meningkatkan minat baca anak.Dalam pelaksanaan kegiatannya, tim pengabdi memberikan sosialiasi tentang pentingnya membaca setelah itu tim pengabdi melakukan bentuk evaluasi kegiatan dengan peletakan kerangjang buku dibeberapa tempat yang strategis yang sering dikunjungi oleh anak anak di kampung cerdas.Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan didapatkan hasil yakni (1) Kegiatan sosialiasi peningkatan minat baca menambah semangat anak-anak khususnya di kampung cerdas menjadi lebih semangat dalam membaca (2) Kegiatan sosialiasi peningkatan minat baca di kampung cerdas membuat anak-anak antusias dalam memilih buku bacaan yang positif dan bermanfaat untuk dirinya (3) Kegiatan sosialiasi peningkatan minat baca di kampung cerdas dengan variasi metode penyampaian antara lain : diskusi, gambar, problem solving dan scramble menambah kreatifitas anak-anak dalam menggali buku yang dibacanya dan (4) Kegiatan peletakan media kerajang buku di beberapa tempat yang telah disediakan membuat warga kampung cerdas tergerak untuk membaca.