cover
Contact Name
LPPM UWGM Samarinda
Contact Email
lppm@uwgm.ac.id
Phone
+6282189998560
Journal Mail Official
abdimasmahakam@uwgm.ac.id
Editorial Address
Jl. Wahid Hasyim No.28, Sempaja Sel., Kec. Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Mahakam
ISSN : -     EISSN : 25495755     DOI : https://doi.org/10.24903/jam.v10i01.3671
Core Subject : Education,
Universitas Widya Gama Mahakam publishes the journal Abdimas Mahakam twice a year, in January and July. The online version of the journal carries the ISSN 2549-5755 . Researchers from around the world who are interested in all aspects of community participation are represented here. English and Bahasa Indonesia versions of the article are both available
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 306 Documents
Pelatihan Komunikasi Teman Sebaya Sebagai Upaya Meminimalisasi Bullying di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 16 Samarinda Dzul Rachman; M Najeri Al Syahrin
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 2 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v2i2.369

Abstract

Perilaku bullying di sekolah merupakan salah satu permasalahan sosial yang kini sangat banyak ditemukan dan memiliki dampak negatif pada kondisi psikologis dan sosial siswa yang pada akhirnya akan mempengaruhi proses belajar mengajar siswa di sekolah. Menurut data KPAI pada tahun 2015, di provinsi Kalimantan Timur terjadi 195 kasus kekerasan terhadap anak. Program pengabdian masyarakat ini merupakan program pelatihan preventif untuk mencegah dan meminimalisasi bullying di sekolah. Program pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di SMA Negeri 16 Samarinda dengan melakukan pelatihan komunikasi teman sebaya. Pelatihan ini akan diaplikasikan dalam bentuk forum diskusi dan berbagi pengalaman bullying sebagai upaya untuk menciptakan sarana komunikasi yang efektif sehingga dapat mengurangi perilaku bullying di sekolah. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan keterampilan komunikasi teman sebaya melalui metode diskusi, forum diskusi dan dengar pendapat tentang kasus dalam menyampaikan informasi antibullying. Metode peer teaching assessment akan digunakan dalam pengabdian masyarakat ini. Khalayak sasaran yang dipilih adalah siswa dan siswi kelas 11 dan 12 SMA 16 Samarinda. Sebanyak 129 Siswa dan Siswi yang menghadiri kegiatan pelatihan komunikasi teman sebaya sebagai antisipasi bullying di sekolah. Pelaksanaan pelatihan komunikasi bullying melalui teman sebaya ini merupakan langkah tepat untuk memotivasi dan memberikan informasi antibullying kepada siswa di sekolah. Beberapa faktor yang mendukung terlaksananya kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah besarnya minat, antusiasme dan perhatian peserta selama kegiatan, sehingga kegiatan berlangsung dengan lancar dan efektif. Sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu pelatihan kemampuan peserta yang dilihat dari penguasaan materi tentang bullying dan pelatihan komunikasi teman sebaya masih dirasa tidak maksimal dikarenakan waktu yang singkat dalam penyampaian materi serta kemampuan para siswa yang berbeda-beda. Selain itu, permasalahan fasilitas tempat dan ruang seminar yang sempit sehingga menyulitkan siswa untuk membentuk kelompok diskusi bullying secara langsung.
PELATIHAN BUDIDAYA SAYUR ORGANIK DAN TANAMAN HERBAL ORGANIK BERBASIS TEKNIK HIDROPONIK Fitri Handayani; Sapri Sapri; Achmad Kadri Ansyori
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 2 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v2i2.370

Abstract

Sayur mengandung banyak serat yang memiliki banyak peranan dalam proses pencernaan. Serat dapat melancarkan perncernaan serta dapat mencegah dan mengurangi resiko timbulnya beberapa penyakit. Tanaman herbal juga merupakan tanaman berkhasiat secara alami, jika diolah dapat bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan manusia. Hidroponik merupakan salah satu sistem pertanian masa depan karena dapat diusahakan diberbagai tempat baik di desa, kota, lahan terbuka atau di atas apartemen sekalipun. Luas tanah yang sempit, kondisi tanah kritis, hama dan penyakit yang tak terkendali, keterbatasan jumlah air irigasi, musim yang tak menentu, dan mutu yang tidak seragam bisa ditanggulangi dengan sistem hidroponik.Pelatihan ini dilaksanakan dengan memberdayakan masyarakat khususnya ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di sekitar Jl. Abdul Wahab Sjahranie gang 10 RT 26, Kelurahan air hitam Kecamatan Samarinda Ulu untuk berpartisipasi aktif. Pelatihan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 27 Desember 2017 pukul 13.00 sampai selasai. Metode pelatihan budidaya ini dengan melakukan penyuluhan kepada peserta tentang bercocok tanam dengan teknik hidroponik dan memberikan demonstrasi serta praktek bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok masyarakat. Setiap kelompok akan diberikan bibit sayuran dan tanaman hebal untuk dibudidayakan dengan teknik hidroponik.Kelompok pertama adalah kelompok yang diberikan bibit bayam merah, kelompok dua diberikan bibit pakcoy dan kelompok tiga diberikan bibit kangkung. Pada hari kedua sampai hari ke lima dilakukan penyiraman bibit dengan larutan nutrisi hidroponik. Hari keenam setiap kelompok melakukan penanaman benih ke tempat yang lebih besar. Setiap kelompok melakukan penyiraman larutan nutrisi hidroponik sampai hari ke tiga puluh. Sayuran dan tanaman herbal yang telah tumbuh menjadi besar maka dilakukan pemanenan.
Sosialisasi Konservasi Kura-Kura Kaki Gajah (Manouria Emys) di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Lutfi Maulana Hakim; Andri Tria Raharja
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 2 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v2i2.371

Abstract

Sosialisasi konservasi kura-kura kaki gajah (manouria emys) di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur bertujuan: untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di kawasan habitat kura-kura kaki gajah (manouria emys) untuk ikut dalam melakukan konservasi terhadap satwa dilindungi tersebut dengan melakukan pengembangbiakan atau penangkaran sebagai jalan alternatif konservasi yang dibenarkan oleh Balai konservasi Nasional. Menciptakan kondisi ekosistem alam yang baik sebagai habitat kura-kura dari segala bentuk pengrusakan. Ikut menjaga populasi kura-kura kaki gajah yang berada di alam liar dengan mengurangi penangkapan liar hewan eksotis tersebut. Melalui sosialisasi ini diharapkan bisa meminimalisir penangkapan kura-kura kaki gajah di alam liar dan memberikan edukasi kepada masyarakat yang menangkarkan satwa tersebut untuk mengambil langkah alternatif  penangkaran yaitu dalam bentuk konservasi pelestarian kura-kura kaki gajah. Melalui pengabdian ini diharapkan mampu mengurangi kegiatan pengerusakan hutan sebagai habitat utama dari kura-kura kaki gajah. Pelaksanaan program sosialisasi konservasi ini telah dirancang dalam beberapa metode yang akan dilakukan selama proses awal sosialisasi dan selama kegiatan pengabdian ini berlangsung. Bentuk sosialisasi awal pengabdian ini dilaksanakan dengan mengundang penangkar dari masyarakat Desa Loa Kulu Kota untuk mensosialisasikan kegiatan yang akan dilangsungkan. Pada tahap awal sosialisasi target tim pengabdian adalah adanya komunikasi timbal balik tentang bagaimana cara yang efektif untuk mengajak penangkar kura-kura kaki gajah ikut berpartisipasi aktif dalam konservasi yang dilakukan oleh Bapak Kautsar Eka Wardhana dan Bapak Whendhy Bakti yang tinggal di Desa Loa Kulu Kota dan Anggana yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah dapat menjadi pendorong kesadaran penangkar serta masyarakat untuk menjaga ekosistem hutan yang menjadi  habitat kura-kura kaki gajah. Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perlindungan satwa endemik kalimantan agar tidak mengalami kepunahan serta meningkatkan ilmu pengetahuan, wawasan, pandangan yang luas tentang satwa endemik kalimantan dan cara konservasi kura-kura kaki gajah kepada masyarakat Kalimantan Timur.
PKM Buah Naga Merah Di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Heri Wijaya; Yulistia Budianti Soemarie; Nurul Fatimah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 2 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v2i2.375

Abstract

Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka Program Kemitraan Masyarakat, dengan sasaran adalah masyarakat Kecamatan Samboja khususnya warga Desa Wonotirto dan Desa Beringin agung. Pelatihan dilakukan dalam lima (5) tahap. Metode pelatihan budidaya ini dengan melakukan pelatihan dan penyuluhan kepada peserta tentang budidaya tanaman buah naga merah, penanganan virus dan penanganan paska panen, proses pembuatan sirup dan ice cream dari daging buah naga merah, proses pengolahan saos dan saos pedas dari limbah kulit buah naga merah, Proses pengemasan produk olahan, dan cara analisis ekonomi dan strategi pemasaran.Peserta dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama adalah petani buah naga dan kelompok kedua adalah ibu-ibu PKK. Kegiatan pertama dilakukan dengan mengundang narasumber dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.Penyampaian materi dengan metode ceramah dilakukan di dalam ruangan yang dilanjutkan dengan diskusi dan praktek yang dilakukan langsung oleh peserta pelatihan dengan dibimbing oleh pemateri
Promosi Kesehatan Melalui Media Film Dalam Upaya Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Anak Sekolah Dasar Wilayah Pesisir Kepulauan Selviana Selviana; Linda Suwarni
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 2 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v2i2.376

Abstract

Masih rendahnya sanitasi lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di wilayah pesisir kepulauan menyebabkan potensi terjadinya beberapa penyakit, seperti diare, kolera, dan soil transmitted helminthes (STH). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan  perilaku PHBS dalam upaya menurunkan kejadian penyakit berbasis lingkungan melalui inovasi teknologi media promosi kesehatan yang menarik. Metode partisipatif digunakan untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam pelaksanaan penerapan teknologi  Inovasi Teknologi Promosi Kesehatan PHBS. Inovasi teknologi promosi kesehatan, berupa media film PHBS melalui penyediaan sarana tempat cuci tangan percontohan. Kegiatan ini akan dilakukan untuk, oleh, dan dari masyarakat sebagai mitra dalam kegiatan pengabdian ini melalui musyawarah masyarakat desa untuk menganalisis permasalahan di wilayah mereka, urgensi dan prioritas masalah bersama, serta menentukan solusi dari masalah yang ada, khususnya terkait dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan yang ada di wilayah mereka. Peningkatan pengetahuan dan sikap anak SD yang diperoleh dari pre-test dan post-test dianalisis dengan uji t berpasangan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil pre dan post menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan (yang awalnya 8,78 menjadi 10,90) dan sikap (yang awalnya 7,38 menjadi 9,52) yang signifikan (p<0,05). Dengan demikian, edukasi melalui media Film dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap anak SD tentang hidup sehat.
Pengembangan Pemasaran Usaha Kecil Kue Tradisional Rumahan Melalui Media E-Commerce Sunarti Sunarti; Rani Herning Puspita; Rini Ernawati
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 2 No. 2 (2018): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v2i2.377

Abstract

Sektor kuliner adalah favorit para wirausahawan pemula di Kaltim. Kue getas merupakan salah satu penganan kue tradisional rumahan. Produsen kue getas yang merupakan khalayak sasaran pengabdian adalah usaha yang didasari pada warisan keluarga. Pemilihan khalayak sasaran dikarenakan adanya peluang bisnis yang lebih luas dalam pemasarannya namun terhambat oleh pengadaan media atau sarana dan prasarana penunjang baik segi modal, pemasaran, pengadaan alat, material/ bahan, dan pengemasan. Kegiatan PKM ini bertujuan mengembangkan usaha kecil kepemasaran yang lebih luas dengan pengadaan material dari sumbernya dengan mudah dan murah, serta menggunakan peralatan penunjang modern guna pengefisienan waktu dalam pengolahan. Kerangka pemecahan masalah terhadap usaha rumahan yang ada pada khalayak sasaran meliputi pengadaan bahan, pengadaan alat, pemasaran, dan pengemasan. Tim pengabdi melakukan pendamping untuk mengembangkan UKM kue getas baik dalam hal pengadaan bahan, pemasaran, penyediaan alat dan pengemasan yang memudahkan produsen dalam mengolah, mengemas dan memasarkan produk yang dihasilkan. Dalam pelaksaannya dilapangan tim pengabdi berupaya mengarahkan pelaku usaha untuk tidak hanya melirik pasar yang lebih luas namun juga meninjau aspek pengadaan bahan dengan membuka link pasar, alat yang ekonomis dan mampu mengefisiensi waktu, pengemasan produk dengan bahan yang ramah lingkungan dan pemasaran melalui media on line. Target luaran dari kegiatan PKM ini adalah dapat dimuat dalam artiel jurnal nasional dan jurnal PKM di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.
Intervensi Edukasi Gizi dan Gaya Hidup terhadap Antropometri dan Faktor Resiko Sindrom Metabolik pada Dewasa Muda dengan Berat Badan Lebih dan Kegemukan Dian Handayani; Sri Andarini; Inggita Kusumastuty; Adelya Desi Kurniawati; Ilzamha Hadijh Rusda; Rahma Micho Widyanto; Eka Nanda Wulandar; Wahyu Alfyati Regina
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i1.404

Abstract

Obesitas adalah peningkatan berat badan akibat asupan yang melampaui kebutuhan fisik dan skeletal yang ditandai dengan penimbunan lemak tubuh yang berlebih. Obesitas dapat meningkatkan resiko kematian. Selain hal tersebut, peningkatan indeks Massa Tubuh (IMT) berkaitan dengan tingginya tekanan darah dan terjadinya peningkatan total kolesterol menjadi salah satu faktor terjadinya resiko jantung koroner dan stroke. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan kepada mahasiswa Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dengan tujuan memberikan pemahaman kepada mahasiwa terkait manfaat hidup sehat dengan berat badan ideal serta mencetak edukator obesitas pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah edukasi kepada mahasiswa terkait perubahan gaya hidup sehat serta pre dan post test dari intervensi. Hasil dari pengukuran antara parameter sebelum dan sesudah intervensi adalah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap berat badan, IMT dan nilai VO2Max dan tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap parameter % lemak total, % visceral fat, kadar kolesterol dan kadar glukosa darah puasa. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor seperti tingkat kepatuhan, peserta yang sedang sakit, usia dan lain-lain. Hasil kegiatan ini dapat memberi pemahaman kepada mahasiswa bahwa perubahan gaya hidup sehat dapat mempengaruhi berat badan, IMT dan nilai VO2Max dengan intervensi yang dilakukan seperti dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Mahasiswa juga dapat mengetahui dinamika menjadi edukator dalam memberi edukasi kepada masyarakat umum.
Perancangan dan Implementasi Alat Backwash Air Layak Konsumsi Erick Sorongan; Saiful Ghozi; Emil Azmanajaya; Hilmansyah Hilmansyah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i1.405

Abstract

Dampak dari kekurangan air bersih dapat dirasakan secara langsung oleh warga Balikpapan, mulai dari kualitas air yang berbau dan tidak jernih bahkan apabila hal ini terus dibiarkan bisa menyebabkan penyakit menular seperti diare dan tifus. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih layak konsumsi adalah dengan membuat sebuah sistem pencucian air baku atau yang dikenal dengan sebutan backwash. Alat ini dirancang dengan menggabungkan beberapa bahan media yang digunakan untuk filter yang terdiri atas karbon aktif, zeolite, mangan dan pasir silica. Sedangkan proses pemisahan zat berbahaya yang terkandung dalam air baku menggunakan teknik sedimentasi alami sehingga terbebas dari penggunaan bahan kimia. Berdasarkan hasil pengamatan Tim PKM Poltekba di Al Muhajirin, alat ini mampu mengurangi tingkat kandungan mangan dan bakteri yang terbawa dari baku PDAM sehingga ketika ditampung di bak penampungan air sudah siap untuk dikonsumsi. Selain itu juga hasil PKM ini mampu memperpanjang usia media yang dipakai dengan cara penggunaan yang tepat, sehingga kedepan alat ini dapat dikembangkan memiliki kemampuan menghasilkan air bersih yang bisa langsung diminum dari hasil olahan atau treatment lanjutan. 
Membangun Jiwa Entrepreunership Santri dan Santriwati Pondok Pesantren Al Mujahidin Balikpapan Gozali Gozali; Bambang Jati Kusuma; Mahfud Mahfud; Ali Arifin Soeparlan; Masrul Huda
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i1.406

Abstract

Kewirausahaan (entrepreneurship) ialah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Kesejahteraan atau nilai tambah dari masyarakat sebagai tujuan dari kewirausahaan itu, dilakukan melalui pengungkapan gagasan baru, penggalian sumber daya, dan merealisasikan gagasan itu menjadi suatu kenyataan yang menguntungkan.Pelatihan ini dilaksanakan dengan memberdayakan masyarakat khususnya santri dan santriwati Pondok Pesantren Al Mujahidin Balikpapan yang beralamat di Jl. Soekarno Hatta Km. 10 Balikpapan Utara. Pelatihan dilaksanakan pada hari Kamis 13 Desember 2018 pukul 08.00 sampai selesai. Metode pelatihan yang digunakan melalui seminar young entrepreneurship, praktik langsung membuat inovasi produk kuliner (roti dan kue), dan praktik pengemasan dan pemasaran. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok membuat produk roti dan kue yang berbeda. Kelompok pertama praktik membuat roti manis, kelompok kedua praktik membuat muffin, kelompok ketiga membuat swiss roll.
Peningkatan Produksi Tempe Daun Desa Loh Sumber Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Julianur Julianur; Januar A.S; Praja H.S
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 3 No. 1 (2019): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v3i1.407

Abstract

Desa Loh Sumber salah satu desa yang berada di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara yang merupakan salah satu desa yang memiliki produksi lokal berupa tempe daun dan kerupuk dimana pangan tersebut merupakan khas dari desa loh sumber. Kegiatan Iptek Kewirausahaan untuk Masyarakat (IKuM) ini, difokuskan pada usaha produksi tempe. Usaha yang sudah ada sekitar 16 tahun lalu ini merupakan bagian dari UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) masyarakat yang dikembangkan oleh individu atau suatu kelompok. Dalam mengembangkan UMKM tempe daun tersebut dibutuhkan kerja keras dan didukung oleh beberapa aspek seperti tenaga (karyawan) dan alat modern penunjang hasil produksi tempe, agar meningkatkan omset dan kesejahteraan masyarakat. Berbagai macam kendala tentu dirasakan oleh pelaku usaha dalam menjalani usaha tempe tersebut seperti tingginya permintaan masyarakat akan tempe daun yang berbanding terbalik dengan rendahnya jumlah produksi yang dihasilkan, akibatnya pelaku usaha belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi karena masih menggunakan metode tradisional dalam pengolahan tempe yaitu menggiling kedelai secara manual. Tempe daun sangat bermanfaat bagi konsumen yaitu rasanya yang lebih nikmat dan lebih sehat karena menggunakan kemasan alami berupa daun pisang. Melihat dari kendala tersebut kami ingin memberikan sebuah solusi atau metode agar pelaku usaha mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, penerapan teknologi modern seperti mesin pengupas kulit kedelai dan penambahan alat-alat pendukung lainnya seperti ember, baskom dan lainnya adalah solusi yang cukup efektif untuk meningkatkan jumlah produksi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam mengkonsumsi tempe daun tersebut, tentu ini akan berdampak langsung pada meningkatnya omset bagi pelaku usaha.

Page 3 of 31 | Total Record : 306