cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
ISSN : 18295797     EISSN : 25499475     DOI : 10.21831
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Kontradiksi e-learning: perubahan relasi intersubyektif antara guru dan siswa Nur Endah Januarti
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 1 (2022): Socia: Jurnal Ilmi-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i1.50759

Abstract

Artikel ini membahas dua sudut pandang pembelajaran dalam jaringan melalui e-learning yang diselenggarakan sebagai bentuk inovasi pendidikan. Teknologi e-learning merupakan alternatif dan solusi pada berbagai situasi pembelajaran. Namun ada pandangan positif dan negatif tentang perubahan relasi intersubyektif antara guru dan siswa yang disebabkan oleh penempatan teknologi sebagai arena pembelajaran. Penempatan posisi guru dan siswa sebagai subyek dialihkan oleh keberadaan teknologi pembelajaran. Tujuan dari pembahasan dalam artikel ini untuk menunjukkan tantangan humanisasi pendidikan yang disebabkan perubahan relasi intersubyektif aktor pendidikan karena kemunculan teknologi. Kajian ini dilakukan menggunakan metode literatur review melalui berbagai hasil penelitian berkaitan dengan teknologi, pendidikan jarak jauh, dan pembelajaran dalam jaringan, Data dikumpulkan secara struktur tematik dan dianalisis secara deskriptif dan critical appraisal. Selain itu berbagai perspektif teoritis digunakan dalam menganalisis hasil kajian. Berdasarkan refleksi kritis yang dilakukan, ditemukan bahwa teknologi dapat merubah persepsi dan cara manusia dalam menempatkan teknologi karena terdapat pro dan kontra yang muncul pada pemanfaatan e-learning.
URGENSI KETERAMPILAN 4C ABAD 21 DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Danu Eko Agustinova; Sariyatun Sariyatun; Leo Agung Sutimin; Hieronymus Purwanta
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 1 (2022): Socia: Jurnal Ilmi-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i1.49478

Abstract

Perkembangan teknologi abad 21 turut memengaruhi orientasi peralihan paradigma pendidikan dalam mempersiapkan generasi muda yang adaptif terhadap pergulatan zaman. Berbeda dengan cabang ilmu eksakta maupun humaniora lain yang bersentuhan dengan isu mutakhir, pembelajaran sejarah dengan segala urgensinya menemui kendala klasik terkait image pengetahuan yang usang karena hanya berkutat pada pengetahuan masa lampau tanpa ada relevansi kehidupan masa kini. Oleh sebab itu, artikel ini bertujuan untuk menelaah secara kritis pentingnya keterampilan 4C abad 21 serta cara untuk menginternalisasikannya dalam pembelajaran sejarah agar tetap terjaga eksistensinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis-deskriptif serta menghimpun informasi menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan 4C abad 21 dapat dijadikan sebagai alternatif dalam pembelajaran sejarah serta dapat diinternalisasikan dengan mengubah model pembelajaran dari konvensional “teacher-sentris” menjadi berciri abad 21 “student-centris”. Beberapa model yang dimaksud, antara lain project based learning, problem based learning, inquiry learning dan discovery learning. Selain itu dari tinjauan materi pembelajaran juga mengalami transformasi berupa bentuk materi dari berbasis kertas ke internet serta konten yang lebih memandang isu-isu kontemporer dan menekankan nilai-nilai karakter dari setiap peristiwa sejarah dibanding sekadar menghapal kronologi peristiwa sejarah.
INTEGRATING MODELS CHARACTER EDUCATION IN HISTORY LEARNING Dyah Kumalasari
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 2 (2022): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i2.54755

Abstract

This article is the result of the 3rd year research. The research was designed into two phases (three years). The first stage has obtained results in the form of identification of the method of learning History in high schools in Yogyakarta, as well as whether or not character education has been integrated into the learning process. Based on this identification, a model of integrating character education into history learning in high school was found and a limited trial was carried out at MAN 1 Yogyakarta. In the second year, the developed model was implemented in three selected schools, namely SMAN 9 Yogyakarta, SMAN 8 Yogyakarta, and SMAN 6 Yogyakarta. In the third year, the dissemination of research results was carried out through training and mentoring activities for history teachers who are members of the DIY Province history MGMP.The dissemination of the research results was carried out in several activities, namely: (1) inviting 100 history teachers who are members of the DIY provincial history MGMP; (2) participated as a co-speaker in an international seminar at the University of Indonesia with the theme "interpreting of Indonesian Independence admist Global Changes in Historical Perspective". Based on the results of the socialization that had been carried out, input was obtained that in general the model was very well received by history teachers. In addition to receiving training, teachers also receive learning videos and guidebooks for implementing learning models in schools. Some things that can be noted during socialization activities are: (1) the role playing model for the material about the events surrounding the proclamation of independence was considered by the teacher to be very appropriate and applicable in the learning process in order to explore the positive characters of each character played; (2) the students who happened to be assigned to play the characters looked excited and enthusiastic, even at SMAN 9 the characters Sukarno, Wikana, and Sukarni seemed to really live their roles; (3) students who just watched, looked enthusiastic to follow until the end of the round and showed interested and not bored faces because the performance time was not long, only about 30-45 minutes, their enthusiasm was also shown when without being coordinated they stood up and enthusiastically sang Indonesia Raya anthem together during the flag-raising scene; (4) the success or failure of this role playing model is applied in the learning process very much depends on the role of the teacher. Teachers who direct and motivate optimally from the start will be followed by student enthusiasm. The success of this model is also determined by the way the teacher reflects on every event that has been played by his students.
Urgensi Humanisme dalam Pendidikan Abad ke-21 Danu Eko Agustinova
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 17, No 2 (2020): SOCIA: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v17i2.53011

Abstract

masyarakat Indonesia, mengimplikasikan banyak hal dalam berbagai bidang kehidupan termasuk pendidikan. Pendidikan abad 21 dinilai sebagai suatu bentuk alternatif agar generasi muda semakin adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman. Walaupun tidak sepenuhnya keliru, dampak negatif dari beragamnya interpretasi makna pendidikan abad 21 juga tidak dapat dihindari, salah satunya adalah ketimpangan pendidikan di Indonesia. Pada masyarakat urban, pendidikan muncul sebagai komoditas perdagangan yang mendorong munculnya kelas sosial sehingga berlaku sistem “yang kaya semakin kaya; yang miskin semakin miskin”; sementara pada masyarakat terpencil masih berlaku sistem konvensional yang disebut oleh Paulo Freire sebagai kebudayaan bisu. Berkaca dari hal inilah, nilai-nilai humanis menunjukkan urgensinya sebagai salah satu alternatif yang dapat menyelesaikan permasalahn tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis-deskriptif serta menghimpun informasi menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai humanis sangat penting untuk diinternalisasikan dalam rangka menghindari dampak negatif ketidakmerataan penerapan pendidikan abad 21, seperti teknosentrisme dan komersialisasi pendidikan. internalisasi nilai-nilai humanis dapat diwujudkan melalui penggunaan metode, media dan model pembelajaran yang sesuai kebutuhan; serta konten pembelajaran
Pengaruh Teman Sebaya, Minat Belajar, dan Kreativitas Siswa Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan Siswanto Siswanto; Laksmita Rosa
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 1 (2022): Socia: Jurnal Ilmi-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i1.52390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Teman Sebaya, Minat Belajar, dan Kreativitas Siswa terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian ex-post facto. Objek penelitian adalah siswa kelas XI Akuntansi Keuangan Lembaga SMK Negeri 1 Batealit Jepara dengan jumlah 72 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif  Teman Sebaya terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan dengan koefisien regresi (r1x1)sebesar 0,386; dan : 3,505;  (2) Terdapat pengaruh positif Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan dengan nilai koefisien regresi (r2x2 ) sebesar 0,210; dan  : 2,093. (3) Terdapat pengaruh positif Kreativitas Siswa terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan dengan nilai koefisien regresi (r3x3 ) sebesar 0,142; dan 417; (4) Terdapat pengaruh positif  Teman Sebaya, Minat Belajar, dan Kreativitas Siswa terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan dengan koefisien korelasi (Ry123 ) sebesar 0,706; koefisien determinasi ( R2y123)sebesar 0,498.
Analisis Modal Sosial Antar Generasi di Indonesia Mustofa Mustofa
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 2 (2022): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i2.52626

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui modal sosial dalam bentuk rasa saling percaya, kerjasama, dan jejaring antar generasi di Indonesia. Data yang digunakan adalah data cross section IFLS5. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan crosstab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boom generation adalah generasi yang paling mempercayai sukunya sendiri. Silent generation adalah generasi yang memiliki tingkat kewaspadaan terhadap orang lain paling tinggi. Generasi X adalah generasi yang memiliki tingkat kewaspadaan terhadap orang lain yang paling rendah dan tingkat kesediaan menitipkan rumah kepada tetangga yang paling tinggi. Silent generation memiliki tingkat kesediaan membantu paling tinggi. Generasi Y adalah generasi dengan tingkat partisipasi arisan paling tinggi. Silent generation memiliki tingkat partisipasi kerja bakti paling tinggi. Kegiatan masyarakat yang diikuti generasi Y, generasi X, boom generation, dan silent generation adalah kegiatan keagamaan dan parpol. Generasi yang paling banyak tidak mengikuti kegiatan masyarakat adalah boom generation.
Batak Toba’s Diaspor Loyalty against Customary Heritage in Special Region of Yogyakarta Dhuwik Afriliani; Setiati Widihastuti
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 2 (2022): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i2.58456

Abstract

Various problems due to meetings between two or more cultures such as shock culture, cultural assimilation, and cross culture are considered to be problems of the diaspor community until now. The question is, is this problem also experienced by the Batak Toba’s diaspor, which incidentally is considered a tribe that is very loyal to the customs of their ancestral heritage? Then, how their efforts to maintain the sustainability of traditional marriages? To answer this question, a study was conducted on 8 (eight) Batak Toba’s diaspor in Special Region of Yogyakarta (DIY). The main findings in the study raised from descriptive research with a qualitative approach include: love of the Batak’s custom and the existence of social sanctions encourage the Batak Toba’s diaspor to hold tight to the tradition up to now, it encourages them to try to instill customary valuesand principles, provide direct practical learning to naposo, held traditional seminars, persuaded to directly deal with each marriage, and actively involved in their respective pockets so that their traditional marriages would be preserved. However, in this effort there are still some obstacles, one of which is the indifference of naposo in the management of the HKBP Church. This study recommends the need to allocate a portion of HKBP Church funds to provide guidance by providing free housing for naposo who migrate to DIY.
Extreme Poverty Trap In Kalimantan Barat Fatmawati Fatmawati; Preatin Preatin
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 2 (2022): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i2.52555

Abstract

Poverty is complex, conceptually and empirically, because it will affect how to understand poverty, its analysis, and policy formulation to overcome poverty. World Bank defines International Poverty Line (GK) as US$ 1.9 as it adjusts for inflation and living standards. Indonesia's poverty rate released by BPS uses a monetary approach, GK, which represents the minimum amount of money a person needs to meet food needs, equivalent to 2100 calories and other non-food needs. Ordinal regression Partial Proportional Odds Model (PPOM) found the best model with independent variables: Number of Household Members, Age, Defecation Facilities, Diplomas, Lightning, Main Activities, and Access to Clean Water, and all these variables significantly affect the status of poor both Extreme Poor, Poor, and Near Poor levels. It was found that Odds Ratio was very different at the Extreme Poor level. It was concluded that this category had different tendencies from other levels. Handling the extreme poor with various conditions requires different handling than the poor. Extremely poor with one household member, aged 1-14 years and 60 years and over, more in need of Social Assistance from the government. Extreme Poor with certain other conditions requires more research to determine the most effective alleviation program. 
Tradisi Wiwit Mbako di Temanggung Jawa Tengah sebagai Sumber Belajar Sejarah Naufal Raffi Arrazaq; Sutrisno Mohamad; Iis Husnul Hotimah
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 2 (2022): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i2.52757

Abstract

Penelitian mengenai Wiwit Mbako di Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah untuk sumber belajar sejarah belum dikaji secara mendalam. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis pelaksanaan Wiwit Mbako dan potensinya sebagai sumber belajar mata pelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menguraikan data mengenai Wiwit Mbako. Hasil uraian tersebut kemudian dikaitkan dengan Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah memiliki tradisi Wiwit Mbako. Tradisi tersebut memiliki latar belakang sejarah terkait dengan kedatangan bangsa Barat di Nusantara. Tradisi Wiwit Mbako dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah. Wiwit Mbako berkaitan dengan KD 3.1., mata pelajaran sejarah kelas XI jenjang SMA/MA/SMK/MAK. Wiwit Mbako berkaitan materi dampak masuknya Bangsa Eropa bagi Bangsa Indonesia.
Landasan Filosofis dan Teori Pendidikan Sejarah dalam Buku Teks Sejarah Kelas X Karya Ratna Hapsari dan M. Adil Iis Husnul Hotimah
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 2 (2022): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i2.54288

Abstract

Artikel ini ditulis didasarkan pada buku teks yang memiliki fungsi sebagai sumber belajar siswa. Sehingga buku teks harus diformulasikan dengan berbagai macam teori khususnya teori pendidikan untuk buku teks sejarah. Dalam pembelajaran sejarah, buku teks bukan hanya berisi mengenai fakta-fakta atau penjelasan peristiwa, namun buku teks sejarah juga harus dikembangkan berdasarkan landasan filosofis dan teori pendidikan sejarah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur landasan filosofis dan teori pendidikan dari buku teks sejarah karya Ratna Hapsari dan M. Adil.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menguraikan data mengenai landasan filosofis dan teori pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa landasan filosofis dari buku teks sejarah karya Ratna Hapsari dan M. Adil menggunakan aliran filsafat Progresivisme dan aliran filsafat Rekonstruksionisme, sementara teori yang digunakan dalam buku tersebut adalah Teori Kognitif dan Teori Konstruktivisme.Kata Kunci: Landasan Filosofis, Teori Pembelajaran, Buku Teks Sejarah