cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
ISSN : 18295797     EISSN : 25499475     DOI : 10.21831
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Analisis Kerentanan Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara Terhadap Bencana Kekeringan Umar Mustofa; Rizky Arif Nugroho; Noor Zam Zammi
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 2 (2022): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i2.50674

Abstract

Peristiwa berkurangnya curah hujan pada suatu wilayah dalam sebuah periode tertentu sehingga menyebabkan kekurangan air untuk berbagai kegiatan biasanya disebut sebagai kekeringan. Kekeringan merupakan bencana yang berdampak cukup serius di Indonesia sebab terjadi penurunan curah hujan dalam periode waktu yang lama akibat kejadian El Nino atau ENSO (El Nino Southern Oscillation). Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami penurunan curah hujan akibat perubahan iklim. Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan kabupaten di wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang mengalami penurunan curah hujan dari tahun 2013 hingga 2016 dengan jumlah curah hujan hanya mencapai 61,71mm/tahun dari tahun-tahun sebelumnya 716,9 mm/tahun. Maka dari itu, perlu diketahui tingkat kerentanan sosial Kabupaten Penajam Paser Utara terhadap bencana kekeringan. Analisis data kerentanan masyarakat dilakukan dengan memperhitungkan data sosial masyarakat sesuai dengan variabel penelitian yang telah ditentukan dan hasilnya adalah indek kerentanan sosial di Kabupaten Penajam Paser Utara berada pada angka 0,41 yang berati berada tingkat kerentanan menengah.
Literasi Digital Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS FKIP Universitas Sriwijaya Aulia Novemy Dhita; Edwin Nurdiansyah
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 2 (2022): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i2.40643

Abstract

Literasi digital merupakan kemampuan yang diperlukan di era internet saat ini. Terutama penggunaannya yang semakin meningkat di masa Pandemi Covid-19. Untuk mengetahui tingkat literasi mahasiswa Jurusan P. IPS, FKIP-UNSRI perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif. Adapun populasi penelitian ini yaitu mahasiswa di Jurusan P. IPS, FKIP-UNSRI yang terdiri dari tiga program studi (Prodi) yaitu Pendidikan Sejarah, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Pendidikan Ekonomi yang berjumlah 857 mahasiswa dari angkatan 2014-2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling, dengan hasil sebanyak 555 mahasiswa yang mengisi angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital mahasiswa yang diukur menggunakan aspek literasi digital Bawden yaitu kemampuan dasar literasi mahasiswa sebesar 92,5% (sangat baik); latar belakang pengetahuan sebesar 82,5% (baik); kompetensi utama literasi digital sebesar 71,63% (baik) dan sikap dan perspektif informasi sebesar 95,87% (sangat baik). Hasil ini menunjukkan jika literasi digital pada empat aspek yang diukur sudah baik.Kata Kunci: literasi, digital, internet, informasi, mahasiswa Digital literacy is a skill that is needed in today's internet era. Especially its use which is increasing during the Covid-19 Pandemic. To find out the literacy level of students of the P. IPS Department, FKIP-UNSRI needs to be conducted research. This study used a survey method with a descriptive approach. The population of this study were students in the P. IPS Department, FKIP-UNSRI which consisted of three study programs (Prodi) namely History Education, Pancasila Education and Citizenship and Economic Education, totaling 857 students from the 2014-2020 class. Sampling was done by random sampling, with the result that 555 students filled out a questionnaire. The results showed that the digital literacy of students measured using aspects of Bawden's digital literacy, namely the basic literacy skills of students of 92.5% (very good); background knowledge of 82.5% (good); the main competence of digital literacy is 71.63% (good) and attitudes and information perspectives of 95.87% (very good). These results indicate that digital literacy in the four measured aspects is good.Keywords: literacy, digital, internet, information, students
Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan Abad 21: Analisis Keterampilan Abad 21 Suyato Suyato; Yayuk Hidayah; Iqbal Arpannudin; Lutfia Septiningrum
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol 19, No 2 (2022): Socia: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v19i2.60152

Abstract

Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan Abad 21 menjadi isu penting dalam menghadapi tantangan abad 21 yang semakin kompleks dan dinamis. Ketrampilan abad 21 menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan kewarganegaraan, yang bertujuan untuk menghasilkan generasi yang siap menghadapi tantangan global dan menjadi warga negara yang aktif dan berkontribusi pada masyarakat. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis data ketrampilan abad 21 yang terkait dengan pendidikan kewarganegaraan di abad 21. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan melibatkan partisipan dari guru dan siswa pada sebuah sekolah menengah atas di Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan analisis dokumen terkait kurikulum dan materi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketrampilan abad 21 yang diajarkan dalam pendidikan kewarganegaraan meliputi kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Namun, implementasi pembelajaran ketrampilan abad 21 masih menghadapi beberapa kendala seperti kurangnya pemahaman konsep dan peran ketrampilan abad 21 dalam pendidikan kewarganegaraan serta kurangnya dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah. Oleh karena itu, revitalisasi pendidikan kewarganegaraan di abad 21 perlu dilakukan dengan melibatkan semua pihak terkait, baik guru, siswa, maupun pihak sekolah dan pemerintah, agar ketrampilan abad 21 dapat diajarkan dan diterapkan secara efektif dalam pendidikan kewarganegaraan di abad 21.
Analisis Peluang Kerja Lulusan Pendidikan Administrasi Perkantoran dalam Rekrutmen Pegawai Pemerintah Kelompok Teknis 2022 Rusdiyanto, Wahyu; Ismawati, Junica; Zulkarnaen, Zulkarnaen
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2023): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v20i1.60746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang kerja lulusan pendidikan administrasi perkantoran pada rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Teknis Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi tentang informasi jenis pengadaan, instansi, serta tingkat pendidikan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu website resmi rekrutmen PPPK (sscasn.bkn.go.id). Selanjutnya, data dianalisis untuk mendapatkan informasi jenis formasi jabatan dan instansi yang membuka lowongan.  Analisis deskriptif digunakan untuk mendapatkan informasi jenis lowongan pekerjaan dan kantor pemerintah penyedia lowongan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 1901 peluang kerja untuk lulusan Pendidikan Administrasi Perkantoran. Peluang kerja terbanyak berada di Kementerian Agama. Formasi pekerjaan yang tersedia yaitu arsiparis dan analis kebijakan. Namun, lulusan pendidikan administrasi perkantoran harus bersaing dengan lulusan program studi lain yang layak mengisi formasi tersebut.
Disharmonisasi Keluarga : Pemicu Timbulnya Perilaku Lesbian Dalam Diri Remaja Zahra, Fadia; Wilodati, Wilodati; Wahyuni, Sri
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2023): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v20i1.60768

Abstract

Penyimpangan orientasi seksual lesbian bukanlah perilaku yang muncul secara spontan tanpa sebab. Dianalisis faktor disharmonisasi dalam keluarga, dimana terdapat ketidakselarasan fungsi di dalam sebuah keluarga. Kegagalan satu atau beberapa anggota keluarga dalam menjalankan kewajiban peran mereka menyebabkan kondisi retaknya struktural peran sosial dalam suatu unit keluarga. Peranan yang negative dari ketidakharmonisan keluarga terhadap perkembangan sosial anak mempengaruhi  perkembangan kecakapan-kecakapan anak, salah satunya adalah gangguan emosional dan perilaku penyimpangan orientasi seksual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang bertujuan untuk memahami pengalaman dan persepsi remaja lesbian secara lebih mendalam dan kontekstual. Penelitian ini melibatkan remaja pelaku lesbian dan orangtua dari remaja lesbian tersebut dengan menggunakan teknik wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan disharmonisasi keluarga sebagai pemicu dan latar belakang remaja menjadi lesbian secara terperinci sebagai berikut: (1). Konflik dan pertengkaran orangtua, (2). Peran Ayah yang tidak ideal, (3). Trauma melihat pengalaman keluarga dan saudara, (4). Pola asuh orangtua yang tidak efektif. Kondisi tersebut menyebabkan remaja mencari kenyamanan diluar rumah dengan jalan yang tidak baik, sehingga berdampak pada: (1). Gangguan emosional, (2). Masalah perilaku (3). Rendahnya harga diri dan rasa percaya diri, (4). Gangguan kesehatan, (5). mencapai dalam membentuk hubungan sosial, (6). Respons kesadaran beragama anak. Peran keluarga dalam kehidupan anak sangat penting dan berpengaruh pada perkembangan anak secara keseluruhanKata kunci : disharmonisasi, lesbian, , pola asuh orangtua, remaja 
Transformasi Humas Perguruan Tinggi di Era Distruptif 4.0 dan Society 5.0: Tantangan dan Strategi Wulansari, Nur Lailly Tri; Fitriana, Kurnia Nur; Khotimah, Nurul; Agustinova, Danu Eko; Satlita, Lena
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2023): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v20i1.61641

Abstract

Di era disruptif 4.0 dan society 5.0 seperti sekarang ini, posisi humas di perguruan tinggi memiliki tantangan untuk dapat meningkatkan citra di mata publik melalui berbagai media. Tentunya, dengan berpegang pada karakteristik perguruan tinggi yang mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu; pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Humas dalam perguruan tinggi diharapkan tidak hanya sebagai media promosi namun juga dapat sebagai media informasi bagi masyarakat, agar kampus lebih dikenal oleh kalangan publik. Sebagai garda terdepan di intitusi Humas dianggap perlu untuk meningkatkan kreatifitas dan inovasi untuk memberikan informasi kepada publik. Selain memberikan informasi yang layak dan juga terpercaya, humas perguruan tinggi di era disruptif 4.0 dan society 5.0 harus menjalin dan membina hubungan dengan para stake holders baik itu disruptif maupun media. Maka dari itu, penelitian dengan gabungan metode kualitatif dan kuantitaif ini berusaha untuk mencari tantangan transformasi humas di perguruan tinggi di era disruptif 4.0 dan society 5.0 serta mendapatkan strategi transformasi humas di perguruan tinggi di era disupsi 4.0 dan society 5.0 supaya dapat meningkatkan kualitas dan kesejahteraan bagi perguruan tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategi dan model pengembangan humas perguruan tinggi secara adaptive dan agile. Penelitian ini diorientasikan untuk menghasilkan luaran wajib berupa publikasi artikel ilmiah yang telah submit dalam jurnal internasional bereputasi terindeks (WoS, Scopus) dan luaran tambahan berupa buku referensi ber-ISBN tentang peran dan tranformasi humas perguruan tinggi di era disruptif 4.0 dan society 5.0 serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI).Kata Kunci: Transformasi, humas perguruan tinggi, strategi, disruptif 4.0, society 5.0
Kesenian Tari Piring Gelas Kabupaten Musi Rawas dalam Konteks Perubahan Sosial Budaya Wike, Wike; Jazuli, Muhammad; Lanjari, Restu
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2023): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v20i1.63067

Abstract

Kesenian tari Piring Gelas adalah kesenian tradisi yang ada di Kabupaten Musi Rawas yang mana telah memiliki perubahan-perubahan yang terjadi baik teks, konteks serta perubahan sosial budaya. Tujuan penelitian ini untuk menemukan dan menganalisis perubahan sosial budaya kesenian tari Piring Gelas dengan beberapa faktor perubahan social budaya. Penelitian ini menggunakan metode jenis data kualitatif dengan melakukan pendekatan Sosiologi untuk menganalias perubahan sosial budaya kesenian tari Piring Gelas dengan beberapa faktor perubahan sosial budaya. Hasil penelitian bahwa kesenian tari Piring Gelas mengalami perubahan social budaya dengan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial budaya yaitu ada faktor dalam masyarakat meliputi bertambah dan berkurangnya penduduk,adanya penemuan baru dan adanya konflik. Sedangkan faktor dari luar meliputi, terjadinya sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik  yanga da disekitar manusia, peperangan dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Hal inilah yang menyebabkan kesenian tari Piring Gelas Kabupaten Musi Rawas mengalami perubahan. 
Upaya Guru PPKn Dalam Mengembangkan Civic Responsibility Siswa Kelas XI Sma Negeri 2 Lolofitu Moi 2022/2023 Gulo, Perdamaian; Hulu, Syukur Kasieli
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 20 No. 1 (2023): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v20i1.64971

Abstract

Tanggung jawab dalam kamus besar bahasa indonesia (KKBI, 2007:1139) memiliki keadaan wajib menanggung segala sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan, dan lain sebagainya) Sikap tanggung jawab adalah sikap sadar diri dalam melaksanakan kewajiban, amanah atau kepercayaan yang telah diberikan kepada seseorang, menanggung sebab ataupun akibat dari hal-hal yang dipertanggung jawabkan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan analisis dengan pendekatan deskriptif. Dengan melakukan pengamatan langsung di sekolah SMA NEGERI 2 LOLOFITU MOI dan melakukan wawancara langsung kepada narasumber yang terdiri dari Guru mata pelajaran PPKn dan kepada siswa sebanyak 6 orang. Hasil penelitian yang dilakukan dilapangan upaya guru dalam mengembangngkan sifat tanggung jawab siswa ialah guru selalu berperan aktif dan menjadi fasilitator dan motivator kepada siswa untuk mengembangkan sifat tanggung jawab siswa tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Peran guru dalam mengembangkan sifat tanggung jawabsiswa melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas XI SMA Negeri 2 Lolofitu Moi sebagai berikut memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa untuk memahami betapa pentignya perubahan perubahan sikap dan karakter kearah yang lebih baik seperti bertanggung jawab, kesungguhan belajar, dan menaati displin sekolah dan melakukan pendekatan kepada siswa seperti memanggil siswa ketika siswa dijalur yang salah untuk diarahkan kearah yang lebih baik tanpa menggunakan kekerasan ataupun tekanan kepada siswa sehingga siswa merasa nyaman.
LITERASI DIGITAL LANSIA TERHADAP ISU KESEHATAN DI KARAWACI KOTA TANGERANG Muljati, Raden; Suwatno, Suwatno; Witarti, Denik Iswardani
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 21 No. 2 (2024): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v21i2.77963

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap isu-isu kesehatan. Sebagai populasi yang semakin beradaptasi dengan teknologi digital, memiliki kebutuhan kesehatan lebih dan mungkin menghadapi tantangan dalam mengakses informasi kesehatan secara digital. Penelitian ini menganalisis literasi digital lansia di Karawaci, Kota Tangerang terkait isu kesehatan. Metode penelitian deskriptif kualitatif, melalui survei menggunakan 17 kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas lansia aktif menggunakan perangkat digital dalam kesehariannya dan cukup percaya dengan informasi kesehatan di internet. Namun, ada sejumlah lansia jarang menggunakan aplikasi kesehatan digital dan merasa netral terhadap kemampuan mengevaluasi keaslian informasi kesehatan di internet. Hasil ini dapat memberikan wawasan penting untuk mengembangkan program literasi digital yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan lansia terkait isu kesehatan.
Student Perspectives on Civic Engagement in Strengthening Gender Equality in Higher Education (A Study at UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon and Jambi University) Nurchotimah, Aulia Sholichah Iman; Candra, Alif Aditya; Cahyono, Sigit Pandu; Patrisya, Meysita Intan
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 21 No. 2 (2024): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v21i2.81314

Abstract

This research aims to identify both the similarities and significant differences in student perspectives regarding civic engagement and its role in promoting gender equality in higher education at UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon and Jambi University. Additionally, the study aims to understand the implications of these perspectives for advancing gender equality at both institutions. The research uses qualitative methods to explore student views on gender equality and its connection to civic engagement through data collection methods such as interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that civic engagement can serve as an effective mechanism for enhancing gender equality in various higher education contexts. Students from both universities express an awareness of their critical roles in addressing gender equality issues, although their approaches differ due to religious and secular influences. These insights can guide universities in developing policies that better cater to student needs and foster gender equality through civic engagement. Moreover, the research suggests that a favourable student perspective on civic engagement related to gender equality may act as a catalyst for transformative change across campuses. Despite differing approaches, civic engagement at both institutions has the potential to raise awareness, shape more inclusive policies, and empower students to become advocates for gender equality within their campuses and communities. These results emphasize the necessity for institutional support and the creation of forums where students can express and explore their views on gender equality.