cover
Contact Name
Fricles Ariwisanto Sianturi
Contact Email
jurnalsimataniari@gmail.com
Phone
+6287870570931
Journal Mail Official
jurnalsimataniari@gmail.com
Editorial Address
JL. Nipkarim No.2, Batu Penjemuran, Namorambe, Kab. Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, 20357
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Simataniari
ISSN : -     EISSN : 3032761X     DOI : 10.69688/simataniari
Simataniari : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Dongan Dosen. Jurnal ini adalah Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial dan studi budaya. Simataniari :Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra menerima makalah dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Simataniari : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra menerbitkan makalah terpilih di bawah Lisensi Internasional: This work is licensed under Attribution-ShareAlike 4.0 International
Articles 25 Documents
Pengaruh Metode Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Sastra di SMA Rahmat Fersdiansyah; Syarifah Astuti Nasution
Simataniari :Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2025): Simataniari Edisi Januari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/simataniari.v2i1.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sastra di tingkat SMA. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami, menganalisis, dan menafsirkan karya sastra secara mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok siswa kelas XI, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran berbasis proyek dan kelas kontrol dengan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis proyek menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menganalisis isi, mengevaluasi unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra, serta menyusun argumen yang logis dan sistematis. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis proyek mampu mendorong partisipasi aktif siswa, melatih pemecahan masalah, dan memperkuat keterampilan berpikir kritis secara efektif. Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran berbasis proyek berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sastra. Penerapan metode ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sastra di SMA.
Penggunaan Media Digital Interaktif dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Kreatif Siswa Sekolah Menengah Dicky Nurdiansnyah; Siti Purnama Sari
Simataniari :Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2025): Simataniari Edisi Januari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/simataniari.v2i1.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media digital interaktif dalam meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa sekolah menengah. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya pengembangan keterampilan menulis kreatif sebagai bagian dari kompetensi literasi abad ke-21. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pretest-posttest kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan media digital interaktif dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan menulis kreatif sebelum dan sesudah perlakuan, serta observasi dan angket untuk mengukur respon siswa terhadap penggunaan media digital interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis kreatif siswa pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peningkatan tersebut meliputi aspek pengembangan ide, pemilihan kosakata, koherensi, dan penggunaan gaya bahasa. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap penggunaan media digital interaktif karena dianggap lebih menarik, interaktif, dan memotivasi dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media digital interaktif berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran menulis kreatif. Simpulan dari penelitian ini adalah media digital interaktif efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa sekolah menengah. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memanfaatkan teknologi ini sebagai sarana pembelajaran yang inovatif dan mendukung pengembangan literasi siswa di era digital
Transformasi Peran Guru dalam Pembelajaran Berbasis Metaverse: Tantangan Pedagogis dan Kesiapan Kompetensi Digital di Sekolah Menengah Dina Syahfitri; Kristopel Sianipar
Simataniari :Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2025): Simataniari Edisi Januari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/simataniari.v2i1.87

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan telah mendorong pemanfaatan teknologi metaverse sebagai ruang pembelajaran inovatif di sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan peran guru dalam pembelajaran berbasis metaverse, mengidentifikasi tantangan pedagogis yang dihadapi, serta mengevaluasi kesiapan kompetensi digital guru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap guru di beberapa sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru mengalami pergeseran dari penyampai informasi menjadi fasilitator, mediator, dan desainer pengalaman belajar yang interaktif dan imersif. Namun, implementasi pembelajaran berbasis metaverse menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, serta kurangnya pelatihan profesional yang berkelanjutan. Selain itu, kesiapan kompetensi digital guru masih bervariasi, terutama dalam aspek pedagogi digital, penguasaan teknologi, dan integrasi konten pembelajaran. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran berbasis metaverse sangat bergantung pada peningkatan kompetensi digital guru, dukungan institusi, serta pengembangan model pelatihan yang adaptif dan berkelanjutan untuk menghadapi dinamika pendidikan di era digital
Implementasi Pendekatan Multimodal dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra: Meningkatkan Keterlibatan Siswa dan Pemahaman Konsep Sastra Dian Marpaung; Ahmad Syah
Simataniari :Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2025): Simataniari Edisi Januari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/simataniari.v2i1.88

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pendekatan multimoda dalam pembelajaran bahasa dan sastra dengan fokus pada peningkatan keterlibatan dan pemahaman mahasiswa terhadap konsep sastra. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru, dan analisis portofolio siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai media, seperti teks, gambar, audio, dan video, dalam pembelajaran berhasil menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan menarik, yang meningkatkan partisipasi siswa dan memperdalam pemahaman mereka tentang konsep-konsep sastra. Wawancara dengan guru memberikan wawasan tambahan tentang manfaat praktis menerapkan pendekatan multimodal, sementara analisis portofolio siswa menegaskan peningkatan pemahaman siswa tentang konsep sastra dan keterampilan bahasa. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan multimoda dalam konteks pembelajaran bahasa dan sastra, menekankan perlunya pengembangan kurikulum dan pelatihan guru yang mendukung penerapan praktik pembelajaran inovatif. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman efektivitas pendekatan multimoda dalam meningkatkan hasil belajar bahasa dan sastra di sekolah
Implementasi Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kreativitas dalam Meningkatkan Aplikasi Pemahaman Sastra pada Siswa Sekolah Menengah Ridwan Syahputra; Citra Putri Ningsih
Simataniari :Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 1 (2025): Simataniari Edisi Januari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/simataniari.v2i1.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengevaluasi efektivitas implementasi pendekatan pembelajaran berbasis kreativitas dalam meningkatkan aplikasi pemahaman sastra pada siswa sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang melibatkan siswa kelas XI sebuah sekolah menengah di daerah perkotaan. Pendekatan pembelajaran berbasis kreativitas diterapkan dalam proses pembelajaran sastra selama satu semester, dengan fokus pada pengembangan keterampilan analisis, interpretasi, dan ekspresi kreatif terhadap teks sastra. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis kreativitas efektif dalam meningkatkan aplikasi pemahaman sastra pada siswa sekolah menengah. Siswa menunjukkan peningkatan dalam kemampuan mereka untuk menganalisis, menginterpretasi, dan mengekspresikan ide-ide kreatif mereka terkait dengan teks sastra. Temuan ini menunjukkan pentingnya memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk lebih aktif terlibat dan kreatif dalam memahami sastra. Implikasi dari penelitian ini untuk pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran sastra di sekolah menengah dibahas secara mendalam, menyoroti perlunya pengintegrasian strategi pembelajaran yang menekankan pada kreativitas dan partisipasi aktif siswa dalam pengajaran sastra. Dengan memperluas pemahaman dan aplikasi siswa terhadap sastra melalui pendekatan yang lebih dinamis, diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar mereka serta membuka peluang untuk pengembangan potensi kreatif mereka. Diskusi mengenai implementasi yang lebih luas dari pendekatan ini dalam kurikulum sastra sekolah menengah memberikan wawasan bagi penyusunan pedoman dan strategi yang lebih inklusif, memperkaya pengalaman belajar siswa dalam memahami dan menghargai karya sastra
Meningkatkan Keterlibatan Siswa dan Pemahaman Konsep Sastra Rina Kartika; Andi Setiawan
Simataniari :Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2025): Simataniari Edisi Juli
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/simataniari.v2i2.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan multimodal dalam pembelajaran bahasa dan sastra, serta dampaknya terhadap keterlibatan siswa dan pemahaman konsep sastra. Pendekatan multimodal melibatkan penggunaan berbagai mode komunikasi, seperti teks, gambar, audio, dan video, guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih kaya dan interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan multimodal secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar dan memperkuat pemahaman mereka terhadap konsep-konsep sastra. Siswa menunjukkan peningkatan motivasi dan partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Guru juga melaporkan adanya variasi metode pengajaran yang lebih menarik dan efektif. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan multimodal merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa dan sastra. Penelitian ini merekomendasikan integrasi lebih lanjut dari pendekatan multimodal dalam kurikulum pendidikan bahasa dan sastra, serta pelatihan bagi guru untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran
Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Teks Argumentasi Siswa Kelas XI sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Menulis Dennis Surbakti
Simataniari :Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2025): Simataniari Edisi Juli
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/simataniari.v2i2.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa dalam teks argumentasi siswa kelas XI sebagai upaya peningkatan kompetensi menulis. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan mengklasifikasikan kesalahan berbahasa yang meliputi aspek ejaan, diksi, struktur kalimat, dan kohesi serta koherensi paragraf. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumentasi terhadap teks argumentasi yang ditulis oleh siswa. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi kesalahan, klasifikasi, analisis penyebab, dan pemberian rekomendasi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa paling dominan terdapat pada aspek ejaan, seperti penggunaan huruf kapital dan tanda baca, disusul oleh kesalahan dalam pemilihan diksi yang kurang tepat. Kesalahan struktur kalimat juga ditemukan, terutama dalam penggunaan konjungsi dan penyusunan kalimat efektif. Selain itu, kohesi dan koherensi paragraf belum sepenuhnya tercapai, sehingga memengaruhi keterpaduan teks secara keseluruhan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor penyebab kesalahan berbahasa meliputi kurangnya pemahaman kaidah bahasa, minimnya latihan menulis, dan kurangnya umpan balik dari guru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa analisis kesalahan berbahasa dapat digunakan sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran menulis yang lebih efektif. Rekomendasi yang diajukan adalah peningkatan bimbingan dalam penggunaan bahasa yang baik dan benar, pemberian latihan menulis secara berkelanjutan, serta pemberian umpan balik yang konstruktif. Dengan demikian, kompetensi menulis siswa diharapkan dapat meningkat secara signifikan
Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Teks Naratif Siswa SMP: Implikasi terhadap Desain Modul Remedial Rudi Hermansyah; Sarma Nainggolan
Simataniari :Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2025): Simataniari Edisi Juli
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/simataniari.v2i2.92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa dalam teks naratif siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), (2) menganalisis faktor penyebab dominan terjadinya kesalahan, dan (3) merumuskan implikasi temuan terhadap desain modul remedial pembelajaran menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana. Data berupa 60 teks naratif siswa kelas VIII yang dikumpulkan melalui tugas menulis terstruktur. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan lembar analisis kesalahan, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi kesalahan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa paling dominan terdapat pada aspek kebahasaan, meliputi kesalahan ejaan (32%), penggunaan tanda baca (21%), struktur kalimat (18%), pilihan kata/diksi (15%), serta kohesi dan koherensi antarparagraf (14%). Faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya penguasaan kaidah bahasa Indonesia baku, rendahnya keterampilan menyunting, serta minimnya latihan menulis berbasis umpan balik terstruktur. Berdasarkan temuan tersebut, desain modul remedial disusun dengan pendekatan berbasis kesalahan (error-based learning) yang memuat latihan identifikasi kesalahan, revisi teks, penguatan kaidah, dan refleksi mandiri. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa analisis kesalahan berbahasa memberikan dasar empiris yang kuat dalam merancang modul remedial yang lebih terarah, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan nyata siswa. Modul remedial yang dikembangkan berbasis temuan kesalahan aktual terbukti lebih efektif dalam meningkatkan ketepatan penggunaan kaidah bahasa dan kualitas struktur teks naratif siswa
Analisis Kesiapan Ekosistem Pendidikan Inklusif terhadap Implementasi Kurikulum Adaptif Berbasis Artificial Intelligence (AI) Indah Syafitri; Eva Simanjuntak
Simataniari :Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2025): Simataniari Edisi Juli
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/simataniari.v2i2.93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan ekosistem pendidikan inklusif dalam mengimplementasikan kurikulum adaptif berbasis Artificial Intelligence (AI). Fokus kajian mencakup aspek kebijakan, kompetensi pendidik, infrastruktur teknologi, serta kesiapan peserta didik berkebutuhan khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi pada beberapa satuan pendidikan inklusif. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola kesiapan dan tantangan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum ekosistem pendidikan inklusif berada pada tahap kesiapan awal hingga menengah. Dari sisi kebijakan, terdapat dukungan normatif terhadap integrasi teknologi, namun belum diikuti dengan panduan teknis yang komprehensif. Kompetensi pendidik dalam memanfaatkan AI masih terbatas, khususnya dalam merancang pembelajaran adaptif berbasis data. Infrastruktur teknologi menunjukkan kesenjangan antar lembaga, terutama terkait akses perangkat dan konektivitas. Di sisi lain, penggunaan AI berpotensi meningkatkan personalisasi pembelajaran, aksesibilitas materi, serta pemantauan perkembangan peserta didik secara real-time. Tantangan utama meliputi keterbatasan literasi digital, isu etika penggunaan AI, serta kesiapan budaya organisasi sekolah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa implementasi kurikulum adaptif berbasis AI dalam pendidikan inklusif memerlukan penguatan pada aspek kebijakan operasional, peningkatan kapasitas pendidik, pemerataan infrastruktur, serta pengembangan kerangka etika dan tata kelola AI. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem pendidikan inklusif yang adaptif dan berkelanjutan
Efektivitas Penggunaan Bahasa Daerah dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar: Studi Kasus di Sumatera Utara Johannes Nadeak; Siti Khoridah
Simataniari :Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 2 (2025): Simataniari Edisi Juli
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/simataniari.v2i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran tematik di Sekolah Dasar dengan studi kasus di Provinsi Sumatera Utara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pelestarian bahasa daerah sekaligus peningkatan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran tematik yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa kelas IV di salah satu Sekolah Dasar negeri di Sumatera Utara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pendamping dalam pembelajaran tematik mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa, memperkuat partisipasi aktif dalam diskusi kelas, serta menciptakan suasana belajar yang lebih komunikatif dan kontekstual. Siswa terlihat lebih percaya diri dalam mengemukakan pendapat ketika guru mengaitkan materi pembelajaran dengan bahasa dan budaya lokal. Namun demikian, penggunaan bahasa daerah tetap perlu dikombinasikan secara proporsional dengan bahasa Indonesia agar tidak menghambat penguasaan bahasa nasional sebagai bahasa pengantar utama. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa daerah secara terintegrasi dalam pembelajaran tematik di Sekolah Dasar efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa, serta berkontribusi pada pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan dan strategi pembelajaran yang adaptif agar penggunaan bahasa daerah dapat dioptimalkan tanpa mengurangi pencapaian kompetensi kurikulum nasional

Page 2 of 3 | Total Record : 25