cover
Contact Name
Mas Mulyono
Contact Email
sell.journals@gmail.com
Phone
+62895639425081
Journal Mail Official
jurnal.sell@sitasi.id
Editorial Address
Jl. Wonosari KM. 6 Pringgolayan, Kec. Banguntapan, Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55171
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Social, Educational, Learning and Language (SELL)
ISSN : 30262763     EISSN : 30262828     DOI : https://doi.org/10.61930/sell.v1i1.3
Core Subject :
SELL: Social, Educational, Learning and Language is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. The journal welcomes varied approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research. SELL: Social, Educational, Learning and Language, and Language invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Social a, Education, Learning, and Language, which covers textual and fieldwork investigation with special reference to Social and Humanities, Education, Learning, and Language as well as the examination of contemporary issues in Social Education, Learning, and Language.
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
Peran Guru dalam Peningkatan kreativitas Belajar anak Sekolah Dasar Fatihatul Fuadiyah; Syarwatul Kamalia Putri; Ririn Inayatul Mahfudloh
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i1.308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana peran guru dapat mendorong peningkatan kreativitas belajar siswa dalam pembelajaran tematik pada siswa kelas 4 di UPT SD Negeri 38 Gresik. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian interaktif. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 22 siswa kelas 4. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi serta wawancara mendalam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai pendamping, panutan, konselor, sumber ilmu, dan penggerak memiliki kontribusi signifikan dalam menumbuhkan kreativitas belajar siswa di kelas tersebut.
Ilmu Tafsir Agus Rifki Ridwan; Jery Pratama
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i1.309

Abstract

Ilmu Tafsir merupakan cabang ilmu keislaman yang berfungsi untuk menafsirkan dan menjelaskan makna ayat-ayat Al-Qur’an secara sistematis dan metodologis. Melalui Ilmu Tafsir, kandungan Al-Qur’an dapat dipahami secara mendalam dan diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan umat manusia. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ruang lingkup, perkembangan historis, metode, corak, dan relevansi Ilmu Tafsir dalam menghadapi dinamika zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang mengkaji literatur klasik dan kontemporer seputar Ilmu Tafsir dan para mufassir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ilmu Tafsir terus berkembang dari masa ke masa, mulai dari pendekatan tradisional berbasis riwayat hingga pendekatan rasional dan kontekstual di era modern. Selain itu, keragaman corak tafsir seperti fiqhi, sufistik, ilmiah, dan sosial menunjukkan fleksibilitas Ilmu Tafsir dalam menjawab kebutuhan zaman. Oleh karena itu, Ilmu Tafsir memiliki peran penting dalam menjaga otentisitas pesan ilahi sekaligus menjadikannya relevan bagi masyarakat modern. Kajian ini diharapkan dapat memperkuat apresiasi akademik terhadap tafsir sebagai bagian integral dari pengembangan pemikiran Islam.
Analisis dan Pengembangan Desain Pembelajaran PAI Berbasis Karakter Danyi Riani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 1 No. 1 (2023): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama dituntut tidak hanya memberikan pemahaman yang mendalam tentang Agama, melaikankan juga memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam membentuk karakter. Banyak upaya yang dilakukan untuk memenuhi tuntutan ini, namun belum menghasilkan hasil yang signifikan. Penelitian ini menawarkan sebuah analisis dan pengembangan terhadap desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis karakter. Yang dapat digunakan Guru sebagai pedoman dalam merancang atau mendesain pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Artikel ini berupaya menganalisis dan memberikan pengembangan terhadap desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hasilnya dari penelitian ini bisa dilihat langkah-langkah atau cara dalam mendesain pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis karakter dan serta cara menilainya. Sehingga bisa digunakan oleh Guru ketika melakukan desain pembelajaran agar pembelajaran yang dilakukan bisa mengintegrasikan nila- nilai karakter dalam proses pembelajaran.
Manfaat Bimbingan dan Konseling Bagi Siswa Danyi Riani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 1 No. 2 (2023): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat bimbingan dan konseling bagi siswa SD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu membaca buku-buku, makalah atau artikel, majalah, jurnal, web (internet). Analisis data yang digunakan yaituanalisis Interaktif. Hasil penelitian ini untuk mengetahui : 1) Pengertian bimbingan dan konseling, 2) tujuan dari bimbingan dan konseling, 3) peran konselor dalam konseling, 4) pengertian pendidikan Sekolah Dasar, 5) pentingnya bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar,6) Prosedur pelaksanaan konseling.
Konsep Perencanaan Pembelajaran dan Model Pengembangan Perangkat Desain Pembelajaran Danyi Riani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pembelajaran merupakan komponen penting dari proses pembelajaran,dan mencakup pemahaman tentang tujuan pembelajaran, fungsi-fungsi penting, danmodel-model pengembangan perangkat desain pembelajaran. Artikel ini membahaskonsep dasar perencanaan pembelajaran, seperti definisi, tujuan, dan fungsi-fungsipenting. Selain itu, artikel ini memeriksa model pengembangan perangkat desainpembelajaran yang efektif, seperti ASSURE, Hannafin & Peck, Dick & Carey, 4D, danPPSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam tentang perencanaan pembelajaran sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yang terstruktur dan terarah memungkinkan guru memaksimalkan potensi peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan
Kompetensi Supervisor dalam Supervisi Guru Bimbingan Konseling (Suatu Tinjauan Studi Pustaka) Danyi Riani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi supervisor dalam supervisiguru bimbingan konseling. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka yang berisi mengenai konsep dan teori yang digunakan berdasarkan literatur yang tersedia, terutama dari artikel-artikel yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah. Selanjutnya teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif interpretatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam supervise guru bimbingan dan konseling terbukti efektif dapat meningkatkan keterampilan, pemahaman guru bimbingan konseling dan mampu dalam meningkatkan penguasaan praktek konseling. Dimana dengan diterapkannya supervise bimbingan konseling yang dilakukan supervisor dapat membantu guru bimbingan konseling untuk meningkatkan dan lebih mengembangkan skill dalam keterampilan layanan bimbingan konseling. Peran pengawas membutuhkan banyak keterampilan dan nilai yang berbeda dari hubungan terapeutik. Pengawas harus memiliki pendidikan dan pelatihan untuk menjalankan peran mereka agar guru bimbingan konseling menerima umpan balik secara teratur sehingga mereka memiliki dasar untuk mengasah keterampilan mereka
Pelayanan Profesional Guru Bimbingan Konseling Dalam Meminimalisir Kesalahpahaman Tentang Bimbingan Konseling Di Sekolah Danyi Riani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru bimbingan konseling adalah penyelenggara kegiatan bimbingankonseling di sekolah. Guru bimbingan konseling harus memiliki empatkompetensi. Kompetensi kepribadian, kompetensi profesional,kompetensi sosial dan kompetensi pedagogik. Kompetensi profesionaladalah kompetensi yang penting bagi seorang guru karena guru harus profesional di bidangnya. Profesional yang menandakan ia adalah orang yang ahli untuk melaksanakan pelayanan bimbingan konseling. Seorang guru BK harus memberikan pelayanan profesional kepada siswanya di sekolah. Dengan pelayanan profesional diharapkan guru BK memiliki image positif dari siswanya dan masyarakat luas lainnya. Adanya image ini tentu akan memiliki dampak terhadap penilaian bagaimana bimbingan konseling tersebut. Banyaknya kesalahpahaman tentang Bimbingan Konseling menyebabkan keprofesionalan Bimbingan Konseling menjadi tercemar. Menganggap guru Bimbingan Konseling yang tidak profesional, guru Bimbingan Konseling hanya tidak memiliki kejelasan dalam bekerja dan banyak lagi anggapan miris mengenai Bimbingan Konseling oleh siswa dan pihak lainnya. Pada dasarnya bimbingan konseling merupakan suatu profesi yang diakui oleh Undang- Undang namun bagi sebagian yang lainnya itu dipandang sebelah mata. Diharapkan dengan adanya pelayanan profesional dari guru Bimbingan konseling bisa mematahkan anggapan salah mengenai bimbingan konseling dan bisa meminimalisir kesalahpahaman tentang bimbingan konseling. Dengan adanya pelayanan profesional dari guru bimbingan konseling membuktikan bahwa seorang guru adalah seorang yang benar profesional. Pelayanan profesional yang dilaksanakan oleh guru bimbingan konseling menandakan seorang guru bimbingan konseling layak untuk menjadi seorang guru. Dan dengan profesionalnya ini bisa meminimalisir kesalahpahaman tentang bimbingan konseling
Analisis Umum dan Khusus dalam Dalil Syariah: Ciri-Ciri Lafaz dan Strategi Pengkhususan Antardalil (Al-Qur’an dan Hadis) Mesal Sabilah; Dara Siska; Gustiya Sunarti
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Ushul Fiqh mengenai lafaz umum (‘ām) dan khusus (khāṣ) merupakan aspek penting dalam memahami hukum Islam. Kedua bentuk lafaz ini sering kali menimbulkan perbedaan interpretasi hukum jika tidak dipahami secara tepat, khususnya dalam praktik pengkhususan antardalil. Penelitian ini bertujuan menganalisis definisi, ciri-ciri lafaz umum dan khusus, serta strategi pengkhususan antara Al-Qur’an dan Hadis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka terhadap kitab-kitab Ushul Fiqh klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafaz umum memiliki ciri penggunaan kata seperti kullu, jami‘, man, dan bentuk jamak nakirah; sementara lafaz khusus lebih terbatas, ditandai dengan isim ‘alam, isyarah, atau bentuk tunggal tertentu. Pengkhususan dalil dapat terjadi dalam empat bentuk: (1) Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, (2) Al-Qur’an dengan Hadis, (3) Hadis dengan Al-Qur’an, dan (4) Hadis dengan Hadis. Temuan ini menegaskan bahwa penguasaan konsep umum–khusus serta mekanisme pengkhususan dalil sangat urgen bagi pengembangan ijtihad kontemporer
Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Di MTs Al-Falah Ratna Widya Wahyuningsih; Lidia Tiyana Indriyani; Ratna Dewi Setyowati
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa di MTs Al-Falah. Lingkungan keluarga yang dikaji meliputi pola asuh, perhatian orang tua, dan dukungan belajar yang diberikan kepada siswa, sedangkan prestasi belajar diukur melalui nilai akademik siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan korelasi Product Moment dan Cronbach’s Alpha. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan pada variabel X dan Y dinyatakan valid. Uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,892 pada variabel lingkungan keluarga dan 0,873 pada variabel prestasi belajar, yang berarti kedua instrumen sangat reliabel. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (Sig. = 0,200), sedangkan uji linearitas menunjukkan hubungan linear signifikan antara kedua variabel (Sig. = 0,000). Hasil analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa, dengan nilai t hitung 9,198 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,750 menunjukkan bahwa 75% variasi prestasi belajar dapat dijelaskan oleh lingkungan keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik lingkungan keluarga, maka semakin tinggi prestasi belajar siswa di MTs Al-Falah..
Peran Pendekatan Neurosains Terhadap Kemampuan Problem Solving Anak Usia Dini Nadia Fanisa; Selmi Purnama Sari; Femi Wulandari; Putri Intan Rahayu; Dita Lestari
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i2.363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran Pendekatan Neurosains Terhadap Kemampuan Problem Solving Anak Usia Dini (PAUD). Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) di mana perkembangan otak berlangsung sangat pesat dan memiliki tingkat neuroplastisitas tertinggi. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang selaras dengan cara kerja otak anak menjadi kunci untuk membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills). Manfaat penelitian ini adalah memberikan landasan ilmiah bagi guru, orang tua, dan pengambil kebijakan dalam merancang kegiatan pembelajaran yang berbasis pada pemahaman neurosains sehingga dapat menstimulasi fungsi eksekutif anak, seperti working memory, inhibitory control, dan cognitive flexibility. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan wawancara terhadap satu pendidik PAUD. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang bersifat interpretatif berdasarkan kajian teori dan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip neurosains dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui berbagai strategi, seperti bermain konstruktif, stimulasi bahasa melalui pertanyaan terbuka, pembelajaran berbasis proyek sederhana, serta permainan sosio-dramatik. Selain itu, lingkungan belajar yang aman secara emosional terbukti mampu meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kemampuan anak dalam memecahkan masalah secara mandiri. Guru yang memahami dasar neurosains lebih mampu menciptakan suasana belajar yang berpusat pada anak dan mendukung perkembangan fungsi eksekutif secara optimal. Dengan demikian, integrasi pendekatan neurosains dalam pendidikan anak usia dini menjadi strategi efektif untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan kreatif sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21