cover
Contact Name
Mas Mulyono
Contact Email
sell.journals@gmail.com
Phone
+62895639425081
Journal Mail Official
jurnal.sell@sitasi.id
Editorial Address
Jl. Wonosari KM. 6 Pringgolayan, Kec. Banguntapan, Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55171
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Social, Educational, Learning and Language (SELL)
ISSN : 30262763     EISSN : 30262828     DOI : https://doi.org/10.61930/sell.v1i1.3
Core Subject :
SELL: Social, Educational, Learning and Language is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. The journal welcomes varied approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research. SELL: Social, Educational, Learning and Language, and Language invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Social a, Education, Learning, and Language, which covers textual and fieldwork investigation with special reference to Social and Humanities, Education, Learning, and Language as well as the examination of contemporary issues in Social Education, Learning, and Language.
Arjuna Subject : -
Articles 73 Documents
Masyarakat Madani Sebagai Instrumen Pembangunan Kesejahteraan Umat Fathri Varanzhi; Nelly Maryati; Deka Putri Patricia; Tari Tari; Adit Tri Kurniawan; Bunga Salsabila; M. Mustofa Tri Buana; Choiriyah Choiriyah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat madani sebagai instrumen pembangunan kesejahteraan umat dalam perspektif Islam dan sosial kemasyarakatan. Kesejahteraan umat tidak hanya dipahami dalam dimensi material, tetapi juga mencakup aspek sosial, moral, spiritual, dan budaya yang membentuk kualitas kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah dan karya akademik relevan yang dianalisis melalui pendekatan tematik-kritis dan disintesis secara konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat madani memiliki peran strategis dalam pembangunan kesejahteraan umat melalui internalisasi nilai-nilai keislaman seperti ukhuwah Islamiyah, keadilan sosial, moderasi beragama, partisipasi masyarakat, serta pengelolaan filantropi Islam yang berkelanjutan. Selain itu, masyarakat madani berfungsi sebagai kekuatan sosial yang memperkuat kohesi masyarakat, mendorong pemerataan kesejahteraan ekonomi, dan menjadi penyeimbang dalam tata kelola publik yang demokratis. Penelitian ini menegaskan bahwa masyarakat madani tidak hanya relevan sebagai konsep normatif, tetapi juga sebagai paradigma dan instrumen praktis dalam pembangunan kesejahteraan umat yang berkeadilan dan berkelanjutan
Peran Pendidikan Pancasila dalam Membangun Karakter Mahasiswa Rasia Wahyudi; Dandy Pratama Ramadhan; Ridho Aprizal Yenka; Adifsyah Arli; Gilang Editya Pratama; M. Syahril Fauzani; Choiriyah Choiriyah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 2 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Pendidikan Pancasila dalam menginternalisasi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila melalui pendekatan studi pustaka. Literatur yang dikaji meliputi artikel jurnal nasional, kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Pancasila yang kontekstual dan reflektif mampu membentuk karakter mahasiswa yang religius, gotong royong, mandiri, kritis, dan kreatif. Meskipun demikian, tantangan masih dihadapi dalam hal metode pembelajaran yang inovatif dan persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah ini. Oleh karena itu, perlu penguatan pendekatan pedagogis yang lebih aplikatif dan relevan dengan realitas kehidupan mahasiswa.
Pancasila Dan Kontradiksi Etika Bisnis Di Era Globalisasi Ahmed Mido; Kiran Destriana; Siti Zakiah; Sari Ayu; Syahranie Putri Hasbie; Adji Pati Palepi; Choiriyah Choiriyah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran fundamental dalam membentuk sistem nilai dan etika sosial di Indonesia. Namun, nilai-nilai normatif yang terkandung di dalamnya kerap berbenturan dengan dinamika dunia bisnis yang bersifat fleksibel, pragmatis, dan berorientasi pasar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontradiksi antara prinsip-prinsip Pancasila dan realitas bisnis modern di tengah arus globalisasi dan Revolusi Industri 4.0. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan reflektif-kritis terhadap sumber akademik dan kebijakan publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kontradiksi tersebut muncul karena perbedaan orientasi nilai: Pancasila menjunjung stabilitas sosial dan moral, sementara bisnis menekankan efisiensi dan profitabilitas. Diperlukan strategi reaktualisasi Pancasila dalam kebijakan hukum dan pendidikan agar nilai-nilainya tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman
Pancasila dan Generasi Z di Era Media Sosial: Antara Nilai Ideal dan Praktik Digital Intan Shiffa Salsyabillah; Putri Wahida Amsyari; Amelia Putri Islami; Revina Revina; Kayla Ananditha; Zhalika Afarin Azurah; Choiriyah Choiriyah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial secara signifikan memengaruhi cara Generasi Z membentuk nilai dan berinteraksi di ruang digital. Di sisi lain, Pancasila sebagai ideologi bangsa memuat nilai-nilai luhur yang seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa, termasuk dalam penggunaan media digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis ketegangan antara praktik digital Generasi Z dan nilai-nilai ideal Pancasila melalui studi literatur terhadap sembilan jurnal nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital dan etika bermedia sosial menyebabkan belum terinternalisasinya nilai-nilai Pancasila secara konsisten. Namun, media sosial tetap memiliki potensi strategis sebagai sarana pendidikan nilai jika diintegrasikan dengan pendekatan literasi digital berbasis karakter. Oleh karena itu, penguatan literasi digital berbasis Pancasila menjadi penting untuk membentuk karakter kebangsaan Generasi Z di era digital
Reaktualisasi Pancasila di Era Globalisasi Mayang Sari; Aini Fitria Destianti; Andi Balqis Khairunnisa; Angeliska Putri; Msy. Khairunnisa Hafsha Nailah; Nafisah Basyar; Choiriyah Choiriyah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi membawa perubahan besar dalam nilai, budaya, dan identitas nasional Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak globalisasi terhadap nilai-nilai Pancasila serta merumuskan strategi reaktualisasi Pancasila sebagai ideologi bangsa melalui pendidikan, literasi digital, dan pelestarian budaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dari berbagai sumber akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai pedoman ideologis untuk menyaring pengaruh negatif globalisasi. Reaktualisasi nilai-nilainya melalui pendidikan kontekstual dan penguatan peran institusi sosial sangat penting dalam menjaga identitas nasional dan membangun karakter bangsa yang tangguh di era global
Implikasi Cerita Bergambar Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini Dhea Putri Sakilla; Sukawati
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas dan kemampuan motorik halus anak usia dini seringkali terhambat oleh penggunaan media pembelajaran yang monoton dan repetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kegiatan kolase menggunakan berbagai media bahan bekas terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini (AUD) di RA Akhlakul Karimah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 20 peserta didik kelompok B1 sebagai subjek utama dan 2 orang guru sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media loose parts seperti kain perca, cangkang telur, daun kering, kancing baju, dan sedotan bekas memberikan stimulasi motorik halus yang signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan koordinasi mata-tangan, kekuatan otot jari melalui teknik menjumput (pincer grasp), serta ketelitian dalam menempel berbagai tekstur bahan. Selain itu, kebebasan dalam memilih bahan terbukti meningkatkan antusiasme dan kemandirian anak dalam bereksplorasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemanfaatan bahan bekas tidak hanya efektif secara ekonomis sebagai media pembelajaran, tetapi juga mampu menjadi alternatif solutif dalam mengoptimalkan potensi motorik halus dan kreativitas anak secara holistik di lingkungan sekolah
Hukum Donor ASI melalui Bank ASI dalam Perspektif Fiqih dan Implikasi Mahram Ulva Dwi Sakinah; Siti Zubaidah; Mahlil Nurul Ihsan
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v4i1.461

Abstract

Donor ASI saat ini semakin mudah dilakukan, terutama dengan hadirnya platform seperti Lactashare yang mempertemukan ibu pendonor dengan bayi yang membutuhkan. Di balik manfaat medisnya, praktik donor asi ini menyimpan persoalan dalam hukum Islam dan juga terkait dampaknya terhadap hubungan mahram jika bayi menyusu kepada wanita lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hukum donor ASI melalui bank ASI dalam perspektif fiqih dan implikasinya terhadap hubungan mahram berdasarkan prinsip radha’ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research berdasarkan hasil analisis dari kitab fiqih klasik, pendapat ulama kontemporer, fatwa lembaga Islam dan juga jurnal akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ulama berbeda pendapat, ada yang membolehkan dengan syarat ketat dan ada juga yang melajarang karena khawatir kekacauan nasab. Fatwa MUI No. 28 Tahun 2013 membolehkan donor ASI asalkan indentitas pendonor dicatat dengan jelas agar tidak terjadi pernikahan antara saudara sepersusuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa donor ASI diperbolehkan asalkan syarat-syaratnya terpenuhi, khususnya kejelasan identitas pendonor demi menjaga nasab dan hubungan mahram.
Internalisasi Nilai Multikultural Dalam Membentuk Identitas Sosial Siswa Di Lingkungan Sekolah Heterogen Resti Yulastri; Khairil Hidayat; Tyeva Agil Nadiansyah; Yogi Arrohman; Alif Akmal Al Irsyad
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v4i1.462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai multikultural dalam membentuk identitas sosial siswa di lingkungan sekolah heterogen. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penanaman nilai toleransi, saling menghargai, dan sikap inklusif di tengah keberagaman latar belakang budaya, agama, dan sosial siswa. Namun, masih ditemukan adanya stereotip, prasangka, serta rendahnya kesadaran multikultural di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa di sekolah dengan latar belakang heterogen. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai multikultural dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di kelas, budaya sekolah, serta interaksi sosial antar siswa. Nilai-nilai yang dikembangkan meliputi toleransi, saling menghormati, dan kerja sama. Peran guru sangat penting sebagai fasilitator dan teladan dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Internalisasi nilai multikultural terbukti berkontribusi dalam membentuk identitas sosial siswa yang lebih inklusif, terbuka, dan mampu berinteraksi secara harmonis dalam lingkungan yang beragam. Dengan demikian, pendidikan multikultural memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan identitas sosial siswa di sekolah heterogen.
Konsep Pendidikan Multikultural Perspektif Tokoh Islam Indonesia dan Relevansinya dengan PAI Kontemporer Ahmad Julizar; Ainur Rafiq; Abdul Hadi Alghani; Alfaza Rizki Siagian; Muhammad Iqbal; Restri Yulastri
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v4i1.463

Abstract

endidikan multikultural merupakan pendekatan pendidikan yang bertujuan membangun sikap saling menghargai, toleransi, dan keadilan dalam masyarakat yang majemuk. Artikel ini mengkaji konsep pendidikan multikultural dalam perspektif tokoh-tokoh Islam Indonesia, yaitu Abdurrahman Wahid, Nurcholish Madjid, Azyumardi Azra, dan Ahmad Syafii Maarif, serta relevansinya terhadap Pendidikan Agama Islam (PAI) kontemporer. Kajian dilakukan melalui studi pustaka dengan menganalisis gagasan, landasan teologis, dan implementasi pendidikan multikultural dalam konteks pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa para tokoh tersebut menempatkan keberagaman sebagai sunnatullah yang harus dikelola melalui pendidikan yang inklusif, dialogis, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Landasan pendidikan multikultural juga didukung oleh ajaran Al-Qur’an dan hadis yang menegaskan pentingnya penghormatan terhadap perbedaan. Dalam konteks PAI kontemporer, pendidikan multikultural berperan penting dalam mencegah intoleransi, radikalisme, dan eksklusivisme keagamaan, sekaligus membentuk peserta didik yang religius, moderat, demokratis, serta mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang beragam
Jejak Peradaban Islam dalam Dunia Farmasi: Sejarah Perkembangan Ilmu Farmasi serta Kontribusi Para Pendahulu Muhammad Syamsul Munir; Rifki Hidayat; Raja Ubaidillah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 4 No. 1 (2026): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v4i1.464

Abstract

Farmasi merupakan ilmu yang mempelajari peracikan, standarisasi, distribusi, dan penggunaan obat secara aman, yang telah berkembang sejak peradaban kuno seperti Mesir, Persia, Cina, Yunani, dan Romawi. Namun, kontribusi peradaban Islam dalam sejarah farmasi sering kali kurang dikenal. Penelitian ini bertujuan mengungkap peran umat Islam dalam pengembangan ilmu farmasi, khususnya pada masa kejayaan Daulah Abbasiyah. Melalui pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menunjukkan bahwa umat Islam tidak hanya menerjemahkan karya-karya terdahulu—seperti Materia Medica Dioscorides menjadi al-Mawādd al-Tibbiyyah—tetapi juga melakukan inovasi orisinal. Farmasi resmi menjadi disiplin ilmu tersendiri pada abad ke-8 M, melahirkan profesi apoteker independen, apotek pertama, sekolah farmasi, serta sistem pengawasan obat melalui Nizām al-Ḥisbah. Ilmuwan Muslim seperti Jabir bin Hayyan, Ar-Razi, Ibnu Sina, dan Ibnu al-Baitar mengembangkan metode peracikan, standarisasi, dan riset obat berbasis bahan nabati, hewani, dan mineral. Mereka juga menciptakan sediaan seperti rab, ghulaf, dan syarab yang diadopsi dunia Barat. Temuan ini membuktikan bahwa peradaban Islam memberikan fondasi sistematis, empiris, dan etis bagi perkembangan farmasi modern.