cover
Contact Name
Mas Mulyono
Contact Email
sell.journals@gmail.com
Phone
+62895639425081
Journal Mail Official
jurnal.sell@sitasi.id
Editorial Address
Jl. Wonosari KM. 6 Pringgolayan, Kec. Banguntapan, Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55171
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Social, Educational, Learning and Language (SELL)
ISSN : 30262763     EISSN : 30262828     DOI : https://doi.org/10.61930/sell.v1i1.3
Core Subject :
SELL: Social, Educational, Learning and Language is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. The journal welcomes varied approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research. SELL: Social, Educational, Learning and Language, and Language invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Social a, Education, Learning, and Language, which covers textual and fieldwork investigation with special reference to Social and Humanities, Education, Learning, and Language as well as the examination of contemporary issues in Social Education, Learning, and Language.
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
Konflik Agraria Dalam Proyek Investasi Rempang Eco City Zahrotul Izka; Suci Hartati; Kanti Rahayu
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i1.81

Abstract

Sebab terjadinya konflik agraria bagi kepentingan investasi selain akibat keterbatasan lahan, juga dikarenakan negara melalui berbagai kebijakan investasi liberal ditengah tersandera kepentingan korporasi asing. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), mengatakan ada sekitar 2.710 konflik agraria selama 2015-2022 dan konflik yang terjadi di Pulau Rempang menambah panjang daftar konflik agraria di Indonesia. Peneitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman mendalam tentang penyebab konflik agraria di pulau rempang dan mengkaji bagaimana penyelesaiannya konflik agraria tersebut Jenis penelitian yang diterapkan adalah studi pustaka dengan pendekatan normatif, yang berfokus pada analisis data yang berasal dari sumber hukum utama dan pendukung. Data tersebut dikumpulkan melalui metode kepustakaan yang dilakukan secara online dan offline, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konflik agraria di Pulau Rempang bermula sejak ditandatanganinya perjanjian antara Tomy Winata yang mewakili PT Makmur Elok Graha dan Pemerintah Kota Batam dan puncak konflik pada tanggal 7-10 Setember 2023 yaitu terjadinya bentrok antara warga Rempang dan aparat. Pemerintah telah menggunakan metode negosiasi dalam penyelesaiannya, dengan cara ganji rugi berupa Sebidang tanah seluas 500meter persegi dengan rumah bertype 45, merupakan tempat tinggal baru yang dilengkapi fasilitas dan sementara. Biaya hidup sebesar Rp1.034.636 per individu dalam setiap kartu keluarga (KK) disediakan, termasuk pemberian beasiswa sekolah kejuruan bagi anak-anak masyarakat Rempang. yang mempunyai potensi, serta tak lupa ganti rugi aset-aset yang dimiliki warga Rempang.
Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Terhadap Pemulihan Berkas Pendaftaran Tanah Pasca Kebakaran di Kantor Pertanahan Kabupaten Brebes Endah Permatasari; Evy Indriasari; Bhaiq Roza Rakhmatullah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i1.82

Abstract

Kantor pertanahan kabupaten Brebes mengalami kebakaran dengan imbas rusaknnya arsip dan berkas yang tersimpan meliputi Buku Tanah (BT), Sertifikat Pendaftaran Sistematis Lengkap (PTSL) 2023 yang siap diserahkan dan yang sedang diproses, Warkah PTSL 2022, dan berkas PTSL 2023. Dari insiden ini, perlunya pemulihan pemberkasan dan pendaftaran tanah kembali dengan melibatkan peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Metode penelitian yang penulis gunakan adalah yuridis-empiris dengan pendekatan Kasus (case approach) dan Perundangan (statute approach) secara deskriptif. Pencarian sumber data primer dan data sekunder didapat melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian disajikan secara kualitatif. PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) memiliki peran kunci dalam mengurus berbagai Berkas, termasuk pemulihan dan pemindahan Sertifikat tanah yang mungkin terdampak oleh kebakaran. Mereka bertanggungjawab untuk memastikan berkas produk PPAT yang telah hangus terbakar atau hilang untuk segera diurus dan didaftarkan kembali. Kendala dalam rangka pemulihan berkas pendaftaran tanah pasca kebakaran di Kantor Pertanahan Kabupaten Brebes meliputi faktor internal dan eksternal. Kerusakan Fisik Berkas/Buku Tanah dan Kehilangan Data elektronik yang tersimpan dalam Komputer serta keterbatasan Sumber Daya Manusia dalam proses pencarian, klasifikasi, dan dokumentasi ulang informasi menjadi kendala internal yang penulis dapati. Sedangkan faktor Eksternal yang didapati, banyak berkas pemohon yang belum lengkap. Seperti tidak adanya arsip Akta Jual Beli (AJB) dan Kedua, tidak adanya Warkah Pendukung Akta.
Analisis Penerimaan Diri Ibu Tiri Dalam Mewujudkan Hubungan Dengan Anak Tiri Siti Vidian Ramadani; Mhd. Fuad Zaini Siregar
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i1.92

Abstract

Pernikahan merupakan kesepakatan yang dibuat oleh sepasang individu, seorang pria dan seorang wanita, dengan tujuan untuk saling mengikat, hidup bersama, dan saling mencintai sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh hukum. Penelitian ini menyoroti hubungan langsung antara penerimaan diri seorang ibu tiri dengan kualitas hubungan yang dia bentuk dengan anak tirinya. Temuan menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat penerimaan diri seorang ibu tiri, semakin baik pula hubungan yang terjalin dengan anak tirinya. Implikasinya menyoroti pentingnya mendukung ibu tiri dalam mengembangkan penerimaan diri yang positif, sehingga dapat memperkuat hubungan keluarga yang sehat dan fokus pada bagaimana ibu tiri mengalami proses penerimaan diri dalam membentuk hubungan dengan anak tiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Aspek yang diteliti meliputi penerimaan diri ibu tiri dan bentuk hubungan dengan anak tiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri ibu tiri melalui beberapa tahap, mulai dari penolakan, kemudian menangis, hingga akhirnya menerima anak tiri dengan legowo. Hubungan antara ibu tiri dan anak tiri berjalan baik, dan keduanya saling berbagi perasaan.
Pentingnya Faktor Pola Asuh Orang Tua dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Zinni Zelda Muniro; Muhammad Fuad Zaini Siregar
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 1 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i1.97

Abstract

Perkembangan sosial-emosional anak sangat dipengaruhi oleh pendekatan orang tua yang digunakan. Anak-anak yang masih berkembang mungkin merasa mengganggu dan merugikan untuk menggunakan teknologi modern dan media secara berlebihan. Akibatnya, pria tua perlu mengawasi, mengendalikan, dan membatasi penggunaan gadget dengan melibatkan anak-anak muda dalam interaksi sosial. Belajar tentang pola-pola berbeda dari teknik parenting yang digunakan oleh orang tua, perkembangan sosial dan emosional pada anak-anak, dan bagaimana pola membentuk perilaku adalah tujuan dari penelitian ini. Pendekatan deskriptif dan kualitatif digunakan dalam studi sastra. Menurut temuan penelitian, orang tua sebagian besar menggunakan tiga pola perawatan keperawatan: otoriter, demokratis, dan permissive. Untuk anak-anak untuk berkembang secara sosial dan emosional sebanyak mungkin dari usia dini, pengasuhan yang tepat sangat penting. Penting untuk mengamati perkembangan sosial dan emosional anak dari usia dini. Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya orang tua yang demokratis, cinta tanpa syarat, dan memungkinkan anak-anak untuk mengekspresikan diri dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk mengendalikan emosi mereka dan mempromosikan koneksi internal yang positif.Sebaliknya, gaya penjaga yang otoriter, memungkinkan, atau bahkan mengabaikan dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional anak. Program bantuan orang tua perlu ditingkatkan agar orang tua memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk memberikan perawatan terbaik bagi anak-anak mereka. Agar kita dapat membesarkan generasi yang sehat, sosial dan emosional mampu mengatasi rintangan di masa depan dengan kebaikan yang lebih besar, kita harus terlebih dahulu mengembangkan penerus yang sehat (Dhiu & Fono, 2022).
Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Metode Tahlili Agus Rifki Ridwan; Jery Pratama; Riska Anggraini; Sri Rahayu
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.153

Abstract

Metode tafsir tahlili merupakan salah satu metode dalam penelitian tafsir. Metode tahlili berusaha menganalisis dan menjelaskkan ayat-ayat al-Qur’an secara keseluruhan dan komprehensif. Penjelasannya meliputi bacaan ayat, bangunan nahwu dan sharaf,oleh karena itu nuzul ayat, makna global dari ayat, hikmat pensyariatan dan lainnya. Tafsir al-quran yang menggunakan metode ini sangat bermanfaat bagi para penuntut ilmu khususnya bidang illmu al-Qur’an untuk memperdalam pemahamannya tentang al-Qur’an dan Tafsir . hasilnya tidak tepat bagi para pemula..
Komparasi Penafsiran Ayat/Maqra’ Agus Rifki Ridwan; Annisa Seftiyani; Mery Fadilah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan interpretasi terhadap ayat/maqra’ tertentu dari Al-Qur'an yang dilakukan oleh beberapa mufasir (penafsir) terkemuka. Fokus kajian ini mencakup perbedaan metodologi, pendekatan hermeneutika, serta konteks historis dan sosial yang memengaruhi tafsir. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis teks, penelitian ini mengeksplorasi berbagai cara penafsiran, baik secara tekstual, kontekstual, maupun sufistik, serta dampak dari perbedaan tafsir tersebut terhadap pemahaman umat Muslim terhadap ayat yang dibahas. Hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam penekanan makna di antara mufasir, yang seringkali dipengaruhi oleh latar belakang budaya, mazhab, dan tujuan penafsiran mereka. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai pluralitas dalam tradisi penafsiran Al-Qur'an serta relevansinya dalam kehidupan umat Islam kontemporer
Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Sumber (2) Tafsir Bir Ra’yi Definisi, Contoh Kitab Dan Contoh Penafsiran Agus Rifki Ridwan; Azzah Ulia Rona; Indri Julianti
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.161

Abstract

Untuk memahami makna dan pesan kandungan al-Quran dibutuhkan Menafsirkan ayat-ayat Alquran tidak bisa dilakukan secara bebas karena akan membawa pemahaman Al-Qur'an menjadi bias dimana-mana sehingga tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh pembuat hukum (maqasid al-syari'). Salah satu metode yang menjadi landasan menafsirkan Al-Qur’an yakni tafsir bil ra’yi. tafsir bi al-ra’yi adalah tafsir yang dalam penjelasan maknanya atau maksudnya, mufassir hanya berpegang kepada pemahamannya sendiri, pengambilan kesimpulan (istinbath)nya didasarkan pada logikanya semata. para ahli ilmu tafsir membedakan tafsir bi al-ra’yi ke dalam 2 macam yaitu:tafsir bi al-ra’yiyang terpuji – al-tafsir al-mahmud.
Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Coraknya Agus Rifki Ridwan; M. Maulana Wahid Assiddiq; Pita Rupiani; Yuni Isnaini
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.162

Abstract

Penelitian ini ingin menunjukkan bagaimana corak-corak yang terdapat dalam penafsiran Al-Qur’an. Keragaman corak penafsiran ini dilandasi oleh latar belakang ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh mufassir ketika memberikan penjelasan pada ayat Al-Qur’an. Corak penafsiran ini segaligus menjadi ciri khas seorang mufassir dalam memaparkan penjelasan terkait ayat-ayat Al-Qur’an. Selanjutnya, corak tafsir dapat mengungkap latar belakang aliran, keahlian dam motif dari seorang mufassir. Dengan demikian para pembaca dapat memilih tafsir yang seperti apa yang ingin didalami.
Tafsir, Takwil, Dan Terjemah Agus Rifki Ridwan; Imelda Indriyani; Lija Kholilaty; Siti Zulaikha
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.163

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kitab Al-Qur’an yang merupakan kitab umat manusia yang ditulis menggunakan bahasa arab tetapi ayat-ayatnya masih bersifat global sehingga tidak hanya bisa dipahami melalui konsep tekstual, oleh sebab itu perlu penafsiran dan penerjemahan supaya lebih mudah dipahami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang tafsir, takwil, dan terjemah. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library reseacrh). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mencari data-data hanya dari bahan-bahan perpustakaan seperti buku, jurnal, artikel, dan sumber tertulis lainnya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir adalah penjelasan dari ayat-ayat Al-Qur’an yang melibatkan penelitian lebih mendalam mengenai konteks sejarah, budaya, dan bahasa, serta menggunakan sumber-sumber seperti hadits dan pendapat ulama Islam. Takwil yaitu menafsirkan suatu pembicaraan (teks) dan menerangkan maknanya tanpa mempersoalkan apakah penafsiran dan keterangan itu sesuai dengan apa yang tersurat maupun tidak tersurat. Sedangkan terjemah memiliki arti memindahkan atau menerjemahkan bahasa arab dalam Al-Qur’an menjadi bahasa yang menjadi sasaran dan ditulis dalam bentuk naskah agar mempermudah umat manusia untuk memahami isi dan makna dari Al-Qur’an.
Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Metod Ijmali Agus Rifky Ridwan; Susilawati Susilawati; Deviska Ayu Alpiani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui definisi, contoh kitab, contoh penafsiran metode Ijmali. Penulis menggunakan metode penelitian studi pustaka. Yang mana teknik pengumpulan datanya melalui referensi yang berasal dari kepustakaan, seperti beberapa artikel, buku, jurnal, dan sumber lainnya yang relevan dengan klasifikasi tafsir berdasarkan metode (2): ijmali. Dari penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwasannya metode ijmali merupakan tafsir terhadap ayat-ayat al-qur’an yang penjelasannya bersifat umum. Secara istilah metode ijmali adalah cara mengungkapkan isi al-qur’an melalui pembahsan yang global (umum), yang tidak deskriptif, sedikit memberikan penjelasan yang panjang dan luas dan tidak dilakukan secara rinci, selain itu menjelaskan ayat-ayat al-qur’an dengan mengemukakan mekna-maknanya secara global, hal itu dengan cara dimana seorang mufassir membahas ayat-ayat al-qur’an sesuai dengan tertib (teratur) bacaan dan susunan yang ada dalam mushaf. Contoh kitab ijmali antara lain yaitu syarh Al-Suyuti li sunan an-nasaa’i karya jalal ad din as-suyuti, qut al-mughtazi ‘la jami’i al-turmudzi karya jalal as-suyuti, Aun al-ma’bud syarh sunan abi dawud karya muhammad bin ayrah bin ali haidar al-shiddiqi al-azim abadi, contoh tafsir ijmali terdapat di surah Al-Fatihah dan Al-Baqarah ayat 1-5, yang mana bisa dilihat di dalam kitab aslinya bahwa metode ijmali mufasir menjelaskan ayatnya secara garis besar saja dengan menambahkan kata-kata atau kalimat penghubung, sehingga memberikan kemudahan dalam memahaminya.