cover
Contact Name
Mas Mulyono
Contact Email
sell.journals@gmail.com
Phone
+62895639425081
Journal Mail Official
jurnal.sell@sitasi.id
Editorial Address
Jl. Wonosari KM. 6 Pringgolayan, Kec. Banguntapan, Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55171
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Social, Educational, Learning and Language (SELL)
ISSN : 30262763     EISSN : 30262828     DOI : https://doi.org/10.61930/sell.v1i1.3
Core Subject :
SELL: Social, Educational, Learning and Language is a multidisciplinary journal committed to no single approach, discipline, methodology, or paradigm. The journal welcomes varied approaches (qualitative, quantitative, and mixed methods) to empirical research. SELL: Social, Educational, Learning and Language, and Language invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Social a, Education, Learning, and Language, which covers textual and fieldwork investigation with special reference to Social and Humanities, Education, Learning, and Language as well as the examination of contemporary issues in Social Education, Learning, and Language.
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
Sejarah Perkembangan Tafsir Al-Qur’an Agus Rifky Ridwan; Asmi Yuniarti; Arik Ariadi; Lisda Mulina
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.174

Abstract

Penafsiran al-Qur’an sudah terjadi pada saat zaman Nabi Muhammad masih hidup. Ketika Nabi Muhammad menerima wahyu dari Allah kemudian disampaikan kepada para sahabat, hal tersebut sama ketika Nabi Muhammad menyampaikan tafsir suatu ayat tertentu kepada para sahabat dan adapula sahabat yang menanyakan maksud dari suatu ayat tertentu, kemudian Nabi Muhammad menjawabnya. Setelah Nabi Muhammad wafat, perkembangan tafsir kemudian berlanjut pada masa sahabat, tabi’in dan seterusnya, dengan metode al-Qur’an, hadits dan ijtihad sahabat, karena sumber utamanya sudah tiada. Tafsir pada masa sahabat inilah mulai mengalami perkembangan yang signifikan, karena para sahabat mulai mencari penjelasan- penjelasan al-Qur’an berdasarkan penjelasan Nabi Muhammad, baik itu berasal dari al-Qur’an ataupun dari hadits-hadits, jika tidak ditemukan tafsirnya, maka para sahabat melakukan ijtihad. Perkembangan tafsir selanjutnya pada masa tabi’în, tabi’i al-tabi’în, ûlama salaf al-shãlihin, dan ûlama khãlãf (kontemporer) dengan berbagai metode, corak dan ciri khas tersendiri. Penelitian kami ini menggunakan metode pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian pustaka ini dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan dari berbagai sumber seperti catatan, buku, ataupun artikel dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan tafsir untuk dikaji dan dianalisis
Signifikasi Tafsir Bil Ra’yi Di Era Modern Fauzan Azhima; Syabuddin
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.175

Abstract

Dalam studi tafsir Al-Qur'an, berbagai metode dan pendekatan telah dikembangkan untuk menggali makna yang terkandung dalam ayat-ayat suci. Salah satu metode yang cukup menonjol adalah Tafsir bil Ra'yi Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji signifikansi Tafsir bil Ra'yi di era modern dengan menyoroti kontribusi serta perannya dalam perkembangan pemikiran Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengeksplorasi signifikasi Tafsir bil Ra'yi di era modern. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan deskripsi yang mendalam mengenai Tafsir bil Ra'yi berdasarkan literatur yang ada. Menjembatani tradisi modernitas, menghadapi tantangan zaman, meningkatkan dialog antaragama, memperkuat intelektualisme islam, merespons isu sosial kontemporer dan mendorong reformasi dalam penafsiran merupakan hasil penelitian yang terdapat dalam artikel ini. Di tengah dinamika sosial, budaya, dan teknologi era modern, Tafsir bil Ra'yi memainkan peran penting dalam memastikan ajaran Al-Qur'an tetap relevan dengan kehidupan kontemporer. Pendekatan ini, yang berbasis pada rasionalitas, memungkinkan penafsiran yang lebih inklusif dan fleksibel, sehingga dapat menjembatani nilai-nilai tradisional dengan kebutuhan zaman modern. Melalui Tafsir bil Ra'yi, para ulama dan pemikir mampu menawarkan solusi kontekstual untuk berbagai isu, seperti keadilan gender, etika teknologi, hak asasi manusia, keadilan sosial-ekonomi, pelestarian lingkungan, dan dialog antaragama. Selain itu, penerapan Tafsir bil Ra'yi turut mendorong pengembangan intelektualisme dalam Islam, memperkuat landasan berpikir ilmiah dan kritis umat dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan pendekatan ini, Tafsir bil Ra'yi tidak hanya memperkaya wacana keilmuan Islam, tetapi juga memberikan kontribusi konkret dalam menyikapi perubahan sosial dan merumuskan kebijakan modern.
Klasifikasi Tafsir Berdasarkan Sumber Tafsir Bil Ma’tsur Agus Rifki Ridwan; Rangga Pranata
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 2 No. 2 (2024): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v2i2.226

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis lebih jauh Tafsir bi al Ma’tsur: konsep, jenis, status, kelebihan dan kekurangan. Metode penulisan artikel ini adalah kualitatif – deskriptif yang menggunakan sumber otentik. Terlihat bahwa Tafsir bi al-Ma’tsur merupakan jenis tafsir yang paling agung jika sanadnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW atau para sahabat. Namun Tafsir bi al-Ma’tsur tetap memerlukan sejarah. Ibnu Katsar mengatakan: “Sesungguhnya Tafsir bi al-Ma'tsur banyak yang bersumber dari para perawi Zindiq Yahudi. Hal ini banyak ditemukan dalam kisah-kisah Ash-Habul Kahfi.
Analisis Dakwah Nabi Secara Sembunyi-Sembunyi Ghoniyah Wa Falah; Intan Latifa Zahra; Demina Demina; Muhammad Yahya
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i1.251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah Nabi Muhammad SAW pada masa awal kenabian yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi di Makkah. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana metode dakwah tersebut dilaksanakan, siapa saja yang menjadi target utama dakwah, serta bagaimana efektivitas metode tersembunyi dalam membangun fondasi awal umat Islam. Subjek penelitian meliputi individu-individu terdekat dari kalangan keluarga, sahabat, dan budak yang menunjukkan keterbukaan terhadap ajaran tauhid. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan sebagai metodologinya. Sumber-sumber penting seperti kitab sirah Nabawiyah, hadis-hadis sahih, dan literatur sejarah Islam klasik digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah tersembunyi dilakukan melalui pendekatan personal yang intensif, memperkuat hubungan emosional, menggunakan teknik keteladanan, dan secara bertahap menyebarkan nilai-nilai Islam. Strategi ini digunakan dengan sangat hati-hati untuk menghindari konflik langsung dengan kaum Quraisy yang tetap menganut kebiasaan jahiliyah. Dakwah sembunyi-sembunyi berhasil mengkristalkan sebuah komunitas Muslim awal yang kokoh dalam waktu sekitar tiga tahun. Komunitas ini termasuk Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, dan Utsman bin Affan. Hasilnya menunjukkan bahwa dakwah tersembunyi adalah metode yang berhasil untuk membangun basis kekuatan keimanan yang siap untuk fase dakwah terbuka. Periode ini menjadi landasan penting untuk ekspansi dan penyebaran Islam di masa mendatang.
Pengaruh Budaya Organisasi, Kompetensi,dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan PT. Thamrin Brothers di Tugumulyo Ogan Komering Ilir Andika Berliantoro Pematang; Zaleha Trihadayani; Eni Cahyani
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i1.255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi, kompetensi dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan PT. Thamrin Brothers di Tugumulyo Ogan Komering Ilir, baik secara simultan maupun parsialpenelitian yang digunakan adalah asosiatif. Variabel dalam penelitian ini adalah Budaya Orgaisasi (X1), Kompetensi (X2), Komitmen Organisasi (X3), dan Kinerja Karyawan (Y). Populasi dalam penelitian ini 60 karyawan, dan sampel dalam penelitian ini adalah 55 responden. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang dikuantitatifkan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil analisis regresi linear berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R2). Hasil uji hipotesis secara simultan ada pengaruh positif budaya organisasi, kompetensi dan komitmen organisasi secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan PT. Thamrin Brothers di Tugumulyo Ogan Komering Ilir. Hasil uji hipotesis secara parsial ada pengaruh positif budaya organisasi, kompetensi dan komitmen organisasi dan koefisien determinasi terhadap kinerja karyawan PT. Thamrin Brothers di Tugumulyo Ogan Komering Ilir.
Peran Administrasi Pendidik Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Dwi Ayu Lutfiah Maharani; Shania Rahma Ayuningtyas; Ririn Inayatul Mahfudloh
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i1.285

Abstract

Guru adalah individu yang memiliki tanggung jawab dan memainkan peran penting dalam membimbing masa depan siswa menuju keberhasilan. Untuk menjadi seorang yang profesional, seorang guru dituntut untuk memiliki pengetahuan yang lebih luas dan mendalam serta berkomitmen untuk terus belajar dan menggali informasi baru selama masa pengajaran. Salah satu tantangan yang dihadapi dalam perannya sebagai pendidik adalah ketidakpahaman tentang tanggung jawabnya, yang seringkali menyebabkan masalah dalam pengelolaan siswa. Berdasarkan isu ini, tulisan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan dan ide mengenai bagaimana menjadi guru yang profesional dalam hal administrasi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil data yang diperoleh dari penelitian ini menghasilkan nilai 86,79% menunjukkan bahwa sebagian besar pendidik menyadari betapa pentingnya administrasi pendidikan dalam konteks profesionalisme mereka.
Rekonstruksi Pendidikan Islam Berbasis Kesetaraan Gender : Tantangan Dan Peluang Di Era Digital Desri Maharani Putri; Khairil Amin; Herlini Puspika Sari
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i1.291

Abstract

Pendidikan Islam merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk kepribadian dan karakter individu di masyarakat Muslim. Namun, dalam praktiknya, kesetaraan gender dalam pendidikan Islam masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di era digital ini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi rekonstruksi pendidikan Islam berbasis kesetaraan gender dengan menyoroti tantangan dan peluang yang ada di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis fenomena terkini mengenai peran pendidikan Islam dalam mewujudkan kesetaraan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ajaran Islam pada dasarnya mendukung kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, dalam praktiknya kesetaraan gender dalam pendidikan Islam sering kali terhambat oleh faktor budaya, interpretasi teks agama yang patriarkal, serta keterbatasan akses terhadap pendidikan. Namun demikian, era digital memberikan peluang besar untuk memperluas akses pendidikan Islam bagi perempuan, dengan memanfaatkan teknologi dalam penyediaan materi pendidikan yang lebih inklusif dan merata. Rekonstruksi pendidikan Islam berbasis kesetaraan gender membutuhkan perubahan dalam kurikulum, kebijakan pendidikan, serta pemahaman yang lebih adil mengenai peran gender dalam masyarakat
Analisis Ayat dan Hadits Tentang Produksi Dalam Konteks Ekonomi Islam Nafidza Balqis; Vera Andini; M Abdhu Fahmi; M Lucky Antoni; Choiriyah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i1.292

Abstract

Produksi merupakan bagian penting dalam kegiatan ekonomi Islam yang memiliki dimensi spiritual, sosial, dan ekonomi. Dalam Islam, aktivitas produksi tidak hanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia secara adil dan bermartabat serta memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Islam mendorong setiap individu untuk bekerja, memanfaatkan sumber daya secara bijak, dan menghindari sikap bergantung kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep produksi berdasarkan Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW, serta menjelaskan prinsip-prinsip dasar yang melandasi sistem produksi dalam Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an dan hadits memberikan arahan yang jelas mengenai pemanfaatan sumber daya, pentingnya etika dalam bekerja, dan tanggung jawab sosial dalam kegiatan produksi. Faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, manusia, modal, dan organisasi diakui dalam Islam, namun penggunaannya harus dibingkai oleh prinsip halal, keadilan, dan keberlanjutan. Selain itu, sistem produksi Islam menolak praktik yang merusak lingkungan, menimbulkan kemubaziran, dan eksploitasi. Konsep ini memperkuat bahwa produksi dalam Islam merupakan bentuk ibadah yang harus dilakukan dengan niat yang benar, cara yang halal, serta bertujuan untuk kesejahteraan umat secara menyeluruh.
Rahn (Gadai) Dalam Perspektif Tafsir Dan Hadits Serta Implementasinya Pada Lembaga Pegadaian Syariah Muhammad Havizs; Ringgo Ivan Saputra; Anisa Paleski; Fahmi Kurniawan
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i1.293

Abstract

Penulisan artikel ini didasari pemikiran bahwa Hukum ekonomi Syariah merupakan bagian dari system hukum Islam yang bersumber pada Alquran dan al-hadits. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapat ulama tentang tafsiran QS. Al-baqarah ayar 283, dan untuk mengetahui kesesuaian tafsiran QS. Al-baqarah ayar 283 dengan konsep Rahn pada Lembaga pegadaian Syariah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kepustakaan (Library Research). Hasil penelitian ini menyatakan. 1). Rahn adalah menjadikan suatu barang yang mempunyai nilai harta dalam pandangan syara’ sebagai jaminan utang, yang memungkinkan untuk mengambil seluruh atau sebagian utang dari barang tersebut, ini juga sejalan dengan Pasal 1150 KUHPerdata. Secara tekstual Rahn terdapat di dalam Al-qur’an Surat Albaqarah Ayat 283, ayat tersebut sebagian ulama salaf mengatakan syariat gadai tidak diberlakukan kecuali diperjalanan, namun secara umum para ulama berpendapat bahwa kandungan ayat ini tidak mensyaratkan jaminan tersebut hanya dibolehkan di perjalanan, transaksi muamalah dengan tidak secara tunai, dan juga tidak terdapat seseorang yang dijadikan sebagai penulis. Akan tetapi pada dasarnya ayat ini hanya mensyaratkan dalam kondisi seperti tersebut kegiatan muamalah boleh dilakukan dengan memberikan jaminan. 2). Praktek gadai pada Lembaga pegadaian Syariah mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional nomor: 25/DSNMUI/III/2002 tanggal 26 Juni 2002 tentang rahn dan dinyatakan sudah memiliki kesesuaian dengan prinsip Syariah, begitupun secara teknis mengacu Peraturan OJK Nomor 31 /Pojk.05/2016 Tentang Usaha Pergadaian.
Integrasi Konsep Transendensi Perspektif Psikologi Barat Dan Psikologi Tasawuf: Studi Atas Maslow Dan Frager Rahmawati Nurul Fadillah
Social, Educational, Learning and Language (SELL) Vol. 3 No. 1 (2025): Social, Educational, Learning and Language (SELL)
Publisher : Penerbit dan Percetakan, CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/sell.v3i1.300

Abstract

Studi ini mengeksplorasi integrasi konsep transendensi menurut Abraham Maslow dan Robert Frager untuk memperluas pemahaman psikologi yang mencakup dimensi spiritual. Maslow, melalui pendekatan psikologi humanistik, menggambarkan transendensi sebagai kebutuhan tertinggi manusia yang terwujud dalam pengalaman puncak dan keterhubungan dengan nilai-nilai universal. Sementara itu, Frager, melalui pendekatan tasawuf, menekankan transendensi sebagai proses bertahap menuju kesempurnaan spiritual (insan kamil) melalui penyucian jiwa dan disiplin batin. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-komparatif terhadap karya-karya kedua tokoh. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun berangkat dari tradisi yang berbeda, keduanya menempatkan transendensi sebagai puncak pertumbuhan manusia. Integrasi pemikiran Maslow dan Frager menawarkan kerangka psikologi holistik yang tidak hanya menjelaskan dinamika kepribadian, tetapi juga membimbing individu dalam pencarian makna hidup dan kesadaran ilahiah yang lebih mendalam.