cover
Contact Name
erlangga hadi sasmita
Contact Email
shofanahmediaberkah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
shofanahmediaberkah@gmail.com
Editorial Address
https://jurnalmahasiswa.com/index.php/Jurihum/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurihum
ISSN : 30257409     EISSN : 30257409     DOI : -
Core Subject :
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora dengan ISSN 3025-7409 (Media Online) merupakan jurnal ilmiah peer-review yang bertujuan untuk mempublikasikan artikel penelitian, kajian ilmiah, dan tinjauan literatur berkualitas pada berbagai bidang ilmu multidisiplin. Jurnal ini menjadi media bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi untuk menyebarluaskan hasil penelitian, inovasi, serta perkembangan ilmu pengetahuan di bidang humaniora dan ilmu terapan. Ruang lingkup jurnal meliputi, tetapi tidak terbatas pada: Pendidikan Sosial dan Humaniora Sistem Informasi dan Teknologi Manajemen dan Bisnis Hukum Ilmu Komunikasi Administrasi Publik Psikologi Statistika dan Penelitian Terapan Pengabdian kepada Masyarakat Penelitian Multidisiplin Jurnal ini menerima artikel berupa hasil penelitian, studi kasus, artikel konseptual, dan tinjauan literatur dari akademisi maupun praktisi, cocok untuk tugas, mini project, skripsi untuk mahasiswa terbit bulan juni, September, Desember, Maret
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
Pengurangan Waktu Changeover Mesin Roll Label melalui Pendekatan SMED pada Proses Labelling Botol Carlo Raphael Gea; Purana Indrawan
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perusahaan multicompany yang bergerak di bidang industri farmasi berfokus pada Established Pharmaceutical Division (EPD). Produk utama yang dikeluarkan adalah obat-obatan berjenis solid dan liquid yang sudah berhasil terjual luas dalam negeri hingga kawasan Asia. Semua produk yang diolah harus melewati beberapa tahap produksi dan ditemukan bahwa pada salah satu proses produksi liquid mengalami hambatan dalam produktivitasnya. Proses labelling memiliki kendala pada aktivitas changeover karena seluruh urutan rangkaian prosesnya dominan dilakukan pada saat mesin tidak beroperasi. Hal tersebut mengakibatkan waktu changeover yang dihasilkan sangat lama dan waktu henti mesin juga tinggi. Kendala ini menjadi suatu aspek yang perlu diperhatikan lebih lanjut untuk segera diberikan solusi penyelesaian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengaplikasikan metode Single Minute Exchange of Dies (SMED) untuk mengidentifikasi jenis pada setiap tahapan aktivitas changeover labelling yang termasuk internal atau eksternal. Tiga tahapan utama SMED berhasil menghasilkan reduksi waktu changeover sebesar 33,4 menit dari kondisi awal dan mengindikasikan sebesar 47,18 %.
Perancangan Aplikasi Absensi Pegawai Berbasis Web menggunakan Metode Agile pada PT ID EXPRESS Ines Mahvida
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi absensi pegawai berbasis web pada PT ID Express guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan data kehadiran karyawan. Sistem absensi yang sebelumnya dilakukan secara manual menimbulkan berbagai kendala, seperti kesalahan pencatatan, keterlambatan rekapitulasi data, dan risiko kehilangan data. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Agile, yang menekankan pada fleksibilitas, kolaborasi, dan pengembangan secara bertahap. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sistem yang dikembangkan memiliki fitur pengelolaan data karyawan, absensi, jabatan, akun pengguna, serta pengajuan izin dan sakit secara daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dibangun mampu membantu perusahaan dalam mengelola data absensi secara lebih efektif, mempercepat proses rekapitulasi, dan meningkatkan akurasi informasi kehadiran karyawan. Dengan adanya sistem ini, proses monitoring kehadiran menjadi lebih mudah dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat berdasarkan data yang tersedia.
Cyberbullying di Era Digital: Tantangan Etika dan Dampaknya Terhadap Pengguna Media Sosial Ayu Widya Rakhmawati; Aldi Muhammad Rifaldi; Danu Saputra; Ihdaudin; Putra Aditya Hermawan; Zaki Ramadhan Syah
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan media sosial telah menciptakan ruang interaksi baru yang menyimpan potensi risiko yang tidak dapat diabaikan. Cyberbullying—yang mencakup tindakan intimidasi, pelecehan, dan kekerasan verbal yang berlangsung melalui berbagai platform digital—telah berkembang menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan, khususnya di tengah kalangan remaja dan dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tantangan etika yang ditimbulkan oleh cyberbullying sekaligus memetakan dampak psikologis, sosial, dan perilaku yang dialami oleh para korban. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis terhadap 47 studi akademik yang diterbitkan dalam rentang waktu 2015 hingga 2024, penelitian ini mengungkap bahwa cyberbullying memberikan dampak yang substansial terhadap kesehatan mental korban, yang ditandai dengan meningkatnya prevalensi depresi, gangguan kecemasan, dan kecenderungan untuk menarik diri dari lingkungan sosial. Di samping itu, kajian ini berhasil mengidentifikasi sejumlah celah etis yang melekat pada kebijakan platform digital, kerangka regulasi pemerintah, serta tingkat literasi digital pengguna secara umum. Hasil penelitian ini menegaskan urgensi penerapan pendekatan terpadu yang mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor demi menanggulangi cyberbullying secara komprehensif dan berkelanjutan.
Pergeseran Makna Budaya Ma'pasilaga Tedong dalam Perspektif Teologi Kristen Milba Pratama
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya merupakan bagian penting dari identitas suatu masyarakat yang mengandung nilai, norma, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, perkembangan zaman, modernisasi, dan globalisasi telah memengaruhi keberlangsungan berbagai tradisi, termasuk perubahan makna yang terkandung di dalamnya. Salah satu budaya yang mengalami dinamika tersebut adalah Ma'pasilaga Tedong, tradisi adu kerbau masyarakat Toraja yang menjadi bagian dari rangkaian upacara Rambu Solo'. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran makna budaya Ma'pasilaga Tedong serta mengkajinya dalam perspektif teologi Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan berbagai literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ma'pasilaga Tedong pada awalnya mengandung nilai solidaritas, kebersamaan, penghormatan kepada keluarga, dan identitas budaya masyarakat Toraja. Namun, seiring perkembangan sosial, tradisi ini mengalami pergeseran makna menjadi tontonan, ajang prestise, kepentingan ekonomi, dan daya tarik pariwisata. Dalam perspektif teologi Kristen, budaya dipandang sebagai anugerah Allah yang patut dihargai, tetapi setiap praktik budaya perlu diuji berdasarkan firman Tuhan. Oleh karena itu, nilai-nilai budaya yang selaras dengan kasih, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sesama perlu dipertahankan, sedangkan unsur-unsur yang bertentangan dengan nilai Injil perlu dikritisi agar pelestarian budaya tetap sejalan dengan iman Kristen.
Implementasi Dogmatika Kristen dalam Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Adhitya Veron Nandito; Rini Kaya; Michael Loel Masiku
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dogmatika Kristen merupakan landasan teologis yang berperan penting dalam penyelenggaraan Pendidikan Agama Kristen. Namun implementasinya dalam kurikulum Pendidikan Agama Kristensering kali belum terintegrasi secara sempurna dan menyeluruh sehingga pembelajaran lebih berorientasi pada penyampaian materi daripada pembentukan iman dan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi dogmatika Kristen dalam kurikulum Pendidikan Agama Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen yang relevan. Data dianalisis dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, menginterpretasikan, dan mensintesiskan konsep-konsep yang berkaitan dengan dogmatika Kristen dan kurikulum Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dogmatika Kristen perlu diimplementasikan secara komprehensif dalam setiap komponen kurikulum, meliputi tujuan pembelajaran, materi, strategi, media, dan asesmen. Implementasi tersebut berkontribusi dalam membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman iman yang benar, karakter Kristiani, dan spiritualitas yang bertumbuh. Penguatan implementasi dapat dilakukan melalui integrasi dogmatika dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pengembangan bahan ajar berbasis Alkitab, serta pembelajaran yang kontekstual dan transformatif. Dengan demikian, dogmatika Kristen menjadi fondasi yang memperkuat kualitas kurikulum Pendidikan Agama Kristenserta mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berpusat pada Kristus.
Implementasi Nilai-Nilai Etika Kristen dalam Proses Bimbingan Skripsi Mahasiswa Program Studi Teologi Merda Dawa; Susanti; Alvin Dwi Aditya; Reza Resita Tameawa; Irene Lamba
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses bimbingan skripsi merupakan salah satu tahapan penting dalam penyelesaian studi mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai etika Kristen dalam proses bimbingan skripsi mahasiswa Program Studi Teologi serta menjelaskan relevansinya terhadap peningkatan kualitas bimbingan dan pembentukan karakter mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan yang didukung oleh data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai etika Kristen, seperti kasih, kejujuran, integritas, tanggung jawab, kerendahan hati, kebenaran, dan keadilan, memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara dosen pembimbing dan mahasiswa. Implementasi nilai-nilai tersebut menciptakan proses bimbingan yang lebih efektif, meningkatkan kualitas karya ilmiah, memperkuat integritas akademik, serta membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pelayan Tuhan yang bertanggung jawab, jujur, dan berintegritas. Dengan demikian, penerapan nilai-nilai etika Kristen dalam proses bimbingan skripsi tidak hanya mendukung keberhasilan akademik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter Kristiani dalam lingkungan pendidikan teologi.
Implementasi Nilai-Nilai Etika Kristen dalam Keluarga Masa Kini Berdasarkan Keluaran 20:12 sebagai Wujud Misi Kristen Yeini Saputri
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan lembaga pertama yang berperan dalam pembentukan karakter dan nilai moral setiap individu. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta pergeseran nilai pada masa kini menghadirkan tantangan bagi keluarga Kristen dalam mengimplementasikan etika yang berlandaskan firman Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai etika Kristen dalam keluarga masa kini berdasarkan Keluaran 20:12, khususnya mengenai penghormatan kepada orang tua sebagai dasar membangun relasi keluarga yang harmonis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari Alkitab, buku-buku teologi, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai penghormatan, kasih, ketaatan, tanggung jawab, dan saling menghargai yang terkandung dalam Keluaran 20:12 tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga masa kini. Implementasi nilai-nilai tersebut mampu memperkuat komunikasi, membangun keharmonisan, serta membentuk karakter anggota keluarga sesuai dengan prinsip-prinsip etika Kristen. Oleh karena itu, Keluaran 20:12 menjadi landasan teologis yang penting bagi keluarga Kristen dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan masa kini.
Model Kepemimpinan Musa dalam Menghadapi Tantangan Kepemimpinan Kristen di Era Digital Steven Mallisa; Desi Natalia; Jumarlo Agung Pali; Otniel Yan Rondo; Jhon Bongga Linggi
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah menghadirkan berbagai tantangan, seperti masalah integritas, derasnya arus informasi, menurunnya kualitas relasi interpersonal, serta tuntutan adaptasi terhadap teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan Musa dan relevansinya dalam menghadapi tantangan kepemimpinan Kristen di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari Alkitab, buku, artikel jurnal, dan berbagai literatur yang relevan, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan Musa memiliki karakteristik utama, yaitu berpusat pada Allah, rendah hati, berintegritas, mampu menghadapi masalah, melakukan pendelegasian tugas, dan mempersiapkan regenerasi kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut terbukti relevan dalam menjawab tantangan kepemimpinan Kristen di era digital. Implementasi model kepemimpinan Musa dapat diwujudkan melalui penguatan integritas, pemanfaatan teknologi secara bijaksana, pengembangan kolaborasi, serta pembinaan generasi penerus. Dengan demikian, model kepemimpinan Musa memberikan landasan teologis dan praktis bagi pengembangan kepemimpinan Kristen yang adaptif, efektif, dan tetap berakar pada nilai-nilai Alkitab di tengah dinamika era digital.
Kepemimpinan Yesus Sang Guru Agung sebagai Teladan Kepemimpinan Kristen Angreni Lolo Payung; Datu Masiri Allobunga; Marselin Demmatangkin; Fransiska Wensi; Marsanda Liling Tasik
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan Kristen pada masa kini menghadapi berbagai tantangan, seperti krisis integritas, penyalahgunaan wewenang, rendahnya keteladanan, serta kecenderungan kepemimpinan yang berorientasi pada kekuasaan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya model kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Kristiani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan Yesus Sang Guru Agung serta relevansi dan implikasinya bagi kepemimpinan Kristen masa kini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh melalui Alkitab, buku, artikel jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus sebagai Guru Agung memiliki karakteristik kepemimpinan yang berlandaskan pelayanan, kasih, kerendahan hati, integritas, dan ketaatan kepada kehendak Allah. Selain itu, Yesus menerapkan metode kepemimpinan yang kontekstual melalui pengajaran, pemuridan, keteladanan hidup, serta pemberdayaan para murid. Kepemimpinan Yesus juga memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan kepemimpinan Kristen kontemporer, terutama dalam membangun pemimpin yang berintegritas, melayani, dan mampu mempersiapkan generasi penerus. Dengan demikian, kepemimpinan Yesus Sang Guru Agung tetap menjadi teladan yang kontekstual dan aplikatif bagi praktik kepemimpinan Kristen di berbagai bidang pelayanan.
Analisis Pandangan Komponen Masyarakat Sekitar Universitas Nasional terhadap Keaktifan dalam Budaya Gotong Royong di Era Modern Widias Eka Syaputri; Amira Azzahra Putri; Keindra Alivia Ardyani; Firly Oktavia Ramadhani; Savira Dinda Amelia; Najwa Sabila; Annisa Fitri Haryati; Mochdar Soleman
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya gotong royong merupakan salah satu nilai luhur bangsa Indonesia yang berperan penting dalam memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup di era modern memunculkan anggapan bahwa budaya tersebut mulai mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan komponen masyarakat di sekitar Universitas Nasional terhadap keaktifan budaya gotong royong di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam kepada informan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menerapkan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masih memandang gotong royong sebagai nilai yang mencerminkan kerja sama, kepedulian, dan solidaritas sosial. Meskipun pelaksanaan gotong royong secara langsung menghadapi tantangan akibat kesibukan, perkembangan teknologi, dan meningkatnya sikap individualisme, nilai gotong royong tetap bertahan melalui adaptasi dalam bentuk kegiatan sosial maupun digital, seperti penyebaran informasi donasi melalui media sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya gotong royong tetap relevan sebagai identitas budaya dan mampu memperkuat keharmonisan kehidupan masyarakat di era modern.