cover
Contact Name
Ahlal Kamal, S.Pd.I.,M.Pd.
Contact Email
Ahlal.pkl@gmail.com
Phone
+6285285123236
Journal Mail Official
redaksijurnalriset@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jermani Husein, Desa Lokbangkai RT.07 No.039 Kecamatan Banjang Kab, Lok Bangkai, Kec. Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71416
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu
ISSN : -     EISSN : 31238475     DOI : https://doi.org/10.66914/riset
Core Subject :
Riset: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu is an inclusive scientific publication platform that publishes theoretical and applied research articles across various fields of study in Indonesia. The journal aims to expand scientific horizons, encourage cross-disciplinary collaboration, and facilitate innovative discussion for academics and practitioners. Its scope encompasses Social Sciences and Humanities, Natural Sciences, Technology and Engineering, Health and Medicine, Economics and Business, as well as Religious Studies and Cultural Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
Jejak Pengaruh Kebijakan Politik Pan-Islamisme Sultan Abdul Hamid II (1876-1909 M) di Wilayah Terjajah Umat Muslim Dunia Bahrudin Lazuardi; Iswan Karim; Muhammad Syamsul Munir
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 5 Agustus 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study provides an in-depth analysis of the impact of Sultan Abdul Hamid II’s (1876–1909 CE) Pan-Islamist policies on the colonized Muslim world and their evolution into the contemporary era. There are four main points in this study, namely: 1) The background to the emergence of Pan-Islamist policies was the urgent domestic and foreign policy conditions facing the Ottoman Empire; 2) Conceptual differences regarding Pan-Islamism between Jamaluddin al-Afghani and Sultan Abdul Hamid II; 3) The process and tactical strategies for spreading the Pan-Islamism movement to the colonized territories; and 4) The traces of influence and the transformation of organizations born from this movement up to the present day. This study employs a comprehensive historical research method, encompassing the stages of data collection (heuristics), source criticism (verification), interpretation, and historiography. The theories applied include the theory of asymmetric political influence to uncover the impact of Ottoman foreign policy, as well as the theory of historical continuity to analyze the bridge connecting past movements to the modern era. The research findings indicate that the Pan-Islamist policy, skillfully championed by Sultan Abdul Hamid II, succeeded in serving as an asymmetric weapon that secured the empire’s sovereignty while simultaneously igniting a massive transnational anti-colonial political consciousness in South Asia, the Dutch East Indies, North Africa, and Central Asia. Furthermore, this study demonstrates that the impact of these movements did not disappear after the collapse of the Ottoman Empire in 1924, but rather underwent a historical transformation that led to the establishment of various major organizations (such as the Khilafat Movement, Sarekat Islam, NU, Muhammadiyah, AUMA, and Jadidism), whose institutional and ideological legacies, as well as the spirit of their global humanitarian diplomacy, still endure and can be felt even in the modern era today.
Dialektika Rukhsah dan Iffah Dalam Qs. An-Nur Ayat 60: Studi Terhadap Tren Busana Perempuan Lansia di Era Modern Hamzah Ihsan Rabbani; Muhammad Fatih Al Haq; Muhammad Syamsul Munir
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 5 Agustus 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media digital dan transformasi sosial telah mengubah posisi serta peran perempuan lanjut usia dalam masyarakat modern. Perempuan lansia tidak lagi terbatas pada ruang domestik, tetapi aktif dalam berbagai aktivitas sosial, ekonomi, keagamaan, dan media digital. Perubahan tersebut turut memengaruhi pola berpakaian dan cara mereka menampilkan identitas diri di ruang publik. Dalam konteks ini, muncul kebutuhan untuk mengkaji kembali relevansi ajaran Islam mengenai etika berpakaian perempuan lanjut usia sebagaimana termaktub dalam QS. An-Nur ayat 60. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep rukhsah dan iffah dalam QS. An-Nur ayat 60, menelaah penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer, serta mengontekstualisasikannya dengan fenomena busana perempuan lansia di era modern. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i) dan analisis kontekstual. Sumber data primer berupa QS. An-Nur ayat 60 dan berbagai kitab tafsir klasik maupun kontemporer, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. An-Nur ayat 60 memberikan rukhsah kepada perempuan lanjut usia untuk menanggalkan sebagian pakaian luarnya dengan tetap memperhatikan larangan tabarruj dan prinsip penjagaan kehormatan diri. Para mufasir klasik dan kontemporer sepakat bahwa rukhsah tersebut tidak menghapus kewajiban menjaga kesopanan dan martabat perempuan. Penelitian ini juga menemukan bahwa hubungan antara rukhsah dan iffah bersifat komplementer dalam menghadapi perubahan sosial modern. Sebagai kontribusi konseptual, penelitian ini menawarkan konsep Iffah Progresif, yaitu suatu model etika berpakaian yang mengintegrasikan penjagaan kehormatan diri dengan partisipasi sosial dan ekspresi diri yang proporsional bagi perempuan lansia di era modern. Konsep ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an tetap relevan dalam merespons dinamika kehidupan kontemporer tanpa kehilangan orientasi moral yang menjadi tujuan utama syariat. Kata Kunci: QS. An-Nur ayat 60; perempuan lansia; rukhsah; iffah; Iffah Progresif.
Pengaruh Long Distance Marriage dan Peran Ganda Ibu Rumah Tangga Terhadap Kinerja Pegawai Wanita dengan Dukungan Sosial Sebagai Variabel Moderasi Nurul Septiani
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 4 Juni 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/riset.v1i4.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh long distance marriage (LDM) serta peran ganda ibu rumah tangga terhadap kinerja pegawai wanita dengan dukungan sosial sebagai variabel moderasi sehingga penelitian ini menerapkan metode Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS) melalui pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 209 responden yang merupakan wanita milenial yang bekerja telah menikah serta pernah atau sedang menjalani LDM sehingga pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa long distance marriage tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai wanita dan peran ganda ibu rumah tangga juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja sedangkan dukungan sosial terbukti memberikan pengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja pegawai wanita. Dukungan sosial tidak terbukti memoderasi hubungan antara long distance marriage maupun peran ganda terhadap kinerja sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai wanita lebih banyak dipengaruhi oleh dukungan sosial daripada kondisi pernikahan jarak jauh maupun tuntutan peran ganda. Penting bagi lingkungan keluarga dan organisasi untuk memberikan dukungan yang optimal guna meningkatkan kinerja pegawai wanita. Kata kunci: Dukungan Sosial, Kinerja Pegawai, Long distance marriage, Peran Ganda, Rumah Tangga
Fungsi Sosial Sekolah dalam Membentuk Individu dan Membangun Masyarakat Ilham Hafizh Nurvalufi; Sigit Indartanto; Sekar Fitri Maharani
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 4 Juni 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/riset.v1i4.158

Abstract

Schools are educational institutions that function not only as places for the transfer of knowledge but also as social institutions that play a significant role in shaping individuals and developing society. This study aims to analyze the social function of schools in shaping individuals’ ways of thinking, character formation, and their contribution to community development. The research employs a qualitative approach using a library research method by analyzing various relevant literature related to education and the social functions of schools. The findings indicate that schools play an essential role in developing scientific thinking, instilling social and moral values, and fostering individual potential to contribute to society. Furthermore, schools also function as centers for community empowerment through educational activities, literacy programs, and social capacity development. Therefore, optimizing the social function of schools is a crucial factor in improving individual quality and promoting sustainable societal development. Keywords: Social Function Of Schools, Education, Individual Development, Community Empowerment. Abstrak: Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peran sosial dalam membentuk individu dan mengembangkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi sosial sekolah dalam membentuk pola pikir, karakter individu, serta kontribusinya terhadap pembangunan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur yang relevan dengan kajian pendidikan dan fungsi sosial sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk cara berpikir ilmiah, menanamkan nilai-nilai sosial dan moral, serta mengembangkan potensi individu agar mampu berkontribusi dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, sekolah juga berfungsi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pendidikan, literasi, dan pengembangan kapasitas sosial. Dengan demikian, optimalisasi fungsi sosial sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas individu sekaligus mendorong kemajuan masyarakat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Fungsi Sosial Sekolah, Pendidikan, Pembentukan Individu, Pemberdayaan Masyarakat.
Kajian Kebutuhan Ruang dan Fasilitas Industri Animasi Revian Zorna Fauzan; Farida Murti
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 4 Juni 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The animation industry is one of the creative economy subsectors that has experienced significant growth due to advances in digital technology and the increasing demand for visual content in various fields. Animation is no longer used solely as entertainment media but has also been applied in education, advertising, visual communication, and the digital gaming industry. This development has increased the need for facilities capable of supporting animation industry activities in an integrated manner. However, existing facilities tend to focus only on specific functions, such as education or production, and have not fully accommodated the overall activities within the animation industry. This study aims to examine the spatial and facility requirements needed to support animation industry activities. The research employs a literature review method by collecting and analyzing scientific journals, previous studies, and references related to the animation industry. The findings indicate that the animation industry is characterized by collaborative and technology-based work systems, requiring facilities that can support learning activities, production processes, collaboration, business development, and work promotion within an integrated environment. Keywords: animation industry, creative economy, animation facilities, spatial requirements, animation pipeline. Abstrak Industri animasi merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang mengalami perkembangan pesat seiring kemajuan teknologi digital dan meningkatnya kebutuhan konten visual di berbagai bidang. Animasi tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi juga dimanfaatkan dalam bidang pendidikan, periklanan, komunikasi visual, dan industri permainan digital. Perkembangan tersebut menyebabkan meningkatnya kebutuhan terhadap fasilitas yang mampu mendukung aktivitas industri animasi secara terpadu. Namun, fasilitas yang tersedia saat ini masih cenderung berfokus pada fungsi tertentu, seperti pendidikan atau produksi, sehingga belum mampu mengakomodasi keseluruhan aktivitas dalam industri animasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan ruang dan fasilitas yang diperlukan dalam mendukung aktivitas industri animasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai jurnal ilmiah, penelitian terdahulu, dan referensi yang berkaitan dengan industri animasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa industri animasi memiliki karakteristik kerja yang kolaboratif dan berbasis teknologi digital sehingga membutuhkan fasilitas yang mampu mendukung aktivitas pembelajaran, produksi, kolaborasi, pengembangan usaha, serta promosi karya dalam satu lingkungan yang terintegrasi. Kata Kunci: industri animasi, ekonomi kreatif, fasilitas animasi, kebutuhan ruang, animation pipeline.
Rancangan Model HAMEMAYU WARASING DESA untuk Pengendalian Multirisiko Penyakit Tidak Menular Berbasis Pemberdayaan Kader Kesehatan di Kalurahan Caturharjo Rinaldi Muhammad Fauzi; Salsabila Maura Aji; Hadi Sasongko; Zia Adhwaa Nugraha; Nayla Annisa; Happy Okta Bima; Nazira Humayra; Erwanda Candra Mustika; Nandan Aifanisa Hanun
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 4 Juni 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high number of non-communicable disease cases is influenced by low public awareness of early detection, limited capacity of health cadres, and a manual recording system. This article aims to develop a HAMEMAYU WARASING DESA model as a multi-risk control strategy for NCDs based on empowering health cadres in Caturharjo Village. The method used is a descriptive-conceptual approach through observation, interviews, and Focus Group Discussions (FGDs). The results of the model development indicate that HAMEMAYU WARASING DESA consists of five main components: PELITA KADER, PITUTUR WARAS, One Stop Service, SI-WARAS, and the integrated NCD Control Card. This model is designed to increase cadre capacity, strengthen public health literacy, facilitate screening, and support the digitalization of risk recording and monitoring.
Kajian Kebutuhan Fasilitas Pelatihan Instalatur Tenaga Listrik Berdasarkan Analisis Kesenjangan Kompetensi Lulusan SMK TITL di Kabupaten Sidoarjo Farhan Arif Hidayatullah; Ibrahim Tohar
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 4 Juni 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan kawasan industri yang berkembang pesat dengan jumlah perusahaan industri besar-sedang mencapai 1.200 unit pada tahun 2023. Pertumbuhan industri ini meningkatkan kebutuhan tenaga kerja instalasi tenaga listrik yang kompeten dan bersertifikat. Namun demikian, tingkat kemiskinan terbuka (TPT) lulusan SMK di Sidoarjo masih mencapai 6,81% (BPS, 2025), dengan ketidaksesuaian kompetensi di bidang Teknologi dan Rekayasa sebesar 17,7% (Kemnaker, 2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) di Kabupaten Sidoarjo dengan kebutuhan industri, serta mewujudkannya terhadap kebutuhan fasilitas pelatihan terintegrasi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan studi literatur, analisis data sekunder BPS dan Kemnaker, serta studi lapangan di PLN UPDL Pandaan dan SMKN 2 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan yang signifikan dalam aspek kompetensi praktik industri, sertifikasi BNSP, dan fasilitas Teaching Factory yang memadai. Terdapat 7 SMK jurusan TITL di Sidoarjo yang menghasilkan sekitar 357 lulusan per tahun, namun belum didukung fasilitas pelatihan dan pengujian kompetensi yang terstandar sesuai SKKNI dan BNSP. Penelitian ini merekomendasikan perancang fasilitas pelatihan dan pengujian instalasi tenaga listrik terintegrasi sebagai solusi strategi untuk menutup kesenjangan kompetensi tersebut.
Perancangan Kawasan Residensial Berbasis Eco-Settlement pada Wilayah Terdampak TPA Benowo Surabaya Achmad Firmansyah Nur Prawira Mandala; Darmansjah Tjahja Prakasa
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 4 Juni 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kawasan permukiman di sekitar TPA Benowo Surabaya menghadapi polusi gas metana, bau, dan pencemaran air lindi yang menurunkan kualitas hidup. Penelitian studi kasus ini bertujuan merancang hunian residensial yang adaptif dan resilien terhadap polusi melalui pendekatan eco-settlement. Metode perancangan meliputi analisis tapak makro-mikro, restrukturisasi ruang, dan zonasi vegetatif. Hasil desain menunjukkan alokasi Ruang Terbuka Hijau minimal 30% sebagai filter vegetatif, ventilasi silang, dan pemanenan air hujan mampu mereduksi polutan serta mengurangi ketergantungan air tanah hingga 30%. Kesimpulannya, intervensi arsitektural spesifik dapat mentransformasi lahan marginal menjadi hunian layak. Implikasinya, studi ini menawarkan model public housing berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah berisiko tinggi. Karakteristik subjek menyoroti permukiman peri-urban dekat infrastruktur limbah. Keaslian solusinya terletak pada metabolisme kawasan sirkular sebagai filter ekologis aktif. Penelitian ini memunculkan pertanyaan teoretis terkait keberlanjutan jangka panjang utilitas mandiri di kawasan marginal.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) MELALUI PELATIHAN S.I.A.P DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SEKOLAH DASAR Laila Putri Intan Permata; Valysa Islami Fatikhah; Shinta Kurnia Khoirun Nisa; Muhammad Dzaki Firmansyah
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 4 Juni 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode sekolah dasar merupakan fase penting dalam perkembangan psikososial anak, terutama dalam pembentukan kepercayaan diri melalui pengalaman akademik maupun sosial. Hasil observasi di SD 2 Pasuruhan Lor menunjukkan bahwa sebagian siswa masih menunjukkan perilaku pasif dalam pembelajaran, seperti enggan menjawab pertanyaan, kurang berani menyampaikan pendapat, dan menolak tampil di depan kelas. Kondisi tersebut menunjukkan rendahnya kepercayaan diri sehingga diperlukan intervensi yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pelatihan S.I.A.P (Santai, Inisiatif, Aktif, dan Percaya Diri) terhadap kepercayaan diri siswa SD 2 Pasuruhan Lor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi-Experiment) menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Kepercayaan Diri berdasarkan teori Lauster, sedangkan analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kepercayaan diri meningkat dari 30,70 pada pretest menjadi 32,70 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,116 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan Pelatihan S.I.A.P terhadap kepercayaan diri siswa. Meskipun demikian, secara deskriptif sebagian besar siswa menunjukkan kecenderungan peningkatan kepercayaan diri setelah mengikuti pelatihan. Kata Kunci: Pelatihan S.I.A.P, Kepercayaan Diri, Cognitive Behavioral Therapy, Siswa Sekolah Dasar. Abstrack Elementary school is an important period in children's psychosocial development, particularly in developing self-confidence through academic and social experiences. Observations at SD 2 Pasuruhan Lor indicated that several students tended to be passive during classroom activities, hesitated to express opinions, and were reluctant to participate in front of the class. These conditions indicate low self-confidence, requiring structured psychological intervention. This study aimed to determine the effect of S.I.A.P (Santai, Inisiatif, Aktif, dan Percaya Diri) Training on the self-confidence of students at SD 2 Pasuruhan Lor. This study employed a quantitative quasi-experimental approach using a One Group Pretest-Posttest Design. Twenty students were selected through purposive sampling. Data were collected using the Self-Confidence Scale based on Lauster's theory and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The findings showed that the average self-confidence score increased from 30.70 in the pretest to 32.70 in the posttest. However, the Wilcoxon Signed Rank Test produced an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.116 (p > 0.05), indicating that the training did not have a statistically significant effect on students' self-confidence. Nevertheless, descriptively, most students demonstrated a positive tendency toward increased self-confidence after participating in the training. Keywords: S.I.A.P Training, Self-Confidence, Cognitive Behavioral Therapy, Elementary School Students.
Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penilaian sebagai Dasar Analisis Hasil Tes serta Implementasi Umpan Balik, Program Perbaikan, dan Pengayaan dalam Pembelajaran Yusril Alkarim Harahap; Zulhimma
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 4 Juni 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas instrumen tes merupakan salah satu faktor utama yang menentukan ketepatan hasil evaluasi dalam proses pendidikan. Instrumen yang tidak memenuhi persyaratan ilmiah berpotensi menghasilkan data yang tidak akurat sehingga berdampak pada kesalahan dalam pengambilan keputusan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda sebagai indikator utama kualitas instrumen tes dalam evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research, yaitu melalui kajian terhadap berbagai literatur yang relevan berupa buku psikometri, evaluasi pendidikan, standar pengukuran pendidikan, serta artikel ilmiah nasional dan internasional. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan content analysis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa validitas berfungsi memastikan instrumen mampu mengukur konstruk yang seharusnya diukur, sedangkan reliabilitas menunjukkan konsistensi hasil pengukuran. Selain itu, analisis tingkat kesukaran digunakan untuk menentukan proporsi kesulitan butir soal agar sesuai dengan kemampuan peserta didik, sementara daya pembeda berfungsi mengidentifikasi kemampuan setiap butir soal dalam membedakan peserta didik berkemampuan tinggi dan rendah. Keempat aspek tersebut saling melengkapi dalam menghasilkan instrumen evaluasi yang memenuhi standar ilmiah. Oleh karena itu, pengujian validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda perlu dilakukan secara sistematis sebelum instrumen digunakan agar hasil evaluasi pembelajaran lebih objektif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Page 9 of 10 | Total Record : 98