cover
Contact Name
Juni Agus Simaremare
Contact Email
juni.simaremare@uhn.ac.id
Phone
+6285372576988
Journal Mail Official
juni.simaremare@uhn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Diferensiasi Pendidikan
ISSN : 3047795     EISSN : 3047795     DOI : https://doi.org/10.36655/jdp.v3i1
Core Subject :
Jurnal Diferensiasi Pendidikan diterbitkan dua kali setahun (Januari dan Juli) oleh Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat umum. Sebelum diterbitkan, setiap artikel yang dikirimkan menjalani proses evaluasi yang ketat untuk memastikan kualitas dan relevansi akademisnya. Jurnal Diferensiasi Pendidikan berfungsi sebagai platform terintegrasi untuk komunikasi ilmiah berkelanjutan mengenai temuan penelitian penting di bidang pendidikan. Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian berpikir kritis dan studi empiris yang berkontribusi pada kemajuan pengetahuan di berbagai bidang, termasuk pengajaran dan pembelajaran, pengembangan kurikulum, lingkungan pendidikan, pendidikan guru, teknologi pendidikan, dan pengembangan pendidikan yang lebih luas. Melalui komitmennya untuk menerbitkan penelitian pendidikan berkualitas tinggi dan berdampak, Jurnal Diferensiasi Pendidikan bertujuan untuk mendukung wacana akademik, pengembangan kebijakan, dan perbaikan praktis di sektor pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Efektifitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC Dibantu Media Peta Konsep terhadap Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematika Peserta Didik pada Materi SPLTV Kelas X SMA Negeri 1 Sunggal Defi Romian Munthe; Sepmasrina Padang
Jurnal Diferensiasi Pendidikan Vol 2 No 2 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jdp.v2i2.2132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dibantu media peta konsep terhadap kemampuan penalaran dan komunikasi peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Sunggal. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen , dengan populasi dalam peneelitian ini adalah kelas X MIA SMA Negeri 1 Sunggal . Dengan teknik cluster random sampling, diperoleh sampel penelitian kelas eksperimen (X MIA 1). Instrumen yang digunakan adalah post test dari hasil belajar dan lembar observasi terhadap guru dan siswa. Berdasarkan nilai kemampuan penalaran peserta didik diperoleh persamaan regresi . Hasil perhitungan koefisien determinasi r2 untuk kemampuan pemecahan masalah adalah 0,652 atau 65,20% yang artinya terdapat pengaruh pembelajaran Kooperatif tipe CIRC dibantu media peta konsep terhadap kemampuan penalaran matematika peserta didik sebesar 65,20%. Persamaan regresi untuk kemampuan komunikasi matematika peserta didik adalah. Hasil perhitungan koefisien determinasi r2 untuk kemampuan komunikasi matematika peserta didik adalah sebesar 0,586 atau 58,60% yang artinya terdapat pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe CIRC dibantu media peta konsep terhadap kemampuan komunikasi matematika peserta didik sebesar 58,60%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe CIRC dibantu media peta konsep dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan penalaran dan komunikasi matematika peserta didik
Perbedaan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Menggunakan Pendekatan Pemecahan Masalah dengan Pendekatan Metakognitif pada Materi SPLDV Kelas VIII SMP Negeri 2 Gebang Esther Arnhilda Situmorang; Novita Sari Hutauruk
Jurnal Diferensiasi Pendidikan Vol 2 No 2 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jdp.v2i2.2139

Abstract

This study aimed to determine the differences in students’ mathematical reasoning abilities between learning using a problem-solving approach and a metacognitive approach on the topic of Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV). This research employed a quantitative method with a quasi-experimental design. The population of the study consisted of all eighth-grade students of SMP Negeri 2 Gebang, comprising six parallel classes. The research sample was selected using purposive random sampling, in which class VIII-2 was assigned as Experimental Class I using the metacognitive approach, and class VIII-3 as Experimental Class II using the problem-solving approach. The research instrument was an essay test measuring students’ mathematical reasoning abilities, which had been validated and tested for reliability. Data were collected through pre-tests and post-tests and analyzed using normality tests, homogeneity tests, N-Gain tests, and an Independent Sample t-test. The results showed that the post-test data from both classes were normally distributed and homogeneous. The Independent Sample t-test indicated a significant difference in students’ mathematical reasoning abilities between the two learning approaches. Although the N-Gain analysis revealed that both approaches were categorized as less effective, the problem-solving approach demonstrated better results than the metacognitive approach, as indicated by higher mean scores and N-Gain values. Therefore, the problem-solving approach is recommended for teaching SPLDV to improve students’ mathematical reasoning abilities
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Berpikir Kritis Dengan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbin (Discoverry Learning) pada Materi Bangun Datar di Kelas VII SMP Negeri 2 Gerbang Herlina Juningsih Silalahi; Evi Bora Siboro
Jurnal Diferensiasi Pendidikan Vol 2 No 2 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jdp.v2i2.2140

Abstract

This study aims to determine whether the Guided Discovery learning model can improve conceptual understanding and critical thinking skills of seventh-grade students at SMP Negeri 2 Gebang. The research employed classroom action research with 32 students of grade VII as the subjects. The instruments used were tests and observations. Based on the reflection of Cycle I, improvements were implemented in Cycle II. The average score of teacher observation in Cycle I was 3.0 and increased to 3.5 in Cycle II, categorized as very good. Meanwhile, the average score of student observation in Cycle I was 63.75% (active category) and increased to 66.875% in Cycle II. Classical learning mastery for conceptual understanding in Cycle I was 12.5%, which increased to 80% in Cycle II. Individual learning mastery in Cycle I showed that only 16 students achieved scores ≥70 in conceptual understanding and 16 students in critical thinking skills. In Cycle II, this number increased to 28 students for conceptual understanding and 29 students for critical thinking skills who achieved scores ≥70. Based on the results of Cycle I and Cycle II, it can be concluded that the Guided Discovery learning model improves students’ conceptual understanding and critical thinking skills in mathematics for seventh-grade students at SMP Negeri 2 Gebang..
Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Bangun Ruang di Kelas VIII SMP Negeri 2 Gebang Karunia Windi Sari Sipayung
Jurnal Diferensiasi Pendidikan Vol 2 No 2 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jdp.v2i2.2146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi bangun ruang di kelas VIII SMP Negeri 2 Gebang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Gebang, sedangkan objek penelitian adalah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam pembelajaran matematika. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil tes peserta didik pada setiap siklus serta meningkatnya keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah matematika pada materi bangun ruang.
Pengaruh Media Flashcard terhadap Kemampuan Menulis Kreatif Naskah Drama Satu Babak Oleh Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Pancur Batu Nomi Agustina Simorangkir; Ernesta Ginting
Jurnal Diferensiasi Pendidikan Vol 2 No 2 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jdp.v2i2.2147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media flashcard terhadap kemampuan menulis kreatif naskah drama satu babak oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pancur Batu. Populasi siswa 253 orang dengan jumlah tersebut maka sampel yang akan diambil dari jumlah populasi berjumlah 35 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain one group pretest posttest design. Instrumen yang digunakan adalah bentuk tes penugasan menulis naskah drama. Nilai rata-rata pretest adalah 64,11 sedangkan untuk posttest adalah 74,77. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nilai posttest lebih tinggi daripada nilai pretest. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji t diperoleh thitung > ttabel menunjukkan bahwa 4,31 > 2,03 maka dapat dinyatakan Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa media flashcard lebih berpengaruh terhadap kemampuan menulis naskah drama dibandingkan dengan sebelum mendapat perlakuan. Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa media flashcard berpengaruh terhadap kemampuan menulis naskah drama pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Pancur Batu Tahun Ajaran 2015/2016.
Pengaruh Pendekatan Pemecahan Masalah dan Pendekatan Metakognitif terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa Esther Arnhilda Situmorang; Rashmi Ranjan Panigrahi
Jurnal Diferensiasi Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jdp.v3i1.2164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan pemecahan masalah dan pendekatan metakognitif terhadap kemampuan penalaran matematis siswa ditinjau dari kemampuan awal siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Muara. Sampel dipilih melalui teknik purposive random sampling, yang terdiri atas satu kelas dengan pendekatan metakognitif dan satu kelas dengan pendekatan pemecahan masalah. Kemampuan awal siswa diidentifikasi melalui hasil pre-test, sedangkan kemampuan penalaran matematis diukur menggunakan tes uraian yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, analisis N-Gain, dan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pendekatan pembelajaran memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa. Siswa yang memiliki kemampuan awal lebih tinggi menunjukkan kemampuan penalaran matematis yang lebih baik dibandingkan siswa dengan kemampuan awal yang lebih rendah. Meskipun kedua pendekatan termasuk dalam kategori kurang efektif berdasarkan nilai N-Gain, pendekatan pemecahan masalah menghasilkan rata-rata dan skor N-Gain yang sedikit lebih tinggi dibandingkan pendekatan metakognitif. Dengan demikian, pendekatan pemecahan masalah lebih berpotensi meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa dengan mempertimbangkan kemampuan awal yang dimiliki
Efektivitas Model Pembelajaran Pencapaian Konsep dengan Pendekatan Ilmiah terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Pemahaman Matematis Siswa Kelas XI SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam Desi Selpina Sari Saragih; Sartika Uli Situmorang
Jurnal Diferensiasi Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jdp.v1i2.2585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Pencapaian Konsep dengan Pendekatan Ilmiah terhadap kemampuan pemecahan masalah dan pemahaman matematis siswa kelas XI SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan populasi penelitian yaitu seluruh siswa SMA RK Serdang Murni Lubuk Pakam. Sampel penelitian ini adalah kelas XI berjumlah 30 orang diperoleh dengan teknik simple random sampling, instrumen yang digunakan berupa observasi dan tes uraian untuk kemampuan pemecahan dan untuk kemampuan pemahaman matematis siswa. Setelah dilakukan perlakuan yang berbeda, hasil kemampuan pemecahan masalah dan pemahaman matematis siswa dengan model Pencapaian Konsep dengan Pendekatan Ilmiah diperoleh 35,36 + 0,54X dan 4,49 + 0,94X sehingga disimpulkan bahwa kedua variabel mempunyai hubungan yang linier positif. Pengaruh model Pencapaian Konsep dengan Pendekatan Ilmiah terhadap kemampuan pemecahan masalah dan pemahaman siswa sebesar 30% dan 94%. Selama pembelajaran, dilakukan observasi keterampilan proses siswa diperoleh nilai akhir dengan kategori penilaian baik.
Hubungan Pemahaman Makna Kata Berimbuhan terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita pada Siswa Kelas VIII SMP Tri Sakti Lubuk Pakam Ria Silitonga; Sartika Uli Situmorang
Jurnal Diferensiasi Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jdp.v1i2.2586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan kemampuan pemahaman makna kata berimbuhan terhadap kemampuan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP Tri Sakti Lubuk Pakam. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Tri Sakti Lubuk Pakam yang berjumlah 122 orang. Sampel dalam penelitian ini ditetapkan sebanyak 20 % dari 122 adalah 24 siswa dengan teknik yang digunakan untuk menetapkan sampel adalah teknik random atau acak.Metode yang digunakan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional. Dari hasil analisis data yang dilakukan diperoleh nilai rata-rata pemahaman makna kata berimbuhan 68,37 dan nilai rata-rata kemampuan menulis teks berita adalah 76,95. Dari hasil perhitungan pada taraf signifikan diperoleh r hitung 0,916 dan r tabel 0,405. Ternyata r hitung > r tabel (0,916 >0,405). Berdasarkan hasil uji coba hipotesis Ha diterima sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara pemahaman makna kata berimbuhan terhadapa kemampuan menulis teks berita bagi siswa kelas VIII SMP Tri Sakti Lubuk Pakam
Pengaruh Model Pembelajaran Pair Checks terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Kreativitas Matematis Siswa pada Materi Segitiga Kelas VII SMP Negeri 1 Pegajahan Novita Sari Sinaga; Alfrida Kristiani Simanjuntak
Jurnal Diferensiasi Pendidikan Vol 1 No 2 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jdp.v1i2.2589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran pair checks terhadap kemampuan pemahaman konsep dan kreativitas matematis siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pegajahan. Hasil penelitian untuk persamaan regresi pada kemampuan pemahaman konsep ini adalah. Pada persamaan regresi (b) = bertanda positif , yang artinya bahwa hasil kemampuan pemahaman konsep akan bertambah sebesar ketika menggunakan model pembelajaran pair checks akan meningkat satu satuan. Sedangkan pada kemampuan kreativitas matematis siswa adalah Pada regresi (b) = 0,733 bertanda positif yang artinya bahwa kemampuan kreativitas matematis siswa jika menggunakan model pembelajaran pair checks akan meningkat satu satuan. Berdasarkan perhitungan koefisien korelasi diperoleh , hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara model pembelajarani pair checks terhadap kemampuan pemahaman konsep dan koefisien determinasinya adalah menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep dipengaruhi oleh model pembelajaran pair checks sebesar 69,1% selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain, sedangkam koefisien korelasi untuk kemampuan kreativitas matematis siswa hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara model pembelajaran pair checks terhadap kemampuan kreativitas matematis dan koefisien determinasinya adalah menunjukkan bahwa kemampuan kreativitas matematis dipengaruhi oleh model pembelajaran pair checks sebesar 62,4% selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain. Sedangkan untuk uji keberartian koefisien korelasinya untuk kemampuan pemahaman konsep dimana atau artinya ada hubungan yang kuat dan berarti antara model pembelajaran pair checks dengan kemampuan pemahaman konsep dan uji keberartian koefisien korelasi untuk kemampuan kreativitas matematis dimana atau artinya ada hubungan yang kuat dan berarti antara model pembelajaran pair checks dengan kemampuan kreativitas matematis siswa.
Character Education and English Language Learning through Animated Film: A Literary Psychology Analysis of The Book of Life Muhammad Arief Budiman; Lusia Dheanatalie Tifanni Prasetyo; M Bagas Wicaksono S; Melisa Lulita Irmaliya; Miftachul Janah; Naviska Nur 'Aini; Nayla Azca Ramadani
Jurnal Diferensiasi Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jdp.v3i1.2591

Abstract

The integration of character education into English language learning has become an important educational objective, particularly through authentic instructional media that promote both linguistic competence and moral development. Among various audiovisual resources, animated films provide meaningful social contexts in which learners can observe language use, cultural values, and interpersonal interactions. This study aims to analyze The Book of Life as a medium for character education and English language learning by employing Muzafer Sherif's literary psychology, focusing on the concepts of social norms, intergroup conflict, and cooperation toward superordinate goals. In addition, the study examines the representation of the five core values of the Indonesian Character Education Strengthening (Penguatan Pendidikan Karakter/PPK) framework: religiousness, nationalism, independence, mutual cooperation, and integrity. This research adopted a qualitative descriptive design using thematic content analysis. The primary data consisted of dialogues, character behaviors, interactions, and significant scenes from The Book of Life. Data were collected through repeated observation, documentation, and note-taking, and subsequently analyzed based on Sherif's theoretical framework and the Indonesian character education framework. The trustworthiness of the findings was enhanced through theoretical triangulation and repeated examination of the film's narrative and dialogue. The findings reveal that the film effectively represents Sherif's concepts of social norms, intergroup conflict, and cooperation through the characters' moral dilemmas, interpersonal relationships, and collective efforts to resolve conflict. Furthermore, the analysis demonstrates that the five core values of Indonesian character education are consistently embedded throughout the narrative, particularly through the protagonists' decisions, ethical behavior, and collaborative actions. The authentic English dialogues and culturally rich contexts also provide meaningful opportunities for developing learners' language proficiency, intercultural awareness, critical thinking, and moral reasoning. This study concludes that The Book of Life is an effective instructional medium for integrating character education with English language learning. The study contributes to the literature by combining literary psychology with the Indonesian Character Education Strengthening framework, offering an interdisciplinary perspective on film-based language education. The findings provide practical implications for English language teachers seeking authentic audiovisual materials that simultaneously foster linguistic competence and character development.

Page 2 of 3 | Total Record : 25