cover
Contact Name
Eka Susylowati
Contact Email
eka.susylowati@trunojoyo.ac.id
Phone
+6285947747470
Journal Mail Official
eka.susylowati@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
jscl@trunojoyo.ac.id Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Jl. Raya Telang, Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Social, Culture, and Language
ISSN : 29619114     EISSN : -     DOI : DOI: https://doi.org/10.21107/jscl.v4i2
Core Subject :
Journal of Social, Culture, and Language is a scientific journal published by Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura which focused on Social, Culture, and Language. Journal of Social, Culture, and Language is available on online version (e-ISSN: 2961-9114), regularly published twice in a year, May and November. Journal of Social, Culture, and Language first published on Volume 1 Number 1, November 2022.
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
A Psycholinguistic Analysis of Speech Delay in Irish Bella’s Child Maduri Saskya Maharani
Journal of Social, Culture, and Language Vol 4, No 1 (2025): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v4i1.30478

Abstract

The increasing prevalence of speech delay in early childhood has become a significant concern in the digital age, particularly with excessive screen time exposure. This study examines the case of Air Rumi, the first child of Indonesian acftress Irish Bella, who experienced speech delay attributed to environmental factors including gadget overuse and limited social interaction during the COVID-19 pandemic. Using a qualitative case study approach, this research applies psycholinguistic theories including Vygotsky’s Social Interactionist Theory, Krashen’s Input Hypothesis, and the Critical Period Hypothesis to analyze the contributing factors and intervention strategies. Data were collected from public interviews and social media content where Irish Bella discussed her child’s condition. The findings reveal that excessive screen time and reduced face-to-face interaction significantly impacted the child’s language development, while targeted interventions including speech therapy and increased parental interaction led to notable improvements. This study contributes to understanding how environmental factors influence language acquisition and emphasizes the importance of early intervention in speech delay cases.Keywords: Speech delay, Psycholinguistics, Language acquisition, Screen time, Social interaction
Praktik Spasialisasi Dalam Industri Line Corporation: Trend Financial Technology Nadya Poernamasari
Journal of Social, Culture, and Language Vol 1, No 1 (2022): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v1i1.25724

Abstract

LINE Corporation merupakan salah satu perusahaan media komunikasi yang awalnya fokus pada fitur perpesanan instan dan news aggregator. Namun seiring berjalannya waktu perkembangan teknologi komunikasi dan informasi berubah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Fokus penelitian ini pada perkembangan industri media baru yakni LINE Corporation dan fenomena Financial Technology. Melalui analisis ekonomi politik media tren financial technology terbongkar memiliki praktik spasialisasi yang mendominasi geografis Asia khususnya di Indonesia, Korea, Jepang, Thailand dan Taiwan. Tiga klasifikasi utama yang ditemukan adalah; produk dan layanan, afiliasi serta layanan financial technology. Dalam 3 tahun terakhir, financial technology menjadi strategi industri bisnis yang paling menjanjikan. Inilah dampak kerja sama dengan perusahaan kapital yang mampu mendominasi dan menghegemoni pasar. LINE semakin dekat untuk mewujudkan ekosistem digital di Indonesia dengan menerapkan taglinenya ”closing the distance”, sehingga tidak ada lagi jarak dan waktu yang tidak menguntungkan bagi indsutri ini. Kata kunci: Spasialisasi, Ekonomi Politik Media, LINE Corporation, Financial Technology, New Media
An analysis the Use of Code Switching and Code Mixing on Vehicle Stickers As Promotional Media for Mangrove Ecotourism Development in Bangkalan, Madura Siti Fatimatus Zuhra; Zulkhaeriyah Zulkhaeriyah
Journal of Social, Culture, and Language Vol 2, No 1 (2023): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v2i1.22868

Abstract

Salah satu fenomena menarik dalam penggunaan bahasa tulis terdapat pada stiker kendaraan. Penggunaan bahasa mampu mengungkap dimensi sosial dan menunjukkan sosial budaya suatu masyarakat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang alih kode dan campur kode pada Stiker kendaraan sebagai media promosi ekowisata Mangrove di Bangkalan Madura. Penelitian ini mengunakan penelitian sociolinguistic tentang alih kode dan campur kode dengan menggunakan teori Suwito, Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat berupa penggalan kalimat dalam Stiker promosi. Hasil penelitian ini mendapatkan dua jenis alih kode dan satu jenis campur kode  yaitu: alih kode intern dan alih kode ekstern. Alih kode intern terdapat 4 data yang digunakan dalam Stiker kendaran. Alih kode ekstern terdapat 3 data yang digunakan. Faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode yaitu faktor promosi. Terdapat satu jenis campur kode yaitu: campur kode ke dalam (inner code) terdapat 2 data yang digunakan dalaam stiker  kendaraan. Faktor penyebab terjadinya campur kode: faktor ingin menjelaskan sesuatu; faktor situasi; dan faktor menjalin keakraban antara pengunjung.  Kata Kunci: Alih Kode, Campur Kode, Stiker
Analyzing the Use of Flouting Maxims in Deddy Corbuzier’s Podcast Bening Artha Amartya; Afiifah Al Al Rosyiidah
Journal of Social, Culture, and Language Vol 3, No 2 (2025): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v3i2.29948

Abstract

This study aims to describe the types and strategies of flouting maxims in Deddy Corbuzier’s podcast. This study applies qualitative research method. The findings reveal that all four types of flouting maxims are present: maxim of quality is flouted 18 times, maxim of quantity appears 13 times, maxim of relevance is flouted 7 times, while the maxim of manner is flouted 2 times. Furthermore, eight distinct strategies for maxim flouting were identified. The strategy of providing too much information was the most frequent, occurring 12 times. Hyperbole was noted 8 times, while changing topics occurred 7 times. Other strategies included metaphor (6 instances), irony (2), banter (2), being obscure (2), and giving too little information (2). Keywords: Flouting maxim, type, strategies, Deddy Corbuzier’s podcast
The Impact Of The Use Of Youtube On The Acquisition Of Second Language In Children Aditya Ahmad Farizqi
Journal of Social, Culture, and Language Vol 1, No 1 (2022): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v1i1.25715

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh youtube terhadap pemerolehan bahasa kedua pada anak. Penelitian ini menggunakan perspektif psikolinguistik untuk mendapatkan informasi tentang pemerolehan bahasa kedua. Penelitian ini mengambil data antara seorang ibu dan seorang anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengambil data dari youtube. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media youtube tidak bisa dianggap hanya sebagai media hiburan, tetapi youtube dapat digunakan sebagai media kita untuk menambah pengetahuan atau mendapatkan informasi tentang bahasa kedua jika kita menonton video dalam bahasa asing. Khusus untuk anak-anak yang masih memiliki daya ingat kuat seperti Najwa, YouTube sangat direkomendasikan untuk digunakan sebagai media pemerolehan bahasa kedua. Kata kunci: Pemerolehan Bahasa Kedua, Perspektif Psikolinguistik, dan Youtube
Impersonation dan Dark Jokes sebagai Tindakan Cyberbullying dalam Fenomena Bahasa “Anak Jaksel” di Media Sosial Twitter Nadya Poernamasari
Journal of Social, Culture, and Language Vol 1, No 2 (2023): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v1i2.22593

Abstract

Language is a variety of spoken and non-spoken which becomes verbal and non-verbal language in the communication science. The presence of the “Anak Jaksel" language as a popular culture in Indonesia is present through diction or special word equivalents such as (literally, which is, prefer). The main objective of this study is to find cyberbullying in texts on social media, Twitter. In social media, issues and phenomena are experienced as part of social construction. This research is a qualitative research using a descriptive analysis method. The researcher uses the observation method on social media with texts that are entered in searches through the hashtag #AnakJaksel, as well as literature studies. The dominant pattern of cyberbullying in this study is impersonation and dark jokes. The existence of "Anak Jaksel" is marked by the diction that is repeatedly expressed. This reinforcement then appears with the identity that is formed afterwards, namely by making the process of imitating and joking in dark jokes an act of cyberbullying that is formed. Cyberbullying is a form of social construction with the role of “Selebtwit” as social actors. Keywords: Cyberbullying, Social Media, Bahasa Anak Jaksel
Pragmatic Meaning Analysis on Film Everything Everywhere All at Once written and directed by Daniel Kwan and Daniel Scheinert Ari Astutik
Journal of Social, Culture, and Language Vol 2, No 2 (2024): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v2i2.25595

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa dan mengkarakterisasi makna pragmatik yang dimiliki oleh karakter dalam film Everything Everywhere All at Once yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Kwan dan Daniel Scheinert, serta cara-cara penggunaan makna-makna tersebut dan mengapa makna-makna tersebut dianggap paling banyak digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dan bersifat deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk mengkarakterisasi data, khususnya makna pragmatis dari kata-kata dan kalimat yang didiskusikan oleh karakter dalam film Everything Everywhere All at Once yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Kwan dan Daniel Scheinert. Memeriksa dan mendeskripsikan makna pragmatik yang digunakan oleh karakter dalam film Everything Everywhere All at Once serta cara penggunaan makna-makna tersebut dan alasan di balik penggunaan makna-makna tersebut adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan pragmatik. Mengkarakterisasi data, dalam hal ini makna pragmatis dari kata-kata dan kalimat yang digunakan oleh para tokoh dalam film Everything Everywhere All at Once yang ditulis dan disutradarai oleh Daniel Kwan dan Daniel Scheinert, merupakan tujuan dari penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 13% makna pragmatik perintah, 29% makna pragmatik sapaan, 8% makna pragmatik teguran, atau, 8% makna pragmatik pujian, 13% makna pragmatik sarkasme, 4% makna pragmatik nasihat, 21% makna pragmatik teguran, dan 4% makna pragmatik saran.   Lebih lanjut, dikatakan bahwa makna pragmatik sapaan dan peringatan lebih banyak ditemukan karena konteks situasi tutur dan keadaan yang digambarkan oleh para tokoh dalam setiap ujarannya, yang sering diawali dengan ajakan atau kata sapaan dan diakhiri dengan ungkapan rasa terima kasih atau pujian terhadap lawan tutur.  Kata kunci: Analysis; Pragmatic Meaning; Film; Everything Everywhere All at Once.
Analisis Teknik Penambahan Dan Pengurangan Hasil Terjemahan dalam Acara Televisi National Geographic Yoharwan Dwi Sudarto
Journal of Social, Culture, and Language Vol 1, No 2 (2023): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v1i2.22584

Abstract

This study aims to analyze the technique of subtracting and adding translation results in National Geographic television shows. There are several aspects studied in this technique, namely amplification, compression, generalization, particularization, and reduction. The techniques were proposed by Molina Albir. In translation, subtraction is often done for several reasons. One reason is efficiency. Some words contained in the source language (SL) are not translated into the target language (TL). Likewise with the addition of translation results which are usually added to the target language whose purpose is to provide additional explanation. Keywords: Translation, Amplification, Compression, Generalization, Particularization, Reduction
Strengthening Cultural Identity through Globalization of the Madurese Language in Syaikhona Kholil Religious Tourism, Bangkalan. Siti Anuf; Zulkhaeriyah Zulkhaeriyah
Journal of Social, Culture, and Language Vol 3, No 1 (2024): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v3i1.27989

Abstract

This study aims to examine the strengthening of cultural identity through the globalization of the Madurese language in the context of Syaikhona Kholil religious tourism in Bangkalan. The background of this research is driven by the threat to local cultural identity due to the dominance of globalization, as well as the potential of religious tourism in improving the economic welfare of the community. This research uses a descriptive qualitative approach with the method of direct observation of religious rituals, interviews with local residents and tourists, as well as a comparative study of the use of Madurese language in other tourism sites. The results of the research are expected to strengthen the position of Madurese language as an important element in maintaining cultural identity in the era of globalization and contribute to the development of sustainable tourism in Madura.   Keywords: Globalization, Madurese Language, Cultural Identity, Religious Tourism, Syaikhona Kholil 
Analisis Fenomena Campur Kode dalam Presentasi Akademik Mahasiswa Akuntansi Universitas Sebelas Maret Wiwik Yulianti; Yeskia Wido Semonowati; Mei Anjarwati; Michael Daniswara Pratomo
Journal of Social, Culture, and Language Vol 4, No 2 (2026): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v4i2.32810

Abstract

Fenomena campur kode merupakan bagian dari bentuk dinamika kebahasaan yang sering kali terjadi dalam berbagai konteks komunikasi, termasuk dalam kegiatan akademik di perguruan tinggi seperti presentasi mahasiswa. Tujuan dari kajian ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan beberapa bentuk campur kode yang muncul secara spontan penggunaanya dalam presentasi mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret, sekaligus untuk menganalisis konteks di mana fenomena tersebut mungkin terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik simak dan catat pada tuturan mahasiswa disaat mereka melakukan presentasi pada mata kuliah Akuntansi Sektor Publik. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan transkripsi, identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Penelitian ini menunjukkan penemuan bahwa terdapat dua bentuk utama campur kode yang muncul selama presentasi mahasiswa, yaitu campur kode antara Bahasa Indonesia formal dan informal, serta campur kode antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Munculnya campur kode tersebut terutama dipengaruhi oleh kebiasaan berbahasa mahasiswa itu sendiri, kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan konteks akademik, serta keinginan untuk menciptakan komunikasi yang lebih ekspresif dan efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam lingkungan akademik tidak dapat terlepas dari pengaruh budaya tutur mahasiswa yang bersifat dinamis.

Page 7 of 10 | Total Record : 96