cover
Contact Name
Esti Swatika Sari
Contact Email
humaniora@uny.ac.id
Phone
+628156865456
Journal Mail Official
humaniora@uny.ac.id
Editorial Address
https://journal.uny.ac.id/index.php/humaniora/about/editorialTeam
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Humaniora
ISSN : 14124009     EISSN : 25286722     DOI : https://doi.org/10.21831/hum.v26i2.40019
Jurnal Penelitian Humaniora is published by Institute of Research and Community Service, Universitas Negeri Yogyakarta Jurnal Penelitian Humaniora publishes articles of non educational research and issues related to humanity (culture, language, arts, social sciences)
Articles 295 Documents
Moral Teaching Orientation in Kridhasastra Fiber by Mas Ngabei Mangunwijaya Hesti Mulyani
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.866 KB) | DOI: 10.21831/hum.v23i2.24467

Abstract

This study was aimed at describing and analyzing the moral teaching values in Kridhasastra Fiber by Mas Ngabei Mangunwijaya. The method used was descriptive-analytical and modern philology approaches. Modern philology approach was used to analyze manuscripts and text on Kridhasastra Fiber based on the steps of philological research work. Descriptions are carried out to raise the values contained in the text which become research data and research data analysis. The results of the study and discussion show that the moral teaching values contained in the Kridhasastra Fiber text contained four things. They are related to the element of human occurrence, namely, the conception of God and Manunggaling Kawula-Gusti, divinity (Allah) and His creation, the personality of the wise and noble/main person. In the text of the Kridhasastra Fiber, it is explained that as God’s creation, human beings have an obligation, which is always to remember their identity as creatures who must always carry out their obligations as best they can. Humans also must always do good. Humans should always strive throughout their lives to achieve and maintain the safety of their soul and body and live their lives by always prioritizing good character, utilizing their intelligence in a calculated and positive manner.Orientasi Nilai Ajaran Moral dalam Serat Kridhasastra Karya Mas Ngabei MangunwijayaPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai ajaran moral dalam Serat Kridhasastra Karya Mas Ngabei Mangunwijaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis dan pendekatan filologi modern. pendekatan filologi modern digunakan untuk menganalisis naskah dan teks Serat Kridhasastra berdasarkan langkah kerja penelitian filologi. Deskripsi dilakukan untuk mengangkat nilai-nilai yang dimuat dalam teks yang menjadi data penelitian dan analisis data penelitian. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa nilai ajaran moral yang dimuat di dalam naskah Serat Kridhasastra terdapat empat hal yang terkait dengan unsur terjadinya manusia yakni, konsepsi tentang Tuhan dan Manunggaling Kawula-Gusti, ketuhanan (Allah) dan ciptaan-Nya, kepribadian orang yang bijaksana dan orang yang luhur/utama. Dalam teks Serat Kridhasastra diuraikan bahwa sebagai ciptaan Tuhan, manusia mempunyai kewajiban, yaitu senantiasa ingat akan jati dirinya sebagai makhluk yang harus senantiasa melaksanakan kewajibannya sebaik mungkin. Manusia juga harus senantiasa berbuat kebajikan. Manusia hendaknya manusia selalu mengusahakan terus sepanjang hidupnya untuk mencapai dan menjaga keselamatan jiwa dan raga dan menjalani kehidupannya dengan senantiasa mengu-tamakan watak baik, memanfaatkan kepandaiannya dengan penuh perhitungan dan positif. 
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN KELUARGA ADIL GENDER UNTUK MENCEGAH KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA Siti Rohmah Nurhayati; Siti Partini; Sigit Sanyata
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 14, No 2: Oktober 2009
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.361 KB) | DOI: 10.21831/hum.v14i2.5026

Abstract

The aim of this study was to producing gender equality family guidelines book. Especially the aim of the study in the first year were to 1) identify spouse comprehension of gender and gender equality; 2) identify realization of gender equality in family; 3) identify spouse comprehension of domestic violence; 4) need assessment of gender equality family guidelines book; and 5) design a gender equality family guidelines book. The study has using Borg and Gall research and development approach. Three research steps is conducted in the first year, were: 1) preface studied and collected information about data which needed to develop product; 2) planned (concept defined, goal formulated, and determined the book provide organized; 3) developed the initial product (prepared the book subject matter, and arranged the book). The Subject of the preface study were 260 spouse. Population in the study were spouse who lived in Daerah Istimewa Yogyakarta. Sample taking was purposive stratified area sampling. The instrument of the study were gender and gender equality comprehension test, domestic violence comprehension test, gender equality realization in family questionnaire and need assessment questionnaire. The result of this study showing that 1) spouse comprehension of gender and gender equality was low; 2) realization of gender equality in family was unbalanced; 3) spouse comprehension of domestic violence was low; 4) there was a need of guidelines book which used to guiding to realize gender equality in family that content subject matter as gender, gender inequality, gender equity, and application of gender equality in family
Teacher-Students Communication in Bahasa Teaching Learning Process Mochamad Noor Hidayat; Mochamad Noor Hidayat
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 23, No 1: April 2018
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.552 KB) | DOI: 10.21831/hum.v23i1.18538

Abstract

This study was aimed at identifying the communication between teacher and students in Bahasa Indonesia teaching and learning process at the Indonesian Institute Junior High School, Surabaya. The research method used was a qualitative descriptive method with a pragmatic equivalent analysis model. Data collection in this study used direct observation method. The instrument used in this study was the researcher himself. The entire research process was carried out closed, and was not directly involved in the learning process. The data were collected using recorders and notebooks. The collected data were then categorized based on the main data. The data was then comprehensively reviewed or analyzed. The data analysis technique used was pragmatic equivalent technique with a speech partner determination tool in teacher-student communication. The results show that the teacher-student communication process is strongly influenced by the cultural background (ethnicity) of students and teachers in Junior High School and different types of cultureKomunikasi Antara Guru-Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tuturan guru dan siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Institut Indonesia Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan model analisis padan pragmatis. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi langsung, simak, rekam, dan catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Seluruh proses penelitian dilakukan secara tersembunyi, serta tidak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Alat yang membantu pengumpulan data menggunakan alat perekam dan buku tulis untuk mencatat yang ditemukan dikelas. Data yang telah terkumpul kemudian dikategorikan berdasarkan korpus data.  Data tersebut kemudian dikaji atau dianalisis secara komprehensif. Teknik penganalisisan data yang digunakan adalah teknik padan pragmatis dengan alat penentu mitra wicara pada komunikasi guru-siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi guru-siswa sangat dipengaruhi latar belakang budaya (etnis) siswa maupun guru di SMP II dan tipe kebudayaan yang berbeda-beda.
MASYARAKAT DESA ADAT TENGANAN PEGRINGSINGAN Dyah Respati Suryo Sumunar; Suparmini Suparmini; Sriadi Setyawati
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 22, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.876 KB) | DOI: 10.21831/hum.v22i2.19929

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi lingkungan fisik dan sosial kemasyarakatan Desa Adat Tenganan Pegringsingan, serta cara masyarakat Desa Adat Tenganan Pegringsingan dalam mengelola lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan melakukan pengamatan dan wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat, kepala desa, kepala adat, dan anggota masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak Desa Tenganan berada pada kawasan perbukitan dengan topografi kasar. Pemukiman Tenganan dibagi menjadi tiga Banjar adat, yaitu Banjar Kauh, Banjar Tengah, dan Banjar Kangin. Banjar Kangin disebut juga Banjar Pande, yang dibagi lagi menjadi dua pemukiman, yaitu Pande Kaja dan Pande Kelot. Masyarakat tradisional Bali Aga di Desa Tenganan masih sangat menjunjung tinggi adat istiadat dari leluhur yang dilaksanakan secara turun temurun, termasuk dalam pengelolaan kawasan dan lingkugannya. Masyarakat Desa Tenganan menjunjung tinggi Ajaran Tri Hita Karana yang merupakan salah satu ajaran dalam agama Hindu yang pada intinya mengajarkan tentang keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya
HUMANISASI DALAM NOVEL PEMIMPIN YANG “TUHAN” KARYA EMHA AINUN NADJIB Helmi Nur Laily; Turahmat Turahmat; Evi Chamalah
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4100.064 KB) | DOI: 10.21831/hum.v24i1.27631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek etika profetik, yakni humanisasi yang terdapat pada novel Pemimpin yang “Tuhan” karya Emha Ainun Nadjib. Penelitian ini berlandaskan pada teori sastra profetik Kuntowijoyo. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif yakni mendeskripsikan dan menggambarkan gejala fenomena yang ada. Data yang digunakan berupa data kata, frasa, kalimat dalam kutipan yang memuat humanisasi dalam novel ini. Sumber data adalah novel Pemimpin Yang “Tuhan” karya Emha Ainun Najib. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Hasil klasifikasi etika profetik dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sastra ini berlandaskan pada terminologi-terminologi Islam dari alquran yang berjiwa transendental dan sufistik. Novel ini juga sarat dengan naura sastra profetik. Aspek humanisasi yang terkandung dalam novel tersebut ada sembilan, yaitu humanisasi dengan menyebarkan kasih sayang, humanisasi dengan menyelami kebijaksanaan, membangkitkan rasa percaya diri, toleransi, memperjuangkan tujuan pendidikan, menjaga keharmonisan, saling mengamankan, saling menyelamatkan, dan menyebarkan cinta kasih yang tercermin dalam 18 kutipan.HUMANISM IN “PEMIMPIN YANG "TUHAN" “, A NOVEL BY EMHA AINUN NADJIB: A PROPHETIC LITERARY CRITICISMThis study examines aspects of prophetic ethics, namely humanization contains in a novel entitled “Pemimpin Yang “Tuhan” ”, writen by Emha Ainun Nadjib. The analysis done within this study was based on Kuntowijoyo's prophetic literary theory. The nature of this study is descriptive qualitative as it describes the existed phenomena depicted in the novel. The data consisted of words, phrases, sentences as represented in quotes taken from the novel through in-depth reading and note taking techniques. The classification of prophetic ethics resulted that this piece of literature was mainly based on Islamic terminologies taken from the Holy Qur'an which has a transcendental and sufistic spirits. This novel is also heavily loaded with prophetic literature. There are nine aspects of humanization contained in the novel namely humanization by spreading  loves, nurturing wisdom, building self-confidence, being tolerance, striving for education, maintaining harmony, protecting and saving others, and  dispersing devotion to all living beings – all were reflected throughout the 18 quotes.
SESAJI KUPAT DALAM TRADISI GUMBREGAN DI DESA KEMIRI KECAMATAN TANJUNGSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Ida Sulastri; Suharti Suharti
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 22, No 1: April 2017
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.36 KB) | DOI: 10.21831/hum.v22i1.19102

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna simbolik dan manfaat sesaji kupat dalam tradisi Gumbregan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan berperan serta dan wawancara mendalam. Data  dianalisis dengan teknik induktif dan keabsahan data dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, sesaji kupat adalah salah satu bagian sesaji yang digunakan dalam tradisi berujud kelonthongan yang dibuat dari anyaman janur yang diisi beras, direbus sampai matang digunakan pada acara makan ternak dan kendhuren. Sesaji kupat digunakan pada ritual makan ternak atau sapi pada saat ngalungi sapi, makani sapi, dan masang kupat di kandhang. Sesaji kupat yang digunakan pada ritual kendhuren adalah kupat luwar. Kedua, makna simbolik sesaji kupat yang digunakan pada acara makan ternak dan kendhuren, untuk ngluwari ujar pemilik ternak karena ternaknya selamat, ndrebala, dan selanjutnya pemilik dan ternaknya dijauhkan dari gangguan apapun, selalu mendapat lindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Ketiga, manfaat kupat pada tradisi Gumbregan bagi masyarakat pendukungnya yaitu: (a) manfaat spiritual, (b) manfaat sosial, dan (c) manfaat pelestari tradisi.
Humanism in No Hana and Tsumi Shi No Hi By Abe Tomoji (Orientalism Study) Irvina Restu Handayani
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.661 KB) | DOI: 10.21831/hum.v23i2.23937

Abstract

This study was aimed at describing humanism in Shi no Hana and Tsumi no Hi by Abe Tomoji. This research was a literature research that used qualitative descriptive method. The data were in the form of text excerpts, both words, phrases and sentences containing humanism. The data were sourced from Shi no Hana novels and Tsumi no Hi by Abe Tomoji published by Shinbungeisha. The data collection techniques used was library research techniques. The collected data was then analyzed based on orientalism theory. To gain the valid result, a triangulation test was carried out, namely time triangulation. The result shows that Hinobe as an invader still maintains human nature, self-concept and freedom. The nature of human beings as individual beings is a feature of humanism in Shi no Hana and Tsumi no Hi. Despite being an invader, Hinobe realized his differences with other Japanese people regarding the ideals of peace. Freedom in Shi no Hana and Tsumi no Hi is divided into physical and psychological freedom, both of which are only Hinobe consciousness not realization. The self concept is divided into physical, attitude and intelligence.Humanisme dalam Shi No Hana dan Tsumi No Hi Karya Abe Tomoji (Kajian Orientalisme)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan humanisme dalam Shi no Hana dan Tsumi no Hi karya Abe Tomoji. Penelitian ini merupakan penelitian sastra yang menggunakan metode deskrptif kualitatif. Data berupa kutipan teks, baik kata, frasa maupun kalimat yang mengandung humanisme. Data diperoleh dari sumber data berupa novel Shi no Hana dan Tsumi no Hi karya Abe Tomoji yang diterbitkan oleh Shinbungeisha. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik penelitian pustaka. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan mendasarkan pada teori orientalisme. Untuk mendapatkan hasil yang benar-benar valid, dilakukan uji triangulasi, yaitu triangulasi waktu. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Hinobe sebagai penjajah masih mempertahankan hakikat manusia, konsep diri dan kebebasan. Hakikat manusia sebagai makhluk individu menjadi keistimewaan humanisme dalam Shi no Hana dan Tsumi no Hi. Meskipun sebagai penjajah, Hinobe menyadari akan perbedaan dirinya dengan orang Jepang lain terkait cita-cita perdamaian. Kebebasan di dalam Shi no Hana dan Tsumi no Hi terbagi atas kebebasan fisik dan psikologis, yang keduanya hanya berupa kesadaran Hinobe bukan realisasi. Konsep diri terbagi menjadi penilaian fisik, sikap dan kecerdasan.
Improving Softskills of College Students in PPBSBJ Course With Adaptation of The Innocamp Method Endang Nurhayati; Venny Indria Ekowati; Ines Ika Saputri
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 23, No 1: April 2018
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.402 KB) | DOI: 10.21831/hum.v23i1.24465

Abstract

This study was aimed at improving student softskills in solving problems on the development, training, and preservation of language, literature, and Javanese culture in practice in Mata Kuliah Pembinaan Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (PPBSBJ) course with the adaptation of the innocamp method. It was categorized as quantitative descriptive study. The instruments used were: (1) questionnaire of pretest and posttest, and (2) observation sheet. The qualitative data in this study were obtained by two methods, namely: literature and field studies with interviews and questionnaires. While quantitative data were gathered in the form of pre-test and post-test. The population of the study was 24 people. The success of the method application was seen if 75% of the total number of students who took part in the learning had scored ≥75. Based on the research, it was proven that the innocamp method is effective for improving softskills. Improvement can also be seen from the difference between before and after logit values. The value after application was higher than before the application of the method. Based on the data analysis, it was also found that the average soft skill value increased when compared to before applying the innocamp method. The original soft skill score was 67.80 and increased up to 81.70.Peningkatan Softskills Mahasiswa dalam Mata Kuliah PPBSBJ dengan Adaptasi Metode Innocamp.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan softskills mahasiswa dalam penyelesaian permasalahan seputar pengembangan, pembinaan, dan pelestarian bahasa, sastra, dan budaya Jawa secara nyata dalam Mata Kuliah Pembinaan Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa (PPBSBJ) dengan adaptasi metode innocamp. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan yaitu: (1) kuesioner pre test dan post test, dan (2) lembar pengamatan. Populasi penelitian 24 orang. Keberhasilan penerapan metode dilihat apabila 75 % dari jumlah mahasiswa yang mengikuti pembelajaran telah mendapat skor ≥ 75. Berdasarkan penelitian terbukti bahwa metode innocamp efektif untuk meningkatkan kemampuan softskills. Berdasarkan pengujian hipotesis, didapatkan hasil nilai sig 0,000 (nilai sig 0,05). Simpulan pengujian hipotesis menolak H0 artinya ada pebedaan sebelum dan sesudah diterapkan metode. Peningkatan juga dapat dilihat dari selisih nilai logit sebelum dan sesudah. Nilai sesudah penerapan lebih tinggi dibandingkan sebelum penerapan metode. Berdasarkan analisis data, juga didapatkan kenaikan rata-rata nilai softskills jika dibandingkan dengan sebelum penerapan metode innocamp. Nilai rata-rata softskills semula yaitu 67,80 dan meningkat menjadi 81,70
PRAKTIK POLITIK UANG DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA Halili Halili
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 14, No 2: Oktober 2009
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.043 KB) | DOI: 10.21831/hum.v14i2.21770

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk; pertama, menemukan pola-pola praktik politik uang dalam Pilkades di Pakandangan Barat Bluto Sumenep Madura, dan kedua,menganalisis pengaruh penggunaan politik uang terhadap partisipasi politikdalam Pilkades di desa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatannaturalistik. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive. Subjek berupapaper digunakan sebagai sumber data sekunder sesuai dengan tujuanpenelitian. Teknik pengumpulan data; wawancara mendalam dan dokumentasi.Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknikanalisis data meliputi tahap; reduksi data, display data, pengambilan kesimpulandan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, pola praktik politik uang meliputi:komponen pelaku, strategi, dan sistem nilai yang menggerakkannya. 1) Aktorpraktik politik uang dapat dikategorikan pada dua bagian; yakni pelaku langsung(direct actor) dan pelaku tidak langsung (indirect actor) 2) Politik uang dalamPilkades berlangsung: a) dengan cara membeli ratusan kartu suara yangdisinyalir sebagai pendukung calon Kades lawan dengan harga yang sangatmahal oleh panitia penyelenggara, b) menggunakan tim sukses yang dikirimlangsung kepada masyarakat untuk membagikan uang,  c) serangan fajar, dan d)penggelontoran uang besar-besaran secara sporadis oleh pihak di luar kubucalon Kepala Desa, yaitu bandar/pemain judi. 3) Dari aspek nilai, fenomenapolitik uang dalam Pilkades digerakkan oleh sistem nilai yang sama antara publikatau masyarakat bawah (demos) dan para elit politik di desa, yaitu nilai nondemokratis. Kedua, praktik politik uang yang berlangsung secara ekstensifmeningkatkan partisipasi formal pemilih. Namun demikian partisipasi tersebutbersifat semu (pseudo-participation) sebab nir-rasionalitas. Ketiga, perludiikhtiarkan implementasi demokrasi yang lebih kontekstual bagi masyarakatdesa. Misalnya model demokrasi deliberatif, yang dikembangkan dari tradisipemikiran demokrasi komunitarian. Kata kunci: politik uang, pilkades, demokrasi
NILAI-NILAI NASIONALISME DALAM SERAT TRIPAMA KARYA MANGKUNEGARA IV SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER Sigit Nugroho
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 24, No 1 (2019)
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v24i1.27022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai nasionalisme yang terkandung di dalam Serat Tripama. Sumber data yang dipakai sebagai bahan penelitian adalah naskah Serat Tripama karya KGPAA Mangkunegara IV koleksi Musium Sana Budaya kode P28 Kempalan Serat Warni-Warni, SK 20 397. Naskah menggunakan bahasa Jawa disajikan dalam bentuk tembang macapat dhandhanggula berjumlah tujuh bait beraksara Jawa carik Rol 111 no.2. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Transliterasi teks dilakukan untuk mengkaji, mengetahui, dan menjabarkan isi teks. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode baca catat. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Triangulasi sumber digunakan untuk validasi data, sedangkan reliabilitas menggunakan intrarater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Serat Tripama memuat nilai-nilai nasionalisme yang masih relevan diterapkan pada masa sekarang terutama sebagai sarana pendidikan karakter. Nilai-nilai nasionalisme dalam Serat Tripama tercermin melalui tiga tokoh pewayangan; Patih Suwanda, Raden Kumbakarna, dan Adipati Karna.Adapun nilai-nilai nasionalisme yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan karakter di dalam Serat Tripama adalah cinta tanah air, semangat kebangsaan dan menghargai perbedaan.NATIONALISM VALUES IN “SERAT TRIPAMA”, BY MANGKUNEGARA IV, AS A MEANS OF CHARACTER EDUCATIONThis study attempts to uncover the nationalism values contained in Serat Tripama. The manuscript of “Serat Tripama” by KGPAA Mangkunegara IV was the main data source and it was a collection of Sana Budaya Museum, coded P28 Kempalan Warna-warni, SK 20 397. This manuscript was written in Javanese  in the form of Macapat songs (Dhandhanggula) with a total of 7 stanzas, using Javanese Carik alphabets Rol 111 number 2.  A qualitative method was employed in this study. The transliteration of the text was carried out to examine, identify, and describe the contents of the manuscript. The data were collected using the note-taking method which were then analysed using descriptive analysis technique. Triangulation of sources was used for data validation, while intrarater was carried out to ensure the reliability of the data. The results presented that “Serat Tripama” contained a number of nationalism values which are still relevant and can be applied in today’s circumstances, especially as a means of character education. The values which comprise love towards motherland, spirit of nationalism, and respect for differences were reflected through the three puppet figures: Patih Suwanda, Raden Kumbakarna, and Adipati Karna which can be used as a means of character education.