cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
dedicated@upi.edu
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
ISSN : 29884179     EISSN : 29884187     DOI : https://doi.org/10.17509/dedicated.
Core Subject :
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) is an open-access and peer-reviewed journal published by Faculty of Educational Sciences, Universitas Pendidikan Indonesia, in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN). This journal aims to disseminate the conceptual thoughts, ideas, research results, or best practices achieved in community services in education. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) publishes the results of community service carried out by researchers, teachers, lecturers, and education practitioners, including training, mentoring, coaching, strengthening, empowerment, counseling, and other services for community empowerment.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Art performance as a builder of student motivation in learning at SD Negeri 2 Cantigi Kulon Widi Eka Yulita
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.59833

Abstract

Kampus Mengajar is part of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program. Kampus Mengajar activities are expected to positively impact the program’s implementation, including SD Negeri 2 Cantigi Kulon. Activities in the Kampus Mengajar program have various work programs, both required for the Kampus Mengajar program and additional work programs based on needs at placement schools. At SD Negeri 2 Cantigi Kulon, one of the different work programs implemented is the art performance work program. This activity aims to rebuild student motivation in learning within the scope of the SD Negeri 2 Cantigi Kulon through a series of “Perpisahan dan Pentas Seni”. The program method used is mentoring by presenting articles in a qualitative descriptive approach. All grade 6 students attended this event, the Head of Cantigi Village, the Committee of SD Negeri 2 Cantigi Kulon, the Head of SD Negeri 2 Cantigi Kulon, all parents or family of grade 6 students, and all students at SD Negeri 2 Cantigi Kulon. The event went according to the planned activities through a series of exercises and efforts made by the students and the Kampus Mengajar student team at SD Negeri 2 Cantigi Kulon. Students looked enthusiastic and enthusiastic in participating in a series of activities, from preparatory exercises to carrying out the event. The students seemed to show seriousness and activeness in learning dance movements. It is hoped that in the future, the school can continue learning dance and activities that can provide a platform for students to show their activeness in activities at school.   Abstrak Kampus Mengajar merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan Kampus Mengajar tentu diharapkan dapat memberikan dampak positif pada tempat pelaksanaan program salah satunya yaitu SD Negeri 2 Cantigi Kulon. Kegiatan pada program Kampus Mengajar ini memiliki berbagai program kerja baik program kerja yang diwajibkan pada program Kampus Mengajar, maupun program kerja tambahan berdasarkan kebutuhan di sekolah penempatan. Di SD Negeri 2 Cantigi Kulon, salah satu program kerja tambahan yang dilaksanakan yaitu program kerja pentas seni. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk dapat membangun kembali motivasi siswa dalam pembelajaran di lingkup SD Negeri 2 Cantigi Kulon melalui rangkaian "Perpisahan dan Pentas Seni". Metode pengabdian yang digunakan adalah pendampingan dengan pemaparan pada artikel secara deskriptif kualitatif. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 6, Kepala Desa Cantigi, Komite SD Negeri 2 Cantigi Kulon, Kepala SD Negeri Negeri 2 Cantigi Kulon, wali murid siswa kelas 6, serta seluruh siswa SD Negeri 2 Cantigi Kulon. Melalui serangkaian latihan serta upaya yang dilakukan oleh para siswa dan tim mahasiswa Kampus Mengajar di SD Negeri 2 Cantigi Kulon, acara berjalan dengan sesuai dengan kegiatan yang telah direncanakan. Siswa terlihat antusias serta bersemangat dalam mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari latihan persiapan sampai pelaksanaan acara. Para siswa tampak memperlihatkan kesungguhan serta keaktifan dalam mempelajari gerakan tari. Harapan ke depannya pihak sekolah dapat melanjutkan pembelajaran tari serta kegiatan yang dapat memberikan wadah bagi siswa dalam menunjukan keaktifannya dalam kegiatan di sekolah. Kata Kunci: Kampus Mengajar; motivasi belajar; pendampingan menari; pentas seni 
Mask Dance training's effect on children's confidence Dwi Apriliyani
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.59830

Abstract

Self-Confidence is an attitude in every individual who feels confident in his ability to act and is not easily influenced by others. People with self-confidence are optimistic, able to make their own decisions, and desire to achieve more. This program aimed to determine how to increase students' self-confidence through Mask Dance training at UPTD SD Negeri 2 Cantigi Kulon because self-confidence is a character value that students must have, especially in dancing. Data was collected using class action research, observation, and documentation methods. The students' confidence can be seen when students do not feel embarrassed when dancing in front of a crowd. This program aims to train children's mentality through Mask Dance activities for students in grades three to five. This program describes that students' self-confidence increases through memorizing dance moves and giving encouragement or motivation from the coach.   Abstrak Kepercayaan diri (self-confidence) merupakan sikap pada setiap individu yang merasa percaya diri akan kemampuannya dalam melakukan suatu tindakan dan tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain. Orang yang memiliki kepercayaan diri optimis, mampu membuat keputusan sendiri, dan keinginan untuk mencapai lebih banyak. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan rasa percaya diri siswa melalui kegiatan menari Tari Topeng di UPTD SD Negeri 2 Cantigi Kulon karena kepercayaan diri merupakan nilai karakter yang perlu dimiliki oleh seorang siswa, terutama dalam menampilkan seni tari. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tindakan kelas, observasi, dan dokumentasi. Rasa percaya diri siswa terlihat ketika siswa tidak merasa malu saat menari di depan orang banyak. Kegiatan yang dilakukan adalah melatih mental anak melalui kegiatan ekstrakurikuler Tari Topeng untuk siswa kelas tiga sampai kelas lima. Pengabdian ini memperlihatkan bahwa kepercayaan diri siswa meningkat melalui hafalan gerak tari dan pemberian dorongan atau motivasi dari pelatih. Kata Kunci: Kepercayaan diri; menari; mentalitas; siswa 
The implementation of learning guidance with instructional media to increase interest in learning literacy and numeracy Diana Nazifa Ningrum
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.59829

Abstract

 A new learning method is needed to increase participants' interest in numeracy students in the UPTD SD Negeri 3 Kerticala. More than learning methods commonly used in class is required to foster student interest and enthusiasm. This research aims to use simple learning media in tutoring. This research was conducted on 33 grades 3-5 students at UPTD SD Negeri 3 Kerticala. A descriptive qualitative approach was used in this study, and students received simple learning media through a direct-action process. This study had limitations: it was conducted only a few times in each class and had no evaluation phase, but the results were interesting. This study found that using simple learning media increased students' interest in learning, especially in learning numeracy. This research also shows that exciting and different learning media can positively influence learning interest. Students also show increased enthusiasm, interest, and motivation to learn after using the learning media.   Abstrak Untuk meningkatkan minat peserta dalam pembelajaran numerasi di kelas UPTD SD Negeri 3 Kerticala, diperlukan metode pembelajaran baru. Metode pembelajaran yang biasa digunakan di kelas tidak cukup untuk menumbuhkan minat dan antusiasme siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencoba menggunakan media pembelajaran yang sederhana dalam bimbingan belajar. Penelitian ini dilakukan pada 33 siswa yang berada di kelas 3-5 di UPTD SD Negeri 3 Kerticala. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dan siswa menerima media pembelajaran sederhana melalui pendekatan tindakan langsung. Penelitian ini memiliki keterbatasan: itu dilakukan hanya beberapa kali di setiap kelas dan tidak memiliki tahap evaluasi, tetapi hasilnya menarik. Studi ini menemukan bahwa menggunakan media pembelajaran sederhana berhasil meningkatkan minat siswa dalam belajar, terutama dalam pembelajaran numerasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang menarik dan berbeda dapat mempengaruhi minat belajar secara positif. siswa juga menunjukkan peningkatan antusiasme, minat, dan motivasi untuk belajar setelah menggunakan media pembelajaran tersebut. Kata Kunci: Bimbingan belajar; media pembelajaran; minat belajar
Calistung assistance and training students through the Program Kampus Mengajar Fitriyani Fitriyani; Angga Hadiapurwa
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.59831

Abstract

In Indonesia, there is an Independent Campus Learning Curriculum (MBKM) which aims to produce graduates who are competent in various fields of knowledge and skills. The Teaching Campus Program is in the context of education in remote areas that lack supporting facilities and significant educational disparities. Reading, writing, and arithmetic (Calistung) skills are essential to education. However, at the UPTD SD NEGERI 2 Cantigi Kulon, this is a problem because students' Calistung skills could be higher based on observations and interviews with the school. To overcome this problem, the student team in the Teaching Campus program carried out mentoring and training activities as a concrete step in overcoming students' difficulties in reading, writing, and arithmetic abilities, as well as helping students and teachers in the learning process to improve Calistung abilities as the basis of literacy and numeracy. This service uses mentoring and training methods. As a result of this activity, students experienced increased reading, writing, and arithmetic skills. With a directed approach and the proper support, students can overcome obstacles in Calistung and achieve better academic achievement.   Abstrak Di Indonesia, terdapat Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dalam berbagai bidang keilmuan dan keterampilan. Program Kampus Mengajar merupakan program dalam konteks pendidikan di daerah terpencil yang kekurangan sarana pendukung dan kesenjangan pendidikan yang signifikan. Keterampilan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) adalah dasar yang penting dalam pendidikan namun di UPTD SD NEGERI 2 Cantigi Kulon hal ini justru menjadi permasalahan karena kemampuan Calistung siswa yang rendah berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pihak sekolah. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka tim magasiswa pada program Kampus Mengajar melakukan kegiatan pendampingan dan pelatihan sebagai langkah konkret dalam mengatasi masalah peserta didik dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, serta membantu peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan calistung sebagai dasar dari literasi dan numerasi. Pengabdian ini menggunakan metode pendampingan dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini, peserta didik mengalami peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Dengan adanya pendekatan yang terarah dan dukungan yang tepat, peserta didik dapat mengatasi hambatan dalam calistung dan mencapai prestasi akademik yang lebih baik. Kata Kunci: Calistung; Kampus Mengajar; Pendampingan Calistung 
Game-based learning: Strengthening Islamic Religious Education learning process Saskiah Saskiah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.59832

Abstract

A pleasant situation in the learning process is one of the things that must be considered in the implementation of the learning process, including in Islamic Religious Education subjects. The implementation of Islamic Religious Education learning at SDN 2 Cantigi Kulon has been running smoothly but is still experiencing deficiencies in terms of student involvement. Therefore, efforts need to be made by teachers to increase student involvement. One effort that can be made is to use the game-based learning method, or game-based learning carried out through the smart snakes and ladders game, so that students are more enthusiastic and active in participating in the learning process. This article aims to describe the form of reinforcement carried out in Islamic Religious Education subjects wrapped in educational games using Islamic smart snakes and ladders games. This game involves cognitive and psychomotor skills that go hand in hand with concentration and questions about Islamic Religious Education learning materials. Students are asked to participate in the game of snakes and ladders and answer questions given by the teacher based on the flow of the game. Efforts to strengthen the subject of Islamic Religious Education with the game-based learning method using Islamic smart snakes and ladders are proven to be able to create a happy atmosphere for students, so that they are enthusiastic about participating in the learning process actively and responsively.   Abstrak Situasi yang menyenangkan pada proses pembelajaran merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan proses pembelajaran, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 2 Cantigi Kulon telah berjalan dengan lancar namun masih mengalami kekurangan dari sisi keterlibatan peserta didik Maka dari itu, perlu dilakukan upaya yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa oleh guru. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan metode Game-based Learning atau pembelajaran berbasis permainan yang dilakukan lewat permainan ular tangga pintar sehingga para peserta didik lebih bersemangat dan aktif mengikuti proses pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk penguatan yang dilakukan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dibalut dengan permainan edukasi menggunakan permainan ular tangga pintar islami. Permainan ini melibatkan kognitif dan psikomotor peserta didik yang berjalan beriringan dengan konsentrasi dan pertanyaan-pertanyaan seputar materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Peserta didik diminta untuk berpartisipasi dalam permainan ular tangga dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru berdasarkan alur permainan. Upaya penguatan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan metode Game-based Learning menggunakan ular tangga pintar islami ini terbukti dapat menciptakan suasana gembira bagi peserta didik, sehingga peserta didik antusias mengikuti proses pembelajaran secara aktif dan responsif. Kata Kunci: Antusiasme belajar; gamifikasi; pembelajaran berbasis permainan; permainan edukasi; ular tangga
Enhancing literacy competence of 5th-grade students at SDN 3 Kerticala through learning assistance Darojatun Nura
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.59828

Abstract

The Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia has implemented Kurikulum Merdeka policy to improve the quality of education. This policy contains assessment points covering literacy and numeracy. One of the instruments used in this policy is Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), a tool for teachers to analyze student learning outcomes. To help teachers improve student literacy, a team of Kampus Mengajar Program batch 5 at SDN 3 Kerticala carried out community service that focused on helping the learning process of class V students at SDN 3 Kerticala. In this community service, 12 students of SDN 3 Kerticala took part in a learning assistance program run by a team of students from the Kampus Mengajar program. Implementing community service activities is filled with activities that can increase student literacy and play an essential role in assisting teachers in measuring and assessing student achievement at AKM. Data from the trial results after the implementation of learning assistance shows that the percentage of students who achieve competency has increased compared to the results obtained before the assistance. During the implementation of the assistance program, it was found that students needed to achieve specific competencies optimally. These findings can encourage teachers to optimize teaching and learning strategies that align with students' needs and learning styles.   Abstrak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menerapkan kebijakan Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kebijakan ini berisi pokok penilaian yang meliputi literasi dan numerasi. Salah satu instrumen yang digunakan dalam kebijakan ini adalah Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yang berperan sebagai alat bagi guru untuk menganalisis hasil belajar siswa. Untuk membantu guru mengupayakan peningkatan literasi siswa, tim mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan 5 yang bertugas di SDN 3 Kerticala melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada pendampingan proses pembelajaran peserta didik kelas V di SDN 3 Kerticala. Pada pengabdian ini, terdapat 12 peserta didik dari SDN 3 Kerticala yang mengikuti program pendampingan belajar yang dijalankan oleh tim mahasiswa program Kampus Mengajar. Pelaksanaan kegiatan pengabidan diisi dengan aktivitas yang dapat meningkatkan literasi peserta didik dan berperan penting dalam membantu guru dalam mengukur dan menilai pencapaian peserta didik pada AKM. Hasil dari data uji coba setelah pelaksanaan pendampingan pembelajaran menunjukkan bahwa persentase siswa yang mencapai kompetensi mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil yang diperoleh sebelum melaksanakan pendampingan. Selama pelaksanaan program pendampingan, ditemukan bahwa beberapa kompetensi tertentu tidak dicapai oleh peserta didik secara maksimal. Temuan ini dapat dijadikan perhatian bagi para guru untuk mengoptimalkan strategi belajar mengajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar siswa.  Kata Kunci: AKM; kompetensi literasi; kompetensi numerasi; pendampingan belajar.
Journaling program development as an effort to improve student literacy skills Widya Harefaningtyas
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.59827

Abstract

The phenomenon of the low literacy level of elementary school students that occurs at UPTD SDN 3 Kerticala has an impact on students' common writing and reading skills. One alternative way that can be done to improve literacy skills in students, especially writing skills, is with a journaling training program. The type of research the author uses is qualitative research with descriptive methods. The subject of implementing this journaling program is class IV with 9 students. The procedure used in this study is the action class, which consists of 4 stages: (1) planning, (2) implementation of the action, (3) observance or observation, and (4) reflection. There were still deficiencies in the research conducted, as this research was not very in-depth and only carried out once. Hence, the results could have been more optimal, and there were no significant results from implementing programs designed to improve students' literacy skills at UPTD SDN 3 Kerticala. This limitation is expected to be a reference for improvement and further program development.   Abstrak Fenomena rendahnya tingkat literasi siswa sekolah dasar yang terjadi di UPTD SDN 3 Kerticala berdampak pada kurangnya kemampuan menulis dan membaca pada siswa. Salah satu alternatif cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi pada siswa, terutama keterampilan menulis, yaitu dengan pembinaan program journaling. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penerapan program journaling ini, yaitu kelas IV dengan jumlah 9 siswa. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu tindakan kelas yang terdiri dari 4 tahap, di antaranya (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan atau observasi, dan (4) refleksi. Pada penelitian yang dilakukan masih terdapat kekurangan, seperti halnya penelitian ini belum terlalu mendalam dan hanya dilaksanakan sekali sehingga hasilnya tidak maksimal dan belum terlihat hasil yang signifikan dari penerapan program yang dibuat untuk peningkatan kemampuan literasi siswa di UPTD SDN 3 Kerticala. Adanya keterbatasan ini, diharapkan dapat menjadi acuan perbaikan dan pengembangan program selanjutnya. Kata Kunci: Kemampuan literasi; keterampilan menulis; journaling 
Utilization of posters as educational media on balanced nutrition at SD Negeri Citapen Tasikmalaya Ghaitsa Zahira Arya; Dedi Purwanto
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.62536

Abstract

KKN is one of the community service activities and implementation of the Tri Dharma of Higher Education. Thematic KKN (KKNT) carried out by the Indonesian Education University carries the theme Si Penting (Mahasiswa Peduli Stunting). This problem is in line with the World Health Organization (WHO) priority to reduce stunting globally. Stunting is a growth obstacle resulting from a lack of nutritional intake in children. To prevent children from experiencing stunting problems, they need to get used to healthy living. The approach taken is through poster educational media to strengthen the material implemented at SD Negeri Citapen Tasikmalaya City, so that the entire school community receives information related to balanced nutrition. The steps in the KKNT program start from the preparation stage to the activity implementation stage. Posters are considered to be an appropriate medium because they contain interesting images and symbols so that information is more easily conveyed. It is hoped that the poster educational media creation program will have the opportunity to become a media for literacy and familiarization regarding the importance of consuming balanced nutrition through guidelines on the contents of my plate, drinking at least 8 glasses of water a day, washing hands properly and correctly using the 6 steps from the Ministry of Health, and diligently exercising for at least 30 minutes a day.   Abstrak Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi. KKN Tematik (KKNT) yang dilaksanakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia membawakan tema “Si Penting (Mahasiswa Peduli Stunting)”. Permasalahan ini sejalah dengan prioritas World Health Organization (WHO) untuk mengurangi stunting secara global. Stunting merupakan hambatan pertumbuhan yang diakibatkan dari kurangnya asupan gizi yang terjadi pada anak. Untuk menghindari anak dari permasalahan stunting diperlukan pembiasaan untuk hidup sehat. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui media edukasi poster untuk penguatan materi yang dilaksanakan di SD Negeri Citapen Kota Tasikmalaya, agar seluruh civitas sekolah mendapatkan informasi terkait gizi seimbang. Langkah-langkah dalam program KKNT ini dimulai dari tahap persiapan hingga tahap pelaksanaan kegiatan. Poster dirasa menjadi media yang sesuai dikarenakan berisikan gambar dan simbol yang menarik sehingga informasi lebih mudah tersampaikan. Program pembuatan media edukasi poster diharapkan berpeluang sebagai media literasi dan pembiasaan terkait pentingnya mengonsumsi gizi seimbang melalui pedoman isi piringku, meminum air minimal 8 gelas sehari, melakukan cuci tangan yang baik dan benar dengan 6 langkah dari Kementrian Kesehatan, serta rajin berolahraga minimal 30 menit sehari. Kata Kunci: gizi seimbang; media edukasi; poster; SD Negeri Citapen; stunting 
The urgency of introducing balanced nutrition in early childhood to prevent stunting Riska Siti Nurjanah; Wulan Safitri; Wendra Riyadi Somantri; Awalia Latifa Mayda Ikrimah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.62184

Abstract

 Maternal and child mortality has increased due to stunting, triggered by the unbalanced nutritional intake of food consumed. 1000 HPK is essential for food needs, such as consuming vegetables, fruit, protein, carbohydrates, and fats. The method used to overcome this problem is counseling on nutritious intake to avoid the dangers of stunting for children. The results of the service activities are known that children in some areas of Margaasih Village already know and are aware of nutritious food intake. Nutritious food intake needs to be consumed every day by children to avoid stunting problems that cause them to have low IQ and developmental disorders until they grow up. However, the counseling activities we do through the method of coloring pictures of the contents of my plate need to be complemented with natural vegetables or fruits so that children better understand the images we provide. This counseling is expected to instill good habits for children to consume food with balanced nutrition.   Abstrak Kematian ibu hamil dan anak meningkat salah satu penyebab dikarenakan stunting atau disebut balita pendek. Hal ini dipicu karena tidak seimbang asupan gizi makanan yang dikonsumsi. Bagi akan kebutuhan makanan ketika 1000 HPK itu penting, seperti mengonsumsi sayuran, buah, protein, karbohidrat, dan lemak. Metode yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini dengan memberikan penyuluhan penyuluhan mengenai asupan bergizi supaya terhindar dari bahaya stunting bagi anak. Hasil dari kegiatan pengabdian diketahui bahwa anak-anak di sebagian wilayah Desa Margaasih sudah mengetahui dan sadar akan asupan makanan yang bergizi. Di mana asupan makanan bergizi perlu dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak supaya terhindar dari permasalahan stunting yang menyebabkan mereka memiliki IQ rendah dan gangguan tumbuh kembang hingga mereka dewasa nanti. Namun, kegiatan penyuluhan yang kami lakukan melalui metode mewarnai gambar Isi Piringku perlu dilengkapi dengan sayur atau buah asli, supaya anak-anak lebih memahami gambaran yang kami berikan. Penyuluhan ini diharapkan dapat menanamkan kebiasaan baik untuk anak mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Kata Kunci: Anak-anak; gizi seimbang; stunting 
Synergity of religion, culture and arts: meeting point model of religious education for ustadz, culturals and artists in Garut district Syahidin Syahidin; Muhamad Parhan; Risris Hari Nugraha
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.63204

Abstract

Garut Regency is a religious area with good Human Resources (HR) potential, including many religious instructors, religious teachers, cultural figures, and artists. They became community figures who were influential enough to move the wheels of development in Garut society with a spiritual, arts, and cultural approach. However, their current existence has not been able to motivate people to improve their quality of life. The root of the problem is misperceptions among community leaders, especially religious counselors, religious teachers, artists, and cultural figures. They view that religious education or Islamic da'wah and the development of arts and culture are two different things and even tend to be contradictory. A qualitative research approach using descriptive analysis methods from field studies by synergizing and discussing with religious, arts, and cultural figures, then conducting workshops, preparing and disseminating model drafts in the form of limited training as a trial of the cultural approach to religious education model for religious instructors, Ustadz, Artists and Cultural People in Garut Regency. This activity aims to equalize perceptions about Islam and arts and culture and to create good synergy between religion, arts, and culture. This community service produces new ideas and models of religious education with an arts and culture approach that elevates and socializes local wisdom.   Abstrak Kabupaten Garut dikenal sebagai daerah religius dan memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM), yang cukup baik, di antaranya banyak penyuluh agama, ustadz, budayawan dan para seniman. Mereka menjadi tokoh masyarakat yang cukup berpengaruh untuk menggerakan roda pembangunan di masyarakat Garut dengan pendekatan agama dan seni budaya. Namun keberadaan mereka saat ini belum mampu memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Akar persoalannya adalah karena adanya kesalahan persepsi di kalangan tokoh masyarakat, khususnya para penyuluh keagamaan, para ustadz, seniman, dan budayawan. Mereka memandang bahwa pendidikan keagamaan atau dakwah Islam dengan pengembangan seni budaya merupakan dua hal yang berbeda bahkan cenderung kontradiktif. Pendekatan penelitian secara kualitatif dengan metode deskriptif analisis dari studi lapangan dengan melakukan sinergi dan berdiskusi dengan tokoh agama, seni dan budaya, kemudian melakukan workshop, penyusunan dan sosialisasi draf model dalam bentuk Pelatihan terbatas sebagai uji coba Model pendidikan keagamaan pendekatan budaya bagi para penyuluh keagamaan, ustadz, seniman, dan budayawan di Kabupaten Garut. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang Islam dan seni budaya serta terjadi sinergitas yang baik di antara agama, seni dan budaya. Pengabdian kepada Masyarakat ini menghasilkan gagasan-gagasan baru dan model-model pendidikan keagamaan dengan pendekatan seni budaya yang mengangkat dan mensosialisasikan kearifan lokal. Kata Kunci: Budayawan; kearifan lokal; model pembinaan keagamaan; penyuluh agama; seniman; ustadz 

Page 2 of 13 | Total Record : 122