cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
dedicated@upi.edu
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
ISSN : 29884179     EISSN : 29884187     DOI : https://doi.org/10.17509/dedicated.
Core Subject :
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) is an open-access and peer-reviewed journal published by Faculty of Educational Sciences, Universitas Pendidikan Indonesia, in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN). This journal aims to disseminate the conceptual thoughts, ideas, research results, or best practices achieved in community services in education. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) publishes the results of community service carried out by researchers, teachers, lecturers, and education practitioners, including training, mentoring, coaching, strengthening, empowerment, counseling, and other services for community empowerment.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
UPI KKN Student Action in Desantri: Desa Sadar Nutrisi dan Gizi activities in Ciherang Village, Cianjur Regency Amelia Fitri; Puspa Auliani Tohaga; Rismawan Giri Santoso; Rio Mahesa Putra
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62209

Abstract

This article discusses stunting, a child growth problem caused by a lack of adequate nutrition, which is a severe issue in Indonesia, especially in rural areas. The research method used in this article is mixed methods. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) students are crucial in tackling this problem through the Desantri program in Ciherang Village, Cianjur Regency. This program aims to increase family nutrition awareness and reduce stunting rates. This involves nutrition counseling, monitoring of children's growth, and distribution of nutritional supplements. As a result, this program reduced the village's stunting rate. This article highlights the importance of good nutrition and adequate nutrition in preventing stunting and the critical role of students as agents of social change in overcoming this problem. The collaboration between students, health workers, and the community in this program shows that collaboration can effectively solve the problem of stunting in various regions, helping children grow healthily and setting a positive example for similar initiatives.   Abstrak Artikel ini membahas stunting, masalah pertumbuhan anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi yang memadai, yang merupakan isu serius di Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Metode penelitian yang digunakan pada artikel ini adalah metode campuran. Mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memainkan peran kunci dalam menangani masalah ini melalui program Desantri di Desa Ciherang, Kabupaten Cianjur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran gizi keluarga dan mengurangi angka stunting. Ini melibatkan penyuluhan gizi, pemantauan pertumbuhan anak-anak, dan distribusi suplemen gizi. Hasilnya, program ini berhasil mengurangi tingkat stunting di desa tersebut. Artikel ini menyoroti pentingnya nutrisi yang baik dan gizi yang cukup dalam mencegah stunting serta peran penting mahasiswa sebagai agen perubahan sosial dalam mengatasi masalah ini. Kerjasama antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam program ini menunjukkan bahwa kolaborasi dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah stunting di berbagai daerah, membantu anak-anak tumbuh dengan sehat, dan memberikan contoh positif untuk inisiatif serupa di masa depan. Kata Kunci: Desantri; KKN; nutrisi; pengabdian masyarakat; stunting 
The relationship between the quality of the workforce and educational factors in Cibogo Village, Subang Regency Dian Tiana; Hasvika Saviela; Oktavian Dwi Santoso
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.61990

Abstract

This program examines the potential and challenges of Cibogo Village, Subang Regency's workforce during the Community Services Program (Kuliah Kerja Nyata or KKN) activities conducted by the Universitas Pendidikan Indonesia. Despite Cibogo Village having a significant workforce, particularly within the productive age range, disparities in the quality of the workforce are the primary focus. Data indicates that most of the workforce has only basic education, such as completing primary school or its equivalent, creating obstacles in meeting the demands of an increasingly developing industrial era. Additionally, there is an imbalance in job participation between men and women, with a significant number of women choosing to be homemakers. A descriptive approach with data collection through observation was used in this program. The results suggest the need for efforts to improve education and skills training to enhance the quality of the workforce in Cibogo Village. Furthermore, a deeper understanding of gender roles in job participation is essential to create equality and empowerment between men and women. Based on this, Cibogo Village can obtain an overview of its potential, mainly related to factors that can be of concern for improvement, especially in terms of gender equality, absorption of science and technology, and development of UMKMs.   Abstrak Program ini mengkaji potensi dan permasalahan angkatan kerja di Desa Cibogo, Kabupaten Subang saat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia berlangsung. Meskipun Desa Cibogo memiliki jumlah angkatan kerja yang signifikan, terutama dalam rentang usia produktif, perbedaan kualitas angkatan kerja menjadi sorotan utama. Data menunjukkan bahwa sebagian besar angkatan kerja hanya memiliki pendidikan dasar, seperti tamat SD atau setara, sehingga menciptakan hambatan dalam memenuhi tuntutan pekerjaan di era industri yang semakin berkembang. Selain itu, terdapat ketidakseimbangan dalam partisipasi pekerjaan antara laki-laki dan perempuan, di mana sebagian besar perempuan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi digunakan pada kegiatan ini. Hasil menunjukkan bahwa perlu adanya upaya peningkatan pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kualitas angkatan kerja di Desa Cibogo. Selain itu, perlu pemahaman lebih mendalam terkait peran gender dalam partisipasi pekerjaan agar dapat menciptakan kesetaraan dan pemberdayaan antara laki-laki dan perempuan di dunia kerja. Berdasarkan hal tersebut Desa Cibogo dapat memperoleh gambaran potensi desa, utamanya berkaitan dengan faktor-faktor yang dapat menjadi perhatian untuk ditingkatkan, khususnya dari sisi penyetaraan gender, penyerapan IPTEK dan pengembangan UMKM. Kata Kunci: Angkatan kerja; faktor pendidikan; kuliah kerja nyata
VCO making training: Improving coconut economics and village existence in Pananjung Irma Dwi Saputri; Nadila Rifatul Karimah; Tatang Permana
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.61847

Abstract

Coconut farming in Pananjung Village, Pangandaran, faces economic challenges due to the low market value of coconuts. To address this, the article proposes a training initiative for Virgin Coconut Oil (VCO) production, targeting PKK members. VCO, extracted at temperatures below 60°C, retains nutritional value and offers economic advantages. The training aims to empower women in the community to produce high-quality VCO efficiently. Through a descriptive research approach, the article discusses the economic potential of VCO, emphasizing its health benefits and market demand. The proposed training not only enhances VCO production skills but also contributes to the overall economic development of Pananjung Village by optimizing local resources. The successful implementation of the training is evident in the increased skills of the participants, the economic upliftment of coconut farmers, and the utilization of VCO as a valuable product. In conclusion, the training proves instrumental in improving the economic viability of coconut farming in Pananjung Village and contributes to the overall well-being and sustainability of the community.   Abstrak Pertanian kelapa di Desa Pananjung, Pangandaran, menghadapi tantangan ekonomi akibat nilai pasar kelapa yang rendah. Untuk mengatasi hal ini, artikel ini mengusulkan inisiatif pelatihan produksi Virgin Coconut Oil (VCO), dengan target anggota PKK. VCO, diekstraksi pada suhu di bawah 60°C, mempertahankan nilai gizi dan menawarkan keuntungan ekonomi. Pelatihan bertujuan memberdayakan perempuan di komunitas untuk menghasilkan VCO berkualitas tinggi secara efisien. Melalui pendekatan penelitian deskriptif, artikel membahas potensi ekonomi VCO, menekankan manfaat kesehatannya dan permintaan pasar. Pelatihan yang diusulkan tidak hanya meningkatkan keterampilan produksi VCO tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekonomi keseluruhan Desa Pananjung dengan mengoptimalkan sumber daya lokal. Keberhasilan pelaksanaan pelatihan terlihat dari peningkatan keterampilan peserta, peningkatan ekonomi petani kelapa, dan pemanfaatan VCO sebagai produk bernilai. Secara keseluruhan, pelatihan terbukti menjadi instrumen penting dalam meningkatkan viabilitas ekonomi pertanian kelapa di Desa Pananjung serta berkontribusi pada kesejahteraan dan keberlanjutan komunitas. Kata Kunci: Buah kelapa; KKN tematik; VCO; virgin coconut oil 
Community education about stunting in Neglasari Village Tasikmalaya Regency Agim Agustiar Priyadi; Ahmad Julkipli; Rasim Rasim
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62353

Abstract

Stunting is a problem of malnutrition caused by providing food that does not meet nutritional needs. It also reflects stunted growth due to poor nutrition and poor health before and after birth. Based on service in Neglasari Village, the main problem was identified: the lack of public understanding about stunting and related information. Even though the stunting rate in Neglasari Village is relatively low, it is essential to create awareness and preventive efforts. Therefore, this service aims to educate the people of Neglasari Village, Salawu District, and Tasikmalaya Regency regarding stunting. The method applied in this service is counseling for one month at every Posyandu in Neglasari Village. The service team provides education in collaboration with village officials and community health centers to conduct outreach related to stunting in Neglasari Village. Based on the results of the service implementation, it can be concluded that there is still a lack of public awareness regarding nutritional aspects, economic factors, exclusive breastfeeding, complementary feeding, and genetic factors of parents in Neglasari Village. It is hoped that implementing this service activity will be an effort to reduce stunting rates in Indonesia.   Abstrak Stunting merupakan masalah kurang gizi yang disebabkan oleh pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Hal ini juga mencerminkan pertumbuhan terhambat akibat gizi buruk dan kesehatan yang kurang baik pada periode sebelum dan sesudah kelahiran. Berdasarkan pengabdian di Desa Neglasari, teridentifikasi permasalahan utama yakni kurangnya pemahaman masyarakat tentang stunting serta kekurangan informasi terkait. Meskipun angka stunting di Desa Neglasari terbilang rendah, penting untuk menciptakan kesadaran dan upaya pencegahan. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, terkait stunting. Metode yang diterapkan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan selama satu bulan di setiap Posyandu di Desa Neglasari. Kelompok KKN Desa Neglasari memberikan edukasi bekerja sama dengan perangkat desa dan puskesmas untuk pelaksanaan penyuluhan berkaitan dengan stunting di Desa Neglasari. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian dapat diambil simpulan bahwa masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai aspek gizi, faktor ekonomi, pemberian ASI eksklusif, pemberian MPASI, dan faktor genetik dari orang tua di Desa Neglasari. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.   Kata Kunci: Anak; edukasi masyarakat; stunting 
Use of convex glass to improve driving safety in Sukahurip Village Muhammad Aqmal Nurilshif Karim; Bravian Ariq Akbarulah; Katiah Katiah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62250

Abstract

Driving safety is a severe challenge experienced by Sukahurip Village. In 2021, 306 accidents were recorded, especially on roads with sharp bends. The Sukahurip Village 2023 UPI KKN Student Team took the initiative through this service program to install convex mirrors on roads with sharp bends. The installation of this convex mirror as a 2023 UPI KKN student service program in Sukhurip Village is an effort to reduce the number of accidents and improve driving safety in Sukahurip Village. Another objective is to evaluate the impact of convex mirrors on improving traffic safety in rural areas. This service method is carried out through a direct approach in the area where the service is carried out by installing convex mirrors with a focus on broadening the driver's view and increasing awareness of road conditions. The results show a reduction in traffic accidents in the area because the convex mirror increases the viewing angle for the driver and allows a quicker response to road situations. This can certainly be a solution and a significant contribution for village communities to reduce the risk of accidents. The mirror installation involved collaboration between UPI 2023 KKN students and Sukahurip Village residents, providing concrete benefits for road safety in the village. It is hoped that one of the programs in this service activity can become the basis for similar programs regarding the importance of simple innovations such as convex mirrors in driving safety in rural areas.   Abstrak Keselamatan berkendara merupakan tantangan yang cukup serius dialami oleh Desa Sukahurip. Tercatat 306 kasus pada tahun 2021 kecelakaan terjadi, terutama di jalan dengan tikungan tajam. Tim Mahasiswa KKN UPI 2023 Desa Sukahurip berinisiatif melalui program pengabdian ini memasang cermin cembung di jalan dengan tikungan tajam. Pemasangan cermin cembung ini sebagai program pengabdian mahasiswa KKN UPI 2023 di Desa Sukhurip menjadi salah satu upaya untuk mengurangi angka kecelakaan yang terjadi serta meningkatkan keselamatan berkendara di Desa Sukahurip. Tujuan lainnya yaitu untuk mengevaluasi dampak penerapan cermin cembung terhadap peningkatan keselamatan lalu lintas di wilayah pedesaan. Metode pengabdian ini dilakukan melalui pendekatan secara langsung di daerah pelaksanaan pengabdian dengan memasang cermin cembung dengan fokus pada perluasan pandangan pengemudi dan peningkatan kesadaran terhadap kondisi jalan. Hasil menunjukkan pengurangan kecelakaan lalu lintas di daerah tersebut karena dengan cermin cembung meningkatkan sudut pandang bagi pengemudi dan memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap situasi jalan. Hal ini tentunya bisa menjadi solusi dan kontribusi besar bagi masyarakat desa untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan. Pemasangan cermin melibatkan kolaborasi antara mahasiswa KKN UPI 2023 dan warga Desa Sukahurip, memberikan manfaat konkret bagi keselamatan jalan di Desa tersebut. Diharapkan salah satu program pada kegiatan pengabdian ini dapat menjadi dasar bagi program lain yang sejenis mengenai pentingnya inovasi sederhana seperti cermin cembung dalam konteks keselamatan berkendara di daerah pedesaan. Kata Kunci: Cermin cembung; jalan dengan tikungan tajam; keselamatan berkendara 
Village empowerment by increasing reading interest to children in Sukadami village Aulia Nurannisa; Aulia Shabrina Fitri; Muhammad Farhan Nurpratama
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62344

Abstract

Reading is one of the most important activities in human life. Aside from being a means of entertainment, reading has many benefits that can improve one's quality of life. This is in line with the UN agenda, namely Sustainable Development Goals (SDGs), which strive to improve the quality of life for everyone throughout the world. The existence of SDGs point 4 related to quality education has encouraged UPI 2023 thematic Community Services students to set up a reading corner in Sukadami Village. This is based on a lack of interest in reading and the provision of existing facilities in Sukadami Village. The location for establishing this reading corner is in the Karang Taruna secretariat room of Sukadami Village. This placement is considered due to its strategic location so that it is easily accessible by anyone. Methods of implementation include (1) collecting various types of reading materials, (2) establishing reading corners, and (3) socializing the urgency of reading. With this work program it is hoped that it can stimulate interest in reading in the community in Sukadami Village. Another goal is to regenerate post-corona social interaction so that a harmonious and caring society can be re-formed. The end result of the implementation of this program is the success of channeling interest in reading by providing a special place for reading.   Abstrak Membaca merupakan salah satu aktivitas terpenting dalam kehidupan manusia. Selain sebagai sarana hiburan, membaca mempunyai banyak manfaat yang dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Ini sejalan dengan agenda PBB yakni Sustainable Development Goals (SDGs) yang berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup setiap orang di seluruh dunia. Adanya SDGs poin 4 terkait pendidikan berkualitas ini mendorong mahasiswa KKN tematik UPI 2023 untuk mendirikan pojok baca di Desa Sukadami. Hal ini didasari dengan kurangnya minat baca dan penyediaan sarana yang ada di Desa Sukadami. Adapun lokasi pendirian pojok baca ini berada di ruangan sekretariat Karang Taruna Desa Sukadami. Penempatan ini dipertimbangkan berkat lokasinya yang strategis sehingga mudah dijangkau oleh siapapun. Metode pelaksanaannya antara lain (1) pengumpulan berbagai jenis bahan bacaan, (2) pendirian pojok baca, dan (3) sosialisasi urgensi membaca. Dengan adanya program kerja ini diharapkan dapat menggairahkan minat membaca masyarakat di Desa Sukadami. Adapun tujuan lainnya yakni dapat menumbuhkan kembali interaksi sosial pasca korona sehingga terbentuk kembali masyarakat yang rukun dan saling peduli. Hasil akhir dari pengadaan program ini yakni keberhasilan penyaluran minat baca dengan menyediakan suatu tempat khusus membaca. Kata Kunci: Desa Sukadami; kuliah kerja nyata; perpustakaan; pojok membaca 
Independence Day celebration in growing the spirit of nationalism in Sukahurip Village Nur Ani Gunawan; Indri Dwinda Putri
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62186

Abstract

Commemoration of the Independence Day of the Republic of Indonesia is one of the programs held by UPI KKNT students in Sukahurip Village. This service documents and analyzes competition activities commemorating the 78th Indonesian Independence Day in Sukahurip Village. Activities involve competitions such as carnivals, dongdang, and gate decorating, aiming to foster a feeling of love for the country, remembering the nation's struggle's history, and appreciating Indonesian culture's noble values and diversity. The competition activity created a moment of togetherness and patriotism in Sukahurip Village. Through the creativity and innovation displayed in each competition, people are inspired to get involved in the development of their region. Social solidarity is strengthened primarily through active participation in the preparation and implementation of dongdang competitions. Suggestions for further programs could include integration of vertical and horizontal approaches, active community participation in planning, long-term impact evaluation, analysis of community welfare, comparative studies with similar villages, development of local development models, and further studies on the role of KKN students. Hopefully, this service program can contribute to understanding the impact of competition activities in Sukahurip Village.   Abstrak Peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi salah satu program yang diadakan oleh mahasiswa KKNT UPI di Desa Sukahurip. Pengabdian ini mendokumentasikan dan menganalisis kegiatan perlombaan yang diselenggarakan selama peringatan HUT RI ke-78 di Desa Sukahurip. Kegiatan melibatkan berbagai lomba seperti karnaval, dongdang, dan menghias gapura, dengan tujuan memupuk rasa cinta tanah air, mengenang sejarah perjuangan bangsa, dan menghargai nilai-nilai luhur dan keberagaman budaya Indonesia. Kegiatan perlombaan berhasil menciptakan momen kebersamaan dan semangat patriotisme di Desa Sukahurip. Melalui kreativitas dan inovasi yang ditampilkan dalam setiap lomba, masyarakat terinspirasi untuk terlibat dalam pembangunan daerah mereka. Solidaritas sosial diperkuat, terutama melalui partisipasi aktif dalam persiapan dan pelaksanaan lomba dongdang. Saran untuk program selanjutnya dapat mencakup integrasi pendekatan vertikal dan horizontal, partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan, evaluasi dampak jangka panjang, analisis kesejahteraan masyarakat, studi komparatif dengan desa serupa, pengembangan model pembangunan lokal, dan studi lanjutan tentang peran mahasiswa KKN. Program pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih mendalam terhadap pemahaman dampak kegiatan perlombaan di Desa Sukahurip.  Kata Kunci: Kemerdekaan Republik Indonesia; KKNT UPI; nasionalisme; perayaan kemerdekaan 
Fun learning activities about nutritious food as an effort to introduce stunting at SDN Ligarmanah Shanti Anggraeni Rachman; Hasna Fatharani Qodriyyah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62298

Abstract

Stunting has become a particular focus of national health issues. Stunting is when a child is less tall than other children his age, which also affects brain development and metabolic disorders in children. Stunting is caused by a lack of nutritious food intake in children over a long period. This service activity tries to provide stunting education related to healthy food to students at SDN Ligarmanah with fun learning activities. SDN Ligarmanah is one of the schools that has not received sufficient education about stunting, so it is the right target for getting an education. The method used is the compression method, which actively involves students in the learning process, consisting of students from classes 3A, 3B, 4A, and 4B, who were taken using the cluster random sampling technique. This service provides understanding and knowledge to Ligarmanah Elementary School students regarding nutritious food to prevent increased stunting, and the students can display an understanding response to stunting material.   Abstrak Stunting telah menjadi sorotan khusus dalam isu kesehatan nasional. Stunting merupakan kondisi kurangnya tinggi badan seorang anak jika dibandingkan dengan anak seusianya yang juga berpengaruh terhadap perkembangan otak dan gangguan metabolisme anak. Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan konsumsi makanan bergizi pada anak dalam jangka waktu yang lama. Kegiatan pengabdian ini mencoba untuk memberikan edukasi stunting terkait makanan bergizi kepada siswa-siswi di SDN Ligarmanah dengan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. SDN Ligarmanah merupakan salah satu sekolah yang belum mendapatkan edukasi yang cukup mengenai stunting sehingga menjadi sasaran yang tepat untuk mendapatkan edukasi. Metode yang digunakan adalah metode demonstrasi, dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran yang terdiri dari siswa-siswi dari kelas 3A, 3B, 4A, dan 4B yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Pelaksanaan pengabdian ini memberikan pemahaman dan pengetahuan siswa-siswi SDN Ligarmanah terkait makanan bergizi pencegah stunting meningkat serta siswa-siswi mampu memperlihatkan respons pemahaman terhadap materi stunting. Kata Kunci: Kuliah kerja nyata; makanan bergizi; pembelajaran menyenangkan; stunting 
Stunting prevention through posyandu in Margaasih Awalia Latifa Mayda Ikrimah; Aulia Rahmawati; Farikha Diah Andini Hernowo Putri
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62173

Abstract

There is still a stunting rate in Margaasih Village, so the village community is trying to reduce this rate with ongoing programs. The Posyandu program, one of the village health service programs running every month, seeks to reduce stunting rates. A team of Universitas Pendidikan Indonesia students conducted community service in Margaasih Village to help reduce stunting rates. One of the activities carried out by the service team is assisting ongoing village programs, namely the Posyandu program, counseling, and providing additional food. The team also implemented the program based on the results of surveys and problem identification carried out in Margaasih Village and assisted with PPosyandu activities in Margaasih Village, as well as providing additional food from processed catfish to help reduce stunting rates. The team also held counseling regarding complementary foods for breast milk with participant mothers who still have children aged infants to toddlers. It is hoped that this counseling can provide mothers with an understanding of what food preparations are suitable for babies and help reduce stunting rates.   Abstrak Masih terdapat angka stunting di Desa Margaasih, sehingga masyarakat desa berupaya untuk menurunkan angka tersebut dengan program yang sedang berjalan. Program Posyandu sebagai salah satu program layanan kesehatan desa yang berjalan setiap bulannya berupaya dalam menurunkan angka stunting. Tim mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia melakukan pengabdian di Desa Margaasih untuk membantu mengurangi angka stunting. Kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian salah satunya adalah dengan membantu program desa yang sedang berjalan yaitu program Posyandu, penyuluhan, dan pemberian makanan tambahan. Tim juga melaksanakan program tersebut berdasarkan hasil survei dan identifikasi masalah yang telah dilakukan di Desa Margaasih dan membantu kegiatan posyandu di Desa Margaasih, serta memberikan makanan tambahan dari olahan ikan lele untuk membantu mengurangi angka stunting. Selain itu, tim juga mengadakan penyuluhan mengenai makanan pendamping asi dengan peserta ibu-ibu yang masih memiliki anak berusia bayi hingga balita. Penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada ibu-ibu mengenai olahan makanan yang baik untuk bayi dan membantu menurunkan angka stunting. Kata Kunci: Pengabdian masyarakat; posyandu; stunting 
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) in Cikondang Village for stunting preventions Eliza Natasya Putri; Fauziah Noer Islamiati; Prima Gunawan
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62165

Abstract

Stunting is a problem that causes toddlers to experience growth failure due to insufficient nutrient intake from pregnancy to the age of 24 months. Indonesia has shown a prevalence of stunting over the past decade, with recent efforts aiming to reduce it to 14% by 2024. This community service discusses various factors contributing to stunting and explores the implementation of Supplementary Feeding Programs (PMT) as a preventive measure. The study focuses on Desa Cikondang, where PMT was conducted to prevent stunting and educate the community on proper nutrition for toddlers. Through these community services, including planning, implementation, and evaluation, the study engaged with local stakeholders and observed significant results. The PMT initiative, featuring corn porridge and fruits like papaya and bananas, saw a notable increase in participation, indicating its effectiveness in preventing stunting. Despite coordination and resource allocation challenges, the community services demonstrated the importance of community involvement and targeted interventions in addressing stunting. The findings underscore the significance of early prevention efforts and community empowerment in combating stunting, with implications for similar initiatives across Indonesia.   Abstrak Stunting merupakan masalah yang menyebabkan balita mengalami kegagalan pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi sejak kehamilan hingga usia 24 bulan. Indonesia telah menunjukkan prevalensi stunting selama satu dekade terakhir, dengan upaya terbaru yang bertujuan untuk menurunkannya menjadi 14% pada tahun 2024. Pengabdian ini membahas berbagai faktor yang berkontribusi terhadap stunting dan mengeksplorasi penerapan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya pencegahan. Fokus kegiatan pengabdian di Desa Cikondang, di mana PMT dilakukan untuk mencegah stunting dan mengedukasi masyarakat mengenai gizi yang baik pada balita. Dalam pengabdian ini menggunakan tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, studi ini melibatkan pemangku kepentingan lokal dan memperoleh hasil yang signifikan. Inisiatif PMT, yang menampilkan bubur jagung dan buah-buahan seperti pepaya dan pisang, mengalami peningkatan partisipasi yang signifikan, yang menunjukkan efektivitasnya dalam mencegah stunting. Meskipun terdapat tantangan dalam koordinasi dan alokasi sumber daya, studi ini menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dan intervensi yang ditargetkan dalam mengatasi stunting. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya upaya pencegahan dini dan pemberdayaan masyarakat dalam memerangi stunting, yang mempunyai implikasi terhadap inisiatif serupa di seluruh Indonesia. Kata Kunci: Desa Cikondang; stunting; pemberian makan tambahan

Page 4 of 13 | Total Record : 122