cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
dedicated@upi.edu
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
ISSN : 29884179     EISSN : 29884187     DOI : https://doi.org/10.17509/dedicated.
Core Subject :
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) is an open-access and peer-reviewed journal published by Faculty of Educational Sciences, Universitas Pendidikan Indonesia, in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN). This journal aims to disseminate the conceptual thoughts, ideas, research results, or best practices achieved in community services in education. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) publishes the results of community service carried out by researchers, teachers, lecturers, and education practitioners, including training, mentoring, coaching, strengthening, empowerment, counseling, and other services for community empowerment.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Improvement of SD Negeri 2 Bojongmengger school library services by Customer Relationship Management (CRM) design Nanda Khaerunnisa Syafitri; Hana Silvana; Dini Suhardini
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59223

Abstract

The widespread COVID-19 pandemic has had an impact on the realm of education. The enactment of the Learning From Home (LFH) policy has reduced activities carried out in schools. The school library at SDN 2 Bojongmengger was also affected and began to have fewer visitors, even though limited face-to-face activities were re-implemented at school. Therefore, a Customer Relationship Management (CRM) strategy is needed to properly maintain the school library's function and role. CRM strategy is an effort to attract students and teachers as school library customers to visit the library. The method used in this service is the service improvement method with the results of research and development. With the potential and problem analysis process steps, data analysis, and product design. Based on the results that have been implemented, the results show that the design of the CRM strategy in the school library can be carried out conventionally first by collecting needs data, data processing, collection development, user education, competitions, and rewarding after that it can be carried out developing CRM in a digital direction through the use of media Instagram.   Abstrak Pandemi COVID-19 yang meluas menyebabkan berdampak pada ranah pendidikan. Dengan diberlakukannya kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) yang menyebabkan berkurangnya kegiatan yang dilaksanakan di sekolah. Perpustakaan sekolah di SDN 2 Bojongmengger pun ikut terdampak dan mulai minim pengunjung meski sudah kembali diberlakukan kegiatan tatap muka terbatas di sekolah. Oleh karena itu, agar dapat mempertahankan fungsi dan peran perpustakaan sekolah dengan baik, diperlukan sebuah strategi Customer Relationship Management (CRM). Hal ini sebagai upaya untuk dapat menarik minat siswa dan guru sebagai pelanggan perpustakaan sekolah untuk dapat mengunjungi perpustakaan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode peningkatan layanan dengan hasil research and development. Dengan langkah proses analisis potensi dan masalah, analisis data dan membuat desain produk. Berdasarkan hasil yang telah dilaksanakan, didapatkan hasil bahwa rancangan strategi CRM di perpustakaan sekolah dapat dilaksanakan secara konvensional terlebih dahulu dengan kegiatan pendataan kebutuhan, pengolahan data, pengembangan koleksi, user education, perlombaan dan rewarding setelah itu dapat dilakukan pengembangan CRM ke arah digital melalui pemanfaatan media sosial instagram. Kata Kunci: Belajar dari Rumah; BDR; Customer Relationship Management; CRM; Pandemi COVID-19; Peningkatan Layanan;  Layanan Perpustakaan Sekolah.
Community re-education on the urgency of keeping the river clean and sorting waste in Desa Cikole Kec. Lembang Rachmat Ichwan Nurdin; Hafsah Nugraha; Isye Iswari Arbie; Salma Almira Hamdani; Rizza Lestari; Ilvira Khoerunnisa; Rima Rachmawati; Tina Aprilia; Muhammad Vidia Adhiyaksa; Romi Samsuhardo; Billy Idan Setiadi; Mupid Hidayat
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59225

Abstract

Lembang area is one of the contributors to water pollution in the Cibeureum and Cikapundung rivers which empties into the Citarum river. One of the things that pollute it is animal waste because some residents habitually throw it directly into the river. The program's dedication in the form of Kuliah Kerja Nyata (KKN), published in this article, aims to increase the awareness of residents and students about the importance of sorting and processing waste. Also, providing education that maintaining cleanliness in Cikole has helped reduce the problem of the Citarum river. It includes education about composting as a way to process animal manure. The method used is value planting and a synergy approach. Some of the programs carried out are the Harum Citarum Seminar by the TNI SATGAS, river carcasses, composting, making organic, inorganic, and B3 trash cans, social services or cooperation, and the commemoration of the Republic of Indonesia's anniversary. After implementing the program, most residents and school students realized the importance of protecting the environment, as seen by the amount of waste disposed of carelessly in several areas. The community has also understood the importance of keeping the environment clean, especially around the river.   Abstrak Daerah Lembang merupakan salah satu penyumbang pencemaran air di sungai Cibeureum dan Cikapundung yang mengalir sampai sungai Citarum. Salah satu yang mencemarinya adalah kotoran hewan, karena beberapa warga memiliki kebiasaan membuang langsung kotoran hewan ke aliran sungai. Program pengabdian dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dimuat dalam tulisan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga dan juga peserta didik tentang pentingnya memilah dan mengolah sampah. Juga memberikan edukasi bahwa dengan menjaga kebersihan di Cikole telah membantu mengurangi masalah sungai Citarum. Memberikan edukasi tentang pembuatan kompos sebagai salah satu cara mengolah kotoran hewan. Metode yang digunakan adalah pendekatan penanaman nilai dan sinergitas. Beberapa program yang dijalankan yaitu Seminar Citarum Harum oleh SATGAS TNI, karbak sungai, pembuatan kompos, pembuatan tong sampah organik, anorganik, dan B3, kerja bakti atau gotong royong, dan peringatan HUT RI. Setelah program dilaksanakan, sebagian besar warga dan siswa sekolah telah menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan terlihat dari kuantitas sampah yang dibuang sembarangan semakin sedikit di beberapa daerah. Masyarakat juga telah diberikan pemahaman akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terutama lingkungan sekitar sungai. Kata Kunci: Pembinaan pemilahan sampah; pembinaan pencegahan pencemaran sungai; program Citarum Harum; re-edukasi masyarakat. 
Empowering parents in a bedtime storytelling program for children during a pandemic Ridha Pratama Rusli; Linda Setiawati; Diemas Arya Komara
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59237

Abstract

This article discusses parental empowerment in guiding children during online learning during the COVID-19 pandemic. This program is carried out with a focus on telling stories before going to sleep. The dedication method strengthens parents' understanding that it is essential to tell bedtime stories to increase children's emotional development. The results of the program's implementation show that telling bedtime stories to parents are beneficial for children's development in morals, imagination, interest in reading, and knowledge. This activity also affects the language and emotional intelligence of children. In online learning, the role of parents is essential in accompanying children. This program is carried out as part of KKN at the Universitas Pendidikan Indonesia to overcome the impact of COVID-19 in the education sector. Parents' application of bedtime stories significantly benefits children's development, especially during a pandemic. Parents can apply this method to support children's stories and in subsequent programs to assess the program's effectiveness in the longer term.   Abstrak Artikel ini membahas pemberdayaan orangtua dalam membimbing anak selama pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Program ini dilakukan dengan fokus pada kegiatan berkisah sebelum tidur. Metode pengabdian yang dilakukan adalah penguatan pemahaman kepada orangtua bahwa pentingnya berkisah sebelum tidur untuk peningkatan perkembangan emosi anak. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa berkisah sebelum tidur oleh orang tua bermanfaat bagi perkembangan anak dalam moral, imajinasi, minat membaca, dan pengetahuan. Kegiatan ini juga berpengaruh pada bahasa dan kecerdasan emosional anak. Dalam pembelajaran daring, peran orang tua penting dalam mendampingi anak. Program ini dijalankan sebagai bagian atau upaya dari KKN di Universitas Pendidikan Indonesia untuk mengatasi dampak COVID-19 dalam bidang pendidikan. Penerapan berkisah sebelum tidur oleh orang tua memiliki manfaat signifikan bagi perkembangan anak, terutama pada masa pandemi. Disarankan metode ini dapat diterapkan oleh orang tua untuk mendukung perkembangan anak serta pada program selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program ini dalam jangka waktu yang lebih panjang. Kata Kunci: Kegiatan berkisah; pandemi COVID-19; pembelajaran daring; pemberdayaan orang tua. 
Strengthening learning during the COVID-19 pandemic with digital modules for class IV SD Negeri 1 Sindangkasih Raden Fatia Hartini; Asep Mulyadi
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59239

Abstract

During the COVID-19 pandemic, the Indonesian government took steps to impose restrictions on community activities that had an impact on the education sector. This has led to the re-implementation of learning activities from home which still need to be more effective. On the other hand, the difficulty in understanding learning material and the emergence of laziness in students to read the textbooks provided are problems that must be addressed immediately. One of the learning media that can be used to support learning activities at home is a learning module. Based on the results of previous research, this module is effectively used in learning in class IV SD Negeri 1 Sindangkasih. In the next stage, the module is used as material for a strengthening program for learning at home. The dedication method is strengthening the implementation of learning at home with the use of digital modules by parents of students. The results of the learning reinforcement program with digital modules are very effective for parents of students. Parents think using digital modules in learning at home is more structured and can clarify learning objectives at home. In addition to using digital modules, collaboration between teachers and parents is also a factor that needs attention to support the effectiveness of student learning activities at home.   Abstrak Pada masa pandemi COVID-19 pemerintah Indonesia mengambil langkah dengan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang berdampak kepada bidang pendidikan. Hal ini menyebabkan kembali dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah yang dirasa belum efektif. Disisi lain, kesulitan memahami materi pembelajaran dan munculnya rasa malas pada peserta didik untuk membaca buku paket pelajaran yang diberikan menjadi permasalahan yang perlu untuk segera ditangani. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar di rumah adalah modul pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya bahwa modul ini efektif digunakan pada pembelajaran di kelas IV SD Negeri 1 Sindangkasih. Pada tahap selanjutnya modul tersebut digunakan sebagai bahan untuk program penguatan pembelajaran di rumah. Metode pengabdian yang digunakan adalah penguatan pelaksanaan pembelajaran di rumah dengan penggunaan modul digital oleh orangtua siswa. Hasil dari program penguatan pembelajaran dengan modul digital ini dirasa sangat efektif oleh orangtua siswa. Orangtua merasa penggunaan modul digital pada pembelajaran di rumah lebih tersusun dan dapat memperjelas tujuan pembelajaran di rumah. Selain penggunaan modul digital, kerjasama antara guru dan orangtua siswa pun menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan sebagai upaya untuk mendukung efektivitas kegiatan pembelajaran siswa selama di rumah. Kata Kunci: Modul pembelajaran; pembelajaran jarak jauh; sekolah dasar 
Strengthening digital literacy in helping to learn during a pandemic Luthfi Nur Hakim; Henri Nusantara
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59229

Abstract

The implementation of distance learning has increased the frequency of using digital technology by students and teachers. Expanding the use of digital technology needs to be balanced with efforts to increase students' and teachers' understanding of digital literacy. This article attempts to discuss how the results of strengthening digital literacy are carried out in community service programs. Socialization of the importance of digital literacy was also carried out to the school community as part of the Real Work Lecture activities conducted at SDN 158 Babakan Sari Babakan Surabaya. The method used in this research is strengthening digital literacy for students, teachers, and parents. Service activities include the socialization of digital literacy by teaching in class; outreach to students, teachers, and parents through digital media such as infographics, YouTube videos, and news articles. Spontaneous discussions with teachers regarding digital literacy. Introduction to several applications and digital media that can be used in distance learning.   Abstrak Diberlakukannya pembelajaran jarak jauh membuat frekuensi penggunaan teknologi digital oleh siswa dan guru menjadi meningkat. Peningkatan penggunaan teknologi digital ini perlu diimbangi dengan upaya peningkatan pemahaman siswa dan guru terhadap literasi digital. Artikel ini berusaha untuk membahas bagaimana hasil penguatan literasi digital yang dilaksanakan pada program pengabdian kepada masyarakat. Dan juga dilakukan sosialisasi pentingnya literasi digital kepada masyarakat sekolah sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata yang dilakukan di SDN 158 Babakan Sari Babakan Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penguatan literasi digital bagi siswa, guru, dan orang tua. Bentuk kegiatan pengabdian yang dilakukan, di antaranya sosialisasi literasi digital dengan mengajar di kelas; sosialisasi kepada siswa, guru, dan orang tua melalui media digital seperti infografis, video youtube, dan artikel berita. Diskusi spontan dengan guru terkait literasi digital. Pengenalan beberapa aplikasi dan media digital yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran jarak jauh. Kata Kunci: KKN UPI; pembelajaran jarak jauh; penguatan literasi digital; teknologi digital
Technology literacy training for school-age children in anticipation of the Industry 4.0 era in Batuloceng Village, Suntenjaya, Lembang Sri Dewi Rahayu Nurgianti; Balqis Zahra Nabilah; Yustika Rossa; Oktafiani Oktafiani; Salima Azzahra
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59226

Abstract

Now we have entered the digital era, where every individual must be able to use technology well. In addition to daily needs, the education sector is one of the fields that require the use of technology. Suntenjaya Village, as a tourist village, has abundant natural wealth and beautiful scenery, so children often play in the open. The habit of children in Batuloceng Village is playing in the open. They rarely or never even operate computer devices and devices. This has a positive impact. Namely, children are not dependent on gadgets. Still, on the other hand, technology is also very much needed for their future careers. This community service activity aims to introduce computer technology (laptops) to children in Suntenjaya Village. This activity is one of the efforts to be literate in technology in the digital era. The method used is technology literacy training to empower the community. The result of this training was that there was an increase in the ability of children, who at first did not know how to operate a laptop and after the training knew how to turn on and off a computer, type in a word processing application, and surf the internet via a computer.   Abstrak Saat ini telah masuk pada era digital, di mana setiap individu harus bisa menggunakan teknologi dengan baik. Selain kebutuhan sehari hari, bidang pendidikan merupakan salah satu bidang yang memerlukan penggunaan teknologi. Desa Suntenjaya sebagai desa wisata memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah dan pemandangan yang sangat indah sehingga anak-anak sering bermain di alam terbuka. Kebiasaan anak-anak di Kampung Batuloceng bermain di alam terbuka, mereka jarang atau bahkan tidak pernah mengoperasikan gawai dan perangkat komputer. Sebenarnya ada dampak positif dari hal tersebut yaitu anak-anak tidak ketergantungan gawai, tapi di sisi lain penggunaan teknologi juga sangat dibutuhkan untuk karir mereka di masa depan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengenalkan teknologi komputer (Laptop) kepada anak-anak di Desa Suntenjaya. Kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk melek teknologi di era digital. Metode yang digunakan adalah pelatihan literasi teknologi sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Hasil pelatihan ini yaitu terjadi peningkatan kemampuan anak-anak, yang pada awalnya tidak mengetahui cara mengoperasikan laptop dan setelah pelatihan mengetahui cara menghidupkan dan mematikan laptop, mengetik di aplikasi pengolah kata, serta menjelajahi internet melalui laptop. Kata Kunci: Anak usia sekolah; era industri 4.0; pelatihan literasi teknologi; pengenalan teknologi Informasi.
Distance learning and student motivation reinforcement during the COVID-19 pandemic through KKN Tematik UPI program Agus Fatoni; Masharyono Masharyono
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59231

Abstract

During the COVID-19 pandemic, the government decided to stop activities at schools. Students are forced to carry out learning activities boldly. In distance learning, several obstacles must be identified, and solutions sought. This service aims to help teachers, students, and parents deal with problems arising from implementing distance learning. One way to organize community service activities is KKN in the field of education at SDN Pancasila Lembang. The service method strengthens distance learning by selecting suitable learning media for students. Also, the implementation of talk show activities with the theme of growing student learning motivation to achieve goals. This activity is carried out to make it easy for students to carry out distance learning activities while remaining enthusiastic to reach their goals. The findings from the KKN program activities are that teachers and parents perceive positively related to the implementation of the entire program. Teachers and parents were satisfied with the series of actions that had been prepared and found it helpful to find new ways and perspectives. Also, activity programs make student learning experiences more effective and increase student motivation.   Abstrak Masa pandemi COVID-19 membuat pemerintah memutuskan untuk menghentikan kegiatan di sekolah. Para siswa terpaksa harus melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring. Dalam proses pembelajaran jarak jauh, terdapat beberapa kendala yang terjadi sehingga perlu diidentifikasi dan dicari jalan keluarnya. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk membantu guru, siswa dan para orang tua dalam menghadapi permasalahan yang muncul dari pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Salah satunya cara menyelenggarakan kegiatan program pengabdian yaitu KKN pada bidang pendidikan di SDN Pancasila Lembang. Metode pengabdian yaitu penguatan pembelajaran jarak jauh dengan pemilihan media pembelajaran yang cocok untuk siswa. Juga pelaksanaan kegiatan talk show dengan tema menumbuhkan motivasi belajar siswa untuk meraih cita-cita. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi siswa dalam menjalani kegiatan pembelajaran jarak jauh dengan tetap semangat demi menggapai cita-cita. Temuan dari kegiatan program KKN ini yaitu bahwa para guru dan orang tua memandang positif terkait dengan penyelenggaraan keseluruhan program. Para guru dan orang tua merasa puas dengan rangkaian kegiatan yang telah disiapkan dan merasa terbantu dalam menemukan cara dan perspektif baru. Juga program-program kegiatan untuk membuat pengalaman belajar siswa menjadi lebih efektif dan juga peningkatan motivasi belajar siswa.  Kata Kunci: KKN; Kuliah Kerja Nyata; menumbuhkan motivasi; pandemi COVID-19; penguatan pembelajaran jarak jauh 
Strengthening the search for information for homemakers in situations of information overload Lien Halimah; Gema Rullyana; Ardiansah Ardiansah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59224

Abstract

 Information retrieval in a vital information retrieval system process learned by homemakers. Especially information relating to households. The service method implemented uses strengthening information retrieval based on interview results. The results of the interviews illustrate that the retrieval system is a series of system processes in carrying out information retrieval activities until documents or information are found based on queries so that they can meet user needs and satisfy requests for information from users. The steps in carrying out information search activities, namely: starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verifying, and ending. Then to become community information, the community must be able to make changes. For example, there is progress in information, one of which is in the field of education. Strengthening is done by strengthening people's behavior towards information-seeking ways to avoid hoaxing information during an information overload.   Abstrak Penelusuran informasi pada proses sistem temu kembali  informasi penting dipelajari oleh ibu rumah tangga (IRT). Terutama informasi informasi yang berkaitan dengan kerumahtanggaan. Metode pengabdian yang dilaksanakan yaitu menggunakan penguatan penelusuran informasi berdasarkan hasil wawancara. Hasil wawancara menggambarkan bahwa sistem temu kembali  merupakan sebuah rangkaian proses sistem dalam melakukan kegiatan penelusuran informasi hingga ditemukannya dokumen atau informasi hasil penelusuran berdasarkan query sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan memberikan kepuasan terhadap permintaan informasi dari pengguna. Langkah-langkah dalam melakukan kegiatan penelusuran informasi, yaitu: starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verifying, ending. Kemudian untuk dapat menjadi masyarakat informasi, masyarakat harus dapat melakukan perubahan seperti misalnya terdapat informasi kemajuan salah satunya pada bidang pendidikan. Penguatan dilakukan yaitu dengan penguatan perilaku masyarakat terhadap pencarian informasi hingga cara cara agar dapat terhindar dari informasi hoaks pada masa keberlimpahan informasi. Kata Kunci: Ibu rumah tangga; informasi; informasi hoaks; masyarakat informasi; penelusuran informasi; sistem temu kembali informasi
Strengthening student literacy about Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) questions at MI Luqman Al-Hakim Slawi Hasna’ Nadia Shalihah; Risris Hari Nugraha
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59235

Abstract

 Literacy is still a study of unresolved issues in Indonesia. Until now, all parties are still organizing various programs to increase the literacy level of Indonesian society. An effective way to improve literacy is to start at the primary level. This service aims to strengthen the literacy level of students participating in AKM (Minimum Competency Assessment) from their understanding of AKM questions. It also aims to discover how to overcome the problems experienced by students. This service carries out a student literacy strengthening program based on understanding the AKM questions that have been worked on. So that if students find similar questions, they are expected to do it more quickly and precisely. This activity results in students needing help with AKM in literacy, such as taking a long time to read, needing to be more careful about details, and needing help answering reflection questions correctly. The obstacles in AKM in the field of numeration are the difficulty in understanding the meaning of the questions and the need for more proficiency in basic calculations. The solution to the problem above is to strengthen students' habits of reading and doing math problems because these two things are the most basic knowledge in the learning process and enhance literacy.   Abstrak Literasi masih menjadi kajian isu yang belum terpecahkan di Indonesia. Sampai saat ini semua pihak masih mengerahkan beragam program untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat Indonesia. Cara yang efektif untuk meningkatkan literasi adalah dengan memulainya dari tingkat dasar. Pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan tingkat literasi siswa peserta AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) dari pemahamannya terhadap soal AKM. Juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dirasakan oleh para siswa. Pengabdian ini melaksanakan program penguatan literasi siswa berdasarkan pemahaman soal-soal AKM yang telah dikerjakannya. Sehingga apabila siswa menemukan soal-soal yang serupa diharapkan dapat mengerjakannya dengan lebih cepat dan tepat. Hasil dari kegiatan ini yaitu bahwa siswa memiliki kendala pada AKM bidang literasi, seperti membutuhkan waktu yang lama untuk membaca, kurang teliti pada hal-hal detail, dan belum bisa menjawab pertanyaan refleksi dengan baik. Adapun kendala dalam AKM bidang numerasi adalah kesulitan memahami maksud soal dan masih kurang mahir dalam perhitungan dasar. Solusi dari masalah di atas adalah dengan penguatan pembiasaan siswa dalam membaca dan mengerjakan soal berhitung, karena kedua hal tersebut merupakan pengetahuan paling mendasar dalam proses pembelajaran dan penguatan literasi. Kata Kunci: Asesmen Kompetensi Minimum; AKM; literasi siswa; penguatan literasi 
Strengthening school literacy programs with support from library collection development Ghina Afiifah Safiinatunnajah; Dina Siti Logayah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59233

Abstract

Literacy is a skill that everyone must own. This literacy skill includes processing, understanding, and interpreting information about matters in specific fields. The information was obtained as support and survival. The urgency of cultivating literacy is becoming an increasingly important topic to be intensified at this time. Various ways are done so the community can fully master that literacy. One of them is by empowering the school library. Empowerment of the school library in this activity focuses on collection development. The development of school library collections is an activity schools must carry out to support student learning facilities. However, several schools still need to implement library collection development. One of them is the UPI Literacy Thematic KKN activity, namely at the Tahfidzul Qur'an Al-Ishlah Putri Islamic Boarding School, which is located in Bogor Regency. Based on these problems, the author seeks to design a community service program in the Tahfidzul Qur'an Al-Ishlah Putri Islamic Boarding School library to support the school's literacy program. The service method implemented is strengthening the school literacy program with support for developing library collections. The results of this program are a concern and the starting gate for the sustainability of literacy activities at the Tahfidzul Qur'an Al-Ishlah Putri Islamic Boarding School.   Abstrak Literasi merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh semua orang. Keterampilan literasi ini mencakup mengolah, memahami, serta memaknai informasi mengenai hal-hal di bidang tertentu. Informasi tersebut didapatkannya sebagai penunjang serta kecakapan hidup. Urgensi pembudayaan literasi menjadi topik yang semakin penting untuk digencarkan saat ini. Berbagai cara dilakukan agar literasi dapat sepenuhnya dikuasai oleh masyarakat. Salah satunya dengan pemberdayaan perpustakaan sekolah. Pemberdayaan perpustakaan sekolah pada kegiatan ini berfokus pada pengembangan koleksi. Pengembangan koleksi perpustakaan sekolah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh sekolah untuk menunjang sarana belajar siswa. Namun, terdapat beberapa sekolah yang belum melaksanakan pengembangan koleksi perpustakaan. Salah satunya adalah tempat kegiatan KKN Tematik Literasi UPI yaitu di Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Ishlah Putri yang beralamatkan di Kabupaten Bogor. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis berupaya merancang program pengabdian di perpustakaan Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Ishlah Putri dapat mendukung program literasi sekolah. Metode pengabdian yang dilaksanakan yaitu penguatan program literasi sekolah dengan dukungan pengembangan koleksi perpustakaan. Hasil program ini menjadi perhatian dan gerbang awal bagi keberlangsungan kegiatan literasi di Pesantren  Tahfidzul Qur’an Al-Ishlah Putri. Kata Kunci: Pengembangan koleksi; penguatan literasi sekolah; perpustakaan sekolah; perpustakaan pesantren 

Page 1 of 13 | Total Record : 122