cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
dedicated@upi.edu
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
ISSN : 29884179     EISSN : 29884187     DOI : https://doi.org/10.17509/dedicated.
Core Subject :
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) is an open-access and peer-reviewed journal published by Faculty of Educational Sciences, Universitas Pendidikan Indonesia, in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN). This journal aims to disseminate the conceptual thoughts, ideas, research results, or best practices achieved in community services in education. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) publishes the results of community service carried out by researchers, teachers, lecturers, and education practitioners, including training, mentoring, coaching, strengthening, empowerment, counseling, and other services for community empowerment.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Gerakan Jumat Nagrog Bersih to increase public awareness of environmental cleanliness Miftah Fadila; Rendy Tresna Kusmana
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62348

Abstract

The village is a legal community unit with household administration based on the rights of origin and customs recognized by the central government and domiciled in the regional district. The existence of KKN in the village will train students to observe what might be developed or identify a problem that requires a solution. One of the programs that needs a solution to maintain environmental cleanliness is the Jumat Nagrog Bersih (JUNARSIH) Movement. This is done by evaluating the results of the observations made. The results show a need for re-socialization to increase public awareness about maintaining environmental cleanliness. In addition, it is necessary to collaborate with the entire potential of the community, such as informal leaders, religious leaders, Non-Governmental Organizations (NGOs), and mass media, so that this program can be more widely mobilized and feel its echo in the community. The strategies that can be carried out to carry out the JUNARSIH Movement are communication strategies, focusing on the intended target, and choosing the right form of communication to make the village community able to increase and improve the quality and quantity of environmental cleanliness.   Abstrak Desa adalah kesatuan masyarakat hukum dengan penyelenggaraan rumah tangga berdasarkan hak asal-usul dan adat istiadat yang diakui oleh pemerintah pusat dan berkedudukan di dalam wilayah kabupaten daerah. Adanya KKN di desa akan melatih mahasiswa untuk mengamati apa yang mungkin dikembangkan atau mengidentifikasi suatu permasalahan yang memerlukan solusi. Salah satu program yang memerlukan solusi untuk menjaga kebersihan lingkungan yaitu Gerakan Jumat Nagrog Bersih (JUNARSIH). Hal ini dilakukan dengan mengadakan evaluasi dari hasil observasi yang telah di lakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa perlu adanya sosialisasi kembali untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lngkungan. Selain itu perlu kolaborasi bersama keseluruhan potensi masyarakat seperti para informal leader, tokoh agama, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan media massa agar program ini dapat semakin digerakkan secara luas dan terasa gaungnya di masyarakat. Adapun strategi yang dapat dilakukan untuk melakukan Gerakan JUNARSIH yaitu strategi komunikasi, focus pada target yang dituju, dan memilih bentuk komunikasi yang tepat untuk menjadikan masyarakat desa bisa meningkatkan serta memperbaiki kualitas dan kuantitas dalam hal kebersihan lingkungan. Kata Kunci: Junarsih; kebersihan lingkungan; pembentukan karakter 
Students care about stunting in children: Universitas Pendidikan Indonesia community service program in Karawang Village Cianjur Regency Meizia Ziharani; Salsa Nissa Agustin
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62096

Abstract

Indonesia still faces nutritional problems, which seriously impact the quality of human resources (HR). One of the problems of malnutrition that is still relatively high in Indonesia includes the issue of stunting and emaciation in toddlers, as well as the problem of anemia and chronic energy deficiency (CED) in pregnant women. The theme "The Important: Caring for Stunting" invites UPI KKN students to play their role as agents of change to overcome the problem of stunting in society. Students are expected to be able to get closer to communities affected by stunting, learn about the root causes, and develop concrete solutions that can be implemented on a local scale. This KKN activity was carried out on 26 July - 26 August 2023. Located in Karangwangi village, Ciranjang District, Cianjur Regency. The work program procedures for this activity were carried out in collaboration with the TP-PKK regarding posyandu services, stunting outreach to PAUD, and PHBS outreach to Karangsari Elementary School. From the results of this work program, it is hoped that we will know more about stunting and can prevent stunting in children in the future. The hope is that the stunting rate in Indonesia can decrease, especially in Karangwangi Village itself; the stunting rate is at 0 (zero), so this hope can be maintained.   Abstrak Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu permasalahan gizi buruk yang masih cukup tinggi di Indonesia antara lain masalah stunting dan kekurusan pada balita serta masalah anemia dan kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil. Tema “Si Penting: Peduli Stunting” mengajak mahasiswa KKN UPI untuk menjalankan peran sebagai agen perubahan dalam upaya mengatasi masalah stunting di masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat mendekatkan diri dengan masyarakat yang terkena dampak stunting, belajar tentang akar penyebabnya, serta mengembangkan solusi konkret yang dapat diterapkan dalam skala lokal. Kegiatan KKN ini dilaksanakan pada tanggal 26 Juli - 26 Agustus 2023. Bertempat di desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Prosedur program kerja kegiatan ini dilaksanakan dengan kerjasama dengan pihak TP-PKK mengenai pelayanan posyandu, sosialisasi stunting ke PAUD, dan sosialisasi PHBS ke pihak SD Karangsari. Dari hasil program kerja tersebut diharapkan dapat lebih tahu tentang stunting dan bisa mencegah terjadinya stunting pada anak ke depannya. Harapannya adalah agar angka stunting di Indonesia dapat menurun, terlebih di Desa Karangwangi sendiri angka stunting berada di angka 0 (zero), sehingga harapan tersebut dapat dipertahankan. Kata Kunci: Kuliah kerja nyata; PHBS; sosialisasi stunting; stunting 
Community and student collaboration to help stunted children in Bojong village Cianjur district Fahmi Ibrahim; Hasna Raina Salsabila
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62226

Abstract

The pervasive issue of stunting poses a significant threat to the holistic development of children, affecting both their physical and cognitive well-being and, consequently, their prospects. To combat this challenge, a community service group from UPI initiated the Sipenting program (Students Concerned about Stunting). This program, executed in RW 14 of Bojong Village, Cianjur District, adopted diverse strategies, such as home visits and distributing essential groceries to families with stunted children. The primary goal was to enhance awareness regarding stunting and contribute to its reduction in the Cianjur region. The community's active engagement and remarkable enthusiasm were distinctive features of this initiative's impact. Beyond instilling a sense of responsibility, the program fostered collaborative endeavors within the community to tackle the persistent stunting issue, showcasing a positive influence on the collective commitment to addressing this concern. Through these concerted efforts, the initiative has demonstrated tangible progress in raising awareness and mobilizing community resources to combat stunting effectively.   Abstrak Masalah stunting yang tersebar luas merupakan ancaman yang signifikan terhadap perkembangan holistik anak-anak, mempengaruhi kesejahteraan fisik dan kognitif mereka dan, akibatnya, prospek masa depan mereka. Untuk mengatasi tantangan tersebut, kelompok pengabdian masyarakat dari UPI menginisiasi program Sipenting (Mahasiswa Peduli Stunting). Program yang dilaksanakan di RW 14 Desa Bojong, Kecamatan Cianjur ini mengadopsi beragam strategi, seperti kunjungan ke rumah dan pembagian sembako kepada keluarga yang memiliki anak stunting. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran mengenai stunting dan berkontribusi terhadap pengurangan stunting di wilayah Cianjur. Keterlibatan aktif masyarakat dan antusiasme yang luar biasa merupakan ciri khas dari dampak inisiatif ini. Selain menanamkan rasa tanggung jawab, program ini juga mendorong upaya kolaboratif dalam masyarakat untuk mengatasi masalah stunting yang terus terjadi, sehingga menunjukkan pengaruh positif pada komitmen kolektif untuk mengatasi masalah ini. Melalui upaya terpadu ini, inisiatif ini telah menunjukkan kemajuan nyata dalam meningkatkan kesadaran dan memobilisasi sumber daya masyarakat untuk memerangi stunting secara efektif. Kata Kunci: KKN; kolaborasi masyarakat; stunting 
SDG's UPI 2023 thematic KKN journey in Garawangi village: Devotion, collaboration, and Memories Mohammad Firos Anggarda; Muhamad Zaidan Rizqita
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62241

Abstract

The SDG's UPI 2023 Thematic KKN Program in Garawangi Village aims to provide direct benefits for students in developing skills and practical experience while positively impacting the local community. Through teaching activities in elementary schools, students' understanding of lesson concepts increases. Jamboree activities, health education, and competitions provide village communities with additional knowledge, experience, and a spirit of collaboration. With active student participation and cooperation with village heads, this program has created a mutually beneficial learning environment, positively contributing to sustainable development in Garawangi Village. This service program has succeeded in positively impacting and significantly contributing to society. By increasing community participation in activities supporting SDG achievement, students are actively involved in teaching at elementary schools, jamboree activities, health education, and organizing competitions in RW 05 Garawangi Village. Students and village communities benefit from this program, creating a mutually beneficial and synergistic learning environment between academics and village government.   Abstrak Tujuan dari Program KKN Tematik SDG's UPI 2023 di Desa Garawangi untuk memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dalam pengembangan keterampilan dan pengalaman praktis, sementara juga membawa dampak positif bagi masyarakat setempat. Melalui kegiatan pengajaran di Sekolah Dasar, terjadi peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep pelajaran. Kegiatan jambore, penyuluhan kesehatan, dan lomba memberikan masyarakat desa pengetahuan tambahan, pengalaman, dan semangat kolaborasi. Dengan melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dan kerjasama dengan kepala desa, program ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang saling menguntungkan, memberikan kontribusi positif bagi pembangunan berkelanjutan di Desa Garawangi. Program pengabdian ini berhasil memberikan dampak positif dan kontribusi signifikan bagi masyarakat. Dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian SDG’s, mahasiswa terlibat aktif dalam mengajar di Sekolah Dasar, kegiatan jambore, penyuluhan kesehatan, dan mengorganisir lomba di RW 05 Desa Garawangi. Mahasiswa dan masyarakat desa sama-sama mendapatkan manfaat dari program ini, menciptakan lingkungan belajar yang saling menguntungkan dan sinergis antara akademisi dan pemerintah desa. Kata Kunci: KKN; KKN Tematik SDG’s UPI; SDGs
Posyandu cadres prevent stunting by providing MPASI in Cibarengkok Village M. Ridwan; Salsabila Nur Afifah; Sagitarius Sagitarius
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62206

Abstract

This strengthening activity aims to evaluate the implementation of five minimum service program packages at Posyandu, with a focus on pada perbaikan gizi (PMT), buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), keluarga berencana (KB), immunization, and preventing diarrhea (P2-Diarrhea). in preventing stunting in Cibarengkok Village. The activity results show that not all Posyandu can implement the five minimum service program packages. Improving nutrition through Pemberian Makanan Tambahan (PMT) for recovery and counseling is expected to improve children under five's health and nutritional status. Outreach to Posyandu cadres is a strategic step in reaching the local community. The KIA book is considered an important tool for monitoring pregnant women's and toddlers' health, with outreach efforts involving pregnant women, mothers of toddlers, hospitals, independent practicing midwives, and Posyandu cadres. The Keluarga Berencana (KB) program limits births to create a prosperous family, while immunization is emphasized as preventing infectious diseases through cadre support. In conclusion, efforts to prevent stunting in Cibarengkok Village require close collaboration between the government, health workers, Posyandu cadres, and the community.   Abstrak Kegiatan penguatan ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi lima paket program pelayanan minimal di Posyandu, dengan fokus pada perbaikan gizi (PMT), buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), keluarga berencana (KB), imunisasi, dan penanggulangan penyakit diare (P2-Diare) dalam mencegah stunting di Desa Cibarengkok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tidak semua Posyandu dapat melaksanakan kelima paket program pelayanan minimal tersebut. Perbaikan gizi, melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan dan penyuluhan, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan status gizi balita. Sosialisasi kepada kader Posyandu menjadi langkah strategis dalam menjangkau masyarakat setempat. Buku KIA dianggap sebagai alat penting untuk memantau kesehatan ibu hamil dan balita, dengan upaya sosialisasi yang melibatkan ibu hamil, ibu balita, rumah sakit, bidan praktik mandiri, dan kader Posyandu. Program Keluarga Berencana (KB) diarahkan untuk membatasi kelahiran guna menciptakan keluarga sejahtera, sementara imunisasi ditekankan sebagai pencegahan penyakit menular melalui dukungan kader. Kesimpulannya, upaya pencegahan stunting di Desa Cibarengkok memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat.  Kata Kunci: Stunting; MPASI; program layanan Posyandu
Preventing stunting increase: "Si Penting" program by UPI's community service in Karangwangi village Susilo Aditya Darma; Reksa Alamsyah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62217

Abstract

This community service highlights the severe issue of stunting in Indonesia, notably after the country ranked second in Southeast Asia for the prevalence of toddlers experiencing poor growth in 2018. Stunting has become a primary focus of the Indonesian government. The University of Education Indonesia (UPI), as one of the leading institutions in the country, took the initiative to prevent the increase in stunting rates through the Thematic Real Work Lecture (KKN-T) program with the theme "Si Penting" (Mahasiswa Peduli Stunting). This community service explores the active role of UPI Si Penting KKN-T students in maintaining the Zero Stunting condition in Karangwangi Village. By forming various work programs focused on toddlers, adolescents, and pregnant women, students successfully made positive contributions through activities such as integrated health posts, counseling, awareness campaigns, the CEKAS program, POSBINDU-PTM, the realization of TP-PKK innovations, and the Ketapang Kancana program. The innovative steps taken by TP-PKK and the Karangwangi Village officials create a breakthrough in stunting prevention efforts while simultaneously enhancing the village's self-reliance. Thus, the KKN-T "Si Penting" activities provide a concrete solution for the community in Karangwangi Village and inspire improving health services, especially related to stunting, at the local level.   Abstrak Pengabdian pada masyarakat ini menyoroti masalah stunting yang menjadi perhatian serius di Indonesia, terutama setelah negara ini menduduki peringkat kedua di Asia Tenggara dalam prevalensi balita yang mengalami pertumbuhan buruk pada tahun 2018. Stunting menjadi fokus utama Pemerintahan Indonesia, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sebagai salah satu institusi terkemuka di Indonesia, mengambil inisiatif untuk mencegah peningkatan angka stunting melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dengan tema "Si Penting" (Mahasiswa Peduli Stunting). Pengabdian ini dilaksanakan dalam KKN-T UPI Si Penting dalam mempertahankan kondisi Zero Stunting di Desa Karangwangi. Dengan membentuk berbagai program kerja yang difokuskan pada balita, remaja, dan ibu hamil, mahasiswa berhasil memberikan kontribusi positif melalui kegiatan posyandu, konseling, penyuluhan, program CEKAS, POSBINDU-PTM, realisasi inovasi TP-PKK, dan program Ketapang Kancana. Langkah inovatif TP-PKK dan aparat Desa Karangwangi menciptakan gebrakan baru dalam upaya pencegahan stunting, sambil meningkatkan kemandirian desa secara keseluruhan. Dengan demikian, kegiatan KKN-T "Si Penting" tidak hanya menjadi solusi konkret untuk masyarakat Desa Karangwangi tetapi juga memberikan inspirasi bagi peningkatan pelayanan kesehatan, terutama terkait stunting, di tingkat lokal. Kata Kunci: keterlibatan masyarakat, pengabdian kepada masyarakat, inovasi program kesehatan, pencegahan stunting 
Grak Ompimpah implementation for accelerating stunting reduction in Padasuka Village Riva Ananda Putri; Jihan Nabilah Putri
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62228

Abstract

 This article explores the Cimahi People's Movement to Sort Waste (Grak Ompimpah), a community program endorsed by the Cimahi City government. Aligned with environmental health, a key stunting risk factor, the initiative targets stunting reduction in the Padasuka Village area. It can be the first step in accelerating the reduction of stunting rates, especially in the Padasuka Village area. Through this program, the government expects the emergence of public awareness in carrying out a clean lifestyle, especially in daily waste management behavior. With proper waste management, a cleaner and healthier environment will be created. These changes can certainly have a good impact, especially on children's health, which will also impact the child development process. The method used in writing this article is a qualitative research method with a descriptive case study approach which aims to provide an overview or description of the implementation of the Grak Ompimpah program in the RW 20 area of Padasuka Village. Analysis reveals the program's success in fostering a healthier environment. In conclusion, prioritizing environmental health is crucial in accelerating stunting reduction efforts, with effective waste management representing a tangible starting point.   Abstrak Artikel ini membahas tentang bagaimana pengimplementasian sebuah program kemasyarakatan yang digalakan oleh pemerintah Kota Cimahi yaitu Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah (Grak Ompimpah). Program ini memiliki kaitan erat terhadap salah satu faktor utama risiko stunting yaitu kesehatan lingkungan. Sehingga dapat menjadi langkah awal dalam percepatan penurunan angka stunting khususnya di wilayah Kelurahan Padasuka. Melalui program ini, pemerintah mengharapkan timbulnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan pola hidup bersih khususnya pada perilaku pengelolaan sampah sehari-hari. Dengan pengelolaan sampah yang tepat, maka akan tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Perubahan tersebut tentu dapat memberikan dampak yang baik khususnya pada kesehatan anak yang akan turut berdampak pada proses tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif studi kasus yang bertujuan dapat memberikan gambaran atau deskripsi mengenai implementasi program Grak Ompimpah di wilayah RW 20 Kelurahan Padasuka. Berdasarkan hasil analisis program ini telah memberikan dampak yang cukup baik terhadap terciptanya lingkungan yang lebih sehat. Dapat disimpulkan bahwa kesehatan lingkungan menjadi salah satu faktor utama yang penting untuk diperhatikan dalam upaya percepatan penurunan stunting, salah satu langkah kecil yang dapat dimulai adalah pengelolaan sampah. Kata Kunci: grak ompimpah; kesehatan lingkungan; stunting
Addressing stunting in Karangwangi: Optimal strategies for toddlers, adolescents, and pregnant women Ihsani Tamia; Raden Ardra Catur Fauzan
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62240

Abstract

Stunting is a problem that requires more attention because it can have an impact on children's lives into adulthood, especially the risk of physical and cognitive developmental disorders if not appropriately handled. The service aims to educate the local community through collaboration between the Karangwangi Village PKK Movement Team, BKKBN, Karangwangi Village Health Center, and the Thematic KKN Team of Universitas Pendidikan Indonesia about the dangers of stunting and the importance of a clean and healthy lifestyle (PHBS). The community services were conducted based on the program that had been implemented on July 26-August 26, 2023 in Karangwangi Village through the methods of (a) direct discussion between students and TP-PKK for posyandu activities; (b) community education about stunting in the form of counseling, distributing printed media in the form of posters and brochures directly to counseling participants; (c) socialization to Karangsari Elementary School students regarding clean and healthy living behavior (PHBS); and (d) health checks in CEKAS activities, and POSBINDU-PTM. The results showed that Karangwangi Village is in a zero stunting condition; government programs and innovative activities support this, so it is expected to prevent and increase public understanding of the dangers of stunting in the Karangwangi Village community.   Abstrak Stunting menjadi permasalahan yang memerlukan perhatian lebih karena dapat berdampak bagi kehidupan anak hingga dewasa, terutama risiko gangguan perkembangan fisik dan kognitif apabila tidak segera ditangani dengan baik. Pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat setempat melalui kolaborasi antara Tim Penggerak PKK Desa Karangwangi, BKKBN, Puskesmas Desa Karangwangi, dan Tim KKN Tematik Universitas Pendidikan Indonesia mengenai bahaya stunting dan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Pengabdian ini dilakukan berdasarkan program yang telah dilaksanakan pada 26 Juli - 26 Agustus 2023 di Desa Karangwangi melalui metode (a) diskusi secara langsung antara mahasiswa bersama pihak TP-PKK untuk kegiatan posyandu; (b) edukasi masyarakat mengenai stunting dalam bentuk penyuluhan, penyebaran media cetak berupa poster dan brosur secara langsung kepada peserta penyuluhan; (c) sosialisasi kepada siswa SD Karangsari mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS); dan (d) pengecekan kesehatan dalam kegiatan CEKAS, dan POSBINDU-PTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Karangwangi berada dalam kondisi zero stunting, hal tersebut didukung oleh program pemerintah dan inovasi kegiatan yang ada, sehingga diharapkan dapat mencegah serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya stunting di lingkungan masyarakat Desa Karangwangi. Kata Kunci: balita; ibu hamil; stunting; sosialisasi dan mentoring
Stunting prevention efforts through integrative socialization and counseling programs in Karangwangi Village Cianjur Regency Shafira Rahmayanti Setiavi; Tania Julyandini
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62097

Abstract

In 2016, stunting caused 2.2 million child deaths worldwide. Indonesia ranks 115 out of 151 countries with the highest stunting prevalence globally in 2022. In the West Java region, especially in Cianjur Regency, the stunting rate has decreased from 33.7 percent in 2021 to 13.6 percent in 2022. In Karangwangi Village, Ciranjang District, in 2023, 6 children were found who were indicated to be stunted. Various factors, both direct and indirect factors cause stunting cases. One of the main factors that prevent stunting is the role of a mother. So this service program is realized in the form of stunting socialization which aims to increase awareness of mothers in Karangwangi Village about stunting and clean and healthy living behavior for children as an effort to help realize the creation of individuals with a clean and healthy environment. Both of these programs have been held at Posyandu, PAUD, and also elementary schools located in Karangwangi Village.   Abstrak Pada tahun 2016 kasus stunting menyebabkan 2,2 juta kematian anak diseluruh dunia. Indonesia sendiri menempati peringkat 115 dari 151 negara dengan angka prevalensi stunting tertinggi secara global di tahun 2022. Di wilayah Jawa Barat khususnya di Kabupaten Cianjur, angka stunting mengalami penurunan dari 33,7 persen pada tahun 2021 menjadi 13,6 persen pada tahun 2022. Di Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, pada tahun 2023 ditemukan 6 anak yang terindikasi stunting. Kasus stunting disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor langsung maupun faktor tidak langsung. Salah satu faktor utama untuk mencegah terjadinya stunting yakni peran seorang ibu. Maka dari itu, program pengabdian ini diwujudkan dalam bentuk sosilisasi stunting yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para ibu di Desa Karangwangi mengenai stunting dan perilaku hidup bersih dan sehat bagi anak-anak sebagai upaya membantu mewujudkan terciptanya individu dengan lingkungan yang bersih dan sehat. Kedua program ini telah dilangsungkan di Posyandu, PAUD, dan juga sekolah dasar yang berlokasi di Desa Karangwangi.   Kata Kunci: pola hidup bersih dan sehat, gizi, penyuluhan stunting 
Increasing health literacy efforts to provide education to prevent stunting in Neglasari Village Rosa Salma Febriliani; Saniyah Supwatunnida; Rasim Rasim
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62341

Abstract

Neglasari Village is one of the villages in Salawu District, Tasikmalaya Regency, West Java. Neglasari Village is one of those who are still experiencing stunting cases. A community service program in the form of Kuliah Kerja Nyata (KKN) contained in this article aims to find out stunting data, as well as stunting prevention, by going through several health literacy as outlined in the work program that has been carried out. Creating a work program related to health literacy will educate the public about the importance of knowing about stunting, and the program will raise public awareness about stunting. This community service was conducted through observations and interviews with several parties in Neglasari Village. The results found that 34 children were stunted, and the number had decreased to 20 people who had passed stunting. Therefore, the data obtained decreased by 58 percent for those who passed stunting, and the remaining 41.2 percent were still stunted. This is because educational activities are related to preventing stunting in the community and routine activities from posyandu in Neglasari Village.   Abstrak Desa Neglasari merupakan salah satu desa yang berlokasi di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Desa Neglasari menjadi salah satu yang masih mengalami kasus stunting. Program pengabdian dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dimuat dalam tulisan ini bertujuan untuk mengetahui data stunting, serta pencegahan stunting dengan melalui beberapa literasi kesehatan yang dituangkan dalam program kerja yang telah dilakukan. Dibuatnya program kerja yang berkaitan dengan literasi kesehatan untuk mengedukasi kepada masyarakat mengingat bahwa pentingnya memiliki pengetahuan mengenai stunting, serta dengan program tersebut akan memberikan kesadaran pada masyarakata mengenai stunting. Pengabdian ini dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada beberapa pihak Desa Neglasari. Hasil yang ditemukan bahwa terdapat 34 orang anak yang mengalami stunting dan telah menurunnya angka tersebut menjadi 20 orang yang telah lolos stunting. Maka dari itu, data yang didapat mengalami penurunan sebanyak 58 persen bagi yang lolos stunting dan tersisa 41.2 persen masih stunting. Hal tersebut karena adanya kegiatan edukasi terkait cegah stunting kepada Masyarakat dan adanya kegiatan rutin dari posyandu di Desa Neglasari.   Kata Kunci: edukasi; program literasi; pencegahan stunting 

Page 5 of 13 | Total Record : 122