cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
dedicated@upi.edu
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
ISSN : 29884179     EISSN : 29884187     DOI : https://doi.org/10.17509/dedicated.
Core Subject :
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) is an open-access and peer-reviewed journal published by Faculty of Educational Sciences, Universitas Pendidikan Indonesia, in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN). This journal aims to disseminate the conceptual thoughts, ideas, research results, or best practices achieved in community services in education. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) publishes the results of community service carried out by researchers, teachers, lecturers, and education practitioners, including training, mentoring, coaching, strengthening, empowerment, counseling, and other services for community empowerment.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Empowering teachers to create learning animation videos with an assessment as learning approach Rukli Rukli; Nurhikmah H; Nurindah Nurindah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.63358

Abstract

    The technological age dragged other fields to use technology, including video games. As a result, video games are increasingly popular with school children, especially elementary school children. Even though teachers are the front line to divert children's attention from playing games to learning animations, the teacher working group of Rayon 18 South Sulawesi has limitations in making interesting videos even though they have carried out several activities. Therefore, empowering teachers is a solution to apply research results by participating in training to make learning animation videos using the assessment as a learning approach. The activity was attended by 35 elementary school teachers from the rayon for one day with three sessions. The direction of the line of training participants' understanding ability increases where the post-test score is higher than the pre-test. The correlation between questions shows a consistent increase. Likewise, this increases teacher skills in installing applications, applying video applications to create videos, and increasing teacher skills in creating animated learning videos. Teachers feel satisfied receiving the benefits of taking part in training in making learning animation videos. Therefore, teachers can increase creativity by creating learning animation videos so students are more interested and focused on learning.   Abstrak Era teknologi menyeret bidang lain untuk menggunakan teknologi termasuk video game. Alhasil, video game semakin digemari oleh anak-anak sekolah, khususnya anak sekolah dasar. Meskipun guru merupakan garda terdepan untuk mengalihkan perhatian anak dari bermain game ke bermain animasi pembelajaran, namun Kelompok Kerja Guru Rayon 18 Sulawesi Selatan memiliki keterbatasan dalam membuat video yang menarik meskipun telah melakukan beberapa kegiatan. Oleh karena itu, pemberdayaan guru menjadi solusi untuk menerapkan hasil penelitian dengan mengikuti pelatihan pembuatan video animasi pembelajaran dengan pendekatan asesmen sebagai pembelajaran. Kegiatan diikuti oleh 35 orang guru SD rayon selama satu hari dengan tiga sesi. Arah garis kemampuan pemahaman peserta diklat meningkat dimana skor post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test. Korelasi antar pertanyaan menunjukkan peningkatan  konsisten. Begitu pula dengan peningkatan keterampilan guru dalam menginstal aplikasi, peningkatan keterampilan guru dalam menerapkan aplikasi video untuk membuat video, dan peningkatan keterampilan guru dalam membuat video animasi pembelajaran. Guru merasa puas menerima manfaat mengikuti pelatihan pembuatan video animasi pembelajaran. Oleh karena itu, guru dapat meningkatkan kreativitas untuk membuat video animasi pembelajaran agar siswa tertarik belajar dan lebih fokus dalam belajar. Kata Kunci: Animasi pembelajaran; pemberdayaan guru; penilaian sebagai pembelajaran 
Empowering citizens in conservation of family medicinal plants through processing rosella flowers into tea Surya Agung Wibowo Mugiyo; Agustina Puspa Mentari; Assaniyah Alfani Al Mubarokah; Afra Nabila Azzahra; Annisa Itsna Nur'aini; Desky Arma Sagita; Fitri Jumiyati; Melita Khusnul Amalia; Mumayizah Mumayizah; Teguh Marwantoro; Tita Roliatun Hasanah; Yulia Permata Sari; Zarra Faizah Zain; Moh Salimi
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.63292

Abstract

    The quality of health in Indonesia is included in the low category compared to other countries. Based on the results of the GHSI (Global Health Security Index) report, the average global health score is 38.9 points out of a score of 100 points. Meanwhile, Indonesia's global health security index ranks 13th compared to other G20 countries. One of the factors causing a country's low quality of health is caused by the level of a country's economy. This program aims to empower people in the fields of health, economy, and human resources by conserving family medicinal plants from roselle flowers that are processed into tea. The method used in this program is participatory, where environmental scanning is integral to empowering communities through building self-reliance with the power of resources and products. Program results are achieved from the fulfillment of success indicators prepared based on the objectives of the implementation of the program. There are nine main points in the indicators of success that can be achieved. In conclusion, the community empowerment program in Jatimalang Village, Klirong District, Kebumen Regency, has been built from the fulfillment of village-based SDGs and the awareness of the superiority of natural potential owned.   Abstrak Kualitas kesehatan di Indonesia termasuk dalam kategori rendah dibandingkan negara lain. Berdasarkan hasil laporan GHSI (Global Health Security Index)skor rata-rata kesehatan global adalah 38,9 poin dari skor 100 poin. Sedangkan indeks ketahanan kesehatan global Indonesia menempati peringkat ke-13 dibandingkan dengan negara G20 lainnya. Salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas kesehatan suatu negara disebabkan oleh tingkat ekonomi suatu negara. Tujuan dari program ini adalah memberdayakan warga di bidang kesehatan, ekonomi, dan sumber daya manusia melalui konservasi tanaman obat keluarga dari bunga rosella yang diolah menjadi teh. Metode yang digunakan dalam program ini adalah partisipatif dimana environmental scanning yang merupakan bagian integral dari proses memberdayakan warga melalui membangun kemandirian dengan kekuatan sumber daya dan produk. Hasil program dicapai dari pemenuhan indikator keberhasilan yang disusun berdasarkan tujuan dari dilaksanakannya program tersebut. Terdapat sembilan poin utama dalam indikator keberhasilan yang dapat dicapai. Kesimpulan, program pemberdayaan warga di Desa Jatimalang, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen telah dibangun dari pemenuhan SDGs berbasis desa serta dari kesadaran keunggulan potensi alam yang dimiliki. Kata Kunci: Bunga rosella; kesehatan; pemberdayaan warga; tanaman obat keluarga. 
Leadership style analysis of the Head of Sukahurip Village, Pangandaran District Dananir Hasna Azzahra; Nadia Aulia Rizkiani; Katiah Katiah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.62002

Abstract

To build village development, parties who can synergise for the programs that will be held in a village, such as the village head, village officials, and the village community are needed. Sukahurip Village is a village located in Pangandaran Regency, which is currently carrying out sustainable development. In the process, the development was assisted by the village head, who was the leader in its management. The village head often involves the community in decision-making. The role of the leader here is important in fulfilling all of these services, starting from the planning and implementation processes. The leader must apply the right leadership style to encourage or move the community to achieve the vision and mission of the village as an advanced village. Therefore, descriptive research is needed regarding the leadership style applied by the Sukahurip Village Head, the results of which can be used for the next Village Head to optimize the potential of his village to carry out sustainable development. This study uses qualitative methods with data collection techniques using interviews and observations. The research data collection method was carried out through interviews, holding a meeting of two people to exchange information and ideas through question and answer so that meaning can be constructed in a particular topic, and observation, which is data collection by observing the subject or phenomenon under study without direct intervention.    Abstrak Dalam membangun perkembangan desa, diperlukaan pihak-pihak yang mampu bersinergi untuk program-program yang akan diselelnggarakan di sebuah desa, seperti halnya Kepala Desa, perangkat desa, juga masyarakatnya sendiri. Desa Sukahurip merupakan Desa yang terletak di Kabupaten Pangandaran, yang saat ini sedang melakukan pembangunan berkelanjutan. Dalam prosesnya, pembangunan tersebut dibantu oleh Kepala Desa sebagai pemimpin dalam penglelolaannya. Kepala Desa seringkali mengikutsertakan masyarakat untuk ikut andil dalam pembuatan keputusan. Peran pemimpin di sini penting dalam memenuhi semua layanan tersebut mulai dari proses perencanaan maupun pelaksanaaan. Pemimpin harus menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat agar dapat mendorong atau menggerakkan masyarakatnya sehingga dapat mencapai visi misi desa tersebut sebagai desa yang maju. Oleh karena itu, diperlukan penelitian secara deskriptif mengenai gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala Desa Sukahurip, yang nantinya hasil penelitian ini bisa dimanfaatkan untuk Kepala Desa berikutnya dalam mengoptimalkan potensi desanya untuk menjalankan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggujnakan metode kualitatif dengan teknik pengambilan datanya adalah dengan cara wawancara dan observasi. Metode pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan mengadakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu, dan observasi, yang merupakan pengumpulan data dengan cara mengamati subjek atau fenomena yang diteliti tanpa campur tangan langsung.  Kata Kunci: Daerah Pangandaran; demokratis; kepala desa; kepemimpinan  
Learning together program for reading and writing interest in Arahan Kidul Village Eka Rahmawati; Syamsul Hadi Senen
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.62432

Abstract

Reading and writing literacy is the main ability that students must master, because reading and writing can greatly impact the quality of human life. Arahan sub-district, Arahan Kidul village is one of the places where the Indonesian Education University's Thematic Real Work Lecture (KKN-T) program is held for one month. It is known that there is still little attention paid to interest in reading and writing in the Arahan Village, therefore, in KKN-T activities, there is a joint learning work program which is expected to help students to be more active in learning to read and write. In this article, we will discuss the initial stages of activities and the implementation stages of the joint learning program. This article uses a descriptive method with a qualitative approach by collecting data obtained from observations and short interviews with students. The results found from this research were that students' lack of interest in reading and writing was due to a lack of supporting facilities and infrastructure. Meanwhile, students' motivation to learn to read and write is classified as very high. The impact resulting from this KKN-T activity is that human resources are facilitated to help guide students in learning to read and write so that students' enthusiasm is awakened to be more active in learning to read and write independently. Future recommendations hope the village and school can provide innovation and special learning media for elementary school students in Arahan Kidul.   Abstrak Literasi baca-tulis merupakan kemampuan utama yang wajib dikuasi oleh siswa, karena baca-tulis dapat memberikan dampak yang besar bagi kualitas kehidupan manusia. Kecamatan Arahan desa Arahan Kidul merupakan salah satu tempat dilaksanakannya program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Pendidikan Indonesia yang berlangsung selama 1 bulan. Diketahui bahwasannya minat baca-tulis di desa arahan masih kurang diperhatikan oleh karena itu, dalam kegiatan KKN-T terdapat program kerja belajar bersama yang diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih giat belajar baca-tulis. Dalam artikel ini akan membahas terkait tahap awal kegiatan dan tahap pelaksanaan dari program belajar bersama. Artikel ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data yang diperoleh dari hasil observasi serta wawancara singkat dengan siswa. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah kurangnya minat baca-tulis siswa dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana serta fasilitas yang mendukung. Sedangkan, motivasi belajar baca-tulis siswa tergolong sangat tinggi. Dampak yang dihasilkan dari kegiatan KKN-T ini adalah terfasilitasinya SDM yang membantu dalam membimbing siswa belajar membaca dan menulis sehingga terbangunya semangat siswa untuk lebih giat belajar membaca dan menulis secara mandiri. Rekomendasi kedepannya semoga pihak desa maupun sekolah mampu memberikan inovasi serta media belajar khusus bagi siswa-siswi sekolah dasar di Arahan Kidul. Kata Kunci: Baca-tulis; belajar bersama; literasi; pendidikan 
Digitalisation assistance of semprong and simping Small and Medium Enterprises (SME) in Desa Taringgul Tonggoh Wanayasa Adinda Nur Hanifa; Aletha Irshaina Rasheefah; Isnaeni Fajar Fatkhurahmah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.62018

Abstract

 Digitalisation is one of the steps in managing Small and Medium enterprises (SMEs) that now needs to be taken as technology develops. Business digitalisation by SMEs in Indonesia is still not implemented and paid enough attention, including by Taringgul Tonggoh Village, Wanayasa District, Purwakarta Regency. This results in several problems for SMEs founders, such as obstruction of product promotion and marketing activities, which can affect the development of SMEs themselves. So, digitalisation assistance is needed for SMEs so they can maximize digitalisation. This service was carried out in Taringgul Tonggoh Village to provide SMEs players with an understanding of the use of digital media in running SMEs. The methods used in this program are socialization, mentoring, and surveys. The results obtained from this program are an increased understanding of online product marketing and social media management for SMEs. This program also updates logos and labels and registers production house locations on Google Maps. Business digitalization can provide great opportunities for SMEs to increase buyer interest.   Abstrak Digitalisasi menjadi salah satu langkah dalam pengelolaan UMKM yang kini perlu dilakukan seiring berkembangnya teknologi. Digitalisasi usaha oleh UMKM di Indonesia masih kurang diterapkan dan diperhatikan, termasuk oleh Desa Taringgul Tonggoh, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Hal tersebut mengakibatkan beberapa permasalahan bagi para pendiri UMKM seperti seperti terhambatnya kegiatan promosi dan pemasaran produk yang dapat berpengaruh pada perkembangan UMKM itu sendiri. Sehingga dibutuhkan suatu pendampingan digitalisasi bagi para UMKM agar dapat memaksimalkan digitalisasi. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Taringgul Tonggoh, guna memberiksn pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai penggunaan media digital dalam menjalankan UMKM. Metode yang digunakan dalam program ini adalah sosialisasi dan pendampingan serta survei. Hasil yang diperoleh dari program ini ialah bertambahnya pemahaman mengenai pemasaran produk secara daring serta pengelolaan media sosial untuk UMKM. Selain itu, pada program ini dilakukan pula pembaruan logo dan label serta pendaftaran lokasi rumah produksi di Google Maps. Digitalisasi bisnis dapat memberikan peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan minat pembelinya.   Kata Kunci: Digitalisasi usaha; kuliah kerja nyata; UMKM 
Digital media management training for more advanced village development in Desa Taringgul Tonggoh, Kec. Wanayasa Adi Wijaya; Muhamad Rizky; Regina Ghaida; Bambang Erawan
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.61894

Abstract

    The Wanayasa area is one of the areas in Purwakarta that has abundant natural resources, creative and innovative human resources, and also has the potential for developing villages, one of which is Taringgul Tonggoh Village which has won 3rd place in the Java Province Village and Subdistrict Competition, west in 2023. The Village Government is trying to develop lagging aspects by developing digital media management to maintain what has been achieved. Therefore, the service program in the form of Real Work Lectures (KKN) created in this paper aims to educate the Village Government by conducting Digital Media Management Training for Village Development. This training aims to provide training so that Village Officials are proficient in operating Digital Media in Taringgul Tonggoh Village, including Instagram, Facebook, and the My Village Website. In digital media, village profiles are updated, village news adds village tourism, and completed village products (food and crafts) are in marketing features. After this program is implemented, village officials can create posters for design activities, social media posts in an organized manner, and appropriate captions for the posts. Village Officials gain insight into the village website and can manage it.   Abstrak Daerah Wanayasa merupakan salah satu daerah di Purwakarta yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah, sumber daya manusia yang kreatif dan inovasi, dan juga mempunyai potensi desa yang berkembang, salah satunya yaitu Desa Taringgul Tonggoh yang telah meraih Juara 3 Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa barat tahun 2023. Untuk mempertahankan dengan apa yang sudah diraih Pemerintah Desa mengupayakan untuk mengembangkan aspek yang ketertinggalan yaitu dengan mengembangkan pengelolaan media digital. Oleh sebab itu program pengabdian dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dibuat dalam tulisan ini bertujuan untuk mengedukasi Pemerintah Desa dengan melakukan Pelatihan Pengelolaan Media Digital untuk Pengembangan Desa. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan agar Perangkat Desa mahir untuk mengoprasikan Media Digital yang terdapat pada Desa Taringgul Tonggoh diantaranya Instagram, Facebook, dan Website Desaku. Dan di Media Digital itu memperbarui profil desa, pengunggahan berita desa, penambahan wisata desa, dan melengapi produk desa (baik makanan ataupun kerajinan) di fitur pemasaran. Setelah program ini dilaksanakan, Perangkat Desa dapat membuat desai poster kegiatan, membuat postingan media sosisal secara tertata, serta caption yang sesuai dengan postingan, dan Perangkat Desa mendapatkan wawasan terkait website desa dan dapat mengelola website tersebut. Kata Kunci: Pengembagan media digital; platform desa; platform digital 
Movements of Posyandu with stunting awareness theme Melia Febrianty Putri; Nida Nabila Robani
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.62044

Abstract

The health examination program is important for the community, especially for children at risk of stunting. Posyandu cadres are the main movers in all activities carried out by the Posyandu. It cannot be denied that the Posyandu cadre movement benefits its existence. In various regions in Indonesia, there is stunting, one of which is in Taringgul Tonggoh village located in Wanayasa sub-district, Purwakarta district. This may indicate the need for awareness regarding stunting from various parties. This service aims to discover out's role of Posyandu after the COVID-19 pandemic in preventing stunting rates in Wanayasa District, Purwakarta. Service activities by helping at different Posyandu on the 7th, 8th, 9th, and 10th follow different Posyandu schedules. The service results show four Posyandu, namely Posyandu Andita 1 and 2, Cihaur Mekar, and Peuntas Mekar, the stunting problem in Taringgul Tonggoh Village was recorded at 14 toddlers. Routine health checks, counseling, and providing additional food (PMT) are solutions to prevent increased stunting.   Abstrak Program pemeriksaan kesehatan merupakan langkah penting bagi masyarakat, terkhusus anak yang berisiko stunting. Kader Posyandu merupakan penggerak utama pada seluruh kegiatan yang dilaksanakan Posyandu. Hal tersebut tak dapat dipungkiri bahwa adanya gerakan kader Posyandu sangat bermanfaat keberadaannya. Di berbagai daerah di Indonesia terdapat stunting, salah satunya yaitu di desa Taringgul Tonggoh yang terletak di kecamatan Wanayasa, kabupaten Purwakarta. Hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa perlunya kesadaran mengenai stunting yang dilakukan dari berbagai pihak. Pengabdian ini ditujukan untuk mengetahui peran Posyandu setelah pandemic COVID-19 dalam mencegah angka stunting di Kecamatan Wanayasa, Puwakarta. Kegiatan pengabdian yang dilakukan dengan cara membantu pada Posyandu yang berbeda-beda pada tanggal 7, 8, 9, dan 10 mengikuti jadwal Posyandu yang berbeda-beda. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat empat Posyandu yaitu Posyandu Andita 1 dan 2, Cihaur Mekar, dan Peuntas Mekar, permasalahan stunting di Desa Taringgul Tonggoh tercatat sebanyak 14 balita. Adanya pemeriksaan kesehatan secara rutin, penyuluhan, dan pemberian makanan tambahan (PMT) merupakan solusi untuk mencegah peningkatan stunting.  Kata Kunci: Gizi; kader Posyandu; stunting
Inculcation of basic concepts of integrated water resources management based on video animation Dani Achmad Fiqri Setiawan
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.61604

Abstract

The younger generation can be competent in contributing to maintaining the continuity and quality of water resources; therefore, it is prioritized that they have an understanding of the basic concepts of integrated water resources management. This service activity collaborates with the Al-Mabrur Mosque madrasah and the Baleendah Permai Complex community to carry out integrated water resources management (PSDAT) outreach activities. This activity aims to instill basic concepts of PSDAT knowledge in madrasah children so that they will be ready to contribute to implementing PSDAT in their surrounding environment. This PSDAT integrated water resources management outreach activity uses the outreach method. The outreach media used is audio-visual media in the form of animated videos. The participants in this PSDAT educational activity were Al-Mabrur Mosque madrasah children who were still in elementary school. Counseling participants began to understand the knowledge and examples of activities regarding integrated water resources management. Participants were very enthusiastic about implementing the knowledge they had gained in the Baleendah Complex environment.   Abstrak Generasi muda dapat berkompeten dalam berkontribusi menjaga kelangsungan dan kualitas sumber daya air, oleh karena itu diutamakan mereka harus memiliki pemahaman tentang konsep dasar dari pengelolaan sumber daya air terpadu. Kegiatan pengabdian ini bekerja sama dengan madrasah Masjid Al-Mabrur dan masyarakat Komplek Baleendah Permai untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang pengelolaan sumber daya air terpadu (PSDAT). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan konsep dasar pengetahuan PSDAT pada anak-anak madrasah, sehingga mereka nantinya akan siap untuk berkontribusi dalam penyelenggaraan PSDAT di lingkungan sekitarnya. Kegiatan penyuluhan pengelolaan sumber daya air terpadu PSDAT ini menggunakan metode penyuluhan. Media penyuluhan yang digunakan adalah media audio-visual berupa video animasi. Adapun yang menjadi peserta kegiatan edukasi PSDAT ini adalah anak-anak madrasah Masjid Al-Mabrur yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Peserta penyuluhan mulai memahami dan mengerti pengetahuan beserta contoh kegiatan seputar pengelolaan sumber daya air terpadu, peserta sangat antusias untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapatkannya di lingkungan Komplek Baleendah.  Kata Kunci: Kuliah kerja nyata; KKN; sumber daya air; video animasi 
Ciherang Stunting Corner: A step to reduce the prevalence of stunting Rio Mahesa Putra; Fitriani Halimatus Sadiyyah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.62468

Abstract

Stunting is a serious global public health challenge and a major concern in Indonesia. Stunting refers to impaired child growth, primarily caused by nutritional deficiencies during early development. Data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia indicates that the prevalence of stunting in children in 2023 reached 21,6 percent, highlighting malnutrition in children as an urgent issue. Various approaches have been undertaken to address this problem, including the Ciherang Stunting Corner, which is the focus in the Ciherang Village, West Java. The method used in this study is quantitative, with a survey approach and data collection. This program emphasizes a community-based and holistic approach to stunting prevention. By involving the community in planning and implementing nutritional interventions, the program can provide solutions tailored to local needs while addressing sanitation and environmental aspects. Initial results show increased community awareness of nutrition and participation in child growth monitoring. Furthermore, the Community Service Learning (KKN) approach has helped to raise awareness about nutrition issues and gather crucial data to support stunting prevention efforts. Integrating the Ciherang Stunting Corner model with a significant reduction in stunting rates is a strategic step in addressing this issue in Indonesia, offering hope for a brighter future for the nation's next generation.   Abstrak Masalah stunting merupakan tantangan serius dalam bidang kesehatan global dan juga menjadi perhatian utama di Indonesia. Stunting  merujuk pada kondisi pertumbuhan anak yang terhambat akibat kekurangan gizi pada masa perkembangan awal mereka. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada anak di tahun 2023 sebesar dua puluh satu koma enam persen, mengindikasikan bahwa masalah gizi buruk pada anak-anak masih menjadi masalah yang mendesak. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa pendekatan telah diambil, salah satunya adalah Ciherang Stunting Corner, yang menjadi fokus di Desa Ciherang, Jawa Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei dan pengumpulan data. Program ini menonjolkan pendekatan berbasis komunitas dan holistik dalam upaya pencegahan stunting. Dengan melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan intervensi gizi, program ini mampu memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan juga memperhatikan aspek-aspek sanitasi dan lingkungan. Hasil awal menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang gizi dan partisipasi dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Selain itu, pendekatan KKN telah membantu mensosialisasikan isu gizi dan mengumpulkan data penting untuk mendukung upaya pencegahan stunting. Pengintegrasian model Ciherang Stunting Corner dengan penurunan angka stunting yang signifikan merupakan langkah strategis dalam mengatasi masalah ini di Indonesia, memberikan harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa ini. Kata Kunci: KKN; Pojok Stunting; Stunting 
Digital database training to support school management Herfina Herfina; Sri Setyaningsih; Triningsih Triningsih
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.65929

Abstract

One of the challenges and important aspects in supporting the implementation of school management is the availability of a comprehensive and integrated digital database. However, there are still obstacles in development and development directions that still need to be managed optimally. Therefore, it is necessary to manage a digital database that can be accessed by students, teachers and school principals online. The aim is to conduct an initial study of digital database management to support school management. This Community Service was carried out by school principals, teachers and school operators in Limo District, Depok City to improve data-based planning initiated by the Ministry of Education and Culture. Data-based planning training is carried out in two stages, namely coaching & discussion, action in the form of training and evaluation. The process is carried out in 5 steps, namely (1) a session starting from the self, (2) a concept exploration session, (3) a comprehension elaboration session, (4) contextual demonstration sessions, and (5) an action plan preparation session. The results of the service show that Data-Based Planning Activities have had a good impact on School Principals, Teachers, and School Operators, and no obstacles were found in their implementation.   Abstrak Salah satu tantangan dan aspek penting dalam mendukung pelaksanaan manajemen sekolah adalah tersedianya pangkalan data digital yang komprehensif dan terintegrasi. Namun masih terdapat kendala dalam pembangunan dan arah pengembangan yang belum terkelola secara optimal. Oleh karena itu perlu tata Kelola pangkalan data digital yang dapat di akses oleh siswa, guru, dan kepala sekolah secara online. Tujuannya ialah sebagai studi awal tata kelola pangkalan data digital untuk menunjang manajemen sekolah. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan pada Kepala Sekolah, guru, dan operator sekolah se Kecamatan Limo Kota Depok dalam upaya peningkatan perencanaan berbasis data yang dicetuskan oleh Kemendikbudristek. Pelatihan Perencanaan Berbasis data dilakukan melalui dua tahap, yaitu coaching & diskusi, tindakan berupa pelatihan serta evaluasi. Prosesnya dilakukan melalui 5 langkah, yaitu (1) sesi mulai dari diri; (2) sesi eksplorasi konsep; (3) sesi elaborasi pemahaman; (4) sesi demonstrasi kontekstual; dan (5) sesi penyusunan rencana aksi. Hasil pengabdian menunjukkan Kegiatan Perencanaan Berbasis Data memberikan dampak yang baik bagi Kepala Sekolah, Guru dan Operator Sekolah serta tidak ditemukan kendala dalam pelaksanaannya Kata Kunci: Pangkalan data digital; pelatihan; perencanaan berbasis data 

Page 3 of 13 | Total Record : 122