cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
dedicated@upi.edu
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
ISSN : 29884179     EISSN : 29884187     DOI : https://doi.org/10.17509/dedicated.
Core Subject :
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) is an open-access and peer-reviewed journal published by Faculty of Educational Sciences, Universitas Pendidikan Indonesia, in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN). This journal aims to disseminate the conceptual thoughts, ideas, research results, or best practices achieved in community services in education. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) publishes the results of community service carried out by researchers, teachers, lecturers, and education practitioners, including training, mentoring, coaching, strengthening, empowerment, counseling, and other services for community empowerment.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Community empowerment in making ecobricks to overcome the problem of plastic waste Rofiqotul Ngafiyah; Annisa Fajar Rahmawati; Dita Noviyanti; Teni Okty Handayani; Agus Fatkhurrohman; Nurul Ariffudin; Isna Putri Utami; Miftah Parasasmi; Fera Indriansyah; Raeza Pradeka Rahmawati; Moh Salimi
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62786

Abstract

Ecobricks is an innovation that produces a product made from plastic bottles filled with compacted plastic waste, which has not yet been attempted to be created on a large scale. The target of this activity is all PKK women in Adikarso Village. The implementation method carried out by socialization or counseling begins with a survey of the plastic waste problem. There is a need to utilize plastic waste in a product with use value. This training aims to increase residents' understanding of the use of plastic waste in ecobrick products. This activity began with outreach, collecting plastic waste, and preparing tools and materials, followed by training activities with direct practice in making ecobricks. Data collection techniques were carried out using observation and questionnaires. The results of this training include ecobrick products and increasing residents' understanding of the use of plastic waste. First, plastic waste is used to make ecobrick products, namely garden chairs. Second, residents' understanding is related to knowledge about plastic waste and ecobrick products. Based on these results, community empowerment impacts residents' knowledge regarding the use of plastic waste in ecobrick products that have use value and can generate income for the residents of Adikarso Village.   Abstrak Ecobrick merupakan suatu inovasi untuk menghasilkan suatu produk yang terbuat dari botol plastik yang diisi sampah plastik yang dipadatkan yang secara luas belum diupayakan untuk diproduksi secara besar-besaran. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh ibu-ibu PKK Desa Adikarso dengan metode pelaksanaan dilakukan dengan sosialisasi atau penyuluhan yang diawali dengan survei permasalahan sampah plastik. Perlu adanya pemanfaatan sampah plastik menjadi sebuah produk yang memiliki nilai guna. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman warga mengenai pemanfaatan sampah plastik menjadi produk ecobrick. Kegiatan ini dimulai dengan melakukan sosialisasi, pengumpulan sampah plastik, persiapan alat dan bahan, dilanjutkan kegiatan pelatihan dengan praktek langsung pembuatan ecobrick. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan angket. Hasil dari pelatihan ini meliputi produk ecobrick dan peningkatan pemahaman warga mengenai pemanfaatan sampah plastik. Pertama, sampah plastik dimanfaatkan menjadi produk ecobrick yaitu kursi taman. Kedua pemahaman warga terkait pengetahuan tentang sampah plastik dan pengetahuan tentang produk ecobrick. Berdasarkan hasil tersebut, maka pemberdayaan masyarakat berdampak pada pemahaman warga terkait pemanfaatan sampah plastik menjadi produk ecobrick yang memiliki nilai guna dan dapat menghasilkan sumber pendapatan bagi warga Desa Adikarso. Kata Kunci: ecobricks; pelatihan; pemberdayaan masyarakat; sampah plastik 
Training on innovative topping development and digital marketing for Yammie Ayam vendors Novi Trilisiana; Endang Mulyatiningsih; Prihastuti Ekawatiningsih; Sunarni Sunarni
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i2.74794

Abstract

This community service program was conducted in Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, focusing on enhancing the creativity and digital marketing skills of local mie ayam (chicken noodle) vendors. This program aimed to assist mie ayam vendors in creating innovative topping variations and expanding their market reach through digital marketing. This initiative was prompted by the limited menu variety and the vendors' lack of knowledge about online marketing, which resulted in low competitiveness and negative consumer reviews. The methods used included training in mie ayam topping development, such as teriyaki chicken, crispy fried chicken, and mushrooms, and digital marketing strategies through social media. The findings from this activity showed increased product creativity, with new topping variations favored by consumers, and an improvement in participants' ability to utilize social media for promotion. The evaluation results indicated that participants felt more confident in growing their businesses, with increased social media engagement and a rise in customers. This community service is expected to provide practical contributions to supporting the development of local culinary businesses in the digital era.   Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, dengan fokus meningkatkan kreativitas dan keterampilan pemasaran digital para pedagang mi ayam lokal. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu pedagang mi ayam menciptakan varian topping yang inovatif serta memperluas jangkauan pasar melalui pemasaran digital. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya variasi menu dan minimnya pengetahuan pedagang tentang pemasaran online, yang berdampak pada rendahnya daya saing dan ulasan negatif dari konsumen. Metode yang digunakan meliputi pelatihan pengembangan topping mi ayam, seperti ayam teriyaki, ayam geprek, dan jamur, serta pelatihan strategi pemasaran digital melalui media sosial. Temuan dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan kreativitas produk, dengan varian topping baru yang diminati konsumen, serta peningkatan kemampuan peserta dalam memanfaatkan media sosial untuk promosi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta merasa lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha mereka, dengan peningkatan interaksi di media sosial dan peningkatan jumlah pelanggan. Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dalam mendukung pengembangan usaha kuliner lokal di era digital. Kata Kunci: bisnis kecil; kreativitas kuliner; mie ayam; pemasaran digital
Learning group activities as a contribution to community service Khansa Salsabila Rohadatul Aisy
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i2.62452

Abstract

One of the problems in Arahan Kidul Village, Arahan Sub-district, Indramayu Regency, West Java Province is the lack of awareness of the surrounding potential that they can utilize as an additional source that is beneficial for community education in the village. The objectives of this joint learning program and contribution in teaching staff are 1) Educate students about the importance of science; 2) Build quality, personality, creative and innovative human resources; 3) Encourage and motivate students to be enthusiastic about learning and achieving. The method of service held in the form of joint learning activities for elementary school students and teaching activities in elementary schools. The results of the joint learning program and contribution show that students are excited and enthusiastic in participating in joint learning activities held at the post. In addition, this joint learning program can also help students who have difficulty dealing with practical questions posed in school activities. In teaching activities in elementary schools, assisted by game media, it can increase students' interest in learning.   Abstrak Salah satu permasalahan yang ada di Desa Arahan Kidul, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat adalah kurangnya kesadaran terhadap potensi sekitar yang dapat mereka manfaatkan sebagai sumber tambahan yang bermanfaat bagi pendidikan masyarakat di desa tersebut. Tujuan dari program belajar bersama dan kontribusi dalam tenaga pengajar ini yaitu 1) Mendidik peserta didik tentang pentingnya ilmu pengetahuan; 2) Membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berkepribadian, kreatif dan inovatif; 3) Mendorong dan memotivasi peserta didik agar semangat belajar dan berprestasi. Metode pengabdian yang diadakan berupa kegiatan belajar bersama bagi peserta didik sekolah dasar dan kegiatan mengajar di sekolah dasar. Hasil dari program belajar bersama dan kontribusi menunjukkan peserta didik bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan belajar bersama yang diadakan di posko. Selain itu, program pembelajaran bersama ini juga dapat membantu peserta didik yang kesulitan menghadapi soal-soal praktis yang diajukan dalam kegiatan sekolah. Dalam kegiatan mengajar di sekolah dasar dibantu dengan media permainan mampu meningkatkan minat peserta didik dalam pembelajaran. Kata Kunci: aktivitas pembelajaran; kelompok belajar; pengabdian kepada masyarakat
August 17th commemoration as an event promoting of healthy lifestyle in Margaasih Tsabitah Nurulhaq; Eka Maitsa Hadyani; Riyan Ananda Nurfadilah; Awalia Latifa Mayda Ikrimah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i2.62183

Abstract

Physical activity is an inseparable component of a healthy lifestyle. The promotion of increased physical activity can be done in various ways, one of which is by holding social activities that involve the entire community. Margaasih Village, which is located in Margaasih District, Bandung Regency, promotes this healthy lifestyle through two activities to increase physical activity, namely aerobic exercise competitions and healthy walking activities. These two activities were carried out to celebrate the anniversary of August 17. This community service aims to examine promotional activities to increase these activities through a literature review as a basis, using descriptive methods with observation as the focus of data collection. Based on the literature review and observations made, aerobic exercise competitions and healthy walking activities held by Margaasih Village to celebrate August 17 were effective as promotional media for increasing physical activity in Margaasih Village. Social activities as already implemented can be a medium for increasing public awareness of healthy lifestyles through increasing physical activity. Social activities like this would be better if they were held every month, not just during the anniversary of independence.   Abstrak Aktivitas fisik merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dari pola hidup sehat. Promosi peningkatan aktivitas fisik dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan seluruh masyarakat. Desa Margaasih yang terletak di Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung melakukan promosi pola hidup sehat ini melalui dua kegiatan peningkatan aktivitas fisik, yaitu lomba senam aerobik dan kegiatan jalan sehat. Dua kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka merayakan hari peringatan 17 Agustus. Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan promosi peningkatan aktivitas tersebut melalui kajian literatur sebagai landasan, menggunakan metode pengabdian deksriptif dengan observasi sebagai fokus pengumpulan data. Berdasarkan kajian literatur dan observasi yang dilakukan, lomba senam aerobik dan kegiatan jalan sehat yang diadakan Desa Margaasih dalam rangka merayakan 17 Agustus efektif sebagai media promosi peningkatan aktivitas fisik di Desa Margaasih. Kegiatan sosial sebagaimana yang sudah dilaksanakan dapat menjadi media peningkatan kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat melalui peningkatan aktivitas fisik. Kegiatan sosial-sosial seperti ini akan lebih baik bila diadakan setiap bulan tidak hanya ketika pelringatan kemerdekaan saja. Kata Kunci: hari kemerdekaan; pola hidup sehat; promosi kegiatan
Map of “SI PANDA” Gunungsari Village, Ciranjang District, Cianjur Regency Azriel Gifari Koswara; Muhammad Iqbal Noviandi; Nur Khalim Baihaqi
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i2.62460

Abstract

A village is the smallest unit in a government consisting of a legal community unit that has the authority to manage its household based on original rights and customs. Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Desa, Article 14 paragraph (1) states that the village head is tasked with organizing government, development, and community affairs. Based on this, in building a village, planning is needed from various references, one of which is a village map that can be used as a component of the village information system. Village maps can be useful for village officials to find out village boundaries, and identify and inventory village potential or assets. This can be the first step in planning the empowerment of village potential. The map made by UPI KKN students in Gunungsari Village is the "SI PANDA" map (Visualization Map of Profiles and Resources). The "SI PANDA" map was made because of the awareness of the lack of general information about the village. The method used in making this map is the cartometric method accompanied by interviews. The “SI PANDA” map was created to give the village a general overview that can be used to provide a general overview and first impression for the general public and lay people who are new to the village environment.   Abstrak Desa adalah satuan terkecil dalam sebuah pemerintahan yang terdiri dari kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengurus rumah tangganya sendiri berdasarkan hak asal-usul dan adat istiadat. Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Desa pasal 14 ayat (1) yang menyatakan bahwa kepala desa bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Berdasarkan hal tersebut dalam membangun desa diperlukan sebuah perencanaan dari berbagai acuan, salah satunya yaitu peta desa yang bisa dijadikan sebagai komponen sistem informasi desa. Peta desa dapat berguna bagi aparat desa untuk mengetahui batas wilayah desa, mengidentifikasi dan inventarisasi potensi atau aset desa. Hal ini dapat menjadi langkah awal perencanaan pemberdayaan potensi yang dimiliki desa. Peta yang dibuat oleh mahasiswa KKN UPI Desa Gunungsari ini yaitu peta ”SI PANDA” (Peta Visualisasi Profil dan Sumber Daya). Peta ”SI PANDA” dibuat karena adanya kesadaran akan kurangnya informasi umum tentang desa. Metode yang digunakan dalam pembuatan peta ini yaitu metode kartometrik yang disertai wawancara. Peta ”SI PANDA” dibuat dengan tujuan agar pihak desa memiliki suatu gambaran umum yang dapat dipergunakan untuk memberi gambaran umum dan kesan pertama bagi masyarakat umum maupun orang-orang awam yang baru mengenal lingkungan desa. Kata Kunci: kartometrik; peta desa; SIG
SI CIPUNG program: Hygiene education to prevent stunting at Gunungsari Elementary School, Cianjur Devita Aura Hermawan; Fidela Neysa Kaulika; Resa Aisyah Isna Asyaroh
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i2.62535

Abstract

Stunting is described as a toddler who has a height below the standard height. Stunting is characterized by recurring and prolonged nutritional problems. Some efforts that can be made related to stunting include handwashing and environmental cleanliness. Our main target in implementing the 'SI CIPUNG' (Handwashing and Environmental Care Education) program across all elementary schools in Gunungsari Village, Cianjur, to reduce and even minimize stunting rates is because children are still vulnerable to infections. The method used in this community service includes lectures, socialization, and practical application of the program, specifically educating on how to wash hands properly and correctly. The results of this community service indicate that many students still do not know how to wash their hands properly and correctly. Therefore, the 'SI CIPUNG' program or 'Handwashing and Environmental Care Education' as a promotive and preventive effort against stunting in elementary school students in Gunungsari Village can serve as a learning platform for students to understand and comprehend the importance of maintaining cleanliness in their daily lives and the significance of hygiene in improving health quality. Furthermore, another effort that can be made is to provide training to care for the surrounding environment. Values for maintaining health and cleanliness instilled from an early age are expected to serve as a foundation for a healthy lifestyle and for preventing stunting.   Abstrak Stunting digambarkan sebagai seorang balita yang memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar tinggi biasanya. Stunting merupakan salah satu karakteristik yang ditandai dengan masalah gizi yang berulang dan dalam waktu yang lama. Beberapa upaya yang dapat dilakukan yang berkaitan dengan stunting yaitu mencuci tangan dan kebersihan lingkungan. Target utama kami melakukan program kerja ‘SI CIPUNG’ (Edukasi Cuci Tangan dan Peduli Lingkungan) ke seluruh sekolah dasar yang ada di Desa Gunungsari, Cianjur, dalam mengurangi bahkan meminimalisir angka stunting adalah karena anak masih rentan terkena infeksi. Metode yang digunakan pada pengabdian ini yaitu mulai dari ceramah, sosialisasi sampai dengan praktik penerapan program kerja yaitu dengan mengedukasi bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik yang belum mengetahui bagaimana cara mencuci tangan dengan baik dan benar, maka Program kerja ‘SI CIPUNG’ atau ‘Edukasi Cuci Tangan dan Peduli Lingkungan sebagai upaya promotif dan preventif stunting pada peserta didik sekolah dasar di Desa Gunungsari dapat menjadi wadah pembelajaran agar peserta didik dapat tahu dan paham dalam menjalankan perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat serta pentingnya menjaga kebersihan dalam meningkatkan kualitas kesehatan. Lebih lanjut upaya yang dapat dilakukan lainnya adalah memberikan pembekalan untuk dapat peduli dengan lingkungan sekitar. Nilai-nilai untuk dapat menjaga kesehatan serta kebersihan yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal dalam upaya hidup sehat serta mencegah stunting. Kata Kunci: edukasi; kebersihan lingkungan; cuci tangan
Stunting prevention and management program in Benteng Urban Village, Warudoyong Sub-District, Sukabumi City Fina Pauzina Patmawati; Prisma Mariana Ibrahim; Ahmad Hamidi
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i2.62499

Abstract

One of the priorities of national development is to create quality and competitive Human Resources. One of the indicators related to the creation of quality human resources is the fulfillment of targets and targets in the health sector, where one of the indicators is the decline in the prevalence of stunting in Indonesia. The 2021 SSGI survey data states that the prevalence of stunting in West Java Province is categorized as high so the West Java zero New Stunting program is targeted in 2023. As a commitment to accelerate the reduction of stunting, the Government has issued Peraturan Presiden No. 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Through this Important Thematic Real Work Lecture program, which is a community service program, it can be a bridge for students to be able to apply their abilities by conducting field lectures and mingling directly with the community, as agents of change. The research in this activity is a qualitative method. Data sources are obtained from various in-depth interviews and focus group discussions with program implementation at the Village level and related stakeholders. There are six activities carried out in the 2023 UPI Thematic Si Penting KKN activities in Benteng Village with the target activities being integrated health posts, adolescent integrated health posts, residents at risk of stunting, and the community.   Abstrak Salah satu prioritas pembangunan nasional adalah mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Adapun salah satu indikator yang terkait dengan penciptaan SDM yang berkualitas adalah terpenuhinya sasaran dan target dibidang kesehatan, dimana salah satu indikatornya adalah menurunnya angka prevalensi stunting di Indonesia. Data survei SSGI tahun 2021 yang mengatakan bahwa prevalensi stunting di Provinsi Jawa Barat dikategorikan tinggi sehingga ditargetkan program Jabar Zero New Stunting pada 2023. Sebagai salah satu komitmen untuk mempercepat penurunan stunting, Pemerintah telah menerbitkan Perpes No. 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik Si Penting ini yang merupakan program pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi jembatan mahasiswa untuk bisa mengaplikasikan kemampuan dengan menjalankan kuliah lapangan dan berbaur langsung dengan masyarakat, sebagai agent of change. Penelitian dalam kegiatan ini ialah metode kualitatif. Sumber data diperoleh dari berbagai wawancara secara mendalam dan diskusi kelompok terfokus (focus group discussion) dengan pelaksanaan program di tingkat Kelurahan dan stakeholder terkait. Ada enam kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan KKN Tematik Si Penting UPI Tahun 2023 di Kelurahan Benteng dengan sasaran kegiatan posyandu, posyandu remaja, warga rawan stunting, dan masyarakat. Kata Kunci: pencegahan stunting; pengabdian kepada masyarakat; program manajemen
Early recognition socialization of stunting through educational counseling Anang Satrio Utomo; Bagas Aryo Saloko
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i2.62414

Abstract

The stunting rate in West Java is quite high even though each year there is a decrease in stunting cases. However, it is still targeted that there are no stunting cases in West Java or zero stunting. Therefore, community service activities focus on combating stunting with 3B (Wise Learning Together) in West Java, especially in the Subang area. The program carried out is by holding counseling activities in elementary schools with the target of early childhood participants. Counseling activities are carried out by utilizing poster learning media and games to create an interactive learning atmosphere. The practice of healthy lifestyle activities is also carried out to teach students the importance of having a healthy lifestyle. The service activities showed success in teaching stunting and its dangers to students in grades 3 and 4. They were given an understanding of nutritious foods that need to be consumed by children to prevent chronic nutritional diseases by utilizing poster media to attract interest. Game media was also used to determine students' understanding of the material after counseling. Students' understanding of stunting and its dangers increased after attending counseling, previously students did not know about stunting.   Abstrak Angka stunting di Jawa Barat cukup tinggi meskipun tiap tahunnya mengalami penurunan kasus stunting. Namun, tetap saja kasus stunting di Jawa Barat ditargetkan tidak ditemukan atau zero stunting. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian memfokuskan pada pemberatasan stunting dengan 3B (Bijak Belajar Bersama) di Jawa Barat, khususnya Daerah Subang. Program yang dilakukan yaitu dengan mengadakan kegiatan penyuluhan pada sekolah dasar dengan target patisipan anak usia dini. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan memanfaatkan media pembelajaran poster dan permainan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif. Praktik kegiatan pola hidup sehat pun dilakukan untuk mengajarkan peserta didik pentingnya memiliki pola hidup sehat. Kegiatan pengabdian menunjukkan keberhasilan dalam mengajarkan stunting dan bahayanya pada peserta didik kelas 3 dan 4. Diberi pemahaman makanan bergizi yang perlu dikomsumsi oleh anak supaya mencegah penyakit gizi kronis dengan memanfaatkan media poster untuk menarik minat. Media permainan pun dilakukan untuk mengetahui pemahaman materi peserta didik setelah dilakukan penyuluhan. Pemahaman para peserta didik mengenai stunting dan bahayanya meningkatkan setelah mengikuti penyuluhan, sebelumnya peserta didik tidak mengetahui stunting sedikitpun. Kata Kunci: konseling stunting; pengabdian masyarakat; sosialisasi
Nutrition education and anemia prevention in efforts to prevent stunting from upstream at SMP Taruna Mandiri Aldriyanshah Zaefri Anshari; Hasna Athaya Rifa
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i2.62375

Abstract

Stunting and anemia are health problems that need to be considered during adolescence. Anemia is a condition of blood deficiency caused by a lack of iron nutrition which can cause various problems such as weakness, fatigue, and so on. This can certainly affect adolescents who are of productive age, such as school students. On the other hand, students do not understand the dangers of anemia and stunting themselves. This community service aims to provide understanding or education to students of SMP Taruna Mandiri regarding the dangers of stunting, prevention of anemia, and emphasis on the consumption of Iron Supplement Tablets (IST). Community service is carried out by designing a concept for socialization, observation, and surveys to 102 students. The survey showed that the majority of students of SMP Taruna Mandiri do not routinely consume Iron Supplement Tablets (IST) even though the school has routinely provided IST every month. So it is known that student awareness regarding the importance of consuming IST and maintaining health to avoid anemia is still lacking. Therefore, socialization of IST consumption and prevention of anemia is needed and carried out routinely.   Abstrak Stunting dan anemia menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan pada masa remaja. Anemia merupakan kondisi kekurangan darah yang diakibatkan kurangnya nutrisi zat besi yang dapat mengakibatkan berbagai masalah seperti lemah, cepat lelah, dan lain sebagainya. Hal ini tentunya dapat memengaruhi remaja yang ada pada umur produktif, seperti peserta didik sekolah. Di sisi lain, peserta didik kurang memahami bahaya dari anemia dan stunting itu sendiri. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman atau edukasi kepada peserta didik SMP Taruna Mandiri terkait bahaya stunting, pencegahan anemia, dan penekanan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Pengabdian dilakukan dengan perancangan konsep sosialisasi, observasi, dan survei kepada 102 peserta didik. Survei menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik SMP Taruna Mandiri tidak rutin mengonsumsi TTD meskipun sekolah telah secara rutin memberikan TTD setiap bulannya. Sehingga diketahui bahwa kesadaran peserta didik terkait pentingnya konsumsi TTD dan menjaga kesehatan agar terhindar dari anemia masihlah kurang. Maka dari itu, sosialisasi konsumsi TTD dan pencegahan anemia dibutuhkan dan dilangsungkan secara rutin. Kata Kunci: anemia; sosialisasi; stunting
Empowering Sukadami village youth group with UPI thematic KKN based on partnership Annisa Trian Juliarti; Fasha Aulia Desiana; Khalil Gibran
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i2.62490

Abstract

Karang Taruna is a social community organization that exists in an area in each region. Although in general Karang Taruna members are young people, it does not become a barrier or obstacle to continue to advance an area, even on a large scale such as a village, sub-district or district. There is a phenomenon where the sense of social community in Sukadami Village, Purwakarta is decreasing due to the impact of the COVID-19 pandemic. This is because it is a barrier for Sukadami residents to carry out activities related to residents. Indirectly, this has an impact on the individuals of the village residents in social community issues. The purpose of this service is to encourage the empowerment of Karang Taruna Sukadami Village in order to foster harmony, solidarity, and family that have long been lost due to the COVID-19 pandemic. The method used in this service is a direct approach by going into the community. The result of this service activity is the togetherness that is established between students implementing service activities with Karang Taruna carried out by UPI thematic KKN students through the 17 August independence competition work program in Sukadami Village as a form of community empowerment. This community service activity certainly also encourages one of the goals of the SDG's program in goal 17, namely, partnerships to achieve goals.   Abstrak Karang Taruna merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang ada di sebuah daerah pada tiap wilayah. Meskipun secara umum anggota Karang Taruna adalah para pemuda, namun tak menjadi pembatas atau penghalang untuk terus memajukan suatu wilayah bahkan skala besar seperti desa, kelurahan atau kabupaten. Terdapat fenomena di mana berkurangnya rasa sosial kemasyarakatan di Desa Sukadami, Purwakarta dikarenakan dampak pandemi COVID-19. Hal tersebut dikarenakan menjadi pembatas warga Sukadami untuk melakukan kegiatan yang bersangkutan dengan warga. Secara tidak langsung, hal ini berdampak pada pribadi warga desa tersebut dalam masalah sosial kemasyarakatan. Tujuan dari pengabdian ini adalah mendorong pemberdayaan Karang Taruna Desa Sukadami guna menumbuhkan keharmonisan, solidaritas dan kekeluargaan yang telah lama hilang dikarenakan pandemi COVID-19. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pendekatan langsung dengan terjun ke masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terjadinya kebersamaan yang terjalin antara mahasiswa pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan Karang Taruna yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN tematik UPI melalui program kerja perlombaan kemerdekaan 17 Agustus di Desa Sukadami sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini tentunya juga mendorong salah satu tujuan pada program SDG's pada tujuan ke 17 yaitu, kemitraan untuk mencapai tujuan. Kata Kunci: karang taruna; kuliah kerja nyata; pengabdian masyarakat; SDG’s

Page 6 of 13 | Total Record : 122