cover
Contact Name
Ahmad Arifuddin
Contact Email
arifuddin@uinssc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alibtida@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Cirebon, West Java 45132, Indonesia Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Core Subject :
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a high-quality peer-reviewed journal published by Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia in collaboration with Indonesian Islamic Elementary Education Lecturers Association (Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia). Publishing twice a year, in June and October and already have a registration number p-ISSN: 2442-5133 and e-ISSN: 2527-7227. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic elementary education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Elementary education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about curriculum development, teaching and learning, learning methodologies, instructional technologies, teacher competences, and assessments.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PENGARUH MOTIVASI GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS DI SDN RAJAGALUH KIDUL KEC. RAJAGALUH KAB. MAJALENGKA H.S. Bunyamin; Diah Faujiah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 1 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.349

Abstract

AbstrakMotivasi guru sangat berpengaruh terhadap peningkatan prestasi siswa dalam belajar di sekolah. Hal ini merupakan salah satu ciri bahwa proses pendidikan dikatakan tercapai apabila siswa mampu membuktikannya dengan sebuah prestasi yang cukup baik. Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa salah satunya dipengaruhi oleh motivasi guru dalam belajar baik disekolah maupun dirumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik penggunaan motivasi guru pada pembelajaran IPS, untuk mengetahui seberapa besar prestasi belajar siswa pada pelajaran IPS, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi guru terhadap prestasi belajar IPS. Penelitian ini dilakukan di SDN Rajagaluh Kidul II, Jalan Cakra Ningrat Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka.Motivasi guru merupakan salah satu faktor yang menentukan prestasi belajar siswa. Karena dengan adanya motivasi dari guru maka tumbuhlah minat seorang siswa untuk terus belajar demi tercapainya cita-cita sesuai dengan apa yang diinginkannya. Motivasi jika dikombinasikan dengan proses belajar serta ditunjang oleh gaya belajar, metode, media maupun sarana dan prasarana yang lainnya yang cukup memadai tentu akan menghasilkan output yang berkualitas. Profesionalisme guru dalam mengajar dan mendidik juga menjadi faktor pendukung keberhasilan siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena hasil dari penelitian yang telah dilakukan berupa angka-angka. Penelitian kuantitaif adalah metode untuk menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti pengaruh antar variabel. Variabel-variabel ini diukur (biasanya dengan instrument penelitian) sehingga data yang terdiri dari angka-angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur statistik serta prosesnya diteliti secara detail. Sumber penelitiannya yaitu siswa kelas V SDN Rajagalu Kidul II yang berjumlah 31 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi guru berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS siswa, hal ini dibuktikan dari perhitungan uji korelasi 0,679 yang artinya terdapat hubungan antara motivasi guru terhadap prestasi belajar. Dapat disimpulkan bahwa motivasi guru mempengaruhi prestasi belajar siswa sebesar  44,1%  sementara sisanya 55,9% dipengaruhi oleh variabel lain.Kata kunci : Motivasi Guru, Prestasi Belajar Siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP JASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI MI WADI SOFIA DESA LEGOK KUNINGAN Akhmad Busyaeri; Imas Maesaroh
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 1 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.350

Abstract

Abstrak
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA GURU Moh Masnun
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 1 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.351

Abstract

ABSTRAKSetiap professional ingin menunjukkan bahwa kinerjanya dapat dipertanggung-jawabkan. Guru sebagai seorang professional mempertaruhkan profesi pada kualitas kerjanya. Kinerja yang berkualitas menggambarkan kualitas profesionalnya, dan sebaliknya kinerja yang dibawah standar kerja menggambarkan ketidakberhasilannya menghormati profesinya sendiri.Semua pihak menyadari bahwa kinerja guru berbanding lurus dengan peningkatan mutu pendidikan. Sayangnya, tidak sedikit para guru bekerja di bawah standar kerja yang telah ditetapkan, bukan karena tidak mampu tetapi karena belum terbangun budaya kerja yang baik. Kondisi seperti itu disebabkan oleh rendahnya gairah kerja yang berdampak pada penurunan kinerja. Apabila diamati gairah kerja berbentuk seperti grafik sinus yang suatu saat akan menemui titik jenuh jika tidak ada upaya preventif dan kuratif baik dari dirinya sendiri maupun bimbingan dari atasannya. Oleh karena itu, penanganan yang paling tepat ialah melalui peningkatan motivasi kinerja. Motivasi kinerja memiliki empat tahap, yaitu : (1) penetapan standar kinerja; (2) audit kinerja; (3) pemberian umpan balik secara langsung; dan (4) motivasi kinerja.Mengingat pentingnya keterlibatan guru, profesi perlu dikembangkan secara terus menerus dan proporsional sesuai jabatan fungsionalnya. Maka dari itu, salah satu upaya yang ditempuh ialah memberlakukan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) untuk menjamin proses pembelajaran yang berkualitas pada semua jenjang pendidikan. Penilaian kinerja guru perlu dilakukan agar fungsi dan tugas yang ada pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan dan kode etik yang berlaku.Kinerja guru tidak terwujud dengan begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Baik faktor internal maupun eksternal sama-sama membawa dampak terhadap kinerja guru. Faktor internal kinerja guru adalah faktor yang datang dari dalam diri guru yang dapat mempengaruhi kinerjanya, contohnya ialah kemampuan, keterampilan, kepribadian, persepsi, motivasi menjadi guru, pengalaman lapangan dan latar belakang keluarga.Faktor eksternal kinerja guru adalah faktor yang datang dari luar, guru yang dapat mempengaruhi kinerjanya, contohnya ialah (1) gaji; (2) sarana dan prasarana, (3) lingkungan kerja fisik; (4) kepemimpinan.Kata Kunci : Kinerja, Profesi, Penilaian
KONSEP PEMBELAJARAN BERBICARA DI MI (Suatu Pendekatan dan Praktik Dalam Pembelajaran) Syiblli Maufur
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 1 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.352

Abstract

AbstrakSalah satu aspek keterampilan berbahasa yang penting adalah keterampilan berbicara. Ketrampilan berbicara merupakan keterampilan mengkomunikasikan informasi melalui bahasa lisan. Seseorang yang memiliki kemampuan bahasa lisan yang baik, maka akan memperoleh keuntungan sosial maupun profesional.Kenyataannya, masih banyak guru yang kurang menganggap perlu dan kurang serius dalam menangani kemampuan berbicara siswa. Keterampilan berbicara dianggap dapat diperlajari secara informal di luar sekolah sehingga tidak perlu memberikan penekanan pada proses pembelajaran di sekolah. Padahal kedudukan pelajaran bahasa Indonesia, termasuk di dalamnya keterampilan berbicara,  dalam kurikulum 2013 sangat fital. Kurikulum SD/MI menggunakan pendekatan pembelajaran tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.Selain itu, tematik integratif ini juga diperkaya dengan penempatan mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain. Melalui perumusan Kompetensi Inti sebagai pengikat berbagai mata pelajaran dalam satu kelas dan tema sebagai pokok bahasannya, penempatan mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain menjadi sangat memungkinkan. Penguatan peran mata pelajaran Bahasa Indonesia seperti ini dilakukan secara utuh melalui penggabungan sebagian kompetensi dasar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Pengetahuan Alam ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kedua ilmu pengetahuan ini menyebabkan pelajaran Bahasa Indonesia menjadi kontekstual sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih menarik baik untuk siswa maupun untuk guru
PENGARUH PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI LEGOK 1 KABUPATEN INDRAMAYU Tamsik Udin; Nurul Hikmah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i1.458

Abstract

AbstrakPembelajaran Matematika merupakan pembelajaran yang membutuhkan penalaran yang cermat serta kemampuan dalam memahami dan memecahkan permasalahan.Kendala yang sering ditemui guru dalam mengajar Matematika diantaranya kemampuan pemahaman dan motivasi siswa yang cenderung rendah.Salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran Matematika yaitu dengan menerapkan metode Problem Solving.Dengan menerapkanmetode Problem Solvingdiharapkan adanya peningkatan pada hasil belajar siswa dalam pelajaran Matematika.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana respon siswa terhadap penerapan metode Problem Solvingdalam pembelajaran Matematika, untuk mengkaji bagaimana hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika pokok bahasan Pecahan, dan untuk mengkaji pengaruh daripenerapan metode Problem Solvingterhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika pokok bahasan Pecahan pada siswa kelas IV SD Negeri Legok 1 Kabupaten Indramayu.Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen. Teknik pengumpulan datanyaberupa angket dan tes. Populasi dalam penelitian ini yaitusiswa kelas IV SDN Legok 1 Kabupaten Indramayu berjumlah 35 siswa. Pengambilan sampel pada siswa kelas IV SDN Legok 1 Kabupaten Indramayu yang berjumlah 35 siswa dilakukan dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data menggunakan perhitungan software SPSS Versi 16.Berdasarkan hasil analisis data penelitian, respon siswa terhadap penerapan metode pembelajaran Problem Solving diperoleh nilai rata-rata sebesar 76,61 dengan kriteria tinggi. Sedangkanhasil belajar siswa pada pelajaran Matematika diperoleh nilai rata-rata sebesar 77,59artinya tingkat keberhasilan belajar siswa tinggi. Persamaan regresi kedua variabel didapat sebesar  0.225 (Ῡ=-1.211+0.225X). Adapun koefisien determinasi diperoleh sebesar 0.588,artinya memiliki pengaruh sebesar 58,8%.Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung>ttabel (6.857>2.034), maka dapat disimpulkan; Ho ditolak dan Ha diterima.Artinya terdapat pengaruh metode Problem Solving (X) terhadap hasil belajar siswa (Y) pada pelajaran Matematika materi Pecahan.Kata Kunci: Metode Problem Solving, Hasil Belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 1 TERSANA KECAMATAN PABEDILAN KABUPATEN CIREBON Dwi Anita Alfiani; Sri Sopiyani
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i1.459

Abstract

Abstrak Model Pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD merupakan suatu pembelajaran yang didalamnya siswa bekerjasama beserta kelompoknya melakukan diskusi kelompok. Dari hasil pengamatan terlihat bahwa guru masih menggunakan metode konvensional, sehingga siswa merasa bosan dalam belajar, dan masih kurang dalam kemampuan kerjasama, berpikir kritis dan sikap ilmiah, oleh karena itu penelitian ini menerapkan Model Pembelajaran STAD yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Cooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar IPA siswa serta menganalisis pengaruh model pembelajaran STAD pada hasil belajar IPA siswa kelas V di SDN 1 Tersana Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon.Model Pembelajaran Cooperatif tipe STAD merupakan dimana siswa belajar dalam kelompok- kelompok kecil terdiri dari 4-6 orang siswa yang memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda yang untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah secara bersama dengan dibimbing oleh guru.Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis eksperimen dengan desainpenelitian control group pre-test – post-test. Dalam mengumpulkan data, teknik yang digunakan yaitu angket dan tes. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1Tersana dengan jumlah sampel kelas eksperimen 39 siswa.Analisis data yangdigunakan adalah uji prasyarat, uji T 2 berpasangan, dan analisis regresi sederhana.Hasil analisis dapat diketahui perolehan respon angket STAD sebesar 81.64 %.Adapun nilai rata-rata hasil belajar yaitu sebesar 78.05 dengan simpangan baku sebesar 9.423. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPAsiswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol karena diperoleh berdasarkan Uji T 2 Sampel Berpasangan diperoleh sig α= 0.000.dan nilai -t hitung -5.612.dari hasil uji hipotesis yang menerima Ha., didapat t hitung 3.946 sedangkan t tabel dengan taraf nyata a= 0.05 df= 37 adalah 2.026 dengan demikian dapat dilihat bahwa t hitung ( 3.946) > t tabel (2.026).maka Ha diterima. Besarnya pengaruh penggunaan model pembelajaran STAD terhadap hasil belajar IPA sebesar 29.6% dan sisanya sebesar 70.4 % dipengaruhi oleh factor lainnya. Adapun persamaan regresinya adalah Ý = -822 + 1.527X.Kata Kunci : Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Student Team Achievement Division (STAD), Hasil Belajar
APLIKASI TQM DALAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN Moh. Masnun
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i1.462

Abstract

Abstraksi Di era globalisasi dan modernitas saat ini peningkatan mutu pendidikan menjadi masalah yang urgen. Pendidikan yang baik dan bermutu menjadi dasar pengembangan dan kemajuan. Oleh karena itu pengelola dan penyelenggara pendidikan harus merespon berbagai kebijakan pemerintah dan harapan masyarakat.Pendidikan yang dikelola lembaga pendidikan merupakan amanah. Bagaimanapun kepercayaan itu harus dibayar dengan layanan pendidikan yang memberikan kepuasan kepada pelanggan. Kepuasan tersebut hanya dapat dicapai melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Mutu yang benar-benar mampu memuaskan pelanggan adalah mutu yang secara teoritis nyaris tanpa cacad.Tulisan ini menyajikan pembahasan tentang TQM yang meliputi pengertian landasan pemikiran, hambatan, dan strategi aplikasinya ke dalam pendidikan.Kata Kunci :  Pendidikan, Manajemen, Mutu, Total, Kepuasan, Pelanggan
PENANAMAN NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DALAM MUATAN ENVIRONMENTAL EDUCATION PADA PEMBELAJARAN IPS DI MI DARUL HIKAM KOTA CIREBON Ratna Puspitasari
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i1.547

Abstract

Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan primer atau mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Sesuai dengan ketentuan pasal 5 ayat (1) Undang-Un­dang No. 20 Tahun 2003 yang tertulis: setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu, karena itu, bila ini semua dipenuhi dan sistem kurikulum dirancang dan dilaksanakan secara re­levan, maka cita-cita menjadikan pendidikan sebagai wahana pembentukan karakter bangsa akan dapat terlaksana dan masalah persatuan bangsa dengan sendirinya akan teratasi, dan Negara bangsa yang cerdas kehidupannya serta Negara bangsa Indonesia akan benar-benar berkarakter Pancasila.
PENERAPAN APLIKASI MATHEMATICS MOVIE TERHADAP MINAT BELAJAR MATEMATIKA DAN KEMAMPUAN ANALOGI RESPONDEN Saluky Saluky
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i1.574

Abstract

AbstractMathematics is a field of study that has an important role to measure the ability of the student. Poor understanding of students in schools on the subject matter of mathematics due to lack of interest in studying mathematics and cognitive abilities of students in schools is not up to the ability to maximize the existing analogy to students. Student interest in learning mathematics is less than optimal, it is necessary to develop the ability to maximize student interest in learning math analogy. one way to increase student analogy using Media. Mathematical Movie is instructional media delivered by teachers in the classroom with multimedia. Media movie mathematics useful in mathematics, as in mathematics definitely need a medium of learning. Math media can increase the interest and ability to learn mathematics student analogy. The ability of this analogy is very important in the learning of mathematics, such as mathematics should involve penganalogian. This research is a quantitative research using experimental methods. The technique of collecting data using questionnaires and tests Multiple choice. Data analysis technique used is the correlation analysis, regression analysis and path analysis. Data analysis started with the analysis of figures obtained correlation correlation between the influence of interest in learning math mathematics magnitude movies 0.574 with a degree of relationship, the effects on the ability analogy films mathematics to 0.454 students with the level of relationships, and interest in learning mathematical . The calculation result of research using path analysis we concluded that there is a direct effect of the application of mathematics to the interests of the film in learning mathematics by 73%, the application of mathematics to the ability of the film analogy students 60.6% and interest in learning math analogy with the student's ability by 75% So that with the application of mathematical applications for the movie analogies can increase the interest and ability of the students in learning mathematics learning.Keywords: Movie Mathematics, Learning Interests, Ability Analogy
STUDI LITERATUR PENDEKATAN QUR’ANIC TENTANG KARAKTER KETELADANAN BAGI GURU MI Atikah Syamsi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i1.575

Abstract

ABSTRAKSemakin maraknya dunia pendidikan saat ini mengharuskan adanya peningkatan dalam alat-alat pendidikan baik itu bagi pengajar juga dalam fasilitas dan materinya. Selain peserta didik harus mempunyai persyaratan yang telah disebutkan, pendidik pun harus mempunyai SDM yang berkualitas, metode pengajaran yang tepat juga pendekatan yang sesuai dan kondisional disamping fasilitas yang memadai dan menunjang, semua hal ini merupakan penunjang dalam keberhasilan proses belajar mengajar bagi siswa.Adapun tafsir tematik yang diusung pada satu ayat al-Ahzab ini adalah membahas satu judul tertentu secara mendalam dan tuntas, sehingga tujuan dari tafsir tematik ini tercapai, adapun tujuannya ialah untuk menyelesaikan permasalahan yang diangkat secara tuntas sehingga diperoleh suatu kesimpulan yang dapat dijadikan pegangan, baik bagi mufassir sendiri maupun kalangan awam. Dalam kajian surat al-ahzab ayat 2 ini terdapat salah satu bentuk metode pendekatan yang dibutuhkan oleh peserta didik yang harus dilakukan oleh pendidik yakni terkait dengan karakter keteladanan yang harus dicontohkan dan ditampilkan oleh seorang pendidik agar proses belajar dapat tercapai dengan optimal. Sebab pendidikan Islam dalam pelaksanaannya membutuhkan metode yang tepat untuk menghantarkan kegiatan pendidikannya kearah tujuan yang dicita-citakan, bagaimanapun baik dan sempurnanya suatu konsep pendidikan , ia tidak akan berarti apapun manakala tidak mempunyai metode atau cara yang tepat dalam mentransformasikannya kepada peserta didik. Keyword : Tafsir Tematik, Karakter, Keteladanan

Page 4 of 29 | Total Record : 281