cover
Contact Name
Ahmad Arifuddin
Contact Email
arifuddin@uinssc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alibtida@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Cirebon, West Java 45132, Indonesia Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Core Subject :
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a high-quality peer-reviewed journal published by Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia in collaboration with Indonesian Islamic Elementary Education Lecturers Association (Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia). Publishing twice a year, in June and October and already have a registration number p-ISSN: 2442-5133 and e-ISSN: 2527-7227. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic elementary education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Elementary education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about curriculum development, teaching and learning, learning methodologies, instructional technologies, teacher competences, and assessments.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANTARA SISWA KELAS I MELALUI TK DENGAN TIDAK MELALUI TK DI MI PGM KOTA CIREBON Ai Sabrina; Idah Faridah laily
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.896

Abstract

AbstrakBerdasarkan temuan penulis pada studi pendahuluan di MI Persatuan Guru Madrasah (PGM) Kota Cirebon ditemukan bahwa, dalam pelaksanaan proses belajar membaca permulaan terdapat perbedaan kemampuan membaca yang signifikan antara siswa yang sebelumnya menempuh pendidikan di Taman kana-Kanak (TK) dengan siswa siswi yang tidak menempuh Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK), baik dari kefasihan ataupun dari kelancaran membaca. Kemampuan membaca permulaan  merupakan proses  mengenal bacaan yang dilakukan secara terprogram yang diperuntukkan untuk anak usia dini.  Siswa melalui TK pada kemampuan membaca sudah mengenal simbol huruf, mengucapkan bunyi huruf, membedakan huruf, menyebutkan benda, memahami hubungan bunyi dan huruf   dan melafalkan kata dengan jelas. Sedangkan siswa tidak melalui TK secara keseluruhan belum mengenal kegiatan dan kurikulum yang diajarkan pada siswa yang melalui TK.Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif kasual komparasi. Teknik pengumpulan  data meliputi tes dan observasi. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas I (satu) MI PGM Kota Cirebon. Dengan teknik  Boring Sampling, sampel yang diambil adalah siswa kelas I A dan I B yang jumlahnya adalah 64 siswa. Setelah data diperoleh, data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan uji T (Independent Sample test) data yang diperoleh berdistribusi normal.   Hasil penelitian ini menjunjukkan bahwa terdapat 98% siswa lulusan tk tuntas belajar dan yang belum tuntas 2%. Sedangkan pada non tk 10% yang tuntas dan yang belum tuntas terdapat 90%.Kata Kunci: Kemampuan Membaca, Melalui TK,  Tidak Melalui TK                                                                          ABSTRACT            Based on researcher findings in introduction study at MI PGM Cirebon. The researcher found to apply process of reading learning in introduction, there is constrast difference in reading ability between kindergarden and non-kindergarden students., the difference is based on reading fluency. Ability in introduction reading is a process to know reading that happen programmed for children. In kindergarden, reading ability students have known alphabet symbol, how to say sounds of alphabet, how to distinguish alphabet, mention noun, how to understand the relation between sound and alphabet and pronounce word clearly. Meanwhile, students that non-kindergarden overall have not known activities and curriculum used in kindergarden.            This research use quantitative casual comparation. Technic of collecting the data by using test and observation. Population in this research is all students in first grade MI PGM Cirebon. Researcher use boring sampling that take a sample from first grade A and B. Total of the students number is 64 students. After obtain the data, researcher analyze by using T  experiment (independent sample test), the data obtained normal distributed. The result showed that there is about 98% students graduation from kindergarden have achieved  minimal score, only 2% students are not achieved. Besides, non-kindergarden only about 10% students are achieved minimal score and there are 90% students are not achieved minimal score.Keywords: Reading Skill, Kindergarden, Non-Kindergarden
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SKETSA TERHADAP HASIL BELAJAR MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS V MIN KOTA CIREBON Nurbandiyah nurbandiyah; Syibli Maufur
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.897

Abstract

AbstrakPada umumnya, siswa mengalami hambatan ketika diberi tugas oleh guru untuk menulis. Mereka mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat dan kurang menguasai tata bahasa. Kesulitan-kesulitan tersebut menyebabkan mereka tidak mampu menyampaikan pikiran dan gagasan dengan baik sehingga peserta didik menjadi enggan untuk menulis. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia sering kali pembelajaran menulis sangat menjenuhkan. Pada pelaksanaan KBM, guru memberikan tugas kepada siswa untuk menulis karangan tanpa memberikan penjelasan. Padahal guru merupakan faktor terpenting dalam keberhasilan KBM. Jika dilihat dari hasil belajar siswa kebanyakan nilai rata-rata ketuntasan menulis siswa yaitu 70, padahal Kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk mata pelajaran bahasa Indonesia yang ditetapkan oleh sekolah adalah 75, ini kemungkinan karena anak-anak yang kurang minat dalam pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pembelajaran menulis karangan, dan bisa juga karena faktor kurangnya pengggunaan media.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data respon siswa terhadap media gambar sketsa di MIN Kota Cirebon, memperoleh data hasil belajar menulis karangan deskripsi serta pengaruh media gambar sketsa terhadap hasil belajar menulis karangan deskripsi  di MIN Kota Cirebon.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen. Dalam kuasi eksperimen terdapat dua kelas yang diteliti yaitu kelas eksperimen yang diberi perlakuan dan kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa MIN Kota Cirebon sebanyak 278 dan menggunakan teknik  purposive  sampling  yaitu  kelas VA dan VB sebanyak 41 siswa. Alat  pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar tes dan angket.Kata Kunci: Sketsa, Karangan, Deskripsi, Hasil Belajar. AbstractIn generally, students have obstruct while the teacher give a task to write. They have a trouble in arranged the sentence and unsufficiently control the grammar. That a difficult caused they can't pass on thinks and ideas with every consideration so participant to be lazy to write. In  Indonesian study learning writes really saturated. On KBM'S performing, teacher gives task to student to write composition without gives explanation. Eventually teacher is primary factor in make KBM'S success. If we see from student’s studying result mostly student’s write average value is 70, eventually minimal thoroughness Criterion (KKM) for specified indonesian subject by schooled is 75, this possible because children which insufficiently tutorial deep  Indonesian in particular learning writes composition, and can also since its reducing factor media purpose.This research intent to get student’s response data toward sketches pictured media at MIN Cirebon's City, getting the data of the result of to write description composition study and the influence of the sketch draw’s media toward write description composition study at MIN Cirebon's City.  The method that use in this research is quantitative experiment with my type experiment attention. In experiment attention are have two class that analyze there are experiment class that given by attention and control class that don't give attention. Observational design that use is Nonequivalent Control is Design's Group . Population in observational are all MIN'S students Cirebon's City as much 278 and use purposive is sampling technique  there are  class VA and VB as much 41 students. Data collecting tool on this reserach are use essay sheet and questionnaire. Key word:  Sketch, Composition, Description, learning outcomes.
PENGARUH KUALITAS INTERAKSI SOSIAL DI LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 5 SAMARINDA) Siti Murti; Heryanto Heryanto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.898

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mengevaluasi kualitas interaksi sosial di lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah metoda deskriptif atau sering disebut juga taxonomic research yaitu untuk mengeksplorasi dan mengklarifikasi suatu fenomena sosial dengan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah unit yang diteliti. Metode penentuan sampel sebagai unit analisis menggunakan teknik simple random sampling secara proporsional. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kualitas interaksi sosial di lingkungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Semakin baik kualitas interaksi sosial orang tua dengan anak maka semakin baik prestasi belajar siswa.Kata kunci: interaksi, keluarga, prestasi, siswa AbstractThe purpose of this study was to uncover and evaluate the quality of social interaction in the family environment on student achievement. The approach used in this study is descriptive method or often called the taxonomic research is to explore and clarify a social phenomenon by describing a number of variables relating to issues under investigation unit. Determination of the sample as a unit of analysis used simple random sampling technique proportionally. The results showed that the quality of social interaction in the family environment have a significant effect on student achievement. The better quality of a social interaction between parent and child, then led to a better performance.Keywords: interaction, family, achievement, students
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL QUANTUM TEACHING DENGAN PENDEKATAN REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.900

Abstract

AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika yang baik pada materi bangun ruang sisi datar. Prosedur pengembangan yang digunakan meliputi tahap analisis awal, tahap analisis rancangan, tahap realisasi, tahap tes, evaluasi, dan revisi, serta tahap implementasi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar validasi Silabus, RPP, Buku Ajar, LKPD, TKPK, angket respons guru dan peserta didik. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil validasi Silabus sebesar 4,16; RPP sebesar 4,31; Buku Ajar sebesar 4,09; LKPD sebesar 4,11; dan TKPK sebesar 3,95; sehingga perangkat pembelajaran hasil pengembangan dinyatakan valid menurut penilaian validator. Sementara itu, hasil analisis respons guru dan peserta didik diperoleh skor rata-rata sebesar 85,71%. Ini berarti bahwa respons guru dan peserta didik tergolong positif, sehingga perangkat pembelajaran hasil pengembangan juga memenuhi kriteria praktis.Kata Kunci: Pembelajaran Matematika, Quantum Teaching, Pendekatan Realistik, Pemahaman Konsep.  AbstractThis research is aimed at developing devices to produce good mathematics instruction on the Polyhedral material. The procedures used include the development of the early stages of analysis, design analysis phase, the realization phase, stage testing, evaluation, and revision, and implementation phase. The instruments of collecting data in this research are form validation Syllabus, lesson plan, textbook, worksheets, instrument of TKPK and questionnaire responses of teachers and students. Analysis of the data used is descriptive and quantitative analysis, The results of this research shows that the average score of Syllabus validation results 4.16; Lesson Plan is 4.31; Textbook is 4.09; Worksheet is 4.11; TKPK is 3.95; thus the Result of this research is valid in the validator. Meanwhile, The results of the analysis the responsse of teachers and students, obtained an average score of 85.71%, indicating that the responses of teachers and students classified as positive, so that the learning device of development results also meets practical criteria. Keyword: The Learning Of Mathematics, Quantum Teaching, Realistic Approach, The Ability Of Understanding The Concept.
PENGARUH KECERDASAN LOGIK MATEMATIK DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MI SE DKI JAKARTA Sita Husnul Khotimah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.901

Abstract

Pengaruh Kecerdasan Logik Matematik dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa MI Se DKI Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh kecerdasan logik matematik terhadap hasil belajar matematika, 2) mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika, 3) dan mengetahui pengaruh interaksi antara kecerdasan logic matematik dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh kecerdasan logik matematik dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika, metode penelitian yang digunakan adalah metode survey korelasional. Sampel diambil dari 10 MI Se DKI Jakarta, dipilih dengan menggunakan multi stage random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penyebaran angket dan teknik tes. Analisa data dengan menggunakan metode analisis korelasi dan regresi ganda. Uji statistik yang digunakan adalah uji t dan uji F. Analisis data menggunakan teknik korelasi dan regresi (sederhana & jamak).Dari hasil penelitian ditemukan bahwa : (1) terdapat pengaruh yang berarti antara kecerdasan logik matematik terhadap hasil belajar matematika (r = 0,883  dan Ŷ = 1.276 + 1,182X1). (2) terdapat pengaruh yang berarti antara motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika (r = 0,876 dan Ŷ = 0.509 + 0,138X2). (3) terdapat pengaruh yang berarti antara kecerdasan logik matematik dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika (r = 0,893 dan Ŷ = 0.183  + 0,062X1 + 0,689X2).  Kata Kunci : Kecerdasan Logik Matematik, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Matematika 
PORTOFOLIO SEBAGAI SALAH SATU MODEL PENILAIAN OTENTIK DI SD/MI Itaristanti Itaristanti
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i2.904

Abstract

Abstrak Pembelajaran K13 berisi materi pembelajaran berbasis pada fakta atau fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran tertentu; bukan sebatas kira-kira. Oleh karena itu, diperlukan sebuah alat penilaian yang tepat karena penilaian tidak akan lepas dari proses pembelajaran. Salah satu alat penilaian yang sesuai dengan perkembangan kurikulum tersebut adalah penilaian autentik. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekalipun. Penilaian otentik meliputi berbagai aspek pengetahuan siswa, pemahaman yang mendalam, kemampuan memecahkan masalah, kompetensi sosial, dan tingkah laku yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau merupakan sebuah simulasi dari kehidupan nyata. Penilaian otentik merupakan kumpulan tugas-tugas bermakna dan menarik, kaya akan konteks, di mana siswa menerapkan pengetahuan dan keterampilan, dan menampilkan tugas-tugas tersebut dalam situasi yang baru. Tugas-tugas otentik membantu siswa berlatih menyelesaikan masalah-masalah yang akan mereka hadapi di masa mendatang. Salah satu contoh penilaian autentik adalah portofolio. Kata kunci: penilaian autentik, portofolio.                                                                                                AbstractK13 learning contains learning materials based on facts or phenomena that can be explained by the specific logic or reasoning; not approximate. Therefore, we need a proper assessment tools because assessing will not separated from the learning process. One assessment tool in accordance with the development of the curriculum is an authentic assessment. Conceptually, authentic assessment were significant compared with standardized multiple-choice tests though. Authentic assessment covers various aspects of students' knowledge, deep understanding, problem-solving skills, social competence, and behavior that are used in everyday life or is a simulation of real life. Authentic assessment is a collection of tasks meaningful and interesting, rich in context, in which students apply their knowledge and skills, and displays the tasks in the new situation. Authentic tasks help students to practice solving the problems they will face in the future. One example of authentic assessment is the portfolio. Keywords: authentic assessment, portfolio.
Pengaruh Metode Drill dan Metode Bermain Terhadap Keterampilan Bermain Bola Voli Mini (Studi Eksperimen Pada Siswa SD Negeri 14 Kampung Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang) Yuni Astuti
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 4 No. 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1276

Abstract

AbstrakBerdasarkan pengamatan penulis di lapangan bahwa 19 siswa dari 32 siswa (59%)  siswa belum memiliki keterampilan bermain bola voli mini yang baik. Masalah tersebut kemungkinan terjadi karena kurang tepatnya metode latihan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh metode drill dan metode bermain terhadap keterampilan bermain bola voli mini siswa SD Negeri 14 Kampung Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu (quasi-exsperiment. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli mini yang berjumlah 64 siswa, sedangkan sampel diambil dengan purposive sampling sehingga sampel yang digunakan berjumlah 35 orang. Tes yang digunakan adalah tes keterampilan bermain bola voli mini yang terdiri dari tes servis, passing bawah dan passing atas. Data dianalisis dengan menggunakan uji – t. Hasil analisis data ditemukan bahwa: (1) metode drill memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan bermain bola voli mini siswa (thitung = 19,23 > ttabel = 2,13). Nilai rata-rata tes awal metode drill diperoleh 50,00 dan tes akhir 78,92. Artinya terdapat peningkatan sebesar 28,92. (2) metode bermain memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan bermain bola voli mini siswa (thitung = 13,01 > ttabel = 2,13). Nilai rata-rata tes awal metode bermain diperoleh 50,00 dan tes akhir 63,65. Artinya terdapat peningkatan sebesar 13,65. (3) terdapat perbedaan antara metode drill dan metode bermain terhadap keterampilan bermain bola voli mini siswa (thitung = 7,02 > ttabel = 2,13). Nilai rata-rata tes akhir metode drill adalah 78,92 dan metode bermain 63,65. Artinya terdapat perbedaan sebesar 15,27.Kata kunci:  metode drill, metode bermain, keterampilan bermain bola voli miniAbstractThe field observations conducted by the writer reveal that 19 out of 32 students (59%) elementary students have less skill in playing mini volley ball. This problem might be because of using inappropriate training method. This research aimed at uttering the effect of drill method and play method on skills of playing mini volleyball for students at elementary school 14 Kampung Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. The type of this research is quasi experiment. The population was 64 students who attended extracurricular in mini volley ball program. Samples were drawn with purposive sampling technique, eventually, this study had 35 samples. The data were analysed by t-test score of mini volleyball skills, which consists of test of service, forearm pass dan overhead pass. Analysed of data using by t-test. The result of the data analysis showed that (1) drill method significantly affected on skills of playing mini volleyball for students (tscore = 19,23 > ttable = 2,13). The mean of pre test of drill method is 50,00 and post test 78,92. It means there is a significant improvement 28,92. (2) play method significantly affected on skills of playing mini volleyball for students (tscore = 13,01 > ttable = 2,13). The mean of pre test of play method is 50,00 and post test 63,65. It means there is a significant improvement 13,65 (3) there was a different effect between drill method and play method on skills of playing mini volleyball for students at elementary school 14 Kampung Jambak Kecamatan Koto Tangah Kota Padang (tscore = 7,02 > ttable = 2,13). The mean of post test of drill method is 78,92 and play method is 63,65. It means there is a difference 15,27.Keyword: drill method, play method, skills of playing mini volley ball
Nilai-Nilai Kemanusiaan dalam Buku 100 Cerita Anak Pilihan dan Kesesuaiannya Sebagai Bahan Pembelajaran Sastra di SD/MI Agus Kichi Hermansyah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 4 No. 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1368

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam buku 100 Cerita Anak Pilihan dan kesesuaiannya sebagai bahan pembelajaran sastra di SD/MI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah studi kepustakaan dengan subjek penelitian buku 100 Cerita Anak Pilihan karya Ammy dan Rani. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai kemanusiaan dan kesesuaiannya sebagai bahan pembelajaran sastra. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pragmatik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengumpulan dokumen. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya: (1) nilai-nilai kemanusiaan dalam buku 100 Cerita Anak Pilihan yang terdiri atas nilai moral kepribadian dan moral sosial, dan (2) buku 100 Cerita Anak Pilihan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran sastra di sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah.Kata Kunci: cerita anak, nilai-nilai kemanusiaan, pembelajaran sastra. AbstractThis research aimed to describe the values of humanity contained in 100 Cerita Anak Pilihan book and appropriate as literary learning materials at elementary schools. The Method of this research is literature review with subjects were 100 Cerita Anak Pilihan book created by Ammy and Rani. The object of this study is values of humanity and their appropriate as learning materials in literature. The approach used is a pragmatic approach. Data collection method used a method of collecting documents. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. Results from this study is the discovery of: (1) the values of humanity in the 100 Cerita Anak Pilihan book consisting of personality morals values and social morals, and (2) 100 Cerita Anak Pilihan book can be used as a learning material literature in elementary schools.Keywords: story child, values of humanity, literary learning.
Model Kepemimpinan Guru dalam Proses Pembelajaran Di Kelas pada Jenjang SD/MI Azamul Fadhly Noor Muhammad
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 4 No. 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1443

Abstract

AbstrakHakekat kepemimpinan di kelas adalah kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran di kelas. Guru juga dapat menjadi seorang pemimpin pada saat pelaksanaan pembelajaran  berlangsung, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Tujuannya diharapkan guru dapat memimpin siswa sesuai dengan fungsi kepemimpinan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Seorang guru juga harus memahami model-model kepemimpinan yang baik, hal ini dikarenakan proses pembelajaran yang baik sal ah satunya ditentukan oleh gaya kepemimpinan yang identik dengan model kepemimpinan guru dalam proses pembelajaran di kelas. Pada proses pembelajaran di kelas tingkat sekolah dasar sangat berbeda dengan tingkat menengah, terutama dalam hal menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Otomatis gaya kepememimpinan guru juga harus disesuaikan dengan keadaan siswa di tingkat sekolah dasar.Kata Kunci: kepemimpinan di kelas, model kepemimpinan, guru AbstractThe nature of classroom leadership is the ability of influencing and motivating students to achieve learning goal at school. Teachers can also be a leader during the learning process, either inside or outside the classroom. The expected goal is the teacher role in leading students should be in line with the leadership function which is related to the learning goal. A teacher should also understand good models of leadership, because good teaching and learning process is determined by the leadership style which relects the teachers’ leadership model in in-class teaching-learning process. The learning system of primary level is very different from that of secondary level, especially in the way of delivering the teaching material to students. Therefore, teachers’ leadership style should be adjusted to the condition of students at primary school.Keywords: classroom leadership, leadership style, teacher
Strategi Guru Kelas dalam Mumbuhkan Nilai-nilai Karakter Pada Peserta Didik (Study Kasus : SDN Pondok Dalem 01 Semboro dan MI Fathus Salafi Ajung Jember) Syaiful Rizal; Abdul Munip
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 4 No. 1 (2017): Published Online: Juni 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i1.1462

Abstract

AbstrakGuru kelas menjadi “Ujung Tombak” dalam menumbuhkan nilai-nilai pendidikan karakter pada siswa di sekolah dasar. Dari tugas, peran dan kegiatan peroses pembelajaran di sekolah dasar guru kelas memiliki waktu interaksi yang paling sering dengan siswa dari pada guru mata pelajaran. Kenyataanya guru kelas sebagian besar hanya mengetahui bahwa tugasnya adalah menata dan mengelola kelas; mengontrol kehadiran siswa; menyusun administrasi kelas dan melaksanakan bimbingan dan konseling kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Penelitian ini untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan guru kelas dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter pada siswa di dua lembaga pendidikan yang keduanya sama-sama mengimplementasikan pendidikan karakter akan tetapi memiliki Background yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data penelitian yaitu Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data mengunakan multi teknik dan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deksriptif analisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Peneliti memberikan gambaran bahwa strategi pendidikan karakter guru kelas yang ideal adalah menjadikan pendidikan yang mampu memberikan kesadaran dari berbagai pihak. Strategi yang dapat dilakukan oleh guru kelas adalah : 1) Pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam setiap mata pelajaran (RPP), 2) pembelajaran intrakulikuler (Pengalaman Belajar), 3) proses pengembangan diri atau pembelajaran ekstakulikuler 4) pembudayaan atau pembiasaan baik yang di lakukan dalam kelas maupun luar kelas, dan 5) kerjasama yang dilakukan guru kelas dengan semua pihak baik di sekolah maupun dengan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci : Strategi, Guru Kelas, Nilai-nilai Karakter, Peserta DidikAbstractClassroom teacher as “Stakeholder” in fostering the character values of education of student in elementary school. According to the responsibility, role and learning process of elementary school, classroom teacher has the most interaction time with student than subject teacher. In fact, most of classroom teachers only handled their responsibility to organize and manage class, control the student’s present, prepare the administrative matters of class and apply the guidance and counceling functions. This research was to examine how the implementation of classroom teacher in fostering the values of student character in two educational institutions that have a purpose to implement character education value with different background.This research is a qualitative research. The research source of this research is porposive sampling. The data collecting technique using multiple technique and in this research using descriptive data analysis technique. Afterwards, the data will be analize step by step by data collection, data reduction, data presentation and conclusion.The researcher suggested that the proper strategy of character education of classroom teacher to make an education capable of providing awareness to all of sides. The strategues that can be applied by classroom teacher were : 1. Integrating the values in every subject (RPP) 2. Intracullicular learning (experience learning) 3. Self-development or extracurricular learning 4. Habituation of excellent behaviour both in the classroom and outside, and 5. The cooperation between all of sides including classroom teacher, student’s family and comunity. Keyword : Strategy, Classroom Teacher, Character Value, Student

Page 6 of 29 | Total Record : 281