cover
Contact Name
Ahmad Arifuddin
Contact Email
arifuddin@uinssc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alibtida@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Cirebon, West Java 45132, Indonesia Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Core Subject :
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a high-quality peer-reviewed journal published by Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia in collaboration with Indonesian Islamic Elementary Education Lecturers Association (Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia). Publishing twice a year, in June and October and already have a registration number p-ISSN: 2442-5133 and e-ISSN: 2527-7227. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic elementary education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Elementary education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about curriculum development, teaching and learning, learning methodologies, instructional technologies, teacher competences, and assessments.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Implementasi Multi-Directional Circle Model dalam Mewujudkan Madrasah Ibtidaiyah Adiwiyata di Kabupaten Magelang Ahwy - Oktradiksa; Kanthi Pamungkas Sari
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 4 No. 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1727

Abstract

AbstrakPenelitian tentang implementasi model multi directional circle ini diarahkan untuk mewujudkan Madrasah Ibtidaiyah Adiwiyata di Kabupaten Magelang, yang dilaksanakan di Madrasah Ibidaiyah Muhammadiyah Jagalan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan menggunakan model multi directional circle dengan teknik pengumpulan data focus group discussion (FGD). Adapun hasil penelitiannya adalah: a) proses implementasi model multi directional circle dalam mewujudkan Madrasah Ibtidaiyah Adiwiyata sangat efektif karena dengan model ini dapat menggugah semangat kerja sama Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Jagalan dengan mengembangkan potensi keunggulan di bidang non akademik untuk semua komponen sekolah (kepala Madrasah, guru Madrasah, Kepemimpinan siswa Madrasah Ibtidaiyah, Komite Pemangku Kepentingan, Badan Lingkungan Hidup Magelang) menuju Madrasah Adiwiyata. b) untuk mewujudkan model madrasah ibtidaiyah adiwiyata yaitu dengan melakukan workshop menuju madrasah adiwiyata yang dibuktikan dengan ditandatanganinya Deklarasi "Piagam Madrasah Adiwiyata" dengan berbagai pihak yang berkepentingan, seperti (Program Studi PGMI UM Magelang, ketua cabang Muhammadiyah, kepala Madrasah Ibtidaiyah Jagalan) dengan melakukan pernyataan bersedia mengikuti program Madrasah Adiwiyata dan terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan, terutama di lingkungan madrasah menuju madrasah adiwiyata.Kata kunci: model lingkaran multi arah, madrasah adiwiyata. AbstractThe study implementation of Multi-directional Circle Model in embodying the Madrasah Ibtidaiyah Adiwiyata in Magelang Regency, which was held at the Madrasah Ibidaiyah Muhammadiyah Jagalan. Research methods used are (action research) using the method of Multi-directional circle models with data collection techniques Focus Group Discussion (FGD). As for the results of the research are: a) the process of implementation of the Multi-directional circle models in embodying the Madrasah Ibtidaiyah Adiwiyata is very effective because with the model with the evocative spirit of Madrasah Ibtidaiyah co-operation of Muhammadiyah circulation Jagalan to develop the potential for excellence in non-academic fields for all components of school (head of the Madrasah, Madrasah Teachers, Student Leadership branch of Madrasah Ibtidaiyah, Stakeholders Committee, Environmental Agency of Magelang) to Madrasah Adiwiyata. b) Multi-directional circle execution results in realizing the Madrasah Ibtidaiyah Adiwiyata Model is to do a workshop toward the Madrasah adiwiyata as evidenced by the signing of the Declaration of a "Charter of Madrasah Adiwiyata" Towards known various interested parties such as the (Study Program PGMI UMMagelang, head of the branch of Muhammadiyah, head of Muhammadiyah Madrasah Ibtidaiyah Jagalan) with do statements willing to Madrasah Adiwiyata program continue with committed to maintaining environmental sustainability, especially in Madrasah environment toward the Madrasah "eco-school".Keywords: multi-directional circle models, eco-school.
Studi Implementasi Ujian Online Menggunakan LMS Moodle pada Mahasiswa PGMI UNISKA MAB Banjarmasin Hamdan Husein Batubara
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 4 No. 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1770

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan ujian online menggunakan kuis LMS Moodle. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan instrumen kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Guru Pendidikan Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin. Hasil penelitian ini menemukan prosedur implementasi ujian online yang terdiri dari: mempersiapkan item soal yang akan diujikan, membuat kategori soal, membuat dan mengunggah soal ke bank soal, membuat kategori nilai, menambahkan fitur kuis, melaksanakan ujian online, mengoreksi, dan mengunduh nilai. Tingkat kepuasan responden terhadap pelaksanaan ujian online berada pada kategori baik sebesar 45%, sangat baik 18%, kurang baik 25%, dan tidak baik 12%. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum pelaksanaan ujian online adalah: kondisi jaringan internet, jumlah komputer yang siap pakai, dan sosialisasi standar penyelenggaraan ujian online.Kata kunci: ujian online, moodle, e-learning.AbstractThis study aims to examine the implementation of online exams using quiz of LMS Moodle. This study uses a mixed method using questionnaire, interview, and documentation. The subjects of the study were students of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Training Department of Kalimantan Islamic University MAB Banjarmasin. The results of this study found that procedure of the online exam implementation consists of: preparing items to be tested, creating question category, creating and uploading questions to question bank, creating grade category, adding quiz feature, executing online exam, correcting and downloading grades. The level of respondent satisfaction to implementation online exam is in good category of 45%, very good 18%, less good 25%, and not good 12%. Things to be considered before online exam implementation are: the condition of internet network, the number of computers ready for use, and the socialization of online exam implementation standards.Keywords: online exam, moodle, e-learning
Pengukuran Pembelajaran Mandiri Berbasis Masalah pada Mahasiswa S1 PGSD UPBJJ UT Semarang: Confirmatory Factor Analysis Ismartoyo Ismartoyo; Nurmawati Nurmawati; Abdul Karim
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 4 No. 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1816

Abstract

AbstrakBelajar mandiri menjelaskan proses di mana setiap individu mengambil inisiatif, dengan atau tanpa bantuan orang lain, dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar, merumuskan tujuan pembelajaran, mengidentifikasi manusia dan sumber daya materi untuk belajar, memilih dan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat, dan mengevaluasi hasil belajar. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui hubungan indikator-indikator yang membentuk masing-masing dimensi dari Belajar Mandiri melalui pembelajaran berbasis masalah pada mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Terbuka (UT) Kota Semarang semester 3 masa registrasi 2016/2017. Responden yang digunakan dalam penelitia ini sebanyak 79 mahasiswa. Data dianalisis secara deskriptif melalui reliabilitas (nilai Cronbach Alpha) untuk mengukur konsistensi variabel dan Confirmatory Factor Analysis (CFA) digunakan untuk menguji hubungan antara keterkaitan faktor yang membentuk variabel laten Belajar Mandiri. Hasilnya menunjukkan bahwa pengukuran Belajar Mandiri pada mahasiswa program studi S1 PGSD UPBJJ UT Semarang direpresentasikan oleh awareness, learning strategies, learning activities, evaluation, dan interpersonal skills. Hasil ini menyajikan bagaimana perspektif pembelajaran mandiri dalam kaitannya dengan pengalaman belajar mandiri. Artinya peserta didik diharapkan memiliki pengalaman dalam hal apa, bagaimana, dan mengapa mereka ingin belajar. Oleh karena itu, kajian kami dapat memberikan informasi dan motivasi serta preferensi sebagai pertimbangan dan pada akhirnya menghasilkan kualitas pembelajaran yang efektif.Kata kunci: belajar mandiri, pembelajaran berbasis masalah, confirmatory factor analysisAbstractSelf-directed learning explains the process by which individuals take learning, with or without the help of others, in identifying learning needs, formulating learning objectives, identifying human and material resources for learning, selecting and applying appropriate learning strategies, and evaluating learning outcomes.The main purpose of this research is to know the correlation between the indicators that make up each dimension of Self Learning through the program based learning on the undergraduate students of PGSD Universitas Terbuka (UT) Semarang semester 3rdof registration period 2016 / 2017. Data were analyzed descriptively for reliability (Cronbach Alpha values) and Factor Confirmation Analysis (CFA) is used to examine the relationship between the factors that make up Self-Directed. The results show that the Self-Directed measurement of undergraduate students of PGSD UPBJJ UT Semarang is represented by awareness, learning strategies, learning activities, evaluation, and interpersonal skills. This result presents how the independent learning perspective in relation to the self-learning experience.This means that learners are expected to have experience in what matters, how, and why they want to learn. Therefore, our study can provide effective and effective information and motivation and preferences.Keywords: self-directed, problem based learning, confirmatory factor analysis
Pengaruh Metode Demonstrasi dengan Alat Peraga Jembatan Garis Bilangan Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Bilangan Bulat Ahmad Arifuddin; Siti Rohmah Arrosyid
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 4 No. 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1834

Abstract

AbstrakSalah satu mata pelajaran yang sangat penting untuk diajarkan di sekolah dasar adalah Matematika. Akan tetapi, hingga saat ini guru matematika masih dihadapkan pada permasalahan bahwa matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit dan tidak disenangi oleh siswa, sehingga hasil belajar siswa masih rendah atau tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses pembelajaran Matematika materi bilangan bulat dengan metode demonstrasi menggunakan alat peraga jembatan garis bilangan, (2) mengetahui hasil belajar Matematika materi bilangan bulat setelah menggunakan metode demontrasi dengan alat peraga jembatan garis bilangan, dan (3) mengetahui pengaruh metode demonstrasi dengan alat peraga  jembatan garis bilangan terhadap hasil belajar Matematika materi bilangan bulat siswa kelas IV SDN 2 Belawa Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian one group pretest postest design. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan angket. Sementara itu, Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara metode demonstrasi dengan alat peraga jembatan garis bilangan dengan  hasil belajar matematika materi bilangan bulat siswa kelas IV SDN 2 Belawa Kabupaten Cirebon. Hal ini ditunjukkan dengan nilai uji determinasi sebesar 0,650 atau 65%.Kata kunci: demonstrasi, jembatan garis bilangan, hasil belajar bilangan bulat  AbstractOne of the most important subjects to be taught in elementary school is Mathematics. However, until now the mathematics teacher is still faced with the problems that mathematics is one of the subjects that are considered difficult and not liked by the students. So that student learning outcomes is low or does not meet the minimum completeness criteria (KKM). This research aims to: (1) understand the process of learning mathematics in integer material with demonstration method using bridge props of number line, (2) determine the learning outcomes of mathematics in integer material  after using demonstration method with bridge props of number line, and (3) the effect of demonstration method with bridge props number line to the learning outcomes of mathematics in integer material grade IV SDN 2 Belawa Cirebon. This research is an experimental research with research design one group pretest postest design. Data collection technique used is a test and questionnaire. Meanwhile, the data of the research were analyzed using regression analysis. The results of the research showed that a significant difference between the methods of demonstration with props bridge number line with the learning outcomes of fourth grade students of SDN 2 Belawa Cirebon. This is indicated by the test value determination equal to 0.650 or 65%.Keywords: demonstration, bridge number line, learning outcomes integer
Pengaruh Metode Mendongeng pada Proses Apersepsi Terhadap Pembentukan Karakter Siswa di MI PUI Wirakanan Kabupaten Indramayu Idah Faridah Laily; Patimah Patimah; Roisah Turrokhmah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 4 No. 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1840

Abstract

AbstrakMendongeng merupakan salah satu cara untuk menghadirkan tokoh keteladanan dalam menanamkan karakter siswa. Namun, seiring berjalanya waktu, mendongeng mulai ditinggalkan oleh para guru dan orang tua. Dari hasil observasi awal terlihat beberapa karakter memiliki prosentase rendah di bawah 50% dan sebagian guru tidak mengawali pembelajaran dengan proses apersepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penerapan metode mendongeng dalam proses apersepsi, untuk mengetahui karakter positif siswa dengan penerapan metode medongeng pada proses apersepsi serta untuk mengetahui pengaruh penerapan metode mendongeng dalam proses apersepsi terhadap pembentukan karakter siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain one shot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I-VI MI PUI Wirakanan, sementara itu sampelnya adalah siswa kelas III yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan angket. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi aktivitas siswa dalam penerapan metode mendongeng pada proses apersepsi sebesar 63%. Karakter siswa dengan penerapan metode mendongeng dengan rata-rata 86,85%. Pengaruh metode mendongeng pada proses apersepsi terhadap pembentukan karakter siswa sebesar 63,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini dapat dilihat dari  t hitung sebesar (6,407) lebih besar dari t tabel (2.068). Maka Ho ditolak, artinya bahwa penerapan metode mendongeng pada proses apersepsi berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter siswa di MI PUI Wirakanan Kabupaten Indramayu.Kata kunci: karakter, mendongeng, apersepsi.AbstractStory telling is one of the tools to deliver exemplary figure to infuse the character of students. But, over time storytelling began to be abandoned by teachers and parents. From the results of preliminary observations seen some characters have a low percentage below 50%  and some teachers who did not start the learning process apperception. Therefore, this study apply the methods of storytelling in apperception process towards the formation of student character. The purpose of this study to determine the process of implementing the method of storytelling in apersepsi process, to find out the positive character of the students with the application of methods medongeng on apperception process and to determine the effect of the application of methods of storytelling in apperception process towards the formation of student character. This research is quantitative, with design One shot casestudy.The population is all students in grade I-VI MI PUI Wirakanan and III grade student sample, totaling 26 students. Data collection technique such as observation and questionnaires. The data were analyzed with simple regression test. The results showed student activity observation result in the application of methods of storytelling in apersepsi process with the percentage of 63%. Characters students with the application of the method of storytelling with an average of 86.85%. The influence of the method of storytelling in the process towards the formation of student character apersepsi by 63.1% while the rest influenced by other factors. Known t arithmetic amounted to (6.407) is greater than t table (2.068), then Ho is rejected, it means that the application of story telling methods on apperception process significantly influence the formation of student characters in MI PUI Wirakanan Indramayu District.Keywords: character, story telling, apperception
Keefektifan Model Show and Tell untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi pada Materi Proklamasi Kemerdekaan Siswa Kelas V SD Negeri Babalan Irma Arviani; Khusnul Fajriyah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 5 No. 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.1877

Abstract

AbstrakLatar belakang yang mendorong penelitian ini adalah 1) guru masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran; 2) belum diterapkannya model dan metode yang bervariatif; 3) pembelajaran masih bersifat teacher center; 4) kurangnya aktivitas siswa dalam pembelajaran; 5) masih rendahnya keterampilan berkomunikasi pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri Babalan. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui keefektifan model pembelajaran Show and Tell untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi pada materi proklamasi kemerdekaan siswa kelas V SD Negeri Babalan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk True Exprimental Design dengan Design Posttest-Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa  kelas V SDN Babalan. Sampel yang diambil adalah 23 siswa Kelas Eksperimen dan 23 siswa Kelas Kontrol dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui instrumen penelitian dokumentasi, tes, dan lembar observasi. Berdasarkan hasil analisis akhir yang telah dilakukan terlihat dari persentase keterampilan berkomunikasi siswa yang menunjukkan pembelajaran tanpa menggunakan model pembelajaran show and tell tuntas dengan persentase 17,39% dan belum tuntas dengan persentase 82,61%. Sedangkan kelas yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran show and tell tuntas dengan persentase 86,96% dan belum tuntas dengan persentase 13,04%. Hal tersebut diperkuat dengan hasil perhitungan thitung =5,347 selanjutnya dibandingkan dengan ttabel  = 2,015 pada taraf signifikan α = 5%. Hasil ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel yaitu 5,347 > 2,015. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model show and tell efektif untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi kelas V SD Negeri Babalan.Kata kunci: keefektifan, model show and tell, keterampilan berkomunikasi AbstractThe background that encourages this research is 1) the teacher still uses the lecturing method in learning; 2) not yet applied varied models and methods; 3) the learning is still the teacher center; 4) the lack of student activity in the learning; 5) the low communication skills in the IPS learning class V SD Negeri Babalan. The purpose of this research is to know the effectiveness of Show and Tell learning model to improve communication skill in material of proclamation of independence of V class student of SD Negeri Babalan. This type of research is quantitative research in the form of True Experimental Design with Posttest-Only Control Design. The population in this study is the overall students in grade V SDN Babalan. Samples taken were 23 students of Experiment Class and 23 Class Control students by using Cluster Random Sampling technique. This research data is obtained through instrument of research of documentation, test, and observation sheet. Based on result of final analysis which have been done seen from percentage of communication skill of student which show lesson without using show and tell model complete with percentage 17,39% and not yet complete with percentage 82,61%. While the treated classes using show and tell learning model complete with 86.96% percentage and not yet completed with the percentage of 13.04%. This is reinforced with the result of t calculation = 5.347 then compared with t table = 2.015 at significant level α = 5%. This result indicates that t hitung> t table is 5,347> 2,015. So it can be concluded that the show and tell model is effective for improving communication skills class V SD Negeri Babalan.Keywords: effectiveness, learning model show and tell, communication skills
Pengaruh Penggunaan Media Gambar Berseri Terhadap Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia Siswa Kelas III MI Al-Washliyah Perbutulan Kabupaten Cirebon Syibli Maufur; Susi Lisnawati
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 4 No. 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1888

Abstract

AbstrakPada umumnya, siswa mengalami kesulitan ketika diberi tugas oleh guru untuk bercerita. Kesulitan tersebut dikarenakan tidak adanya alat dukung/media dalam bercerita, sehingga mereka tidak mampu menyampaikan pikiran dan gagasannya dengan baik. Hal ini menyebabkan siswa menjadi enggan untuk bercerita.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan media gambar berseri, memperoleh hasil keterampilan berbicara serta pengaruh penggunaan media gambar berseri terhadap keterampilan berbicara siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III A sebanyak 29 siswa. Sementara itu sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh siswa kelas III A. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar tes kinerja dan angket. Sedangkan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada keterampilan berbicara. Hal ini berdasarkan dari nilai R Square sebesar 0,628 (kuadrat dari koefisien korelasi 0,793). Nilai tersebut dapat diartikan bahwa 62,8%  pengaruh variable x terhadap variabel y. Pada hasil uji regresi di peroleh hasil uji t hitung  sebesar 6.758 dengan nilai signifikan sebesar 0,000. Karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 dan t hitung (6,758) lebih besar dari t tabel (2.05553) maka dapat disimpulkan  bahwa Ho ditolak, artinya ada pengaruh penggunaan media gambar berseri terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia.Kata kunci: media gambar berseri. keterampilan berbicaraAbstractIn general, students have difficulty when given the task by the teacher to tell stories. The difficulty is due to the absence of support tools / media in story telling, so that they are unable to express thoughts and ideas well. This causes students to be reluctant to tell stories. This study aims to determine students responses to the use serial images, to obtain the results of speaking skills and the influence of the use serial images to students' speaking skills. This research is a quantitative research with one-group pretest-posttest design. The population in this research is all students in class III A total of 29 students. While the sample in this study using a total sampling is all students in class III A. The research data were collected using performance test sheets and questionnaires. While the analysis technique used in this research is simple regression analysis The results showed that a significant influence on the speaking skills. It is based on the value of R Square of 0.628 (the square of the correlation coefficient 0.793). This value can be interpreted that the 62.8% effect of variable x to variable y. In the regression test results obtained arithmetic t test results for 6758 with a significant value of 0.000. Because of the significant value less than 0.05 and t (6.758) is greater than t table(2.05553)then it can be concluded that Ho is rejected, meaning that there is the influence of the use serial images to the Indonesian speaking skills.Keywords: serial images media, speaking skills.
Optimalisasi Karakter Positif Calon Guru MI Melalui Lesson Plan Berbasis ARCS pada Mahasiswa Micro Teaching PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tati Nurhayati
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 5 No. 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2456

Abstract

AbstrakMengkaji fenomena di masyarakat dan media sosial dewasa ini semakin maraknya tindakan amoral serta degradasi moral pada anak-anak di sekolah. Faktor-faktor resiko bukan hanya terletak pada kecerdasan otak tetapi pada karakter. Mahasiswa PGMI yang mengikuti matakuliah micro teaching disiapkan untuk menjadi calon pendidik yang nantinya akan mengawal para generasi emas menggapai masa depan yang lebih baik dengan ditunjang karakter yang mulia.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data tentang pengembangan  pendidikan karakter melalui pendekatan ARCS dalam lesson plan, bagaimana penerapan karakter melalui pendekatan ARCS dalam lesson plan, dan bagaimana implikasi pendidikan karakter calon guru MI melalui pendekatan ARCS dalam lesson plan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Sementara itu teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji t tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model ARCS mampu membangkitkan perhatian peserta didik pada proses pembelajaran, menunjukkan hubungan materi pelajaran dengan kebutuhan, meningkatkan rasa percaya diri, dan menciptakan kepuasan peserta didik dalam pembelajaran. Selain itu, penggunaan model ARCS juga mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik, yakni nilai rata-rata peserta didik mencapai 85.Kata kunci: optimalisasi, karakter, ARCS, lesson planAbstractThe phenomenon of studying in society and social media today is increasingly widespread immoral acts and moral degradation in children in school. Risk factors not only lie with the intelligence of the brain but on the characters. The Student of PGMI who follow the micro teaching course are prepared to become candidate of educators who will be guarding the gold generation to reach a better future supported by noble character. The purpose of this research is to obtain data about character education development through ARCS approach in lesson plan, how the application of character through the ARCS approach in the lesson plan, and how the educational implications of MI candidate teacher character through ARCS approach in the lesson plan. This research uses a qualitative approach with classroom action research methods (PTK). The technique of collecting data through observation, interview, documentation and test. Meanwhile, the technique of analysis data used is descriptive analysis and test t test. The results showed that the use of ARCS model is able to arouse the attention of learners in the learning process, showing the relation of the subject matter with the needs, increase the confidence, and create the satisfaction of learners in learning. In addition, the use of ARCS model is also able to improve learning outcomes of learners, namely the average value of students reached 85.Keywords: optimization, character, ARCS, lesson plan
Respon Stakeholders Terhadap Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon Moh Masnun; Syibli Maufur; Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 5 No. 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2479

Abstract

AbstrakLahirnya KKNI dan SN DIKTI menuntut sebuah program studi, termasuk di dalamnya program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk segera meredesain kurikulumnya menjadi kurikulum yang mengacu KKNI dan SN DIKTI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon stakeholders (pihak dosen, kepala MI, dan Kementerian Agama Kota Cirebon) terhadap kurikulum jurusan PGMI yang mengacu KKNI dan SN DIKTI. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Dimana dalam penelitian ini,  peneliti mencari dan menggunakan data-data yang bersifat deskriptif yaitu berupa kata-kata atau ungkapan, pendapat-pendapat dari subyek  penelitian, baik itu kata-kata secara lisan maupun tulisan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis dimulai dengan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Analisis data dilakukan sewaktu pengumpulan data dan setelah semua data terkumpul atau setelah selesai penelitian di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum respon stakeholders (dosen jurusan PGMI, Kepala MI Kota Cirebon, dan Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Cirebon) terhadap kurikulum berbasis KKNI jurusan PGMI sudah baik dan sangat layak diimplementasikan di jurusan PGMI. Namun stakeholders memberikan rekomendasi agar ditambahkan satu mata kuliah baru, yaitu psikologi kepribadian dan hubungan sosial serta penambahan bobot sks pada mata kuliah keahlian profesi seperti perencanaan pembelajaran dan praktik pengalaman lapangan.Kata kunci: respon stakeholders, kurikulum berbasis KKNI, PGMIAbstractThe birth of KKNI and SN DIKTI demanded a study program, including the study program of Madrasah Ibtidaiyah Teachers (PGMI) Faculty of Tarbiyah and Training Teacher IAIN Syekh Nurjati Cirebon to immediately redesign the curriculum into a curriculum referring to KKNI and SN DIKTI. This study aims to describe the response of stakeholders (the lecturers, the head of MI, and the ministry of religion of Cirebon city) to the curriculum of PGMI which refers to KKNI and SN DIKTI. This research is a field research (field research) which is descriptive qualitative. Where in this study, researchers search and use data that is descriptive in the form of words or phrases, opinions of research subjects, both words orally and in writing. Data collection was done by interview and documentation method. Analytical techniques begin with data reduction, data presentation, and draw conclusions. Data analysis is during data collection and after all data collected or after completion of research in the field. The results showed that generally the response of stakeholders (the lecturers of PGMI, the head of MI, and the ministry of religion affairs of Cirebon city) to the curriculum of PGMI department which refers to KKNI is good and very feasible implemented in the PGMI department. However, stakeholders recommend that a new subject be added, that is personality psychology and social relationships and the addition of sks weight to professional proficiency courses such as lesson planning and field experience practice. But stakeholders recommended that a new course have to added, such as the psychology of personality and social relationships and the addition of sks weight on professional skills courses such as lesson planning and field experience practice.Keywords: responses of stakeholder, curriculum based on KKNI, PGMI department
Pengembangan Bahan Ajar Matematika Materi Geometri untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa PGMI IAIN Metro Siti Annisah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 5 No. 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2491

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil belajar mata kuliah matematika SD/MI, mahasiswa PGMI IAIN Metro mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal terutama pada soal cerita non rutin atau soal problem solving. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah matematika khususnya soal problem solving masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektifitas bahan ajar matematika yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa PGMI. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan, yaitu sebuah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Produk yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bahan ajar berupa Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes, dokumentasi, dan wawancara. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berupa Lembar Kegiatan Mahasiswa materi geometri layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa PGMI. Selain itu, bahan ajar materi geometri efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa PGMI IAIN Metro.Kata kunci: bahan ajar, geometri, pemecahan masalah AbstractBased on the learning outcomes of mathematics SD/MI, the students of PGMI IAIN Metro have difficulty in solving of questions, especially on non-routine story or problem solving. This shows that the ability of students in solving mathematical problems, especially about problem solving is still low. This study aims to develop and test the effectiveness of mathematics teaching materials that can be used to improve the problem solving mathematics skills of PGMI’s students. This research is a development research, which is a process used to develop and validate educational product. The product of this research is a teaching materials in the form of Student Activity Sheet (LKM). Data collection techniques used were questionnaires, tests, documentation, and interviews. While, the technique of analysis data is descriptive analysis. The results showed that the teaching materials in the form of Student Activity Sheets of geometry material is feasible to improve the problem solving mathematics skills of PGMI’s students. In addition, the teaching material of geometry is effective to improve the problem solving mathematics skills of Students of PGMI IAIN Metro.Keywords: teaching material, geometry, problem solving

Page 8 of 29 | Total Record : 281