cover
Contact Name
Sahrul
Contact Email
irulcom9@gmail.com
Phone
+6285237222150
Journal Mail Official
irulcom9@gmail.com
Editorial Address
Jln. Bukit Limau FA-06 Perum Permata Puri, Ngaliyan, Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teaching and Learning Research Journal
ISSN : -     EISSN : 30901480     DOI : https://doi.org/10.66770/tlrj
Core Subject :
Teaching and Learning Research Journal is an educational science journal with EISSN: 3090-1480 published by Permata Education. This journal publishes four editions each year in January, April, July, and November. This journal only accepts original scientific research works (not reviews) that have not been published by other media. The focus and scope of the Teaching Learning Riset Journal includes learning strategies in education, learning model design, development of learning tools, and various matters related to learning in the world of education from elementary school to higher education. Authors are invited to submit electronically via the Journal Website no more than 12 pages of the complete paper. The submitted paper must follow the author FORMAT available in the GUIDELINES.
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Sahrul Sahrul; Dwi Jumaeroh; Laila Mubarokah; Uswatun Nu'mah; Munti'ah Munti'ah; Layinatul Rikha; Umi Chabibah; Ineke Rizki Fernanda; Srimarfuah Marfuah
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i1.1

Abstract

Anak yang tinggi percaya diri maka makin kreatif dalam kegiatan. Pendekatan kualitatif adalah cara untuk memahami serta meneliti yang berpijak pada metodologi dengan tujuan untuk mengetahui permasalahan sosial dan fenomena yang terjadi, metode yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan melakukan triangulasi data untuk dapat mengetahui data yang sebenarnya. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 anak dengan cara pengambilan menggunakan metode purposive sampling. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri anak dalam bermain angklung pada kegiatan ekstrakurikuler. Hasil penelitian bermain angklung dapat meningkatkan rasa percaya diri terhadap anak usia dini Anak sudah dapat menguasai cara pegang angklung dengan tangan kiri dan kanan, gerakkan tangan untuk menggetarkan bilah angklung, menggunakan gerakan pergelangan tangan untuk menghasilkan suara yang berbeda dan sudah dapat mainkan angklung dengan ritme dan irama yang sesuai.  
Pengembangan Kemampuan Matematika Pada Anak Usia Dini 3-4 Tahun Melalui Aktivitas Bermain Sahrul Sahrul; Yunika Nurul Izza; Siti Zahrotul Mufidah; Retno Kartika Sari; Yani Mundari; Lailatul Khafifah; Sri Marfu’ah
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i1.2

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendidikan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang diberikan intensif belajar untuk perkembangan dan pertumbuhan jasmani dan rohani agar anak siap mengikuti pendidikan lebih lanjut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitian pengembangan, Dalam penelitian pengembangan ini, adapun yang dikembangkan adalah gambar bangun ruang yang sudah dibuat dengan mewarnai supaya anak dapat merasa tertarik dengan gambar tersebut. Instrumen dibuat dan disusun sebanyak 12 butir dan dinilai oleh 5 ahli dalam bidangnya, media pembelajaran yang dibuat sudah memiliki nilai di atas 0,3. Artinya media sudah valid dan layak dibagikan kepada subyek di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan matematika pada anak usia dini 3-4 tahun. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen bantuan software Jamovi V2.4.14 yang dibuat sebanyak 12 butir memiliki nilai di atas 0,3 (valid), kecuali pada butir 11 karena nilainya di bawah 0,3 dan hasil uji reliabilitas lebih dari 0,7 (reliabel) maka instrumen tersebut walaupun ada satu butir yang tidak valid hasil di lapangan instrumen tersebut masih layak digunakan untuk anak usia dini usia 3-4 tahun
Pengembangan Instrumen Tes Mata Pelajaran Matematika Sekolah Dasar Materi Bangun Datar Muhammad Fatahul Uyun; Sahrul Sahrul; Abdullah Abdullah; Vivi Andrianingsih; David Moto Lele
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i1.3

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam program pembelajaran yang menilai sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan instrumen tes, instrumen tes matematika materi bangun datar pada siswa kelas IV SD di sekolah dasar, yang dinilai dari validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda butir, efektivitas pengecoh, validitas butir, dan reliabilitas. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D dengan melibatkan 25 siswa kelas IV SD. Data dikumpulkan melalui tes dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang terdiri dari 10 butir soal memenuhi validitas isi dengan koefisien konsistensi internal 1. Dari 10 soal yang dikembangkan, 2 soal tergolong mudah, 8 soal sedang. Keseluruhan butir soal memiliki daya beda sangat baik. Selain itu, 8 soal memiliki pengecoh yang berfungsi, sementara 2 soal lainnya memiliki pengecoh yang kurang efektif. Dari segi validitas butir, 10 soal terbukti valid secara empirik, Instrumen tes ini juga reliabel dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,865, sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen tes hasil belajar matematika ini layak digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa.
Peran Orang Tua Dalam Mendukung Pembelajaran Anak Dengan Gangguan Perilaku Sahrul Sahrul; Muhammad Rizky Rochmawan; Luki Hartati; Nafisah Nafisah; Syafa'atul Aliyah; Kamidatul Imtikanah; Mohammad Akbari Amrullah; Sri Marfu’ah
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i1.4

Abstract

Pendidikan merupakan faktor kunci dalam perkembangan seseorang, terutama dalam membentuk aspek mental dan kognitif. Usia dini adalah masa emas yang dimiliki setiap manusia diusia 0-8 tahun yang terjadi hanya sekali saja disetiap kehidupan manusia. Masa usia dini dikatakan masa keemasan karena dimasa itu pondasi awal dalam menentukan kompetensi manusia dimulai. Orang tua adalah lingkungan pertama yang membekali anak terkait dengan penanaman karakter, sehingga diharapkan peserta didik dapat menyesuaikan diri melalui perilaku yang baik pada sesamanya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode wawancara, pengamatan, dokumentasi dan melakukan triangulasi data. Adapun yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun pada TK Purwodadi pada tahun 2024 dengan jumlah subyek 4 orang anak yaitu 2 orang di kelas A dan 2 orang di kelas B. tujannya untuk mengetahui peran orang tua dalam mendukung pembelajaran anak dengan gangguan prilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat gangguan perilaku yang muncul pada anak seperti berbagi makanan, membantu teman membereskan mainan, menghibur teman yang sedang menangis, dan berbagai bentuk perilaku lainnya. Dua orang anak pada kelompok B yaitu V dan P yang sering mengganggu teman sering jail, tidak mau membantu guru untuk membereskan mainan
Pendekatan Guru dalam Membimbing Anak Usia Dini yang Mengalami Frustasi Saat Belajar Sahrul Sahrul; Siti Zubaidah; Ira Fatmawati; Retno Sulistyani Wulandari; Galih Nawangsari; Fitriatus Solekhah; Sri Marfua’ah
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i1.5

Abstract

Pembelajaran dari rumah memerlukan peran dan perhatian orang tua yang lebih besar untuk kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan melakukan triangulasi data untuk mendapatkan informasi yang benar. Penelitian ini dilakukan di TBJ di Jawa Tengah. Tujuannya untuk mengetahui pendekatan guru dalam membimbing Anak Usia Dini yang mengalami Frustasi saat belajar. Hasil penelitian Anak menyatakan tidak bisa dalam menyelesaikan tugas dengan cara menghitung benda, dan mewarnai seperti gambar bangun ruang, kemudian guru B mencoba mengenali emosi anak. Jika mereka frustrasi, guru memastikan untuk tidak memaksa dan akan memberi waktu bagi anak untuk tenang. lingkungan dan tempat yang bagus akan akan membentuk perkembangan sosial seorang anak lebih baik namun apabila lingkungannya kurang bagus maka akan memberikan dampak negatif kepada anak.
Penggunaan Tes Berbasis Permainan untuk Mengukur Kemampuan Pengenalan Angka Anak Usia Dini Indah Puji Astuti; Risa Millatuz Zulfa; Nadia Tri Damayanti; Siti Marya Ulfa; Siti Nur Kholifah; Putri Suci Ulyani; Siti Mualipah
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i2.29

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan tes berbasis permainan sebagai alat untuk mengukur kemampuan pengenalan angka pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai penelitian sebelumnya yang membahas efektivitas pendekatan berbasis permainan dalam asesmen numerasi awal. Hasil kajian menunjukkan bahwa tes berbasis permainan meningkatkan keterlibatan anak, mengurangi kecemasan dalam tes, dan memberikan data yang lebih akurat dibandingkan asesmen konvensional. Selain itu, permainan interaktif terbukti dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman konseptual anak terhadap angka. Namun, tantangan dalam standarisasi dan validitas instrumen masih menjadi perhatian utama. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya pengembangan lebih lanjut dalam desain tes berbasis permainan yang dapat diadaptasi untuk berbagai konteks pendidikan. Penelitian di masa depan diharapkan dapat mengembangkan model asesmen yang lebih komprehensif dan berbasis teknologi guna meningkatkan akurasi pengukuran kemampuan numerasi anak usia dini.
Analisis Kesulitan Mengenal Huruf pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK SM Sholikatun Nikmah; Rina Monika; Fatika Putri Wibowo; Akmil Nurrona
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i2.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dialami anak usia 5–6 tahun dalam mengenal huruf di TK SM Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif terhadap lima anak yang mengalami hambatan dalam mengenal huruf. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan mengenal huruf dipengaruhi oleh faktor internal seperti kurangnya fokus, perhatian, dan kemampuan menyimak anak, serta faktor eksternal seperti metode pembelajaran yang masih konvensional, minimnya media pembelajaran menarik, dan kurangnya stimulasi dari lingkungan rumah. Anak juga mengalami kebingungan dalam membedakan huruf yang memiliki bentuk serupa dan dalam menyebutkan huruf awal atau akhir dari sebuah kata. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar, serta perlunya pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis permainan untuk membantu anak mengenal huruf secara optimal.
Peran Guru dalam Mendukung Pengembangan Kreativitas Anak Usia 4–5 Tahun: Studi Literatur, lailatul maghfiroh; Aura Early; Ita Rahmawati; Hery Setyowati
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i2.52

Abstract

Kreativitas merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, khususnya pada rentang usia 4–5 tahun yang dikenal sebagai masa emas pertumbuhan. Guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya kreativitas anak. Studi ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam mendukung pengembangan kreativitas anak usia 4–5 tahun berdasarkan tinjauan literatur. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran guru sangat signifikan dalam memberikan stimulus, menciptakan suasana yang mendukung eksplorasi, serta menyediakan media dan metode pembelajaran yang variatif. Guru yang kompeten sebagai fasilitator mampu memfasilitasi ide, imajinasi, dan ekspresi anak secara optimal. Temuan ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kapasitas guru dalam merancang strategi pembelajaran kreatif menjadi kunci penting dalam pengembangan potensi anak usia dini.
Faktor Mempengaruhi Keterlambatan Berbicara Pada Anak Usia Dini Di TK SRW Di Jawa Tengah Berliana Rakhmaa Deceliany; Arlis Muryani; Sahrul Sahrul
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i2.53

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan anak usia dini, karena berkaitan langsung dengan aspek kognitif, sosial, dan emosional. Melalui kemampuan ini, anak dapat menyampaikan keinginan, memahami instruksi, serta membangun interaksi dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada anak usia dini usia 5-6 tahun di TK SRW yang terletak di wilayah Jawa Tengah. Dari hasil pengumpulan dan analisis data, ditemukan bahwa seorang anak berusia 5 tahun mengalami keterlambatan dalam bahasa ekspresif, dengan kemampuan kosa kata yang setara dengan anak usia 1,5 tahun. Anak tersebut belum mampu menulis, hanya tertarik pada aktivitas dasar seperti melipat dan menempel, serta memiliki kemampuan fokus yang masih sangat terbatas. suara yang dihasilkan belum jelas dan volumenya masih rendah.Pengamatan menunjukkan anak mengalami keterlambatan, termasuk kekurangan kosa kata. Kurangnya stimulasi verbal di rumah dan penggunaan gawai berlebihan menjadi penyebab utama. Keterlibatan orang tua dalam dukungan emosional dan komunikasi yang baik juga penting bagi perkembangan bahasa anak. Penelitian menyatakan perlunya pendampingan dari orang tua dan guru untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak, dengan harapan ada perbaikan dalam pendidi-kan anak usia dini.
Hubungan Antara Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Kognitif Bahasa Inggris Siswa SMK Ryzka Cahyaningrum; Mia Hafizah Tumangger; Intan Pramesti Rochana
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Bahasa Inggris siswa SMK. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 58 siswa dari kelas X, XI, dan XII yang dipilih dengan proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis yang diadaptasi dari Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal dan nilai hasil belajar Bahasa Inggris. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi nonparametrik Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ditemukan hubungan yang signifikan untuk kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Bahasa Inggris siswa SMK. Temuan ini mengindikasikan bahwa hasil belajar dalam Bahasa Inggris dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti penguasaan kosakata, tata bahasa, atau motivasi belajar. Penelitian ini memberikan implikasi bagi guru untuk mempertimbangkan pendekatan pembelajaran yang berdasar pada kemampuan bahasa siswa dan membantu siswa menumbuhkan atau mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya.

Page 1 of 4 | Total Record : 37