cover
Contact Name
Sahrul
Contact Email
irulcom9@gmail.com
Phone
+6285237222150
Journal Mail Official
irulcom9@gmail.com
Editorial Address
Jln. Bukit Limau FA-06 Perum Permata Puri, Ngaliyan, Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teaching and Learning Research Journal
ISSN : -     EISSN : 30901480     DOI : https://doi.org/10.66770/tlrj
Core Subject :
Teaching and Learning Research Journal is an educational science journal with EISSN: 3090-1480 published by Permata Education. This journal publishes four editions each year in January, April, July, and November. This journal only accepts original scientific research works (not reviews) that have not been published by other media. The focus and scope of the Teaching Learning Riset Journal includes learning strategies in education, learning model design, development of learning tools, and various matters related to learning in the world of education from elementary school to higher education. Authors are invited to submit electronically via the Journal Website no more than 12 pages of the complete paper. The submitted paper must follow the author FORMAT available in the GUIDELINES.
Arjuna Subject : -
Articles 37 Documents
Analisis Kesulitan Berbicara Pada Anak Usia 5 Tahun Dalam Konteks Pembelajaran Kartika Rahayu; Atikah Nur Azizah; Esa Muzarotun Nafisah; Faiza Fajriani; Zaqia Zuhdiella Ramadhani
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i2.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan berbicara pada anak usia 5 tahun di TK JG di Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Informan yang digunakan adalah guru, orang tua, dan anak usia 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seringnya penggunaan gadget, kurangnya komunikasi dengan orang tua, serta mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari teman sebayanya menyebabkan keterlambatan bicara dalam konteks pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan stimulasi dari lingkungan keluarga maupun sekitar agar kemampuan bicara anak berkembang secara optimal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan orang tua serta guru dapat disimpulkan Untuk mengatasi hal ini, diperlukan stimulasi melalui kegiatan interaksi langsung seperti berbicara, bercerita, dan mengajak anak bermain untuk meningkatkan komunikasi verbal serta pembatasan penggunaan gadget secara berlebihan, agar anak lebih banyak berinteraksi secara langsung dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya, dan Faktor kedua adalah ananda X kurang diajak komunikasi dalam lingkungan internalnya seperti keluarga.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kolaboratif Tipe Numbered Head Together (NHT) dengan Media Puzzle Terhadap hasil belajar siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Materi Sumber Daya Alam Kelas IV SDI Iligetang Elisabet Buran Jawan; Desi Maria El Puang; Frederiksen Novenrius Sini Timba; Paula Emerentiana
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i3.76

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran kolaboratif numbered head together (NHT) dengan media puzzle terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pela-jaran IPAS yang berfokus pada materi sumber daya alam. kelas IV SDI Iligetang Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif model eksperimen menggunakan desain penelitian Quasi eksperi-mental design dengan bentuk one group prettest dan postest design, sampel penelitian ini adalah siswa kelas 1V SDI Iligetang dengan jumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan pengumpulan dokumen. Melihat dari rata-rata hasil pretes, diperoleh rata-rata siswa setelah penerapan model Numbered Head Together menggunakan media puzzle yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata posttes sebelum penerapan model tersebut, yaitu 61,11%. Setelah pen-erapan model Numbered Head Together dengan bantuan media puzzle, nilai rata-rata post-est mencapai 85%. Uji hipotesis dilakukan dengan metode uji-t yang menunjukkan nilai t hitung sebesar -3.976 pada tingkat signifikansi 0.05, di mana t tabel yang diperoleh adalah 0,004, menghasilkan t hitung lebih besar dari t tabel. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang menunjukkan adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif jenis Numbered Head Together (NHT) yang dibantu media puzzle terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS bahan sumber daya alam untuk kelas IV SDI Iligetang
Scoring Assessment on Multiple-Choice Questions Zulpan Zulpan; Sahrul Sahrul; Muhammad Rizky Rochmawan; Arianto Arianto; Ahmad Husein; Ahmad Fauzi Pulungan; Siti Sarah; Tri Idha Sari
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i3.77

Abstract

This article aims to explain the scoring method used in processing the results of multiple-choice tests. The focus of the discussion includes how to construct test items, how to assign scores, how to analyze the results, and how to make decisions based on the test outcomes. The article was developed by conducting an in-depth analysis and synthesis of theories from scientific articles and books related to scoring multiple-choice items. The result is a structured concept that outlines the process of item construction, scoring, and decision-making for multiple-choice tests. This article is expected to assist and facilitate teacher education students and classroom teachers in improving their teaching quality and becoming more professional in their field. The scoring method for test results is generally adjusted to the type of test used, whether it is an objective test, essay test, or other forms. For multiple-choice items, which fall under the category of objective tests, each correct answer is usually assigned a score of 1 (one), while each incorrect answer is assigned a score of 0 (zero).
Peningkatan Literasi Anak Usia Dini Melalui Media Audio Visual di Pos PAUD Mawar II Baseh Ratno Ratno; Didik Ardi Santoso; Ambar Siti Suswanti; M. Sukiram M. Sukiram
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 4 (2025): November
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i4.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal literasi anak, menerapkan media audio visual sebagai sarana pembelajaran yang menarik dan sesuai usia, serta mengevaluasi efektivitas penerapan media tersebut dalam meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf, memahami kosakata, dan menyimak cerita sederhana. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kualitatif, Penelitian tindakan kelas berfokus pada proses perubahan perilaku, peningkatan praktik, dan refleksi guru serta peserta didik, oleh karena itu data yang dikumpulkan bersifat deskriptif yaitu observasi kegiatan belajar, catatan lapangan, refleksi, wawancara. Penelitian ini dilakukan di Pos Paud Mawar II Desa Baseh RT 02 RW 02 Kecamatan Kedung ban-teng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.Subjek penelitian anak usia 4-5 tahun Pos PAUD Mawar II Baseh Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas dengan jumlah siswa sebanyak 18 yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Guru kelas sebagai peneliti.Prosedur penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian tindakan kelas terdiri dari pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Pada siklus I, tingkat ketercapaian indikator literasi anak usia dini baru mencapai 70%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar anak mulai menunjukkan kemampuan mengenal huruf. Tingkat ketercapaian meningkat menjadi 80%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual mampu memperkuat atensi, pemahaman bahasa, dan kemampuan mengenal sim-bol-simbol awal literasi pada anak.
Kualitas Soal: Tingkat Kesukaran Daya Pembeda Pengecoh Soal Zulpan Zulpan; Ahmad Syafi’; Dite Umbara Alfansuri; Salsabila Salsabila; Santri Wardiah Hasibuan; Nur Azizah; Diana Langgeng Mustikawati
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 4 (2025): November
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i4.81

Abstract

Artikel ini bertujuan memberikan penjelasan konseptual yang sistematis dan mudah dipahami mengenai tiga komponen utama analisis butir soal, yaitu tingkat kesukaran, daya pembeda, dan pengecoh. Penulisan artikel ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber relevan seperti buku dan artikel ilmiah, kemudian menyintesiskan teori-teori yang ada untuk membangun pemahaman konseptual yang terstruktur. Hasil kajian ini menghasilkan rancangan konsep yang sederhana namun komprehensif dalam memahami serta menerapkan analisis tingkat kesukaran, daya pembeda, dan pengecoh soal. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi dan memperluas wawasan mahasiswa keguruan maupun guru dalam menganalisis butir soal, sekaligus mendorong penerapannya dalam proses pembelajaran. Tingkat kesukaran diukur berdasarkan proporsi peserta yang menjawab benar dibandingkan dengan jumlah seluruh peserta tes, yang kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori mudah, sedang, atau sulit. Soal yang berkualitas bukan semata-mata yang mudah atau sulit, melainkan yang mampu membedakan tingkat pemahaman peserta didik. Sementara itu, pengecoh soal merupakan alternatif jawaban yang salah, yang efektivitasnya dapat dianalisis melalui perhitungan indeks tertentu untuk menentukan kelayakan setiap pilihan jawaban sebelum dilakukan tindak lanjut terhadap revisi butir soal
Memaknai Istilah: Pendekatan Model Strategi Metode Teknik pada Pembelajaran Zulpan Zulpan; Rahmi Seri Hanida; Ali Yusron; Ummy Qalsum Nasution; Ismi Risqi; Salsabila Ahmad Lubis; Monica Niken Wulandari; Muhammad Rizky Rochmawan
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 4 (2025): November
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i4.83

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membantu pemahaman konsep dasar tentang pendekatan, model, strategi, metode, teknik pembelajaran. Pemahaman konsep ini dilakukan dengan telaah secara mendalam dari referensi artikel ilmiah jurnal dan buku, seterusnya dilakukan sintesis untuk merekonstruksi teori-teori lebih mudah dipahami. teknik pembelajaran merupakan langkah spesifik metode pembelajaran, artinya teknik pembelajaran menekankan penggunaan karakteristik. Teknik pembelajaran idealnya mempertimbangkan kondisi, situasi, karakteristik kelasnya agar tercipta optimal dan tujuan pembelajaran menjadi efektif dan efisien. teknik pembelajaran diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Jadi, teknik pembelajaran itu lebih fokus pada pilihan yang dilakukan agar metode-metode pembelajaran lebih efektif dan efisien, sehingga guru dapat memastikan proses penyampaian metode sesuai dengan situasi yang tepat. Hasil artikel ini berupa konstruksi konsep menggunakan bahasa sederhana berupa narasi paragraf dan peta konsep terhadap pemahaman konsep pendekatan, model, strategi, metode, teknik pada pembelajaran. Artikel ini diharapkan berkontribusi terhadap pengetahuan khususnya guru-guru untuk dapat lebih mudah memahami, sehingga guru memiliki kemampuan berpikir terstruktur.
Analisis Data dalam Pendidikan: Memahami Konsep Homogenitas Normalitas dan Pengujiannya untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sri Muliana; Riski Ramadhani; Cindy Auliani; Zulpan Zulpan; Ahmad Rusli; Monica Niken Wulandari; Hery Setyowati; Ahmad Syafi'
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 4 (2025): November
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i4.84

Abstract

Tujuan penelitian untuk membantu pemahaman konsep normalitas dan homogenitas, pemahaman ini dilihat dari kondisi data yang memenuhi persyaratan normalitas dan homogenitas sangat memengaruhi kesuksesan penelitian dalam pengolahan data menggunakan statistik parametrik. Dalam artikel ini, kedua ide tersebut dijelaskan secara menyeluruh, serta metode pengujian umum seperti ShapiroWilk, Kolmogorov Smirnov, Levene, dan Bartlett. Selain itu, cara melakukan pengujian dengan benar dan memahami hasilnya akan menjadi topik percakapan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para peneliti tentang subjek sehingga mereka dapat menganalisis data secara akurat dan legal, terutama bagi mereka yang baru mengenal ilmu sosial dan pendidikan. Pada penelitian ini, metode analisis data yang digunakan melibatkan langkah-langkah statistik untuk menguji konsep homogenitas, normalitas, dan uji statistik terkait dalam konteks pendidikan. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji normalitas untuk memeriksa distribusi data, serta uji homogenitas untuk menilai keseragaman variabel dalam kelompok sampel. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang distribusi dan keseragaman data, hasil analisis ini akan memberikan wawasan yang lebih mendalam untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Memahami Data dan Variabel : Pendekatan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Riska Aisyah Putri; Habibah Sir; Amalia Husni; Putri Sari; Zulpan Zulpan; Tri Hariyati; Monica Niken Wulandari; Ahmad Syafi’; Arlis Muryani
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 4 (2025): November
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i4.85

Abstract

Artikel ini disusun untuk membantu pembaca memahami kembali apa saja yang termasuk variabel dan jenis data dalam penelitian. Tujuan dari pembahasan ini adalah memberikan penjelasan yang lebih sederhana tentang peran setiap variabel, mulai dari yang memengaruhi, yang dipengaruhi, hingga variabel yang sifatnya hanya menjaga kondisi tetap stabil. Selain itu, penjelasan mengenai macam-macam data juga disertakan agar pembaca dapat melihat bagaimana data digunakan dalam membaca suatu gejala atau persoalan penelitian. Penulisan dilakukan dengan studi literatur dengan mencari teori, pengelompokan teori, pengelolaan teori serta menciptakan konsep dan contohnya . Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap variabel dan jenis data sangat berpengaruh pada cara peneliti menyusun langkah penelitiannya. Dengan penjelasan yang lebih ringan, artikel ini diharapkan dapat membantu pembaca mendapatkan gambaran awal sebelum masuk ke penelitian yang lebih mendalam.
Penerapan Pembelajaran Kontekstual Tentang Bahaya Merokok dan Nilai Gotong Royong Pada Siswa Sekolah Dasar Fitrah AL Fhatin; Namiroh Lubis
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 4 (2025): November
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i4.86

Abstract

Melaksanakan pembelajaran kontekstual pada bahaya merokok dan nilai gotong royong di sekolah dasar adalah kegiatan yang sedang dilakukan di sini. Pembelajaran ini menggunakan media botol dalam demonstrasi. Ceramah dan diskusi interaktif dilakukan di dalam kelas, sedangkan di luar kelas, siswa diharapkan dapat mengenali perilaku gotong royong di lingkungan mereka. Sedangkan dalam penelitian ini menggunakan metode dan pendekatan studi deskriptif kualitatif dipadukan dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dilakukan demonstrasi dengan botol adalah bagian yang paling efektif dalam pembelajaran. Ini dapat dirasakan dengan meningkatnya perhatian siswa, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran diskusi, serta siswa dapat dipandu untuk memahami dengan jelas dan konkret tentang dampak buruk merokok. Siswa juga tampak memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya kegiatan gotong royong di lingkungan. Pembelajaran ini masih dapat terus ditingkatkan dengan menggunakan media yang lebih beragam, menggunakan video, dan mengembangkan LKPD. Secara keseluruhan, pembelajaran kontekstual dapat mengaitkan bahan pelajaran yang dipelajari siswa dengan pengalaman riil, dan menciptakan suasana pembelajaran lebih aktif.
Memahami Persepsi Dan Praktik Guru Non-Native Speaker dalam Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Usia Dini di Semarang Dian Pramita; Budi Dyah Lestari; Dewi Nugrahastuti Wirahno; Atika Zahra Furi
Teaching and Learning Research Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v2i1.87

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini semakin mendapat perhatian seiring dengan rencana penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028. Di Indonesia, khususnya di Kota Semarang, pembelajaran bahasa Inggris di lembaga PAUD umumnya dilaksanakan oleh guru non-native speaker. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam persepsi dan praktik guru non-native speaker dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini di Kota Semarang, termasuk tantangan yang dihadapi serta strategi yang dikembangkan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen pembelajaran terhadap 11 guru PAUD dari berbagai latar belakang pendidikan dan lembaga., Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru non-native speaker masih mengalami keraguan terhadap kemampuan linguistik mereka, terutama dalam aspek pelafalan dan kefasihan berbicara. Namun demikian, mereka memandang diri memiliki kelebihan dalam memahami kesulitan belajar anak dan mampu menerapkan strategi pembelajaran yang kontekstual. Praktik pembelajaran yang dilakukan meliputi penggunaan metode Total Physical Response (TPR), lagu, permainan, storytelling, serta pemanfaatan media visual dan teknologi sederhana. Guru juga menerapkan strategi alih kode (code-switching) untuk membantu pemahaman anak. Tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan kompetensi bahasa, kendala pedagogis, serta dukungan institusional yang belum optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, guru melakukan pengembangan diri secara mandiri dan kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru non-native speaker memiliki peran strategis dalam pembelajaran bahasa Inggris anak usia dini, namun memerlukan dukungan pengembangan profesional yang berkelanjutan dan kontekstual.

Page 2 of 4 | Total Record : 37