cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Penyuluhan tentang pembelajaran aktivitas ritmik terstruktur bebas pada guru-guru pendidikan jasmani Sekolah Dasar se Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang Anin Rulunana
Jurnal Abmas Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v11i2.127

Abstract

Kegiatan penyuluhan Pembelajaran Aktivitas Ritmik Terstruktur Bebas ini, dilaksanakan atas kerja sama antara Forum Kerja Guru Penjas Kecamatan Ganeas dengan Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang, pada saat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPI kampus Sumedang di kecamatan Ganeas. Berdasarkan analisis awal ditemukan banyak para guru kesulitan dalam pembelajaran aktivitas ritmik, bahkan diantara para guru banyak yang menganulir materi ini atau tidak mengajarkannya kepada para siswa. Melalui diskusi lanjutan ditemukan bahwa para guru kurang mampu mengembangkan model-model pembelajaran yang mampu mengembangkan seluruh domain yang diharapkan. Salah satu model yang mampu mengembangkan seluruh domain ini adalah model pembelajaran yang bervariatif, selanjutnya dikembangkan model yang bervariatif ini melalui pendekatan Formal-Informal dengan model Mace and Benn. Program kegiatan meliputi, penjelasan konsep dasar penjas dan pendekatan pembelajaran, dilanjutkan dengan penjelasan tentang model pembelajaran aktivitas ritmik dan diakhiri dengan praktik pembelajaran dengan menggunakan model Mace and Benn.
Peningkatan kemampuan mengajar guru-guru SD melalui Lesson Study An Widodo
Jurnal Abmas Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v11i2.128

Abstract

Lesson study adalah program peningkatan kualitas pembelajaran yang berhasil dilakukan di Jepang. Prinsip utama lesson study adalah peningkatan kualitas pembelajaran secara bertahap dengan cara belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Dalam lesson study bukan hanya guru yang melaksanakan pembelajaran yang dapat memetik manfaat, namun terlebih lagi para observer (guru lain/mitra, mahasiswa, dosen dan pihak-pihak lain) yang hadir pada saat pembelajaran. Dengan mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan seorang guru, observer didorong untuk merefleksikan pembelajaran yang dilaksanakannya dan bagaimana meningkatkan kualitasnya. Oleh karena itu, lesson study sesungguhnya merupakan forum belajar bersama untuk saling belajar dari pengalaman guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Piloting kegiatan lesson study ini dilakukan di empat sekolah, yaitu SD Laboratorium UPI Kampus Bumi Siliwangi, SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru, SD Islam Terpadu Al Amanah Lembang, dan SD Negeri Isola 2 Bandung. Banyak peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan lesson study ini adalah 31 orang, yaitu masing-masing 6 guru dari setiap sekolah, 3 kepala sekolah, dan 4 dosen dari UPI. Karena terbatasnya waktu, dalam kegiatan lesson study ini hanya dilakukan empat kali open lesson, atau satu kali open lesson di setiap sekolah yang berpartisipasi. Beberapa fase kegiatan yang dilakukan dalam lesson study, seperti perencanaan dan persiapan pembelajaran (plan), implementasi pembelajaran yang dilakukan dalam bentuk open lesson (do), dan refleksi pembelajaran (see) adalah merupakan rangkaian kegiatan yang biasa dilakukan oleh seorang guru namun harus dilakukan secara kolaboratif dalam tim. Dari kegiatan lesson study ini ditunjukkan bahwa kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran berproses menjadi lebih baik sesuai dengan tuntutan kurikulum. Walaupun keberhasilan dari kegiatan ini belum diukur berdasarkan tes hasil belajar siswa, berdasarkan hasil observasi dan refleksi pembelajaran, secara proses kualitas kegiatan pembelajaran lebih baik dari kegiatan-kegiatan sebelum kegiatan ini dilakukan. Dengan demikian, asumsi yang bisa dirumuskan adalah bahwa hasil pembelajaran yang lebih baik akan diperoleh dari kegiatan pembelajaran yang lebih baik. Keberhasilan dari lesson study bukanlah prestasi seseorang dalam waktu sesaat, namun merupakan pencapaian hasil dari suatu proses kolaborasi banyak pihak terutama antar sesama guru, kepala sekolah, dan pihak lain yang memiliki kepentingan yang sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, yang dilakukan secara berkesinambungan. Kesungguhan tekad, keterbukaan, dan kebersamaan semua pihak yang berkolaborasi inilah yang akan menentukan kegiatan lesson study. Dengan demikian pihak yang harus bekerjasama dengan sungguh-sungguh yang dapat menentukan keberhasilan lesson study diantaranya adalah guru, kepala sekolah, pengawas, dosen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), komite sekolah, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), dan dinas terkait.
Pelatihan senam tari bagi guru taman kanak-kanak di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung Heni Komalasari; Frahma Sekarningsih
Jurnal Abmas Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v11i2.129

Abstract

Pendidikan seni, yakni seni tari, musik, rupa, dan drama di sekolah taman kanak-kanak merupakan bagian dari proses pembentukan individu yang utuh sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Perlu dicermati bahwa, tujuan pendidikan seni di sekolah umum khususnya TK bukan untuk membentuk siswa yang terampil menari, bermain musik atau dengan kata lain bukan untuk jadi seniman, melainkan membentuk pribadi yang apresiatif dan kreatif melalui pengalaman berolah seni. Berdasarkan hal tersebut, pembelajaran seni sebenarnya dapat membentuk pola pikir anak didik melalui penanaman pemahaman, menumbuhkan cita rasa yang indah dan sensitifitas, dengan harapan di masa yang akan datang dapat terbentuk manusia yang berbudi pekerti luhur, kreatif, apresiatif, peka, dan mempunyai rasa keindahan sesuai dengan tujuan pendidikan. Pendidikan seni, seyogyanya didasari oleh pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor melalui kegiatan dengan mengembangkan pemahaman, pengetahuan, penerapan keterampilan bergerak, bermain musik, berolah rupa dan peran, serta pengetahuan lainnya secara luas. Hal tersebut diperlukan karena pendidikan seni merupakan bagian dari kebutuhan integratif anak di usia dini sebagai awal untuk jembatan membentuk kepribadiannya di masa dewasa nanti. Ekspresi seni tari dapat diwujudkan dalam bentuk-bentuk karya seni tari yang luas, salah satunya adalah senam tari. Senam tari yang dimaksud adalah bagaimana memadukan antara unsur senam dan tari. Senam bertujuan untuk kebugaran tubuh, sedangkan tari merupakan ekspresi tubuh melalui gerak yang ritmis dan indah. Sehingga senam tari merupakan penggabungan antara bentuk-bentuk gerak yang memiliki tujuan untuk kebugaran namun gerakan yang diekspresikan berbasis pada gerak-gerak tari yang estetis. Kegiatan Pelatihan Senam tari ini diharapkan dapat berkontribusi tidak hanya terhadap pengembangan materi ajar, namun juga kemampuan guru TK dalam hal berkreasi seni khususnya seni tari yang dapat berpengaruh positif terhadap berkembangnya keterampilan guru dalam mengemas bahan ajar yang berbasis pada seni tari dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa Taman Kanak-Kanak.
Reinterpretating pembelajaran sejarah kritis dalam rekonstruksi strategi pendidikan sejarah Leli Yulifar
Jurnal Abmas Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v11i2.130

Abstract

Pembangunan pendidikan merupakan salah satu pilar dalam pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) yang diharapkan akan bermuara kepada peningkatan sumber daya manusia yang kompetitif secara global. Penegakkan pilar tersebut di antaranya melalui pembelajaran sejarah yang kritis, dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang analitis sehingga peserta didik memiliki keterampilan berpikir yang visioner dan mengglobal, tanpa kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Pendidikan sejarah yang menggunakan strategi pembelajaran kritis muncul sebagai tuntutan yang tidak bisa ditawar lagi. Sebab, sebagai bagian dari masyarakat dunia yang nyaris tanpa sekat, peserta didik dituntut untuk dapat memahami masa lalunya melalui pemahaman yang multidimensi, sehingga para siswa dapat melakukan "dialog" dengan masa lampaunya, seperti yang dimaksudkan E. H. Carr (1982) secara holistik, dan dapat memaknai setiap peristiwa tersebut bukan hanya deretan cerita yang disusun secara kronologis, tetapi juga dapat menganalisis peristiwa secara struktural. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dan model pembelajaran yang kritis dan analitis, sebagaimana perkembangan studi sejarah yang sudah jauh lebih awal diprakarsai Sartono Kartodirdjo pada karyanya dengan judul The Peasant Revolt of Banten in 1888 (1966). Beberapa ahli pendidikan telah menawarkan tentang model dan pendekatan sejarah secara kritis. Namun demikian, masih diperlukan penafsiran ulang (reinterpretating) terhadap pendekatan tersebut, mengingat kondisi peserta didik yang dinamis, sejalan dengan perkembangan iptek yang senantiasa bertransformasi. Diharapkan, melalui penafsiran dan kaji ulang ini, dapat berkontribusi terhadap rekonstruksi strategi pendidikan sejarah bangsa kita. Tulisan ini di dalamnya akan mencoba menghadirkan beberapa pendekatan pembelajaran sejarah kritis beserta contoh kasusnya, dan refleksinya terhadap rekonstruksi strategi Pendidikan sejarah.
Sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan biogas skala rumah tangga sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan di Kampung Parabon Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Mamat Ruhimat; Dede Sugandi; Wahyu Eridianaa; Yakub Malik; Nanin Trianawati Sugito
Jurnal Abmas Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v11i2.131

Abstract

Salah satu permasalahan nasional yang kita hadapi dan harus dicarikan jalan keluarnya pada saat ini adalah masalah energi, baik untuk keperluan rumah tangga, maupun untuk industri dan transportasi. Sejalan dengan hal itu pemerintah juga terus mendorong upaya-upaya untuk penggunaan sumber energi alternatif lainnya yang dianggap layak dilihat dari segi teknis, ekonomi, maupun lingkungan. Dalam rangka pemenuhan keperluan energi rumah tangga khususnya di perdesaan, dipandang perlu adanya upaya sistematis dan berkelanjutan untuk menerapkan berbagai alternatif energi yang layak bagi masyarakat. Sekaitan dengan hal tersebut, salah satu upaya terobosan yang dilakukan adalah melaksanakan program sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan biogas skala rumah tangga sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan di Kampung Parabon Desa Warnasari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Pelaksanaan program sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan biogas skala rumah tangga juga terkait dengan upaya-upaya pengembangan agribisnis dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kampung Parabon memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai sentra pengembangan biogas, sebab ketersediaan bahan kotoran ternak sapi yang memadai. Kotoran ternak sapi selama ini memang telah dimanfaatkan penduduk, tetapi hanya sebatas untuk pupuk organik dan media peternakan cacing tanah.
Penerapan model strategi pemasaran usaha kecil berbasis web 2.0 sebagai upaya dalam meningkatkan daya saing industri kecil Ratih Hurriyati
Jurnal Abmas Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v11i2.132

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh PT. SW (Sarana Jabar Ventura) terhadap industri kecil yang ada di Jawa Barat, ternyata sulit beradaptasi dengan struktur pasar yang ada. Industri kecil pada umumnya kurang memiliki informasi pasar sebagai akibat keterbatasan kemampuan yang dimilikinya, sehingga mempersulit industri kecil itu sendiri dalam memperluas akses pasar. Akibatnya, ruang gerak industri kecil secara ekonomis akan tetap lemah dan terbatas. Dengan demikian, maka peran informasi pemasaran menjadi isu sentral dan strategis. Akibat keadaan tersebut, fenomena krusial yang terjadi adalah terpikatnya industri kecil oleh dorongan pada konsentrasi yang product oriented dan kurang market oriented. Ini berarti ketidakberdayaan dalam mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan pembeli terhadap berbagai jenis produk industri kecil. Informasi pemasaran merupakan titik tolak dasar untuk menyusun strategi. Keterbatasan informasi tersebut dapat mempengaruhi kualitas strategi pemasaran, baik strategi pasar produk, strategi bauran pemasaran (strategi-strategi produk, harga, distribusi, dan promosi), maupun strategi keunggulan bersaing, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi daya saing industri. Hambatan suatu industri dalam meraih daya saing dapat mengancam kontinuitas usaha. Implikasi dampak selanjutnya akan mengancam industri kecil dalam kemampuannya untuk mengemban misi menciptakan nilai tambah dan kesempatan kerja di dalam negeri serta menjadi salah satu basic dalam pengentasan kemiskinan. Karena itu model strategi pemasaran usaha kecil berbasis web 2.0 dapat meningkatkan daya saing industri kecil telah menggugah peneliti untuk melakukan penelitian khusus, karena sektor ini diduga mempunyai prospek yang sangat cerah sebagai solusi untuk pengentasan kemiskinan. Web 2.0 yaitu suatu aktivitas interaktif yang terjadi di internet, yang bisa membuat produk dan gerakan yang baru. Filosofi dari Web 2.0 sendiri adalah pengunjung bisa berpartisipasi aktif di website. Pemasaran berbagai website yang berbasis Web 2.0 pada umumnya bertujuan sama, yakni membangun dan mencerdaskan komunitas pelanggan dan dapat menimbulkan niat melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Titik berat Strategi Pemasaran usaha kecil berbasis web 2.0 adalah mewujudkan produk usaha kecil yang partisipatif dengan menjalin komunikasi dua arah antara pelanggan dan produsen dalam hal ini adalah usaha kecil via Web 2.0. Dengan demikian yang terjadi tidak hanya otomatisasi pemasaran produk saja, tetapi lebih dari itu terjadi efisiensi serta peningkatan citra produk di hadapan pelanggan yang akan dijadikan target pasar produknya sehingga pelanggan melakukan keputusan pembelian terhadap produk yang ditawarkan oleh usaha kecil dan pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing industri kecil. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan metode eksperimen, di mana pada tahap awal dirancang kriteria model strategi pemasaran usaha kecil berbasis web 2.0 yang akan dijadikan percobaan melalui need assessment, kemudian dilanjutkan dengan membuat perancangan sistem web 2.0 berdasarkan model strategi pemasaran usaha kecil yang akan diterapkan. Pada tahap selanjutnya dilakukan uji coba implementasi pada sistem web 2.0 dengan menggunakan model strategi pemasaran usaha kecil yang akan diterapkan dan jenis usaha kecil pada satu industri kecil yang ditetapkan, kemudian dilakukan juga uji coba pada sistem pemasaran konvensional dengan model strategi pemasaran usaha kecil dan usaha kecil yang membuat produk yang sama dan pada industri yang sama. Pada proses uji coba implementasi baik pada sistem pemasaran berbasis web 2.0 maupun sistem pemasaran konvensional, semua kegiatan pemasaran direkam dengan kamera video. Wawancara dilakukan terhadap pelaku usaha kecil dan pelanggan hasil dari usaha kecil setelah implementasi dilakukan, untuk mengetahui pendapatnya dari uji coba sistem tersebut. Data hasil wawancara dan rekaman kemudian dianalisis sesuai dengan kriteria dan panduan yang telah dibuat, kemudian dibuat laporan penelitian awal hasil uji coba implementasi sistem. Tahap selanjutnya diseminasi dan sosialisasi sistem pemasaran berbasis web 2.0 dengan mengundang pihak-pihak yang terlibat, yaitu Dinas KUKM dan Indag Kota, Forum Pemasaran Kota, Komisi Rantai Nilai Promosi Kota para pengusaha kecil industri strategis kota Bandung.
Pelatihan orientasi masa depan untuk meningkatkan kemampuan remaja dalam menyusun orientasi masa depan bidang pekerjaan Sri Maslihah; Iva Erlina; Dwi Handoko
Jurnal Abmas Vol. 11 No. 2 (2011): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v11i2.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para siswa kelas XII dalam menyusun orientasi masa depan bidang pekerjaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pre-eksperimental mengingat dalam penelitian ini hanya ada satu kelompok tanpa ada kelompok control dan sampel dipilih secara random. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest and posttest design (Graziano & Raulin, 2000). Kegiatan perancangan pelatihan disusun dengan mengacu pada data yang diperoleh dari hasil analisa kebutuhan. Pelatihan disusun melalui pendekatan experiential learning, yaitu suatu rangkaian kegiatan pelatihan dengan satu atau lebih tujuan pembelajaran yang memerlukan keterlibatan aktif dari peserta pelatihan (Walter & Marks, 1981). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelatihan orientasi masa depan bidang pekerjaan ini secara signifikan berperan terhadap peningkatan kemampuan menyusun orientasi masa depan peserta pelatihan.
IbM kelompok usaha pemuda bidang kerajinan, souvenir, sablon dan percetakan Hodidjah Hodidjah
Jurnal Abmas Vol. 12 No. 1 (2012): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v12i1.134

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil program IbM untuk pelatihan, pembinaan dan pendampingan pada kelompok usaha pemuda bidang kerajinan, souvenir, sablon dan percetakan "Daun Gedang" di Kampung Karanggedang Kelurahan Linggasari Kecamatan/Kabupaten Ciamis. Program ini bertujuan untuk: meningkatkan motivasi wirausaha mitra; meningkatkan pemahaman mitra tentang perencanaan bisnis dan manajemen usaha; meningkatkan kemampuan SDM dalam teknik produksi dan pemasaran; serta mengembangkan jejaring kewirausahaan pemuda untuk menopang pengembangan ekonomi kreatif. Hasil yang telah dicapai dari program ini adalah: meningkatkan jiwa entrepreneurship para pemuda sebagai upaya menunjang kegiatan pengembangan kelompok usaha pemuda; mengembangkan kemampuan kelompok usaha pemuda "Daun Gedang" dalam melakukan perencanaan, kegiatan bisnis dan mengembangkan jaringan kerjasama bisnis; serta mengembangkan kelompok usaha pemuda "Daun Gedang" sebagai model pengembangan wirausaha pemuda yang berbasis pemberdayaan masyarakat.
Sosialisasi keselamatan kerja elektronika rumah tangga di Desa Cisaat Kecamatan Ciater Kabupaten Subang Mukhidin Mukhidin
Jurnal Abmas Vol. 12 No. 1 (2012): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v12i1.135

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dari FPTK Universitas Pendidikan Indonesia yang dilaksanakan pada awal Agustus tanggal 3-4 Agustus 2010, bertempat di Desa Cisaat Kecamatan Ciater Kabupaten Subang ini telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi warga masyarakat khususnya di wilayah Desa Cisaat Kecamatan Ciater Kabupaten Subang mendapat sambutan yang sangat baik dan antusiasme yang tinggi. Sosialisasi keselamatan kerja peralatan elektronika rumah tangga yang dilaksanakan di Kabupaten Subang ini merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, sehingga diharapkan dengan sosialisasi ini dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk mencegah perilaku yang tidak aman dan memperbaiki kondisi lingkungan yang tidak aman pula, serta untuk mencegah risiko terjadinya kecelakaan yang dapat merusakkan peralatan bahkan hilangnya jiwa seseorang. Seperti akhir-akhir ini banyak terdapat pemberitaan rentetan insiden elpiji 3 kilogram, yang mengakibatkan kerugian material bahkan sampai hilangnya nyawa seseorang. Beberapa faktor pendukung kegiatan tersebut antara lain: para peserta sosialisasi memiliki kemauan yang besar untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan mengenai keselamatan kerja peralatan elektronika rumah tangga, mengetahui cara kerja dan penggunaan yang aman setrika listrik, kompor listrik, televisi dan peralatan listrik lainnya, serta cara penggunaan elpiji 3kg yang aman. Beberapa kendala yang dihadapi pada saat sosialisasi keselamatan kerja peralatan elektronika rumah tangga dan sosialisasi penggunaan elpiji 3kg yang aman: (1) Adanya keterbatasan dalam fasilitas pendukung untuk melakukan sosialisasi dan presentasi, diantaranya tidak adanya LCD proyektor. (2) Kegiatan pelatihan yang direncanakan berjalan 2 hari tidak dapat terealisasi dikarenakan terbentur dengan aktivitas para peserta yang kebanyakan adalah petani, di mana aktivitas mereka dimulai dari pagi-sore. Sehingga tim sosialisasi agak repot untuk menyesuaikan waktu yang cocok.
Peningkatan sanitasi CLTS di daerah sekitar tempat pembuangan akhir sampah di Babakan Ciparay Kabupaten Bandung Mimin Iryanti
Jurnal Abmas Vol. 12 No. 1 (2012): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v12i1.136

Abstract

TPA Babakan Ciparay terletak di Kabupaten Bandung dan merupakan tempat pembuangan akhir sampah semua wilayah yang ada di Kabupaten Bandung. Dalam pengabdian ini kami ingin menyediakan air bersih dan sanitasi yang layak pakai bagi masyarakat di sekitar TPA. Metode yang dilakukan berupa pembangunan sanitasi dan analisis geokimia pada sumber air. Hasil analisis sumber air berupa sumur gali dengan kedalaman di bawah 10 meter, menunjukkan secara kuantitatif besarnya potensi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar terhadap ketersediaan air. Dengan menunjukkan hasil analisis air sumber dan perbandingan dengan standar berdasarkan Permenkes nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 mengenai persyaratan kualitas air minum baik olahan maupun bukan olahan. Berdasarkan hasil analisis parameter kualitas air sumber, dapat disimpulkan bahwa air sumber tersebut pada dasarnya aman untuk digunakan untuk keperluan mencapai derajat hidup sehat, tetapi masih tingginya kadar bakteri maka air tersebut tidak layak untuk diminum langsung. Kami melakukan perombakan pada sanitasi agar masyarakat dapat memanfaatkan sanitasi tersebut terutama masyarakat yang tidak memiliki sanitasi tersendiri. Kegiatan ini diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan pendekatan CLTS, yaitu Community Led Total Sanitation.