cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Urun-bina kiat pengutipan dalam tulisan karya ilmiah guru di Sekolah Dasar Dian Indihadi
Jurnal Abmas Vol. 12 No. 1 (2012): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v12i1.137

Abstract

Penulisan karya ilmiah bagi guru di Sekolah Dasar (SD) masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah kesulitan dalam melakukan pengutipan yang benar sesuai dengan kaidah ilmiah. Kesalahan dalam pengutipan berisiko menjebak penulis pada praktik plagiarisme yang dapat menggugurkan nilai ilmiah suatu karya. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan program "urun-bina" sebagai solusi alternatif untuk meningkatkan kemampuan guru SD dalam teknik pengutipan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan yang mencakup pengenalan sumber kutipan (primer dan sekunder) serta teknik pengutipan (langsung dan tidak langsung). Hasil program menunjukkan bahwa melalui urun-bina, kemampuan guru dalam meracik kutipan meningkat secara signifikan, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun pragmatis. Guru menjadi lebih percaya diri dalam menyusun karya ilmiah dan mampu menghindari praktik plagiarisme dengan mengikuti norma penulisan yang berlaku. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan profesionalisme guru yang berkelanjutan dalam bidang penulisan ilmiah.
Pengembangan Posdaya Sarijadimaju bidang kewirausahaan, peternakan bebek, dan keterampilan tata busana Cece Rakhmat
Jurnal Abmas Vol. 12 No. 1 (2012): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v12i1.138

Abstract

Keberadaan perdesaan masih menyimpan berbagai masalah seperti Rumah Tangga Miskin (RTM), anak putus sekolah, dan pemuda pengangguran. Hal ini akan berimbas pada terhambatnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satu program yang digulirkan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut adalah Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Posdaya adalah salah satu program pemerintah untuk mengembangkan IPM dengan melibatkan perguruan tinggi. Pemberdayaan masyarakat perdesaan melalui pembentukan Posdaya Sarijadimaju yang diprakarsai oleh kelompok mahasiswa KKN UPI Kampus Tasikmalaya 2010 dengan program terpadu untuk pembangunan pemerintahan desa. Berdasarkan analisa SWOT yang telah dilakukan oleh tim PPM Desa Binaan bahwa keberlangsungan Posdaya Sarijadimaju mengalami hambatan, sehingga dipandang perlu adanya pembinaan dan pengembangan. Fokus kegiatan ini adalah pengembangan bidang kewirausahaan, peternakan bebek dan keterampilan tata busana.
Ipteks bagi Masyarakat (IbM) pada kelompok tani budidaya jamur konsumsi Subur Makmur Desa Parongpong Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Yoyoh Jubaedah
Jurnal Abmas Vol. 12 No. 1 (2012): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v12i1.139

Abstract

Permasalahan budidaya jamur konsumsi muncul saat pasca panen, meningkatnya jumlah petani yang melakukan budidaya jamur konsumsi mengakibatkan jumlah jamur konsumsi yang ada di pasaran meningkat, hal ini dapat menurunkan harga jual jamur konsumsi segar. Permasalahan ini merugikan kelompok tani jamur konsumsi karena jamur yang telah dipanen dan tidak segera laku dijual akan busuk dan harganya menjadi turun, bahkan tidak laku dijual. Program IbM yang dilakukan bertujuan memberikan solusi penanganan pasca panen jamur konsumsi melalui pengolahan menjadi berbagai makanan olahan antara lain keripik jamur, bakso jamur, abon jamur, dan dendeng jamur, membuat beberapa mesin yang menunjang pengolahan jamur sehingga produk olahan memenuhi standard SNI dan memperlancar pemasaran hasil olahan. Program IbM dilakukan kepada kelompok tani Subur Makmur Desa Parongpong Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung melalui pelatihan dengan menggunakan berbagai metode, antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, pemberian tugas dan partisipatif. Kegiatan yang dilakukan pada program IbM meliputi: 1) Pembekalan materi yang berkaitan dengan IPTEKS bagi Masyarakat, 2) Pembuatan alat produksi, 3) Pelatihan pembuatan aneka produk jamur; sehingga menghasilkan luaran sebagai berikut: (1) Metode dan teknik pengolahan jamur konsumsi terdiri dari pengolahan keripik jamur, bakso jamur, abon jamur, dendeng jamur; (2) Mesin pengering; (3) Mesin penggiling; (4) Mesin pengepres; (5) Produk olahan jamur dalam bentuk kemasan yang tahan lama terdiri dari keripik jamur, bakso jamur, abon jamur dan dendeng jamur. Dari kegiatan ini mitra mengharapkan adanya tindaklanjut pada pengembangan produk usaha baik dari sudut kuantitas maupun kualitas serta jangkauan pemasaran yang lebih luas.
Urun-bina terhadap Posdaya Babakan Jaya Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Ciamis Sadjarudin Nurdin
Jurnal Abmas Vol. 12 No. 1 (2012): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v12i1.140

Abstract

Kegiatan Pengabdian yang berjudul "Urun-bina terhadap Posdaya Babakan Jaya di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran ini dilaksanakan terhadap para anggota Posdaya Babakan Jaya sebanyak 20 orang selama lebih kurang 3 (tiga) bulan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode penataran dan pelatihan. Metode penataran yang digunakan untuk menyampaikan materi yang bersifat teoritis terhadap peserta, sedangkan metode pelatihan digunakan untuk menyampaikan materi yang bersifat praktek. Adapun materi yang disampaikan terhadap peserta meliputi; (1) keterampilan pengolahan ikan asin, (2) pembuatan gula merah, dan (3) kerajinan tangan dari barang bekas (bekas bungkus kopi ABC dan Kapal Api). Setelah dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini dengan materi kegiatan dan metode tersebut di atas, ternyata telah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang ketiga materi tersebut di atas. Di samping telah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, telah dapat pula meningkatkan sikap kewirausahaan, kesungguhan bekerja, kerjasama dan kedisiplinan. Memperhatikan hasil-hasil yang telah mencapai dalam kegiatan pengabdian ini dapatlah disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini telah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta Posdaya dalam bidang mengolahan ikan asin, pembuatan gula merah dan dari kerajinan tangan dari barang bekas.
Penerapan pendekatan sosiokultural dalam mental training pegulat Indonesia pada Sea Games XXVI Bambang Erawan
Jurnal Abmas Vol. 12 No. 1 (2012): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v12i1.141

Abstract

Tulisan ini akan membahas penerapan pendekatan sosiokultural dalam mental training (latihan mental) atlet gulat gaya bebas Indonesia pada SEA Games XXVI. Ada empat faktor yang menunjang keberhasilan seorang atlet dalam meraih prestasi, yaitu faktor teknik, fisik, taktik, dan mental. Peningkatan aspek mental menjadi fokus terpenting yang dilakukan pelatih untuk menyiapkan atlet tampil di SEA Games XXVI. Hal ini dilakukan berdasarkan evaluasi selama proses latihan, yang menunjukkan faktor mental atlet menjadi variabel yang menghambat munculnya kemampuan fisik, teknik, dan taktik atlet ketika bertanding. Kondisi yang menunjukkan bahwa atlet gulat gaya bebas Indonesia memiliki latar belakang sosiokultural yang heterogen menjadi fakta penting yang tidak bisa dibantah. Oleh karena itu, pemahaman lintas budaya terhadap aspek sosiokultural para atlet mutlak diperlukan sebagai dasar dalam melakukan latihan mental. Pendekatan psikologis dalam latihan mental para atlet telah menafikkan fakta penting bahwa sebagai makhluk berpikir atlet tidak hanya direkonstruksi secara psikologis, tetapi juga direkonstruksi secara sosiokultural. Hasil penerapan pendekatan sosiokultural dalam latihan mental atlet gulat Indonesia menunjukkan kecenderungan yang positif, terutama dalam peningkatan percaya diri dan penghapusan kecemasan saat bertanding.
Analisis kebijakan Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) Eka Prihatin
Jurnal Abmas Vol. 12 No. 1 (2012): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v12i1.142

Abstract

Analisis kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini yang diteliti pada tahun 2005, menjadi bahan kajian ulang dalam pelaksanaan kebijakannya. Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pondasi penting dalam pendidikan selanjutnya, dimana masa ini terkenal dengan golden age, yang membuat para orang tua berlomba-lomba untuk mengoptimalkan kemampuan anak. Analisis kebijakan ini berkaitan pengaruh (1) Tingkat Pendidikan Guru / tutor; (2) Besarnya insentif guru / tutor; (3) Tingkat kompetensi guru / tutor; (4) Tingkat pendidikan; (5) Tingkat kompetensi guru PNS, Honorer dan guru sukarela untuk menciptakan kualitas anak ideal.
Community empowerment for Sentani language preservation and cultural strengthening in Papua Bernard Labobar; Yustinus Wangguway; Evelien F. Ugadje; Christina A. Jeujanan; Riski Tasijawa; Krislina Pattipeiluhu
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.143

Abstract

The decline in local language use and in children's awareness of local culture pose challenges for non-formal education. This community service activity aims to strengthen preservation of the Sentani language and promote local culture through contextual, participatory learning. The program was implemented at the Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rotehbu, Sentani, Papua, involving faculty members, students from the Early Childhood Education Program, and learners through a Participatory Action Research (PAR) approach that emphasizes a collaborative cycle of action, observation, and reflection. The activity was designed to integrate Sentani language learning and local cultural practices by preparing papeda as an experiential, context-based learning medium. The results showed increased participants' engagement in using the Sentani language, strengthened understanding of local culture, and growing awareness and pride in cultural identity. Furthermore, this activity strengthened the partnership between academics and the community and provided students with a culturally-based learning experience within the context of community service. These findings confirm that integrating local languages, cultural practices, and non-formal education within the PAR framework is an effective strategy for supporting community empowerment and sustainable cultural preservation.   Abstrak Penurunan penggunaan bahasa daerah dan melemahnya pengenalan budaya lokal pada anak usia sekolah menjadi tantangan dalam pendidikan nonformal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pelestarian bahasa Sentani dan penguatan budaya lokal melalui pembelajaran kontekstual dan partisipatif. Program dilaksanakan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rotehbu, Sentani, Papua, dengan melibatkan dosen, mahasiswa Program Studi PKAUD, serta murid melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan siklus aksi, observasi, dan refleksi secara kolaboratif. Kegiatan dirancang dengan mengintegrasikan pembelajaran bahasa Sentani dan praktik budaya lokal melalui pengolahan papeda sebagai media pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan aktif peserta dalam penggunaan bahasa Sentani, penguatan pemahaman budaya lokal, serta tumbuhnya kesadaran dan kebanggaan terhadap identitas budaya. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kemitraan antara akademisi dan komunitas serta memberikan pengalaman pembelajaran berbasis budaya bagi mahasiswa dalam konteks pengabdian masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi bahasa daerah, praktik budaya, dan pendidikan nonformal dalam kerangka PAR merupakan strategi efektif dalam mendukung pemberdayaan komunitas dan pelestarian budaya secara berkelanjutan. Kata Kunci: bahasa Sentani; budaya lokal; pelestarian bahasa daerah; pendidikan nonformal; pengabdian masyarakat
Pendampingan proses sertifikasi minyak akar wangi organik yang terintegrasi dalam upaya peningkatan nilai strategis komoditas ekspor minyak atsiri Indonesia Asep Kadarohman; Ratnaningsih Eko Sardjono; Gebi Dwiyanti; Lailatul K
Jurnal Abmas Vol. 13 No. 1 (2013): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v13i1.145

Abstract

Akar wangi (Vetiveria zizanioides) merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Indonesia menempati posisi sebagai produsen terbesar kedua setelah Haiti dalam ekspor minyak akar wangi (vetiver oil) di dunia, bahkan pada tahun 2010 sempat menjadi pengekspor utama akibat bencana di Haiti. Di sisi lain, pasar produk pertanian dari hari ke hari semakin mengglobal dan menyaratkan perhatian lebih dari produsen. Seiring meningkatnya perdagangan global, standar mutu produk pertanian menjadi aspek krusial untuk mengakses pasar ekspor. Keingintahuan konsumen di negara pengimpor mengenai standar produksi di negara produsen serta keterlacakan (traceability) dalam rantai pasokan menjadi semakin relevan dalam perdagangan internasional. Petani, pengolah, dan eksportir harus familier dengan standar-standar tersebut serta mampu menerapkannya dalam budidaya dan pengolahan jika ingin tetap bersaing di pasar dunia. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret bagi pelaku industri minyak akar wangi untuk bertahan di pasar global, salah satunya melalui produksi minyak akar wangi organik (organic vetiver oil) yang bersertifikat internasional. Penelitian ini menggunakan lahan seluas 1 hektar sebagai plot demonstrasi (demonstration plot/demplot) budidaya akar wangi organik yang ditanam secara tumpang sari dengan tanaman kentang. Pembudidayaan dilakukan dengan sistem pertanian organik terpadu dan terintegrasi, mulai dari penanaman, pemupukan, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses pemanenan dan pengolahan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas minyak akar wangi organik telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Parameter keunggulan meliputi nilai rendemen yang mencapai > 50% (berbanding < 50% pada non-organik), penampakan fisik akar yang lebih bersih dan lebat, serta hasil uji SNI dan residu pestisida yang memenuhi standar keamanan pangan.
IbM guru geografi di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang menghadapi permasalahan dalam penguasaan materi sistem informasi geografis Dede Sugandi; Iwan Setiawan; Lili Somantri; Nanin Trianawati Sugito; Bagja Waluya
Jurnal Abmas Vol. 13 No. 1 (2013): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v13i1.146

Abstract

Kurikulum geografi tahun 1994 memuat pokok bahasan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG), dimana keduanya tidak pernah muncul pada kurikulum sebelumnya. Karena itu, guru-guru yang lulus sebelum tahun 1994 dipastikan tidak pernah mempelajari kedua materi tersebut. Kondisi ini berimplikasi kepada minimnya penguasaan materi SIG. Akibat dari kurangnya penguasaan materi SIG, sejumlah guru mengaku hanya menyampaikan materi tersebut sekedarnya saja atau terkadang dibahas hanya sepintas saja. Bahkan, ada guru yang hanya memberikan tugas pada peserta didik untuk membacanya saja tanpa diterangkan lebih jauh. Permasalahan yang dihadapi para guru geografi dalam kaitannya dengan SIG dapat dikelompokkan dalam dua aspek, yaitu aspek substansi SIG dan aspek cara atau metode penyampaian materi SIG pada peserta didik. Berdasarkan pada masalah yang dihadapi oleh para guru geografi, maka diperlukan suatu bentuk pelatihan yang dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep SIG dan keterampilan mengoperasikan SIG secara digital. Disamping itu perlu pula disampaikan model pembelajaran SIG yang sesuai untuk peserta didik tingkat SMA. Karena itu, metode atau pendekatan yang akan dilaksanakan adalah pelatihan dengan menggunakan metode ceramah dan praktikum. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam kurun waktu 8 bulan, dimana mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program. Kegiatan pelatihannya sendiri mengambil waktu pertemuan MGMP yang biasa dilaksanakan oleh guru-guru yang terhimpun dalam MGMP Geografi setiap seminggu sekali. Luaran kegiatan ini berupa Peta, artikel, modul SIG, model pembelajaran SIG, dan sertifikat pelatihan yang ditandatangani oleh ketua pelaksana pengabdian dan Ketua LPPM UPI.
Program pelatihan mitigasi bencana gempa bumi dan perencanaan rumah sederhana tahan gempa bagi masyarakat di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Dedy Suryadi; Budi Kudwadi; Nandan Supriatna; Sukadi Sukadi
Jurnal Abmas Vol. 13 No. 1 (2013): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v13i1.147

Abstract

Pengembangan program pelatihan mitigasi bencana gempa bumi dan perencanaan rumah sederhana tahan gempa ditujukan untuk memberi wawasan dan pemahaman kepada masyarakat tentang gempa dan dampak kerusakan yang ditimbulkan. Selain itu memberi pemahaman kepada masyarakat tentang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan konstruksi rumah sederhana tahan gempa. Model pelatihan dilakukan dengan menerapkan metode ekspositori, brainstorming, dan simulasi, selain itu dengan menggunakan pendekatan pelatihan kontekstual. Dalam proses pelaksanaannya diarahkan pada pelibatan peserta pelatihan secara aktif berdasarkan pengalaman dan pemahaman awal peserta pelatihan. Peserta pelatihan merupakan perwakilan desa dan i bagian pembangunan desa, tokoh masyarakat dan masyarakat teknisi bangunan yang ada di wilayah kecamatan Lembang kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan pengamatan terhadap keseluruhan proses pelatihan, pengamatan terhadap keterlibatan peserta pelatihan dan evaluasi pemahaman di awal dan akhir pelatihan, diperoleh gambaran bahwa tingkat pemahaman peserta pelatihan tentang kegempaan yang ditimbulkan gunung berapi (vulkanik) dan pergeseran atau patahan gempa bumi (tektonik) mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan. Kemudian pada aspek perencanaan rumah terutama tentang pemahaman konstruksi bangunan tahan gempa dan pelaksanaan pembangunannya juga mengalami peningkatan, terutama claim kesadaran claim pembangunan rumah sesuai kaidah-kaidah konstruksi bangunan. Orientasi ke depan, peserta pelatihan juga dapat menyebarkan kembali pemahaman tentang gempa dan konstruksi bangunan tahan gempa bagi masyarakat yang ada di desa-desa binaan mereka. Untuk keberlanjutan program, maka diperlukan adanya pola pengabdian yang berkesinambungan dan menyebar ke wilayah-wilayah yang rawan timbulnya bahaya gempa terutama pada masyarakat yang ada di pedesaan di wilayah selatan Jawa Barat.