cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Program pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi komposting berbasis mayarakat Nahadi Nahadi
Jurnal Abmas Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v10i1.107

Abstract

Pertambahan penduduk yang disertai dengan tingginya arus urbanisasi ke perkotaan telah menyebabkan semakin tingginya volume sampah yang harus dikelola setiap hari khususnya di perkotaan seperti di Kota Bandung. Hal tersebut bertambah sulit karena keterbatasan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Pengangkutan sampah ke TPA juga terkendala karena jumlah kendaraan yang kurang mencukupi dan kondisi peralatan yang telah tua. Masalah lainnya adalah pengelolaan TPA yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang ramah lingkungan. Pengolahan sampah secara komposting merupakan pilihan yang tepat. Kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, di antaranya: (1) melakukan pengenalan karakteristik sampah dan metoda pembuangannya, (2) merencanakan dan menerapkan pengelolaan persampahan secara terpadu (pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan akhir), (3) memisahkan peran pengaturan dan pengawasan dari lembaga yang ada dengan fungsi operator pemberi layanan, agar lebih tegas dalam melaksanakan reward & punishment dalam pelayanan, (4) menggalakkan program Reduce, Reuse dan Recycle (3R) agar dapat tercapai program zero waste pada masa mendatang, (5) mengenalkan cara pembuatan bioaktivator yang murah dan sederhana, (6) mengembangkan teknologi pengelolaan sampah yang lebih bersahabat dengan lingkungan dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi bahan buangan.
Pelatihan pengembangan bahan ajar seni budaya berbasis potensi lokal bagi Guru Sekolah Dasar Juju Masunah
Jurnal Abmas Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v10i1.108

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk melaporkan hasil kegiatan pelatihan pengembangan bahan ajar seni budaya berbasis potensi lokal bagi guru Sekolah Dasar. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh limabelas orang guru Sekolah Dasar se-Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang pada tanggal 2-28 Agustus 2010. Materi pelatihan menggunakan unsur-unsur tari, permainan dan nyanyian anak-anak daerah Ciater, serta prinsip-prinsip estetis dalam karya seni. Pendekatan pelatihan menggunakan etnopedagogi dengan metode inquiry dan cooperative learning. Pelatihan menghasilkan satu bentuk karya seni yang mengandung unsur tari, musik, ceritera, serta permainan anak-anak yang dapat dijadikan bahan ajar pada mata pelajaran Seni Budaya di Sekolah Dasar.
Diklat kemampuan melek statist's (statistical literacy), penalaran statist's (statistical reasoning), dan berpikir statistis (statistical thinking) Guru SMP/SMA Bambang Avip Priatna Martadiputra
Jurnal Abmas Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v10i1.109

Abstract

Isu tentang berpikir matematis telah banyak dikaji oleh ahli-ahli pendidikan matematika baik di luar maupun di dalam negeri. Sama halnya dengan pendidikan matematika, dalam pendidikan statistika juga sedang ramai dibicarakan tentang isu tentang melek statistis (statistical literacy); penalaran statistis (statistical reasoning), dan berpikir statistis (statistical thinking). Akan tetapi di Indonesia isu ini belum banyak dikaji. Dari hasil kajian diperoleh gambaran bahwa secara umum kemampuan melek statistis (statistical literacy); penalaran statistis (statistical reasoning), dan berpikir statistis (statistical thinking) guru SMP/SMA masih perlu mendapat perhatian lebih serius dari penentu kebijakan di bidang pendidikan dan harus ditingkatkan agar pembelajaran statistika lebih bermakna bagi siswa. Peningkatan kemampuan guru tersebut dapat dilakukan dengan cara mengikutsertakan guru dalam kegiatan-kegiatan seperti PPM yang dilakukan oleh Dosen, Lesson study, PLPG, dan atau seminar matematika.
Visual thinking dalam memaksimalkan pembelajaran matematika siswa dapat membangun karakter bangsa Edi Surya
Jurnal Abmas Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v10i1.110

Abstract

Kemampuan untuk memecahkan masalah adalah jantung matematika, visualisasi merupakan inti pemecahan masalah matematika. Visualisasi adalah kemampuan untuk melihat dan memahami situasi masalah. Pada dasarnya siswa sangat membutuhkan pembelajaran yang menarik, inovatif, dan menyenangkan. Guru dapat berimprovisasi. Kesulitan yang dialami siswa dalam belajar matematika dan rendahnya hasil yang diperoleh dapat disebabkan karena metode pembelajaran tidak sesuai dengan materi ajar dan kemampuan peserta didik. Pembelajaran yang memaksimalkan pemikiran siswa dapat membangun karakter positif.
Peningkatan kualitas sanitasi lingkungan berbasis fitoremediasi All Kusrijadi; Ahmad Mudzakir; Soja Siti Fatima
Jurnal Abmas Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v10i1.111

Abstract

Terciptanya sistem sanitasi baik dan terolah secara fitoremediasi (Waste Water Garden/ WWG) telah dilakukan di Kampung Cibaligo, Kelurahan Cipageran Kota Cimahi. Kegiatan ini meliputi perbaikan saluran pembuangan air limbah rumah tangga sepanjang 50 m, lebar 50 cm dan pembuatan WWG dengan ukuran panjang 9 m, lebar 0,5 m dan kedalaman 0,75 m. Data analisis parameter fisik dan kimia air limbah menunjukkan penurunan kadar bau, kekeruhan, TDS, kesadahan dan jumlah bakteri dalam sistem luaran WWG.
Penerapan sistem informasi data pada metode penimbangan kendaraan barang di jembatan timbang Supratman Agus; Juang Akbardin
Jurnal Abmas Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v10i1.112

Abstract

Monitoring dan pengawasan beban muatan kendaraan angkutan barang melalui jembatan timbang memerlukan akuntabilitas yang terintegrasi melalui teknologi informasi. Penerapan sistem informasi data yang membantu mengoptimalkan fungsi tujuan keberadaan penimbangan angkutan barang melalui jembatan timbang. Data yang lebih komprehensif terkait dengan pergerakan, distribusi dan pelayanan jalan akan lebih mudah didapat dan diolah untuk pengelolaan pergerakan angkutan barang jalan raya yang efektif dan efisien.
Iptek bagi Masyarakat (IbM) Sukaregang Garut yang menghadapi masalah air limbah industri penyamakan kulit Rudi Priyadi; Rakhmat Iskandar; Rina Nuryati; Betty Rofatin; Enok Sumarsih
Jurnal Abmas Vol. 10 No. 1 (2010): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v10i1.113

Abstract

Pencemaran Lingkungan Hidup adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia. Sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan tak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Perkembangan industri, terutama industri penyamakan kulit menimbulkan hasil samping selain kulit yang berkualitas juga air limbah yang berbahaya akibat penyamakan kulit terutama unsur crom heksagonal (Cr+6) yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Saat ini kandungan Cr*6 jauh di atas ambang baku mutu yang di ijinkan oleh pemerintah sebesar 0,05 mg/L. hasil uji coba pendahuluan sebesar 0,63 mg/L (hampir dua betas kali lebih tinggi dan i baku mutu yang di ijinkan. Setelah diberi perlakuan M-Bio dengan takaran 9 ml/L hasilnya = 0,15 mg/L (menurunkan sampai empat kali) dengan lama kontak 24 jam. Uji lanjut kedua yaitu dengan perlakuan dosis M-Bio 12 ml/L dengan lama kontak 24 jam hasilnya 0,011 (sudah berada di bawah ambang batas yang di ijinkan yaitu 0,05mg/L).
Pendidikan karakter bangsa: Pendekatan jitu menuju sukses pembangunan pendidikan nasional Ace Suryadi
Jurnal Abmas Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v11i1.114

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya reposisi pendidikan karakter dalam sistem pendidikan nasional Indonesia sebagai solusi atas krisis moral dan degradasi karakter yang terjadi akibat orientasi pembangunan yang terlalu pragmatis-materialistik. Meskipun nilai-nilai karakter telah termaktub secara komprehensif dalam UU No. 20 Tahun 2003, implementasinya di sekolah masih terjebak dalam dikotomi antara aspek intelektual dan pendidikan nilai. Pendidikan karakter seringkali hanya dianggap sebagai materi hafalan dalam mata pelajaran tertentu (seperti Agama atau PKn) yang terpisah dari denyut nadi kehidupan sekolah. Penulis menawarkan model alternatif dengan mewujudkan sekolah sebagai Institusi Karakter. Pendekatan ini menekankan bahwa karakter tidak dapat dibentuk dalam ruang hampa, melainkan harus diintegrasikan ke dalam seluruh kultur sekolah melalui pembiasaan, keteladanan, dan aplikasi terus-menerus. Artikel ini menguraikan enam elemen kunci untuk membangun kultur moral di sekolah: (1) kepemimpinan moral dan akademik dari kepala sekolah, (2) disiplin sekolah yang menyeluruh, (3) rasa kekeluargaan/komunitas, (4) keterlibatan siswa dalam pengelolaan sekolah yang demokratis, (5) atmosfir saling menghargai dan kerja sama, serta (6) pemberian waktu khusus untuk menangani persoalan moral. Kesimpulannya, keberhasilan pendidikan karakter bergantung pada kemampuan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mampu mengubah nilai-nilai teoritis menjadi perilaku nyata (perwujudan manusia yang smart and good).
Pendidikan karakter sebagai wujud kebangkitan bangsa Hendarman Hendarman
Jurnal Abmas Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v11i1.115

Abstract

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mencanangkan gerakan nasional tentang pendidikan karakter yang diterapkan pada sistem pendidikan nasional. Pencanangan tersebut sebagai tanggapan terhadap berbagai permasalahan bangsa terutama yang memunculkan perilaku yang menabrak etika, moral dan hukum sehingga nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban perlahan-lahan luntur dari budaya dan kultur bangsa Indonesia. Sektor pendidikan menjadi pilar untuk memulai pengembangan dan penegakan dari karakter bangsa. Makalah ini mengkaji penyelenggaraan pendidikan karakter dalam proses pendidikan dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama, adat istiadat serta aturan yang bersifat tertulis maupun tidak tertulis. Lebih lanjut diuraikan arah, tahapan dan prioritas penyelenggaraan pendidikan karakter yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang ada, bukan sebagai suatu mata pelajaran sendiri. Tingkat keberhasilan penyelenggaraan pendidikan karakter ini akan sangat tergantung dari kolaborasi antara berbagai unsur yang terkait yaitu pendidikan di sekolah, keluarga dan masyarakat.
Pendidikan karakter dalam perspektif pemasaran pendidikan Eka Prihatin
Jurnal Abmas Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v11i1.116

Abstract

Wabah penyakit yang melanda Bangsa Indonesia semakin parah dan meluas, wabahnya tidak hanya menyerang status sosial atau usia tertentu, akan tetapi menjangkiti hampir seluruh rakyat Indonesia, sehingga keadaan Negara dalam semua aspek kehidupan sudah tidak sehat lagi. Berbagai kajian dilakukan oleh berbagai pakar untuk menemukan wabah penyakit tersebut, akhirnya semua meyakini bahwa Negara Indonesia tercinta sedang mengalami dekadensi moral. Manajemen stratejik Pendidikan Karakter Bangsa dapat diimplementasikan dalam semua jenis pendidikan baik pendidikan formal, non formal dan in formal, kolaborasi ketiga jenis pendidikan tersebut secara komprehensif akan memperbaiki moral bangsa sehingga Bangsa Indonesia mampu bersaing secara global.

Page 11 of 30 | Total Record : 299