cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Desa kreatif teknologi melalui pelatihan dan manufaktur simpel kriya logam di desa binaan Leuwigajah Kota Cimahi Enang Summa A; Wahid Munawar; Yayat Yayat; Haipan Salam; Sriyono Sriyono
Jurnal Abmas Vol. 13 No. 1 (2013): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v13i1.148

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan agar masyarakat, kususnya para pemuda yang ada di desa binaan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kriya logam (pembuatan teralis, dan pot bunga dan i bahan logam, dan pelapisan logam dekoratif dengan menggunakan nikel, maupun krom). Pada gilirannya diharapkan para pemuda tersebut memiliki kesiapan untuk bekerja atau berwirausaha dalam bidang produk kriya logam. Berdasarkan hasil pelatihan diperoleh data bahwa para pemuda telah memiliki pengetahuan dalam: 1) bidang kewirausahaan, 2) bidang pengelasan logam (busur listrik dan accetylin), 3) bidang pelapisan logam. Selain itu, peserta juga telah memiliki keterampilan dalam bidang pengelasan dan pelapisan logam.
Pelatihan paket pembelajaran tari nusantara bagi guru seni budaya Heni Komalasari; Juju Masunah; Agus Supriyatna
Jurnal Abmas Vol. 13 No. 1 (2013): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v13i1.149

Abstract

Tuntutan kurikulum khususnya pendidikan seni yakni salah satunya siswa mampu mengapresiasi seni budaya tradisi balk setempat, daerah lain (nusantara), bahkan manca negara, sehingga dapat memunculkan kecintaannya kepada seni budayanya. Kurangnya bahan ajar serta kemampuan metodologi tentang pembelajaran seni tradisional Indonesia menjadi salah satu kendala bagi guru seni budaya dalam memperkenalkan serta meningkatkan apresiasi siswa di sekolah. Berdasarkan hal tersebut Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Seni Tradisional UPI dimana tim peneliti terdiri dari dosen pendidikan seni tari dengan bantuan dana dari The Ford Foundation telah melakukan penelitian seni tradisional Indonesia dan membuat serta melakukan ujicoba di berbagai jenjang pendidikan dari tahun 1999 sampai 2008. Paket pembelajaran yang dihasilkan \dapat diterapkan di jenjang pendidikan dasar dan tinggi. Beberapa paket pembelajaran yang telah dihasilkan oleh P4ST UPI untuk bidang seni tari dan musik diantaranya,Seni Anglkung Jawa Barat, Seni Topeng Cirebon, Talempong dan Tari Piring Minangkabau, Gondang Batak Sabangunan, Seni Gamelan Bali, Seni Tari Bali, dan Musik Lombok. Melalui program pengabdian pada masyarakat tim akan melakukan pelatihan paket pembelajaran tari nusantara sebagai alternatif metodologi bagi pembelajaran seni tari nusantara dan pengenalan beragam alternatif bahan ajar seni tradisional Indonesia yang telah dihasilkan oleh P4ST UPI, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap keberhasilan pendidikan budaya di sekolah. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk menggambarkan tentang 1) bagaimana tentang pelaksanaan pembelajaran tari pada mata pelajaran seni budaya oleh guru guru seni budaya di kota Bandung; 2) Terbinanya kemampuan metodologi guru-guru seni budaya di kota Bandung untuk pembelajaran seni tari Nusantara 3) Tersosialisasikannya paket pembelajaran tari nusantarayang dihasilkan P4ST UPI sebagai pengayaan bahan ajar seni tari nusantara bagi guru seni budaya di sekolah. Dari hasil lapangan dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru dalam hal metodologi pembelajaran tari nusantara meningkat melalui pelatihan paket pembelajaran tari nusantara.
Pelatihan dan pembinaan tutor pendidikan luar sekolah di Posdaya Alifah Desa Cikidang Lembang Kamin Sumardi; Ade Juwaedah; Rudiyanto Rudiyanto
Jurnal Abmas Vol. 13 No. 1 (2013): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v13i1.150

Abstract

Masyarakat desa Cikidang masih belum terlayani dengan baik dalam hal pendidikan. Jumlah warga yang berpendidikan setingkat SD cukup tinggi dan jumlah warga yang buta aksara juga masih banyak. Pemahaman tentang pentingnya pendidikan masih perlu ditingkatkan dan akses terhadap pendidikan masih sulit. Dengan tersedianya para relawan untuk menjadi tutor pada pendidikan luar sekolah, maka harapan untuk berkembang masih ada. Melalui pelatihan kader dan pembinaan yang tepat serta berkesinambungan diharapkan kualitas kompetensi dan kuantitas tutor meningkat sesuai dengan standar nasional. Pelatihan ini telah berhasil memberikan pencerahan, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman baru bagi para tutor untuk terus mengembangkan pendidikan bagi para warganya. Tutor merupakan ujung tombak dalam mendidik dan mencerahkan setiap warganya yang man belajar. Setelah mendapat pelatihan mereka lebih semangat dan aktif dalam memberikan layanan pendidikan dalam berbagai aspek kehidupan.
Strategi pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan pengrajin handicraft kawasan wisata Pangandaran Wanjat Kastolani
Jurnal Abmas Vol. 13 No. 1 (2013): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v13i1.40114

Abstract

Pengrajin handicraft kawasan wisata Pangandaran banyak menggunakan sumberdaya alam taut untuk dijadikan sebagai cinderamata wisata. Cinderamata tersebut antara lain terbuat dengan bahan baku dan i kerang taut, udang, akar bahar, pasir dan lain-lain. Setiap pengrajin yang ada di sana memiliki pengetahuan yang sangat bervariasi dalam membuat produk tersebut. Tidak sedikit pengrajin banyak menggunakan produk-produk yang berasal dani alam tersebut kurang memperhatikan aspek estetika, desain, dan kualitas. Sementara itu, para wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara sekarang ini lebih selektif dalam membeli produk cinderamata. Wisatawan lebih sering ingin mendapatkan informasi tentang produk cinderamata apakah sudah memperhatikan kelestarian lingkungan atau tidak. Kepedulian lingkungan wisatawan/ pengunjung sudah mulai menampakkan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kepedulian lingkungan dengan mengajukan strategi pemberdayaan masyarakat.
Pemanfaatan nyanyian kaulinan dalam pembelajaran bahasa Sunda di TK, strategi pengembangan karakter berbasis budaya lokal Winti Ananthia; Endah Silawati; Ardiyanto Ardiyanto
Jurnal Abmas Vol. 13 No. 1 (2013): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v13i1.40113

Abstract

Artikel ini membahas mengenai pemanfaatan nyanyian kaulinan Sunda dalam pengembangan kemampuan bahasa Sunda dan pengembangan karakter berbasis budaya lokal di TK. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kian tidak populemya bahasa Sunda bahkan di kalangan masyarakat Sunda sendiri. Padahal bahasa Sunda merupakan jembatan terhadap budaya Sunda yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan kosa kata Bahasa Sunda Anak Usia Dini mengalami peningkatan setelah mengikuti kegiatan nyanyian kaulinan Sunda, dan metode tersebut dapat digunakan dalam mengembangkankarakter anak usia dini, diantaranya dalam aspek spiritual, personal, sosial, dan cinta lingkungan.
Guidance of school quality assurance: Community services on application of school quality assurance at elementary schools Cepi Triatna
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.154

Abstract

One of the efforts to improve educational quality is quality assurance. Problems arise in the school implementation, such as people in schools do not understand the implementation of quality assurance in managing school. Community Services on Application of Quality Assurance is predicted as a program solution of these problems. Through academicians (students and lectures) assistance on implementing school quality assurance, the school management will running well step by step. This program includes of three main program. First to identify, level of school quality through school self-evaluation using eight national education standards. Second, to help school to make strategic plan based on school self evaluation. Third, to help the school to develop school website. Hopefully school will be getting used to manage the school with quality of culture and understanding of quality assurance. Communities targeted in this program is elementary school at Sukasari Sub-District, Bandung, West Java.
Budidaya dan desain kumbung untuk meningkatkan produksi jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) Elin Nurlina; Putranti Adirestuti; Ahmad Marjan; Endang Rosdiana; Asep Hodijat; Ate Romli
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.155

Abstract

Cultivation of oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) provide business opportunities for mushroom farmers' groups, such as in the area of West Bandung regency Cisarua, because the region is cool temperate with the weather tends to be moist, but the farmer groups often face problems in their business. The results of the survey are gathering location problems in mushroom cultivation, suggesting that the lack of facilities and infrastructure to support a cause of the problem. Devices complementary tool in kumbung mold and mildew breeding facilities is the biggest obstacle, so generally the rainy season oyster mushroom production was down to 70 %. Efforts have been made to help resolve these problems is training in the form of images and movie demonstration of good farming techniques, a visit to some of the groups that have experienced mushroom growers, alternative cultivation, mushroom spawn preparation techniques and design tools that can regulate the temperature and humidity conditions kumbung room in the house. The instrument is made to the model introduced simple technology that is easy to manufacture, easy to use and inexpensive in financing.
Pengembangan dan pemberdayaan pengawas sekolah dari sudut pandang manajemen sumber daya manusia dan kebijakan yang berlaku Sururi Sururi; Dedy Achmad Kurniady
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.156

Abstract

The successful implementation of a quality education is very closely tied to the success of improving the competence and professionalism of teachers and education personnel. The school superintendent /supervisor is one of the academic staff who holds an important and strategic role in improving the professionalism of teachers and quality of education in schools. The empowerment of schools superintendent who doesn't optimal, the low performance of the school superintendent and the weakness of the competency that is owned by the school superintendent are due to the being of violation of rules or policies by it management or bureaucracy which managed the school superintendent itself Whereas the rules and policies of the institution that houses the supervisor is clearly and completely from the process of recruitment, selection, performance appraisal, professional development, and performance accountability.
IbM (Ipteks berbasis masyarakat) keterampilan teknologi las (kriya logam) pada pemuda/karang taruna desa Wahid Munawar; Mumu Komaro; Sriyono Sriyono; Ridwan Adam M. Noor
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pendidikan alternatif untuk pemuda/karang taruna desa. Penelitian menggunakan metode kualitatif, mengambil dua kelompok pemuda/karang taruna yang telah mengikuti pelatihan keterampilan teknologi (kriya logam). Informan terdiri dari tokoh pemuda dan ketua RW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pembelajaran alternatif adalah metode pendidikan orang dewasa atau andragogy. Proses pembelajaran dimulai dengan sharing pembelajaran, refleksi pengalaman hidup dan metode role play. Hasilnya 64% peserta pelatihan mengalami peningkatan keterampilan teknologi (kriya logam).
Pelatihan mengolah tanah, pupuk organik, pestisida herbal dan pengolahan pasca panen petani sayuran Desa Cikidang Kecamatan Lembang Sri Handayani; Kamin Sumardi; Dewi Cakrawati
Jurnal Abmas Vol. 14 No. 1 (2014): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v14i1.158

Abstract

Cikidang Village Lembang that is included to sub-district of Lembang, and West Bandung district has a land area of 523 861 ha where 80% of the total area is agricultural land of productive vegetable. Efforts to help increase the level of skills in agriculture, especially vegetable farmers have been made by several parties. But the quality, quantity and level continuity are not run well yet. There are still many farmers and farm workers who do not understand how good farming. For example, how to process the land exactly, good fertilization, making their own fertilizer, making pesticides with organic material and post-harvest handling of vegetables so that the product has added value for the farmer. One of effort that is done in help farmers improving the quality of the vegetables is to give more technical training, practical and sustainable agriculture on environmentally friendly by using fertilizers and pesticides derived from nature. Training itself needs to be done gradually through the approach of persuasion, collaborative and participatory. Persuasion approach is done in order that the farmers do not feel to be taught, dictated or forced in terms of farming knowledge. Collaborative approach is taken to encourage farmer directly to practice without too much theory by involving farmer groups and local community leaders' farmer. Moreover, the Collaborative approach is recognized very important, because they feel that they are invited to cooperate and appreciated. The participatory approach is used to bring farmers together to do good farming activities. This approach is done so that the farmers can feel all phases of good farming directly and also they are actively involved.